KEPEMIMPINAN PENGELOLA
DALAM MENINGKATKAN KINERJA TUTOR
(Studi di Pos PAUD Miana V Kecamatan Sukasari Kota Bandung)
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Departemen Pendidikan Luar Sekolah
Oleh
ANNE RAHAYU
NIM.1107559
DEPARTEMEN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2015
KEPEMIMPINAN PENGELOLA
DALAM MENINGKATKAN
KINERJA TUTOR
(Studi di Pos PAUD Miana V Kecamatan Sukasari Kota Bandung)
Oleh
ANNE RAHAYU
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pada Fakultas Ilmu Pendidikan
©Anne Rahayu 2015
Universitas Pendidikan Indonesia Januari 2015
Hak Cipta dilindungi undang-undang
Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagian,
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Abstrak
Penelitian ini bertitik tolak pada model kepemimpinan pengelola dalam
meningkatkan kinerja tutor. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan
model kepemimpinan yang dilakukan oleh Pos PAUD Miana V di Kecamatan
Sukasari Bandung, (2) mendeskripsikan kinerja tutor di Pos PAUD Miana V
Kecamatan Sukasari Bandung, (3) mendeskripsikan kelebihan dan kekurangan
model kepemimpinan pengelola Pos PAUD Miana V Kecamatan Sukasari
Bandung.
Landasan teori dari penelitian ini yaitu konsep pendidikan luar sekolah,
konsep kepemimpinan dan model kepemimpinan, konsep kinerja tutor, konsep
motivasi.
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan
pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi,
dan studi dokumentasi, subjek peneliti terdiri atas pengelola, tutor, orang tua
peserta didik, dan masyarakat sekitar Pos PAUD Miana V Kecamatan Sukasari
Bandung.
Berdasarkan hasil pengolahan data dan pembahasan hasil penelitian
diperoleh data, yaitu: (1) model kepemimpinan pengelola pos PAUD Miana V
termasuk ke dalam unsur-unsur delapan model kepemimpinan, tetapi lebih
cenderung termasuk pada model kepemimpinan efektip. (2) kinerja tutor di Pos
PAUD Miana V dipengaruhi oleh motivasi, kompetensi, dan model
kepemimpinan yang digunakan oleh pengelola dalam memimpin, sehingga
menghasilkan prestasi kerja yang baik dengan ditandai adanya prestasi dari
peserta didik. (3) kelebihan model kepemimpinan efektif di Miana V yaitu
kelembagaan yang terstruktur dalam mengorganisasikan kegiatan-kegiatan
kelompok dan konsiderasi menciptakan suasan harmonis atara pimpinan dan tutor
atau tutor dengan tutor tetapi pada aspek lain perlakuan pimpinan belum bisa adil
ke semua tutor dikarenakan adanya faktor kekerabatan
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
ABSTRACT
This research is based on the manager's leadership model in improving the
performance of the tutor. The purpose of this study was (1) to describe the model
of leadership exercised by Pos PAUD Miana V in Kecamatan Sukasari Bandung,
(2) to describe the performance of tutors in Pos PAUD Miana V Kecamatan
Sukasari Bandung, (3) to describe the advantages and disadvantages of the
manager's leadership model in Pos PAUD Miana V Kecematan Sukasari
Bandung.
The theoretical bases of this analysis are the concept of nonformal
education, the concept of leadership and leadership models, the concept of
performance tutors, and the concept of motivation.
The method used is descriptive method with qualitative approaches and
data collection techniques through interview, observation, and documentation
study. The subjects are managers, tutors, parents, and the public around Pos
PAUD Miana V Kecamatan Sukasari Bandung.
Based on the data tabulation and discussion of the results, it is obtained
that: (1) the leadership model of Pos PAUD Miana V manager come under the
eight models of leadership, but it is more likely to come under the model of
effective leadership. (2) performance of tutors in Pos PAUD Miana V is
influenced by motivation, competence, and the leadership model used by the
manager, resulting in good performance and marked with the achievement of
pupils. (3) the advantages of effective leadership model in Miana V are structured
institutional in organizing group activities and considerations of creating a
harmonious atmosphere between leader and tutor, or tutor to tutor, but on the
other side, the leader cannot be fair to all tutors due to kinship.
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ………...i
PERNYATAAN ………..………. ii
KATA PENGANTAR ……….………...iii
ABSTRAK ………... v
DAFTAR ISI ………... vi
DAFTAR GAMBAR ……….viii
DAFTAR TABEL ………ix
BAB I PENDAHULUAN ………1
A. Latar Belakang Penelitian ………1
B. Rumusan Masalah Penelitian ……….. 7
1. Identifikasi Masalah………..7
2. Rumusan Masalah ……….………8
C. Tujuan Penelitian ……….9
D. Manfaat Penelitian ………...9
E. Struktur Organisasi ………...10
BAB II KAJIAN PUSTAKA ………..11
A. Kepemimpinan dalam Pendidikan Luar Sekolah …………...11
1. Pengertian Pendidikan Luar Sekolah ………. 11
2. Peran Pendidikan Luar Sekolah ………. 13
3. Kedudukan Pos PAUD dalam Pendidikan Luar Sekolah ….. 14
4. Kepemimpinan Pendidikan ……… 16
B. Konsep Kepemimpinan ………..19
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2. Model dan Fungsi Kepeminpinan ………. 25
C. Konsep Kinerja Tutor ……….36
1. Konsep Kinerja ………36
2. Konsep Kinerja Tutor ………..37
BAB III METODE PENELITIAN ………...42
A. Desain Penelitian …………..……….42
B. Partisipan dan Tempat Penelitian ..………...44
C. Pengumpulan Data . ………...44
D. Analisis Data ………...51
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ………..53
A. Gambaran Umum Penelitian ………..53
1. Profil Lembaga ……… 53
2. Identitas Responden ……….. 54
B. Hasil Penelitian ………..54
1. Model Kepemimpinan ………55
2. Kinerja Tutor ……….. 63
3. Kelebihan dan Kekurangan Model Kepemimpinan ………. 66
C. Pembahasan ………...71
1. Model Kepemimpinan ……… 71
2. Kinerja Tutor ……….. 78
3. Kelebihan dan Kekurangan Model Kepemimpinan ………. 79
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ………...82
A. Simpulan ………...82
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR PUSTAKA ………... 86
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian
Usia dini merupakan masa emas perkembangan. Pada masa itu terjadi
lonjakan luar biasa pada perkembangan anak yang tidak terjadi pada periode
berikutnya. Seiring bertambahnya usia anak, maka anak-anak membutuhkan
rangsangan pendidikan yang lebih lengkap, sehingga memerlukan tambahan
layanan pendidikan di luar rumah yang dilakukan oleh lingkungan maupun
lembaga pendidikan anak usia dini. (PAUD) dan Pos PAUD sebagai alternative
(Pedoman Teknis Penyelenggaraan Pos PAUD, 2012, hlm:1).
