29
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
3.1.1 Sejarah Singkat
Tahun 1943, terdapat dua usaha angkutan di zaman pendudukan Jepang Jawa Unyu Zigyosha yang mengkhususkan diri pada angkutan barang dengan truk, gerobak/cikar dan Zidosha Sokyoku yang melayani angkutan penumpang dengan kendaraan bermotor/bus.
Tahun 1945, setelah Indonesia merdeka, dibawa pengelolaan Kementrian Perhubungan RI, Jawa Unyu Zigyosha berubah nama menjadi “Djawatan Pengangkoetan” untuk angkutan barang dan Zidosha Sokyoku beralih menjadi “Djawan Angkutan Darat” untuk angkutan penumpang.
25 November 1946, kedua djawatan itu digabungkan berdsarkan Makloemat Menteri Perhubungan RI No.01/DAM/46 dibentuklah “Djawatan Angkoetan Motor Republik Indonesia”, disingkat DAMRI, dengan tugas utama menyelenggarakan pengangkutan darat dengan bus, truk, dan angkutan bermotor lainnya.
Tugas ini pulalah yang menjadikan semangat “Kesejahteraan” DAMRI yang telah memainkan peranan aktif dalam kiprah
perjuangan mempertahankan kemerdekaan melawan agresi Belanda di Jawa.
Tahun 1961, terjadi peralihan status DAMRI menjadi Badan Pimpinan Umum Perusahaan Negara (BPUPN) berdasarkan PP No.233 Tahun 1961, yang kemudian pada tahun 1965 BPUPN dihapus dan DAMRI ditetapkan menjadi Perusahaan Negara (PN).
Tahun 1982, DAMRI beralih status menjadi perusahaan umum (PERUM) berdasarkan PP No.30 Tahun 1984, selanjutnya dengan PP No.31 Tahun 2002, hingga saat ini. Dimana PERUM DAMRI diberi tugas dan wewenang untuk menyelenggarakan jasa angkutan umum untuk penumpang dan atau barang diatas jalan dengan kendaraan bermotor.
Saat ini DAMRI merupakan salah satu perusahaan atau badan usaha yang dimiliki pemerintah dibawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
3.1.2 Visi Perusahaan
Menjadi penyedia jasa angkutan jalan yang aman, terjangkau, berkinerja unggul andalan masyarakat Indonesia dan regional Asean.
3.1.3 Misi Perusahaan
1. Menyajikan layanan angkutan jalan berkelas dunia (World Class Land Transportation Provider) yang aman (Safe) berkualitas prima (High Quality Service) dan terjangkau (Affrodable) yang dapat
memuaskan pengguna jasa (Customer Satisfaction) di Indonesia dan regional Asean.
2. Menjalankan prinsip pengelolaan perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dalam rangka memenuhi harapan stake holder.
3. Mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi sosial budaya nasional serta regional Asean sekaligus menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3.1.4 Bidang Usaha
Bidang usaha di Perusahaan Umum Damri meliputi berbagai macam angkutan bidang transportasi darat. Bidang usaha PERUM DAMRI dimulai dari angkutan antar kota, angkutan barang, angkutan travel / pariwisata, angkutan antar negara, angkutan bus kota, angkutan keperintisan, dan angkutan bandara.
3.1.5 Produk-Produk
Pelayanan dalam jaringan trayek Kota (dalam wilayah kota, Ibu kota profinsi dan Kabupaten). Jaringan Pelayanan meliputi 12 (dua belas) kota di Indonesia Meliputi Medan, Batam, SBU Koridor 1 & 8, SBU Koridor 11, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, Jember, Denpasar, Makassar, dan Manado.
Gambar 3.1 Transjakarta sebagai angkutan umum DKI Jakarta
Gambar 3.2 Bus Angkutan Dalam Kota
Pelayanan dalam jaringan Trayek Antar Kota Antar Profinsi (AKAP) dan meliputi Antar Kota Dalam Profinsi (AKDP). Jaringan Pelayanan meliputi 28 Kota besar di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. UPT yang melayani Angkutan Antar kota yaitu Banda Aceh, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Bogor, Bandung, Purwokerto, Cilacap, Purworejo, Pontianak, Banjar Masin, Samarinda, Palang karaya,
Malang, Ponorogo, Banyuwangi, Pamekasan, Denpasar, Mataram, Kefamenanu, Kendari, Palu, Jayapura, dan Ambon.
