ANALISA &
PERANCANGAN SISTEM
Mulyadi, S.Kom, M.S.I
Analisis System
Analisa Sistem
Analisis sistem - teknik pemecahan masalah yang menguraikan sistem ke dalam beberapa komponen dengan tujuan mempelajari seberapa baik komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk mencapai tujuan mereka.
Analisis sistem informasi - tahapan dalam proyek
pengembangan sistem informasi yang terutama berfokus pada masalah bisnis dan kebutuhannya, independen
terhadap teknologi apapun yang bisa atau akan
digunakan dan mengimplementasikannya sebagai solusi
untuk masalah itu.
Context of Systems Analysis
ANALISIS SISTEM
Terdiri dari Fase:
1. Menentukan ruang lingkup 2. Analisis masalah
3. Analisis Kebutuhan/ Persyaratan Sistem 4. Desain logical
5. Analisis keputusan
1. Fase Menentukan Ruang Lingkup
• Fase definisi lingkup terdiri dari tugas-tugas berikut:
1) Mengidentifikasi masalah-masalah dan kesempatan-kesempatan
2) Menegoisasikan lingkup 3) Menilai kelayakan proyek
4) Mengembangkan jadwal dan anggaran
5) Mengkomunikasikan rencana proyek
2. Fase Analisis Masalah
Tujuan fase analisis masalah adalah mempelajari dan
memahami bidang masalah dengan cukup baik untuk secara menyeluruh menganalisis masalah, kesempatan, dan
batasannya.
Fase analisis umumnya terdiri dari tugas-tugas berikut:
Memahami bidang masalah
Menganalisis masalah dan kesempatan
Menganalisis proses bisnis
Menentukan tujuan perbaikan sistem
3. Fase Analisis Kebutuhan
Fase analisis kebutuhan menentukan persyaratan/
kebutuhan bisnis bagi sistem yang baru
Fase analisis kebutuhan mencakup tugas-tugas berikut:
Mengidentifikasikan dan menyatakan kebutuhan sistem
Membuat prioritas kebutuhan sistem
Memperbarui atau memperhalus rencana proyek
Mengkomunikasikan pernyataan kebutuhan
Mengidentifikasikan dan menyatakan kebutuhan sistem
Menerjemahkan sasaran-sasaran ke dalam functional requirement dan non functional
requirement.
Functional requirement merupakan deskripsi mengenai aktifitas dan layanan yang harus diberikan /disediakan oleh sebuah sistem
Non functional requirement merupakan deskripsi
mengenai fitur, karakteristik dan batasan lainnya
yang menentukan apakah sistem memuaskan atau
tidak.
Kelengkapan dan konsistensi kebutuhan (requirement)
Pada prinsipnya requirement harus lengkap dan konsisten
Complete – Requirement harus menyertakan deskripsi dari semua fasilitas yang dibutuhkan
Consistent – Konsisten, tidak ada konflik atau
kontradiksi dalam deskripsi fasilitas sistem
Functional Requirement (FR)
Menggambarkan fungsionalitas sistem atau layanan- layanan sistem
Sangat bergantung dari jenis perangkat lunak,
pengguna sistem, dan jenis sistem dimana perangkat lunak tersebut digunakan
Kebutuhan fungsional dapat berupa pernyataan- pernyataan tingkat tinggi dari:
Apa yang sistem harus lakukan
Harus dapat menggambarkan layanan-layanan yang dapat diberikan oleh sistem kepada pengguna secara mendetail
Contoh FR pada S.I. Perpustakaan
• Sistem perpustakaan menyediakan interface bagi pengguna untuk mengakses artikel-artikel dalam database perpustakaan
• Pengguna dapat mencari, men-download, dan mencetak artikel yang ditampilkan.
Contoh FR sistem perpustakaan:
• Pengguna harus dapat mencari di seluruh database yang ada, atau mencari di sebagian database yang disediakan.
• Sistem harus menyediakan sarana yang memungkinkan
penggunanya membaca artikel atau dokumen dalam perpustakaan
• Sistem harus dapat mencatat buku-buku atau dokumen yang dipinjam oleh pengguna.
