PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL DI LANTAI PRODUKSI DENGAN METODE SUBJECTIVE WORKLOAD
ASSESMENT TECHNIQUE (SWAT) PADA PT. BAKRIE SUMATERA PLANTATIONS
TUGAS SARJANA
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari
Syarat – Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Industri
Oleh
MUHAMMAD AINUL SYAHPUTRA 150403012
D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I F A K U L T A S T E K N I K
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N
2 0 1 9
No. Dok : FM-GKM-S1TI-FT-6-06-07; Tgl. Efektif : 09 Juli 2018; Rev : 01; Halaman : 1 dari 1
ABSTRAK
Beban kerja merupakan sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi. Aktivitas yang dilakukan manusia akan menyebabkan kelelahan fisik (fatigue) serta kelelahan secara psikologis (mental).
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi beban kerja mental pada lantai produksi dan memberikan usulan perbaikan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan pengamatan secara langsung (survey) dan wawancara serta mengidentifikasi aktivitas – aktivitas pekerja lantai produksi yang berlangsung, ditemukan beban kerja fisik yang dominan rendah. Sedangkan setelah dilakukan pengamatan secara langsung dan wawancara , ditemukan beban kerja mental yang ditandai dengan kebosanan pekerja saat melaksakan tugas yang diterima dikarenakan pekerjaan yang monoton. Pengukuran beban kerja mental dilakukan dengan metode Subjective Workload Assessment Technique (SWAT) serta perencanaan perbaikan dilakukan dengan metode Focus Group Discusion kepada pekerja dan pihak manajemen. Berdasarkan perhitungan beban kerja mental, menunjukkan bahwa faktor Stress (S) yang dominan mempengaruhi beban kerja lantai produksi sebesar 52%, dikuti oleh faktor Effort (E) 44% dan Time (T) 0,04%. Masing – masing beban mental karyawan berada pada kategori tinggi dan sedang. Adapun usulan yang dapat diberikan yaitu melakukan olahraga setiap minggu agar badan tetap sehat dan tidak mudah lemas karena usaha/konsentrasi yang berlebih. Kemudian adanya tambahan bonus/insentif kepada pekerja yang masa kerja lebih dari 10 tahun. Selanjutnya membuat senyaman mungkin dengan pekerjaannya yaitu dengan diberikan fasilitas yang layak bagi pekerja, sehingga pekerja tidak terbebani dalam mentalnya dan pekerja tidak stress, dengan hal itu maka beban kerja pekerja akan lebih ringan.
Kata kunci : Beban Kerja Mental, SWAT, Focus Group Discusion.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tugas sarjana ini dengan baik. Laporan tugas sarjana merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi penulis untuk dapat menyelesaikan program studi Reguler S-1.
Penulis melaksanakan Tugas Sarjana di PT. Bakrie Sumatera Plantations, Tbk yang bergerak dalam bidang produksi minyak kelapa sawit/crude palm oil (CPO). Tugas Sarjana ini berjudul “Pengukuran Beban Kerja Mental Di Lantai Produksi Dengan Metode Subjective Workload Assesment Technique (SWAT) Pada PT. Bakrie Sumatera Plantations”.
Besar harapan penulis penyusunan laporan penelitian ini dapat menambah pengetahuan bagi pembaca. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan laporan ini, karena pengetahuan dan pengalaman penulis yang masih terbatas
. Oleh sebab itu, penulis menerima secara terbuka setiap kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak untuk perbaikan tulisan ini.
