• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. ANALISA DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "4. ANALISA DAN PEMBAHASAN"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

38 Universitas Kristen Petra

4.1. Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1. Latar Belakang Berdirinya Goota

Goota adalah merupakan industri makanan Jepang baru yang ada di Citywalk Supermal Pakuwon Indah. Goota mengusung konsep sebagai Japanese charcoal grill and café. Latar belakang berdirinya Goota diawali dari ketertarikan seorang pengusaha yang sudah lama bergerak di bidang industri makanan, khususnya restoran Jepang untuk menggarap pasar baru. Pengusaha ini juga sebagai owner dari restoran Jepang yang cukup ternama di Surabaya yaitu Bentoya dan Chubo-Chubo.

Berawal dari Bentoya yang bertempat di Plaza Tunjungan IV, dengan target market family menengah ke atas, owner ini melihat tanggapan yang diberikan cukup memuaskan sehingga mendorongnya untuk membuka cabang baru yang bertempat di Supermal Pakuwon Indah. Dan saat ini, Bentoya dalam proses pengembangan cabang baru yang nantinya akan berlokasi di Galaxy Mall Extension. Setelah sukses dengan target market ini, owner mencoba untuk merambah pasar baru dengan target market yang berbeda yaitu family menengah ke bawah yang dikemas berupa restoran Jepang cepat saji yang berdiri dengan brand Chubo-Chubo. Chubo-Chubo yang bertempat di Plaza Tunjungan IV didirikan pertama kali setelah Bentoya yang pertama beroperasi. Melihat tanggapan yang cukup positif dari konsumen atas brand Chubo-Chubo, maka owner memutuskan untuk membuka cabang baru yang bertempat di Plaza Surabaya.

Tidak berhenti sampai di situ, owner melihat adanya peluang yang cukup besar di dalam pangsa pasar restoran Jepang untuk kaum muda di Surabaya mengingat minimnya kompetitor yang ada. Dimana owner merasa adanya kesempatan yang menjanjikan mengingat owner belum mempunyai restoran dengan target market anak muda. Hal inilah yang melatarbelakangi berdirinya Goota Japanese charcoal grill and café.

Goota Japanese charcoal grill and café didirikan pada tanggal 18 Juni 2006 dengan bertempat di Citywalk FT.08 Supermal Pakuwon Indah. Goota

(2)

Universitas Kristen Petra

berasal dari bahasa Jepang yang artinya lauknya banyak dimana produk yang ditawarkan Goota memiliki banyak pilihan yang bervariasi. Goota sendiri memiliki lokasi yang dapat dikatakan strategis mengingat lokasinya yang berada di tikungan, serta menjadi satu-satunya akses keluar masuknya pengunjung dari Citywalk ke Supermal Pakuwon Indah atau sebaliknya. Goota memiliki 3 lantai dimana lantai pertama berkapasitas 60 kursi, lantai 2 berkapasitas 36 kursi dan lantai 3 berkapasitas sekitar 20-30 orang karena lantai 3 akan difungsikan sebagai tempat untuk acara-acara khusus seperti function.

Seperti yang telah dijelaskan tadi, Goota memiliki target market utama anak muda dengan range usia sekitar 15-30 tahun. Dengan target market ini, maka Goota memilih konsep Japanese charcoal grill and café yaitu sebagai café yang ingin menyediakan tempat hang out yang nyaman untuk anak muda mengingat karakter anak muda yang suka berkumpul dan menghabiskan waktu bersama dengan teman. Untuk dapat memberikan kesan nyaman ini, maka Goota mendesain tempat yang dimilikinya sesuai dengan karakter anak muda yang identik dengan simple dan praktis. Desain ini dapat terlihat dari penataan interiornya yang terkesan tidak rumit dan nyaman. Selain itu, atmosfer Goota kental dengan pemilihan warna gelap dimana manager Goota beranggapan warna gelap identik dengan anak muda. Warna yang dipakai Goota adalah hitam, abu- abu, dan coklat. Untuk warna kuning dan hijau juga dapat dilihat dari interiornya sebagai aksen yang menunjukkan warna Goota sendiri.

Pemilihan warna ini juga ditonjolkan Goota pada seragam yang dipakai para stafnya yaitu warna kuning dan hijau yang dipadukan dengan celana jeans dan sepatu olahraga. Hal ini juga mendukung konsep Goota yang dibuat untuk anak muda. Warna kuning juga tampak pada logo yang digunakan Goota yaitu sebagai berikut:

Gambar 4.1. Logo Goota

(3)

Universitas Kristen Petra

Penjelasan logo Goota:

1. Tulisan yang terletak tepat di atas huruf G yang juga bersimbol anak ayam mengandung arti “Goota” yang ditulis dengan karakter tulisan Kanji yang merupakan tulisan asli Jepang.

2. Tulisan Goota dibuat sedemikian rupa dengan bentuk yang unik dan menarik dengan penjelasan sebagai berikut:

a. Huruf G dengan simbol anak ayam didalamnya menunjukkan spesialisasi bahan dasar makanan yang dijual (ayam).

b. Huruf O yang digabung menunjukkan keserasian bentuk yang disesuaikan dengan interior yang ingin dikembangkan untuk lantai 3.

c. Karakter huruf T dan A disesuaikan sebagai penyeimbang dari logo Goota itu sendiri.

3. Japanese charcoal grill and café mengandung arti bahwa Goota memiliki spesialisasi menjual makanan Jepang yang digrill (sate) serta konsep restoran yang diambil adalah café.

Service yang dipakai oleh Goota merupakan service seperti restoran pada umumnya. Pertama tamu datang, tamu akan disambut dengan ucapan “YOKOSO GOOTA E” yang artinya selamat datang di Goota. Setelah itu tamu akan dipandu menuju tempat duduk yang tersedia.

4.1.2. Struktur Organisasi Goota

Gambar 4.2. Struktur Organisasi Goota Senior

Head Cook ADM

Head Restaurant

Manager

Adm Head Cook

Supervisor

Captain Bar Captain Cook

Greeter Waiter Bar Atd

Inv

Cashier

Managing Director

(4)

Universitas Kristen Petra

Berikut beberapa penjelasan atas tugas dan kewajiban para staf Goota Japanese charcoal grill and café dari divisi service:

1. Restaurant Manager

a. Mengontrol kinerja outlet Goota.

b. Menganalisa data pada outlet Goota.

c. Mengefisiensikan pengeluaran outlet.

d. Menghandle sales and marketing.

e. Mempunyai wewenang penuh untuk merekrut, mempromosikan, memperpanjang ataupun menghentikan staf operasional.

f. Bertanggung jawab dan wajib memberikan report kepada owner.

2. Supervisor

a. Memastikan operasional outlet berjalan dengan baik.

b. Menjaga efisiensi pengeluaran outlet.

c. Mengontrol kinerja Captain.

d. Memberikan masukan data outlet yang diperlukan oleh Restaurant Manager.

e. Bertanggung jawab dan wajib memberikan report kepada Restaurant Manager.

3. Captain

a. Mengontrol operasional service.

b. Mengontrol inventory dan absensi.

c. Mentraining karyawan baru.

d. Bertanggung jawab atas keuangan outlet (COO dan biaya-biaya lainnya).

e. Mengirim e-mail order, info, nota suplier.

f. Menghandle dan mencatat komplain serta kondimen.

g. Input analisa item.

h. Bertanggung jawab atas salary dan tip waiter.

i. Bertanggung jawab memberikan report pada Supervisor dan Restaurant Manager.

4. Bar Captain

a. Memastikan kualitas dan standarisasi produk bar dengan baik di outlet yang ditentukan.

(5)

Universitas Kristen Petra

b. Mengontrol operasional bar dengan baik.

c. Bertanggung jawab atas inventory bar (stock dan sales).

d. Menciptakan menu baru.

e. Bertanggung jawab pada Restaurant Manager.

