• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis dan Eksperimental Perhitungan Momen-Kurvatur Balok Beton Bertulang.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis dan Eksperimental Perhitungan Momen-Kurvatur Balok Beton Bertulang."

Copied!
72
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Pricillia Sofyan Tanuwijaya
  • Pengajar:
    • Yosafat Aji Pranata, ST., MT.
  • Sekolah: Universitas Kristen Maranatha
  • Mata Pelajaran: Teknik Sipil
  • Topik: Analisis dan Eksperimental Perhitungan Momen-Kurvatur Balok Beton Bertulang
  • Tipe: Tugas Akhir
  • Tahun: 2023
  • Kota: Bandung

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya penelitian mengenai balok beton bertulang, terutama terkait perilaku keruntuhan dan hubungan momen-kurvatur. Beton sebagai material konstruksi memiliki keterbatasan dalam menahan gaya tarik, sehingga penulangan diperlukan untuk meningkatkan kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang perilaku balok beton bertulang dalam kondisi beban ultimit, serta untuk menganalisis diagram momen-kurvatur dan hubungan beban-lendutan.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini menguraikan penggunaan beton dalam struktur dan tantangan yang dihadapi, seperti kerentanan terhadap gaya tarik. Penulangan menjadi solusi untuk meningkatkan daya tahan beton. Penelitian ini penting untuk memahami perilaku keruntuhan balok beton bertulang, yang dapat berkontribusi pada desain struktur yang lebih aman dan efisien.

1.2 Tujuan Penelitian

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mempelajari perilaku keruntuhan balok beton bertulang dan menganalisis hubungan momen-kurvatur serta beban-lendutan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengembangkan diagram momen-kurvatur dan hubungan beban-lendutan menggunakan metode numerik dan eksak, serta untuk memverifikasi hasil analisis dengan uji eksperimental.

1.3 Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian ini mencakup analisis perilaku balok beton bertulang dalam kondisi beban ultimit, penggunaan berbagai model tegangan-regangan, serta penerapan metode numerik dan eksak. Penelitian ini juga melibatkan uji eksperimental untuk mendapatkan data yang akurat dan relevan.

1.4 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dibagi menjadi beberapa bab, dimulai dari pendahuluan, tinjauan pustaka, studi kasus dan pembahasan, hingga kesimpulan dan saran. Setiap bab akan membahas aspek-aspek penting terkait penelitian ini secara mendetail.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka memberikan dasar teoritis yang diperlukan untuk memahami perilaku balok beton bertulang. Berbagai aspek material, seperti beton dan baja, serta hubungan tegangan-regangan dijelaskan secara mendalam. Hal ini penting untuk memberikan konteks bagi analisis yang dilakukan dalam penelitian.

2.1 Beton

Bagian ini membahas komposisi dan sifat-sifat beton sebagai material konstruksi. Beton memiliki sifat mekanik yang penting untuk diketahui, termasuk kekuatan tekan dan modulus elastisitas. Pemahaman tentang sifat beton sangat penting untuk analisis perilaku balok beton bertulang.

2.1.1 Material Penyusun Beton

Menjelaskan berbagai material penyusun beton, seperti semen, agregat, dan air. Pemilihan material yang tepat mempengaruhi kualitas dan kekuatan beton, yang berimplikasi pada performa struktur secara keseluruhan.

2.1.2 Sifat Beton

Menguraikan sifat-sifat fisik dan mekanik beton, termasuk kekuatan tekan, daya tahan, dan perilaku di bawah beban. Sifat-sifat ini menjadi dasar dalam analisis dan desain struktur beton bertulang.

2.1.3 Hubungan Tegangan-Regangan Beton

Hubungan ini menjelaskan bagaimana beton bereaksi terhadap beban, termasuk pada tahap elastis dan plastis. Memahami hubungan ini penting untuk menganalisis perilaku keruntuhan balok beton bertulang.

2.1.4 Modulus Elastisitas Beton

Modulus elastisitas merupakan parameter kunci dalam desain struktur yang menunjukkan kemampuan beton untuk kembali ke bentuk semula setelah beban dihilangkan. Pengetahuan ini penting untuk menganalisis deformasi balok.

