• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DEGRADASI LAHAN DENGAN PENDEKATAN TOPOSEQUEN DAN TEKANAN PENDUDUK TERHADAP LAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN SUMBANG. Esti Sarjanti ABSTRAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS DEGRADASI LAHAN DENGAN PENDEKATAN TOPOSEQUEN DAN TEKANAN PENDUDUK TERHADAP LAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN SUMBANG. Esti Sarjanti ABSTRAK"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Klasifikasi  Kemiringan Lereng
Tabel 3. Klasifikasi  Tekanan Penduduk Terhadap Lahan Pertanian
Tabel 6. Desa, Penduduk, Matapencaharian, Pertumbuhan, Matapencaharian  Penduduk, Kemiringan, Penggunaan Lahan Tiap Desa
Tabel 7. Potensi Degradasi Lahan

Referensi

Dokumen terkait

Faktor apa (kemiringan lereng, tingkat erosi, permeabilitas tanah, kedalaman efektif tanah dan tekstur tanah, penggunaan lahan) yang paling berpengaruh menyebabkan lahan kritis

kemampuan lahan.  Pengukuran parameter kemampuan lahan,antara lain: kedalaman efektif tanah, pH tanah, kemiringan lereng, drainase tanah, erosi tanah, batu besar,

Faktor yang paling mendasar dalam menentukkan kelas kemampuan lahan adalah keadaan lereng, di daerah penelitian mempunyai tiga kemiringan lereng seperti di tunjukkan

Daerah yang berada di SPL 15 memiliki jenis tanah mediteran cokelat dan digunakan sebagai lahan tegalan memiliki karakteristik lahan: kemiringan lereng 34%

mendukung dalam pemanfaatan lahan penunjang wisata kerena segmen ini memiliki kondisi lereng yang relatif curam sehingga memiliki keterbatasan lahan dalam rangka

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya bencana longsor lahan di Kecamatan Cikoneng adalah: 1) Lereng yang curam dengan kemiringan lebih dari 25%, 2) Jenis batuan

Pengaruh Tekanan Penduduk Terhadap Lahan Pertanian Terkait Produktivitas Kota Padang tahun 2015 adalah 0,50 yang berarti tinggi (<1) artinya tidak dapat memenuhi

Klasifikasi lahan kawasan longsor rendah No Faktor penyebab longsor Data Harkat Kriteria Bahaya longsor 1 Kemiringan lereng % 9% 1 Datar Tingkat bahaya longsor rendah