5. Cashier

a. Mengurutkan nota.

b. Menghitung penjualan semalam.

c. Menyalakan komputer kasir.

d. Menyiapkan saldo hari tersebut.

e. Membersihkan dan merapikan area sekitar kasir.

f. Memeriksa dan mengisi tinta print.

g. Mencetak nota.

h. Menerima pembayaran/pelunasan.

i. Mencocokkan tanda tangan pada nota kartu kredit dengan data pribadi (KTP).

j. Mencetak laporan kasir.

k. Mencetak settlement credit card.

l. Cetak item analysis.

m. Menghitung uang, kartu, penjualan, dan saldo lalu cross check.

n. Daily close dan mematikan komputer.

o. Menyimpan uang dalam brankas.

6. Penyambut tamu/Greeter

a. Menarik tamu semaksimal mungkin (dengan smiling face, memperkenalkan menu andalan dan baru, memperkenalkan promo yang sedang diadakan outlet).

b. Memberikan salam “YOKOSO GOOTA E” pada saat tamu datang.

c. Mangantarkan tamu ke meja yang diinginkan serta memberikan menu.

d. Handle antrian:

o Mencatat nama tamu dan jumlah sesuai urutan, bila diperlukan catat nomor telponnya.

o Memberikan menu pada konsumen yang antri sambil mencari informasi ke kasir meja mana yang meminta bill.

(6)

Universitas Kristen Petra o Mulai mencatat order tamu tersebut, segera input order tersebut jika

tamu sudah menduduki mejanya.

e. Posisi greeter didepan tidak boleh kosong.

f. Membantu operasional waiter jika diperlukan.

g. Mengucapkan “ARIGATO” pada tamu yang akan meninggalkan restoran.

7. Pelayan/Waiter

a. Membersihkan seluruh area outlet:

o Lap meja

o Menyapu

o Mengepel

o Bersihkan interior kaca dan kayu

o Bersihkan area wastafel dan pastikan saluran airnya berjalan dengan baik

o Menata dan merapikan meja kursi (menset-up meja)

o Mengisi ulang saos tomat, sambal, kecap, tissue

o Menyiapkan sumpit, tissue napkin, sedotan, sendok, dan garpu yang dibungkus tissue

o Finishing (menyalakan lampu, menyemprotkan pewangi ruangan, menyiapkan banner didepan café, briefing)

b. Bertanggung jawab saat operasional.

c. Penutupan operasional:

o Menyimpan barang-barang seperti tissue dan tent card

o Menyimpan saos tomat, kecap asin, sumpit, sedotan

o Membalikkan kursi

o Mengambil banner, mematikan lampu

o Mengunci rolling door dan gudang 8. Bar attendant

a. Menyiapkan item-item bar.

b. Membersihkan area bar (menyapu dan mengepel).

c. Mengurutkan kertas order sesuai urutan yang masuk terlebih dahulu.

d. Menyediakan minuman sesuai dengan kertas order.

e. Memperhatikan standar penyajian.

(7)

Universitas Kristen Petra

f. Memperhatikan keadaan gelas (harus kering dan bersih).

g. Menata pesanan tamu diatas kertas order.

h. Mencuci gelas, sendok dan segala peralatan bar dengan baik.

i. Membersihkan mesin ice cream (dan menyimpan jika masih ada).

j. Menyimpan semua items dalam chiller.

k. Mengontrol sisa barang untuk order pada esok harinya.

l. Mematikan semua peralatan bar.

m. Kunci chiller soft drink.

4.2. Analisa dan Pembahasan

4.2.1. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

Kuisioner yang disebar kepada konsumen Goota Japanese charcoal grill and café telah diuji validitas dan reliabilitasnya dan didapatkan hasil bahwa pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam kuisioner dapat dikatakan valid dimana pertanyaan-pertanyaan tersebut mewakili semua aspek yang dianggap sebagai kerangka konsep. Sedang untuk uji reliabilitasnya, didapatkan Alpha Cronbach sebesar 0,941 yang lebih besar dari 0,6 yang berarti instrumen penelitian ini dapat diandalkan atau reliable (lihat lampiran 5).

4.2.2. Hasil Wawancara

Wawancara pertama dilakukan pada hari Selasa, 17 Oktober 2006 dan wawancara kedua dilakukan pada hari Sabtu, 4 November 2006 dengan Bapak Alvin Yap selaku manager Goota dapat disimpulkan sebagai berikut:

Goota Japanese charcoal grill and café adalah merupakan restoran Jepang dengan citarasa Korea yang didirikan pada tanggal 18 Juni 2006 sebagai perluasan usaha setelah sukses dengan Bentoya restaurant (target market family menengah ke atas) dan Chubo-Chubo (target market family menengah ke bawah). Owner melihat adanya peluang untuk pangsa pasar baru yaitu anak muda yang dapat dimasuki dimana menurut owner saat ini pemimpin pasar untuk restoran Jepang anak muda di Surabaya adalah Hachi-Hachi Bistro. Hal ini yang mendorong owner untuk membuka brand baru dengan nama Goota Japanese charcoal grill and café.

(8)

Universitas Kristen Petra

Dari 7 brand strategy yang ada, Goota Japanese charcoal grill and café menggunakan 4 brand strategy yaitu brand positioning, brand identity, brand personality, dan brand communication. Hal ini dikarenakan Goota merupakan restoran Jepang yang masih baru dimana Goota berpikir dengan 4 brand strategy yang digunakan saat ini dianggap sudah dapat mencukupi tujuan yang ingin dicapai.

Goota ini berlokasi di Citywalk Supermal Pakuwon Indah. Lokasi ini dipilih karena rencana awal konsep Citywalk yaitu tersedia banyak restoran di sepanjang jalan sehingga konsumen dapat memilih restoran yang diinginkan.

Selain itu waktu operasinya hingga malam hari, hal ini memungkinkan konsumen yang berkunjung mayoritas anak muda. Lokasi Goota dapat dikatakan strategis karena merupakan akses jalannya pengunjung dari tempat parkir, dan dari Citywalk menuju Supermal Pakuwon Indah dan sebaliknya.

Goota didirikan dengan target market utama anak muda dengan range usia 15-30 tahun. Dan menurut manager Goota target market Goota selama ini dapat dikatakan sudah sesuai dengan yang diharapkan mengingat konsumen yang datang mayoritas anak muda menengah ke atas juga eksekutif muda. Namun ada juga family yang datang berkunjung ke Goota. Untuk menanggapi respon dari para konsumen, manager Goota mulai berpikir untuk mengembangkan konsep baru yang masih dalam perencanaan yaitu konsep 3 lantai dimana lantai 1 diperuntukkan bagi anak muda dengan menu ala carte, lantai 2 diperuntukkan bagi family dengan menu yakiniku, dan lantai 3 diperuntukkan bagi konsumen yang mempunyai acara khusus dengan menggunakan buffet.

Konsep dasar dari Goota sendiri adalah restoran Jepang untuk anak muda dengan spesialisasi makanan grill seperti sate-sate yang disesuaikan dengan ciri khas anak muda itu sendiri yang cenderung menginginkan sesuatu yang simple dan praktis. Spesialisasi lain yang dimiliki adalah Goota menyajikan makanan Jepang dengan citarasa Korea sebagai keunikan yang membedakan dari restoran lainnya. Hal ini juga didukung adanya koki Korea yang dimiliki Goota.

