• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERPUSTAKAAN PERPUSTAKAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERPUSTAKAAN PERPUSTAKAAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

KOLEKSI E-DEPOSIT PERPUSTAKAAN

NASIONAL

TEMA SASTRA 2020

KUMPULAN ABSTRAK JURNAL

KOLEKSI E-DEPOSIT PERPUSTAKAAN

NASIONAL

TEMA SASTRA 2020

Penyusun : Sri Sunarti Penyunting : Rudi Hernanda

(2)

ANALISIS TINDAK TUTUR CERITA BERSAMBUNG TRESNAKU MUNG SEPISAN DALAM MAJALAH PANJEBAR SEMANGAT TAHUN 2011/2012 KARYA

ISMOE RIANTO Reni Yuli Astuti

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan tindak tutur dalam cerita bersambung Tresnaku Mung Sepisan karya Ismoe Rianto, (2) mendeskripsikan maksim- maksim dalam cerita bersambung Tresnaku Mung Sepisan karya Ismoe Rianto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Subjek penelitian yaitu cerbung Tresnaku Mung Sepisan karya Ismoe Rianto sedangkan objek penelitiannya adalah bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi beserta maksim-maksimnya dalam cerbung Tresnaku Mung Sepisan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah human instrument/

peneliti sebagai instrumen utama. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, teknik observasi dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode content analysis atau analisis isi, selanjutnya, dalam teknik penyajian data, penulis menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian dapat diuraikan bahwa dalam cerbung Tresnaku Mung Sepisan ditemukan 3 jenis tindak tutur meliputi lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Tindak tutur lokusi adalah tindak tutur menyatakan sesuatu. Tindak tutur ilokusi ditemukan tindak tutur menganjurkan, mengusulkan, melaporkan, meminta, mengakui, bertanya, menyuruh, dan berterimakasih. Tindak tutur perlokusi ditemukan tindak tutur membujuk, dan meyakinkan. Prinsip kerjasama yang terdapat dalam percakapan yaitu maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara. Prinsip kesopanan yang terdapat dalam percakapan yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan, dan maksim simpati.

Kata kunci: Analisis tindak tutur, cerita bersambung

Nama Jurnal: ADITYA: Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Volume: Vol 2, No. 1 (2013)

Doi: http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/aditya/article/view/397

(3)

Link PDF: file:///D:/Downloads/397-1093-2-PB.pdf

(4)

Analisis Nilai Moral Cerita Wayang Ayodya Parwa Karya Ki Kandhabuwana dalam Majalah Djaka Lodang Edisi Juli sampai dengan Oktober Tahun 2013

Deni Apriyani ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) mendeskripsikan nilai-nilai moral cerita wayang Ayodya Parwa karya Ki Kandhabuwana dalam majalah Djaka Lodang, dan (2) mendeskripsikan relevansi nilai-nilai moral cerita wayang Ayodya Parwa karya Ki Kandhabuwana dalam majalah Djaka Lodang dengan kehidupan sekarang. Penelitian ini yaitu berupa penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian Nilai Moral dalam cerita wayang Ayodya Parwa karya Ki Kandhabuwana banyak memuat nilai moral yang masih relevan dalam kehidupan sekarang. Beberapa nilai moral yang masih relevan adalah memberikan nasihat, peduli sesama teman, senang menolong, waspada, membela diri, pemberani, berjanji pada diri sendiri, dan berpikir. Nilai moral yang terdapat dalam cerita wayang Ayodya Parwa karya Ki Kandhabuwana adalah (a) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan meliputi:

percaya kepada Tuhan dengan berdoa (2), berserah diri (3), bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan (3), (b) nilai moral hubungan manusia dengan manusia meliputi:

memberikan nasihat (23), peduli sesama teman (3), senang menolong (6), peduli terhadap saudara (2), saling menyayangi 5, (c) nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi: cemas (10), tidak percaya diri (2), gembira (6), waspada (2), berjanji pada diri sendiri (3), berpikir (4), ikhlas (2), menyesal (1), membela diri (4), pemberani (13); dan (c) nilai moral hubungan manusia dengan alam meliputi: memuji keindahan alam (4).

Kata kunci: nilai moral, cerita wayang, Ayodya Parwa Nama Jurnal: ADITYA: Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Volume: Vol 6, No. 1 (2016)

Doi: http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/aditya/article/view/2073

Link PDF: http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/aditya/article/view/2073/1960

(5)

Kajian Moralitas Tembang Macapat dalam Buku Dibuang Sayang Karya R.L.