Akhir kata
penulis mengucapkan terima kasih dan semoga laporan penelitian ini dapat bermanfaat.UNIVERSITAS SUMATERA UTARA PENULIS
OKTOBER 2019 MUHAMMAD AINUL SYAHPUTRA
UCAPAN TERIMA KASIH
Pendidikan sarjana teknik yang penulis dapatkan selama bangku perkuliahan di Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara hingga penyelesaian tugas sarjana untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik merupakan proses terintegrasi untuk menjadikan penulis sebagai lulusan yang terdidik, berguna dan memiliki integritas moral serta berakhlak dan mampu mencapai kehidupan yang lebih baik. Penulisan tugas sarjana ini tidak akan terselesaikan dengan baik jika penulis tidak mendapatkan bimbingan, bantuan dan doa dari berbagai pihak sehingga penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kedua orang tua tercinta, Syawal Idris dan Dirawati yang telah mengizinkan penulis untuk menempuh pendidikan sarjana dan memberikan dukungan dan motivasi baik dari segi moril, doa, maupun materil.
2. Ibu Dr. Meilita Tryana Sembiring, ST, MT sebagai Ketua Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara yang telah mengizinkan pelaksanaan tugas sarjana.
3. Bapak Buchari, ST., M.Kes sebagai Sekretaris Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara yang telah menjadi panitera pada Seminar dan Sidang Tugas Sarjana.
4. Bapak Ir. Mangara Tambunan, Msc selaku koordinator tugas sarjana yang telah memberi saran dan masukan untuk laporan tugas sarjana.
5. Ibu Ir. Anizar, M kes sebagai Dosen Pembimbing yang telah meluangkan
waktu untuk membimbing penulis, memberikan ilmu, dan memberikan saran
dalam penyelesaian laporan tugas sarjana.
6. Bapak Anto, Bapak Tri, dan Ibu Ade dari pihak PT. Bakrie Sumatera Plantations yang telah mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian di pabrik dan memberikan data yang mendukung penelitian tugas sarjana.
7. Seluruh dosen Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara yang telah mendidik penulis selama perkuliahan sebagai bekal dalam penulisan tugas sarjana.
8. Staf pegawai Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, Bang Tumijo, Bang Eddy, Bang Nurmansyah, Kak dede, Kak Neneng, Bu Aniaty, Kak Rahmaini, dan Kak Mia sebagai yang telah membantu segala urusan administrasi dan peminjaman buku di perpustakaan selama kegiatan perkuliahan dan penyelesaian tugas sarjana.
9. Saudara tercinta, Rita Astuti, Mahdewi, Taufik Hidayat dan Faisal Azmi yang selalu memberikan dukungan dan motivasi sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas sarjana ini.
10. Nurhanifah Eka Putri yang telah memberikan motivasi, saran dan dukungan selama penyelesaian tugas sarjana.
11. Rekan seperjuangan penelitian yaitu Rahmat Fauzi dalam mengumpulkan data penelitian di PT. Bakrie Sumatera Plantations.
12. Sahabat terbaik Kenta, Riky Yurisditira, Chairul Rahmadsyah Manik,
Jefrincer Zalukhu, Faisal Hardiansyah, Azwar Anas Pane dan Teuku Aldi
Farhan terimakasih atas dukungan, doa, dan kerjasamanya yang telah
memberikan semangat dan mendukung serta mendoakan penulis.
13. Sahabat-sahabat penulis di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik USU khususnya teman-teman angkatan 2015 “LIBERTI” yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah memberikan dukungan kepada penulis dalam penyelesaian Tugas Sarjana ini.
