BAB 3
PENINGKATAN KEAMANAN, KETERTIBAN
DAN PENANGGULANGAN KRIMINALITAS
A. KONDISI UMUM
Secara umum kondisi keamanan dan ketertiban relatif kondusif bagi berlangsungnya
aktivitas masyarakat. Berbagai tindak kejahatan dapat ditanggulangi berkat kesigapan
aparat keamanan dalam mendeteksi dan mengatasi gejala awal gangguan keamanan dan
ketertiban masyarakat. Langkah pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat telah
meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam menjaga keamanan di lingkungannya.
Namun, belum tuntasnya penanganan krisis perekonomian yang melanda negara
Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 berimplikasi pada masih tingginya tingkat
kesenjangan kesejahteraan sosial, tingkat pengangguran, dan tingkat kemiskinan.
Ketidakcukupan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan didorong oleh
perbedaan pemahaman terhadap keanekaragaman budaya, kepadatan penduduk, serta
kelemahan iman seseorang dapat mendorong keinginan untuk melakukan tindak
kejahatan. Di samping itu, masih lemahnya sistem penanganan keamanan dan ketertiban
masyarakat sebagai dampak masih rendahnya profesionalitas aparat kepolisian,
menyebabkan penindakan dan penyelesaian kasus-kasus kriminal tidak dapat berjalan
secara optimal.
Kejahatan konvensional seperti pencurian, penipuan, perampokan, kekerasan
rumah tangga, pembunuhan atau kejahatan susila yang merupakan karakteristik
cerminan kondisi perekonomian, intensitasnya masih cukup tinggi dan semakin
bervariasi. Menghadapi suatu permasalahan ringan apabila disertai dengan emosi yang
tinggi dapat berubah menjadi tindak kriminal yang merugikan dan mengganggu
keamanan dan ketertiban di masyarakat. Sementara itu, masih rendahnya kepercayaan
masyarakat kepada aparat penegak hukum menyebabkan kepatuhan masyarakat
terhadap hukum masih rendah, bahkan kecenderungan main hakim sendiri masih tinggi.
Akibatnya tingkat kriminalitas yang terjadi secara statistik lebih rendah dibandingkan
dengan yang terjadi dimasyarakat.
II.3 - 2
transnasional. Masih lemahnya penjagaan wilayah perbatasan dan pintu-pintu masuk
Indonesia seperti pelabuhan laut dan udara, serta masih terbatasnya kerjasama
internasional di bidang kejahatan transnasional menjadikan Indonesia sebagai ladang
subur bagi tumbuhnya kejahatan transnasional. Organisasi kejahatan yang tidak terbatas
pada suatu negara, menjadikan suatu tindak kejahatan dapat dikendalikan dari suatu
negara yang letaknya berjauhan.
Sementara itu tindak kejahatan narkoba sebagai bagian kejahatan transnasional
yang dilakukan oleh warga negara Indonesia maupun oleh orang asing yang beroperasi
di Indonesia baik sebagai pengedar maupun pengguna, kondisinya semakin
memprihatinkan. Kekhawatiran dan keresahan masyarakat semakin meningkat
berkenaan dengan makin merebaknya tindak kriminal sebagai akibat penyalahgunaan
narkoba. Pada umumnya pengguna narkoba merupakan golongan pemuda baik yang
masih duduk di bangku sekolah maupun perguruan tinggi. Sedangkan pengedarnya
adalah orang-orang yang memiliki jaringan yang kuat dengan bandar narkoba. Masih
tingginya kejahatan narkoba ini mengindikasikan bahwa berbagai lembaga dan
perangkat hukum yang ada belum dapat menjalankan fungsinya secara efektif dalam
menangani permasalahan penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Hukuman yang berat
(mati) dan langkah preventif maupun kuratif yang telah dilaksanakan belum dapat
menurunkan kejahatan narkoba secara signifikan. Bahkan kejahatan narkoba telah
merambah kepada anak-anak yang sedang duduk di bangku sekolah dasar sehingga
dampaknya sangat membahayakan masa depan pemuda Indonesia.
Meskipun di beberapa wilayah pasca konflik seperti Kalimantan Barat, Maluku dan
Poso masih ditemui berbagai upaya untuk mendorong terjadinya konflik komunal,
namun kesigapan aparat keamanan dalam mendeteksi dan mengatasi gejala awal telah
mampu meredam potensi konflik tidak muncul ke permukaan. Semakin meningkatnya
toleransi masyarakat terhadap keberagaman dan semakin meningkatnya kesadaran
masyarakat terhadap pentingnya rasa aman dalam beraktivitas, menjadikan upaya
adudomba SARA antar kelompok masyarakat sulit dilakukan. Di dukung oleh
meningkatnya kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di daerah-daerah pasca
konflik, kegiatan pembangunan dan perekonomian semakin menunjukkan peningkatan
yang cukup signifikan.