Goota juga memiliki produk baru yang cukup sukses di pasaran yaitu ice cream gelato yang memiliki spesialisasi di rasa dan kandungan kalori yang rendah. Goota juga menawarkan makanan seperti makanan khas Korea yang

(9)

Universitas Kristen Petra

terkenal seperti bulgogi, bibimbab, dan sup kimchi. Banyaknya makanan yang ditawarkan Goota ini sesuai dengan arti dari nama Goota itu sendiri yang berarti lauknya banyak. Nama Goota dipilih oleh owner dengan alasan mudah untuk diingat, mudah dilafalkan serta kata “Goota” memperkuat karakter sebagai restoran Jepang juga terdengar sangat modern sesuai target market Goota.

Salah satu spesialisasi Goota dapat tercermin dari nama yang dipilihnya yaitu Japanese charcoal grill and café. Goota memakai logo anak ayam sebagai simbol bahan dasar makanan yang digunakan mayoritas adalah ayam. Bentuk tulisan yang dipakai Goota digunakan untuk mewakili desain interior yang akan dikembangkan Goota untuk lantai 3 yaitu bentuk gelembung-gelembung (bubble- bubble) yang diwakili huruf O yang bertautan. Selain itu, untuk menguatkan karakteristik Jepang sekali lagi Goota menggunakan huruf Kanji diatas lambang anak ayam.

Goota mengambil 3 warna sebagai dominasi cafénya yaitu kuning, hijau, dan hitam. Warna kuning dapat dilihat dari logo Goota khususnya gambar anak ayam. Warna hijau dan kuning juga dapat dilihat dari seragam para staf Goota.

Seragam ini dipadu dengan celana jeans dan sepatu olahraga. Dasar dari pemilihan warna seragam adalah eye catching dan unik yang bertujuan untuk menarik perhatian pengunjung. Perpaduan seragam ini dipilih selain untuk kenyamanan kerja juga disesuaikan dengan cara berpakaian anak muda sehingga Goota beranggapan hal ini dapat mendukung kemudahan para staf untuk berinteraksi dengan anak muda. Pelayanan yang diterapkan di Goota adalah komunikatif, ramah, dan terkesan tidak terlalu formal khususnya terhadap anak muda. Service yang digunakan di Goota merupakan standard service yang digunakan di café-café lainnya. Hanya saja Goota memiliki ciri khas pada saat menyambut konsumen yang datang. Para staf akan meneriakkan “YOKOSO GOOTA E” yang berarti selamat datang di Goota. Para staf akan menjalani training selama 3 bulan sebelum akhirnya menjadi staf tetap.

Goota adalah restoran dengan jenis café yang disesuaikan dengan konsepnya yang berupa tempat untuk hang out anak muda, maka Goota memberikan perhatian khusus terhadap interior dan dekorasi ruangnya. Interior yang digunakan Goota didominasi warna gelap seperti hitam, abu-abu, dan coklat.

(10)

Universitas Kristen Petra

Hal ini disesuaikan dengan keidentikan anak muda dengan warna gelap. Goota juga menyediakan tempat duduk yang nyaman bagi para konsumennya sehingga konsumen dapat merasa nyaman dan tidak segan untuk menghabiskan waktu di Goota. Musik yang disajikan juga cenderung kearah musik anak muda yang sedang in seperti hip hop.

Promosi Goota dimulai jauh-jauh hari sebelum Goota dibuka yaitu lewat iklan bersambung yang dipasang di Bentoya restaurant. Selain itu Goota juga bekerja sama dengan bank HSBC, memasang iklan di majalah food and resto dan majalah ice, memasang banner didepan restoran, menyebar brosur sejumlah 3000- 4000 lembar di kawasan PTC-Supermal Pakuwon Indah, dan juga iklan melalui radio Hard Rock FM mengingat pendengar radio ini yang mayoritas anak muda.

Goota juga memberikan soft opening diskon pada para konsumennya. Untuk dapat menarik pengunjung, Goota menawarkan set menu lunch setiap hari Senin- Jumat dari pukul 11.00-15.00. Walaupun banyak promosi yang dilakukan Goota, Goota tetap beranggapan bahwa promosi yang terbaik adalah melalui word of mouth dari para konsumennya.

Goota juga memiliki beberapa keunggulan yang dirasakan dapat menjadikannya berbeda bila dibandingkan dengan restoran Jepang lainnya.

Beberapa keunggulannya antara lain tampak dari konsep 3 lantai yang akan dikembangkan Goota, aneka makanan Jepang dengan citarasa Korea yang ditawarkan Goota, makanan grill yang dijual, juga dari konsep café yang dipakai Goota untuk menarik target marketnya. Keunggulan yang dimiliki Goota ini berdasar dari keyakinan Goota itu sendiri bahwa yang memegang peranan penting dalam industri makanan khususnya restoran adalah makanan, service, dan atmosfer yang ditawarkan.

Goota memiliki rencana jangka pendek dan jangka panjang. Untuk rencana jangka pendek, Goota berencana untuk dapat lebih dikenal oleh konsumen serta dapat mencapai target market yaitu anak muda serta tidak menutup kemungkinan untuk target market family juga. Sedang untuk jangka panjangnya, Goota berharap agar dapat menjadi restoran Jepang no 1 di kalangan anak muda atau jika memungkinkan Goota kelak dapat memperluas brandnya.

(11)

Universitas Kristen Petra

4.2.3. Analisa Data

4.2.3.1. Karakteristik Responden

Dari kuisioner yang terkumpul sebanyak 200 lembar dari konsumen Goota Japanese charcoal grill and café selaku responden, dapat disimpulkan bahwa:

76 38%

124 62%

pria wanita

Gambar 4.3. Jenis Kelamin Responden Sumber: data kuisioner, diolah

Berdasarkan gambar 4.3. dapat dilihat bahwa jumlah responden pria adalah sebanyak 76 orang atau sebesar 38% dan responden wanita adalah sebanyak 124 orang atau sebesar 62%.

Gambar 4.4. Range Usia Responden Sumber: data kuisioner, diolah

Berdasarkan gambar 4.4. dapat disimpulkan bahwa range usia responden terbesar adalah antara 15-30 tahun yaitu sebesar 141 orang atau sebesar 70% yang berarti bahwa target market Goota untuk membidik pasar anak muda dapat dikatakan telah tercapai. Hal ini juga diperkuat dari hasil observasi penulis bahwa mayoritas konsumen yang makan di Goota adalah anak muda.

12 6%

141 70%

47 24%

<15 tahun 15-30 tahun

>30 tahun

(12)

Universitas Kristen Petra

4.2.3.2. Brand Awareness

Brand awareness terdiri dari 4 tingkatan yaitu:

1. Unaware of brand (tidak menyadari merek) yaitu merupakan tingkatan yang paling rendah dimana konsumen tidak menyadari akan adanya suatu merek.

Namun pada tingkatan ini tidak dilakukan pengukuran dikarenakan responden adalah konsumen Goota sendiri yang dapat dipastikan mengenali Goota Japanese charcoal grill and café.

2. Brand recognition (pengenalan merek) yaitu merupakan pengurutan merek- merek restoran Jepang yang ada di PTC-Supermal Pakuwon Indah dengan pilihan bantuan merek. Penulis menilai jawaban responden yang ada pada pilihan pertama (recognition 1) dimana merek yang menduduki posisi 1 hingga 3 dapat dikatakan bahwa merek tersebut cukup diketahui responden.

60 30%

14 79 7%

39%

31 16%

16 8%

Goota

Murasaki

Bentoya

Hoka-Hoka Bento Oba

Gambar 4.5. Brand Recognition 1 Sumber: data kuisioner, diolah

Dari gambar 4.5. dapat diketahui bahwa dari 200 responden memilih 3 merek tertinggi sebagai pilihan di brand recognition 1 adalah Bentoya sebesar 79 orang (39%), Goota sebesar 60 orang (30%), dan Hoka-Hoka Bento sebesar 31 orang (16%). Goota menduduki peringkat kedua dalam brand recognition 1 yang artinya responden cukup mengetahui Goota apabila diberikan pilihan bantuan. Ada 1 merek yang tidak disebutkan sama sekali oleh responden pada brand recognition 1 yaitu merek Ohayo. Data untuk brand recognition 2 sampai 6 dapat dilihat di lampiran 6.