14. Seluruh pihak yang telah banyak memberikan bantuan kepada penulis dalam penyelesaian tugas sarjana ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA, MEDAN PENULIS
OKTOBER 2019 MUHAMMAD AINUL SYAHPUTRA
DAFTAR ISI
BAB HALAMAN
LEMBAR JUDUL ... i LEMBAR PENGESAHAN ... ii KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... iv iv DAFTAR TABEL... vii
DAFTAR GAMBAR ... viii DAFTAR LAMPIRAN ... ix
I. PENDAHULUAN ... I-1 1.1. Latar belakang masalah ... I-1 1.2. Rumusan Masalah ... I-4 1.3. Tujuan Penelitian... I-4 1.4. Manfaat Penelitian... I-5 1.5. Batasan dan Asumsi Masalah ... I-5 1.6. Sistematika Penulisan Laporan ... I-6
II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... II-1
2.1. Sejarah Perusahaan ... II-1
2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha ... II-1
2.3. Lokasi Perusahaan ... II-2
2.4. Daerah Pemasaran ... II-2
DAFTAR ISI (LANJUTAN)
BAB HALAMAN
2.5. Sistem Pengupahan ... II-2 2.6. Jam Kerja... II-3 2.7. Struktur Organisasi Perusahaan ... II-3 2.8. Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab ... II-5 2.9. Proses Produksi ... II-6 2.9.1. Standard Mutu Bahan / Produk ... II-6 2.10. Bahan yang Digunakan ... II-8 2.10.1. Bahan Baku ... II-8 2.10.2. Bahan Penolong ... II-8 2.11. Uraian Proses Produksi ... II-9
III. LANDASAN TEORI ... III-1 3.1. Penelitian Sebelumnya ... III-1 3.2. Ergonomi ... III-5 3.3. Beban Kerja ... III-5 3.4. Beban Kerja Mental ... III-7
3.4.1. Subjective Workload Assesment Technique
(SWAT) ... III-8
3.5. Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja ... III-11
3.6. Focus Grup Discussion (FGD) ... III-12
3.6.1. Karakteristik FGD ... III-13
DAFTAR ISI (LANJUTAN)
BAB HALAMAN
3.7. Stres Kerja ... III-17 3.7.1. Faktor Penyebab Stres ... III-17 3.7.2. Sumber Stres Kerja ... III-18 3.7.3. Akibat Stres ... III-19
IV . METODOLOGI PENELITIAN ... IV-1 4.1. Jenis Penelitian ... IV-1 4.2. Objek Penelitian ... IV-1 4.3. Kerangka Konseptual ... IV-2 4.4. Rancangan Penelitian ... IV-3 4.5. Instrumen Penelitian ... IV-5 4.6. Metode Pengumpulan Data ... IV-6 4.7. Metode Pengolahan Data ... IV-7 4.8. Diagram Alir Penelitian ... IV-8
V. PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA ... V-1 5.1. Aktivitas Pekerja Lantai Produksi ... V-1 5.2. Pengumpulan Data Beban Kerja Mental ... V-3
5.2.1. Kombinasi Kartu SWAT Menurut Persepsi
Pekerja ... V-3
5.3. Pengolahan Data Beban Kerja Mental ... V-6
DAFTAR ISI (LANJUTAN)
BAB HALAMAN
5.3.1. Tahap Penskalaan (Scale Development) ... V-6 5.3.2. Tahap Penilaian (Event Scoring) ... V-12
VI. ANALISA PEMECAHAN MASALAH ... VI-1 6.1. Analisis Subjective Workload Assesment Technique
(SWAT) ... VI-1 6.1.1. Scalling Solution (Solusi Penskalaan)... VI-2 6.2. Perencanaan Perbaikan ... VI-6 6.2.1. Focus Group Discusion ... VI-7
VII. KESIMPULAN DAN SARAN ... VII-1 7.1. Kesimpulan... VII-1 7.2. Saran ... VII-2 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
TABEL HALAMAN
3.1. Tabulasi Penelitian Terdahulu ... III-1 5.1. Karakteristik Pekerja Lantai Produksi ... V-3 5.2. Kombinasi Kartu SWAT ... V-4 5.3. Rekapitulasi Urutan Kartu SWAT Menurut Persepsi
Pekerja ... V-5 5.4. Parameter Perhitungan Koefisien Kendall ... V-13 5.5. Hasil Prototipe kombinasi kartu SWAT untuk Masing-