Gangguan keamanan di wilayah yurisdiksi laut Indonesia, terutama gangguan
II.3 - 3
belum efektifnya pelaksanaan koordinasi keamanan laut sebagai akibat belum
terciptanya harmonisasi peran dan fungsi lembaga di ruang laut merupakan salah satu
kendala dalam rangka peningkatan pengawasan dan pengamanan pengelolaan sumber
daya alam di laut.
Lemahnya sistem pengawasan dan pengamanan pengelolaan sumber daya alam,
telah mengundang pihak-pihak tertentu termasuk pihak asing untuk memanfaatkannya
secara ilegal baik berupa illegal logging, illegal minning maupun illegal fishing yang
mengakibatkan kerugian negara mencapai ratusan trilyun setiap tahunnya. Banyaknya
kapal-kapal asing tanpa dokumen resmi yang ditangkap di perairan Indonesia baik yang
melakukan penangkapan ikan, penambangan, atau pengapalan kayu-kayu glondong
menunjukkan bahwa kejahatan terhadap sumber daya alam relatif belum
menunjukkan gejala penurunan. Di samping belum efektifnya pelaksanaan pengamanan
laut, salah satu kendala yang dihadapi dalam penanganan kejahatan kekayaan sumber
daya alam adalah lemahnya sistem perundang-undangan di laut. Akibatnya upaya-upaya
perlakuan hukum terhadap kapal-kapal asing terbentur pada tidak adanya perangkat
hukum yang sesuai dengan jenis pelanggarannya.
Berkenaan dengan kondisi tersebut, maka tantangan yang dihadapi pada
pembangunan nasional tahun 2006 dalam rangka meningkatkan keamanan, ketertiban
dan penanggulangan kriminalitas adalah menurunkan tingkat kriminalitas agar aktivitas
masyarakat dapat berjalan secara wajar. Keberhasilan dalam menurunkan tingkat
kriminalitas akan menjadi landasan bagi keberlangsungan pembangunan bidang-bidang
lainnya. Di samping itu, profesionalitas aparat keamanan dalam menyelesaikan
kasus-kasus kriminal, mengungkap jaringan kejahatan transnasional, mencegah terjadinya
konflik komunal, mengamankan laut dari gangguan keamanan dan pencurian kekayaan
negara merupakan determinan penting bagi kepercayaan masyarakat dan dunia usaha
terhadap iklim investasi di Indonesia.
B. SASARAN PEMBANGUNAN TAHUN 2006
Sasaran pokok yang akan dicapai dalam upaya meningkatkan keamanan, ketertiban,
dan penanggulangan kriminalitas pada tahun 2006 adalah sebagai berikut:
1. Menurunnya indeks kriminalitas;
2. Meningkatnya tingkat penyelesaian kasus kriminalitas (clearence rate);
3. Terungkapnya jaringan kejahatan transnasional;
4. Menurunnya kejadian konflik komunal;
II.3 - 4
C. ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TAHUN 2006
Arah kebijakan yang akan ditempuh untuk meningkatkan keamanan, ketertiban, dan
penanggulangan kriminalitas pada tahun 2006 adalah sebagai berikut:
1. Penguatan koordinasi dan kerjasama diantara kelembagaan pertahanan dan
keamanan;
2. Peningkatan kapasitas dan kinerja lembaga keamanan yaitu Polri, Dep. Kehutanan,
BIN, Lemsaneg, BNN dan Bakorkamla;
3. Peningkatan kegiatan dan operasi bersama keamanan di laut;
4. Peningkatan upaya komprehensif pengurangan pemasokan dan pengurangan
permintaan narkoba;
5. Peningkatan pengamanan di wilayah perbatasan; dan
D. MATRIKS PROGRAM PEMBANGUNAN TAHUN 2006
No. Program/
Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006 Sasaran Program Instansi Pelaksana
Pagu Sementara (Juta Rupiah)
1. Program Pengembangan Penyelidikan, Pengamanan dan Penggalangan Keamanan Negara Kegiatan-kegiatan pokok: 1. Operasi intelijen dalam hal
deteksi dini untuk mening-katkan keamanan, ketertiban, dan menanggulangi
kriminalitas;
2. Koordinasi seluruh badan-badan intelijen pusat dan daerah di seluruh wilayah NKRI dalam hal deteksi dini untuk meningkatkan keamanan, ketertiban, dan menanggulangi kriminalitas; 3. Pengkajian, analisis intelijen
perkembangan lingkungan strategis, pengolahan dan penyusunan produk intelijen dalam hal deteksi dini untuk meningkatkan keamanan, ketertiban, dan
menanggulangi krimintalitas; 4. Pengadaan sarana dan
prasarana operasional intelijen di pusat dan daerah.
