• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rancang Bangun Sistem Pelaporan Mitigasi Bencana Berbasis Web dengan Metode Model View Controller 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Rancang Bangun Sistem Pelaporan Mitigasi Bencana Berbasis Web dengan Metode Model View Controller 1"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

APLIKASI WEB SISTEM PELAPORAN MITIGAS I BENCANA DENGAN METODE MODEL VIEW CONTROLLER

Andi Januar Khaerul1, Dr.Eng. Muhammad Niswar, ST., M.IT 2, Dr-Eng. Zulkifli Tahir, ST., M.Sc2 Mahasiswa Program Studi Strata-1

Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Hasanuddin E-mail : [email protected] 1), [email protected] m2) , [email protected]2)

Jl. Poros Malino, Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia Abstrak – Hampir semua jenis bencana pernah

berulangk ali terjadi di Indonesia, baik bencana alam, bencana non alam, maupun bencana sosial tetapi penanggulangan bencana belum berjalan secara optimal dan perlu dilak ukan pengk ajian terhadap model penanggulangan resik o bencana. Model tersebut diharapk an dapat dijadik an dasar untuk manajemen bencana dalam rangk a meminimalk an resik o bencana.

Salah satu model yang dapat digunak an dalam meminimalk an terjadinya bencana adalah Sistem Pelaporan Mitigasi Bencana berbasis Web dengan Metode Model View Controller untuk memberik an solusi pelaporan jik a menemuk an sesuatu yang d apat menimbulk an terjadinya bencana.

Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah aplikasi yang dapat membantu pengguna dalam mendapatkan informasi tentang eduk asi mitigasi bencana berupa tindak an langsung dalam bentuk pelaporan yang dapat meminimalk an resik o terjadinya bencana. Metode pengembangan sistem yang digunak an untuk membangun aplik asi ialah metode System Development Life Cycle (SDLC) dan Unified Modelling Language (UML) sebagai perancangan sistem. Penelitian ini menghasilk an aplik asi berbasis website dengan fitur maps yang ak an memberik an informasi lok asi pelaporan pada masing-masing pelaporan yang masuk yang ak an terhubung dengan aplik asi mobile dalam bentuk pelaporan sehingga jik a menemuk an sesuatu yang dapat menyebabk an terjadinya bencana dapat memberi solusi yaitu melapor pada sistem dan akan ditindak lanjuti oleh dinas terk ait.

Secara k eseluruhan rata-rata dari 5 aspek penilaian responden pada k uisioner yang diberik an sebanyak 2,09% menyatak an k urang puas, 21,41% menyatakan cuk up puas, 40% menyatak an puas, dan 36,51%

menyatak an sangat puas terhadap sistem yang disediak an.

Kata Kunci: Mitigasi Bencana, Aplik asi berbasis Website, Google Maps API, Sistem Pelaporan, MVC.

1. PENDAHU LUAN

Perkembangan aplikasi web yang semakin pesat sejak munculnya teknologi internet sangat membantu dalam kemudahan serta kecepatan pengiriman , penyampian, dan penerimaan informasi. Mulai dari perusahaan-perusahaan, sekolah-sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga atau organisasi lainny a telah banyak memanfaatkan aplikasi web seperti dala m kegiatan penjualan, promosi, belajar dan kegiatan lainnya dimana dibutuhkan pengiriman, penyebaran dan penerimaan informasi sehingga memberika n kemudahan bagi pengguna (user) yang membutuhkan.

