• Tidak ada hasil yang ditemukan

STATISTICS WEEK 7. By: Hanung N. Prasetyo POLTECH TELKOM/HANUNG NP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STATISTICS WEEK 7. By: Hanung N. Prasetyo POLTECH TELKOM/HANUNG NP"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

STATISTICS

WEEK 7

(2)

Ada 2 macam, sampel probabilitas dan non

probabilitas.

Sampel probabilitas ada empat teknik yang

semuanya dapat dilakukan dengan

pengembalian atau tanpa pengembalian, yaitu :

Teknik pengambilan dengan acak sederhana

1.

Teknik pengambilan dengan acak sederhana

2.

Teknik pengambilan dengan acak sistematis

3.

Teknik pengambilan dengan acak stratifikasi

4.

Teknik pengambilan dengan acak kluster

(3)

Pengambilan sampel sebanyak n dimana setiap

anggota populasi mempunyai kesempatan yang

sama untuk terambil.

Teknik ini dipilih jika populasinya homogen.

Teknik ini dipilih jika populasinya homogen.

Biasanya dilakukan dengan :

1.

Menggunakan undian.

(4)

Dengan mengambil unsur ke-k dalam populasi

dimana titik awalnya ditentukan secara acak

diantara k unsur tersebut.

Sering digunakan karena dapat menarik

Sering digunakan karena dapat menarik

kesimpulan yang tepat mengenai parameter

populasi sebab sampelnya menyebar secara

merata di seluruh populasi.

(5)

Dilakukan dengan membagi populasi menjadi

beberapa strata (tingkatan) kemudian sampel

diambil secara acak dari setiap tingkatan.

Teknik ini dilakukan bila populasinya heterogen.

Cara pengambilan sampel untuk setiap tingkatan

Cara pengambilan sampel untuk setiap tingkatan

tidak sama, harus sebanding dengan jumlah

anggota setiap tingkatan (proporsional).

Rumusnya :

n

N

N

(6)

Mengambil beberapa kluster (kelompok) secara

acak kemudian semua atau sebagian dari

anggota masing-masing kelompok diambil

secara acak sebagai sampel.

(7)

Ada empat macam distribusi sampel :

1.

Distribusi sampel rata-rata

2.

Distribusi sampel proporsi

Distribusi sampel beda dua rata-rata

3.

Distribusi sampel beda dua rata-rata

4.

Distribusi sampel beda dua proporsi

(8)

Bila populasi terbatas berukuran N dengan

rata-rata µ

x

dan simpangan baku σ

x

diambil sampel

berukuran n secara berulang tanpa pengembalian,

maka diperoleh :

1. Distribusi sampel rata-rata

µ

µ

=

X

1. Distribusi sampel rata-rata

2. Simpangan baku

X X

µ

=

µ

koreksi

faktor

disebut

1

-N

n

-N

dimana

1

-N

n

-N

n

X X

σ

=

σ

(9)

Bila n>=30, maka distribusi sampelnya akan

mendekati distribusi normal sehingga variabel

random Z dapat dihitung dengan rumus :

X X X X

X

-X

Z

σ

µ

=

σ

µ

=

(10)

Contoh :

Kecepatan maksimum 2000 mobil mempunyai rata-rata 135,5 km/jam

dengan simpangan baku 5,2 km/jam. Jika sampel sebesar 150 mobil

dipilih secara acak tanpa pengembalian, hitung probabilitas kecepatan

maksimum rata-rata dari 150 mobil tersebut yang lebih besar dari

136,1 km/jam!

Jawab :

Jadi probabilitas kecepatan maksimum rata-rata mobil yang lebih besar

dari 136,1 km/jam adalah P(X>136,1) = P(Z>1,46) = 0,4279

1,46

41

,

0

135,5

-136,1

-X

Z

0,41

1

2000

150

2000

.

150

5,2

1

-N

n

-N

n

X X X X

=

=

σ

µ

=

=

=

σ

=

σ

(11)

Bila populasi berukuran N mengandung jenis p sebanyak X,

maka proporsi p adalah X/N.