Gambar 3.3 Bus Angkutan Antar Kota DAMRI
Unit Angkutan Travel merupakan salah satu unit kerja pada Perum DAMRI yang Khusus melayani angkutan dengan menggunakan kendaraan minibus. Dalam kegiatannya unit ini juga bekerjasama dengan Depnakertrans dalam pengangkutan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari terminal kedatangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke daerah-daerah asal TKI.
Unit Angkutan Khusus Bandara Perum DAMRI, merupakan salah satu segmen pelayanan yang saat ini beroperasi dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta (Bandara Soetta). Melayani trayek strategis di wilayah Jabotabek antara lain Blok M, Gambir, Kemayoran, Rawamangun, Bekasi, Kampung Rambutan, Pasar Minggu, Lebak Bulus, Bogor dan Jababeka. Disurabaya melayani trayek Bandara Juanda-Tanjung Perak dan Bandara Juanda-Gresik. Pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan ini akan terus memberikan pelayanan terbaiknya dengan tarif relative murah, aman dan nyaman. Disamping itu layanan DAMRI untuk penumpang dari dan kebandara juga ada di Nangro Aceh Darussalam (Banda Aceh), Padang, Pangkal Pinang, Palembang, Jambi, Jogjakarta, Mataram, Ambon, Makasar, Batam, Makassar dan Jayapura.
Angkutan barang melayani pengiriman barang dengan menggunakan Truk Box. Disamping melayani angkutan barang regular juga melakukan kerjasama dengan PT. Pos Indonesia untuk tujuan Medan, Dumai, Surabaya dan Mataram. Angkutan barang perum Damri tersebar di beberapa wilayah di Indonesia antara lain Angkutan barang/paket Jakarta, Pontianak, Palangkaraya, Denpasar, Makassar, Palu, Ambon dan Gorontalo.
Gambar 3.6 Unit Angkutan Barang DAMRI
DAMRI mempelopori transportasi lintas-batas antar Negara
Indonesia Malaysia, dengan melayani trayek dari
Pontianak (Indonesia) tujuan Kuching (Malaysia). Selain itu DAMRI juga telah membuka layanan baru dari Pontianak menuju Brunai Darussalam.
Gambar 3.7 Bus Angkutan Antar Negara DAMRI
Melayani angkutan di daerah-daerah terisolir sebagai angkutan perintis, dimana di daerah tersebut tidak tersedia sarana angkutan yang memadai dengan tarif yang terjangkau. Kegiatan ini dilaksanakan di 29 kota diseluruh Indonesia.
3.1.6 Struktur Organisasi
Berikut ini adalah struktur organisasi dari kantor pusat Perusahaan Umum Damri (PERUM DAMRI) :
Gambar 3.9 Struktur Organisasi PERUM DAMRI
3.1.7 Uraian Tugas dan Tanggung Jawab
Berikut adalah uraian tugas dan tanggung jawab dari struktur organisasi Perusahaan Umum DAMRI :
1. Dewan Pengawas :
a) Anggota Dewan Pengawas baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri setiap waktu berhak memeriksa buku- buku, surat-surat bukti, memeriksa dan mencocokkan keadaan uang kas untuk keperluan verifikasi, surat berharga dan lain-lain.
b) Mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh direksi staff dan kepegawaian PERUM DAMRI.
c) Anggota Dewan Pengawas berhak menanyakan dan meminta penjelasan tentang segala hal mengenai hasil kinerja kepada direksi dan direksi wajib memberikan penjelasan.
d) Harus mengetahui segala kebijakan dan tindakan yang akan dijalankan oleh direksi PERUM DAMRI.
e) Memberikan Nasihat kepada Direksi dalam melaksanakan kegiatan kepengurusan perusahaan.
2. Direktur Utama :
a) Mengkoordinasikan dan mengendalikan keiatan-kegiatan dibidang administrasi keuangan, kepegawaian dan kesekretariat.
b) Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan pengadaan dan perlengkapan angkutan umum.
c) Merencanakan dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan serta pembelanjaan dan kekayaan perusahaan.
d) Memimpin seluruh dewan atau komite eksekutif PERUM DAMRI.