Masing ... V-17 5.6. Rekapitulasi Kuesioner Beban Kerja... V-12 5.7. Hasil kategori beban kerja Mental ... V-13 6.2 Persentase Setiap Faktor /Prototype ... VI-1 6.2. Hasil kategori prototype dan Beban Kerja Mental Masing-
Masing ... VI-2
DAFTAR GAMBAR
GAMBAR HALAMAN
2.1. Lokasi Palm Oil Mill PT. Bakrie Sumatera Plantation, Tbk II-2 2.2. Struktur organisasi Palm Oil Mill PT. Bakrie Sumatera
Plantation, Tbk ... II-4
4.1. Kerangka Konseptual Penelitian ... IV-2
4.2. Blok Diagram Prosedur Penelitian ... IV-9
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN
1. Hasil Perhitungan Koefisien Korelasi Spearman ... L-1 2. Penyusunan Kartu Subjective Workload Assessment Technique
(SWAT) ... L-2
3. Kartu Subjective Workload Assessment Technique (SWAT) ... L-3
4. Kuesioner/Angket Beban Kerja ... L-4
5. Surat Permohonan Tugas Sarjana ... L-5
6. Formulir Penetapan Tugas Sarjana ... L-6
7. Surat Balasan Penerimaan Riset Tugas Sarjana ... L-7
8. Surat Keputusan Tugas Sarjana ... L-8
9. Form Asistensi Dosen Bimbingan I ... L-9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Beban kerja merupakan suatu tuntutan pekerja saat menerima permintaan, perintah atau tuntutan yang akan menghasilkan suatu bentuk dan tingkatan kinerja. Secara tidak langsung, kinerja pekerja dipengaruhi oleh beban kerja yang diterimanya, yang terindikasi lewat kinerjanya. Beban kerja yang diterima pekerja dapat berupa beban kerja fisik, seperti paparan suhu lingkungan, kebisingan, pencahayaan yang berdampak pada metabolisme tubuh pekerja dari detak jantung, konsumsi oksigen, suhu tubuh dan sebagainya yang terlihat lebih konkrit dan dekat dengan aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Beban kerja dapat pula berupa beban kerja mental yang terindikasi lebih subjektif terhadap masing- masing subjek pekerja, seperti beban waktu, usaha, stress, dan sebagainya.
Aktivitas berlebihan, kurang istirahat, kondisi fisik lemah, olahraga dan
tekanan sehari-hari dapat menyebabkan kelelahan (fatigue). Kelelahan dapat
terjadi oleh berbagai penyebab yang dapat menimbulkan terjadinya sumber daya
habis, tertimbunnya asam laktat di dalam tubuh, terganggunya keseimbangan
elektrolit di dalam tubuh dan terganggunya keseimbangan pemasukan dan
pengeluaran air didalam tubuh. Aktivitas yang dilakukan oleh manusia akan
memerlukan energi dan tergantung pada besar beban kerja baik secara fisik
maupun secara mental. Hal ini akan menyebabkan manusia yang bekerja
mengalami fatigue (kelelahan) baik secara fisik maupun kelelahan secara
psikologis pada masing-masing individu, yang akan mempengaruhi penurunan kinerja pekerja. Kelelahan akibat kerja seringkali diartikan sebagai proses menurunnya efisiensi, performansi kerja dan berkurangnya kekuatan atau ketahanan fisik tubuh untuk terus melanjutkan kegiatan yang harus dilakukan (Sritomo, Wignjosoebrodato, 2008).
Apabila kemampuan dari pekerja lebih tinggi daripada tuntutan pekerjaan maka akan menimbulkan rasa bosan dan sebaliknya, apabila kemampuan pekerja lebih rendah daripada tuntutan pekerjaan maka akan menimbulkan dampak kelelahan yang berlebih yang menyebabkan stress kerja pada karyawan dan menyebabkan sering terjadinya kecelakaan kerja, hal ini menyebabkan kerugian bagi perusahaan (Mesra, Susanti and Zadry, 2017).