Berdasarkan data historis hampir semua jenis bencana pernah berulangkali terjadi di Sulawesi Selatan, seperti: banjir, tanah longsor gempa bumi, kebakaran hutan, letusan gunung api, dan angin ribut serta bencana akibat ulah manusia sendiri (human error). Bencana-bencana tersebut memiliki tingkat kerawanan yang sangat bervariasi bergantung pada faktor penyebab, karakteristik fisik, dan sosial ekonomi daerah yang terlanda. Hal tersebut menunjukkan bahwa tindakan penanggulangan bencana belum berjalan secara optimal dan perlu dilakukan pengkajian terhadap model pemetaan resiko bencana alam. Model tersebut diharapkan dapat dijadikan dasar untuk manajeme n bencana alam dalam rangka meminimalkan korban dan kerugian harta benda akibat bencana, terutama dala m menentukan atau mengarahkan daerah yang diprioritaskan untuk segera ditangani.

Untuk meminimalkan resiko terjadinya bencana, salah satu model yang dapat digunakan dalam penelitian ini adalah Rancang Bangun Sistem Pelaporan Mitigasi Bencana Berbasis Web dengan Metode Model View Controller. Rancang Bangun Sistem Pelaporan Mitigasi Bencana Berbasis Web dengan Metode Model View Controller digunakan untuk memberikan informas i, edukasi, dan cepat tanggap ketika menemukan hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya bencana.

2. LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Rancang Bangun

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata rancang berarti mengatur segala sesuatu sebelum bertindak mengerjakan atau melakukan sesuatu untuk merencanakan[1].

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata bangun berarti bentuk, cara menyusun atau susunan yang merupakan suatu wujud, struktur[1].

Rancang bangun berarti mendesain bangunan yang akan dibuat[1].

2.2 Pengertian Sistem Informasi

Sistem informasi adalah sekelompok elemen - elemen dalam suatu organisasi yang saling berintegrasi dengan menggunakan masukan, proses dan keluaran dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan dan dapat digunakan untuk membantu pengambilan keputusan yang tepat[5].

2.3 Konsep Dasar Pelaporan Mitigasi Bencana Untuk dapat lebih memahami konsep pelaporan mitigasi bencana, kita dapat memulai dengan memahami terlebih dahulu apa itu bencana, mitigas i bencana dan konsep dasar pelaporan mitigasi bencana.

2.3.1 Definisi Pelaporan

Pelaporan menurut Luther M. Gullick dala m

(2)

merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi, baik secara lisan maupun tertulis sehingga dalam penerimaan laporan dapat memperole h gambaran bagaimana pelaksanaan tugas orang yang memberi laporan. Selain itu, pelaporan merupakan catatan yg memberikan informasi tentang kegiatan tertentu dan hasilnya disampaikan ke pihak yang berwenang atau berkaitan dengan kegiatan tertentu[8]. 2.3.2 Definisi Bencana

Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana menyebutkan definisi bencana sebagai berikut:

Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Definisi tersebut menyebutkan bahwa bencana disebabkan oleh faktor alam, non alam, dan manusia.

Oleh karena itu, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tersebut juga mendefinisikan mengenai bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.

2.3.3 Definisi Mitigasi Bencana

Mitigasi berarti mengambil tindakan-tindakan untuk mengurangi pengaruh-pengaruh dari satu bahaya sebelum bahaya itu terjadi. Istilah mitigasi berlaku untuk cakupan yang luas dari aktivitas -aktivitas dan tindakan-tindakan perlindungan yang mungkin diawali dari yang fisik, seperti membangun bangunan- bangunan yang lebih kuat, sampai dengan yang prosedural, seperti teknik-teknik yang baku untuk menggabungkan penilaian bahayadi dalam rencana penggunaan lahan[9].

Mitigasi bencana adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk pada semua tindakan untuk mengurangi dampak dari suatu bencana yang dapat dilakukan sebelum bencana itu terjadi, termasuk kesiapan dan tindakan-tindakan pengurangan resiko jangka panjang. Mitigasi bencana mencakup perencanaan dan pelaksanaan tindakan-tindakan untuk mengurangi resiko-resikoyang terkait dengan bahaya- bahaya karena ulah manusia dan bahaya alam yang sudah diketahui dan proses perencanaan untuk respon yang efektif terhadap bencana-bencana yang benar- benar terjadi[9].

