1 | GKI Denpasar
Tata Liturgi Minggu (Minggu Biasa)
“Diutus Menghadirkan Tanda Kerajaan Allah”
Minggu, 14 Juni 2020
Pelayan Firman: Pnt. Maureen Christine
--- PF = Pelayan Firman; Pnt = Penatua; J : Jemaat
1. SAAT HENING
2. NYANYIAN JEMAAT
Haleluya! Pujilah (KJ 1 : 1 – 2)
Syair dan lagu: Subronto Kusumo Atmodjo 1978
Refrein
Haleluya! Pujilah
Allah Yang Agung, Mahaesa Dalam Kristus kita kenal Allah Yang Hidup, Bapa kekal!
1. Langit, buana, semesta patut memuji kuasa-Nya,
kar’na berkat-Nya tak henti limpah kasih-Nya tak terperi.
Refrein
2. Wahai dunia, soraklah! Angkat suaramu, nyanyilah!
Tabuhlah tifa dan gendang, iringi puji dalam tembang!
Refrein
3. VOTUM & SALAM
PF : Marilah kita mengawali kebaktian Minggu ini dengan sebuah pengakuan bahwa pertolongan kita adalah nama Tuhan,
yang menjadikan langit & bumi.
J : (Jemaat menyanyikan: “Amin” – NKB 228)
PF : Kasih karunia & damai sejahtera dari Allah, Bapa kita & dari Tuhan Yesus Kristus menyertai Saudara sekalian!
J : Dan menyertai Saudara juga
2 | GKI Denpasar
4. KATA PEMBUKA
PF : (menyampaikan tema kotbah & tujuannya)
Saudara, setiap kali sesudah membaca kitab Injil atau bacaan kitab lainnya, kita selalu mendengarkan kalimat berbahagialah setiap orang yang membaca dan melakukannya di dalam kehidupan sehari-hari.
Saudara, kenapa kalimat itu perlu digaungkan setiap kali kita membaca Alkitab? Karena kita diingatkan lagi dan lagi bahwa kita bukan hanya membaca atau mendengarkan tetapi juga melakukan Firman Tuhan. Kita bukan hanya tahu akan firman Tuhan tetapi juga mau melakukan firman Tuhan. Karena kita diutus menghadirkan tanda kerajaan Allah dalam keseharian hidup kita.
Tapi mungkin kita bingung, bagaimana mungkin kita menghadirkan tanda kerajaan Allah di tengah dunia? Tanda-tanda Kerajaan Allah yang seperti apa yang harus kita hadirkan dalam keseharian hidup kita?
Semua jawaban pertanyaan ini akan kita temukan dalam bacaan Injil nanti. Kiranya melalui firman Tuhan hari ini kita kembali ingat bahwa kita ada, karena kita diutus menghadirkan tanda Kerajaan Allah.
5. NYANYIAN JEMAAT Kuutus ‘Kau (PKJ 182 : 1 - 2)
Syair: So Send I You; E. Margaret Clarkson (1915), Terjemahan: Tim Nyanyian GKI, 1990,
Lagu: John W. Peterson (1921), (c) Singspiration Inc.
1. Kuutus ‘kau mengabdi tanpa pamrih, berkarya t’rus dengan hati teguh, meski dihina dan menanggung duka;
Kuutus ‘kau mengabdi bagiKu.
2. Kuutus ‘kau membalut yang terluka, menolong jiwa sarat berkeluh,
menanggung susah dan derita dunia,
3 | GKI Denpasar Kuutus ‘kau berkorban bagiKu.
6. DOA PENGAKUAN DOSA
7. NYANYIAN JEMAAT
Tuhanku Bila Hati Kawanku (KJ 467 : 1 - 2)
Syair: If I Have Wounded Any Soul Today / An Evening Prayer, Terjemahan: E. L. Pohan Shn., 1963,
Lagu: Charles H. Gabriel (1856 – 1932)
1. Tuhanku, bila hati kawanku terluka oleh tingkah ujarku,
dan kehendakku jadi panduku, ampunilah.
2. Jikalau tuturku tak semena dan aku tolak orang berkesah,
pikiran dan tuturku bercela, ampunilah.
8. BERITA ANUGERAH
PF : Kini terimalah berita anugerah dari Tuhan, yang diambil dari Mazmur 116 : 5 - 7 “TUHAN adalah pengasih dan adil, Allah kita penyayang. TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku. Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.”
Demikianlah berita anugerah dari Tuhan!