Jika dari populasi tersebut diambil sampel berukuran n yang

juga mengandung proporsi x/n dan sampel diambil berulang

maka distribusi sampel proporsinya mempunyai :

1. Rata-rata

X

1. Rata-rata

2. Simpangan baku

3. Variabel random

N

X

p pˆ

=

µ

=

µ

(

)

1

-N

n

-N

.

n

p

-1

p

=

σ

p

-pˆ

Z

σ

=

(12)

Contoh :

Diketahui sebanyak 10% dari ibu-ibu rumah tangga di Yogyakarta memakai detergen A untuk mencuci pakaiannya. Jika dari populasi tersebut diambil sampel berukuran 100 :

a. Tentukan rata-rata dan simpangan baku dari populasi ibu-ibu rumah tangga yang memakai detergen A!

b. Bila dari sampel tersebut ternyata terdapat paling sedikit 15 ibu rumah tangga yang memakai detergen A, tentukan probabilitasnya!

Jawab :

a. Rata-rata = 0,1 a. Rata-rata = 0,1

b. Proporsi yang memakai detergen A adalah 15/100 = 0,15

P(Z>1,67) = 0,5 - 0,4525 = 0,0475

(

)

0,03

100

0,1.0,9

n

p

-1

p

=

=

=

σ

1,67

0,03

0,1

-0,15

p

-pˆ

Z

=

=

σ

=

(13)

Terdapat 2 populasi. Populasi 1 sebanyak N

1

dan mempunyai rata-rata

µ

1

serta simpangan baku σ

1

. Populasi 2 sebanyak N

2

mempunyai

rata-rata µ

2

serta simpangan baku σ

2

.

Dari populasi 1 diambil sampel acak sebanyak n

1

dengan rata-rata X

1

dan dari populasi 2 sampel acak sebanyak n

2

dengan rata-rata X

2

dimana kedua sampel tersebut dianggap saling bebas.

Dari sampel X

1

dan X

2

dapat dibuat sampel baru yang juga bersifat

acak, yaitu sampel beda dua rata-rata. Rata-rata dan simpangan baku

Dari sampel X

1

dan X

2

dapat dibuat sampel baru yang juga bersifat

acak, yaitu sampel beda dua rata-rata. Rata-rata dan simpangan baku

dari distribusi sampel beda dua rata-rata adalah :

(

) (

)

(

)

(

)

(

)

2 1 2 1 2 1 X X 2 1 2 1 2 1 2 1 2 2 2 1 2 1 X X 2 1 X X

-2

X

1

X

Z

:

random

Variabel

1

N

N

n

n

N

N

.

n

n

:

baku

Simpangan

:

rata

-Rata

− − −

σ

µ

µ

=

+

+

σ

+

σ

=

σ

µ

µ

=

µ

(14)

Contoh :

Di suatu universitas diketahui rata-rata tinggi

badan mahasiswa laki-laki adalah 164 cm dengan

simpangan baku 5,3 cm. Sedangkan mahasiswa

perempuan tinggi badannya rata-rata 153 cm

perempuan tinggi badannya rata-rata 153 cm

dengan simpangan baku 5,1 cm. Dari dua

populasi tersebut diambil sampel acak yang

saling bebas masing-masing 150 orang, berapa

probabilitas rata-rata tinggi mahasiswa laki-laki

paling sedikit 12 cm lebihnya daripada rata-rata

tinggi mahasiswa perempuan?

(15)

cm 11 153 -164 : rata -Rata perempuan mahasiswa badan tinggi rata -rata X laki -laki mahasiswa badan tinggi rata -rata X Misal orang 150 n : 2 sampel dan cm 5,1 , cm 153 : 2 populasi orang 150 n : 1 sampel dan cm 5,3 , cm 164 : 1 populasi Diketahui : Jawab 2 1 X X 2 1 2 2 2 1 1 1 2 1 =µ −µ = = µ = = = = σ = µ = = σ = µ −

(

)

(

)

(

)

(

)

0,0475 0,4525 -0,5 1,67) P(Z asnya probabilit sehingga 1,67 0,6 11 -12 Z sehingga 12 X -X maka perempuan, mahasiswa badan tinggi rata -rata daripada lebihnya cm 12 sedikit paling laki -laki mahasiswa badan tinggi rata -rata Karena 6 , 0 11 -X -X -X -X Z 0,6 150 1 , 5 150 5,3 n n : baku Simpangan 2 1 2 1 X -X 2 1 2 1 2 2 2 2 2 1 2 1 X -X 2 1 X X 2 1 2 1 2 1 = = ≥ = = ≥ = σ µ µ = = + = σ + σ = σ −

(16)

Ada 2 populasi. Populasi 1 berukuran N

1

terdapat jenis X

1

dengan

proporsi X

1

/N

1

. Populasi 2 berukuran N

2

terdapat jenis X

2

dengan

proporsi X

2

/N

2

.

