Sebelum melakukan pelatihan diperlukan penjajagan kebutuhan pelatihan kepada masyarakat, petani, petugas, kepala desa, dan instansi terkait dengan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Terdapat beberapa teknik atau metode dalam merancang atau merencanakan
pelatihan, diantaranya :
1. Analisis SWOT
Langkah pertama dalam analisis SWOT adalah membuat sebuah lembaran kerja dengan jalan menarik garis persilangan membentuk empat kuadran. Keadaan masing-masing satu untuk kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman.
Membuat lembar daftar item spesifik yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi.
Dengan membatasi daftar sampai 10 poin atau lebih sedikit.
Contoh Lembar Kerja Analisis SWOT
KEKUATAN
---
………
………
………
………
KELEMAHAN
---
………
………
………
KESEMPATAN
---
………
………
………
ANCAMAN
---
………..
………
………
Makna dan pesan yang paling mendalam dari analisis SWOT adalah apapun cara-cara serta tindakan yang diambil, proses pembuatan keputusan harus mengandung dan mempunyai prinsip berikut ini :
® Kembangkan kekuatan
® Minimalkan kelemahan
® Tangkap kesempatan
® Hilangkan ancaman
Metode SWOT diharapkan akan menghasilkan beberapa item tentang kebutuhan masyarakat dalam pelatihan, sehingga pelatihan akan tepat sasaran.
2. Focus Group Discussion(FGD)
Wawancara kelompok dari sejumlah individu dengan status sosial yang relative sama, yang memfokuskan kajian tertentu sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Langkah-langkag dalam melakukan FGD :
1. Pendamping perlu melakukan pendekatan kepada partisipan ditingkat kelompok, komunitas untukmenjelaskan tujuan FGD
2. Menggunakan wewenang formal baik tingkat local maupun komunitas, mengundang peserta atau partisipan FGD
3. Sebelum FGD, Fasilitator perlu menguasai gambaran struktur sosial ekonomi masyarakat dan dinamika komunitas di daerah tersebut.
4. Fasilitator berperan mengarahkan diskusi dan melemparkan pertanyaan yang mengundang masyarakat untuk menyampaikan pendapat.
5. Merekam seluruh jalannya dan pembicaraan dalam diskusi (rekam dalam Cassete kalau ada)
6. Pertajam topic bahasan dengan memberikan butir-butir pertanyaan.
7. Mampu memberikan kesempatan yang seimbang kepada peserta FGD dalam menyampaikan gagasan dan pendapat.
8. Dokumentasikan hasil baik tertulis ataupun rekaman.
Dengan menggunakan metode FGD diharapkan akan muncul gagasan, masukan dalam pengembangan program atau perencanaan pelatihan.
TUJUAN PELATIHAN
1. Menentukan sasaran pelatihan (berdasarkan pendidikan, pekerjaan, pengalaman, dll)
2. Menentukan tujuan yang ingin dicapai dalam pelatihan. Tujuan Umum dan tujuan Khusus
3. Mencermati sasaran pelatihan
a. Prinsip Pelatihan orang Dewasa perlu memperhatikan butir-butir berikut :
® Memberikan manfaat kepada peserta
® Sesuai dengan pengalaman peserta
® Bahan pelatihan sesuai dengan aktivitas masyarakat
® Pelaksanaan praktis dan menarik
® Peserta dapat berpartisipasi secara aktif
® Setelah pelatihan peserta dapat melanjutkan sendiri kegiatan baik perseorangan atau berkelompok.
b. Aspek Kognitif
Berkaitan dengan penambahan pengetahuan yang relative baru untuk sebagian peserta
c. Aspek Psikomotorik
Berkaitan dengan peningkatan ketrampilan atau aktifitas fisik, misalnya penggunaan computer, penggunaan hand-traktor, penggunaan alat peraga yang relative baru untuk sejumlah peserta
d. Aspek Afektif
Berkaitan dengan sikap terhadap suatu kondisi lingkungan atau kebiasaan, minat terhadap hal baru dilingkungan mereka. Selanjutnya , peninjauan lapangan menjadi bagian dari system pembelajaran orang dewasa agar efektif perlu dipersiapkan dengan cermat hal-hal berikut:
1. Siapakah yang akan ditemui?
2. Pengetahuan apa yang diharapkan?
3. Dimana tempat dan objeknya apa?
4. Tujuan peninjauan lapangan ?
Diharapkan peserta dengan mempelajari materi pelatihan, kemudian dengan tindak lanjut peninjauan lapangan /observasi/praktek akan memahami tujuan dalam pelatihan tersebut.