J : Syukur kepada Allah 9. NYANYIAN JEMAAT
Carilah Dulu Kerajaan Allah (PKJ 103 : 1 & 3)
Syair dan lagu: Seek Ye First, Karen Lafferty, berdasarkan Matius 6:33; 7:7, Terjemahan: Yamuger, 1998
1. Carilah dahulu Kerajaan Allah beserta kebenaranNya,
maka semua ditambahkan kepadamu.
Haleluya, Haleluya!
3. Bukan makanan saja kau perlu;
4 | GKI Denpasar
paling perlu firman Allah
yang merupakan jaminan hidupmu.
Haleluya, Haleluya!
10. DOA PELAYANAN FIRMAN
11. PEMBACAAN ALKITAB
PF : Bacaan pada hari ini diambil dari Injil Tuhan Yesus Kristus menurut Matius 9 : 35 – 10 : 8
“Demikianlah Injil Tuhan Yesus Kristus. Berbahagialah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan yang melakukannya.
Haleluya”
(Jemaat menyanyikan “Haleluya” - NKB 222)
12. KOTBAH: “Diutus Menghadirkan Tanda Kerajaan Allah”
Saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, Tema hari ini adalah “Diutus menghadirkan tanda Kerajaan Allah.”
Dari tema ini kita mau diingatkan kembali akan:
1) Kita semua tanpa terkecuali, diutus. Apa artinya diutus?
Diutus dari kata utus, artinya disuruh pergi atau menjadi penghubung atau menjadi wakil untuk menyampaikan atau melakukan sesuatu. Kita tahu bahwa kita diutus Allah. Oleh karena itu kita menjadi wakil Allah untuk menjadi penghubung untuk menyampaikan dan melakukan apa yang dikehendaki Allah, :
2) Menghadirkan – membuat ada, membuat orang melihat, merasa dan mengalami
3) Tanda kerajaan Allah. Tanda kerajaan Allah itu apa dan bagaimana menghadirkannya?
Mari kita sama-sama belajar dari apa yang Yesus lakukan yang dituliskan dalam Injil Matius.
5 | GKI Denpasar Saudaraku yang terkasih,
Dalam bacaan menceritakan, Yesus yang hadir di tengah-tengah dunia memiliki misi Allah, yaitu memberitakan. Tetapi juga menghadirkan Kerajaan Allah melalui kehadiran, pengajaran, dan karya-karyaNya.
Oleh karena itu, yang Yesus ajarkan soal kerajaan Allah bukan tentang sesuatu yang mengawang-awang, bahasa sorgawi yang tidak
dipahami, bukan juga soal nanti atau suatu tempat. Tapi yang Yesus ajarkan dan hadirkan adalah kerajaan Allah yang (ay. 7) mencatat sudah dekat alias sudah datang melalui kehadiran dan karya-karya Yesus.
Saudaraku, tanda kerajaan Allah yang seperti apa yang Yesus hadirkan melalui karya-karyaNya? Dalam buku Gereja dan MisiNya tulisan Pdt. Em. Widi Artanto menyebutkan bahwa Injil Kerajaan Allah yang menjadi misi Yesus di dunia mencakup 4 tema besar, yaitu
keutuhan ciptaan, pembebasan, kehambaan dan perdamaian. Dan 4 tema itu jika diungkapkan lewat 1 kata, yaitu Shalom, damai sejahtera.
Itulah tanda kerajaan Allah yang Yesus hadirkan melalui karya- karyaNya.
Lihat saja Matius mencatat karya apa saja yang Yesus lakukan dalam bacaan. Dituliskan Yesus begitu aktif, Ia berkeliling ke semua kota dan desa, Ia mengajar dan memberitakan Injil Kerajaan Allah di rumah- rumah ibadat dan juga menyembuhkan orang-orang sakit maupun yang dalam kelemahan.
Yesus melakukan itu semua karena Ia melihat orang banyak itu lelah dan terlantar. Artinya, pada masa itu banyak orang tidak diperdulikan, diabaikan, diasingkan, tidak dimanusiakan, dan miskin belas kasihan.
Karena banyak orang lelah dan terlantar.
Di tengah-tengah kondisi inilah Yesus hadir di tengah mereka.
Ia memberitakan Injil Kerajaan Allah sekaligus menghadirkanNya di tengah-tengah mereka. Sehingga semua orang bisa melihat, merasakan dan mengalami syalom (damai sejahtera)!
Apa yang Yesus lakukan?
6 | GKI Denpasar
- Tergerak hatiNya oleh belas kasihan (Yun. Esplankhnisthe dari kata splankhan) yang artinya pusat emosi manusia. Dan kata Yunani ini diterjemahkan lagi dengan kata compassion :
menanggung (sesuatu) bersama orang lain; menempatkan diri kita dalam posisi orang lain, untuk merasakan penderitaannya seolah-oleh adalah penderitaan kita sendiri, dan secara murah hati masuk ke dalam sudut pandangnya).
