Berita Resmi Statistik Provinsi Lampung No. 11/02/18/Th. IV, 1 Februari 2016 1
BPS PROVINSI LAMPUNG
No. 11/02/18/Th. IV, 1 Februari 2016
P
ERKEMBANGANH
ARGAP
RODUSENG
ABAHD
ANH
ARGAB
ERAS DIP
ENGGILINGANA. RATA-RATA HARGA GABAH (GKP) DI PETANI TURUN 9,85 PERSEN
Selama Januari 2016, Survei Harga Produsen Gabah mencatat 24 observasi. Observasi didominasi oleh kelompok gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP). Tidak dijumpai kelompok gabah kualitas Gabah Kering Giling (GKG) dan gabah kualitas rendah.
Harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp. 5.500,00 per kg pada gabah kualitas GKP dengan Varietas Ciherang, Melati, dan Galur terdapat di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, dan Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur. Harga gabah terendah mencapai Rp. 4.000,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas Muncul terdapat di Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan. Harga tersebut berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp. 3.700,00 per kg.
Di tingkat penggilingan, harga gabah tertinggi Rp. 5.600,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas Ciliwung dan Ciherang terdapat di Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah, sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas GKP yaitu Rp. 4.100,00 per kg dengan Varietas Muncul terdapat di Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan. Harga tersebut berada di atas HPP yaitu Rp. 3.750,00 per kg.
Harga gabah di tingkat petani maupun penggilingan turun di bulan Januari. Penurunan rata-rata harga kelompok kualitas GKP di tingkat petani sebesar 9,85 persen dari Rp. 5.383,33 per kg menjadi Rp. 4.853,13 per kg, dan di tingkat penggilingan dengan kelompok kualitas yang sama, turun sebesar 9,69 persen dari Rp. 5.480,42 per kg menjadi Rp. 4.949,17 per kg.
Dari keseluruhan observasi yang dilakukan selama Januari 2016, pemantauan harga yang terbanyak berasal dari Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Lampung Selatan masing-masing 9 observasi (37,50 %), Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Pringsewu masing-masing 3 observasi (12,50 %).
Selama Januari 2016, Survei Harga Produsen Gabah mencatat 24 observasi. Observasi didominasi oleh kelompok gabah kualitas GKP. Tidak dijumpai kelompok gabah kualitas GKG dan kualitas rendah.
(Tabel 1).
Tabel 1. Jumlah Observasi dan Rata-rata Harga Gabah di Petani dan Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas, Januari 2016
Kelompok Kualitas
Jumlah Observasi
Harga Gabah di Petani
Harga Rata-rata di Penggilingan
Harga Pembelian Pemerintah
(HPP)
Selisih Harga (Rp/kg)
Kol (5)-(7)
(%) Terendah Tertinggi Rata-rata (Rp/kg) (Rp/kg) (Rp/kg) (%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
GKG 0
(0,00 %)
GKP 22 4.000,00 5.500,00 4.853,13 4.949,17 3.700,00 1.153,13 31,17
(100,00
%) (Kec. Sragi)
(Kec.
Ambarawa
&
Purbolinggo)
(Petani)
3.750,00 1.199,17 31,98 (Penggilingan)
Keterangan:
GKG : KA ≤ 14,00% dan KH ≤ 3,00%
GKP : KA (14,01% - 25,00%) dan KH (3,01% - 10,00%) Di Luar Kualitas : KA > 25,00% atau KH > 10%
HPP berdasarkan Inpres No.5 Tahun 2015 tgl. 17 Maret 2015, diberlakukan mulai 17 Maret 2015
1. Harga Gabah Tertinggi dan Terendah
Harga gabah tertinggi di tingkat petani pada gabah kualitas GKP adalah Rp. 5.500,00 per kg dan di tingkat penggilingan Rp. 5.600,00 per kg terdapat di Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, dan Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur dengan Varietas Ciherang, Melati, Galur, dan Ciliwung. Sedangkan harga terendah di tingkat petani untuk kualitas Gabah Kering Panen yaitu Rp. 4.000,00 per kg dan di tingkat penggilingan Rp. 4.100,00 per kg terdapat di Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan dengan Varietas Muncul. (Grafik 1).