3. Brand recall (pengingatan kembali terhadap merek) yaitu merupakan 3 merek restoran Jepang yang ada di PTC-Supermal Pakuwon Indah yang paling

(13)

Universitas Kristen Petra

diingat oleh responden tanpa bantuan. Penulis menilai dari brand recall 1 yaitu pengingatan merek yang disebut responden pertama kali tanpa bantuan.

57 28%

32 59 16%

29%

31 16%

18 9%

3 2%

Goota Murasaki Bentoya Hoka-Hoka Bento

Oba Ohayo

Gambar 4.6. Brand Recall 1 Sumber: data kuisioner, diolah

Dari gambar 4.6. dapat diketahui bahwa dari 200 responden, pilihan untuk brand recall 1 yaitu yang disebutkan pertama kali oleh responden adalah Bentoya sebesar 59 orang (29%), Goota sebesar 57 orang (28%), dan Murasaki sebesar 32 orang (16%). Goota berada di urutan kedua dalam brand recall 1 yang berarti bahwa responden cukup mengenal Goota untuk disebutkan pertama kali tanpa diberikan pilihan bantuan. Data untuk brand recall 2 dan 3 dapat dilihat di lampiran 6.

4. Top of mind (puncak pikiran) yaitu merupakan tingkatan merek yang paling tinggi yang ada di ingatan responden saat diminta untuk menyebutkan 1 nama merek restoran Jepang yang ada di PTC-Supermal Pakuwon Indah.

60 30%

22 78 11%

39%

24 12%

16 8%

Goota Murasaki Bentoya Hoka-Hoka Bento

Oba

Gambar 4.7. Top of mind Sumber: data kuisioner, diolah

(14)

Universitas Kristen Petra

Dari gambar 4.7. dapat diketahui bahwa dari 200 responden, pilihan responden untuk top of mind terhadap restoran Jepang yang ada di PTC-Supermal Pakuwon Indah adalah Bentoya sebesar 78 orang (39%), Goota sebesar 60 orang (30%), dan Hoka-Hoka Bento sebesar 24 orang (12%). Goota menduduki peringkat kedua dalam top of mind yang berarti bahwa cukup banyak responden yang dapat mengingat merek Goota apabila responden ditanya 1 merek restoran Jepang yang ada di PTC-Supermal Pakuwon Indah.

Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa pada tahapan brand awareness, responden sudah berada pada tingkatan aware yang dapat dikatakan cukup tinggi terhadap merek Goota Japanese charcoal grill and café dikarenakan pada bagian brand recognition 1, brand recall 1 serta top of mind, Goota menduduki peringkat kedua.

4.2.3.3. Perceived Quality

Dari hasil kuisioner untuk perceived quality responden terhadap Goota didapatkan:

Tabel 4.1. Perceived Quality Goota

No. Pernyataan Mean Standard Deviasi

4. Goota memberikan pilihan produk yang menarik, berkualitas dan bervariasi

3.78 0.676

5. Staf Goota menyajikan makanan

dengan cepat (+ 15 menit) 3.64 0.886

6. Staf Goota berpenampilan rapi

dan bersih 3.74 0.652

7. Staf Goota memberikan kualitas pelayanan dan service yang memuaskan

3.73 0.813

8. Staf Goota memberikan kualitas pelayanan dan service yang memuaskan

3.81 0.876

Sumber: data kuisioner, diolah

Dari tabel 4.1. dapat diambil kesimpulan bahwa:

o Pernyataan no. 4, memiliki mean sebesar 3.78 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.676.

(15)

Universitas Kristen Petra

Goota memberikan pilihan produk yang menarik, berkualitas, dan bervariasi, hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Goota sendiri menawarkan pilihan produk yang cukup bervariasi seperti makanan grill (sate dan yakiniku), makanan Korea seperti bulgogi, bibimbab, sup kimchi serta makanan khas Jepang seperti sushi. Goota baru saja memiliki menu baru yang cukup dapat dibanggakan yang hasilnya juga mendapat respon baik dari konsumen yaitu ice cream gelato dengan aneka pilihan rasa. Penulis juga berpendapat adanya variasi makanan yang cukup beragam dan variatif karena Goota merupakan satu-satunya restoran Jepang yang menjunjung citarasa Korea dalam masakannya. Walaupun demikian beberapa saran dari responden adalah untuk menambah ragam menunya apabila memungkinkan untuk menambah menu baru.

o Pernyataan no. 5, memiliki mean sebesar 3.64 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.886.

Staf Goota menyajikan makanan dengan cepat (+ 15 menit), hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Hal ini dikarenakan Goota sendiri menerapkan prinsip untuk para stafnya agar sesegera mungkin menyajikan makanan apabila makanan sudah siap. Hasil observasi penulis membuktikan bahwa kecepatan merupakan salah satu kekuatan Goota.

o Pernyataan no. 6, memiliki mean sebesar 3.74 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.652.

Staf Goota berpenampilan rapi dan bersih, hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Pada dasarnya Goota menginginkan seragam yang dikenakan oleh para stafnya dapat memberikan kenyamanan bagi konsumen yang melihat, tidak hanya dari lokasi yang bersih namun juga dari seragam yang dikenakan para staf.

o Pernyataan no. 7, memiliki mean sebesar 3.73 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.813.

Staf Goota memberikan pelayanan dan service yang memuaskan, hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Goota mengajarkan para stafnya untuk dapat memberikan pelayanan dan service yang memuaskan serta ramah yang dapat dilihat dari pada saat konsumen datang yang disambut oleh staf untuk

(16)

Universitas Kristen Petra

kemudian dipersilakan duduk di tempat yang diinginkan. Penulis juga melihat sambutan yang hangat khususnya bagi mereka yang sering berkunjung ke Goota.

o Pernyataan no. 8, memiliki mean sebesar 3.81 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.876.

Café Goota memiliki lingkungan yang bersih serta suasana yang nyaman dan menyenangkan, hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Goota selalu memperhatikan kebersihan dengan tujuan untuk dapat memberikan kenyamanan bagi konsumen yang makan di sana.

Berdasarkan hasil diatas, didapatkan total mean perceived quality secara keseluruhan sebesar 3,74 yang berarti setuju. Perceived quality Goota di mata konsumen mempunyai tingkatan yang tinggi. Hal ini dapat terlihat dari rata-rata jawaban yang diberikan adalah setuju untuk setiap indikatornya yang juga dipertegas dari saran responden yang mengatakan kualitas secara keseluruhan dari Goota adalah bagus.

4.2.3.4. Brand Association

Dari hasil kuisioner untuk brand association responden terhadap Goota didapatkan:

120 60%

80

40% ya

tidak

Gambar 4.8. Tahu Logo Goota Sumber: data kuisioner, diolah

Dari gambar 4.8. dapat disimpulkan bahwa dari 200 responden, sebanyak 120 orang (60%) menyatakan responden mengetahui logo Goota adalah anak ayam.

(17)

Universitas Kristen Petra

Hal ini membuktikan bahwa logo Goota dapat diterima dan mudah diingat oleh konsumen.

Tabel 4.2. Brand Association Goota

No. Pernyataan Mean Standard Deviasi

10. Logo Goota mewakili jenis

makanan yang dijual 3.06 0.919

11. Harga makanan Goota sesuai

dengan yang didapatkan 3.37 0.804

12. Goota memiliki spesialisasi

makanan grill (sate) 3.83 0.681

13. Goota mudah diingat sebagai restoran yang menjual makanan Jepang dengan citarasa Korea

3.53 0.856

14. Goota dapat dikategorikan sebagai restoran Jepang yang cocok untuk kaum muda

3.93 0.665

Sumber: data kuisioner, diolah

Dari tabel 4.2. dapat diambil kesimpulan bahwa:

o Pernyataan no. 10, memiliki mean sebesar 3.06 yang berarti rata-rata responden menjawab “netral” dengan standard deviasi sebesar 0.919.