2.1.5 Kuat Tekan Beton

Kuat tekan adalah salah satu sifat mekanik utama beton yang digunakan dalam perhitungan struktur. Pemahaman tentang kuat tekan sangat penting dalam menentukan kapasitas beban yang dapat ditanggung oleh struktur.

2.2 Baja

Menjelaskan peran baja sebagai material penulangan dalam beton. Baja memberikan kekuatan tarik yang diperlukan untuk meningkatkan daya tahan beton terhadap beban tarik.

2.2.1 Material Penyusun Baja

Menguraikan komposisi dan sifat-sifat baja, termasuk kekuatan tarik dan elastisitas. Sifat-sifat ini penting untuk memahami bagaimana baja berfungsi dalam balok beton bertulang.

2.2.2 Jenis Baja

Menjelaskan berbagai jenis baja yang digunakan dalam konstruksi, termasuk baja tulangan. Pemilihan jenis baja yang tepat mempengaruhi performa struktur.

2.2.3 Sifat Baja

Membahas sifat-sifat mekanik baja, termasuk kekuatan dan ductility. Sifat-sifat ini sangat penting dalam analisis perilaku balok beton bertulang di bawah beban.

2.2.4 Hubungan Tegangan-Regangan Baja

Menjelaskan bagaimana baja berperilaku di bawah beban, termasuk pada tahap elastis dan plastis. Memahami hubungan ini penting untuk analisis momen-kurvatur balok.

2.3 Elemen Struktur Balok Beton Bertulang

Menjelaskan komponen dan fungsi dari balok beton bertulang, serta pentingnya memahami perilaku elemen ini dalam desain struktur.

2.4 Hubungan Momen-Kurvatur

Bagian ini membahas tentang hubungan antara momen yang diterima oleh balok dan kurvatur yang dihasilkan. Hubungan ini penting dalam analisis perilaku balok di bawah beban.

2.4.1 Beton Pertama Retak (First Crack)

Menjelaskan kondisi pada saat beton pertama kali mengalami retak dan bagaimana hal ini mempengaruhi perilaku balok. Pengetahuan ini penting untuk desain struktur yang aman.

2.4.2 Tulangan Baja Leleh Pertama (First Yield)

Membahas kondisi saat tulangan baja pertama kali mengalami leleh. Memahami kondisi ini penting untuk menganalisis kapasitas beban balok.

2.4.3 Kondisi Setelah Leleh (Post Yield)

Menjelaskan perilaku balok setelah baja mengalami leleh. Pengetahuan ini penting untuk memahami bagaimana balok akan berperilaku di bawah beban yang tinggi.

2.4.4 Metode Numerik

Menguraikan metode numerik yang digunakan dalam analisis momen-kurvatur. Metode ini memungkinkan perhitungan yang lebih akurat dalam desain struktur.

2.5 Statika dan Mekanika Bahan

Menjelaskan prinsip-prinsip dasar statika dan mekanika bahan yang mendasari analisis struktur. Pemahaman ini penting untuk desain yang aman dan efisien.

2.5.1 Struktur Statis Tertentu

Membahas konsep struktur statis tertentu dan bagaimana hal ini mempengaruhi analisis balok beton bertulang.

2.5.2 Gaya-gaya Dalam (Gaya Internal)

Menjelaskan gaya-gaya internal yang bekerja dalam balok dan bagaimana gaya ini mempengaruhi perilaku balok di bawah beban.

2.6 Hubungan Beban-Lendutan

Membahas hubungan antara beban yang diterima oleh balok dan lendutan yang dihasilkan. Pengetahuan ini penting untuk memastikan bahwa struktur tetap aman dan berfungsi dengan baik.

2.6.1 Metode Eksak

Menjelaskan metode eksak yang digunakan dalam perhitungan lendutan balok. Metode ini memberikan hasil yang lebih akurat dibandingkan metode lainnya.

2.6.2 Metode Analitis

Membahas metode analitis yang digunakan dalam perhitungan lendutan. Metode ini memberikan pendekatan yang lebih sederhana namun kurang akurat dibandingkan metode eksak.

2.7 Mix Design

Menjelaskan proses perancangan campuran beton untuk mencapai kekuatan yang diinginkan. Proses ini penting untuk memastikan kualitas beton yang digunakan dalam konstruksi.

2.8 Metode Numerik Bi-Section

Membahas metode numerik bi-section yang digunakan untuk mencari nilai-nilai tertentu dalam analisis. Metode ini memungkinkan perhitungan yang lebih efisien.