3. Direktur Usaha :
a) Bertugas untuk mengkoordinasikan sistem pemasaran dan pengembangan usaha.
b) Meningkatkan dan mengevaluasi strategi pemasaran.
c) Merencanakan tujuan yang ingin dicapai dari hasil pengembangan usaha.
d) Meningkatkan kualitas pelayanan jasa PERUM DAMRI terhadap masyarakat.
e) Memberikan keyakinan atas jaminan keselamatan dan kualitas jasa.
4. Direktur Teknik :
a) Mengevaluasi sistem perencanaan pengadaan alat transportasi angkutan umum.
b) Meningkatkan sistem pemeliharaan dan perawatan kendaraan transportasi angkutan umum DAMRI.
5. Direktur Keuangan, SDM dan Adm. Umum :
1. Mengkoordinasikan sistem perbendaharaan perusahaan.
2. Mengatur dan mengevaluasi kinerja pengembangan sumber daya manusia.
3. Melakukan pengendalian terhadap pengawasan dan pengelolaan asset perusahaan.
6. Satuan Pengawasan Intern :
a) Melakukan analisis dan kajian terhadap rencana investasi perusahaan.
b) Melakukan penilaian terhadap sistem pengendalian pengelolaan, pemantauan efektifitas dan efisiensi sistem dan prosedur, dalam bidang keuangan, operasi, pemasaran, sumber daya manusia, dan pengembangan.
c) Melakukan penilaian dan pemantauan mengenai system pengendalian informasi dan komunikasi antara pimpinan dan karyawan.
d) Melaksanakan tugas khusus dalam lingkup pengendalian intern yang ditugaskan oleh Direktur utama PERUM DAMRI.
3.2 Model Penelitian
3.2.1 Observasi
Penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan model yang pertama yaitu observasi. Dimana penulis melakukan penelitian secara langsung ke kantor pusat PERUM DAMRI untuk mencari tahu kesalahan dan bagaimana sistem kinerja pengendalian manajemen beserta sistem informasi akuntansi yang di pakai oleh PERUM DAMRI.
Hasil observasi penelitian yang penulis dapatkan adalah sebagai berikut :
1. Penulis melakukan penelitian di kantor pusat PERUM DAMRI dan hanya mengambil data untuk daerah JABODETABEK (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).
2. Penulis mengambil data trayek yang ditempuh oleh setiap angkutan umum Damri.
3. PERUM DAMRI menyediakan layanan jasa angkutan umum yang terdiri dari :
1. Angkutan Antar Kota
Pelayanan dalam jaringan Trayek Antar Kota Antar Profinsi (AKAP) dan meliputi Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Jaringan pelayanan meliuti 28 kota besar di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.
2. Angkutan Barang
Angkutan barang melayani pengiriman barang dengan menggunakan Truk Box. Disamping melayani angkutan barang reguler juga melakukan kerjasama dengan PT. Pos Indonesia untuk tujuan Medan, Dumai, Surabaya dan Mataram.
3. Angkutan Travel
Unit ankutan travel merupakan salah satu unit kerja pada Perum DAMRI yang khusus melayani angkutan dengan menggunakan kendaraan minibus.
4. Angkutan Antar Negara
DAMRI memperoleh transportasi lintas-batas antar Negara Indonesia Malaysia, dengan melayani trayek dari Pontianak (Indonesia) tujuan Kuching (Malaysia). Selian itu DAMRI juga telah membuka layanan baru dari Pontianak menuju Brunai Darussalam.
5. Angkutan Bus Kota
Pelayanan dalam jaringan trayek Kota (dalam wilayah kota, Ibu kota profinsi dan Kabuten). Jaringan Pelayanan meliputi 12 (dua belas) kota di Indonesia meliputi Medan, Batam, SBU koridor 1 & 8, SBU Koridor 11, Bandung, Surakarta, Surabaya, Jember, Denpasar, Makassar, Manado.
6. Angkutan Keperintisan
Melayani angkutan di daerah-daerah terisolir sebagai angkutan perintis, dimana di daerah tersebut tidak tersedia sarana angkutan yang memadai dengan tarif yang terjangkau.
7. Angkutan Bandara
Unit Angkutan Khusus Bandara Perum DAMRI, merupakan salah satu segmen pelayanan yang saat ini beroperasi dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta.
3.2.2 Wawancara
Penulis melakukan mengambil metode penelitian dengan melakukan tanya jawab dengan pihak internal perusahaan, serta mencari tahu bagaimana pendapat masyarakat mengenai kepuasan penyediaan pekayanan angkutan umum DAMRI.
