Minggu 7
Pertumbuhan Terbatas
Populasi, secara teori, memiliki potensi untuk mengalami pertumbuhan
secara eskponensial. Populasi biasanya bertambah secara cepat pada
awalnya, namun pada saatnya akan mengalami reaksi dari lingkungan:
persaingan, pemangsa, sumber makanan yang terbatas, dan penyakit.
Lingkungan cenderung untuk membatasi pertumbuhan populasi,
sehingga populasi hanya dapat bertumbuh sampai ambang batas
tertentu dan kemudian tidak akan bertambah atau berkurang secara
drastic tanpa ada perubahan dalam lingkungan.
Ukuran populasi maksimum yang dapat didukung oleh lingkungan
disebut
kapasitas lingkungan
.
Kapasitas Lingkungan
dan Model Pertumbuhan
Dalam pertumbuhan tak terbatas, diperoleh model:
𝑑𝑃
𝑑𝑡
= 𝑟𝑃
Dengan solusi analitik 𝑃 = 𝑃
0𝑒
𝑟𝑡, di mana 𝑃
0adalah populasi awal.
Model Baru
Dalam model baru, untuk populasi awal yang jauh lebih kecil dari kapasitas lingkungan, populasi akan bertambah serupa dengan model tak terbatas.
Namun, seiring dengan mendekatnya ukuran populasi dengan kapasitas lingkungan, pertumbuhan akan semakin berkurang.
Dekat dengan kapasitas lingkungan, banyaknya kematian harus serupa dengan banyaknya kelahiran, agar populasi cenderung konstan.
Untuk memperoleh pertumbuhan yang diperlambat, kita dapat mengukur banyaknya kematian sebagai rasio dari banyaknya kelahiran yang dimodelkan sebagai 𝑟𝑃.
Ketika populasi sangat kecil, rasio tersebut harusnya mendekati nol, karena hanya sedikit individu yang mati.
Jika 𝐷 menyatakan banyaknya kematian dan 𝑀 menyatakan kapasitas lingkungan, maka kita dapat memodelkan laju perubahan kematian sebagai:
𝑑𝐷 𝑑𝑡 =
𝑟𝑃
Model Baru (2)
Akibatnya, atau
Dalam simulasi diskrit, jika 𝑃(𝑡) adalah estimasi populasi pada saat 𝑡,
maka banyaknya kematian dari saat 𝑡 − 1 ke saat 𝑡 adalah
Model Baru (3)
Dengan demikian, perubahan populasi dari saat 𝑡 − ∆𝑡 ke saat 𝑡 adalah
atau
Model persamaan diferensial dan persamaan beda yang diperoleh
disebut
persamaan logistik
.
Ekuilibrium dan Stabilitas
Solusi ekuilibrium untuk persamaan diferensial
adalah solusi yang
turunannya selalu 0.
Solusi ekuilibrium untuk persamaan beda
adalah solusi yang bedanya selalu
0.
Misalkan q adalah solusi ekuilibrium untuk persamaan diferensial dP/dt atau
persamaan beda ΔP. Solusi q dikatakan
stabil
jika terdapat selang (a, b) yang
memuat q, sehingga jika populasi awal P(0) termuat dalam selang tersebut,
maka
1. P(t) hingga untuk semua t > 0;
2. Seiiring pertambahan t, P(t) menghampiri q.
Contoh
Exercise 2
Exercise 3
Exercise 5
Exercise 6
Fatalitas Karena Kesalahan Pengobatan
Kesalahan dalam pemberian obat seringkali terjadi. Sebagian besar tidak berakibat
fatal, namun beberapa di antaranya ternyata.
Beberapa contoh kasus:
• Apotik di Florida memberikan 10 kali lipat dosis seharusnya dari pengencer darah
pada seorang ibu, yang mengakibatkan pendarahan otak (Patel dan Ross 2010).
• Seorang bayi berusia 10 bulan meninggal akibat menerima 10 kali lipat overdosis
dari Cisplatin (agen kemoterapi) (Fitzgerald and Wilson 1998)
• Heath Ledger meninggal karena mengalami overdosis peresapan kombinasi
Xycodone, Hydrocodone, Diazepam, Temazepam, Alprazolam, dan Doxylamine.