2. Rata-rata Komponen Mutu
Rata-rata komponen mutu hasil panen gabah yang diperjual belikan menunjukkan hasil yang kurang baik dilihat dari rata-rata Kadar Air (KA). Rata-rata KA kelompok gabah kualitas GKP tercatat 14,64 persen pada Desember 2015 dan 17,60 persen pada Januari 2016. Dilihat dari KH, kelompok gabah kualitas GKP tercatat 5,24 persen pada Desember 2015 dan 4,98 persen pada Januari 2016. (Tabel 2).
Tabel 2. Rata-rata Komponen Mutu Menurut Kelompok Kualitas Gabah November 2015 s.d. Januari 2016
Kelompok
Kualitas
Kadar Air (%) Kadar Hampa/Kotoran (%)
November Desember Januari November Desember Januari
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
GKG - - - - - -
GKP 14,46 14,64 17,60 5,35 5,24 4,98
Kualitas
Rendah - - - - - -
3. Rata-rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas
Rata-rata harga gabah di petani dan penggilingan mengalami penurunan. Penurunan rata-rata harga kelompok kualitas GKP di tingkat petani sebesar 9,85 persen dari Rp. 5.383,33 per kg menjadi Rp. 4.853,13 per kg, dan di tingkat penggilingan juga turun 9,69 persen dari Rp. 5.480,42 per kg menjadi
Tabel 3. Rata-rata Harga Gabah di Petani dan Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas November 2015 s.d. Januari 2016
Kelompok Kualitas
Petani (Rp/Kg) Penggilingan (Rp/Kg)
November Desember Januari Selisih
Perubahan (4) thd (3)
(%)
November Desember Januari Selisih
Perubahan (9) thd (8)
(%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
GKG - - - - - - - - - -
GKP 5.280,00 5.383,33 4.853,13 (530,21) (9,85) 5.375,20 5.480,42 4.949,17 (531,25) (9,69)
Kualitas
Rendah - - - - - - - - - -
4. Rata-rata Harga Gabah Menurut Kecamatan
Selama Januari 2016, harga gabah di tingkat petani mengalami beberapa penurunan. Penurunan harga gabah tertinggi di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah sebesar 22,47 persen atau Rp. 1.333,33 per kg, diikuti Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah yang turun 20,69 persen atau Rp. 1.200,00 per kg, dan Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan turun 18,75 persen atau Rp. 950,00 per kg. Sementara itu kenaikan harga rata-rata gabah di petani terjadi di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan sebesar 2,49 persen atau Rp. 116,67 per kg. (Tabel 4).
Tabel 4. Rata-rata Harga Gabah di Petani Menurut Kecamatan,
November 2015 s.d. Januari 2016
Kabupaten Kecamatan Harga Gabah (Rp/kg) Selisih (5) thd (4)
Perubahan (5) thd (4)
November Desember Januari (Rp/kg) (%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Lampung Tengah Punggur 5.400,00 5.800,00 4.600,00 (1.200,00) (20,69) Trimurjo 5.700,00 5.933,33 4.600,00 (1.333,33) (22,47)
Sendang Agung 5.400,00 5.550,00 5.475,00 (75,00) (1,35)
Lampung Timur Purbolinggo 5.737,50 5.700,00 5.500,00 (200,00) (3,51) Lampung Selatan Palas 4.816,67 4.900,00 4.233,33 (666,67) (13,61)
Penengahan 4.733,33 4.683,33 4.800,00 116,67 2,49
Sragi 4.800,00 5.066,67 4.116,67 (950,00) (18,75)
Pringsewu Ambarawa 5.500,00 5.433,33 5.500,00 66,67 1,23
B. RATA-RATA HARGA BERAS DI PENGGILINGAN JANUARI 2016
Pemantauan harga dari keseluruhan observasi yang dilakukan selama Januari 2016 yang terbanyak berasal dari Kabupaten Lampung Tengah 6 observasi (35,29 %), Kabupaten Pringsewu 4 observasi (23,54 %), Kabupaten Tanggamus 3 observasi (17,65 %), Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur masing-masing 2 observasi (11,76 %). (Tabel 5).