Langkah-langkah dalam mempersiapkan pelatihan
1. Panitia Pelaksana
Ketua panitia, sekretaris panitia, bendahara, dan anggota
2. Pembiayaan
Sumber biaya pelatihan adalah : (swadaya, bantuan donator, atau Proyek)
3. Pokok bahasan
Kalimat sederhana, singkat dan jelas, menggambarkan materi pokok bahasan dan selaras dengan tujuan pelatihan.
4. Sasaran atau target pelatihan
Siapa, darimana, apa tugasnya karena berkaitan dengan materi pelatihan
KAREKTERISTIK PRIBADI PENERIMA INFORMASI
DIKASIH TAU SUDAH TAHU : PUNYA PENGALAMAN, PERNAH BELAJAR MENJADIN MITRA PEMATERI
DIKASIH TAU BARU TAHU : BELUM PUNYA PENGALAMAN, BELUM BELAJAR TAPI MAU BELAJAR
DIKASIH TAU TIDAK MAU TAHU : MERASA PINTAR, SUKAR MENERIMA SARAN
5. Pemateri
Orang yang berasal dari instansi, atau orang yang mempunyai keahlian dalam bidang materi pelatihan.
6. Tujuan dari pokok bahasan
- Yang pertama : dapat memakai kata-kata mengerti, memahami, mengetahui, dan
mengenali. Contoh : pada akhir pelatihan pembuatan kompos, pengetahuan peserta meningkat - Yang kedua : dapat memakai kata-kata membuat , menulis, merencanakan,membangun, menghasilkan, mengenali, membandingkan, menggambarkan, mengatasi, mengukur contoh : pada akhir pelatihan peserta dapat menjelaskan langkah-langkah dalam pembuatan pupuk kompos, dan langkah-langkah pembukaan lahan tanpa bakar.
7. Metode pelatihan
Dapat berupa Tanya jawab,ceramah, diskusi kelompok, audio visual, demonstrasi, curah pendapat, studi lapangan.
8. Jadwal pelatihan
9. Peralatan dalam pelatihan
Ditempat yang ada listrik pakai computer dan LCD, tetapi dipedesaan dapat menggunakan kertas Plano, alat tulis (spidol, polpen,penggaris, pensil), papan penyangga, kartu index, tape, gunting, kertas karton, kertas A4.
10. Waktu yang diperlukan setiap materi
Waktu harus dibagi dengan komposisi penyampaian materi, Tanya jawab dan diskusi kelompok. Sehingga sesuai dengan tujuan pelatihan
11. Materi pelatihan
12. Harapan yang ingin dicapai dalam pelatihan
13. Evaluasi pelatihan
METODE PENYAMPAIAN INFORMASI /PELATIHAN
Dalam memilih pokok bahasan latihan yang perlu dituangkan dalam materi pelatihan perlu memperhatikan hal diantaranya:
1) Menambah pengetahuan : wujud latihan adalah bisa : mengingat, menyusun daftar, menuliskan, mengatakan
2) Meningkatan pemahaman wujud latihan adalah bisa : menjelaskan, memberikan contoh, menghubungan
3) Mampu menganalisi : wujud latihan adalah bisa: membandingkan, merinci, membedakan, mengindentifikasi
4) Mampu mengevaluasi, wujud latihan adalah bisa : memilih, membandingkan dengan cerita, mempertahankan
5) Mampu menerapkan wujud latihan agar bisa : membuat, menyiapkan, menghasilkan, memperagakan,
6) Mampu mensintesis wujud latihan agar bisa : mengembangkan,memperbaiki, mengorganisasikan
Orang dewasa dalam hal ini masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani, kelompok sosial, Gapoktan, kelompok agama,dsb. Orang dewasa mempunyai karekteristik, diantaranya adalah :
v Sukar dimotivasi
v Sukar merubah sikap
v Cepat lupa
v Cendrung menolak hal baru
v Sulit menyesuaikan diri
Beberapa metode pembelajaran dalam pelatihan yang dapat dijadikan alternative adalah sebagai berikut :
Sumbang saran
Tujuan metoda ini
® Saling megerti dan saling tukar pengalaman
® Menemukan ide-ide baru
® Mendorong peserta berpartisipasi secara aktif
® Merumuskan dan memecahkan masalah
Kelemahan/kesulitan metode ini
® Diperlukan ketrampilan dalam menyimpulkan
® Dapat menjurus “memuji” daripada menggali
® Adanya dominasi sebagian peserta
® Butuh banyak waktu
Diskusi kelompok
Tujuan metoda ini
® Memperluas, wawasan,pengetahuan, dan pengalaman dalam kelompok
® Mendorongkan perubahan dalam pandangan, sikap dan perilaku
® Mempertinggi interaksi
Kelemahan/kesulitan metode ini
® Tidak digunakan untuk memberikan informasi
® Dapat menjurus pada perdebatan
® Persoalan bisa melantur.