Program Pengembangan Penyelidikan, Pengamanan dan Penggalangan Keamanan Negara
Kegiatan-kegiatan pokok:
1. Operasi intelijen di luar negeri dan dalam negeri;
2. Pembangunan jaringan Pos Intelijen Wilayah pada perwakilan RI di luar negeri, dan Pos Intelijen Wilayah propinsi, Kabupaten/Kota; 3. Koordinasi seluruh badan-badan
intelijen pusat dan daerah di seluruh wilayah NKRI dalam pelaksanaan operasi intelijen; 4. Pengkajian, analisis intelijen
perkembangan lingkungan strategis, pengolahan dan
penyusunan produk intelijen dalam hal deteksi dini;
5. Pengadaan intelijen device, peralatan komunikasi, kendaraan operasional dan pembangunan gedung Diklat dalam rangka peningkatan sarana dan prasarana operasional intelijen di pusat dan daerah.
Terungkapnya jaringan kejahatan transnasional
No. Program/ Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006 Sasaran Program Instansi Pelaksana
Pagu Sementara (Juta Rupiah)
2. Program Pengembangan Pengamanan Rahasia Negara 1. Penyusunan piranti lunak sistem pengamanan rahasia negara dan kerahasiaan dokumen atau arsip negara; 2. Pengadaan alat laboratorium,
perekayasaan perangkat lunak persandian,
perekayasaan peralatan sandi, penelitian penguasaan teknologi, penelitian peralatan sandi; 3. Pembangunan gedung
pendidikan dan pelatihan serta sarana dan prasarana gedung perkantoran; 4. Pengadaan peralatan sandi
dalam rangka pembangunan jaringan komunikasi sandi; 5. Penyelenggaraan kegiatan
operasional persandian; 6. Pembinaan dan fasilitasi
terhadap kegiatan instansi pemerintah dan swasta di bidang persandian; 7. Penyusunan kebijakan dan
peraturan perundangan persandian;
8. Pengaturan dan
penyelenggaraan Sistem
Program Pengembangan Pengamanan Rahasia Negara
1. Penyusunan piranti lunak sistem pengamanan rahasia negara dan kerahasiaan dokumen atau arsip negara;
2. Pengadaan peralatan sandi dalam rangka pembangunan jaringan komunikasi sandi;
3. Pembangunan gedung pendidikan dan pelatihan SDM Persandian; 4. Perekayasaan peralatan sandi,
penelitian penguasaan teknologi, penelitian peralatan sandi; 5. Penyelenggaraan kegiatan
operasional persandian;
6. Pembinaan dan fasilitasi terhadap kegiatan instansi pemerintah dan swasta di bidang persandian; 7. Penyusunan kebijakan dan
peraturan perundangan di bidang persandian; dan
8. Pengaturan dan penyelenggaraan Sistem Persandian Negara (SISDINA) meliputi SDM, perangkat lunak, perangkat keras dan Jaring Komunikasi Sandi Nasional.
1. Terungkapnya jaringan kejahatan transnasional;
2. Menurunnya kejadian konflik komunal.
Lembaga Sandi Negara
No. Program/ Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006 Sasaran Program Instansi Pelaksana
Pagu Sementara (Juta Rupiah)
Persandian Negara (SISDINA) meliputi SDM, perangkat lunak, perangkat keras dan Jaring Komunikasi Sandi Nasional.
3. Program Pengembangan SDM Kepolisian
1. Pemeliharaan kesiapan personil Polri, berupa perawatan kemampuan dan pembinaan personil; 2. Pengembangan kekuatan
personil melalui rekruitmen anggota Polri dan PNS; 3. Pengembangan kemampuan
Polri melalui peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan, pengembangan kejuruan, dan spesialisasi fungsi kepolisian.