Bila populasi 1 diambil sampel acak berukuran n

1

maka sampel ini akan

mengandung jenis x

1

dengan proporsi x

1

/n

1

. Demikian juga dengan

populasi 2 diambil sampel acak berukuran n

2

maka sampel ini akan

mengandung jenis x

2

dengan proporsi x

2

/n

2

.

Sampel 1 dan 2 dapat membentuk sampel acak baru yaitu sampel beda

Sampel 1 dan 2 dapat membentuk sampel acak baru yaitu sampel beda

dua proporsi. Distribusinya mempunyai :

(

)

(

) (

) (

)

(

)

(

) (

)

2 1 2 1 1 pˆ -pˆ 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 2 2 1 1 1 pˆ -pˆ 2 1 2 pˆ -pˆ

p

-p

-pˆ

-pˆ

Z

:

random

Variabel

1

N

N

n

n

N

N

.

n

p

-1

p

n

p

-1

p

:

baku

Simpangan

p

-p

:

rata

-Rata

σ

=

+

+

+

=

σ

=

µ

(17)

Contoh :

5% barang di gudang timur cacat, sedangkan

barang yang cacat di gudang barat sebanyak

10%. Bila diambil sampel acak sebanyak 200

barang dari gudang timur dan 300 barang dari

barang dari gudang timur dan 300 barang dari

gudang barat, tentukan probabilitas persentase

barang yang cacat dalam gudang barat 2% lebih

banyak dibanding gudang timur!

(18)

(

)

(

)

(

)

(

)

0,023

0,95

0,05

0,9

0,1

p

-1

p

p

-1

p

sampel

dalam

timur

gudang

di

cacat

yang

barang

proporsi

sampel

dalam

barat

gudang

di

cacat

yang

barang

proporsi

0,05

p

200,

n

:

timur

Gudang

0,1

p

300,

n

:

barat

Gudang

:

Jawab

2 2 1 1 2 1 2 2 1 1

=

+

=

+

=

σ

=

=

=

=

=

=

(

)

(

)

(

)

(

)

(

) (

) (

) (

)

(

)

(

-

0

,

02

)

P

(

Z

-1,3

)

0,5

0,4032

0,9032

90,32%

P

adalah

asnya

probabilit

Jadi

1,3

-023

,

0

0,05

-02

,

0

Z

:

diperoleh

sehingga

0,02

-pˆ

maka

timur

gudang

di

daripada

banyak

lebih

2%

barat

gudang

di

cacat

barang

Karena

023

,

0

0,05

-0,1

-pˆ

-pˆ

p

-p

-pˆ

-pˆ

Z

0,023

200

0,95

0,05

300

0,9

0,1

n

p

-1

p

n

p

-1

p

2 1 2 1 pˆ -pˆ 2 1 2 1 2 2 2 1 1 1 pˆ -pˆ 2 1 2 1

=

=

+

=

>

=

>

=

=

>

=

σ

=

=

+

=

+

=

σ

(19)

1.

Pada suatu pengiriman barang yang terdiri

dari 2000 tube elektronika telah diketahui

terdapat 600 unit tube yang tidak memenuhi

standar mutu. Jika sampel acak sebanyak 500

unit dipilih dari populasi tersebut tanpa

unit dipilih dari populasi tersebut tanpa

pengembalian, berapakah probabilitas sampel

populasi yang tidak memenuhi standar mutu :

a. akan kurang dari 150/500

b. antara 144/500 sampai dengan 145/500

c. lebih besar dari 164/500

(20)

2. Besi baja yang diproduksi perusahaan A

mempunyai rata-rata daya regang sebesar

4500 lbs dan variansi sebesar 40000 lbs,

sedangkan yang diproduksi perusahaan B

mempunyai rata-rata daya regang sebesar

4000 lbs dan variansi sebesar 90000 lbs.

4000 lbs dan variansi sebesar 90000 lbs.