2.9 Perangkat Lunak Response2000

Menjelaskan penggunaan perangkat lunak Response2000 dalam analisis momen-kurvatur. Perangkat lunak ini memberikan prediksi yang akurat untuk perilaku balok.

2.10 Strain Gauge

Menjelaskan penggunaan strain gauge dalam pengukuran regangan pada balok beton bertulang. Alat ini penting untuk mendapatkan data eksperimental yang akurat.

2.11 Metodologi Penelitian

Membahas metodologi yang digunakan dalam penelitian ini, termasuk langkah-langkah analisis dan eksperimen yang dilakukan untuk mendapatkan hasil yang valid.

III. STUDI KASUS DAN PEMBAHASAN

Bagian ini menyajikan studi kasus yang dilakukan untuk menganalisis perilaku balok beton bertulang. Berbagai model tegangan-regangan digunakan untuk perhitungan momen-kurvatur dan hubungan beban-lendutan. Hasil analisis dibandingkan dengan data eksperimental untuk memverifikasi akurasi metode yang digunakan.

3.1 Studi Kasus

Mendeskripsikan studi kasus yang dipilih untuk penelitian ini, termasuk spesifikasi balok beton bertulang yang dianalisis. Studi kasus ini memberikan konteks untuk analisis yang dilakukan.

3.2 Perhitungan Momen-Kurvatur

Membahas perhitungan momen-kurvatur berdasarkan model tegangan-regangan yang digunakan. Hasil perhitungan ini penting untuk memahami perilaku balok di bawah beban.

3.2.1 Model Tegangan-Regangan A

Menjelaskan perhitungan momen-kurvatur menggunakan model tegangan-regangan A. Hasil perhitungan ini memberikan wawasan tentang perilaku balok pada kondisi tertentu.

3.2.2 Model Tegangan-Regangan B

Membahas perhitungan momen-kurvatur menggunakan model tegangan-regangan B. Perbandingan dengan model A memberikan pemahaman yang lebih baik tentang variasi perilaku.

3.2.3 Model Tegangan-Regangan C

Menjelaskan perhitungan momen-kurvatur menggunakan model tegangan-regangan C. Hasil perhitungan ini penting untuk analisis komprehensif tentang perilaku balok.

3.3 Perhitungan Beban-Lendutan dengan Metode Eksak

Membahas perhitungan hubungan beban-lendutan menggunakan metode eksak. Hasil ini memberikan data yang akurat untuk analisis lebih lanjut.

3.3.1 Model AN

Menjelaskan perhitungan beban-lendutan untuk model AN. Hasil perhitungan ini penting untuk memahami interaksi antara beban dan deformasi.

3.3.2 Model BN

Membahas perhitungan beban-lendutan untuk model BN. Perbandingan dengan model AN memberikan wawasan tambahan tentang perilaku balok.

3.3.3 Model CN

Menjelaskan perhitungan beban-lendutan untuk model CN. Hasil ini memberikan data penting untuk analisis perilaku balok beton bertulang.

3.4 Perhitungan Beban-Lendutan dengan Metode Analitis

Membahas perhitungan hubungan beban-lendutan menggunakan metode analitis. Hasil ini memberikan pendekatan yang berbeda untuk memahami perilaku balok.

3.4.1 Model AA

Menjelaskan perhitungan beban-lendutan untuk model AA. Hasil perhitungan ini memberikan informasi penting untuk analisis lebih lanjut.

3.4.2 Model BA

Membahas perhitungan beban-lendutan untuk model BA. Perbandingan dengan model AA memberikan wawasan tambahan tentang perilaku balok.

3.4.3 Model CA

Menjelaskan perhitungan beban-lendutan untuk model CA. Hasil ini memberikan data penting untuk analisis perilaku balok beton bertulang.

3.5 Perhitungan dengan Perangkat Lunak

Membahas penggunaan perangkat lunak dalam perhitungan momen-kurvatur dan hubungan beban-lendutan. Hasil ini penting untuk memverifikasi akurasi analisis.

3.5.1 Langkah-langkah Perhitungan dengan Response2000

Menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan dalam menggunakan perangkat lunak Response2000 untuk analisis. Proses ini penting untuk mendapatkan hasil yang valid.