Indonesia memiliki cita-cita besar dalam membangun Pendidikan Anak
Usia Dini (PAUD) untuk mengantarkan anak Indonesia menjasi insan yang cerdas
dan komprehenshif. Dalam hal ini, program PAUD merupakan salah satu bentuk
investasi pengembangan sumber daya manusia. Kelak, sumber daya tersebut
diharapkan akan menjadi penggerak pembangunan bangsa dan negara menuju
kehidupan yang lebih baik (Pedoman Teknis Penyelenggaraan Pos PAUD, 2012,
hlm:1).
Menurut data yang di ambil dari PAUDNI.kemdikbud.go.id pada hari
kamis tanggal 21 Agustus 2014, permasalahan PAUD di Indonesia khususnya di
Jawa Barat masih sangat mendasar, baik masalah pemerataan akses, mutu,
pendidik, jumlah lembaga, APK dan jumlah usia prasekolah yang belum
terlayani. Dari aspek jumlah kelompok usia 3-6 tahun menurut data dari BPS
RI dan BAPENAS Tahun 2013 sebanyak 3.361.067 orang, dengan lembaga
PAUD sebanyak 23.846 ( TK: 6.913, KB:10.892, TPA:157 dan SPS:5.824) dan
peserta didik yang terlayani berdasarkan data terakhir di bulan Desember Tahun
2013 dengan jumlah lembaga tersebut diatas baru sebanyak 2.097.618 orang
(TK+TKLB+RA:628.800, KB:559.427, TPA: 2.886 dan SPS:906.504) sehingga
menunjukan adanya kelompok usia 3-6 tahun yang belum terlayani sebanyak
1.263.449 orang. Hal ini memerlukan kerjakeras dan dukungan semua pemangku
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Pendidikan anak usia dini di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami
perkembangan yang pesat setidaknya jika dilihat dari adanya peningkatan jumlah
satuan PAUD yang diprakrasai oleh masyarakat. Pos PAUD merupakan salah
satu contoh PAUD yang dikelola oleh masyarakat. Dari hasil data online, diawal
tahun 2013 ini jumlah lembaga Satuan PAUD Sejenis (SPS) yang didalamnya
termasuk Pos PAUD sudah terdata adalah 24.143 lembaga (dalam
PAUDNI.kemdikbud.go.id , 2014).
PAUD pada sebagian besar didirikan oleh masyarakat sekitar yang peduli
terhadap penyelenggaraan pendidikan anak usia dini tersebut. Dalam hal ini,
PAUD sangat penting bagi keluarga dalam menciptakan generasi muda penerus
bangsa sebelum mereka masuk kependidikan formal SD, SLTP, SLTA sampai
keperguruan tinggi nonformal, kepedulian masyarakat terhadap penyelenggaraan
PAUD dapat didasarkan pada tiga alasan utama, yaitu :
“(1) Usia dini (balita) merupakan tahap yang sangat mendasar bagi
perkembangan individu anak, (2) Belajar dan perkembangan anak usia dini sampai dewasa merupakan suatu proses yang berkesianambungan, dan (3) Adanya hubungan antara orang tua, masyarakat dan lembaga
penyelenggaraPAUD”.
(dalamhttp://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_anak_usia_dini,2014) .
Keberadaan Pos PAUD (dalam Direktorat Pendidikan AUD Pedoman
Teknis Penyelenggaraan Pos PAUD, 2012, hlm:1) sebagai salah satu bentuk
Satuan PAUD Sejenis (SPS) dimaksudkan untuk menjembatani kebutuhan
tersebut di atas yang di mulai dari usia nol tahun sampai dengan enam tahun
(siap masuk pendidikan Formal selanjutnya / SD). Dalam pelaksanaannya Pos
PAUD berintegrasi dengan layanan Bina Keluarga Balita (BKB), Pos Pelayanan
Terpadu (POSYANDU) dan Pusat Kesehatan Masyarakat/PUSKESMAS
(Pedoman Teknis Penyelenggaraan Pos PAUD, 2012, hlm:1).
Pos PAUD dikelola dengan prinsip “dari, oleh, dan untuk masyarakat”.
Pos PAUD dibentuk atas kesepakatan masyarakat dan dikelola berdasar azas
gotong royong , kerelaan, dan kebersamaan. Pelaksanaan Pos PAUD di tingkat
Rukun Warga (RW) dilakukan oleh Kelompok Pembinaan Kesejahteraan
Keluarga Tingkat (PKK) RW dan Ketua Tim Penggerak Kelompok PKK
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
PKK Kecamatan sebagai Bunda PAUD tingkat kecamatan. (Pedoman Teknis
Penyelenggaraan Pos PAUD, 2012, hlm:4).
Untuk memberikan layanan pendidikan yang baik dibutuhkan lembaga
pendidikan yang mampu mencetak peserta didik yang berahlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif dan mandiri dimana hal itu sesuai dengan tujuan dari
Pendidikan Nasional.
Penyelanggaraan PAUD ini tentunya tidak terlepas peranan lembaga
penyelanggara pendidikan anak usia dini yang bekerja sama dengan orang tua
peserta didik (anak usia dini) dalam memfasilitasi pertumbuhan dan
perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada pengembanga
seluruh aspek kepribadian anak. Pendidikan usia dini memberikan kesempatan
untuk mengembangkan kepribadian anak. Oleh karena itu lembaga penyelenggara
pendidikan anak usia dini perlu menyediakan berbagai program dan kegiatan yang
dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan yang meliputi kognitif,
bahasa, emosi, sosial, motorik, seni, nilai-nilai agama dan moral (Pedoman Teknis
Penyelenggaraan Pos PAUD, 2012, hlm:5).
Penyelenggaraan PAUD dapat berperan (dalam Juati, 2013, hlm: 4) seperti
yang diharapkan jika lembaga penyelenggara PAUD dapat menerapkan
pengelolaan berbagai program pendidikan yang diperlukan oleh peserta didik.
Agar pengelolaan program-program pendidikan tersebut dapat berjalan dengan
efekif dan efisien, diperlukan suatu pengelolaan yang menyeluruh, mulai dari
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penyelenggaraan PAUD. Hal tersebut
sangat berpengaruh dengan bagaimana kepemimpinan lembaganya untuk dapat
mengwujudkan harapan itu.
Kemajuan dan keberhasil dari suatu lembaga pendidikan, khususnya
lembaga Pos PAUD dalam mencetak peserta didik yang seperti hal tersebut di
atas, maka sangatlah dipengaruhi oleh bagaimana memimpin lembaga secara baik
dan tepat. Wirawan dalam buku kepemimpinan (2013, hlm.532) mengemukakan
bahwa kepemimpinan pendidikan adalah proses pemimpin pendidikan
memengaruhi para peserta didik dan para pemangku kepentingan kependidikan
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Pada kenyataannya masih banyak lembaga yang pengelolanya masih
kurang atau bahkan tidak paham dengan tugas, tanggung jawab, serta kewajiban
sebagai seorang pemimpin. Karena seorang pemimpin merupakan seorang figur
yang menjadi panutan serta contoh bagi para pendidik, peserta didik dan tenaga
kependidikan di lembaganya (Hijrihyyah, 2013, hlm: 1).