Program Pengembangan SDM Kepolisian
1. (a) perawatan dan pembinaan personil; (b) pemberian hak-hak personil berupa gaji dan tunjangan; (c) peningkatan kesehatan anggota Polri; (d) pengamatan
penyimpangan perilaku anggota seleksi ijin pengguna senjata api oleh bidang-bidang psikologi; (e) pembinaan mental dan moral anggota Polri; (f) penyesuaian honor tenaga pendidik (Gadik); dan (g) penyusunan hak-hak tepat jumlah, tepat waktu dan tepat guna; 2. Rekruitmen anggota Polri dan PNS; 3. (a) penyelenggaraan pendidikan
pengembangan, kejuruan, spesialisasi fungsi kepolisian di SPN-SPN guna meningkatkan kemampuan personil Polres dan Polsek sehingga lebih profesional dalam melaksanakan tugas; (b) pendidikan pengembangan umum (Sespati, Sespim, PTIK, Selapa,
1. Menurunnya indeks kriminalitas. 2. Meningkatnya tingkat penyelesaian
kasus kriminalitas (clearence rate).
Kepolisian Negara Republik Indonesia
No. Program/ Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006 Sasaran Program Instansi Pelaksana
Pagu Sementara (Juta Rupiah)
Diklatpim dan Setukpa); (c) peningkatan kualitas Gadik (khusus dalam negeri dan luar negeri); (d) peningkatan status Tamtama menjadi Bintara dan Bintara menjadi Perwira; (e) Latprajabatan PNS; (f) pendidikan dan pelatihan penyusunan penerapan anggaran berbasis kinerja; dan (g) pelatihan, penyegaran ketrampilan kepolisian di Polres-Polres.
4. Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Kepolisian
1. Penataan kelembagaan Polri serta pengembangan organisasi Polri sesuai dengan pengembangan daerah;
2. Pembangunan materiil dan fasilitas Polri melalui pembangunan fasilitas yang mendukung tugas
operasional;
2. Peningkatan fungsi prasarana dan sarana Polri untuk mendukung tugas-tugas kepolisian;
3. Pemeliharaan prasarana dan sarana Polri.
Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Kepolisian
1. (a) penyusunan piranti lunak Kepolisian, (b) penyusunan sistem informasi; (c) penyempurnaan manajemen operasional Polri (MOP); (c) penyempurnaan Protap (SOP) Kepolisian; (d) penyusunan Sistem Pengawasan Internal; (e) penyempurnaan sistem Pembinaan dan Pendidikan Polri; (f)
penyempurnaan standarisasi peralatan Polri; (g) penyempurnaan sistem sandi; (h) penyusunan Sistem Standar Profesi Polri; (i) penyusunan sistem manajemen informasi Polri;
2. (a) pembangunan fasilitas yang mendukung tugas operasional
1. Menurunnya indeks kriminalitas. 2. Meningkatnya tingkat penyelesaian
kasus kriminalitas (clearence rate). 3. Menurunnya gangguan keamanan
wilayah laut yurisdiksi Indonesia 4. Menurunnya kejahatan terhadap
kekayaan negara
Kepolisian Negara Republik Indonesia
No. Program/ Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006 Sasaran Program Instansi Pelaksana
Pagu Sementara (Juta Rupiah)
No. Program/ Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006 Sasaran Program Instansi Pelaksana
Pagu Sementara (Juta Rupiah)
penjinak bahan peledak
(aljihandak); (i) pengadaan alsus kepolisian: alsus intel, alsus anti terror, alsus sandi, alkomlek, alat transprotasi laut dan udara; 3. Pemberdayaan prasarana dan
sarana Polri berupa markas komando (Polda, Polres, Polsek, Pos Polisi), rumah dinas,
persenjataan, peralatan komunikasi atau sandi, alutsista, ranmor, hanggar dan sarana penerbangan, pesawat, kapal dan alat apung, dermaga, alat kesehatan, alat identifikasi, laboratorium forensik, alat PHH, alat perkantoran, kapor rutin Polri, SPN/Lemdiklat, dan materiil lain untuk mendukung tugas-tugas kepolisian. 5. Program Pengembangan Strategi
Keamanan dan Ketertiban 1. Pengkajian potensi konflik; 2. Pengkajian sistem keamanan; 3. Penyusunan Grand Strategy
beserta cetak biru
pembangunan pengelolaan keamanan;
4. Penyusunan manajemen asset peralatan khusus (alsus) keamanan;
Program Pengembangan Strategi Keamanan dan Ketertiban 1. Penyusunan tipologi potensi
konflik dan sistem penanggulangan konflik;
2. Penyusunan strategi indek kegiatan kepolisian, penyusunan standar alutsista dan standar teknik pada fungsi kepolisian; pengkajian standar peralatan unit satuan operasional;
1. Menurunnya indeks kriminalitas. 2. Meningkatnya tingkat penyelesaian
kasus kriminalitas (clearence rate). 3. Menurunnya gangguan keamanan
wilayah laut yurisdiksi Indonesia
Kepolisian Negara Republik Indonesia
No. Program/ Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006 Sasaran Program Instansi Pelaksana
Pagu Sementara (Juta Rupiah)
5. Pengembangan sistem, berupa pembinaan sistem dan metode dalam rangka mendukung tugas pokok organisasi/satuan serta pengembangan sistem informatika pengelolaan keamanan;
6. Penggiatan fungsi yang meliputi dukungan kebutuhan sesuai fungsi organisasi, teknik, tata kerja, tenaga manusia dan peralatan.
