• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN AKTUALISASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RANCANGAN AKTUALISASI"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN AKTUALISASI

Pembuatan Petunjuk Penulisan Resep yang Sesuai Dengan Standar Kelengkapan Resep Berdasarkan Kajian Administratif

DISUSUN OLEH :

APRI SODI MUHAMMAD, A.Md. Farm NIP. 19960406 202012 1 011

NO. ABSEN : 04

BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN

SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KAPUAS

HULU

BEKERJASAMA DENGAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

PROVINSI KALIMANTAN BARAT

(2)
(3)
(4)
(5)

v

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kepada kehadirat Allah SWT atas limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulisan dan penyususn "Rancanagn Aktualisasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XXXII Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021" dapat terselesaikan dengan baik.

Penulisan dan penyusunan Rancangan Aktualisasi ini terlaksana dan terselsaikan dengan baik karena adanya kontribusi banyak pihak yang memberikan bimbingan, saran dan motivasi. Pada kesempatan ini, penyusun ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Sutarmidji, S.H, M.Hum., selaku Gubernur Provinsi Kalimantan Barat. 2. Bapak Fransiskus Diaan, S.H., selaku Bupati Kabupaten Kapuas Hulu yang telah

bertanggung jawab sepenuhnya atas nama peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Angkatan XXXII Tahun 2021.

3. Bapak Suprianus Herman, S.H., selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat.

4. Bapak Jantau, S.Sos., M.M, selaku Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu yang telah memfasilitasi kami peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II angkatan XXXII.

5. Bapak Sudarso, S.Pd., M.M., Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu 6. Ibu Susiati Julia, selaku Plt Puskesmas Purig Kencana serta selaku mentor yang telah

memberikan banyak masukkan dan pengarahan.

7. Bapak Uray Ferriyuanda, S.STP.,M.Ec.Dev, selaku coach yang telah memberikan pembinaan, membimbing, masukan dan pengarahan dalam pembuatan Rancangan Aktualisasi.

8. Bapak Sopuan, SE., M.Si. dan Ibu Kardinah selaku Orang tua saya yang telah memberikan doa serta semangat kepada saya.

9. Istri saya Syeh Jamilah dan anak saya Khairul Dzaky Abdurrahman yang telah memberikan semangat, kasih sayang yang tulus serta motivasi kepada saya.

(6)

vi

10. Rekan peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Angkatan XXXII Tahun 2021 Kabupaten Kapuas Hulu yang selalu memberikan bantuan, motivai dan semangat.

Penyusun berupaya agar Rancangan Aktualisasi ini dapat terselesaikan dengan baik, sehingga kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diperlukan demi kesempurnaan Rancangan Aktualisaasi ini sehingga dapat diterima dengan terbuka. Semoga Rancangan Aktualisasi ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak yang terkait.

Putussibau, 2 Juli 2021 Penyusun

(7)

vii DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR COVER ... i

LEMBAR PERSETUJUAN ... ii

BERITA ACARA SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI ... iii

LEMBAR PENGESAHAN ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix BAB 1 PENDAHULUAN ... 1 A. Latar Belakang ... 1 B. Ruang Lingkup ... 2 C. Tujuan ... 2 D. Manfaat ... 3

E. Tempat Dan Waktu Kegiatan ... 3

BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI ... 4

A. Keadaan Umum ... 4

B. Visi dan Misi ... 6

C. Nilai-nilai organisasi ... 7

D. Struktur Organisasi ... 8

E. Tugas Pokok dan Fungsi ... 9

F. Uraian Tugas ... 9

BAB III NILAI-NILAI DASAR, PERAN dan KEDUDUKAN ASN ... 10

A. Identifikasi Nilai-Nilai Dasar ASN ... 10

B. Kedudukan dan Peran ASN ... 12

BAB IV RANCANGAN AKTUALISASI ... 13

A. Identifikasi Isu ... 13

B. Keterkaitan Substansi ... 16

C. Rancangan Jadwal Kegiatan ... 24

DAFTAR PUSTAKA ... 27

(8)

viii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Data Puskesmas Puring Kencana Tahun 2020 ... 4

Tabel 2.2 Distribusi Tenaga Kesehatan Berdasarkan Jenis Ketenagaan dan Status Kepegawaian Puskesmas Puring Kencana Per Oktober Tahun 2020 ... 5

Tabel 4.1 Analisis isu degan Teknik APKL ... 13

Tabel 4.2 Analisis Isu Dengan Teknik USG ... 14

Tabel 4.3 Rancangan Aktualisasi. ... 16

Tabel 4.4 Jadwal Implementasi Aktualisasi ... 24

Tabel 4.5 Jadwal Konsultasi dengan Mentor ... 25

(9)

ix

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1 Struktur Organisasi Tahun 2020 ... 8

(10)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 pengertian Aparatur Sipil Negara (ASN) itu sendiri adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Selain itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki fungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa. Dalam melaksanakan fungsi tersebut, ASN dituntut menjadi pegawai yang profesional dengan selalu menerapkan nilai-nilai standar kompetensi jabatannya yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab serta dapat dipertanggungjawabkan.

Ada beberapa substansi dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 yang menyatakan bahwa ASN adalah sebuah bentuk profesi. Dengan penetapan ASN sebagai profesi, maka diperlukan asas, nilai dasar, kode etik dan kode perilaku, serta pengembangan diri agar terbentuk ASN yang professionalisme.