Pengelola lembaga memegang kendali bagi kemajuan dan keberhasilan
lembaga anak usia dini ini bukanlah hanya sebagai pemimpin yang harus dipatuhi
segala perintah dan aturan yang dibuat, namun pengelola hendaknya menjadi
pengayom para bawahannya. Sebagai pengelola sebaiknya dapat meningkatkan
kinerja pendidik dengan mengadakan pertemuan yang rutin dan efektif dengan
para pendidik pada suatu kondisi yang kondusif. Perilaku pengelola terhadap
pendidikan sebagai seorang pemimpin di lembaga, harus bisa menjadi motivasi
kinerja pendidik dengan tetap menunjukan sikap yang bersahabat, dekat, dan
penuh rasa pertimbangan terhadap para pendidik, baik secara individu maupun
kelompok. Perilaku pemimpin yang positif akan mendorong kelompoknya dalam
mengarahkan dan memotivasi individu untuk bekerja sama dalam rangka
mewujudkan tujuan lembaga pendidikan yang dipimpinnya (Hijrihyyah, 2013,
hlm: 2).
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal yang dilakukan peneliti
di Pos PAUD Miana V , lembaga ini merupakan lembaga pendidikan usia dini
yang berjuang dalam upaya pembinaaan yang ditujukan kepada anak usia dini
usia tiga tahun sampai dengan usia enam tahun. Pembinaan ini dilakukan oleh
ibu-ibu kader PKK di RW 02 KPAD Gegerkalong yang bersama-sama dengan
tokoh masyarakat dan RW setempat. Pos PAUD Miana V ini memiliki prinsip
yang berpegang pada asas-asas kerjasama (team work), kemapuan untuk
mengerjakan tugas, rasa keinginan dan kerelaan, rasa kegembiraan yang dimiliki
pendidik, rasa hormat kepada siapa saja, memiliki nilai kejujuran, disiplin, rasa
empati, memiliki pengetahuan dan rasa kesopanan antar personal.
Pembinaan yang dilakukan diawali dengan memberikan rangsangan
pendidikan dan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
(dalam Juita, 2013, hlm:6). Pembinaan awal dilakukan di dalam pertemuan rutin
POSYANDU dan BKB di setiap lingkungan RW-RW yang berada di Kelurahan
Gegerkalong.
Awal berdirinya Pos PAUD Miana V ini pada tahun 2010-2011
merupakan lembaga yang dikhusukan untuk membantu warga menengah kebawah
untuk mengikuti kegiatan prasekolah anak usia dini, yang dikarenakan kurang
mampu dalam pembiayaanya. Pada masa tahun itu kurikulum dan
program-program lembaga hanya terbatas sesuai dengan menu generik dan Peraturan
Pemerintah No. 58. Bahkan visi dan misi belum dapat terealisasi dengan baik.
Rencana kerja mingguan dan harianpun masih belum di buat dengan rutin, masih
banyak program-program yang belum terencana, hal ini dikarenakan kurangnya
kecakapan dan waktu pemimpin dalam membuat program serta tidak ada
sosialisasi pimpinan dengan para tutor serta warga sekolah.
Berdasarkan hasil observasi kepemimpinan tersebut di atas, maka pada
pertenganhan tahun 2011 dilakukan pengangkatan wakil pengelola, dengan
harapan akan membantu suatu perubahan konsiderasi di dalam lembaga. Pos
PAUD Miana V yang direncanakan dan diprogramkan oleh wakil pengelola
sehingga menjadikan pengelola harus sering melakukan kontrol ke lembaga,
namum dikarenakan pengelola merupakan seorang pegawai negeri dengan
kesibukannya ke luar kota, sehingga pimpinan lembaga tidak memiliki waktu dan
kesempatan untuk dapat menghadiri kegiatan rutin kepada para tutor maupun
warga sekolah, bahkan untuk kegiatan evaluasi rutin satu minggu sekali pun
sudah tidak bisa.
Sehingga diakhir tahun 2011 pimpinan pengelola mengundurkan diri atas
kehendaknya tampa paksaan, dan lembaga yang di bina oleh PKK dan RW ini
mengangkat wakil pimpinan menjadi pimpinan dengan harapan akan adanya
perubahan di lembaga tersebut, seperti program-program yang berjalan dengan
baik. Demikianlah sejak dari Januari 2012 samapai dengan sekarang
kepemimpianan pengelola di Pos PAUD Miana V ini di pimpin oleh Hj. Neneng
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Pimpinan pengelola yang baru tersebut, dalam melakukan upaya untuk
meningkatkan kinerja tutor selalu menanamkan disiplin yang tinggi sehingga
tutor-tutor di lembaga Pos PAUD Miana V dapat menjalankan tugas-tugasnya
dengan baik sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Pimpinan Pengelola
selanjutnya dengan kecakapannya sebagai pimpinan, melakukan perubahan
kurikulum, visi misi dan program-program kegiatan menjadi lebih kreatif dan
inovatif. Hal tersebut menyebabkan di tahun ajaran berikutnya Pos PAUD Miana
V semakin banyak peserta didik yang mendaftar kelembaga dengan dasar rasa
kepercayaan masyarakat kepada lembaga, dan tidak hanya dari kalangan
menengah kebawah namum dari menengah ke ataspun ikut mepercayakan putra
putrinya ke lembaga tersebut.
Adanya perubahan kecakapan pimpinan membuat lembaga Pos PAUD
Miana V ini semakin di percaya oleh masyarakat, di akui oleh lembaga lain
bahkan menjadi suatu kebangggaan di Kecamatan Sukasari, RW 02 KPAD
Kelurahan Gegerkalong
Latar belakan pendidikan dari tutor Pos PAUD Miana V seluruhnya
lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), dan beberapa tutornya saat ini ada yang
sedang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi (SI). Adapun pimpinan pengelola
Pos PAUD Miana V sendiri adalah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang
sudah berusia lansia. Untuk mendapatkan tambahan pengetahuan tentang anak
usia dini pengelola Miana V selalu mengikutsertakan tutor-tutornya untuk
mengikuti pelatihan-pelatihan, seminar, diklat dll yang diselenggarakan oleh
Kadisdik, Himpaudi, PP-PAUDNI, LSM dll , baik secara bergantian ataupun
bersamaan seluruh tutornya.
Pos PAUD Miana V merupakan lembaga pendidikan nonformal yang
menyelenggarakan pendidikan bagi anak usia dini yang sering dijadikan tempat
studi banding, observasi, penelitian oleh para mahasiswa – mahasiswa Universitas khususnya bagi UPI Bandung ( jurusan PG PAUD, PLS, PLB dan PKK). Pada
awalnya Pos PAUD Miana V ini berawal dari rasa pedulinya ingin memajukan
pendidikan anak usia dini dilingkungan sekitarnya, yang memang masih banyak
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
POSYANDU dan BKB dimana banyak orang tua yang anak-anaknya menjadi
anak asuh binaan PKK RW 02 , maka para kader PKK RW 02 yang belum
memiliki Sekolah PAUD mulai merintis pada tahun 2010 yang baru menyelami
dunia pendidikan anak usia dini namum pengalanan mereka dan dari hasil
didikannya tidak diragukan serta berlatar belakang sebagaian besar adalah ibu-ibu
dari istri purnawirawan ABRI.