Jadi, dapat kita simpulkan konsep pelaporan mitigasi bencana merupakan penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi dalam hal ini dinas terkait mengenai tindakan untuk mengurangi dampak dari suatu bencana yang dapat dilakukan sebelum bencana itu terjadi.

2.4 Hypertext Mark up Language (HTML).

HTML (Hyper Text Mark up Language) merupakan bahasa yang digunakan untuk pemrograman web. HTML merupakan file teks yang ditulis menggunakan aturan-aturan kode tertentu untuk kemudian disajikan ke user melalui suatu aplikasi web browser. Setiap informasi yang tampil di web selalu dibuat menggunakan kode HTML. Oleh karena itu, dokumen HTML sering disebut juga sebagai web page (halaman web). Untuk membuat dokumen HTML, tidak tergantung pada aplikasi tertentu karena dokumen HTML dapat dibuat menggunakan aplikas i Text Editor apapun.

Ciri utama dokumen HTML adalah adanya tag dan elemen. HTML merupakan suatu format data yang digunakan untuk membuat dokumen hypertext yang dapat dibaca dari satu platform ke platform yang lainnya tanpa melakukan suatu perubahan apapun yang bisa dilakukan dengan HTML yaitu :

 Mengontrol tampilan dari web page dan contentnya

 Mempublikasikan document secara online sehingga bisa di akses dari seluruh dunia.

 Membuat online form yang bisa di gunakan untuk menangani pendaftaran, transaksi secara online.

 Menambahkan object-object seperti image, audi, video dan juga java applet dalam document HTML.

2.5 Cascading Style Sheet (CSS)

Cascading Style Sheet (CSS) atau yang biasa disingkat dengan CSS, merupakan suatu dokumen yang digunakan untuk melakukan pengaturan halaman website yang ditulis dengan HTML atau XHTML.

Penggunaan CSS tidak memerlukan perangkat lunak tertentu karena CSS merupakan script yang telah embedded dengan HTML.[10]

CSS digunakan oleh web designer untuk menentukan warna, jenis huruf, tata letak, dan berbagai aspek tampilan gaya (style) pada dokumen HTML. CSS digunakan terutama untuk memisahkan antara isi dokumen (yang ditulis dengan HTML atau bahasa mark up lainnya) dengan presentasi dokumen (yang ditulis dengan CSS). Pemisah ini ditujukan agar dapat memisahkan aksesibilitas isi, memberikan lebih banyak keleluasaan dan kontrol terhadap tampilan, dan mengurangi kompleksitas serta pengulangan pada struktur isi.

2.6 PHP Hypertext Preprocessor (PHP)

PHP adalah bahasa scripting yang menyatu dengan HTML dan dijalankan pada server side yang merupakan bahasa pemrograman berbasis web yang memilik i kemampuan untuk memproses data dinamis. Artinya semua sintaks yang kita berikan akan sepenuhnya dijalankan pada server sedangkan yang dikirimkan ke browser hanya hasilnya saja.

(3)

Ketika dipanggil dari web browser, program yang ditulis dengan PHP akan di-parsing didalam web server oleh interpreter PHP dan diterjemahkan kedala m dokumen HTML, yang selanjutnya akan ditampilka n kembali ke web browser. Karena pemrosesan program PHP dilakukan di lingkungan web server, PHP dikatakan sebagai bahasa sisi server (server-side). Oleh sebab itu, seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, kode PHP tidak akan terlihat pada saat user memilih perintah “view source” pada web browser. Dalam PHP setiap nama variable diawali tanda dollar ($). Misalnya nama variable a dalam PHP ditulis dengan $a. Jenis suatu variable ditentukan pada saat jalannya program dan tergantung pada konteks yang digunakan.