Calon PNS yang selanjutnya disingkat CPNS adalah warga negara Indonesia yang lolos seleksi pengadaan PNS, diangkat dan ditetapkan oleh PPK, serta telah mendapatkan persetujuan teknis dan penetapan nomor induk pegawai. Masa Prajabatan adalah masa percobaan selama 1 (satu) tahun yang wajib dijalani oleh CPNS melalui proses pendidikan dan pelatihan. Pelatihan Dasar CPNS adalah pendidikan dan pelatihan dalam Masa Prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Pelatihan dasar dianggap penting untuk menanamkan Nilai-Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) yang meliputi manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), Whole of Government (WoG) dan pelayanan publik. Inilah yang menjadi pedoman ASN dalam menjalankan tugas dan wewenangnya.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas, kegiatan pengkajian resep dimulai dari seleksi persyaratan administrasi, persyaratan farmasetik dan

(11)

2

persyaratan klinis baik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. Adapun persyaratan administrasi meliputi :

1. Nama, umur, jenis kelamin dan berat badan pasien. 2. Nama, dan paraf dokter.

3. Tanggal resep.

4. Ruangan/unit asal resep.

Resep adalah permintaan tertulis dari dokter atau dokter gigi, kepada apoteker, baik dalam bentuk paper maupun electronic untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan yang berlaku.

Rancangan aktualisasi dibuat atas isu-isu pokok yang muncul pada unit kerja penulis di Puskesmas Puring Kencana khususnya di ruangan Apotek Puskesmas. Salah satu isu yang muncul adalah kurang tepatnya penulisan resep yang dapat mengakibatkan kesalahan dalam pemberian obat kepada pasien. Isu tersebut dikaitkan dengan mata pelajaran Agenda II dan Agenda III pada pelatihan dasar CPNS . Dengan demikian diharapkan penulis dapat melaksanakan Aktualisasi saat kegiatan Habituasi dapat menjadi PNS yang Profesional sebagai pelayan masyarakat

B. Ruang Lingkup

Adapun ruang lingkup penyusunan rancangan aktualisasi ini, antara lain: 1. Hal-hal yg melatarbelakangi adanya isu yg muncul di unit kerja Puskesmas

Puring Kencana, yaitu terdapat beberapa masalah yang terjadi, salah satunya belum tepatnya penuliskan resep di Puskesmas Puring Kencana

2. Dalam upaya menyelesaikan isu tersebut dibuatlah gagasan pemecahan isu dengan melakukan optimalisasi menggunakan metode pemecahan isu dengan analisi metode APKL serta menentukan faktor penyebab masalah dari isu prioritas, maka dilakukan analisis metode USG.

3. Dalam penerapan gagasan pemecahan isu dikaitkan dengan substansi agenda II dan III.

4. Upaya yg dilaksanakan meliputi beberapa kegiatan, yaitu berkoordinasi, mengumpulkan bukti-bukti guna penguatan isu, membuat hasil dari rancangan aktaulisisi, penyampaian hasil aktualisasi, serta menyerahkan hasil aktualisisi ke unit kerja yang bersangkutan.

(12)

3

5. Pelaksanaan rancangan aktualisasi dilaksanakan mulai tanggal 8 Juli-31 Juli 2021

C. Tujuan

Adapun tujuan dari aktualisasi bagi peserta Pelatihan Dasar adalah peserta mampu mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN), yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) di dalam menjalankan tugas dan fungsinya di instansi kerjanya. Selain itu, peserta Pelatihan Dasar juga mampu menganalisis manfaat aktualisasi di dalam agenda habituasi terhadap usaha terwujudnya visi, misi, dan serta penguatan bagi nilai-nilai organisasi Puskesmas Puring Kencana.

D. Manfaat

Kegiatan aktualisasi memberikan manfaat bagi peserta pelatihan dasar untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, dan memperkuat profesionalisme di dalam diri peserta Pelatihan Dasar. Selain itu, kegiatan aktualisasi bermanfaat bagi peserta dalam upaya memperkuat kompetensi bidang yang dimiliki. Sedangkan bagi Puskesmas, kegiatan aktulisasi ini diharapkan memberikan kontribusi bagi tercapainya visi, misi dan tujuan Puskesmas.

E. Waktu dan Tempat Kegiatan

Rancangan aktualisasi akan diimplementasikan di Puskesmas Puring Kencana dari tanggal 5 Juli – 9 Agustus 2021.

(13)

4 BAB II

GAMBARAN UMUM

A. Keadaan Umum 1. Profil Instansi

Puskesmas Puring Kencana merupakah salah satu dari 23 puskesmas di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat yang terletak di Kecamatan Pusring Kencana. Adapun rincian data puskesmas adalah sebagai berikut.

Tabel 2.1 Data Puskesmas Puring Kencana Tahun 2020

Nama Puskesmas Puring Kencana

Kode Puskesmas P6108190201

Alamat Jalan Lintas Utara Desa Sungai Antu Kecamatan Puring Kencana

Kategori Puskesmas

Rawat Inap (RI)

Status Akreditasi Tahun 2016 (Status Madya)

Tahun 2019 hingga sekarang (Status Utama)

Kondisi Fisik Baik

Wilayah Kerja

Terdiri dari 6 desa dan 16 dusun : Desa Sungai Antu (2 dusun),

Desa Sungai Mawang (3 dusun), Desa Langau (2 dusun), Desa

Merakai Panjang (3 dusun), Desa Kantuk Buntu (3 dusun), Desa Kantuk Asam (3 dusun)

Ketersediaan Listrik

Listrik menggunakan tenaga air, apabila air berkurang atau saat musim kemarau, listrik akan padam.