Tabel 5. Jumlah Observasi dan Rata-rata Harga Beras di Penggilingan Gabah Menurut Kelompok Kualitas, Januari 2016
Kelompok Kualitas
Harga Beras (Rp/kg)
Harga Rata-rata di Penggilingan (Rp/kg)
Terendah Tertinggi
(1) (2) (3) (4)
Premium 9.500,00 10.000,00 9.766,67
Medium 8.800,00 9.700,00 9.144,44
Asalan 7.500,00 9.000,00 8.560,00
Selama Januari 2016, Survei Harga Beras di Penggilingan mencatat 17 observasi yang terdapat di 5 kabupaten terpilih. Berdasarkan kualitas beras, observasi yang dilakukan didominasi beras kualitas medium. Berdasarkan jenis beras yang di perjual belikan didominasi oleh IR 64.
Harga beras tertinggi di tingkat penggilingan mencapai Rp. 10.000,00 per kg untuk kualitas Premium jenis beras Ciherang di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah. Harga beras terendah yang diperjual belikan bulan ini mencapai harga Rp. 7.500,00 per kg untuk beras kualitas Asalan jenis beras Ciherang terdapat di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah.
Selama Januari 2016, harga beras di tingkat penggilingan kelompok kualitas Premium mengalami penurunan 0,09 persen. Namun, rata-rata harga beras kualitas Medium dan Asalan mengalami peningkatan masing-masing 0,80 persen dan 0,12 persen.
Rata-rata Komponen Mutu
Rata-rata komponen mutu beras yang diperjual belikan pada Januari 2016 menunjukkan hasil yang cukup baik dibandingkan bulan sebelumnya dilihat dari rata-rata kadar air. Rata-rata kadar air 13,89 persen pada Desember 2015 dan 12,49 persen pada Januari 2016. Rata-rata kadar broken tercatat 15,54 persen pada Desember 2015 dan 16,41 persen pada Januari 2016. (Tabel 6).
Tabel 6. Rata-rata Komponen Mutu Menurut Kelompok Kualitas Beras November 2015 s.d. Januari 2016
Kelompok
Kualitas
Kadar Air (%) Kadar Broken (%)
November Desember Januari November Desember Januari
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Premium 13,65 14,88 13,37 9,58 9,48 9,80
Medium 13,19 13,79 13,27 15,39 15,31 15,51
Asalan 11,50 13,00 10,84 21,90 21,85 23,92
Rata-rata 12,78 13,89 12,49 15,62 15,54 16,41
Rata-rata Harga Beras Menurut Kelompok Kualitas
Harga beras di tingkat penggilingan kelompok kualitas Premium mengalami penurunan. Penurunan rata-rata harga beras kualitas Premium 0,09 persen dari Rp. 9.775,00 per kg menjadi Rp. 9.766,67 per kg.
Namun, rata-rata harga beras kualitas Medium dan Asalan meningkat masing-masing sebesar 0,80 persen dari Rp. 9.072,22 per kg menjadi Rp. 9.144,44 per kg dan 0,12 persen dari Rp. 8.550,00 per kg menjadi Rp. 8.560,00 per kg. (Tabel 7).
Tabel 7. Rata-rata Harga Beras di Penggilingan Gabah Menurut Kelompok Kualitas, November 2015 s.d. Januari 2016
Kelompok Kualitas
Harga Rata-rata di Penggilingan
(Rp/kg) Selisih
(Rp/kg)
Perubahan (4) thd (3)
(%) November Desember Januari
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Premium 9.650,00 9.775,00 9.766,67 (8,33) (0,09)
Medium 9.009,09 9.072,22 9.144,44 72,22 0,80
Asalan 8.600,00 8.550,00 8.560,00 10,00 0,12
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI LAMPUNG
Jl. Basuki Rahmat No. 54 Teluk Betung Bandar Lampung 35215 Telepon (0721) 482909, 484329; Faksimili (0721) 484329
Email: [email protected] Website: lampung.bps.go.id
Keterangan lebih lanjut hubungi : Kepala Bidang Statistik Distribusi
Bambang Widjonarko, SP Telpon (0721) 482909/484329
Email: [email protected]