Logo Goota mewakili jenis makanan yang dijual, rata-rata responden menjawab netral. Hasil ini didapat penulis dari rata-rata responden yang menjawab “ya” (120 responden) untuk pernyataan no. 9 dalam kuisioner.

Logo Goota yang berupa anak ayam mewakili jenis bahan dasar yang digunakan untuk makanan yang dijual.

o Pernyataan no. 11, memiliki mean sebesar 3.37 yang berarti rata-rata responden menjawab “netral” dengan standard deviasi sebesar 0.804.

Harga makanan Goota sesuai dengan yang didapatkan, hal ini oleh rata-rata responden dijawab netral. Goota menetapkan range harga sedemikian rupa agar sesuai dengan target market yang dituju yaitu anak muda menengah ke atas. Selain itu disesuaikan dengan pemilihan bahan dasar makanan. Namun ada beberapa tanggapan dari responden yang menyatakan harga makanan Goota cukup mahal.

o Pernyataan no. 12, memiliki mean sebesar 3.83 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.681.

(18)

Universitas Kristen Petra

Goota memiliki spesialisasi makanan grill (sate), hal ini disetujui oleh rata- rata responden. Spesialisasi makanan Goota ini disesuaikan dengan konsep Goota itu sendiri sebagai Japanese charcoal grill and café. Penulis juga menangkap spesialisasi yang ditawarkan Goota yang nampak jelas juga terlihat dari menu display yang berupa poster besar yang dipasang di dinding Goota. Beberapa responden dapat menyatakan dengan jelas bahwa Goota identik dengan makanan satenya yang juga dinilai lezat oleh responden.

o Pernyataan no. 13, memiliki mean sebesar 3.53 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.856.

Goota mudah diingat sebagai restoran yang menjual makanan Jepang dengan citarasa Korea, hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Citarasa Korea yang ada pada makanan yang dijual Goota merupakan keunikan tersendiri yang menjadikan Goota berbeda dengan restoran Jepang lainnya. Beberapa konsumen mampu mengingat Goota sebagai restoran Jepang dengan citarasa Korea yang menjual makanan seperti bibimbab, bulgogi, dan sup kimchi.

Penulis berpendapat keunikan yang berupa citarasa Korea tidak nampak secara langsung dari luar dan baru akan nampak setelah konsumen melihat menu book.

o Pernyataan no. 14, memiliki mean sebesar 3.93 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.665.

Goota dapat dikategorikan sebagai restoran Jepang yang cocok untuk kaum muda, hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Goota mempunyai target market anak muda sehingga secara otomatis segala fasilitas, dekorasi, lokasi, dan service disesuaikan untuk dapat memberikan kepuasan bagi anak muda.

Hasil observasi penulis yang juga diperkuat karakteristik responden menyatakan bahwa mayoritas konsumen yang datang berusia antara 15-30 tahun.

Berdasarkan hasil diatas, didapatkan total mean brand association secara keseluruhan sebesar 3,54 yang berarti setuju. Brand association responden terhadap Goota dapat disimpulkan tinggi. Hal ini dikarenakan jawaban yang diberikan responden terhadap keunikan-keunikan Goota yang mampu diingat

(19)

Universitas Kristen Petra

responden adalah positif sekalipun beberapa responden belum mampu mengidentikkan Goota dengan spesialisasi yang ingin disampaikan seperti sebagai restoran Jepang dengan citarasa Korea. Penulis beranggapan hal ini disebabkan brand Goota itu sendiri yang masih baru sehingga responden belum dapat benar- benar memiliki ingatan kuat akan brand Goota itu sendiri. Meskipun demikian tanggapan responden terhadap spesialisasi yang ingin disampaikan Goota sebagai restoran yang menjual makanan grill dan restoran untuk anak muda sudah dapat diterima dengan sangat baik.

4.2.3.5. Brand Loyalty

Dari hasil kuisioner untuk brand loyalty responden terhadap Goota didapatkan:

Tabel 4.3. Brand Loyalty Goota

No. Pernyataan Mean Standard Deviasi

15. Saya berminat untuk mengunjungi

Goota lagi karena kemauan sendiri 3.56 0.819 16. Saya berminat untuk mengunjungi

Goota lagi atas ajakan teman atau faktor lainnya

3.79 0.818

17. Saya akan merekomendasikan

Goota kepada orang lain 3.54 0.769

18. Saya merasa puas setiap kali

berkunjung ke Goota 3.50 0.763

19. Goota akan menjadi pilihan utama saya dalam memilih restoran Jepang

3.08 0.870

Sumber: data kuisioner, diolah

Dari tabel 4.3. dapat diambil kesimpulan bahwa:

o Pernyataan no. 15, memiliki mean sebesar 3.56 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.819.

Konsumen berminat untuk mengunjungi Goota lagi karena kemauan sendiri, hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Dari observasi, penulis dapat menyimpulkan bahwa staf mampu mengenali serta menyapa beberapa konsumen dengan memanggil nama konsumen, hal ini membuktikan adanya konsumen yang loyal.

(20)

Universitas Kristen Petra o Pernyataan no. 16, memiliki mean sebesar 3.79 yang berarti rata-rata

responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.818.

Konsumen berminat untuk mengunjungi Goota lagi karena ajakan teman atau faktor lainnya, hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Dari observasi juga dapat disimpulkan banyaknya konsumen loyal yang datang bersama teman- temannya yang juga diperkuat dari data cara responden mengetahui Goota bahwa 67 responden (33%) menyatakan mengetahui Goota dari teman.

o Pernyataan no. 17, memiliki mean sebesar 3.54 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.769.

Konsumen akan merekomendasikan Goota kepada orang lain, hal ini disetujui oleh rata-rata responden.

o Pernyataan no. 18, memiliki mean sebesar 3.50 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.763.

Konsumen merasa puas setiap kali berkunjung ke Goota, hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Hal ini dapat diketahui juga dari jawaban dan saran responden terhadap keunggulan utama yang membuat konsumen tertarik untuk kembali ke Goota yaitu bahwa Goota memiliki keunikan dan kekuatan dari pelayanan yang diberikannya.

o Pernyataan no. 19, memiliki mean sebesar 3.08 yang berarti rata-rata responden menjawab “netral” dengan standard deviasi sebesar 0.870.

Goota akan menjadi pilihan utama konsumen dalam memilih restoran Jepang, rata-rata responden menjawab netral.

Berdasarkan hasil diatas, didapatkan total mean brand loyalty secara keseluruhan sebesar 3,49 yang berarti setuju. Brand loyalty responden Goota dapat dikatakan tinggi. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata indikator dalam brand loyalty yang mayoritas dijawab setuju oleh responden. Namun hal ini tetap tidak menjamin konsumen untuk mau memilih Goota sebagai pilihan utama dalam memilih restoran Jepang yang ada di PTC-Supermal Pakuwon Indah karena mayoritas responden menjawab netral untuk pertanyaan akankah Goota menjadi pilihan utama konsumen dalam restoran Jepang yang ada di PTC-Supermal Pakuwon Indah.