Pos PAUD Miana V ini, pernah mendapatkan beberapa prestasi sebagai
juara dua Angklung tingkat TK seKota Bandung Raya, juara harapan senam anak
usia dini sekecamatan Sukasari, juara lomba mewarnai oleh ibu dan anak Dies
Natalis FIP UPI 2013 dan 2014, juara ke dua Olimpiade Atletik Anak Usia Dini di
Bianglala, dan lain-lain. Keberhasilan para tutor dalam mencapai tujuan lembaga
PAUD tersebut merupakan salah satu persetasi kerja yang ditunjukan oleh tutor
yang berasal dari kemampuan dan motivasi yang dimilikinya (dalam Juati, 2013,
hlm 7). Prestasi tersebut didukung juga oleh hasil kerja pengelola lembaga sebagai
pemimpin di lembaga yang selalu membimbing, mengarahkan, dan memberikan
motivasi kepada para tutor untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan
tugasnya demi tercapai tujuan yang telah disepakati bersama dan keberhasilan
dalam upaya mengembangkan budaya sekolah dalam meningkatkan kinerja
lembaga baik secara personal maupun organisasional. Berdasarkan data kehadiran
hampir 90 % tutor selalu hadir mengajar, dan dapat di lihat dari kegiatan-kegiatan
tutor di Pos PAUD Miana V semakin menarik, kreatif seperti mengadakan
Gerakan Pungut Sampah bersama, lomba coustum dari daur ulang, parcel
lebaran, dll.
Atas dasar latar belakang masalah tersebut, maka peneliti ingin
mengetahui lebih lanjut mengenai kepemimpinan Pengelola di Pos PAUD Miana
V dengan mengambil judul “Kepemimpinan Pengelola Dalam Meningkatkan Kinerja Tutor” (Studi di Pos PAUD Miana V di Kecamatan Sukasari Bandung).
B. Rumusan Masalah Penelitian
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Berdasarkan latar belakang diatas, didukung pula oleh hasil pengamatan
sementara dilapangan, bahwa Kepemimpinan Pengelola Dalam Meningkatkan
Kinerja Tutor, maka penulis mengidentifikasi permasalahan sebagai berikut :
a. Program-program di awal berdiri kurang berjalan
b. Lembaga di awal tahun hanya untuk para peserta didik yang kurang mampu
c. Adanya pergantian pimpinan pengelola di Pos PAUD Miana V
d. Terjadi perubahan kurikulum, visi misi dan program-program di lembaga
e. Timbulnya rasa kepercayaan masyarakat untuk mendaftarkan ke lembaga.
f. Jumlah peserta didik yang banyak.
g. Tingkat kehadiran para tutor di Pos PAUD Miana V cukup tinggi dengan
tingkat kehadiran di atas 90%.
h. Tugas-tugas atau program-program di lembaga dapat diselesaikan dengan baik
oleh para tutor sehingga tidak meninbulkan keluhan dari para orang tua peserta
didik. Dengan rincian data jumlah kegiatan terlampir.
i. Untuk meningkatkan kinerja tutor, pengelola selalu meingkutsertakan para
tutornya pelatihan, seminar, diklat dll (data terlampir).
j. Pengelola selalu mengadakan pertemuan dengan orang tua secara intensif satu
bulan sekali dengan materi parenting yang berbeda dan menarik dan di
dekomentasikan dengan adanya buku daftar hadir pertemuan orang tua.
k. Pengelola selalu mengadakan pertemuan dengan para tutor secara intensif (dua
minggu sekali) untuk mengadakan evaluasi dengan didokumentasikan dalam
buku kegiatan tutor.
l. Adanya sistem keterbukaan dan kekeluargaan antara pengelola dan para tutor
yang dijalin secara harmonis sehingga mulai didirikan sampai saat ini banyak
tutor yang tidak keluar , tetap setia membaktikan diri di Pos PAUD Miana V.
m.Adanya kerjasama dengan Kader PKK, Tokoh masyarakat, mahasiswa UPI,
mahasiswa Perguruan Lainnya yang didokumentasikan dalam buku kegiatan.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan hasil identifikasi di atas, maka dapat dirumuskan masalah
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Kecamatan Sukasari Bandung). Mengingat keterbatasan kemampuan penulis dan
permasalahan yang diteliti ini masih luas, untuk menjelaskan dan
mempertegaskan permasalahannya, peneliti membatasi ruang lingkup penelitian
ini pada permasalahan sebagai berikut :
a. Bagaimana model kepemimpinan yang dilakukan oleh Pengelola di Pos
PAUD Miana V Kecamatan Sukasari Bandung ?
b. Bagaimana kinerja tutor di Pos PAUD Miana V Kecamatan Sukasari ?
c. Bagaimana kelebihan dan kekurangan model kepemimpinan pengelola di Pos
PAUD Miana V Kecamatan Sukasari ?
C. Tujuan Penelitian
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi
mengenai pengaruh antara variabel kepemimpinan pengelola Pos PAUD dengan
peningkatan kinerja tutor Pos PAUD Miana V di Kecamatan Sukasari Bandung.
Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi serta
jawaban dari permasalahan yang diteliti penulis, sebagai berikut :
1. Mendeskripsikan model kepemimpinan yang dilakukan oleh Pos PAUD Miana
V di Kecamatan Sukasari Bandung.
2. Mendeskripsikan kinerja tutor di Pos PAUD Miana V Kecamatan Sukasari.
3. Mendeskripsikan kelebihan dan kekurangan model kepemimpinan pengelola
Pos PAUD Miana V Kecamatan Sukasari.
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat yang
bisa bermanfaat bagi berbagai pihak. Manfaat ini terdiri dari mamfaat teoritik dan
manfaat praktis.
1. Manfaat teoritik
Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan informasi
yang berdasarkan hasil kajian sebagai bahan pengembangan ilmu pendidikan luar
sekolah dalam bidang kepemimpinan.
2. Secara praktis
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
a. Menjadi bahan masukan pengelola lembaga pendidikan khususnya di Pos
PAUD Miana V Kecamatan Sukasari Bandung, sehingga lembaga tersebut bisa
menjadi lebih maju dari sebelumnya.
b. Sebagai referensi bagi pihak yang berkepentingan tentang gambaran tipe
kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja tutor PAUD.
c. Sebagai bahan kajian lembaga Pendidikan Luar Sekolah terutama
lembaga-lembaga pengelolaan PAUD umumnya dan Pos PAUD Miana V khususnya.
E. Struktur Organisasi
Dalam penelitian ini, peneliti memberikan gambaran umum penulisan
sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Merupakan uraian tentang latar belakang masalah, perumusan masalah,
tujuan penelitian, , manfaat penelitian, dan struktur organisasi.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Menguraian tentang teori-teori dan konsep yang mencakup kerangka
pemikiran tentang kepemimpinan, pengelolaan pendidikan, budaya belajar dan
kinerja tutor di Pos PAUD Miana V di Kecamatan Sukasari Bandung.
BAB III METODE PENELITIAN
Berisi tentang uraian desaian penelitian, partisifan dan tempat penelitian,
pengumpulan data, dan analisis data.
BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Merupakan uraian hasil penelitian dan pembahasan yang terdiri dari dua
hal utama, yaitu : pengolahan atau analisis data dan pembahasan atau analisis
temuan yang meliputi mengenai gambaran kepemimpinan pengelola dan budaya
sekolah dalam meningkatkan kinerja tutor Pos PAUD Miana V di Kecamatan
Sukasari Bandung.
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Berisi uraian tenang kesimpulan dan saran yang dapat penulis berikan
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Penelitian ini dilakukan beberapa tahapan (dalam Hijriyyah, 20113,
hlm:55-58) yaitu :
1. Tahap persiapan
Dalam tahap ini peneliti melakukan beberapa kegiatan sebelum penelitian,
yaitu sebagai berikut :
a. Menyusun rancangan penelitian. Rancangan ini disebut proposal penelitian.
Pada tahap ini peneliti menuliskan hasil memilih lapangan penelitian,
penentuan jadwal penelitian, memilih alat penelitian, rancangan pengumpulan
data, menentukan latar belakang masalah dan alasan dilakukannya
pelaksanaan penelitian, serta kajian kepustakaan yang dijadikan dijadikan dasar
dalam menentukan fokus teori dan konsep yang berkaitan dengan
kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja tutor di Pos PAUD Miana V.
b. Memilih dan menentukan lapangan fokus penelitian. Peneliti menuliskan
kesesuaian antara teori dengan kenyataan yang di lapangan.
c. Mengurus perijinan. Peneliti membuat perijinan kepada pihak-pihak yang
berwenang untuk melakukan penelitian.
d. Menjajagi dan menilai keadaan lapangan. Penulis mengawali denga membaca
dari kepustakaan dan mengetahui dari orang yang berhubungan dengan tempat
penelitian, sehingga penulis memiliki gambaran secara umum tentang keadaan
di lapangan.
e. Memilih dan memamfaatkan data dan jawaban dari responden. Responden
yang di pilih oleh penulis sisesuaikan dengan informasi yang dibutuhkan
penulis untuk penelitianya.
f. Menyiapkan perlengkapan penelitian. Perlengkapan yang dipersiapkan oleh
penulis dalam melakukan penelitian diantaranya : pedoman penelitian yang
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
penelitian dan SK penelitian dari Universitas, kontak dan ijin dengan lembaga
tempat penelitian yaitu Pos PAUD Miana V.
2. Tahap pelaksanaan.
Pada tahap pelaksanaan ini penulis melakukan kegiatan di lapangan
tempat penelitian, tahap lapangan pekerjaan dibagi atas dua bagian, yaitu :
a. Pada tahap ini penulis mengaflikasikan subjek penelitian yang sesuai dengan
alat pengumpul data yang digunakan dengan melihat kepada subjek penelitian
yang ada pada latar penelitian serta data yang harus dikumpulkan, sehingga
penulis memahami latar penelitian dan persiapan diri.
b. Pada tahap ini penulis berusaha untuk menyesuaikan diri dengan dan tidak
adanya dinding pemisah antara penulis dan subjek penelitian, sehingga penulis
dapat memasuki lapangan. Adapun kegiatan yang dilakukan penulis
diantaranya :
1) Penulis mengadakan wawancara dengan pengelola, tutor, orang tua peserta
didik, dan tokoh masyarakat terdekat di Pos PAUD MIANA V, sebagai subjek
penelitian yang difokuskan pada kepemimpinan pengelola dalam
meningkatkan kinerja tutor.
2) Penulis melakukan observasi terhadap lingkungan dan kegiatan yang dilakukan
pengelola, tutor, orang tua peserta didik dan tokoh masyarakat.
3. Tahap akhir
Untuk mendapatkan kebenaran data atau informasi yang telah diperoleh
sehingga dapat dipercaya, maka diperlukan member check dan tringulasi sehingga
dari setiap data dan informasi yang diperoleh selalu dikonfirmasikan dan diteliti
kembali sumber data dan informasinya. Tringulasi juga dilakukan dengan
merunjuk pada sumber yang ada dimana peneliti menerpakan tringulasi dengan
mengadakan pengecekan derajat kepercayaan beberapa subjek penelitian selaku
data dengan cara membandingkan data dan informasi hasil wawancara mendalam
dari pengelola dengan data dan informasi dari wawancara mendalam tutor, orang
tua peserta didik dan tokoh masyarakat dengan menggunakan metode yang sama
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
B. Partisipan dan Tempat Penelitian
Dipilihnya Pos PAUD MIANA V Kecamatan Sukasari Kota Bandung
sebagai wilayah penelitian pada penelitian ini, karena Pos PAUD ini merupakan
salah satu pelapor Pos PAUD dilingkungan Kecamatan Sukasari. Selain itu lokasi
bangunan yang strategis di mana letaknya di daerah pemukinan penduduk yang
cukup padat, hal tersebut mendukung terhadap keamanan dan kenyamanan peserta
didik dalam kegiatan belajarnya serta di dukung fasilitas sarana dan prasarana
yang cukup baik, seperti adanya lapangan yang cukup luas untuk kegiatan out
door, taman toga yang dapat dipergunakan untuk kegiatan lingkungan bagi peserta
didik, sekolah dasar sebagai tempat kegiatan out door dan lainnya.
Adapun subjek adalah sumber data dari mana data diperoleh. Menurut
Hamid (2012, hlm:50) sumber data diidentifikasi menjadi tiga bagian yaitu :
person, place, dan paper.
1. Person menurut Hamid (2012, hlm:50) yaitu sumber data berupa orang yang
dapat memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara. Dalam
penelitian ini personnya adalah ketua lembaga satu orang, tutor empat orang,
orang tua peserta didik tiga orang dan masyarakat satu orang, dengan total
sebanyak Sembilan orang responden.
2. Place menurut Hamid (2012, hlm:50) yaitu sumber data berupa tempat atau
sumber data yang menyajikan tampilan sarana prasarana yang ada di Pos
PAUD MIANA V.
3. Paper menurut Hamid (2012, hlm:50) yaitu berupa simbol atau sumber data
yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf, angka, gambar, simbol dan
lain-lain. Dalam penelitian ini papernya adalah berupa benda-benda tertulis seperti
buku-buku arsip, catatan dokumen yang ada di Pos PAUD MIANA V seperti
sruktur organisasi, sertifikat-sertifikat pelatihan, seminar atau workshop dan
sejenisna yang pernah di raih dan lain-lain.
C. Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang menurut Darmadi
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan
data deskritif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang yang
perilaku yang diamati.
Penelitian ini dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan.
Dalam penelitian ini, peneliti merupakan instrument kunci, sehingga peneliti
harus memiliki bekal wawasan dan teori yang cukup luas sebagai bahan acuan
untuk bisa bertanya, menganalisis, dan mengkontruksi objek yang diteliti menjadi
lebih jelas (dalam Hijriyyah, 2013, hlm:58).
Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai. Untuk dapat
mengetahui secara mendalam dan menjawab dari fokus penelitian yaitu
bagaimana model kepemimpinan pengelola, bagaimana kelebihan serta
kekurangan model kepemimpinan pengelola, dan bagaimana kinerja tutor di Pos
PAUD Miana V Kecamatan Sukasari Kota Bandung.