PT. Bakrie Sumatera Plantation merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang industri kelapa sawit. Perusahaan ini melakukan produksi berupa pengolahan TBS kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit kasar/crude palm oil (CPO) dan inti kelapa sawit (kernel). PT. Bakrie Sumatera Plantation dituntut untuk menghasilkan kerja optimal demi kelangsungan kegiatan produksi pada perusahaan, serta menjaga persaingan tetap berjalan sehat. Tuntutan tersebut menyebabkan pekerja untuk selalu bekerja optimal, namun tidak diselaraskan kemampuan pekerja dengan beban kerja yang diberikan. Proses produksi crude palm oil (CPO) diawali Loading Ramp yaitu memasukkan TBS yang telah disortir
ke dalam ramp cage yang berada di atas rel, ramp cage mempunyai 30 pintu yang
bisa dibuka tutup dengan sistem hidrolik. Setelah lorry terisi TBS kemudian akan
di bawah ke stasiun sterilizer untuk dilakukan perebusan di dalam bejana. TBS
diangkut ke stasiun thersser untuk dipisahkan antara berondolan dengan tandannya. Kemudian brondolan yang sudah terpisah di press dengan mesin press kemudian menghasilkan minyak yang masih tercampur dengan kotoran.
Selanjutnya minyak yang telah diproses pada stasiun press dibawah ke stasiun pemurnian untuk menghilangkan partakel partikel yang menjadi sumber kotoran yang terdapat pada minyak. Setelah dilakukan pemurnian maka minyak dibawah ke storage tank untuk disimpan. Minyak yang dihasilkan dari daging buah berupa minyak yang kita sebut sekarang Crude Palm Oil (CPO), kemudian stasiun karnel dilakukan pemisahan antara inti dengan cangkangnya. Oleh sebab itu dibutuhkan ketelitian yang cukup tinggi dengan waktu yang telah ditentukan agar CPO yang dihasilkan dari proses tersebut. Ketepatan waktu penyelesaian setiap proses merupakan salah satu indikator penilaian kinerja secara umum, untuk itu karyawan harus berusaha menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Sehingga beban kerja yang dirasakan oleh karyawannya sangat tinggi.
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan dengan melihat secara langsung dan wawancara serta mengidentifikasi aktivitas – aktivitas pekerja lantai produksi yang berlangsung, ditemukan beban kerja fisik yang dominan rendah.
Oleh sebab itu, dilakukan pengamatan secara langsung dan wawancara terhadap
beban kerja mental pekerja lantai produksi yang ditandai dengan kelelahan dan
kebosanan pekerja saat melaksakan tugas yang diterima sebab pekerjaan yang
bersifat repetitif dan berulang-ulang yang mengakibatkan kejenuhan, dan
kelelahan mental pekerjaan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode
Subjective Workload Assessment Tecnique atau dikenal dengan metode SWAT.
Penerapan metode SWAT akan menggambarkan beban kerja yang dialami oleh pekerja dengan tiga faktor yaitu beban waktu, beban usaha mental dan beban tekanan psikologis, dimana masing-masing terdiri dari tiga tingkatan yaitu rendah, sedang dan tinggi. Pengukuran dengan menggunakan metode SWAT diharapkan dapat meningkatkan kinerja pekerja sehingga aktivitas pekerjaan berjalan dengan baik, dengan menggunakan analisis SWAT, perusahaan dapat mengetahui apakah karyawan merasa terbebani atau tidak dengan tugas pekerjaanya.
1.2. Rumusan Masalah
Masalah pada penelitian ini adalah beban kerja mental yang diterima pekerja yang bersifat repetitif dan berulang-ulang yang mengakibatkan kebosanan dan kelelahan mental pekerja sehingga perlu dilakukan pengukuran dan analisis beban kerja mental guna untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi beban kerja mental lantai produksi PT. Bakrie Sumatera Plantations.