(21)

Universitas Kristen Petra

4.2.3.6. Brand Positioning

Dari hasil kuisioner untuk brand positioning responden terhadap Goota didapatkan:

Tabel 4.4. Brand Positioning Goota

No. Pernyataan Mean Standard Deviasi

20. Goota dapat dikatakan sebagai restoran Jepang yang cocok untuk anak muda

3.82 0.599

21. Citarasa Korea dipadu dengan makanan Jepang nampak jelas pada makanan yang ditawarkan Goota

3.43 0.841

23. Atmosfer/suasana Goota nyaman untuk berkumpul dan

menghabiskan waktu bersama dengan teman

3.77 0.831

24. Musik yang dipasang sesuai

dengan anak muda 3.74 0.772

Sumber: data kuisioner, diolah

Dari tabel 4.4. dapat diambil kesimpulan bahwa:

o Pernyataan no. 20, memiliki mean sebesar 3.82 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.599.

Goota dapat dikatakan sebagai restoran Jepang yang cocok untuk anak muda, hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Goota melakukan beberapa strategi untuk menyampaikan konsepnya sebagai restoran untuk anak muda kepada target marketnya yang dapat dilihat dari penataan interiornya yang didesain sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan kesan sebagai restoran Jepang yang cocok untuk anak muda.

o Pernyataan no. 21, memiliki mean sebesar 3.43 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.841.

Citarasa Korea dipadu dengan makanan Jepang nampak jelas pada makanan yang ditawarkan Goota, hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Pernyataan ini didukung dari menu makanan yang ditawarkan Goota dimana dalam hal ini Goota juga mempunyai makanan Korea yang ditawarkan serta didukung pula dengan adanya koki yang berasal dari Korea yang dipakai Goota sebagai salah satu staf.

(22)

Universitas Kristen Petra o Pernyataan no. 23, memiliki mean sebesar 3.77 yang berarti rata-rata

responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.831.

Atmosfer/suasana Goota nyaman untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama dengan teman, hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Goota berusaha menciptakan suasana yang nyaman ini dikarenakan Goota tahu karakteristik dari target marketnya yaitu anak muda yang suka berkumpul dan menghabiskan waktu bersama dengan teman. Beberapa responden juga menyatakan bahwa Goota menyediakan tempat yang nyaman untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama dengan teman. Penulis juga mendapatkan kesan bahwa Goota memang nyaman sebagai tempat untuk berkumpul yang juga dapat dilihat dari konsumen yang datang banyak menghabiskan waktu di Goota sekedar untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama dengan teman-temannya.

o Pernyataan no. 24, memiliki mean sebesar 3.74 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.772.

Musik yang dipasang sesuai dengan anak muda, hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Goota menyediakan musik yang disesuaikan dengan anak muda yaitu musik-musik yang sedang in saat ini melalui media berupa layar televisi.

Penulis berpendapat bahwa musik yang dipasang memang sangat berkarakter dan berciri khas anak muda tetapi sayang sekali volume tidak dapat terdengar ke seluruh ruangan pada saat restoran dalam keadaan ramai. Hal ini juga mendapat tanggapan dari beberapa responden yang menyatakan bahwa volume lagu sangat kecil dan ukuran televisi kurang memadai.

Berdasarkan hasil diatas, didapatkan total mean brand positioning secara keseluruhan sebesar 3,69 yang berarti setuju. Strategi brand positioning yang diterima konsumen Goota dapat dikatakan tinggi atau dengan kata lain konsumen sudah dapat menerima Goota sebagai restoran Jepang dengan citarasa Korea jika dilihat dari penyajian makanannya serta target market anak muda dimana untuk dapat memposisikan dirinya Goota mengatur atmosfer/suasana dan musik sedemikian rupa sehingga dapat membedakannya dengan merek lainnya.

(23)

Universitas Kristen Petra

4.2.3.7. Brand Identity

Dari hasil kuisioner untuk brand identity responden terhadap Goota didapatkan:

Tabel 4.5. Brand Identity Goota

No. Pernyataan Mean Standard Deviasi

20. Goota dapat dikatakan sebagai restoran Jepang yang cocok untuk anak muda

3.82 0.599

21. Citarasa Korea dipadu dengan makanan Jepang nampak jelas pada makanan yang ditawarkan Goota

3.43 0.841

23. Atmosfer/suasana Goota nyaman untuk berkumpul dan

menghabiskan waktu bersama dengan teman

3.77 0.831

Sumber: data kuisioner, diolah

Dari tabel 4.5. dapat diambil kesimpulan bahwa:

o Pernyataan no. 20, memiliki mean sebesar 3.82 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.599.

Goota dapat dikatakan sebagai restoran Jepang yang cocok untuk anak muda, hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Goota berusaha mempersepsikan dirinya sebagai restoran Jepang untuk anak muda dengan tujuan utama untuk dapat menguasai pasar restoran Jepang untuk anak muda.

o Pernyataan no. 21, memiliki mean sebesar 3.43 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.841.

Citarasa Korea dipadu dengan makanan Jepang nampak jelas pada makanan yang ditawarkan Goota, hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Goota berusaha untuk memperkenalkan dirinya bukan hanya sebagai restoran Jepang namun sebagai restoran Jepang yang menyajikan makanan Jepang yang dipadu dengan Korea (fusion).

o Pernyataan no. 23, memiliki mean sebesar 3.77 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.831.

Atmosfer/suasana Goota nyaman untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama dengan teman, hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Goota mendesain tempatnya sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan persepsi

(24)

Universitas Kristen Petra

di benak konsumen itu sendiri terhadap Goota sebagai tempat yang nyaman untuk hang out.

Berdasarkan hasil diatas, didapatkan total mean brand identity secara keseluruhan yaitu 3,67 yang berarti setuju. Strategi brand identity yang diterima konsumen Goota dapat dikatakan tinggi atau dengan kata lain Goota mampu mempersepsikan brandnya sesuai dengan apa yang ingin disampaikannya kepada konsumen dan konsumen mampu dengan baik menangkap persepsi yang disampaikan Goota.

4.2.3.8. Brand Personality

Dari hasil kuisioner untuk brand personality responden terhadap Goota didapatkan:

Tabel 4.6. Brand Personality Goota

No. Pernyataan Mean Standard Deviasi

22. Penampilan hidangan menarik 3.74 0.810

24. Musik yang dipasang sesuai

dengan anak muda 3.74 0.772

25. Lokasi Goota strategis 3.22 0.936

26. Staf berpenampilan rapi dan

bersih 3.71 0.707

Sumber: data kuisioner, diolah

Dari tabel 4.6. dapat diambil kesimpulan bahwa:

o Pernyataan no. 22, memiliki mean sebesar 3.74 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.810.

Penampilan hidangan menarik, hal ini disetujui oleh rata-rata responden.

Goota berusaha untuk menampilkan hidangannya semenarik mungkin sehingga dapat menarik minat konsumen untuk mencoba makanan yang ditawarkan yang juga dapat dilihat dari beberapa foto makanan Goota yang ada di lampiran 10. Selain itu Goota juga berpendapat bahwa dengan penampilan hidangan yang menarik, akan dapat memperjelas karakteristik dari brand Goota itu sendiri sebagai restoran Jepang yang bernilai estetika tinggi.

o Pernyataan no. 24, memiliki mean sebesar 3.74 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.772.

(25)

Universitas Kristen Petra

Musik yang dipasang sesuai dengan anak muda, hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Goota ingin memperjelas karakteristik sebagai restoran Jepang untuk anak muda lewat musik yang dipasang, yang sangat berciri khas anak muda.

o Pernyataan no. 25, memiliki mean sebesar 3.22 yang berarti rata-rata responden menjawab “netral” dengan standard deviasi sebesar 0.936.