Instrument adalah alat bantu yang dipergunakan dalam pengumpulan data
dan informasi pada saat penelitian. Dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri dan
di bantu dengan orang lain untuk mengumpulkan data dan informasi utama
(dalam Hijriyyah, 2013, hlm:60).
Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data dan informasi ini
yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Teknik Observasi
Untuk melakukan teknik observasi menurut Sudjana (2006, hlm:201)
dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
a. menetapkan tujuan observasi, yaitu mendiskripsikan model kepemimpinan
pengelola, tingkat kinerja tutor, kelebihan dan kekurangan model
kepemimpinan pengelola.
b. Subjek observasi yang dipilih adalah satu orang pemimpin pengelola, empat
orang tutor, tiga orang orang tua peserta didik dan satu orang tokoh
masyarakat. mendapatkan ijin atau persetujuan untuk melakukan observasi.
c. memperoleh penerimaan baik dari subjek.
d. melakukan observasi terhadap subjek dan merekam catatan-catatan lapangan
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
e. menyelesaikan peristiwa kritis seperti meluruskan kekeliruan subjek yang
memandang peneliti sebagai mata-mata.
f. mengahiri kegiatan observasi.
g. menganalisis data.
h. melakukan pelaporan penelitian yang mencakup penyusunan skripsi.
Observasi dalam penelitian ini menurut Hamid D (2013, hlm:305) yaitu
pengumpulan data di mana peneliti mengamati dan mencatat informasi mengenai
kepemimpinan pengelola dalam meningkatkan kinerja tutor di Pos PAUD Miana
V Kecamatan Sukasari Kota Bandung. Observasi ini dilakukan dengan cara
mengamati perilaku pengelola dan tutor yang dilaksanakan selama kurun waktu
dua bulan (terlampir).
Tabel 3.1 Waktu dan Tempat Observasi
No Hari/tgl Tempat Subjek Aspek yang di Observasi
1. Senin,
01-09-Lembaga Kondisi Lingkungan Lembaga
a. Letak Geografis
Mengurus perijinan penelitian,
dan ijin waktu serta pemotretan
3. Rabu,
03-09-Mengurus perijinan penelitian,
dan ijin waktu serta pemotretan
4. Kamis,
11-09-14
(09.00-11.00)
Ruang
PKK
PKK Mengurus perijinan penelitian,
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
23-Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Kelebihan dan Kekurangan Model
Situasi kondisi kegiatan peserta
didik
Situasi kondisi kegiatan peserta
didik
Sumber : hasil observasi di Pos PAUD Miana V (2014)
Observasi yang dilakukan dengan cara langsung datang ke lembaga Pos
PAUD Miana V sejak awal bulan September samapai dengan akhir Oktober
sebanyak 13 dengan jam yang bervariatif disesuaikan dengan kebutuhan.
Observasi dilakukan untuk mengamati aktifitas responden dan perilaku
kepemimpinan responden terhadap tutornya. Adapun alat yang digunakan pada
saat observasi oleh peneliti adalah pedoman observasi dan dokumentasi.
2. Teknik Wawancara
Wawancara Hamid D (2013, hlm:306) menuliskan sebagai teknik
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dengan subjek yang diteliti. Kegiatan wawancara melibatkan empat komponen
yaitu isi pertanyaan, pewancara, responden, situasi wawancara.
Secara umum keberhasil wawancara menurut Sudjana (2006, hlm:195)
terletak pada suasana yang netral, rilek, akrab, dan bersahabat yang ditampailkan
oleh penanya terhadap responden.
Pelaksanaan wawancara dapat digolongkan kedalam tiga tahap yaitu
persiapan, pelaksanaan dan penutup seperti yang dikemukakan oleh Sudjana
(2006, hlm:195). Dalam tahap persiapan penanya harus memahami dan
menguasai pedoman wawancara, mencatat pokok-pokok pertanyaan dengan baik,
sehingga pada waktu wawancara penanya tidak membacakan daftar pertanyaan
kepada responden.
Pada tahap pelaksanaan wawancara, penanya akan melakukan dua
kegiatan, yaitu :
1. Memperkenalkan diri kepada responden dan diikuti dengan menjelaskan
maksud kunjungan kepada responden. Dalam kegiatan ini penanya perlu
menumbuhkan kesan simpatik terhadap responden.
2. Pada saat mengajukan pertanyaan, penanya perlu menggunakan urutan
pokok-pokok pertanyaan melalui obrolan yang rileks. Apabila diperlukan ulangi lagi
atau jelaskan pertanyaan yang kurang dipahami oleh responden.
Pada tahap penutup, penanya harus menyampaikan ucapan terima kasih
atas kesedian responden, dan atas keterangan yang diberikan oleh responden.
Penanya dapat meminta kesediaan responden, apabila dirasakan masih perlu,
untuk memberikan keterangan tambahan di kemudian hari. Penanya hendaknya
memeriksa kelengkapan jawabab sebelum berpamitan kepada responden.
Tabel 3.2 Waktu dan Tempat Wawancara
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
(13.00 s.d 13.20) Lembaga/ruang
kantor
Di ruang kelas B Kinerja tutor
3. 08-10-14
Sumber : hasil wawancara di Pos PAUD Miana V (2014)
Dalam penelitian ini peneliti melaksanakan wawancara dengan pengelola,
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dijadikan responden untuk mendapatkan data dan informasi kepemipinan
pengelola dalam meningkatkan kinerja tutor Pos PAUD Miana V.
Wawancara dengan pengelola dilakukan dengan tatap muka langsung
yang bertempat di ruang pengelola dan di rumahnya. Sedangkan wawancara
dengan para tutor dilakukan di dalam ruang sekolah setelah berakhirnya kegiatan
sekolah. Untuk wawancara dengan orang tua peserta didik dilakukan dihalaman
sekolah, dan wawancara dengan tokoh masyarakat dilakukan di kantor RW, yang
bersebelahan tempatnya dengan sekolah.
Lamanya waktu wawancara disesuaikan dengan kondisi yang ada pada
saat itu. Dalam penelitian ini wawancara menggunakan aspek kondisi empiris
penyelenggaraan Pos PAUD Miana V, model kepemimpinan pengelola, tingkat
kinerja tutor, kelebihan dan kekurangan model kepemimpinan pengelola dalam
meningkatkan kinerja tutor.
Alat yang digunakan peneliti pada saat melakukan wawancara adalah
berupa alat yang di tulis pada draft wawancara. Setelah melakukan wawancara
peneliti lebih memahami dan mendapatkan penjelesan dari aspek-aspek yang
menjadi bahan penelitian oleh peneliti.
3. Teknik Dekomentasi
Studi dekomentasi dilakukan dengan teknik pengumpulan data melalui
dokumen-dokumen dan laporan-laporan yang berhubungan dengan kepemimpinan
pengelola dalam meningkatkan kinerja tutor di Pos PAUD Miana V, foto-foto
kegiatan, sertifikat atau piala prestasi yang pernah diraih dan lain-lain.