2.7 Arsitektur MVC (Model View Controller)

Model-View-Controller (MVC) adalah sebuah konsep yang diperkenalkan oleh penemu Smalltalk (Trygve Reensk aug) untuk meng-enk apsulasi data bersama dengan pemrosesan (model), mengisolasi dari proses manipulasi (controller) dan tampilan (view) untuk direpresentasikan pada sebuah user interface. [13]

MVC mengikuti pendekatan yang paling umum dari Layering. Layering hanyalah sebuah logika yang membagi kode kita kedalam fungsi dikelas yang berbeda. Pendekatan ini mudah dikenal dan yang paling banyak diterima. Keuntungan utam dalam pendekatan ini adalah penggunaan ulang (reusability) kode[13]. 2.8 Google Maps API

Google Maps Application Programming Interface (API) bisa dikatakan bagian dari framework Google merupakan suatu fitur aplikasi yang dikeluarkan oleh google untuk memfasilitasi pengguna yang ingin mengintegrasikan Google Maps ke dalam website masing-masing dengan menampilkan data point milik sendiri. Dengan menggunakan Google Maps API, Google Maps dapat di-embed pada website eksternal.

Agar aplikasi Google Maps dapat muncul di website tertentu, diperlukan adanya API key. API key merupakan kode unik yang digenerasikan oleh google untuk suatu website tertentu, agar server Google Maps dapat mengenali [14].

3. METODE PENELITIAN 3.1 Tahapan Penelitian

Untuk menghasilkan hasil penelitian yang sesuai dengan tujuan peneilitian, perlu dilakukan perencanaan dengan baik melalui tahapan penelitian. Pada penelitian ini, penulis melakukan tahapan penelitian menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC). Metode System Development Life Cycle (SDLC) merupakan suatu urutan dari beberapa proses secara bertahap didalam merancang dan mengembangkan sistem yang dikenal juga dengan nama Information System Development atau juga Application Development yang dimana proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem. Konsep ini

umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi dan SDLC juga merupakan pola yang diamb il untuk mengembangkan sistem perangkat lunak yang besar.

Setelah analisis selesai, penulis mulai merancang sistem dengan langkah awal mempersiapkan kebutuhan hardware dan software yang digunakan. Adapun software yang digunakan adalah bahasa pemograma n PHP, HTML, serta MySQL sebagai server database serta untuk menampilkan peta digunakan Google Maps API.

3.2 Perancangan Sistem

Setelah mengidentifikasi setiap kebutuhan aplikas i yang telah dibuat sebelumnya pada tahap analisis, penulis melakukan desain sistem aplikasi untuk menggambarkan rancangan sistem yang akan dibuat.

Desain sistem ini dibagi ke dalam dua bagian perancangan yaitu perancangan Unifed Modeling Language (UML), perancangan database, dan desain web.

3.3. Cara Kerja dan Pemrograman Sistem

Sistem yang dirancang memiliki alur kerja seperti pada gambar arsitektur berikut :

Gambar 3.2: Alur Kerja Sistem

Gambar 3.1 Software/System Development Life Cycle

(4)

Sistem aplikasi ini dijalankan pada aplikasi website sistem pelaporan mitigasi bencana yang terhubung dengan aplikasi android edukasi mitigasi bencana yang terhubung melalui server side yang akan mengirimka n data informasi lokasi dan foto serta pengirim dari satelit GPS aplikasi android (mobile client) ke aplikasi website (web client) sebagai pelaporan yang akan ditindaklanjuti oleh dinas terkait untuk mengurangi risiko bencana alam. Setelah informasi pelaporan tersebut dikirim oleh user dari mobile client / mobile user terkirim ke web server, data tersebut kemudian dari web server (admin web) mengirimkan data ke website client dalam hal ini halaman web dinas dan halaman web user. Sebelum data dikirim ke website client, data tersebut diolah terlebih dahulu di web server. Data atau laporan yang masuk ke web server (admin web) terlebih dahulu difilter sebelum dikirim ke website client demi menghindari adanya laporan spam ataupun laporan palsu (hoax).