Martopangrawit Satrio Heru Nurcahyo

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terkandung dalam tembang macapat dalam buku Dibuang Sayang karya R.L. Martopangrawit dan (2) relevansi yang terdapat dalam tembang macapat dalam Buku Dibuang Sayang karya R.L.

Martopangrawit dengan kehidupan sekarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Fokus penelitian ini adalah nilai moral yang terdapat dalam tembang macapat dalam buku Dibuang Sayang karya R.L. Martopangrawit. Subjek penelitian ini adalah buku Dibuang Sayang karya R.L. Martopangrawit dan objek penelitian ini adalah nilai moralitas dalam tembang macapat dalam buku Dibuang Sayang karya R.L. Martopangrawit. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik simak dan teknik catat. Analisis data dilakukan pada penelitian ini menggunakan analisis isi. Teknik penyajian data dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian diketahui bahwa: (1) nilai moral tembang macapat dalam buku Dibuang Sayang karya R.L. Martopangrawit memiliki 3 jenis yakni (a) nilai moral yang membahas tentang hubungan manusia dengan Tuhan yakni meliputi: mengingat mati, percaya kepada Tuhan, memohon ampunan kepada Tuhan, berdoa kepada Tuhan, mengharap ridho Tuhan, menyembah Tuhan, menerima takdir Tuhan; (b) nilai moral yang membahas tentang hubungan manusia dengan diri sendiri yakni meliputi: bekerja keras, berhati-hati, instrospeksi diri, penyesalan, rasa malas, rendah hati, rasa takut, rasa malu; (c) nilai moral yang membahas tentang hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial termasuk hubungannya dengan lingkungan alam yakni meliputi: memelihara tradisi, rasa sayang dan cinta, suka mencela, rukun, berbuat baik, berbakti kepada orang tua, pengabdian, berbudi pekerti, mengandalkan kedudukan, tidak tahu aturan. (2) relevansi dalam tembang macapat dalam buku Dibuang Sayang karya R.L. Martopangrawit ada yang masih relevan dan juga ada yang sudah tidak relevan dengan kehidupan sekarang.

Kata kunci: nilai moral, relevansi, tembang macapat

(6)

Volume: Vol 9, No. 2 (2016)

Doi: http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/aditya/article/view/3291

Link PDF: http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/aditya/article/view/3291/3090

(7)

NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM SERAT WASITADARMA Mutiara Wandan Sari

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) deskripsi Serat Wasitadarma; (2) transliterasi Serat Wasitadarma; (3) nilai moral yang ada pada Serat Wasitadarma; dan (4) relevansi Serat Wasitadarma terhadap kehidupan sekarang. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu dekskriptif kualitatif dengan metode teknik pustaka dan pendekatan filologi. Sumber data penelitian ini adalah Serat Wasitadarma yang disimpan di museum Sonobudoyo Yogyakarta dengan nomor kodeks PB A.262, data penelitian ini berupa syair tembang macapat. Tempat penelitian yaitu Museum Sonobudoyo Yogyakarta bagian perpustakaan, waktu penelitian 9 bulan. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan kartu data. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan teknik pencatatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode penyajian data informal. Penelitian ini membahas deskripsi naskah Serat Wasitadarma, transliterasi naskah Serat Wasitadarma, nilai pendidikan moral dalam Serat Wasitadarma, dan Relevansinya terhadap kehidupan sekarang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam naskah Serat Wasitadarma mengandung nilai moral, yaitu nasihat seorang bapak kepada putrinya. Transliterasi naskah Serat Wasitadarma menggunkan transliterasi ortografis. Nilai pendidikan moral yang terdapat dalam SW adalah:

1) moralitas hubungan manusia dengan Tuhan yaitu, percaya bahwa Tuhan maha adil; dan 2) moralitas hubungan manusia dengan sesama manusia, yaitu a) moralitas hubungan orang tua terhadap anak, meliputi: menasehati anak agar menjadi anak yang baik hati; perilaku seorang istri yang baik meliputi: patuh/ berbakti kepada suami, tidak boleh marah dan membuat suami bersedih, dan memiliki tatakrama yang baik. Relevansi terhadap kehidupan sekarang meliputi: 1) orang tua menasihati anak agar menjadi anak yang baik; 2) seorang istri harus patuh kepada suaminya; dan 3) seseorang harus memiliki kasih sayang yang besar terhadap sesama.