3. Pengkajian pokok-pokok
penyelenggaraan keamanan, penye-lenggaraan penyusunan sistem keamanan, pengkajian penampilan dan kinerja anggota Polri
pengemban Diskresi, pengkajian penampilan dan kinerja penyidik; 4. Penyusunan Grand Strategy beserta
cetak biru pembangunan pengelolaan keamanan; 5. (a) Pelayanan, Pendataan dan
Pengawasan orang asing, senjata api dan bahan peledak serta perijinan criminal record; 6. (a) Pengembangan sistem, berupa
pembinaan sistem dan metode dalam rangka mendukung tugas pokok organisasi/satuan serta pengembangan sistem informatika pengelolaan keamanan; (b) pengkajian pelaksanaan tugas Brimob; (c) penyusunan budaya organisasi; (d) pengkajian visi dan misi Polri;
No. Program/ Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006 Sasaran Program Instansi Pelaksana
Pagu Sementara (Juta Rupiah)
efektifitas pemanfaatannya bagi anggota Polri; (c) pengkajian jenis barang dan jasa yang dapat
didesentralisasikan; (d) penyusunan sistem prosedur pengadaan barang dan jasa;
8. (a) cipta kondisi keamanan dengan membentuk dan pembinaan jaringan informasi; (b) penggalangan dan penyelenggarakan operasi keamanan pada daerah konflik seperti di NAD, Poso, Papua dan Maluku.
6. Program Pemberdayaan Potensi Keamanan
1. Pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan kelompok masyarakat anti kejahatan;
2. Pemberdayaan anggota masyarakat untuk pengamanan swakarsa; 3. Pemberian bimbingan dan
penyuluhan keamanan.
Program Pemberdayaan Potensi Keamanan
1. (a) pemberdayaan masyarakat dengan membentuk kelompok peduli anti kejahatan, kelompok peduli keamanan lingkungan; (b) pengembangan kemitraan, kerjasama dengan lembaga pendidikan, perguruan tinggi, dan sekolah-sekolah; serta (c) pemberdayaan tokoh-tokoh masyarakat;
2. Pemberdayaan pengamanan swakarsa melalui: bimbingan dan arahan kepada petugas pam swakarsa dalam bidang teknis
1. Menurunnya kejadian konflik komunal;
2. Menurunnya gangguan keamanan wilayah laut yurisdiksi Indonesia
Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Intelijen Negara
No. Program/ Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006 Sasaran Program Instansi Pelaksana
Pagu Sementara (Juta Rupiah)
kepolisian; koordinasi, bimbingan dan arahan serta pengawasan dan pengendalian kegiatan Pam Swakarsa; serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat di bidang pengamanan swakarsa dalam rangka memperkuat keamanan di daerah permukiman; 3. (a) pembinaan pemantauan mantan
narapidana; (b) pembinaan terhadap warga yang terkena penyakit masyarakat; (c)
bimbingan dan penyuluhan untuk jaminan keamanan para
penyandang cacat dan kaum lemah; serta (d) konsultasi keamanan dengan warga pemukiman. 7. Program Pemeliharaan Kamtibmas 1. Peningkatan kualitas pelayanan kepolisian; 2. Pembimbingan, pengayoman, dan perlindungan masyarakat;
3. Pengaturan dan penertiban kegiatan masyarakat/instansi; 4. Penyelamatan masyarakat
dengan memberikan bantuan/pertolongan dan evakuasi terhadap pengungsi
Program Pemeliharaan Kamtibmas 1. (a) penerimaan dan penanganan
laporan/pengaduan warga masyarakat; (b) peningkatan kecepatan merespon
laporan/pengaduan masyarakat; (c) pemberian surat-surat
ijin/keterangan SIM, surat keterangan rekord kriminal (SKRK); (d) penyelenggaraan pengamanan pada perayaan hari-hari besar agama; (e)
penyelenggaraan pengamanan pada
Menurunnya indeks kriminalitas. Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dep. Dalam Negeri
No. Program/ Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006 Sasaran Program Instansi Pelaksana
Pagu Sementara (Juta Rupiah)
serta korban;
5. Pemulihan keamanan melalui pemulihan darurat polisionil, penyelenggaraan operasi kepolisian serta pemulihan daerah konflik vertikal maupun horizontal; 6. Pengamanan daerah