Ketersediaan Air

Bersih Air bersih yang digunakan adalah air hujan. Ketersediaan

Jaringan Telpon Telkomsel

Ketersediaan Internet

Edge (2G)

Sumber: Data profil Puskesmas Puring Kencana Tahun 2020

Menurut Permenkes Nomor 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas, Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. Gambaran tentang distribusi tenaga kesehatan berdasarkan jenis ketenagaan dan status kepegawaian Puskesmas Puring Kencana ditinjau dari

(14)

5

standar ketenagaan puskesmas sesuai dengan Permenkers Nomor 43 Tahun 2019 adalah sebagai berikut:

Tabel 2.2 Distribusi Tenaga Kesehatan Berdasarkan Jenis Ketenagaan dan Status Kepegawaian Puskesmas Puring Kencana

Per Oktober Tahun 2020

No. Jenis Ketenagaan

Standar Ketenagaan Puskesmas Kawasan Sangat

Terpencil danRawat Inap (PMK No.43/2019) Status Kepegawaian Jumlah Kesenjangan PNS NS Honor Daerah 1. Dokter dan/atau dokter layanan primer 2 - - - 0 2 2. Dokter gigi 1 - - - 0 1 3. Perawat 8 4 2 - 6 2 4. Bidan 7 1 - - 1 6 5. Tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku 1 - 1 - - -

6. Tenaga sanitasi lingkungan 1 - 1 - 1 -

7. Nutrisionis 2 1 1 - 2 - 8. Tenaga apoteker dan/atau tenaga teknis kefarmasian 1 - 1 - 1 - 9. Ahli teknologi laboratorium medic 1 1 - - 1 - 10. Tenaga sistem informasi kesehatan 1 - - - 0 1 11. Tenaga administrasi keuangan 1 - - 1 1 - 12. Tenaga ketatausahaan 13. Pekarya 1 - - 2 2 - Jumlah 28 7 6 3 15 12

(15)

6 2. Kondisi Geografi, Demografi

Kecamatan Puring Kencana merupakan kecamatan dengan luas wilayah 484,03 km2, setara dengan 1,6% dari luas wilayah Kabupaten Kapuas Hulu secara keseluruhan yang mencapai 29,842 km2 . Dari 6 desa yang ada, desa Kantuk Asam, Merakai Panjang, dan Sungai Mawang merupakan tiga desa yang memiliki luas wilayah terbesar dengan luas masing-masing 172,52 km2, 85,7 km2, dan 72,45 km2 atau setara dengan 172,52%, 85,7%, dan 72,45% dari

luas wilayah Kecamatan Puring Kencana. Sedangkan desa Sungai Antu merupakan desa dengan luas wilayah terkecil dimana luas wilayah desa tersebut 42,4 km2 atau 8,75% dari luas wilayah Kecamatan Puring kencana. Secara geografis, batas-batas Kecamatan Puring Kencana sebagai berikut :

1. Sebelah Utara berbatasan dengan Malaysia Timur (Sarawak); 2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Empanang;

3. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Ketungau Tengah (Kab. Sintang); dan

4. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Badau.

Pemerintahan Kecamatan Puring Kencana dipimpin oleh Camat dengan Wakil Camat. Kecamatan Puring Kencana memiliki 6 desa yang terdiri dari 16 Dusun. Jumlah penduduk Kecamatan Puring Kencana pada tahun 2019 berjumlah 2.627 jiwa yang terdiri dari laki-laki berjumlah 1.367 jiwa dan perempuan berjumlah 1.260 jiwa dengan kepadatan penduduk 5, 37 per km2. B. Visi dan Misi Organisasi

Visi dari Puskesmas Puring Kencana adalah “Terwujudnya Masyarakat Puring Kencana yang sehat secara mandiri dan merata”. Adapun misi Puskesmas Puring Kencana Adalah :

1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat termasuk swasta dan madani.

2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan melaksanakan pelayanan kesehatan yang bermutu dan merata.

3. Menjamin ketersedian dan pemerataan sumber daya kesehatan dalam melayani kesehatan masyarakat.

(16)

7

4. Menciptakan tata kelola manajemen Puskesmas yang baik dengan di dukung oleh aparatur kesehatan yang disiplin.

C. Nilai-Nilai Organisasi

Nilai-nilai organisasi Puskesmas Puring Kencana adalah “RAGAK” dengan arti sebagai berikut:

1. R = Ramah (Senyum, salam, sapa, sopan, dan santun) 2. A = Aman (Menjaga keamanan pelanggan dan petugas) 3. G = Gesit (Sigap dan segera)

4. A = Aktif (Bekerja dan melayani sesuai kebutuhan dan harapan) 5. K = Komunikatif (Kemudahan dalam memberikan informasi)

(17)

8 D. Struktur Organisasi

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Tahun 2020

(18)

9 E. Tugas Pokok dan Fungsi

Tugas pokok Asisten Apoteker adalah melaksanakan penyiapan pekerjaan kefarmasian yang meliputi penyiapan rencana kerja kefarmasian, penyiapan pengelolaan perbekalan farmasi, dan penyiapan pelayanan farmasi klinik. Adapun fungsi dari Asisten Apoteker dalam menjalankan tugas pokok Asisten Apoteker yaitu:

1. Mempersiapkan dan mengecek segala kesiapan apotek sebelum dioperasikan

2. Menyusun beberapa produk racikan yang sudah didistribusikan dari gudang farmasi

3. membuat copy resep

4. Melakukan penyerahan obat kepada pasien.

5. Membuat laporan kegiatan harian, mingguan, bulanan dan tahunan berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan agar dapat dievaluasi secara berkelanjutan.