Misalkan sampel random sebanyak 50 diambil

dari perusahaan A dan sampel random

sebanyak 100 diambil dari perusahaan B,

berapakah probabilitas rata-rata daya regang

beda dua rata-rata dari dua sampel itu yang

lebih besar dari 600 lbs?

(21)

Sifat Distribusi Sampling

Sifat Distribusi Sampling

Sifat Distribusi Sampling

Sifat Distribusi Sampling ::::

1.

Jika sampel random dengan n elemen diambil

dari suatu populasi dengan mean µ dan

variansi

, maka distribusi sampling harga

mean mempunyai mean =

dan variansi =

2.

Jika populasinya berdistribusi normal, maka

distribusi sampling harga mean berdistribusi

normal juga

normal juga

3.

Jika sampel-sampel random diambil dari suatu

populasi yang berdistribusi sembarang dengan

mean µ dan variansi

, maka untuk n > 30 :

(22)

Sampel Random

Sampel Random

Sampel Random

Sampel Random

:

1.

Dengan Pengembalian

:

dan

atau

2.

Tanpa Pengembalian

:

dan

Jika N sangat besar relative terhadap n, (

N

Jika N sangat besar relative terhadap n, (

N

tidak disebutkan

), maka :

atau

(23)

Di depan telah dikemukakan bahwa sampel harus

sedemikian

rupa

sehingga

kita

dapat

membuat

inferensi/menarik kesimpulan tentang populasi setepat

setepat

setepat

setepat

mungkin

mungkin

mungkin

mungkin. Mengapa sampel acak ?. Dalam setiap kegiatan

analisis data/statistik boleh dikatakan selalu dituntut

keacakan sampel. Hal ini mengingat bahwa sampel acak

memiliki

sifat-sifat

matematik

yang

sangat

menguntungkan

baik

yang

menyangkut

parameter,

maupun yang menyangkut bentuk distribusi.

maupun yang menyangkut bentuk distribusi.



Yang

Yang menyangkut

Yang

Yang

menyangkut

menyangkut

menyangkut parameter.

parameter.

parameter.

parameter.

Misalkan µ dan σ

2

adalah mean dan variansi suatu

populasi. Jadi σ adalah deviasi standarnya. Dari populasi

ini diambil sampel acak berukuran n, yang diberi

lambang X

1

, X

2

, . . . , X

n

. Kita tuliskan kembali rata-rata

sampel (

sample mean

) dan variansi sampel s

2

sebagai

berikut (s adalah standar deviasi sampel).

(24)
(25)



Jelas harga

dan s

2

tergantung dari sampel acak yang

terambil. Jika untuk setiap sampel acak yang mungkin kita

hitung harga masing-masing rata-rata sampel , maka

harga-harga ini akan memiliki distribusi tersendiri. Dengan

demikian

memiliki parameter rata-rata tersendiri dan

variansi tersendiri. Rata-rata dari (atau rata dari

rata-rata sampel/

mean of sample mean

) diberi lambang m( ).

Sedangkan variansi dari

(variansi dari rata-rata sampel)

diberi

lambang

Var(

).

Selanjutnya,

deviasi

standar

dari diberi lambang sd(

). Mengingat bahwa sampel adalah

himpunan bagian dari populasi, maka tentunya;



a. Harga rata-rata sampel akan menggambarkan harga

mean populasi µ.



b. Harga variansi sampel s

2

akan menggambarkan harga

(26)

 Sekali lagi, sampel harus menjamin bahwa inferensi/kesimpulan tentang

populasi dapat dilakukan setepatsetepatsetepatsetepat mungkinmungkinmungkinmungkin. Pengertian setepatsetepatsetepatsetepat mungkinmungkinmungkinmungkin ini sekarang dapat dirumuskan sebagai berikut. Seberapa tepatkah mampu menggambarkan µ ?. Berikut adalah tiga sifat yang menggambarkan hubungan dan µ.



Sifat

Sifat 1

Sifat

Sifat

1

1.

1

Rata-rata dari rata-rata sampel sama dengan mean populasi.

Artinya,

Contoh

Contoh

Contoh

Contoh

....

Contoh

Contoh

Contoh

Contoh

....