1.3. Tujuan Penelitian
Melihat perumusan masalah yang telah disusun, maka dapat disebutkan tujuan utama dalam penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi beban kerja mental pekerja lantai produksi PT. Bakrie Sumatera Plantations dengan menggunakan metode Subjective Workload Assessment Technique (SWAT).
2. Memberikan usulan perencanaan perbaikan kepada pihak PT. Bakrie
Sumatera Plantations berdasarkan perhitungan metode Subjective Workload
Assesment Technique (SWAT) dan Focus Group Discussion (FGD) kepada pekerja dan manajemen.
1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat bagi mahasiswa
a. Mahasiswa dapat memperoleh kesempatan untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh dalam perkuliahan, menambah pengetahuan dan memperoleh pengalaman dalam bidang ergonomi untuk mengatasi permasalahan di perusahaan.
b. Memperoleh peluang untuk mencari solusi dari permasalahan di perusahaan sudut pada akademis.
2. Manfaat Bagi Perusahaan
Memberi masukan kepada pihak perusahaan terhadap upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi permasalahn beban kerja lantai produksi.
3. Manfaat Bagi Departemen Teknik Industri
Hasil dari penelitian ini dapat memperkaya bahan ajaran/materi perkuliahan di Departemen Teknik Industri.
1.5. Batasan Dan Asumsi Masalah
Batasan-batasan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Pekerja pada bagian produksi bekerja secara normal.
2. Proses produksi berjalan normal selama penelitian.
3. Tidak terjadi perubahan kebijakan manajemen selama penelitian.
4. Tidak ada tekanan bagi pekerja dalam menyampaikan permasalahan maupun menyampaikan perbaikan pada saat FGD
Asumsi dalam penelitian yang dilakukan adalah:
1. Pekerja bekerja secara normal.
2. Penelitian hanya dilakukan di bagian lantai produksi pabrik kelapa sawit PT. Bakrie Sumatera Plantations, Tbk.
3. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berada pada kondisi baik dan sesuai standar.
4. Tidak terjadi perubahan kebijakan manajemen selama penelitian.
5. Alat ukur yang digunakan dalam kondisi baik dan sesuai dengan standar.
1.6. Sistematika Penulisan Laporan
Sistematika penulisan laporan dari tugas sarjana akan disajikan dalam Bab I hingga Bab VII. Sistematika penulisan tugas sarjana dapat dilihat sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan, menguraikan latar belakang permasalahan yang mendasari penelitian, perumusan permasalahan, tujuan dan manfaat penelitian, batasan dan asumsi yang digunakan dalam penelitian serta sistematika penulisan laporan penelitian.
Bab II Gambaran umum perusahaan, berisi ruang lingkup perusahaan,
lokasi, struktur organisasi, tugas dan tanggung jawab, jumlah
tenaga kerja ,jam kerja karyawan, dan sistem pengupahan PT.
Bakrie Sumatera Plantations.
Bab III Landasan teori, berisi teori tentang ergonomi, intervensi ergonomi, kuesioner Subjective Workload Assessment Technique (SWAT), beban kerja mental dan Focus Group Discusion (FGD).
Bab IV Metodologi penelitian, menguraikan tahap-tahap dalam penelitian yaitu tempat dan waktu penelitian, jenis penelitian, objek penelitian, kerangka konseptual, metode pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis pemecahan masalah.
Bab V Pengumpulan dan pengolahan data, penyebaran kuesioner SWAT, beban kerja mental.
Bab VI Pemecahan Masalah, analisis beban kerja serta analisis pemecahan masalah.
Bab VII Kesimpulan dan saran, berisi tentang kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisis pemecahan masalah dan saran-saran yang bermanfaat bagi perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1. Sejarah Perusahaan
PT. Bakrie Sumatera Plantation, Tbk merupakan salah satu perusahaan perkebunan tertua di Indonesia. Pada tahun 1986, perusahaan ini diakui sisi oleh Bakrie and Brother dan kemudian diganti namanya menjadi PT. Bakrie Sumatera
Plantation Tbk. Pada tahun 1990 ditandai tonggak penting bagi perusahaan ketikaitu berhasil tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES).