F. Uraian Tugas

Uraian tugas Asisten Aoteker sebagai berikut :

1. Mengumpulkan bahan-bahan atau data-data dari berbagai sumber/acuan dalam rangka Penyiapan Rencana Kegiatan Kefarmasian;

2. Mengumpulkan data-data dalam rangka Perencanaan Perbekalan Farmasi; 3. Menyiapkan ruangan, perlatan dan bahan-bahan untuk kegiatan produksi

dalam rangka Produksi Sediaan Farmasi Steril

4. Menerima dan memeriksa perbekalan farmasi dalam rangka Penerimaan Perbekalan Farmasi;

5. Menyimpan perbekalan farmasi dalam rangka Penyimpanan Perbekalan Farmasi;

6. Menerima dan menyeleksi persyaratan administrasi resep serta menghitung harga obatnya dalam rangka Dispensing Resep Individual.

(19)

10 BAB III

KONSEP DASAR APARATUR SIPIL NEGARA

A. Identifikasi Nilai-Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah terwujudnya nilai-nilai publik, yaitu mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan antara kepentingan publik dengan kepentingan sektor, kelompok dan pribadi, memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan PNS dalam politik praktis, memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan public, dan menunjukkan sikap dan perilaku konsisten dan dapat diandalkan sebagai penyelenggara pemerintahan.

Adapun indikator dari rancangan aktualisasi yaitu tanggung jawab, jujur, kejelasan target, netral, mendahulukan kepentingan public, adil, transparan, konsisten, partisipatif.

2. Nasionalisme

Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya sedangkan dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa lain. Adapun arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa lain.

Adapun Indikator nilai dasar nasionalisme mencakup : religius, hormat menghormati, kerja sama, tidak memaksakan kehendak, jujur, amanah (dapat dipercaya), adil, persamaan derajat, tidak diskriminatif, mencintai sesama manusia, tenggang rasa, membela kebenaran, persatuan, rela berkorban, cinta tanah air, memelihara ketertiban, disiplin, musyawarah, kekeluargaan,

(20)

11

menghormati keputusan, tanggung jawab, kepentingan bersama, gotong royong, sosial, tidak menggunakan hak yang bukan miliknya, hidup sederhana, kerja keras dan menghargai karya orang lain.

3. Etika Publik

Pengertian Etika Publik itu sendiri adalah refleksi atas standar norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah dan pantas/tidak pantas atas suatu tindakan keputusan, perilaku untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Adapun indikator dari Etika Publik adalah jujur, bertanggung jawab, integritas tinggi, cermat, disiplin, hormat, sopan, taat pada peraturan perundang-undangan, taat perintah, dan menjaga rahasia. Indikator nilai dasar dari etika publik adalah jujur, bertanggung jawab, integritas tinggi, cermat, disiplin, hormat, sopan, taat pada perundangundangan, taat perintah dan menjaga rahasia.

4. Komitmen Mutu

Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara lain mengedepankan komitmen terhadap kepuasan dan memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan memelihara. Dari pengertian diatas adapun indikator dari komitmen mutu adalah efisien, efektif, inovasi dan berorientasi mutu.

5. Anti Korupsi

Anti korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk memberantas segala tindakan atau tindakan yang melawan normanorma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara atau masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Penanganan korupsi perlu diselesaikan secara komperensif karena korupsi adalah masalah kehidupan, dampak dan bahayanya bisa berpengaruh secara jangka panjang dan merusak kehidupan. Oleh karena itu, ASN perlu dibekali nilai dasar anti korupsi agar bisa menghindari dan mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. Indikator

(21)

12

nilai dasar anti korupsi adalah jujur, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana, mandiri, adil, berani dan peduli.

B. Kedudukan dan Peran ASN 1. Manajemen ASN

Manajemen ASN merupakan pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Tujuannya agar pegawai memberikan andil besar dalam lembaga untuk mencapai tujuan individu, lembaga dan masyarakat. Ada beberapa indikator untuk Pegawai yaitu kepastian hukum, profesionalisme, proporsionalitas, keterpaduan, delegasi, netralitas, akuntabilitas, efektif dan efisien, keterbukaan, nondiskriminatif, persatuan dan kesatuan, keadilan dan kesetaraan, kesejahteraan.

2. Whole Of Government (WOG)

Whole Of Government (WOG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen, program dan pelayanan publik. Di dalam Whole Of Government (WOG)terdapat beberapa nilai indikator yaitu koordinasi, komunikasi, integritas, singkronisasi, simplikasi.