perbatasan Indonesia dengan mengupayakan keamanan lintas batas di wilayah perbatasan negara, dan mengupayakan keamanan di wilayah pulau-pulau terluar perbatasan negara;
bentuk-bentuk kegiatan
masyarakat; (f) penyelenggaraan pengamanan pengawalan obyek vital, VVIP, pejabat negara, serta mantan kepala negara dan mantan wakil kepala negara;
2. (a) peningkatan keselamatan berlalu lintas; (b) pengembangan solusi masalah dengan lingkungan sekitar masyarakat; (c) tatap muka dengan tokoh masyarakat (Tomas), tokoh agama (Toga), LSM, para pakar, dan bentuk-bentuk
pengamanan swakarsa (polisi desa, polisi kampus, dan sebagainya) serta masyarakat pada umumnya; (d) pemberian bantuan/pertolongan pada wisatawan; (e) pencegahan dan menanggulangi tumbuhnya penyakit masyarakat, (f) pembinaan masyarakat; dan (g) turut serta dalam melakukan pembinaan hukum masyarakat;
3. (a) pengaturan terhadap bentuk-bentuk kegiatan masyarakat; (b) penerapan penegakan hukum peraturan lalu lintas; (c)
No. Program/ Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006 Sasaran Program Instansi Pelaksana
Pagu Sementara (Juta Rupiah)
4. (a) pemberian bantuan/ pertolongan dan evakuasi terhadap pengungsi serta korban bencana massal atau korban lainnya; (b) penyelamatan korban bencana alam; (c)
penjagaan terhadap jiwa dan harta benda masyarakat;
5. (a) pemulihan darurat polisionil; (b) penyelenggaraan operasi kepolisian di kewilayahan sesuai dengan karakteristik kerawanan daerah yaitu dengan menyelenggarakan penanggulangan kejahatan berimplikasi kontinjensi dan menyelenggarakan penanggulangan kejahatan terhadap kekayaan negara; dan (c) pemulihan daerah konflik vertikal maupun horisontal; 6. Pengamanan daerah perbatasan
Indonesia dengan mengupayakan keamanan lintas batas di wilayah perbatasan negara, dan
mengupayakan keamanan di wilayah pulau-pulau terluar perbatasan negara;
8. Program Kerjasama Keamanan dan Ketertiban
1. Penyelenggaraan kerjasama bantuan TNI ke Polri; 2. Penyelenggaraan kerjasama
Program Kerjasama Keamanan dan Ketertiban
1. Penyelenggaraan kerjasama bantuan TNI ke Polri melalui: (a) penyelenggaraan operasi pemulihan
Menurunnya indeks kriminalitas. Kepolisian Negara Republik Indonesia
No. Program/ Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006 Sasaran Program Instansi Pelaksana
Pagu Sementara (Juta Rupiah) dengan Pemda/instansi terkait; 3. Penyelenggaraan kerjasama bilateral/multilateral dalam pencegahan kejahatan maupun kerjasama teknik serta pendidikan dan pelatihan.
keamanan di daerah konflik; (b) penyelenggaraan operasi penyelamatan dan operasi pemulihan keamanan;
2. (a) bantuan penertiban kawasan tertentu; (b) bantuan penertiban permukiman liar; dan (c) bantuan pengamanan sidang peradilan dan eksekusi;
3. (a) pelaksanaan kerjasama dengan kepolisian internasional dalam rangka mencegah, penyelidikan dan penyidikan kejahatan transnasional, serta kejahatan terhadap kekayaan negara; (b) penyelenggaraan kerjasama pendidikan dan pelatihan anti terorisme, kejahatan terhadap kekayaan negara serta cyber crime; (c) penyelenggaraan kerjasama tentang Trans National Crime
Center (TNCC); (d) pelaksanaan
latihan bersama dengan kepolisian negara tetangga dalam
menanggulangi kejahatan transnasional, kejahatan
No. Program/ Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006 Sasaran Program Instansi Pelaksana
Pagu Sementara (Juta Rupiah)
9. Program Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana 1. Intensifikasi penyelidikan
dan penyidikan tindak pidana serta pelanggaran hukum secara non diskriminatif; 2. Penyelenggaraan
penanggulangan dan penanganan terhadap kejahatan transnasional; 3. Koordinasi dan pengawasan
teknis penyidik pegawai negeri sipil.