3.2.3 Dokumentasi
Penulis melakukan pendokumentasian mengenai sistem informasi akuntansi dan penerapan kinerja sistem pengendalian manajemen PERUM DAMRI. Berikut pola sistem informasi akuntansi yang diterapkan :
Gambar 3.10 Proses Sistem Informasi Akuntansi PERUM DAMRI
3.2.4 Konfirmasi
Penulis mendapatkan jawaban konfirmasi secara langsung dari pihak HRD (Human Research Departmen) dalam melakukan pengumpulan data dari perusahaan umum DAMRI. PERUM DAMRI mendapatkan pendapatan melalui hasil penjualan jasa angkutan umum di Indonesia. PERUM DAMRI mendapatkan anggaran belanja secara langsung melalui kementerian perhubungan untuk mengurusi segala sesuatu yang berkaitan dengan transportasi baik darat, laut, maupun udara.
Data management
Pihak internal perusahaan PERUM DAMRI sudah memberikan pernyataan sesuai dengan data yang penulis terima, dimana setiap pegawai atau anggota yang bekerja di perusahaan tersebut sudah melewati pengujian melalui Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Hal ini dilakukan karena PERUM DAMRI merupakan perusahaan dalam negeri yang berada di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
3.2.5 Proses Analisis
Memahami bagaimana bekerjanya suatu proses merupakan hal penting untuk memastikan berjalannya suatu sistem yang diterapkan oleh perusahaan. Suatu proses yang tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan akan merugikan perusahaan tersebut setiap menit perusahaan tersebut beroperasi.
Suatu proses adalah setiap bagian dari organisasi yang mengambil input dan mentransformasikannya menjadi output, yang diharapkan akan memiliki nilai tambah bagi organisasi dibandingkan dengan input awalnya. PERUM DAMRI mendapatkan tambahan 25 unit angkutan umum dalam hal ini bus.
Pemerintah memberikan sejumlah anggaran agar dapat melakukan beberapa perbaikan terhadap unit kendaraan yang memiliki kerusakan tidak cukup berat, sedangkan untuk unit kendaraan yang sudah tua, pihak DAMRI sudah tidak lagi mempertahankannya.
3.2.1.5 Sistem dan Program Flowcharts
Sistem flowchart adalah sistem yang digunakan oleh kedua auditor dan sistem personalia. Sistem flowcharts mengidentifikasi operasi aliran keseluruhan atau papan dalam suatu sistem. Flowchart sistem menunjukkan di mana input berasal, urutan dan cara pengolahan, serta disposisi dari output. Sistem flowachart berfokus pada media dan fungsi pengolahan daripada fungsi pengolahan secara individu.
3.2.2.5 Simbol Flowchart
Simbol dasar meliputi simbol input atau output, simbol proses, simbol aliran garis, dan anotasi, simbol komentar.
Input/Output
Process
Flowline
Annotation
3.2.3.5 Data Flow Diagram
Penulis menggunakan data flow diagram agar dapat memperoleh pengembangan sistem dalam analisis perancangan sistem. Analisis sistem sering bertindak sebagai penghubung komunikasi antara pengguna yang menginginkan beberapa jenis pengolahan berbasis komputer dan staf pendukung yang benar-benar akan mempersiapkan desain fisik sistem untuk memenuhi kebutuhan pengguna.
Name Simbol Arti
Terminator Merupakan sumber dan tujuan data
Process Tugas dan fungsi yang dijalankan
Data Store Repositori data
Data Flow Jaringan komunikasi
Penulis mendapatkan data mengenai sistem penyaluran gaji PRUM DAMRI, berikut metode dasar melalui data flow diagram for payroll :
Gambar 3.13 DFD DAMRI Payroll Processing
Penulis mendapatkan beberapa hal penting tentang pembangunan DFD seperti yang digambarkan di atas :
1. DFD harus terdiri hanya dari simbol DFD itu sendiri 2. Setiap simbol dalam DFD, termasuk setiap flowline yang
dibuat, harus diberi label.
3. Aliran logika harus jelas, dengan semua sumber dan tujuan data dijelaskan pada DFD.
3.2.4.5 Data Manajemen
Data akuntansi dapat ditemukan di berbagai file, namun untuk jenis file yang dominan dalam dokumen sistem informasi akuntansi. Penulis membahas transaksi dalam bagian dari data penerima yang sebelumnya. Setiap pencatatan
Process Payroll Data
Timekeeping Employees
dalam file induk sudah mencakup unsur-unsur data yang relevan.