- Ia merangkul yang terlantar, menyembuhkan yang sakit, menguatkan yang lelah dan lemah, dan Ia bahkan memanggil, melengkapi dan mengutus 12 murid untuk bersama-sama denganNya menghadirkan Kerajaan Allah di tengah dunia.
Menghadirkan shalom (damai sejahtera) bagi lebih banyak orang.
Ini karya-karya Yesus menghadirkan syalom, tanda KA Saudaraku,
Dari kisah akan karya Yesus mewartakan dan menghadirkan kerajaan Allah di tengah dunia. Kita mau diingatkan bersama:
1) Kita semua ada dalam dunia ini karena kita diutus oleh Allah.
Kalau saudara pernah membaca buku the purpose driven life karya Rick Warren, dia mengatakan
“Jika anda ingin tahu mengapa anda ditempatkan di planet bumi ini, anda harus memulainya dengan Tuhan. Anda dilahirkan oleh tujuanNya dan untuk tujuan itu.
Maka, kita ada dalam dunia ini bukan karena kebetulan lahir dalam dunia ini. Kita ada karena kita diutus oleh Allah. Kita jadi penghubung dan wakil Allah. Dan menjadi orang-orang yang diutus bukan berarti kita hanya sebatas jadi murid yang belajar, atau jadi pengikut, apalagi penggemar (we’re not a fan) terkagum-kagum dengan karya Allah semata
Karena kita juga diberi misi Allah, yaitu menyampaikan dan menghadirkan tanda kerajaan Allah syalom - damai sejahtera di dalam keseharian hidup kita.
7 | GKI Denpasar 2) Hadirkanlah tanda Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-
hari.
Di jaman sekarang saya rasa ini jadi tantangan terbesar kita bersama. Yaitu menghadirkan damai sejahtera Allah. Mengapa saya katakan tantangan? Karena banyak orang sebenarnya udah tahu. Tapi tidak mau atau belum mau menghadirkan damai sejahtera Allah.
Maunya menghadirkan damai sehahtera diri saja.
Mengapa? Pada beberapa waktu yang lalu, sempat viral sebuah tulisan #Indonesiaterserah. Tulisan itu muncul karena banyak
masyarakat Indonesia berkerumun di sejumlah tempat dan mengabaikan protokol kesehatan, baik di mal, pasar, di jalan, di bandara dan beberapa tempat lainnya. Lalu kritikan pun muncul di media sosial baik terhadap orang-orang yang abai dengan protokol kesehatan maupun kritik terhadap pemerintah dengan tulisan
#indonesiaterserah.
Bahkan ketika berita ini viral, ada seorang bapak yang memakai pakaian APD lengkap dan membawa cairan disinfektan berteriak- teriak di jalan raya, “kami capek, kami capek, kami capek” Beliau mewakili para tim medis yang capek di garda terdepan – dengan resiko besar tidak pulang, tidak bisa bertemu keluarga, rindu keluarga, mereka berjuang dalam rasa takut, harus tahan pipis dan puasa ketika pake APD selama 10 jam, bahkan mereka adalah orang-orang yang sangat beresiko tertular covid 19 dan sering distigma.
Tapi apa yang terjadi? Dengn alasan bosan padahal semua juga bosan termasuk para medis, banyak orang mengutamakan damai sendiri, banyak orang tetap tak peduli – banyak orang yang sama dengan konteks Yesus melantarkan orang lain – tidak memanusiakan orang lain, tim medis.
Di masa ini, yuk sama-sama hadirkan syalom. Para medis merawatm kita jaga diri. Menurut tulisan harian Kompas, garda terdepan adakah kita dan mereka belakang. Lewat dari para medis, abislah kita. Maka Di rumah aja. Kalau ngga penting-penting amat, selain karena harus bekerja atau pelayanan. #yukdirumahaja
#indonesiabukanterserah #indonesiaberkaryadenganbelaskasihan Selain itu, ketika kita di rumah aja. Ada banyak pasutri yang makin cinta ada juga yang makin petaka, orangtua dan anak makin
8 | GKI Denpasar
sama-sama makin lelah di rumah, kita ngga bisa ke mana-mana juga makin menderita, yang kuliah makin snewen karen tugas makin banyak. Yang kerja makin mumet, yang ngga kerja hidup makin depresi. Yang berjarak pun makin terlantar.
Dalam kondisi ini, justru kita harus hadirkan tanda kerajaan Allah! Baik untuk diri, keluarga, ketika masih kerja maupun dalam studi online.