Program Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana
1. Intensifikasi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana serta pelanggaran hukum secara non diskriminatif yang meliputi pengungkapan kasus yang tergolong street crims, korupsi dll, pemberian bantuan teknis kegiatan identifikasi Kepolisian, Kedokteran dan Laboratorium Forensik, serta Psikologi Kriminal.
2. Penyelenggaraan penanggulangan dan penanganan terhadap kejahatan transnasional;
3. Koordinasi dan pengawasan teknis penyidik pegawai negeri sipil melalui pendidikan dan latihan pengemban fungsi teknis
penyidikan, peningkatan kerja sama dengan instansi terkait dengan PPNS serta pembinaan teknsi penyidikan PPNS.
Meningkatnya tingkat penyelesaian kasus kriminalitas (clearence rate).
Kepolisian Negara Republik Indonesia
76.620,1
10. Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba 1. Peningkatan kualitas
penegakan hukum di bidang narkoba;
2. Peningkatan pendayagunaan
Program Pencegahan dan
Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba
1. (a) identifikasi permasalahan penegakan hukum; (b)
pemberantasan peredaran gelap narkoba; (c) Pengendalian dan
Menurunnya indeks kriminalitas Badan Narkotika Nasional
No. Program/ Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006 Sasaran Program Instansi Pelaksana
Pagu Sementara (Juta Rupiah)
potensi dan kemampuan masyarakat;
3. Peningkatan pelayanan terapi dan rehabilitasi kepada penyalahguna (korban) narkoba;
4. Peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi; 5. Upaya dukungan koordinasi,
kualitas kemampuan sumberdaya manusia, administrasi, anggaran, sarana dan prasarana; 6. Pembangunan sistem dan
model perencanaan dan pengembangan partisipasi pemuda dalam pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan Narkoba sebagai pedoman penanganan narkoba di seluruh Indonesia; 7. Penyelenggaraan kampanye
nasional dan sosialisasi anti narkoba;
8. Pengembangan penyidikan dan penegakan hukum di bidang obat dan makanan.
pengawasan jalur resmi narkoba; (d) peningkatan sarana dan prasarana kegiatan bidang penegakan hukum; (e) penyitaan dan pemusnahan barang sitaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba; (f) monitoring dan eavaluasi bidang penegakan hukum;
2. (a) identifikasi masyarakat yang rentan terhadap bahaya
penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba; (b) pelaksanaan penyuluhan dibidang pencegahan dan pemberantasan
penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba; (c) pengembangan sarana dan prasarana penyuluhan bidang pencegahan; (d) pembinaan potensi peranserta masyarakat dalam rangka mewujudkan suatu masyarakat yang bebas dari penyalahgunaan narkoba; (e) advokasi pendampingan peranserta masyarakat; (f) monitoring dan evaluasi bidang pencegahan; 3. (a) inventarisasi masalah bidang
terapi dan rehabilitasi narkoba; (b) penyusunan standardisasi
No. Program/ Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006 Sasaran Program Instansi Pelaksana
Pagu Sementara (Juta Rupiah)
pelayanan terapi dan rehabilitasi kepada instansi terkait dan masyarakat; (d) uji coba
standardisasi pelayanan terapi dan rehabilitasi; (e) pendidikan dan pelatihan SDM petugas di bidang terapi dan rehabilitasi baik di dalam maupun luar negeri; (f)
pelaksanaan terapi dan rehabilitasi terhadap korban narkoba; (g) melakukan supervisi terhadap balai dan pusat terapi dan rehabilitasi; (h) penilaian pelaksanaan terapi dan rehabilitasi di seluruh Indonesia; (i) pembangunan/ peningkatan sarana dan prasarana bidang terapi dan rehabilitasi; (j) pembinaan peranserta masyarakat dalam rangka pelayanan terapi dan rehabilitasi; (k) penelitian dan pengembangan pelayanan terapi dan rehabilitasi (T & R); (l) Monitoring dan evaluasi bidang T & R;
4. (a) penelitian dan pengembangan epidemilogi; (b) penelitian dan pengembangan di bidang