 Misalkan kita mempunyai populasi yang terdiri atas 5 orang mahasiswa {A, B,

C, D, E} dan kita tertarik untuk meneliti tinggi badannya. Sebut saja tinggi badan itu X. Bila tinggi badan dari A, B, C, D, dan E berturut-turut adalah (dalam cm): 162, 168, 170, 165, 160

maka kita berhadapan dengan populasi nilai X, atau biasa disebut populasi X, yakni himpunan {162, 168, 170, 165, 160}.

Dari populasi ini diambil sampel acak berukuran n = 2 tanpa pengembalian. a. Tentukan semua sampel acak yang mungkin.

b. Carilah rata-rata untuk setiap sampel acak yang mungkin. c. Periksa apakah

(27)

Penyelesaian

.

a. Karena sampel diambil tanpa pengembalian, maka ada = 10 buah sampel yang mungkin seperti terlihat pada himpunan berikut.

W = {(A, B), (A, C), (A,D), (A,E), (B,C), (B,D), (B,E), (C,D), (C,E), (D,E)} W adalah himpunan semua sampel acak yang mungkin

b. Rata-rata untuk setiap sampel acak yang mungkin disajikan pada Tabel 1 di bawah.

Dari Tabel 1 itu kita peroleh populasi , atau himpunan semua nilai yang mungkin, yakni

{165; 166; 163,5; 161; 169; 166,5; 164; 167,5; 165; 162,5}

Tabel 1. Nilai yang mungkin

Sampel Data Tinggi Badan Rata-rata sampel

(A,B) (162, 168) (162 + 168)/2 = 165 (A,C) (162, 170) (162 + 170)/2 = 166 (A,D) (162, 165) (162 + 165)/2 = 163,5 (A,E) (162, 160) (162 + 160)/2 = 161 (B,C) (168, 170) (168 + 170)/2 = 169 (B,D) (168, 165) (168 + 165)/2 = 166,5 (B,E) (168, 160) (168 + 160)/2 = 164 (C,D) (170, 165) (170 + 165)/2 = 167,5 (C,E) (170, 160) (170 + 160)/2 = 165

(28)

c. Untuk memeriksa apakah , kita hitung m( ) dan m.

(1). Mean populasi µ adalah (ingat anggota populasinya ada 5),

µ = (162 + 168 + 170 + 165 + 160)/5

= 825/5 = 165

(2). Mean dari adalah (ingat anggota populasi ada 10),

= (165 + 166 + 163,5 + 161 + 169 + 166,5 + 164 + 167,5 + 165 + 162,5)/10

= 1650/10 = 165 Tampak bahwa

Catatan

. Hubungan µ = tetap berlaku untuk pengambilan sampel dengan pengembalian seperti akan terlihat pada contoh berikutnya.

(29)

Sifat

Sifat

Sifat

Sifat 2

2

2

2.

standar Deviasi dari

sama dengan standar deviasi populasi

dibagi ukuran sampel n. Artinya,

Catatan

Catatan

Catatan

Catatan

.... sd(

) disebut juga galat standar (GS). Berdasarkan Sifat 1 dan

Sifat 2, populasi mempunyai mean µ dan variansi σ

2

/n.

Contoh

Contoh

Contoh

Contoh

....

Perhatikan lagi populasi 5 orang mahasiswa {A, B, C, D, E}. Populasi tinggi

badannya X adalah {162, 168, 170, 165, 160}. Dari populasi ini diambil

sampel acak berukuran n = 2 dengan pengembalian.

sampel acak berukuran n = 2 dengan pengembalian.

a. Hitunglah variansi populasi.

(30)

Penyelesaian

.

a.

Variansi populasi,

, k = banyaknya anggota populasi X.

= {(162 - 165)2 + (168 - 165)2 + (170 - 165)2 + (165 - 165)2 + (160 - 165)2}/5

= (9 + 9 + 25 + 0 + 25)/5 = 13.6

b. Apakah

?.

Ada 25 sampel yang mungkin, yakni

W = {(A,A), (A,B), (A,C), (A,D), (A,E),

(B,A), (B,B), (B,C), (B,D), (B,E),

(B,A), (B,B), (B,C), (B,D), (B,E),

(C,A), (C,B), (C,C), (C,D), (C,E),

(D,A), (D,B), (D,C), (D,D),(D,E),

(E,A), (E,B), (E,C), (E,D), (E,E)}

Jadi, populasi adalah,

{162; 165; 166; 163,5; 161; 165; 168; 169; 166,5; 164;

166; 169; 170; 167,5;165; 163,5; 166,5; 167,5; 165;

162,5; 161; 164; 165; 162,5; 160}

(31)

162 = rata-rata tinggi badan A dan A, 165 = rata-rata tinggi badan A dan B, dst.