Sistem pelaporan mitigasi bencana berbasis web dengan metode model view controller ini memiliki 3 aktor user, diantaranya aktor admin, aktor dinas, dan aktor user. Jika ingin menggunakan aplikasi ini maka terlebih dahulu melakukan registrasi pada aplikas i mobile dan membuat akun user. Namun, sistem ini juga memberikan fasilitas tanpa login yang dapat meliha t laporan mitigasi bencana yang masuk. Kelebihan yang diberikan jika memiliki akun yaitu user dapat melakukan login dan dapat melihat detail laporan yang masuk serta memberikan komentar pada laporan. Jika tidak memiliki akun, hanya dapat melihat laporan tanpa detailnya langsung. Setelah user melakukan registrasi, maka akun user telah dibuat dan siap untuk melakuka n pelaporan mitigasi bencana. Ketika user melakuka n pelaporan, user masuk ke menu pelaporan dan upload foto beserta informasi lainnya pada aplikasi mitigas i bencana pada perangkat android. Data itulah yang terkirim ke server side yang akan diteruskan ke website client untuk melihat laporan yang sudah diterima.

Pada aktor admin setelah user melakuka n pelaporan, laporan akan masuk ke web server tempat admin melakukan filter terhadap laporan yang masuk.

Jika laporan dianggap sebagai spam, admin berhak menghapus laporan tersebut dan memberika n peringatan terhadap user yang melakukan laporan tersebut. Namun, jika laporan tersebut benar adanya maka akan diteruskan ke web client bagian aktor dinas untuk segera melakukan tindakan dan memproses laporan yang telah difilter oleh admin.

Dalam pengerjaannya, sistem ini menggunakan Google Maps API dalam menampilkan peta lokasi pelaporan yang dilakukan oleh user. Goole Maps API ini adalah sebuah library JavaScript yang dapat menghemat waktu dan biaya untuk membangun aplikas i peta digital yang handal. Kode JavaScript ini disimpan ke dalam tag javascript pada file HTML dan kodenya sudah disediakan oleh Google. Google Maps API ini juga memerlukan key yang didapatkan setelah

mendaftar pada Google Maps API dan setiap komputer empunyai key yang berbeda. Inilah library yang digunakan untuk menampilkan peta lokasi pelaporan pada website client.

Selain Google Maps API, dalam pengerjaan sistem ini juga menggunakan library JavaScript untuk menampilkan komentar pada laporan mitigasi yang masuk. Komentar inilah sebagai penilaian terhadap aktor admin pada laporan yang masuk untuk melakuka n filter spam dan semua aktor dapat berkomentar pada setiap laporan yang masuk.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Setelah melakukan tahap perancangan, tahap berikutnnya adalah mengimplementasikannya dala m bentuk aplikasi dengan pengkodean. Pengkodean dilakukan menggunakan bahasa pemrograman PHP, HTML, serta MySQL sebagai server database serta untuk menampilkan peta digunakan Google Maps API.

4.1 Implementasi Sistem 4.1.1 Tampilan Hasil Sistem 4.1.1.1 Tampilan Halaman Home

Gambar 4.1: Tampilan Halaman Home Halaman home adalah halaman yang menampilka n halaman awal dari website. Isi dari halaman awal ini adalah memiliki tombol login untuk user, dinas, dan admin. Selain itu, juga terdapat laporan yang telah masuk ke sistem namun informasi tidak secara detail.

4.1.1.2 Tampilan Halaman Login

Gambar 4.2 : Tampilan Halaman Login

(5)

4.1.1.3 Tampilan Halaman Dashboard/Beranda Pada halaman ini, user dapat melihat peta yang menyediakan laporan yang telah masuk ke sistem.

Dalam peta tersebut terdapat informasi tentang lokasi laporan tersebut dibuat, nama pelapor, waktu pelaporan, maupun keterangan dari laporan yang dikirim oleh user.