3. Pelayanan publik

Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas jasa, barang dan atau pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggaraan publik. Di dalam pelayanan publik terdapat beberapa nilai indikator yaitu kesederhanaan, kejelasan, kepastian waktu, keamanan, kelengkapan sarana dan prasarana, kemudahan akses, disiplin/sapa/ramah, dan kenyamanan.

(22)

13 BAB IV

RANCANGAN AKTUALISASI

A. Identifikasi Isu dan Gagasan Pemecahan Masalah

1. Identifikasi Isu

Dari pengamatan selama berada di Puskesmas Puring Kencana serta hasil komunikasi dan konsultasi dengan mentor dimana saya dapatkan identifikasi isu terkait tugas dan fungsi saya sebagai Asisten Apoteker, sebagai berikut:

1. Belum tersedianya informasi obat yang mengenai cara konsumsi obat TB Paru yang benar di Puskesmas Puring Kencana.

2. Belum tepatnya penuliskan resep obat yang sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di apotek Puskesmas Puring Kencana.

3. Belum optimalnya pengisian log book pengeluaran vaksin dari penyimpanannya.

Berdasarkan isu yang terjadi di bagian farmasi Puskesmas Puring Kencana, adapun penentuan isu aktualnya menggunakan analisis isu dengan APKL:

Tabel 4.1 Analisis isu degan Teknik APKL

NO ISU KRITERIA Skor Peringkat

Aktual Problematik Kekhalayakan Layak

1.

Belum tersedianya informasi obat yang mengenai cara konsumsi obat TB Paru yang benar di Puskesmas Puring Kencana.

4 5 3 3 15 II

2.

Belum tepatnya penuliskan resep obat yang sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di apotek Puskesmas Puring Kencana. 5 4 4 3 16 I 3. Belum optimalnya pengisian log book pengeluaran vaksin dari penyimpanannya

(23)

14 Ket : 1 : Tidak Penting

2 : Kurang Penting 3 : Cukup Penting 4 : Penting

5 : Sangat Penting

Berdasarkan analisis isu menggunakan teknik APKL maka didapatkan isu prioritas yaitu “Belum tepatnya penuliskan resep yang sesuai dengan standar

pelayanan kefarmasian di apotek Puskesmas Puring Kencana.” . Terbukti dengan

Masih banyaknya terdapat kekurangan didalam penulisan resep berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas pada Pengkajian Administasi. Namun untuk mempertajam isu yang akan diangkat maka dilanjutkan dengan menggunakan kriteria analisis USG.Skala penilaian ini berpedoman pada 3 (tiga) kriteria isu yaitu isu yang bersifat Urgency, Serius dan Growth. Adapun penentuan isunya sebagai berikut.

1. Kurangnya pemahaman tentang resep obat 2. Tidak tersedianya dokter di tempat

3. Belum tersedianya petunjuk tata cara penulisan resep yang sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di apotek.

Selanjutnya untuk menentukan core isu yang akan diangkat, maka dituangkan di dalam tabel analisis USG sebagai berikut:

Tabel 4.2 Analisis Isu Dengan Teknik USG

NO PENYEBAB ISU KRITERIA TOTAL PERINGKAT

U S G

1. Kurangnya pemahaman tentang

resep obat 3 3 1 7 III

2. Tidak tersedianya dokter di tempat 4 3 2 9 II

3.

Belum tersedianya petunjuk penulisan resep yang sesuai

dengan standar kelengkapan resep

4 4 3 11 I Keterangan: Urgensi/Mendesak (U) : 1. Tidak Mendesak 2. Kurang Mendesak 3. Cukup Mendesak 4. Mendesak 5. Sangat Mendesak Seriousness/Gawat (S) : 1. Tidak Gawat 2. Kurang Gawat 3. Cukup Gawat 4. Gawat 5. Sangat Gawat Growth/Cepat (G) : 1. Tidak Cepat 2. Kurang Cepat 3. Cukup Cepat 4. Cepat 5. Sangat Cepat

(24)

15

Dari analisis menggunakan teknik USG maka didapatkanlah penyebab utama dari isu adalah “Belum tersedianya petunjuk penulisan resep yang sesuai dengan

standar kelengkapan resep”, maka diperlukan gagasan pemecahan isu yang

disarankan, dalam upaya penanganan masalah penulisan resep yang benar di lingkup kerja Puskesmas Puring Kencana.

2. Gagasan Penanganan Isu

Hasil dari identifikasi dan pemilihan isu terpilih maka, diperlukan gagasan untuk menyelesaikan isu terpilih, yaitu:

a. Melakukan konsultasi dengan pihak yang terkait

b. Mengumpulkan resep obat yang biasa di tulis oleh perawat/bidan

c. Membuat petunjuk penulisan resep obat yang benar sesuai dengan kajian administratif

d. Memberikan pengarahan kepada penulis resep

(25)

16 B. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

Penerapan nilai-nilai dasar profesi PNS, kedudukan dan peran PNS dalam NKRI terkait dengan kegiatan yang dilakukan di unit kerja tertera pada tabel 4.3 di bawah ini:

Tabel 4.3 Rancangan Aktualisasi

Unit Kerja PUSKESMAS PURING KENCANA KABUPATEN KAPUAS HULU

Identifikasi Isu

1. Belum tersedianya informasi obat yang mengenai cara konsumsi obat TB Paru yang benar di Puskesmas Puring Kencana. 2. Belum tepatnya penuliskan resep obat yang sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di apotek Puskesmas Puring Kencana. 3. Belum optimalnya pengisian log book pengeluaran vaksin dari penyimpanannya

Isu yang Diangkat Belum tepatnya penuliskan resep obat yang sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di apotek Puskesmas Puring Kencana. Gagasan Pemecahan

Isu

Pembuatan Petunjuk Penulisan Resep Yang Sesuai Dengan Standar Kelengkapan Resep Berdasarkan Kajian Administratif

No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil

kegiatan Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

Kontribusi Terhadap Visi dan

Misi Penguatan Nilai-Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7 1. Kegiatan : Melakukan konsultasi dengan pihak yang terkait

1. Berkonsultasi dengan Plt Puskesmas Puring Kencana. Mendapat persetujuan dari pimpinan untuk melaksanakan aktualisasi sesaui dengan jadwal

Saya akan berkonsultasi dengan pimpinan meminta izin melakukan kegiatan

aktualisasi di puskesmas Puring

Kencana.(Etika Publik : Hormat) (WOG : Koordinasi) Dengan Mendapat persetujuan dari pimpinan atas kegiatan aktualisasi saya mendukung pencapaian Misi yaitu

Dengan Mendapat persetujuan dari pimpinan atas kegiatan aktualisasi saya mendukung

(26)

17 Output : Mendapatkan persetujuan untuk melakukan aktualisasi di pusksemas Puring Pencana 2. Menyiapkan ruangan untuk penyampaian rancangan aktualisasi Telah tersedianya ruangan untuk penyampaian rancangan aktualisasi

Saya akan menyiapkan ruangan sebelum kegiatan di mulai (Komitmen Mutu : Efisien)

: “Menciptakan tata kelola manajemen Puskesmas yang baik dengan di dukung oleh aparatur kesehatan yang disiplin” pencapaian Nilai-nilai organisasi yaitu : “Komunikatif” 3. Mengumpulkan petugas yang sering menulis resep obat. Telah berkumpulnya petugas di ruangan pertemuan

Saya akan mengajak semua petugas yang terkait tanpa terkecuali dalam

penyampaian rancangan yang akan di buat (Nasionalisme : Kerja sama) (Pelayanan Publik : Transparan) 4. Memberikan penjelasan mengenai rancangan yang akan dibuat tentang penulisan resep yang benar.

Telah tersampaikan penjelasan mengenai penulisan resep obat yang benar

Saya akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin saat memberikan penjelasan rancangan yang saya buat (Akuntabilitas : Konsisten) (Manajemen ASN :

(27)

18 5. Melakukan sesi

tanya jawab.

Pemahaman tentang penulisan resep yang benar

Saya akan menanggung konsikuensi yang akan terjadi terhadap rancangan yang akan saya buat (Anti Korupsi : Berani)

2. Kegiatan : Mengumpulkan resep obat yang biasa di tulis oleh perawat/bidan Output : Tersedianya resep sebagai contoh pembanding penulisan resep yang benar 1. Menyiapkan alat-alat pendukung untuk mendokumentasik an contoh resep obat yang akan dijadikan pembanding

Tersedianya alat-alat pendukung seperti alat-alat tulis dan kamera

Saya akan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin dalam mengumpulkan resep (Akuntabilitas : Konsisten) (WoG : Integritas)

Dengan Mendapatkan resep yang telah dikumpulkan sebagai pembanding contoh resep yang benar dibuat, saya mendukung

pencapaian misi yaitu : “Menciptakan tata kelola manajemen Puskesmas yang baik dengan di dukung oleh aparatur kesehatan yang disiplin” Dengan Mendapatkan resep-resep yang telah dikumpulkan sebagai pembanding contoh resep yang benar saya mendukung nilai-nilai organisasi yaitu “Gesit” 2. Mencari resep satu

bulan sebelumnya di Gudang

penyimpanan arsip

Tersedianya contoh resep dalam jangka waktu 1 bulan sebelumnya.

Saya akan mengembalikan resep-resep yang telah saya pergunakan dengan jumlah yang sama (Anti korupsi : Kejujuran)

3. Memilih beberapa resep yang

dibutuhkan

Tersedianya resep untuk pembanding.

Saya akan mengambil jumlah resep obat yang dibutuhkan (Komitmen Mutu : Efektifitas)

(28)

19 sebagai pembanding 4. Mendokumentasik an contoh resep yang didapat sebagai pembanding Telah mendapatkan dokumentasi berupa foto resep.

Saya akan menjaga dengan penuh resep obat yang saya gunakan agar tidak rusak. (Etika Publik : Cermat)

(Pelayanan Publik : Keamanan)

5. Menyimpan kembali resep obat ke tempat gudang penyimpanan arsip

Tersimpannya resep yang telah

digunakan.

Saya akan mengembalikan resep obat yang telah digunakan dan merapikannya

kembali (Nasionalisme : Kerja Keras) (Manajemen ASN: Disiplin)

3. Kegiatan : Membuat petunjuk penulisan resep obat yang benar sesuai dengan kajian administratif 1. Menyipakan laptop untuk mencari sumber tata cara penulisan resep obat yang benar dan alat-alat pendukung

lainnya.

Tersedianya informasi tentang penulisan resep yang benar.