Non Functional requirement (NFR)
Non-functional requirements atau kebutuhan non-fungsional menentukan atribut atau kualitas secara keseluruhan dari suatu sistem.
Kebutuhan non-fungsional menempatkan batasan pada produk yang sedang dikembangkan, proses
pengembangannya, dan menentukan batasan-batasan eksternal yang harus dipenuhi oleh produk tersebut.
Mendefinisikan sifat sistem dan kendala, misalnya reliability, response time and storage requirements. Kendalanya
adalah kemampuan perangkat Input/Output.
Kebutuhan non functional lebih penting daripada kebutuhan fungsional, jika ini tidak terpenuhi maka sistem ini tidak
berguna
Non-functional classification
Product requirement
persyaratan yang menetapkan bahwa produk yang diserahkan harus berprilaku dengan cara tertentu, misalnya kecepatan,
reliability, dll
Organisational requirement
persyaratan yang merupakan akibat dari kebijakan organisasi dan prosedure, misalnya standar proses yang digunakan,
persyaratan pelaksanaan, dll
External requirement
persyaratan yang timbul dari faktor-faktor yang eksternal ke sistem dan proses pembangunan, misalnya persyaratan
legislatif
Kategori NFR
Keamanan (safety dan security) Ketergunaan (usability)
Reliabilitas
Performansi
Contoh NFR
“Sistem harus dapat memastikan bahwa data yang
digunakan dalam sistem harus terlindung dari akses yang tidak berwenang.”
Dengan kata lain, data tidak dapat diakses oleh pengguna yang tidak berhak.
Secara konvensional kebutuhan ini termasuk kebutuhan non- fungsional, karena tidak menyebutkan secara spesifik
kebutuhan fungsional yang harus disediakan oleh sistem.
Namun dapat dispesifikasikan lebih lanjut dengan:
“Sistem harus menyertakan sebuah prosedur otorisasi dimana penggunanya harus mengidentifikasi diri dengan sebuah
username dan password. Hanya pengguna yang memiliki wewenang melalui prosedur ini yang dapat mengakses data dalam sistem.”
Contoh NFR
Sistem layanan X harus memiliki tingkat ketersediaan 999/1000 atau 99%.
Hal ini merupakan kebutuhan akan reliabilitas yang berarti setiap 1000 permintaan layanan, 999 permintaan harus dapat terpenuhi.
Sistem Y harus mampu mengolah transaksi sekurang- kurangnya 8 transaksi dalam setiap detik.
Hal ini merupakan sebuah kebutuhan akan performansi.
Besarnya program sistem Z dibatasi sebesar 512 Kbytes.
Hal ini merupakan kebutuhan sumber daya (resource) yang menentukan ukuran memory maksimum sistem tersebut.
Mengidentifikasi NFR
Umumnya NFR dapat dikenali dari “keinginan”,
“kebutuhan”, atau “kepentingan” dari para stakeholders.
keinginan, kebutuhan, atau kepentingan tersebut umumnya bersifat non-fungsional
Tujuan bisnis
Karakteristik sistem
Keamanan, performa, fungsionalitas, dan perawatan
sistem
Hubungan antara kebutuhan user, kepentingan, dan NFR
Kebutuhan Kepentingan NFR
Fungsi 1. Kemudahan penggunaan 2. Otoritas Akses
3. Kemungkinan kegagalan sistem
1. Usability 2. Security 3. Reliability Performansi 1. Penggunaan sumber daya
2. Verifikasi performa 3. Kemudahan antarmuka
1. Efficiency 2. Verifiability 3. Interoperability Perubahan 1. Kemudahan perbaikan
2. Kemudahan perubahan
3. Kemudahan transport/lokasi penggunaan
4. Kemudahan dalam meningkatkan kapasitas dan performa
1. Maintainability 2. Flexibility
3. Portability 4. Expandability
Membuat prioritas Kebutuhan
Pemilik sistem dan pengguna menetapkan prioritas kebutuhan/persyaratan.