(CNN 2008)
• Dua pasien di Rumah Sakit Siloam Karawaci, Tangerang meninggal karena
tertukarnya isi obat anestesi Buvanest Spinal dengan asam Traneksamat. (Kompas
2015)
Klasifikasi Kesalahan Pengobatan
Kesalahan pengobatan dapat diklasifikasikan ke dalam kesalahan dalam hal:
ordering— kesalahan penentuan obat atau dosis;
transcribing— kesalahan dalam frekuensi atau terlewatnya pemberian obat;
dispensing— kesalahan pemberian obat, dosis, or waktu;
administering— kesalahan teknik pemberian obat;
monitoring— tidak mengobservasi akibat pemakaian obat.
Hal ini dapat terjadi karena komunikasi yang buruk, pelabelan yang buruk, dll
(Institute of Medicine 2007)
Dosis Efektif
Terdapat dosis yang diresepkan untuk berbagai obat, namun
bagaimana kita dapat menentukan manakah dosis yang benar/efektif?
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, termasuk penyerapan,
distribusi, metabolisme, dan eliminasi obat. Hal tersebut merupakan
Model 1-Kotak
Model 1-kotak adalah representasi sederhana dari bagaimana tubuh manusia memprose obat. Dalam model ini, kita mengganggap tubuh merupakan suatu kotak yang homogen, di mana distribusi berlangsung seketika, konsentrasi obat (banyak obat/volume darah)
dalam tubuh sebanding dengan dosis obat, dan laju eliminasi sebanding dengan banyaknya obat dalam tubuh.
Obat memiliki konsentrasi efektif minimum (MEC), yang merupakan banyak obat terkecil yang masih dapat menolong, dan konsentrasi terapis maksimum / konsentrasi racun
minimum (MTC), yang merupakan banyak obat terbesar yang masih dapat menolong tanpa mengalami efek samping yang berbahaya. Selang terapi untuk obat merupakan konsentrasi di antara MEC dan MTC
Waktu paruh dari suatu obat, yang merupakan waktu yang dibutuhkan agar setengah obat tereliminasi dari tubuh, amat berguna dalam pemodelan.
Banyaknya darah dalam tubuh orang dewasa sekitar 5 liter, sementara banyaknya plasma (cairan yang memuat sel darah) sekitar 3 liter. Serum darah adalah cairan bening yang
terpisah dari darah pada saat darah menggumpal dan orang dewasa memiliki sekitar 3 liter serum.
Contoh Kasus: Aspirin (Acetylsalicylic Acid)
Untuk orang dewasa dan anak di atas 12 tahun, dosis untuk sakit
kepala adalah 1 atau 2 tablet 325mg setiap 4 jam dengan maksimum 12
tablet per hari.
Penghilang rasa sakit akan efektif pada level 150 sampai 300
mikrograms/milliliter (μg/mL), sementara keracunan dapat terjadi pada
konsentrasi plasma 350 μg/mL.
Waktu paruh dari dosis 300 sampai 650 mg adalah 3.1 sampai 3.2 jam,
dengan dosis yang lebih banyak memiliki waktu paruh yang lebih lama.
Variabel dalam Model
aspirin_in_plasma: massa aspirin dalam kotak,
dengan nilai awal massa dari 2 aspirin = (2)(325 mg)(1000 μg/mg).
Laju eliminasi dari aspirin_in_plasma sebanding dengan
aspirin_in_plasma.
Persamaan Beda
Untuk menghitung konsentrasi plasma dari aspirin (plasma_concentration) digunakan volume plasma dalam tubuh (plasma_volume) dengan nilai 3000 mL. Nilai awal dari plasma_concentration adalah dosis.
Model 1-Kotak dengan Dosis Berulang
Dilantin merupakan obat untuk epilepsy yang dipakai oleh pasien secara regular. Dosis orang dewasa adalah 3 x 1 kapsul 100-mg.
Level efektif dalam serum darah adalah 10 sampai 20 μg/mL, yang membutuhkan 7 sampai 10 hari.
Walaupun setiap orang memiliki reaksi berbeda, namun efek samping serius dapat terjadi pada saat level serum adalah 20 μg/mL.
Half-life dari Dilantin berkisar dari 7 sampai 42 jam, tetapi secara rata-rata 22 jam. Sebagai penyederhanaan, diasumsikan model 1-kotal dengan penyerapan instan. Variabel drug_in_system merepresentasikan massa Dilantin dalam kotak.
Variabel ingested merepresentasikan tambahan massa Dilantin pada drug_in_system.
Variabel lain adalah dosis (dosage), waktu pemberian dosis awal (start), dan selang waktu antar dosis (interval).
Dengan mengasumsikan bahwa hanya sebagian (absorption_fraction) yang akan masuk ke tubuh, kita mengalikan konstanta ini (misalkan, 0.12, berdasarkan hasil eksperimen).