Saya akan menggunakan peralatan yang ada dengan rasa tanggung jawab

(Akuntabiltas : Tanggung jawab) (Manajeman ASN : Profesionalisme)

Dengan tersedianya contoh resep obat yang benar serta istilah-istilah resep obat didalamnya saya mendukung

pencapaian misi yaitu : “Menciptakan tata

Dengan tersedianya contoh resep obat yang benar serta istilah-istilah resep obat didalamnya saya mendukung

(29)

nilai-20 Output :

Terdapatnya petunjuk penulisan resep yang benar sesuai dengan kajian administratif

2. Membuat contoh penulisan resep obat yang benar.

Tersediannnya format contoh resep yang benar

Saya akan mencari sumber data terpecaya sebagai dasar rancangan yang akan saya buat(Etika Publik : Cermat) (WoG : Singkronisasi)

kelola manajemen Puskesmas yang baik dengan di dukung oleh aparatur kesehatan yang disiplin” nilai organisasi yaitu “Aktif” 3. Memberikan keterangan tentang istilah-istilah resep obat. Terdapat keterangan-keterangan didalam resep obat.

Saya akan membuat petunjuk penulisan resep yang benar sesuai kesepakatan oleh pimpinan dengan rasa tanggungjawab (Nasionalisme : Tanggungjawab) (Pelayanan Publik : Disiplin) 4. Mengoreksi

kembali hasil yang sudah dibuat.

Telah dikoreksi hasil yang telah dibuat

Saya akan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin dalam proses pembuatan petunjuk penulisan resep obat yang benar (Komitmen Mutu : Efisien)

5. Berkonsultasi kembali kepada pimpinan atas hasil yang telah dibuat

Telah disetujui hasil pekerjaan yang telah dibuat dengan pimpinan

Saya akan mencetak sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan (Anti Korupsi : Jujur)

(30)

21 4. Kegiatan : Memberikan pengarahan kepada penulis resep Output : Tercapainya pemahaman dalam penulisan resep yang benar

1. Menyiapkan ruangan untuk memberikan pengarahan. Tersedianya ruangan untuk pemberian pengarahan

Saya akan bertanggung jawab penuh atas ruangan yang saya gunakan dan

mempergunakannya dengan sebaik mungkin. (Etika Publik : Bertanngung jawab) (Pelayanan Publik : Keamanan)

Dengan bertambahnya pengetahuan tentang penulisan dan petunjuk resep yang benar saya

mendukung

pencapaian misi yaitu : “Menciptakan tata kelola manajemen Puskesmas yang baik dengan di dukung oleh aparatur kesehatan yang disiplin” Dengan bretambahnya pengetahuan tentang penulisan dan petunjuk resep yang benar saya mendukung nilai-nilai organisasi yaitu ” Komunikatif” 2. Mengumpulkan petugas yang sering menulis resep obat seperti perawat/bidan.

Terkumpulnya petugas di ruangan

Saya akan mengikutsertakan petugas yang menulis resep obat baik bidan maupun perawat (Akuntabilitas : Adil) (WoG : Koordinasi)

3. Penyampaian hasil aktualisasi berupa petunjuk penulisan resep yang benar kepada petugas

Tersampaikan hasil aktualisasi berupa petunjuk penulisan resep yang benar

Saya akan memberikan pengarahan dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar (Etika Publik : Sopan) (Pelayanan Publik : Ramah)

4. Melakukan sesi tanya jawab.

Tercapainya

pemahaman tentang tujuan dari rancangan yang telah dibuat

Saya memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk memberikan pendapat dan masukkan (Nasionalisme :

(31)

22 berupa petunjuk

penulisan resep yang benar

Kerjasama) (Manajeman ASN : Kesetaraan)

5. Membagikan petunjuk penulisan resep yang benar kepada masing-masing petugas terkait.

Terdapatnya petunjuk penulisan resep yang benar bagi petugas yang terkait

Saya akan membagikan petunjuk

penulisan resep yang benar dengan jumlah petugas yang mengikuti kegitan diskusi tersebut (Komitmen Mutu : Efesien)

5. Kegiatan : Menempelkan hasil pembuatan petunjuk

penulisan resep obat yang benar

Output : Tersedianya petunjuk 1. Menyiapkan peralatan pendukung untuk menempel petunjuk penulisan resep yang benar

Tersedianya

peralatan pendukung untuk menempel petunjuk penulisan resep yang benar

Saya akan menempelkan petunjuk

penulisan resep yang benar di tempat yang telah disepakati oleh pimpinan yaitu di meja pelayanan (Akuntabilitas :

Kejelasan Target) (Manajemen ASN : Efesien)

Dengan tersedianya petunjuk penulisan resep yang benar saya mendukung

pencapaian misi yaitu : “Menciptakan tata kelola manajemen Puskesmas yang baik dengan di dukung oleh

Dengan tersedianya petunjuk penulisan resep obat yang benar saya mendukung nilai-nilai organisasi yaitu “Komunikatif” 2. Memprint hasil rancangan untuk disimpan di tempat pelayanan. Tersedianya petunjuk cara penulisan resep obat yang benar

Saya akan mempertanggung jawabkan atas pekerjaan yang telah saya lakukan (Etika Publik : Tanggung Jawab) (Pelayanan Publik : Aman)