Kata Kunci : nilai moral, Serat Wasitadarma, relevansi

(8)

Volume: Vol 3, No. 6 (2013)

Doi: http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/aditya/article/view/769

Link PDF: http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/aditya/article/view/769/743

(9)

KAJIAN STILISTIKA PADA KUMPULAN GEGURITAN BOJONEGORO ING GURIT HIMPUNAN SANGGAR SASTRA PAMARSUDI BASA JAWI

BOJONEGORO Noviorita Prahutami

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rima, citraan, dan gaya bahasa pada kumpulan geguritan Bojonegoro ing Gurit himpunan Sanggar Sastra Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu kumpulan geguritan Bojonegoro ing Gurit Himpunan Sanggar Sastra Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi serta observasi dengan membaca yang dilanjutkan pencatatan. Instrumen pengumpulan data menggunakan kartu data. Setelah data terkumpul kemudian data dianalisis menggunakan teknik analisi konten atau content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam kumpulan geguritan Bojonegoro ing Gurit Himpunan Sanggar Sastra Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro terdapat rima, diantaranya purwakanthi guru swara (asonansi), purwakanthi guru sastra (aliterasi), dan rima akhir. Penggunaaan rima pada geguritan dimaksudkan untuk memberi efek bunyi yang teratur sehingga akan menambah nilai estetika dan menekankan isi geguritan. Citraan yang terdapat dalam kumpulan geguritan tersebut diantaranya citraan gerak, citraan pendengaran, citraan pengelihatan, citraan penciuman, citraan pengecapan, dan citraan perabaan. Citraan tersebut digunakan untuk memberikan gambaran kepada pembaca agar ikut merasakan apa yang diutarakan pengarang. Sedangkan gaya bahasa (figurative of speech) dalam kumpulan geguritan tersebut menunjukkan adanya penggunaan simile, metafora, personifikasi, depersonifikasi, tautologi, hiperbola, klimaks, metonimia, sinekdoke, eponim, epitet, polisindeton, anafora, anadiplosis. Dari hasil tersebut gaya bahasa personifikasi lebih dominan, karena digunakan pada 53 geguritan. Penggunaan gaya bahasa dimaksudkan untuk memberikan efek tertentu misalnya, menegaskan, menghidupkan benda mati atau melebih-lebihkan sesuatu yang diungkapkan pada geguritan.

Kata kunci: kajian stilistika, rima, citraan, gaya bahasa geguritan

(10)

Volume: Vol 4, No. 4 (2014)

Doi: http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/aditya/article/view/1223

Link PDF: http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/aditya/article/view/1223/1161

(11)

Analisis Kajian Moral dalam Kumpulan Gendhing-Gendhing Lan Lagon Dolanan Karya Ki Narta Sabda

Nur Asiyah Jamil ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis-jenis moral yang terdapat pada syair tembang dalam Kumpulan Gendhing-gendhing lan Lagon Dolanan Jilid 3 karya Ki Narta Sabda; (2) mendeskripsikan relevansi moral yang terdapat pada syair tembang dalam buku Kumpulan Gendhing-gendhing lan Lagon Dolanna Jilid 3 karya Ki Narta Sabda dengan kehidupan zaman sekarang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument) yang dibantu dengan kartu data. Teknik keabsahan data menggunakan teknik ketekunan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis). Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat jenis-jenis moral pada syair tembang dalam buku Kumpulan Gendhing-genhding lan Lagon Dolanan Jilid 3 karya Ki Narta Sabda. Jenis moral pada syair gendhingan dalam buku Kumpulan Gendhing-gendhing lan Lagon Dolanan Jilid 3 karya Ki Narta Sabda terdiri atas; (1) kajian moral hubungan manusia dengan Tuhan yang meliputi beribadah, berdoa, dan bertaqwa; (2) kajian moral hubungan manusia dengan sesama yang meliputi tolong menolong, kerukunan, tidak ingkar janji, kesombongan, hubungan orangtua dengan anak, ketaatan, etika pergaulan, jangan berlebihan dalam hal perasaan, perintah berguru; (3) kajian moral hubungan manusia dengan diri sendiri yang meliputi kesabaran, kesombongan, kesetiaan, keyakinan didalam diri, kegelisahan, kesungguhan.