Analis sistem bertugas memfasilitasi
kebutuhan/persyaratan yang menjadi prioritas.
Prioritas dapat diklasifikasikan menurut kepentingannya:
Mandatory requirement (persyaratan yang ditetapkan)
Desirable requirement (persyaratan yang
diinginkan)
Memperbaharui atau memperhalus rencana proyek
Tim harus mempertimbangkan kemungkinan bahwa sistem baru mungkin lebih besar daripada yang
semula diharapkan.
Tim menyesuaikan jadwal, anggaran atau lingkup
Mengkomunikasikan pernyataan persyaratan
Mengkomunikasikan persyaratan dan prioritas kepada komunitas bisnis.
Komunikasi merupakan sebuah proses yang menjadi
mediasi bagi berbagai opini yang berbeda.
4. Fase Design Logis
Menggambarkan berbagai model sistem untuk
mendokumentasikan persyaratan/ kebutuhan untuk sistem baru dan sistem yang diperbaiki.
Membuat Pemodelan sistem
Pemodelan Proses
Pemodelan data
5. Analisis Keputusan
Fase analisis keputusan adalah menganalisis solusi kandidat dan merekomendasikan sebuah sistem yang menjadi target untuk
dirancang, dibangun, dan diimplementasikan
Kelayakan teknis - Apakah solusi teknis praktis? Apakah staf kami memiliki keahlian teknis untuk merancang dan membangun solusi ini?
Kelayakan Operasional - Apakah solusi memenuhi kebutuhan
pengguna? Hingga sejauh apa? Bagaimana solusinya akan mengubah lingkungan kerja pengguna '? Bagaimana pendapat pengguna tentang solusi tersebut?
Kelayakan Ekonomi – Apakah solusi tersebut efektif dalam pembiayaan?
Kelayakan Jadwal – Dapatkah solusi tersebut dirancang dan di implementasikan dalam jangka waktu yang ditetapkan?
Kelayakan Resiko – Berapa kemungkinan kesuksesan implementasi dengan pendekatan dan teknologi tersebut ?
Metode Analisis berbasis permodelan
5-24
Model - representasi dari realitas atau visi. Adanya istilah
"sebuah gambar mewakili seribu kata“, sehingga banyak yang menggunakan gambar untuk mewakili realitas atau visi.
Analisis berbasis permodelan – suatu pendekatan
pemecahan masalah yang menekankan penggambaran suatu sistem yang didokumentasikan dan divalidasi baik sistem yang sudah ada maupun sistem yang diusulkan. Pada akhirnya,
model sistem menjadi blue print / cetak biru untuk merancang dan membangun sistem yang akan ditingkatkan.
Metode berbasis permodelan
5-25
Analisis terstruktur - sebuah teknik yang berpusat pada proses yang digunakan untuk menganalisis sistem yang ada, menentukan persyaratan bisnis untuk sistem baru, atau keduanya. Model berupa gambar yang mengilustasikan potongan komponen sistem: proses dan input , output, dan file yang terkait.
Rekayasa informasi - teknik yang berpusat data, namun terutama proses untuk perencanaan, menganalisis, dan merancang sistem informasi. Modelnya berupa gambar yang mengilustrasikan dan menyinkronkan data dan proses sistem.
Analisis berorientasi objek (OOA) – teknik yang mengintegrasikan data dan proses ke dalam konstruksi yang disebut objek. Modelnya adalah gambar yang mengilustrasikan objek sistem dari berbagai perspektif seperti struktur dan
perilaku, serta interaksi dari objek.
Obyek - enkapsulasi data (disebut properti) yang menggambarkan orang tertentu, objek, tempat, peristiwa, atau hal, dengan semua proses (yang disebut metode) yang diperbolehkan untuk menggunakan atau
memperbarui data dan properti. Satu-satunya cara untuk mengakses atau memperbarui data objek adalah dengan menggunakan proses yang telah ditetapkan terhadap objek.
A Simple Process Model
5-26
A Simple Data Model
5-27
A Simple Object Model
5-28