3.2.5.5 Prosedur Manajemen
Untuk menangkap dan menggunakan data, kita perlu prosedur pengkajian, atau langkah-langkah yang logis. Rangkaian langkah-langkah yang memungkinkan kita untuk menyelesaikan prosedur, seperti posting entri jurnal umum ke buku besar. Pengolahan data menggunakan prosedur yang berbeda dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori: pengumpulan data, pemeliharaan data, dan pembaharuan informasi data.
1. Pengumpulan data, karyawan memulai hari kerja mereka dengan mencatat pada kartu pengumpulan data terutama faktur penjualan untuk pesanan pengiriman barang sudah dipersiapkan hari ini dan dimasukkan ke dalam pencatatan jurnal.
2. Pemeliharaan data, PERUM DAMRI menggunakan akun pencatatan hutang yang diperbaharui menggunakan pengeluaran kas.
3. Pembaharuan informasi, PERUM DAMRI memperbaharui setiap data informasi dengan sebuah laporan piutang penuaan yang disusun dengan menggunakan akun piutang perusahaan.
3.2.6.5 Rencana Proses Pengolahan Data
Berikut merupakan proses pengolahan data yang direncanakan untuk memisahkan fungsi personil terkait dalam departemen proses pengolahan data :
1. System Analysis, bertanggung jawab untuk pengembangan
desain umum sistem aplikasi komputer.
2. Programmers, bertanggung jawab mengembangkan
program-program yang menghasilkan output ke komputer. Mereka merancang kode program baru untuk dikembangkan berdasarkan spesifikasi yang disediakan oleh sistem analis.
3. Computer Operators, bertanggung jawab mengoperasikan
peralatan komputer yang memiliki daftar program yang rinci.
4. Librarian, berfungsi sebagai penyimpanan program
komputer dan dokumentasi.
5. Data Control Clerks, bertanggung jawab untuk
mengembangkan pengendalian atas pekerjaan dan input data untuk diproses.
3.3 Evaluasi Sistem yang Berjalan
Dalam melakukan survey, observasi, dan menganalisis setiap data yang didapat secara langsung dari kantor pusat Perusahaan Umum DAMRI, penulis mendapat beberapa permasalahan dan pelaksanaan daris sistem yang sudah diterapkan oleh PRUM DAMRI. Berikut beberapa poin permasalahan
yang penulis dapat beserta rekomendasi yang diusulkan untuk masalah tersebut :
1. Permintaan layanan angkutan umum dari masyarakat atas kualitas layanan jasa masih kurang dan tidak memuaskan. Berdasarkan data perusahaan, PERUM DAMRI melakukan pembaharuan unit tidak berdasarkan ketentuan secara tetap.
Hal ini menyebabkan perusahaan dapat mengalami pengurangan pendapatan karena mereka masih memiliki beberapa angkutan umum yang tidak dapat dipakai lagi. Pembaharuan unit ini dilakukan apabila ada unit angkutan umum yang sudah tidak dapat beroperasi kembali. Perusahaan juga masih sering mendapatkan komplain atau protes dari masyarakat atas kenyamanan dan pelayanan melalui jasa angkutan umum mereka.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perusahaan telah mengajukan dan menyampaikan permintaan pembaharuan data untuk dibuatkan sistem informasi yang sesuai dengan kinerja perusahaan, dimana perusahaan seharusnya menetapkan periode jangka waktu penggunaan angkutan umum agar dapat di perbaiki dan dirawat secara berkala.
2. Penggunaan data yang masih manual menjadi salah satu kendala perusahaan dalam menjalakan proses sistem informasi akuntansi. Kurangnya kebutuhan peralatan barang elektronik seperti komputer membuat PERUM DAMRI sulit untuk mengendalikan pengembangan dalam bidang sumber daya manusia. Perusahaan tidak dapat mengendalikan penerapan sistem informasi secara baik karena masih
menggunakan cara manual, dan hanya melakukan komunikasai melalui pengiriman email secara berkala.
Dengan demikian penulis membuat usulan yang dapat membangun sebuah proses pengendalian sistem informasi akuntansi yang baru dan sistem pengendalian manajemen yang baik bagi perusahaan umum DAMRI sehingga dapat menghasilkan suatu proses yang terintegrasi secara benar dan perencanaan masa depan PERUM DAMRI.