Kata kunci: Kajian Moral, Gendhing-gendhing lan Lagon Dolanan Nama Jurnal: ADITYA: Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Volume: Vol 5, No. 4 (2014)

Doi: http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/aditya/article/view/1664

(12)

Kajian Moral Dalam Novel Katresnan Kang Angker Karya Pĕni Khoirul Makhin

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mendeskripsikan nilai moral yang terkandung dalam Novel Katresnan Kang Angker. (2) Untuk mendeskripsi-kan nilai moral dalam Novel Katresnan Kang Angker. Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Novel Katresnan Kang Angker Karya Pĕni, objeknya berupa nilai moral yang terkandung dalam Novel Katresnan Kang Angker Karya Pĕni. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, buku pencatat, bolpoint, serta bukubuku yang relevan yang dapat mendukung sebagai bahan acuan. Teknik pengumpulan data penulis menggunakan teknik observasi, teknik pustaka dan teknik catat. Teknik keabsahan data menggunakan teknik Triangulasi. Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) nilai moral yang terdapat dalam Novel Katresnan Kang Angker Karya Pĕni yaitu nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan diri sendiri. (a) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan yaitu: berserah diri kepada Tuhan, mengerti sifat-sifat Allah, percaya adanya Allah, berlindung kepada Tuhan, bersyukur kepada Tuhan, berdo’a dan tekun berusaha, rajin beribadah, tawakal, dan ketaqwaan. (b) nilai moral hubungan manusia dengan manusia yaitu: menghormati, pemaaf, penolong, berpekerti luhur, peduli, rendah hati. (c) nilai moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri yaitu: jujur, percaya diri, bijaksana, pemberani, sabar.

Kata kunci: Nilai Moral Novel Katresnan Kang Angker Nama Jurnal: ADITYA: Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Volume: Vol 6, No. 3 (2015)

Doi: http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/aditya/article/view/2137

Link PDF: http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/aditya/article/view/2137/2003

(13)

Tradisi Pindah Rumah di Desa Sucen Jurutengah Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo (Kajian Folklor)

Dwi Cahya Ratnaningsih ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendiskripsikan prosesi pindah rumah di Desa Sucen Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, (2) Mendriskripsikan makna simbolis yang digunakan dalam tradisi pindah rumah di Desa Sucen Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Jenis penelitian ini mengunakan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah sesepuh desa dan warga desa Sucen Jurutengah. Objek penelitian adalah tradisi Pindah Rumah di desa Sucen Jurutengah Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Lokasi penelitian berada di Desa Sucen Jurutengah Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, teknik catatan lapangan, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif berpola etnografi. Hasil penelitan dapat disimpulkan yaitu (1) Prosesi tradisi pindah rumah di Desa Sucen Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo antara lain, tahap pra pelaksanakan meliputi : Syarat-syarat untuk pindah rumah atau boyongan antara lain: (a) Menentukan hari yang baik, (b) Persiapan sesaji yang akan digunakan ketika pindah rumah, (c) Persiapan barang-barang yang akan dibawa ketika pindah rumah. Tahap pelaksanaan yaitu, tradisi pindah rumah antara lain: (a) Sudah punya rumah baru yang akan ditempati, (b) ziarah ke makam leluhur atau simbah yang sudah meninggal, (c) Setelah ziarah pada malamnya di lakukan kendhuren dilanjutkan potong tumpeng dan makan tumpeng bersama.

(2) umbarampe yang mempunyai makna sebagai berikut: (a) nasi tumpeng dan lauk pauk, (b) nasi golong, (c) ingkung ayam, (d) jajan pasar, (e) rujak dhegan, (f) gedhang raja, (g) jenang abang, (h) jenang putih, (i) godhong dadap srep (daun dadap srep), (j) kembang telon, (k) sekar setaman, (l) wedang kopi dan wedang teh, (m) kinang, (n) kendhi, (o) genuk, (p) tikar mendhong, (q) beras kapurata (beras kuning), (r) Telur ayam kampung, (s) Sapu regel, (t) rokok, (u) daun pandan.