(32)
(33)

24 C. Rancangan Jadwal Kegiatan

1. Jadwal Implementasi Aktualisasi

Dalam melaksanakan rancangan aktualisasi akan dijadwalkan pada waktu tertentu dan setiap kegiatan mempunyai output yang jelas yang dapat memudahkan Calon Pegawai Negeri Sipil membuat laporan hasil aktualisasi. Berikut jadwal rencana aktualisasi pada Pusksmas Puring Puring :

Tabel 4.4 Jadwal Implementasi Aktualisasi Nama Peserta : Apri Sodi Muhammad, A.Md. Farm Instansi : Puskesmas Puring Kencana

Tempat Aktualisasi : Puskesmas Puring Kencana

No. Kegiatan Tanggal Pelaksanaan Output

1 Melakukan konsultasi

dengan pihak yang terkait 8-9 Juli 2021

Mendapatkan Persetujuan atas Rancangan yang akan

dibuat 2

Mengumpulkan resep obat yang biasa di tulis oleh

perawat/bidan 10-14 Juli 2021 Terkumpulnya resep sebagai pembanding 3. Membuat petunjuk penulisan resep yang benar

sesuai dengan kajian administratif

15-28 Juli 2021

Tersedianya istilah-istilah yang ada didalam

resep

4. Memberikan pengarahan

kepada petugas 29-30 Juli 2021

Pemahaman petugas atas penulisan resep

yang benar

5.

Menempelkan hasil pembuatan petunjuk penulisan resep yang benar

30-31 Juli 2021

Tersedianya petunjuk tentang penulisan resep

yang benar di Puskesmas

(34)
(35)
(36)

27

DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Aparatur Sipil Negara.

Peraturan LAN Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Permepan Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Jabatan Fungsional Asisten Apoteker dan Angka Kreditnya.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Standar

Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas. Jakarta: Mentri Kesehatan Republik Indonesia. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Akuntabilitas: Modul Pendidikan

dan Pelatihan Prajabatan Golongan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara

Republik Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Nasionalisme: Modul Pendidikan dan

Pelatihan Prajabatan Golongan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik

Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Etika Publik: Modul Pendidikan dan

Pelatihan Prajabatan Golongan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik

Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Komitmen Mutu: Modul Pendidikan

dan Pelatihan Prajabatan Golongan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara

Republik Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Anti Korupsi: Modul Pendidikan dan

Pelatihan Prajabatan Golongan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik

Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Whole of Government: Modul

Pelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik

Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Pelayanan Publik: Modul Pelatihan

Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Manajemen Aparatur Sipil Negara:

Modul Pelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik

(37)

28

BIODATA PENULIS

1. Nama : Apri Sodi Muhammad, A.Md Farm

2. Jenis Kelamin : Laki-laki

3. Tempat/Tanggal Lahir : Putussibau, 06 April 1p996

4. N I P : 19960406 202012 1 011

5. Pangkat / Gol. Ruang : Pengatur / II c

6. Status : Kawin

7. Agama : Islam

8. Pendidikan : D-III Farmasi

9. Jabatan : Asisten Apoteker Terampil

10. Unit Kerja : Puskesmas

11. Alamat Unit Kerja : Jl. Listas Utara Desa Sungai Antu Kecamatan Puring Kencana 78769 12. Alamat Rumah : Jl. Tanjung Pura Putussibau Selatan

13. Nomor HP : 0812-5328-9970

13. Motto : “Selalu Bersyukur Dengan Apa yang

Telah Diberikan”

Gambar

Tabel 2.1 Data Puskesmas Puring Kencana Tahun 2020
Tabel 2.2 Distribusi Tenaga Kesehatan Berdasarkan Jenis Ketenagaan dan  Status Kepegawaian Puskesmas Puring Kencana
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Tahun 2020
Tabel 4.1 Analisis isu degan Teknik APKL
+3

Referensi

Dokumen terkait

KAB/ KOTA SEHAT VISI PUSKESMAS MISI PUSKESMAS FUNGSI PUSKESMAS PROGR PUSKESMAS – WAJIB - PENGEMBANGAN MANAJEMEN PUSK KETERLIBATAN MASYARAKATa. ( BDN PENYANTUN) TATA HUB KERJA

Dari tabel tersebut terlihat bahwa tingkat pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) sesuai dengan Misi kesatu yaitu Meningkatnya tata kelola pemerintahan yang baik

Untuk mendukung visi Kepala Daerah, Inspektorat Kabupaten Grobogan melaksanakan misi ke-6 yaitu Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur, tata kelola

VISI : Terwujudnya Aparatur Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang Profesional, Disiplin dan Bertanggungjawab untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang baik (Good

Sasaran Strategis : 1.Manajemen tata kelola pemerintahan di Kementerian PPN/Bappenas yang bersih3. Program : Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas

Misi 7 : Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Efektif Dan Efisien Berdasarkan Prinsip- prinsip Good Governance Dan Clean Government. Isu

Misi 5 yaitu “Mempercepat penguatan kelembagaan, dan SDM pengawas serta aparatur Sekretariat di seluruh jenjang kelembagaan pengawas pemilu, melalui penerapan tata kelola

Selama penerapan tata kelola klinik, departemen kesehatan akan membantu manajemen, klinis, profesional kesehatan dan pengguna pelayanan kesehatan di Australia Barat