Lokasi Goota strategis, rata-rata responden menjawab netral. Goota memilih lokasi di Citywalk dengan pertimbangan awal Citywalk yang beroperasi sampai malam sehingga Goota berpikir mayoritas pengunjung adalah anak muda. Hal ini memperkuat karakteristik Goota sebagai restoran Jepang untuk anak muda. Meskipun demikian dilihat dari jawaban rata-rata responden, tidak sepenuhnya responden setuju akan hal ini dikarenakan banyak responden yang menilai lokasi Goota tidak mudah ditemukan walaupun Goota memiliki anggapan bahwa lokasinya strategis. Selain itu cukup bising karena merupakan akses pengunjung lalu lalang. Observasi penulis membuktikan bahwa lokasi Goota dapat dikatakan cukup strategis.

o Pernyataan no. 26, memiliki mean sebesar 3.71 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.707.

Staf berpenampilan rapi dan bersih, hal ini disetujui oleh rata-rata responden.

Penampilan staf dinilai Goota dapat menambah karakteristik dari Goota itu sendiri. Hal ini dapat dilihat dari pemilihan warna eye catching pada seragam yang dikenakan para staf Goota yang menjadikannya berbeda dengan restoran lainnya. Observasi penulis menilai bahwa warna eye catching pada seragam tampaknya memang disesuaikan dengan dekorasi Goota yang cenderung berwarna gelap sehingga menyebabkan para staf tampak kontras dari luar.

Sehingga menuntut para staf untuk selalu berpenampilan rapi dan bersih karena para staf menjadi perhatian.

Berdasarkan hasil diatas, didapatkan total mean brand personality secara keseluruhan sebesar 3,60 yang berarti setuju. Strategi brand personality Goota yang diterima konsumen dapat dikatakan tinggi. Dengan kata lain, daya tarik Goota untuk memperkuat karakteristiknya dapat memperjelas brand Goota itu

(26)

Universitas Kristen Petra

sendiri dilihat dari penampilan hidangan, musik, lokasi, serta staf Goota.

Tampaknya usaha Goota melalui strategi yang satu ini masih harus melalui waktu yang panjang serta usaha-usaha lainnya untuk lebih menegaskan karakter yang ingin Goota bentuk.

4.2.3.9. Brand Communication

Dari hasil kuisioner untuk brand communication responden terhadap Goota didapatkan:

67 33%

99 49%

22 11%

4

2% 7

4%

1 1%

majalah koran radio teman tahu sendiri lainnya

Gambar 4.9. Darimana responden mengetahui Goota Sumber: data kuisioner, diolah

Dari gambar 4.9. dapat disimpulkan bahwa dari 200 responden menyatakan bahwa responden mengetahui Goota dari tahu sendiri yaitu sebesar 99 orang (49%). Dari hasil ini dapat diketahui bahwa penyampaian Goota untuk mengenalkan brandnya sangat tidak efektif seperti halnya penyebaran brosur, tidak satupun responden mengetahui adanya brosur yang disebarkan beberapa bulan sebelum Goota dibuka.

Tabel 4.7. Brand Communication Goota

No. Pernyataan Mean Standard Deviasi

28. Penyajian makanan tepat sesuai

dengan yang Anda pesan 3.78 0.705

29. Staf dapat memberikan penjelasan tentang menu dengan baik dan jelas

3.73 0.896

30. Goota dapat dengan baik mengenalkan brandnya kepada konsumen

3.17 0.825

(27)

Universitas Kristen Petra

Tabel 4.7. Brand Communication Goota (sambungan) 31. Promosi yang dipakai Goota

menarik bagi konsumen 2.78 0.865

Sumber: data kuisioner, diolah

Dari tabel 4.7. dapat diambil kesimpulan bahwa:

o Pernyataan no. 28, memiliki mean sebesar 3.78 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.705.

Penyajian makanan tepat sesuai dengan yang dipesan, hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Goota selalu berusaha menekankan para stafnya untuk dapat menjalin komunikasi yang baik dengan para konsumennya dengan tujuan untuk menghindari terjadinya misscommunication. Dengan komunikasi yang baik ini pula, diharapkan tidak terjadi kesalahan pada makanan yang dipesan konsumen dengan kata lain staf menyajikan makanan sesuai dengan yang dipesan konsumen.

o Pernyataan no. 29, memiliki mean sebesar 3.73 yang berarti rata-rata responden menjawab “setuju” dengan standard deviasi sebesar 0.896.

Staf dapat memberikan penjelasan tentang menu dengan baik dan jelas, hal ini disetujui oleh rata-rata responden. Pemahaman staf terhadap menu yang ditawarkan Goota dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk dapat memberikan service dan pelayanan yang memuaskan sehingga apabila konsumen tidak mengerti atau kurang memahami menu, staf dapat memberikan penjelasan yang baik. Goota memberikan training khusus bagi para stafnya selama 3 bulan lamanya untuk memastikan kepuasan yang didapatkan oleh konsumen..

o Pernyataan no. 30, memiliki mean sebesar 3.17 yang berarti rata-rata responden menjawab “netral” dengan standard deviasi sebesar 0.825.

Goota dapat dengan baik mengenalkan brandnya kepada konsumen, rata-rata responden menjawab netral. Sebagai brand baru, Goota berusaha untuk memperkenalkan dirinya dengan baik di mata konsumen. Hal ini dapat dilihat dari promosi-promosi yang dilakukan Goota sebelum Goota dibuka sampai sekarang juga lewat kerja sama lainnya. Namun tampaknya Goota harus memikirkan cara yang efektif untuk memperkenalkan brandnya, terbukti dari

(28)

Universitas Kristen Petra

jawaban responden yang masih netral terhadap usaha Goota ini. Penulis pun menilai usaha Goota kurang dalam hal pengenalan brand.

o Pernyataan no. 31, memiliki mean sebesar 2.78 yang berarti rata-rata responden menjawab “netral” dengan standard deviasi sebesar 0.865.

Promosi yang dipakai Goota menarik bagi konsumen, rata-rata responden menjawab netral. Banyak cara yang dilakukan Goota untuk dapat memperkenalkan brandnya baik lewat promosi, menyebar brosur, melakukan kerja sama dengan bank HSBC, majalah food and resto serta majalah ice.

Namun beberapa dari promosi yang dilakukan dirasakan kurang efektif sehingga banyak responden tidak mengetahui promosi yang pernah dilakukan oleh Goota. Hal ini juga didukung oleh data yang menyatakan bahwa responden mengetahui Goota yang terbanyak dari tahu sendiri, teman dan lainnya. Promosi yang digunakan melalui majalah, radio, menyebar brosur, maupun kerjasama terbukti kurang efektif karena minimnya jawaban yang dipilih responden.

Berdasarkan hasil diatas, didapatkan total mean brand communication secara keseluruhan sebesar 3,37 yang berarti netral. Strategi brand communication yang dilakukan Goota untuk memperkenalkan brandnya dapat dikatakan cukup.

Dengan kata lain promosi keluar (usaha memperkenalkan Goota kepada konsumen baru) yang digunakan Goota kurang efektif sedang promosi yang ada di dalam (melalui service yang diberikan para staf) dapat dikatakan baik.

Secara keseluruhan untuk per tingkatan brand equity konsumen Goota dapat disimpulkan bahwa:

1. Untuk brand awareness, responden sudah berada pada tingkatan aware yang dapat dikatakan cukup tinggi terhadap merek. Hal ini dapat dilihat dari hasil kuisioner dimana merek Goota menduduki peringkat kedua untuk brand recognition 1, brand recall 1, dan top of mind.

2. Untuk perceived quality, responden sudah memiliki tingkatan yang tinggi yang terbukti dari total mean sebesar 3,74.

(29)

Universitas Kristen Petra

3. Untuk brand association, responden sudah memiliki tingkatan yang tinggi yang terbukti dari total mean sebesar 3,54.

4. Untuk brand loyalty, responden sudah memiliki tingkatan yang tinggi yang terbukti dari total mean sebesar 3,49.

Sedangkan untuk brand strategy yang dilakukan Goota dinilai dari mata konsumen dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Untuk brand positioning, responden sudah dapat menerima positioning yang ingin dibentuk Goota yang terbukti dari total mean sebesar 3,69.