4.1.1.3.1 Tampilan Halaman Dashboard Admin

Gambar 4.3 : Tampilan Halaman Dashboard Admin 4.1.1.3.2 Tampilan Halaman Dashboard Dinas

Gambar 4.4 : Tampilan Halaman Dashboard Dinas 4.1.1.3.3 Tampilan Halaman Dashboard User

Gambar 4.5 : Tampilan Halaman Dashboard User 4.1.1.4 Tampilan Halaman Laporan

4.1.1.4.1 Halaman Laporan Admin

Gambar 4.5 : Tampilan Halaman Laporan Admin

Halaman laporan seperti gambar 4.5 diatas pada aktor admin menampilkan semua laporan yang masuk ke sistem yang dikirim oleh user yang telah melakuka n pelaporan pada sistem pelaporan mitigasi bencana di aplikasi android kemudian mengirimnya ke web server.

Laporan inilah yang akan di filter dan akan dikirimka n ke dinas jika telah di filter. Proses filter oleh admin dengan turun langs ung ke lokasi atau bisa meliha t secara detail laporan dengan melihat komentar user pada setiap laporan sebagai tolak ukur untuk proses filter laporan.

4.1.1.4.2 Halaman Laporan Dinas

Gambar 4.6 : Tampilan Halaman Laporan Dinas Sedangkan halaman laporan dinas seperti gambar 4.6 diatas menampilkan hasil pelaporan yang telah difilte r oleh admin yang dianggap sebagai laporan yang real.

Laporan yang tampil inilah yang akan ditindaklanjut i oleh dinas sebagai upaya mencegah terjadinya bencana.

4.1.1.4.3 Halaman Laporan User

Gambar 4.7 : Tampilan Halaman Laporan User Halaman laporan user seperti gambar 4.7 diatas menampilkan semua laporan yang masuk ke sistem yang dikirim oleh user yang telah melakukan pelaporan pada sistem pelaporan mitigasi bencana di aplikas i android kemudian mengirimnya ke web server. Pada tabel laporan tersebut user dapat melihat laporan secara detail dan dapat memberikan komentar pada setiap komentar.

(6)

4.1.1.5 Tampilan Halaman Profil

Gambar 4.5: Tampilan Halaman Profil Halaman profil seperti pada gambar 4.5 adalah halaman yang di dalamnya berisi identitas user seperti nama, alamat, no. telepon, email, dan foto profil. Pada halaman profil ini juga user dapat mengedit profilnya.

4.1.1.6 Tampilan Halaman Edukasi User

Gambar 4.6 : Tampilan Halaman Eduk asi User Halaman edukasi user seperti pada gambar 4.6 menampilkan informasi tentang jenis -jenis bencana yang ada di Indonesia beserta edukasi mitigasi bencana.

4.1.1.7 Tampilan Halaman Komentar

Gambar 4.7 : Tampilan Halaman Komentar Pada halaman komentar seperti pada gambar 4.7 diatas, setiap aktor user dapat memberikan komentar pada setiap laporan yang masuk. Untuk menampilka n halaman komentar diatas, masing-masing user mengklik detail pada setiap laporan yang tampil pada halaman laporan.

5. KESIMPULAN

Dari hasil penelitian yang dilakukan untuk membangun suatu sistem pelaporan mitigasi bencana berbasis web dengan metode model view controller maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa penelitian ini telah menghasilkan sistem pelaporan mitigasi bencana berbasis web dengan metode model view controller yang dapat digunakan oleh pengguna untuk pelaporan mitigasi bencana jika menemuka n sesuatu yang dapat menimbulkan terjadinya bencana dengan memanfaatkan gps dan kamera, memperole h informasi mengenai lokasi pelaporan yang lain, dan dapat memberikan tanggapan atau komentar terhadap pelaporan yang lain.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Departemen Pendidikan Nasional, 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

[2] Mulyanto, Agus. 2009. Sistem Informasi Konsep

& Aplik asi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

[3] O’Brien, J. 2004. Pengantar Sistem Informasi Perspek tif Bisnis dan Manajerial : Edisi 12.