3.5.2 Hasil Perhitungan

Membahas hasil perhitungan yang diperoleh dari perangkat lunak Response2000. Hasil ini memberikan data penting untuk analisis perilaku balok.

3.6 Uji Eksperimental

Membahas proses uji eksperimental yang dilakukan untuk memverifikasi hasil analisis. Uji ini penting untuk mendapatkan data empiris yang akurat.

3.6.1 Persiapan Bekisting

Menjelaskan langkah-langkah persiapan bekisting untuk uji eksperimental. Proses ini penting untuk memastikan bahwa uji dilakukan dengan benar.

3.6.2 Persiapan Material

Membahas persiapan material yang digunakan dalam uji eksperimental. Pemilihan material yang tepat penting untuk keberhasilan uji.

3.6.3 Persiapan Pengecoran

Menjelaskan langkah-langkah persiapan pengecoran untuk uji eksperimental. Proses ini penting untuk memastikan kualitas beton yang digunakan.

3.6.4 Perawatan

Membahas proses perawatan beton setelah pengecoran. Perawatan yang tepat penting untuk mencapai kekuatan yang diinginkan.

3.6.5 Pengujian

Menjelaskan proses pengujian yang dilakukan setelah perawatan. Pengujian ini penting untuk mendapatkan data tentang perilaku balok di bawah beban.

3.7 Pembahasan

Membahas hasil analisis dan uji eksperimental, serta membandingkan data yang diperoleh. Pembahasan ini penting untuk menarik kesimpulan dari penelitian.

IV. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dan saran memberikan ringkasan dari hasil penelitian dan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut. Bagian ini penting untuk mengarahkan penelitian di masa depan dan meningkatkan pemahaman tentang perilaku balok beton bertulang.

4.1 Kesimpulan

Menyimpulkan hasil penelitian mengenai perilaku balok beton bertulang, termasuk hasil analisis momen-kurvatur dan uji eksperimental. Kesimpulan ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana balok berfungsi di bawah beban.

4.2 Saran

Memberikan saran untuk penelitian lebih lanjut, termasuk pengembangan metode analisis dan eksperimen yang lebih akurat. Saran ini penting untuk meningkatkan kualitas penelitian di bidang ini.

Referensi Dokumen

  • Nawy, 2009 ( Nawy )
  • MacGregor, 2009 ( MacGregor )
  • Park, 1975 ( Park )
  • Sozen dan Hognestad ( Sozen dan Hognestad )

Gambar

Gambar L2.1 Hubungan Momen-Bentang Model AN
Tabel L2.1 Perhitungan Lendutan Model AN
Gambar L2.1. Penampang menerima momen positif, yaitu tarik pada sisi bawah.
Tabel L4.1 Penurunan Semen Bergantung pada % Air
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian ini untuk pengujian lentur dilakukan pada 2 buah balok beton bertulang, yang terdiri atas 1 buah balok beton bertulang normal (dalam satu balok

4.2 Hasil Pengujian Kuat Tarik Belah Beton 74 4.3 Data Hasil Pengujian Lendutan Balok Beton Bertulang Homogen 76 4.4 Data Hasil Pengujian Lendutan Balok Beton

Penelitian ini membatasi kajian pada penampang yang bersifat lentur saja, yakni penampang balok beton bertulang yang memiliki mutu material normal dan dilakukan

Dalam penelitian ini untuk pengujian lentur dilakukan pada 2 buah balok beton bertulang, yang terdiri atas 1 buah balok beton bertulang normal (dalam satu balok

Bagaimana regangan yang terjadi antara perhitungan teoritis dibandingkan dengan lendutan balok beton bertulang normal, dan balok beton bertulang yang ditambahkan

Beton bertulang sebagai elemen balok umumnya diberi tulangan memanjang (lentur) dan tulangan sengkang (geser). Tulangan lentur untuk menahan pembebanan momen lentur

DESAIN DAN ANALISIS STRUKTUR TAHAN GEMPA BETON BERTULANG ELEMEN BALOK DAN KOLOM PADA GEDUNG BERTINGKAT 10 DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN.. KHUSUS (SRPMK) BERDASARKAN SNI

Bagaimana Tegangan tarik terjadi antara perhitungan teoritis dibandingkan dengan lendutan balok beton bertulang normal, dengan perkuatan balok beton bertulang yang ditambahkan