No. Program/ Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006 Sasaran Program Instansi Pelaksana
Pagu Sementara (Juta Rupiah)
litbang; (e) identifikasi data yang diperlukan masing-masing bidang; (f) pengumpulan hasil-hasil litbang yang telah ada; (g) peningkatan pembangunan sarana dan prasarana litbang dan teknologi informatika; (h) BNN Knowledge Center; (i) BNN Support System; (j) BNN Exchange Hubs; (k) monitoring dan evaluasi bidang litbang dan
teknologi informatika;
5. (a) perencanaan dan penyusunan program dan anggaran; (b) koordinasi penyusunan kebijakan di bidang ketersediaan, pencegahan dan pemberantasan
penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba; (c) koordinasi perumusan ratifikasi dan harmonisasi instrumen hukum internasional bidang narkoba kedalam sistem hukum nasional; (d) penata kelembagaan dan ketatalaksanaan; (e) peningkatan kegiatan dan koordinasi bidang ketersediaan, pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba; (f) peningkatan kapasitas SDM; (g) pengadaan sarana dan prasarana;
No. Program/ Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006 Sasaran Program Instansi Pelaksana
Pagu Sementara (Juta Rupiah)
mengupayakan terobosan dalam mencari metode penanganan penyalahgunaan narkoba; 7. Pembuatan buku pedoman
kampanye dan sosialisasi anti narkoba;
8. Penindakan secara tegas terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba. 11. Program Pemantapan Keamanan
Dalam Negeri.
1. Penegakan hukum di perbatasan laut, udara dan darat, pelaksanaan pengamanan VVIP, serta obyek vital nasional; 2. Operasi keamanan laut dan
penegakan hukum di dalam wilayah laut Indonesia; 3. Penangkapan dan pemrosesan
secara hukum pelaku illegal
fishing dan illlegal mining;
serta pelanggar hukum di wilayah yurisdiksi laut Indonesia;
4. Peningkatan kapasitas maupun aspek kelembagaan institusi penegak keamanan di laut;
5. Pengembangan sistem operasi dan prosedur
Program Pemantapan Keamanan Dalam Negeri
1. Penegakan hukum di perbatasan laut, udara dan darat, pelaksanaan pengamanan VVIP, serta obyek vital nasional;
2. Operasi keamanan laut dan penegakan hukum di dalam wilayah laut Indonesia; 3. Penangkapan dan pemrosesan
secara hukum pelaku illegal fishing dan illlegal mining; serta pelanggar hukum di wilayah yuridiksi laut Indonesia;
4. Pencegahan kegiatan pembalakan liar (Illegal Logging) sumberdaya hutan;
5. Peningkatan kapasitas maupun aspek kelembagaan institusi penegak keamanan di laut; 6. Pengembangan sistem operasi dan
prosedur pengelolaan keamanan di
1. Menurunnya indeks kriminalitas. 2. Menurunnya kejahatan terhadap
No. Program/ Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006 Sasaran Program Instansi Pelaksana
Pagu Sementara (Juta Rupiah)
pengelolaan keamanan di laut;
6. Penggiatan upaya
pengawasan dan pengamanan laut terpadu berbasis
masyarakat dan aparatur; 7. Merevitalisasi kelembagaan
polisi hutan sebagai bagian dari desentralisasi
kewenangan;
8. Peningkatan pengamanan hutan berbasis sumber daya masyarakat;
9. Intensifikasi upaya
monitoring bersama aparatur dan masyarakat terhadap kawasan hutan;
10. Penegakan undang-undang dan peraturan serta mempercepat proses penindakan pelanggaran hukum di sektor kehutanan; 11. Pemantapan keamanan dan
pengawasan lalu lintas tenaga nuklir termasuk penyusunan kebijakan, sistem dan prosedur, pelayanan informasi, dan safety.
laut;
7. Penggiatan upaya pengawasan dan pengamanan laut terpadu berbasis masyarakat dan aparatur;
8. Rerevitalisasi kelembagaan polisi hutan sebagai bagian dari desentralisasi kewenangan; 9. Percepatan penyelesaian kasus
hukum pelanggaran/ kejahatan hutan;
10. Perlindungan dan pengamanan hutan;
11. Penegakan undang-undang dan peraturan serta mempercepat proses penindakan pelanggaran hukum di sektor kehutanan;