Hadirkanlah damai bukan petaka.
Hadirkanlah sukacita bukan derita.
Hadirkanlah kabar baik, bukan kabar hoax
Hadirkanlah berita yang memberi pengharapan bukan kabar yang menularkan kebencian.
Hadirkanlah belas kasihan bukan abai dan melantarkan.
Hadirkanlah penyembuhan bukan membuat luka Hadirkanlah pengampunan bukan perselisihan
Hadirkanlah semua itu sebagai wujud kita menghadirkan damai sejahtera Allah.
Dalam pikiran, kata dan tingkah laku sehari2 Sulit melakukannya? Pasti.
Tapi bukan berarti tidak bisa.
Selamat berjuang orang-orang yang diutus Allah. Mari berjuang bersama menghadirkan tanda kerajaan Allah – damai sejahtera Allah di dalam kehidupan ini. Biarlah firman Tuhan bukan sebatas tahu, tapi juga mau kita lakukan dalam keseharian kita.
Amin.
13. SAAT HENING
14. PERSEMBAHAN PUJIAN: VG Kel. Angga 15. PENGAKUAN IMAN RASULI
Pnt : Marilah bersama dengan umat Allah di masa lalu, masa kini
9 | GKI Denpasar dan masa depan mengingat pengakuan iman kita menurut Pengakuan Iman Rasuli: ………
16. DOA SYAFAAT
Pnt : (diakhiri mengucapkan Doa Bapa Kami) 17. NATS SYUKUR:
Pnt : Mari kita senantiasa mengucap syukur atas kebaikan &
pemeliharaan Tuhan kepada kita, seperti yang dinyatakan dalam Mazmur 118:24 - Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!
18. NYANYIAN JEMAAT
Di Sini Aku Bawa (PKJ 147 : 1 – 3)
Syair dan lagu: Dison adong huboan, Pensilwally, Bahasa Indonesia: Yamuger, 1998
1. Di sini aku bawa, Tuhan,
persembahan hidupku, semoga berkenan.
Berapalah nilainya, Tuhan, dibandingkan berkatMu yang t’lah Kau limpahkan.
T’rimalah, Tuhan, O t’rimalah, Tuhan!
2. Tanganku yang kecil, ya Tuhan,
belum mencari makan sendiri, ya Tuhan.
Terimalah hatiku, Tuhan, menjadi persembahan yang Tuhan perkenan.
T’rimalah, Tuhan, O t’rimalah, Tuhan!
(Interlude 2 bait penuh)
Persembahan dapat ditransfer melalui akun rekening BCA dengan nomor:
772-542-1222 a.n GKI DENPASAR 3. Kuingat firmanMu, ya Tuhan,
yang mengajarkan kami mengingat yang kecil:
10 | GKI Denpasar
Berkati semuanya, Tuhan, supaya persembahan tetap mengalir t’rus.
T’rimalah, Tuhan, O t’rimalah, Tuhan!
19. PENGUTUSAN
PF: Sebagai Gereja Allah, kita dipanggil dan diutus untuk menghadirkan tanda Kerajaan Allah bagi dunia. Hidupilah dan nyatakanlah dalam keseharian kita, sebab kita diutusNya.
20. NYANYIAN JEMAAT
Aku Tuhan Semesta (PKJ 177 : 1 & 3)
Syair dan lagu: I the Lord of Sea and Sky, Daniel Schutte, SJ, 1991, berdasarkan Yesaya 6:8, Terjemahan: Yamuger, 1998, (c) New Dawn Music, 1981
1. Aku Tuhan semesta, Jeritanmu Kudengar.
Kau di dunia yang gelap ‘Ku s’lamatkan.
Akulah Pencipta t’rang; malam jadi benderang.
Siapakah utusanKu membawa t’rang?
Refrein
Ini aku, utus aku!
Kudengar Engkau memanggilku.
Utus aku; tuntun aku;
‘Ku prihatin akan umatMu.
3. Aku Tuhan semesta, ‘Ku melihat yang resah.
Orang miskin dan lesu Aku jenguk.
Aku ingin memberi perjamuan sorgawi.
Siapa mewartakannya? Siapakah? Refrein 21. BERKAT
PF : Sekarang arahkanlah hatimu kepada Tuhan dan terimalah berkatNya: “Tuhan memberkati dan melindungi kita. Tuhan
menyinari kita dengan wajah-Nya dan memberi kita kasih karunia, Tuhan menghadapkan wajahNya kepada kita dan memberi kita
11 | GKI Denpasar damai sejahtera kini dan selama-lamanya.”
(Jemaat menyanyikan “Haleluya, Amin” - NKB 225)