D. Analisis Data
Dalam suatu penelitian, setelah data terkumpul maka perlu diadakan
pengolahan data atau yang disebut juga analisis data. Bogdan (dalam Hamid, 2012, hlm:73) menyatakan bahwa analisis data kualitatif adalah “proses mencari dan menyusun secara sistimatis data yang diperoleh dari hasil wawncara, catatan
lapangan, dan bahan-bahan lainya, sehingga dapat dengan mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.” Data yang terkumpul dalam penelitian kualitatif, biasanya meliputi ratusan bahkan ribuan halaman. Data yang
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
kadaluarsa tidak akan terjadi. Jadi pada penelitian kualitatif analisis data harus
dimulai sejak awal.
Data yang diperoleh dari lapangan harus segera dituangkan dalam bentuk
tulisan dan dianalisis. Prosedur analisis data dalam penelitian ini adalah mengikuti
apa yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (dalam Hamid, 2012, hlm:74) yaitu: “(1) reduksi, (2) display, dan (3) mengambil kesimpulan dan verifikasi dara.” Secara rinci prosedur kegiatan analisis data adalah sebagai berikut :
1. Tahap Reduksi
Tahap ini dilakukan untuk menelaah data secara keseluruhan yang
dihimpun sehingga dapat ditemukan hal-hal penting yang berhubungan dengan
fokus penelitian. Laporan-laporan terperinci tentang data yag diperoleh di
lapangan sebagai bahan mentah disingkatkan, direduksi, disusun lebih sistimatis
sehingga lebih mudah dikendalikan (dalam Hijriyyah, 2013, hlm:65). Data yang
direduksi memberi gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan, juga
mempermudah peneliti untuk mencari kembali data yang diperoleh bila
diperlukan. Reduksi data dapat pula membantu dalam memberikan kode pada
aspek-aspek tertentu. Data-data yang direduksi terdiri dari hasil wawancara,
dekomentasi (dalam Hijriyyah, 2013, hlm:65).
2. Tahap Display (Penyajian Data)
Sugiyono (dalam Hijriyyah, 2013, hlm:65) menjelaskan bahwa setelah
data direduksi langkah selanjutnya adalah mendisplaynya data dengan
menyajikannya data dalam bentuk teks yang bersifat naratif, dengan
mendisplaykan data, maka akan memudahkan peneliti untuk memahami hasil data
yang telah diperoleh untuk kemudian dilakukan penarikan kesimpulan dan
verifikasi data.
3. Tahap Kesimpulan dan Verifikasi Data
Langkah selanjutnya dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Pada bagian ini dibahas mengenai kesimpulan dari hasil lapangan
mengenai model kepemimpinan pengelola lembaga Pos PAUD Miana V, Kinerja
tutor Pos PAUD Miana V, dan kelebihan dan kekurangan model kepemimpinan di
Pos PAUD Miana V, sebagai berikut :
1. Model Kepemimpinan yang Dilakukan Pengelola Pos PAUD Miana V
Berdasarkan hasil lapangan dan hasil analisis dari delapan model
kepemimpinan yang dikemukakan oleh ahli yaitu model kepemimpinan watak
pemimpin, model transaksional, model kepemimpinan situasional, model
kepemimpinan efektif, model kepemimpinan visioner, model kepemimpinan
kontigensi, model kepemimpinan transformational, dan model kepemimpinan
spritual, model kepemimpinan tersebut semuanya pengelola Miana V ada di
dalamnya, namun untuk lebih mendalam ada tiga model kepemimpinan yang
mewakilkan pengelola Miana V dalam memimpin, model kepemimpinan tersebut
lebih dominan model kepemimpinan efektif, model kepemimpinan visioner, dan
model kepemimpinan transformational. Hal itu karena pengelola dalam
kepemimpinannya memiliki perilaku teladan, tanggung jawab, memiliki visi,
mampu berkomunikasi, mampu bergaul, dan dapat menghargai bawahan dengan
pemberian reward.
Dari ke tiga model kepemimpinan yang digunakan oleh pengelola Pos
PAUD Miana V seperti yang dipaparkan di atas, ada satu model yang mampu
mewakilkan semuanya atau satu model yang lebih cenderung menggambarkan
model kepemimpinan yang digunakan oleh pengelola Pos PAUD Miana V. Model
kepemimpinan yang lebih cenderung itu menurut peneliti yaitu model
kepemimpinan efektif. Model kepemimpinan efektif merupakan model yang bisa
menggambarkan terhadap ke delapan model kepemimpinan lainnya itu dapat
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2. Kinerja Tutor di Pos PAUD Miana V
Dari hasil penelitian melalui wawancara dan observasi mengenai kinerja
tutor di Pos PAUD Miana V, maka dapat disimpulkan bahwa dalam
meningkatkan kinerja tutor perlu adanya motivasi dari dalam diri dan motivasi
dari luar diri, selain itu kompetensi juga memiliki pengaruh besar juga terhadap
prestasi kerja. Hal itu karena tutor Pos PAUD Miana V mendapatkan motivasi
dari pengelola sebagai pimpinan, walaupun belum semua tutor memiliki
kompetensi pedagogik dan kompetensi sosial, namun itu bukan suatu hambatan
besar, karena tutor masih memiliki keunggulan dikompetensi lainnya, seperti
kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. Kinerja tutor juga
dipengaruhi oleh model kepemimpinan dari pengelola sebagai pemimpin.
Model kepemimpinan yang digunakan oleh pengelola termasuk ke dalam
model kepemimpinan efektif, karena pada model kepemimpinan efektif di
dalamnya ada unsur pemberian motivasi dari pimpinan ke bawahan, kemudian
hubungan antara pimpinan dan bawahan seperti keluarga dan hal itu tentu
membuat nyaman tutor sehingga berpengaruh pula pada kinerja tutor atau prestasi
kerja tutor. Kinerja tutor dapat dengan jelas terlihat dalam pembelajaran yang
diperlihatkannya dari prestasi belajar peserta didik. Kinerja tutor yang baik akan
menghasilkan prestasi belajar peserta didik yang baik pula. Walaupun kompetensi
pedagogik tutor Miana V masih ada yang kurang, namun tetap mampu
menciptakan lulusan yang sesuai target dan mampu membuat anak meraih
prestasinya.
3. Kelebihan dan Kekurangan Model Kepemimpinan Pengelola di Pos
PAUD Miana V
Kelebihan dari model kepemimpinan yang digunakan pengelola sebagai
pemimpin, memberikan pengaruh terhadap prestasi kerja tutor atau kinerja tutor
dalam bekerja. Model kepemimpinan yang digunakan oleh pengelola di Pos
PAUD Miana V mampu meningkatkan kualitas pendidikan, kemudian pimpinan
mampu membuat suasa kerja menjadi harmonis, kekeluargaan, dan kompak.