Sekarang kita hitung rata-rata dari ,

m( ) = (162 + 165 + 166 + 163,5 + 161 + 165 + 168 + 169 + 166,5 + 164 + 166 + 169 + 170 + 167,5 + 165 + 163,5 + 166,5 + 167,5 + 165 + 162,5 + 161 + 164 + 165 + 162,5 + 160)/25

= 165

Selanjutnya kita hitung variansi dari ,dengan m adalah banyaknya anggota populasi , yang sama dengan 25.

Dari perhitungan diperoleh Var( ) = 6,8 dan sd( ) = 2,607681

Diketahui s2 = 13,6 dan n = 2. Dengan demikian, s/ = 2,607681. Jadi, jika

sampel diambil dengandengandengandengan pengembalian, tampak bahwa .

Catatan

. Apabila sampel diambil tanpa pengembalian, maka ,

(32)

Var( ) = {(165 - 165)2 + (166 - 165)2 + (163,5 - 165)2 + (161 - 165)2 + (169

-165)2 + (166,5 - 165)2 + (164 - 165)2 + (167,5 - 165)2 + (165 - 165)2

+ (162,5 - 165)2} /10

= 5,1

Dengan demikian sd( ) = 2,258318. Ternyata jika sampel diambil tanpatanpatanpatanpa pengembalian, maka

(33)

Sifat 3 (Hukum Bilangan Besar).

Jika n ® ¥ , maka harga ® m.

Yang menyangkut bentuk distribusi.

Ke tiga sifat di atas adalah sifat yang sangat fundamental tentang parameter

mean dan parameter variansi dari rata-rata sampel acak . Berikut adalah sifat

fundamental yang menyangkut bentuk distribusi dari . Sifat ini terkenal dengan

nama dalil limit pusat/central limit theorem.

Sifat 4 (Dalil Limit Pusat/Central Limit Theorem). Jika n ® ¥ , maka bentuk

distribusi dari populasi

mendekati distribusi normal dengan mean m dan

distribusi dari populasi

mendekati distribusi normal dengan mean m dan

variansi s

2

/n, disingkat ~ N(m, s

2

/n).

(34)

Contoh

Contoh

Contoh

Contoh::::

Nilai kesalahan baku dari nilai tengah penarikan sampel

berukuran 36 sebuah populasi adalah 2, berapa ukuran sampel

tersebut harus dinaikkan agar kesalahan bakunya = 1,2?

Jawab

Jawab

Jawab

Jawab::::

Diketahui sampel dengan n = 36 dan

=2

Bila diinginkan

= 1,2 berapa n?

x

σ

x

σ

)

(

144

4

2 2 2 2

=

=

=

σ

σ

σ

nilai

σ

ini

tetap

σ

100

144

44

,

1

2

,

1

)

(

144

36

4

2 2 2

=

=

=

=

=

=

=

n

n

n

maka

diinginkan

Bila

tetap

ini

nilai

n

x x x

σ

σ

σ

σ

σ

σ

σ

σ

Gambar

Tabel 1. Nilai yang mungkin

Referensi

Dokumen terkait

Jika dari populasi normal (varians =  2 ) diambil sampel acak berukuran n, maka varians sampel (s 2 ) akan membentuk distribusi peluang (disebut distribusi sampling

Dari uraian di atas didapat : jika sampel random berukuran n diambil dari sebuah populasi berukuran N dengan rata-rata dan simpangan baku , maka distribusi rata-rata

(Sampel yang sudah diambil, berpeluang diambil lagi) dari suatu populasi terhingga berukuran N yang mempunyai nilai tengah µ dan simpangan baku σ maka untuk n yang cukup besar

Sampel acak diambil dari suatu populasi terhingga berukuran N yang berdistirbusi normal mempunyai rata-rata (µ) dan simpangan baku (e), untuk ukuran sampel acak n yang

sampel dimana sampel berukuran n diambil dari populasi berukuran N , dengan cara sedemikian sehingga setiap sampel yang mungkin mempunyai probabilitas yang sama untuk

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,