Kata kunci : tradisi pindah rumah, boyongan

(14)

Volume: Vol 8, No. 3 (2016)

Doi: http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/aditya/article/view/3048

Link PDF: http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/aditya/article/view/3048/2885

(15)

ANALISIS SEMANTIK PUISI “TINTRIM” KARYA LELANA BRATA DALAM ANTOLOGI GEGURIT SEWINDU PUSTAKA CANDRA DAN SKENARIO

PEMBELAJARANNYA DI SMK Ayu Yulianingrum

ABSTRAK

Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah konsep semantik yang ada dalam puisi “Tintrim” karya Lelana Brata, (2) Bagaimanakah skenario pembelajaran puisi “Tintrim” karya Lelana Brata di kelas XI SMK? Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan konsep semantik puisi “Tintrim” karya Lelana Brata dalam antologi Gegurit Sewindu Pustaka Candra, (2) mendeskripsikan skenario pembelajaran puisi

“Tintrim” karya Lelana Brata di kelas XI SMK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam puisi “Tintrim” karya Lelana Brata terdapat ilmu semantik yang berkaitan dengan makna leksikal, makna konotasi, makna gramatikal. Puisi “Tintrim” karya Lelana Brata dalam antologi Gegurit Sewindu Pustaka Candra layak diajarkan kepada siswa SMK karena di dalam puisi tersebut banyak terkandung perkembangan kematangan jiwa sehingga dapat dijadikan teladan bagi siswa sekaligus sebagai motivasi siswa untuk belajar.

Kata Kunci : semantik, puisi, skenario pembelajaran

Nama Jurnal: ADITYA: Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Volume: Vol 2, No. 2 (2013)

Doi: http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/aditya/article/view/418 Link PDF: file:///D:/Downloads/418-1166-2-PB.pdf

(16)

Kajian Stilistika Novel Rembulan Ndhuwur Blumbang Karya Narko “Sodrun”

Budiman Laras Windi Arti

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa dan wujud Pencitraan dalam novel Rembulan Ndhuwur Blumbang Karya Narko “Sodrun” Budiman. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data penelitian berupa novel Rembulan Ndhuwur Blumbang Karya Narko “Sodrun” Budiman dan data berupa kajian stilistika mencakup gaya bahasa dan wujud pencitraan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri dibantu kartu pencatat data. Teknik keabsahan data menggunakan validitas semantis. Teknik analisis data menggunakan analisis konten atau isi. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa (1) gaya bahasa dalam novel Rembulan Ndhuwur Blumbang Karya Narko “Sodrun” Budiman meliputi gaya bahasa simile, gaya bahasa metafora, gaya bahasa hiperbola, gaya bahasa metonimia, gaya bahasa sarkasme, gaya bahasa aliterasi, dan gaya bahasa eufimisme. (2) Wujud pencitraan dalam novel Rembulan Ndhuwur Blumbang Karya Narko “Sodrun” Budiman meliputi citraan penglihatan, citraan pendengaran, citraan gerakan, citraan penciuman, dan citraan peraba.

Kata kunci: stilistika, Rembulan Ndhuwur Blumbang

Nama Jurnal: ADITYA: Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Volume: Vol 7, No. 1 (2015)

Doi: http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/aditya/article/view/2397

Link PDF: http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/aditya/article/view/2397/2247

Referensi

Dokumen terkait

Primarindo Asia Infrastruktur Tbk pada tahun 2011 yang mengatakan bahwa ada perbedaan beban kerja yang dialami pekerja antara shift pagi dan shift malam, hal

Tujuan diterbitkannya majalah itu antara lain untuk mendorong bangsa-bangsa timur dalam memperbaiki keadaan, mencapai kemenangan dan menghilangkan rasa putus asa,

Dengan hasil demikian dapat disimpulkan jika variabel Rentabilitas merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap Kontinuitas usaha karena memiliki nilai absolute

KETIDAK EFEKTIFAN PO%A NAPAS (/D KE%E%AHAN4 PENGESETAN $ENTI%ATOR &ANG TIDAK TEPAT#. EMAS (/D PEN&AKIT KRITIS4 TAKUT

POLISAKARIDA SENYAWAAN PEKTAT DAN PEKTIN • Merupakan salah satu jenis polisakarida structural yang terdapat di semua bagian jaringan tanaman darat,s ebagai bagian penyusun dinding

Cara kerja dari alat ini sendiri adalah menerima laju aliran udara hasil ekskresi pernafasan manusia yang dihembuskan melalui pipa venturimeter dengan pembacaan

Perkembangan sistem informasi dan teknologi informasi akan berdampak pada persaingan yang semakin kompetitif, hal ini berlaku juga di dunia pendidikan terutama bagi perguruan

Peristiwa komunikatif pada Upacara Adat Hari Raya Saraswati perayaan dalam bentuk ritual khusus yang terjadi dua kali dalam satu tahun yang sudah menjadi tradisi budaya