PT. Bakrie Sumatera Plantation Tbk (PT. BSP) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang usaha pengolahan minyak kelapa sawit dengan perkebunan sendiri dan pengolahan karet. Palm Oil Mill merupakan pabrik bagian dari PT. BSP yang mengelolah tandan buah segar (TBS) menjadi minyak kelapa sawit kasar/crude oil palm (CPO) dan inti sawit (palm karnel). Perusahaan ini merupakan pabrik pengolahan bahan baku setengah jadi.
2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha
PT. Bakrie Sumatera Plantation Tbk. Palm Oil Mill kisaran Sumatera Utara
menghasilkan produk merupakan perusahaan yang bergerak dibidang
pertambangan dengan produk berupa minyak kelapa sawit/crude oil palm (CPO)
dan inti sawit (palm kernel).
2.3. Lokasi Perusahaan
Kantor pemasaran PT. Bakrie Sumatera Plantation, Tbk berada di jalan Ir.Juanda Kisaran, Kabupaten Asahan Sumatera Utara dan kegiatan produksi (pengolahan minyak) yang di sebut Palm Oil Mill berlokasi di kecamatan Pulo Bandring, kabupaten Asahan. Lokasi pabrik ini terletak di tengah areal perkebunan yang berjarak 10 km dari kota Kisaran.
Gambar 2.1 Lokasi Palm Oil Mill PT. Bakrie Sumatera Plantation, Tbk
2.4. Daerah Pemasaran
Daerah pemasaran PT. Bakrie Sumatera Plantation, Tbk dipasarkan sebagian besar diekspor ke luar Negeri, selain itu juga dipasarkan di dalam Negeri.
2.5. Sistem Pengupahan
Sistem pengupahan yang berlaku di perusahaan PT. Bakrie Sumatera
Plantation Tbk tidak kurang dari Upah Minimum Regional (UMR) yang
ditetapkan oleh pemerintah. Besarnya upah yang diberikan kepada karyawan tergantung kepada penilaian kinerja karyawan dan jabatannya.
2.6. Jam Kerja
Pembagian jam kerja pada pabrik kelapa sawit Palm Oil Mill PT. Bakrie Sumatera Plantation, Tbk dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu waktu kerja karyawan kantor dan waktu kerja karyawan produksi. Pengaturan jam kerja pada pabrik kelapa sawit Palm Oil Mill PT. Bakrie Sumatera Plantation, Tbk adalah sebagai berikut:
1. Waktu kerja karyawan kantor : 2. Waktu kerja karyawan produksi : Senin – Jumat : 07.00 – 14.30 WIB Shift I : 07.00 – 17.00 WIB Sabtu : 07.00 – 12.00 WIB Shift II : 17.00 – 24.00 WIB
2.7. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi merupakan susunan yang terdiri dari fungsi-fungsi dan hubungan-hubungan yang menyatakan keseluruhan kegiatan untuk mencapai suatu sasaran.
Struktur organisasi pada PT. Bakrie Sumatera Plantation, Tbk adalah
berbentuk fungsional. Hubungan fungsional karena pembagian tugas juga
dilakukan berdasarkan fungsi-fungsi yang membentuk hubungan
fungsional.Struktur organisasi Palm Oil Mill PT. Bakrie Sumatera Plantation Tbk
dapat dilihat pada gambar 2.2.
Manager
Compost Assistant
Maintenance Engineer Shift
Coordinator
Shift Engineer
Shift
Foreman Adminitrasi Daily Shift Foreman Shift Engineer
Head Laboratory
Compost Foreman
Maintenance Foreman
Maintenance Foreman SHE Assistant
Sortation Assistant
Poliklinik Waste