Studi kasus
Tujuan metoda ini
® Menumbuhkan kemampuan analitik, penilaian dan pengambilan keputusan
® Mengantarkan peserta masuk kesituasi sesungguhnya dan menarik kesimpulan bagaimana menghadapi situasi tersebut
® Menumbuhkan kebiasaan memperhitungkan berbagai karekter
Kelemahan/kesulitan metode ini
® Memerlukan persiapan matang oleh pelatih
® Dapat menjurus mencari siapa yang salah atau apa yang harus dilakukan tanpa menganalisis factor yang mendasar.
® Jika tidak ada jawaban, peserta dapat kecewa.
Simulasi
Tujuan metoda ini
® Mengembangkan kreativitas
® Memperhatikan partisipasi dan penghayatan
® Mengembangkan kegiatan dan kemampuan menjalin hubungan pribadi
® Melakukan penilaian terhadap kegiatan
® Pertukaran informasi
® Memahami bahan yang dipelajari
Kelemahan/kesulitan metode ini
® Peserta dapat menghadapi situasi serius
® Peserta kecewa jika simulasi tidak selesai
® Jika simulasi tidak realistis, peserta tidak akan melihat hubungannya dengan tugas mereka.
Studi lapang
Tujuan metoda ini
® Mengamati langsung, menguji ide dengan teknik tertentu
® Mengetahui apa dan sejauh mana sesuatu kebutuhan
® Menunjukan hal-hal negative dan positif.
® Berdiskusi langsung dilapangan untuk mempermudah pemahaman masalah
Kelemahan/kesulitan metode ini
® Membutuhkan pengorganisasian yang matang
® Anggaran besar jika lokasi jauh
® Hasil akhir dapat optimal karena sedikit waktu
® Informasi tidak objektif kalau sedikit waktu
INSTRUMEN KEBERHASILAN PELATIHAN
Factor yang mempengaruhi pilihan atas materi, metode, waktu, tempat dan cara mencapai tujuan dari pelatihan sebaik mungkin,secara ringkas dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Factor manusia
® Kondisi dan keadaan dari pelatih, peserta, sampai sejauh mana informasi tentang pelatih dan peserta diperoleh oleh panitia penyelenggara
2. Bidang studi
® Topic pelajaran yang khusus sesuai dengan tujuan pelatihan.
3. Tujuan pembelajaran
® Penekanan materi pembelajaran menurut rencana yang sudah ada, dan sesuai dengan tujuan pelatihan
4. Factor waktu
® Pengendalian waktu penyampaian materi pembelajaran dan diskusi
® Seringkali kurang tersedianya fasilitas dan peralatan menghambat kelancaran pelatihan
FAKTOR PENDUKUNG
Faktor pendukung dari keberhasilan pelatihan partisipatif diantaranya adalah :
1. Metode belajar mengajar
2. Peserta
3. Relevasi hasil belajar
5. Manajemen proses pelatihan
6. Metode dan media pelatihan
7. Teknik fasilitasi
Kemampuan dan kualitas Instruktur/pelatih/fasilitator yang baik adalah
1. Menguasai benar materi pembelajaran
2. Memahami konsep pendidikan orang dewasa
3. Bertindak sebagai fasilitator
4. Fleksibel dalam menggunakan berbagai alat , media, peraga serta metode pembelajaran