2. Untuk brand identity, responden sudah dapat menerima identity yang ingin dibentuk Goota yang terbukti dari total mean sebesar 3,67.

3. Untuk brand positioning, responden sudah dapat menerima personality yang ingin dibentuk Goota yang terbukti dari total mean sebesar 3,60.

4. Untuk brand communication, responden bisa menerima komunikasi yang dilakukan Goota namun tidak terlalu berpengaruh pada keputusan mereka dikarenakan sebagian besar promosi yang dilakukan kurang efektif yang terbukti dari total mean sebesar 3,37.

4.2.4. Hubungan kausal antara brand strategy dan brand equity

Hubungan kausal antara brand strategy yang sudah dilakukan Goota Japanese charcoal grill and café dan brand equity yang sudah diterima konsumen Goota dapat diketahui dari gambar dibawah ini.

(30)

Universitas Kristen Petra

Gambar 4.10. Hubungan kausal antara brand strategy dan brand equity Sumber: data kuisioner, diolah

Dari gambar 4.10. dapat dilihat bahwa terdapat hubungan kausal antara brand strategy dan brand equity dimana hubungan yang terjadi dapat dilihat dari masing-masing bagian yang ada dalam brand strategy yang digunakan Goota dengan brand equity yang sudah diterima konsumen dilihat dari per tingkatannya.

Untuk strategi brand positioning yang digunakan Goota tidak dianalisa di dalam SEM dikarenakan kesamaan indikator dengan brand identity dan brand personality. Khusus untuk strategi brand identity, indikator yang kedua tidak tercantum dalam gambar dikarenakan adanya kemiripan atau bahkan kesamaan data dengan indikator lainnya sehingga SEM tidak mampu mengolah indikator ini. Sedang untuk dimensi brand awareness dikarenakan perbedaan alat uji yang dipakai untuk mengukur maka tidak dapat tercantum dalam gambar diatas.

Berdasarkan gambar diatas dapat disimpulkan bahwa:

1. brand identity mempunyai hubungan kausal yang positif tidak signifikan dengan perceived quality (sebesar 1,29) yang berarti hubungan tersebut berjalan searah dan berhubungan kausal tidak terlalu kuat. Apabila konsumen memiliki persepsi yang benar dan tinggi tentang Goota maka kualitas Goota di

(31)

Universitas Kristen Petra

mata konsumen juga tinggi dan keduanya berhubungan tidak terlalu kuat.

Seperti jika Goota ingin mempersepsikan dirinya sebagai restoran Jepang yang menyajikan makanan dengan cepat maka Goota dapat meningkatkan kualitasnya untuk menyajikan makanan dengan cepat.

2. brand identity mempunyai hubungan kausal yang positif tidak signifikan dengan brand association (sebesar 0,10) yang berarti hubungan tersebut berjalan searah dan berhubungan kausal tidak terlalu kuat. Apabila konsumen memiliki persepsi yang benar dan tinggi tentang Goota maka ingatan akan Goota di mata konsumen juga tinggi dan keduanya berhubungan tidak terlalu kuat.

3. brand identity mempunyai hubungan kausal yang positif signifikan dengan brand loyalty (sebesar 2,03) yang berarti hubungan tersebut berjalan searah dan berhubungan kausal kuat. Apabila konsumen memiliki persepsi yang benar dan tinggi tentang Goota maka loyalitas konsumen terhadap Goota juga tinggi dan keduanya berhubungan kuat.

4. brand personality mempunyai hubungan kausal yang positif signifikan dengan perceived quality (sebesar 6,43) yang berarti hubungan tersebut berjalan searah dan berhubungan kausal kuat. Apabila konsumen mampu mengkarakteristikkan merek Goota dengan sesuatu tinggi maka kualitas Goota di mata konsumen juga tinggi dan keduanya berhubungan kuat.

5. brand personality mempunyai hubungan kausal yang positif signifikan dengan brand association (sebesar 3,30) yang berarti hubungan tersebut berjalan searah dan berhubungan kausal kuat. Apabila konsumen mampu mengkarakteristikkan merek Goota dengan sesuatu tinggi maka ingatan akan Goota di mata konsumen juga tinggi dan keduanya berhubungan kuat.

6. brand personality mempunyai hubungan kausal yang positif tidak signifikan dengan brand loyalty (sebesar 0,40) yang berarti hubungan tersebut berjalan searah dan berhubungan kausal tidak terlalu kuat. Apabila konsumen mampu mengkarakteristikkan merek Goota dengan sesuatu tinggi maka loyalitas konsumen terhadap Goota juga tinggi dan keduanya berhubungan tidak terlalu kuat.

(32)

Universitas Kristen Petra

7. brand communication mempunyai hubungan kausal yang negatif signifikan dengan perceived quality (sebesar -2,45) yang berarti hubungan tersebut berbanding terbalik dan berhubungan kausal kuat. Apabila kemampuan konsumen menangkap komunikasi yang dilakukan Goota tinggi maka kualitas Goota di mata konsumen akan berbanding terbalik dan keduanya berhubungan kuat. Dengan kata lain sekalipun komunikasi yang dilakukan Goota keluarnya kurang baik, namun Goota mampu memberikan kualitas yang baik kedalamnya.

8. brand communication mempunyai hubungan kausal yang positif tidak signifikan dengan brand association (sebesar 0,66) yang berarti hubungan tersebut berjalan searah dan berhubungan kausal tidak terlalu kuat. Apabila kemampuan konsumen menangkap komunikasi yang dilakukan Goota tinggi maka ingatan akan Goota di mata konsumen juga tinggi dan keduanya berhubungan tidak terlalu kuat.

9. brand communication mempunyai hubungan kausal yang positif signifikan dengan brand loyalty (sebesar 3,17) yang berarti hubungan tersebut berjalan searah dan berhubungan kausal kuat. Apabila kemampuan konsumen menangkap komunikasi yang dilakukan Goota tinggi maka loyalitas konsumen terhadap Goota juga tinggi dan keduanya berhubungan kuat.

Berdasarkan hasil diatas, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa hubungan kausal antara brand strategy yang sudah dilakukan Goota Japanese charcoal grill and café dan brand equity yang sudah diterima konsumen adalah rata-rata mempunyai hubungan kausal yang positif signifikan.

Referensi

Dokumen terkait

!ada sinusitis kronis, temuan pemeriksaan klinis tidak seberat sinusitis akut dan tidak terdapat pembengkakan pada ajah. !ada rinoskopi anterior dapat ditemukan sekret kental

PELAKSANAAN WISUDA YANG SEMULA AKAN DILAKSAKAN

Rancangan ini dipilih, berdasarkan suatu pertimbangan bahwa rancangan penelitian ini termasuk dalam rancangan penelitian kualitatif Data dalam penelitian ini adalah

Bahasa tersebut sejak lama digunakan sebagai bahasa perantara (lingua franca) atau.. Modul Guru Pembelajar Bahasa Indonesia SMP Kelompok Kompetensi Profesional C 5 bahasa

Massindo Sinar Pratama di Manado, diperoleh hasil bahwa variabel kualitas produk, harga, promosi dan kualitas pelayanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan

Menurut Edward dalam (Winarno, 2002 : 125), studi implementasi kebijakan adalah krusial bagi public administrasion dan public policy. Implementasi kebijakan adalah tahap

Sebuah distribusi Linux, yang umum disebut dengan &#34;distro&#34;, adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk mengatur sebuah kumpulan perangkat lunak berbasis Linux dan

Berdasarkan data hasil penilitian curah hujan bulanan 150 tahun relative sama, dan jika hujan turun pada musimnya hanya selama 6 bulan, jika selama 6 bulan itu hampir 75 % terbuang