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
ada sebuah peluang yang bagus untuk lembaga Pos PAUD Miana V dalam
mengembangkan kelembagaannya, seperti ada kemungkinan untuk menjadi
sekolah percontohan Satuan PAUD Sejenis (SPS). Selanjutnya kelembagaan yang
terstruktur dengan kepemimpinan yang bagus dan kinerja tutor yang baik,
sehingga ada peluang juga untuk menjalin kemitraan dengan instansi atau
lembaga lainnya, seperti dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Namun dari kelebihan dan peluang di atas, Pos PAUD Miana V juga
dalam model kepemimpinannya memiliki kekurangan dan bahkan bisa jadi suatu
ancaman untuk kualitas dan kemajuan lembaga. Kelemahan tersebut seperti
pimpinan masih belum bisa tegas terhadap tutor dalam menegakkan kedisiplinan
waktu, dengan alasan kekerabatan jadi masih ada beberapa tutor yang masih
belum disiplin. Selain itu, pimpinan masih belum berhasil menerapkan sikap
mental kepada tutor, masih ada beberapa tutor yang belum memiliki kompetensi
pedagogik dan kompetensi sosial. Sehingga dapat memberikan ancaman terhadap
kualitas lulusan peserta didik, kemudian ancaman selanjutnya yaitu sarana atau
tempat yang masih belum memadai sesuai jumlah peserta didik, sehingga
pengelola membatasi jumlah penerimaan peserta didik yaitu tidak lebih dari 50
anak.
B. Saran
Setelah mengkaji berdasarkan hasil penelitian ini, maka berikut
diungkapkan beberapa saran untuk pihak-pihak yang terkait yang diharapkan
dapat berguna.
1. Lembaga Pos PAUD MIANA V
Untuk lebih meningkatkan mutu layanan pendidikan dan kualitas lembaga
yang sudah ada beberapa yang dapat disarankan untuk lembaga sebagai berikut :
a. Lembaga mampu memfasilitasi gedung tempat belajar yang lebih memadai
dan sesuai kapasitas agar bisa membuka lebih banyak lagi ketika penerimaan
peserta didik
b. Keterlibatan unsur kepemerintahan seperti Disdik, Penilik, UPT, Kecamatan,
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
terjalin kerja sama yang baik dan dapat menyelesaikan permasalahan
lembaga.
2. Pengelola/Pimpinan Pos PAUD MIANA V
Model kepemimpinan yang digunakan sudah baik dan terstruktur, namum
tetap ada kekurangan pimpinan, dan disarankan untuk :
a. Keterbukaan dana antara lembaga, pengelola dan tutor, sehingga tidak
menimbulkan keslahpahaman.
b. Mengoptimalkan penerapan sikap mental sehingga pinpinan dapat bersifat
tegas dan dapat menindaklanjuti segala bentuk kesalahan atau ketidak
disiplinan tutor.
c. Pimpinan diharapkan dapat memiliki rasa percaya diri yang tinggi dengan
kesempurnaan sebagai pimpinan, sehingga menjadikan panutan bagi para
tutor dan warga sekolah.
d. Penyususnan struktur harus disarankan untuk dapat bermusyawarah yang
melibatkan tutor, PKK dan tokoh masyarakat tidak berdasarkan penilaian
pribadi.
e. Pimpinan diharapkan dapat bersikap lebih bijak dalam memberikan tugas
ataupun pendekatan personal, sehingga tidak menimbulkan rasa kecemburuan
social antar tutor.
3. Tutor Pos PAUD MIANA V
Tutor perlu meningkatkan kompetensi pedagogik dan kompetensi,
diantaranya disarankan sebagai berikut :
a. Setiap tutor untuk bisa lebih terbuka dalam hal komunikasi dan diskusi
program.
b. tutor lebih dapat mendisiplinkan diri dalam sisi waktu.
c. Tutor diharapkan mendapatkan pembinaan rutin dari lembaga secara berkala.
d. Bila mana memungkinkan tutor dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
1
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku :
Arikanto . (2006). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta; Bumi Aksara
Fathurroman . (2012). Guru Profesional. Bandung; PT. Rafika Aditama
Hamid. (2012). Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial . Pontianak; Alfabeta
Heryanto, dkk. .(2000). Dinamika Morale Kelompok, dan Kepemimpin Kelompok. Bandung : Lab Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidiakkan Indonesia
Mar’at. (1982). Pemimpin dan Kepemimpinan. Bandung: Ghalia Indonesia
Mulyana. (2012). Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya
Mulyasa. (2011). Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Mulyasa. (2012). Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Sudjana. (2001). Pendidikan Luar Sekolah : wawasan, sejarah perkembangan, falsafah, teori pendukung, asas. Bandung: Falah Production
Sudjana. (2006). Evaluasi Program Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Sudjana. (2010). Pendidikan Non Formal wawasan, sejarah perkembangan, falsafah, teori pendukung, asas. Bandung: Falah Production
Sudjana. (2013). Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: Falah Production
Supardi. (2013). Kinerja Guru. Jakarta; PT. RajaGrafindo Persada
Sutikno. (2014). Pemimpin dan Kepemimpin: Tips Praktis untuk Menjadi Pemimpin yang diidolakan. Lombok; Holistica Lombok
Wahjosumidjo. (2010). Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta; PT. RajaGrafindo Persada
2
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Wirawan. (2013), Kepemimpinan: Teori, Psikologi, Perilaku Organisasi, Aplikasi dan Penelitian. Jakarta;
Sumber Internet :
BPS RI dan BAPENAS Tahun 2013, [online], tersedia di: PAUDNI.kemdikbud.go.id. Diakses Kamis 21 Agustus 2014.
Gunawan Tahun 2012, [online], Peran Pendidikan Luar Sekolah dalam
Mencerdaskan Kehidupan Bangsa tersedia di:
https//tintabinta,wordpress.com. diakses Rabu 19 November 2014
Kusairi.. (2011), Manajemen Kepemimpinan Pendidikan [online], tersedia di: https.//mghazakusairi.wordpress.com Diakses Rabu 19 November 2014.
Sadri. (2013), Peranan Pendidikan Non Formal [online], tersedia di: Sandrico2.blogspot.com. Diakses Rabu 19 November 2014.
Ryanistyyana. (2013), Komplik Organisasi Motivasi Faktor-Faktor Kepemimpinan [online], tersedia di : Ryanistyana
https://ryanistyana.wordpress.com/2013/01/06/konflik-organisasi-motivasi-faktor-faktor-konflik-kepemimpinan/ 2013
Undang-Undang Republik Indonesia No.14. (2005). Guru dan Dosen [online],
201http://sa.itb.ac.id/Ketentuan%20Lain/UUNo142005%28Guru%20&%
20Dosen%29.pdf .
Sumber Skripsi :
Hijjrayah, Y. (2013). Kepemimpinan Ketua Penyelenggara dalam Meningkatkan Kinerja Pendidik PAUD. (S1). Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung: Tidak Diterbitkan.
Juati, I. (2013). (S1). PendidikKepemimpinan Pengelola dalam Meningkatkan Kinerja Tutor PAUD Bogenviel Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pedidikan, Universitas, an Indonesia, Bandung: Tidak Diterbitkan.
Sumber Lainnya :
Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini.(2012). Petunjuk Teknis Penyelenggaraan POS PAUD. Jakarta: Direktorat Pembinaan PAUD
3
Anne Rahayu, 2014
Kepemimpinan Pengelola Dalam MeningkatkanKinerja Tutor
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Undang-Undang Republik Indonesia No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen:” guru/tutor