Jakarta : Salemba Empat.

[4] Jogiyanto, H.M. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi Pendek atan Terstruk tur Teori dan Prak tek Aplikasi Bisnis. Edisi 3. Yogyakarta : ANDI.

[5] Whitten, et.al, Jeffrey L. 2004. Metode Analisis

& Desain Sistem: Edisi 6. Yogyakarta: Andi.

[6] Mc.Leod, Jr, Raymond, Schell, George, P. 2008.

Sistem Informasi Manajemen : Edisi 10. Jakarta : Salemba Empat.

[7] Kotler, Philip, Armstrong, Gary. 2003. Dasar- dasar Pemasaran : Edisi 9. Jakarta : Indeks.

[8] Siagina, S. 2003. Filsafat Administrasi Edisi Revisi. Jakarta : PT Bumi Aksara.

[9] Coburn. A.W, R.J.S, Spence, A. Pomonis, 1994.

Mitigasi Bencana : Edisi Kedua. Universitas Wisconsin : Program Pelatihan Manajemen Bencana.

[10] Peranginangin, Kasiman. 2006. Aplik asi Web dengan PHP dan MySQL. Yogyakarta : ANDI.

[11] Hidayat, Arief, Surarso, Bayu. 2012. Penerapan Arsitek tur Model View Controller (MVC) dalam Rancang Bangun Sistem Kuis Online Adaptif.

Yogyakarta : Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi

[12] Google Maps API.

http://www.artikelteknologi.com/2016/ 09/apa- itu-google-maps-dan-cara-kerjanya.html#.

Diakses tanggal 19 Juni 2017.

[13] Definisi dan Jenis Bencana.

http://www.bnpb.go.id/pengetahuan-

bencana/definisi-dan-jenis-bencana. Diakses 9 Januari 2017.

Gambar

Gambar 3.2: Alur Kerja Sistem
Gambar 4.1: Tampilan Halaman Home  Halaman  home  adalah  halaman  yang  menampilka n   halaman  awal  dari  website
Gambar 4.3 : Tampilan Halaman Dashboard Admin  4.1.1.3.2  Tampilan  Halaman  Dashboard Dinas
Gambar 4.5: Tampilan Halaman Profil  Halaman  profil  seperti pada gambar 4.5  adalah halaman   yang  di  dalamnya  berisi  identitas  user  seperti  nama,  alamat,  no

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini sengaja dilakukan agar para pembaca mudah mema- hami berita yang disampaikan dengan meng- gunakan bahasa walikan tersebut dan yang ketiga adalah diketahui dari respon para

Untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman dalam penggunaan nama berbagai jenis alat tangkap, Badan Standardisasi Nasional mengeluarkan standar baku konstruksi dari

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) untuk mengetahui pengelolaan panen dan pasca panen produk kopi beras di tingkat petani; (2) untuk mengetahui faktor-faktor

Dalam konteks ini organisasi harus memiliki pimpinan yang efektif dalam menjalankan manajemen untuk mengelola perubahan yang ada dalam berkelanjutan, tantangan bagi seorang

Kurikulum Standard Sekolah Rendah Pendidikan Islam tahap dua memberikan penekanan yang lebih mendalam kepada kemahiran membaca dan menghafaz al-Quran, membaca dan memahami

Mengidentifikasi produk nasi yang meliputi menggunakan dan memilih ragam komoditi segar dan kering termasuk rempah dan daging secara benar, menyiapkan ramuan utama dan

Hasil belajar siswa dapat diketahui dengan cara melakukan penilaian terhadap siswa dengan tujuan untuk mengetahui apakah siswa telah menguasai suatu materi pelajaran yang telah di

Camat adalah pemimpin dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kerja Kecamatan yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan kewenangan