• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPT 05. Pendekatan Andragogi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PPT 05. Pendekatan Andragogi"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

PELATIHAN NARASUMBER

NASIONAL/PENGAMPU GURU PEMBELAJAR

Pendekatan Andragogi

dalam Guru Pembelajar

Waktu: 2 JP

Disiapkan oleh: Tim Pengembang

Disampaikan oleh: 1.

2.

(2)

TUJUAN ...

1.Menjelaskan konsep dasar andragogi

2.Membedakan konsep andragogi dan pedagogi

3.Menguraikan sumber motivasi belajar orang dewasa

4.Mengidentifikasi jenis-jenis gaya belajar

5.Mengidentifikasi karakteristik orang dewasa

(3)
(4)

Tugas

Cobalah mengenang

kembali pelatihan yang

pernah Anda ikuti

(5)

Tulislah…………..

Hal-hal apa dari

pelatihan-pelatihan yang

Anda ikuti itu , yang

PALING DISUKAI

Hal-hal dari

pelatihan-pelatihan yang Anda ikuti

itu, yang PALING

(6)

PERLAKUKAN ORANG LAIN

Sebagaimana

ANDA MENGINGINKAN

ORANG LAIN

(7)

Apa yang harus dimiliki Pelatih

Orang Dewasa?

Mengenal karakteristik orang

dewasa

(8)
(9)

Beda Siswa dengan OD

Siswa Orang Dewasa

Belajar merupakan tugas Utama

Belajar sambilan

Tidak mudah lupa Mudah lupa

Gesit Gerakan lamban

Belum banyak pengalaman Banyak pengalaman Belajar karena otoritas orang

tua Belajar tanggungjawab sendiri

(10)

RELEVANSI

Kepuasan

Rasa percaya diri

Untuk apa saya belajar

Menarik Minat

(11)

Konsekuensi pada

Pelatihan

Pelatihan harus memungkinkan

adanya proses berbagi dan

menganalisis pengalaman melalui

dialog sesama peserta

OD dapat ikut menentukan apa

yang harus dilakukan-- terasa

seperti milik mereka

Dirangsang menemukan masalah

(12)

2. Orang Dewasa Memiliki Identitas (unik)

Ketika bertambah tua otak

semakin banyak terisi

Peta kognitif semakin kaya yang

(13)

Konsekuensi pada

Pelatihan

Ajukan pertanyaan, berikan penugasan.Perlakukan para peserta sebagai individu

yang unik

Ajukan pertanyaan produktifGunakan latihan individu

Berikan kesempatan mengaitkan

(14)

3. Orang Dewasa Bukan Botol Kosong

Pendidikan OD bukanlah menuangkan pengetahuan ke dalam tabung kosong

OD tidaklah mempelajari sesuatu menurut yang diinginkan pelatih

(15)

Konsekuensi pada

Pelatihan

Lakukan analisis peserta, mungkin

ada peserta yang tidak siap atau

tidak mampu

Selama pelatihan ciptakan

suasana belajar positif.

(16)

4. Orang Dewasa Belajar Melalui Pengalaman

MEMBUAT RENCANA REVISI RENCANA

(17)

Konsekuensi pada

Pelatihan

Gunakan metode parsipatoris

Tekankan nilai praktis dari apa

yang akan dilatihkan

Doronglah agar peserta pelatihan

(18)

Hasil Belajar

Saya dengar saya lupa

Saya lihat, sayat ingat

(19)
(20)

5. Orang Dewasa Sulit Berubah Pendirian

Cara berpikir relatif kaku

Orang dewasa ragu menerima

sesuatu yang tidak dikenal

(21)

Konsekuensi pada

Pelatihan

Hati-hati jangan sampai

mendorong peserta pelatihan ke

arah yang tidak mereka inginkan

Pastikan anda memiliki sistem

(22)

Keterampilan yang harus dimiliki oleh Pelatih Orang Dewasa

Mendorong terciptanya dialog dan

keterbukaan untuk saling belajar

Memulai pemecahan masalah bersama

peserta

Mendiagnosis permasalahan dalam

kelompok

Menantang peserta untuk

berkeksperimen dengan pola baru

Mendorong untuk mampu mengambil

(23)

Keterampilan yang harus dimiliki oleh Pelatih Orang Dewasa

MendengarMengamatiEmpati

Memotivasi

Menyusun pertanyaan

yang membimbing

Merangkum

Mengelola waktu

Fleksibilitas, kreatif, dan

eksperimentatif

(24)

Tiga Gaya Belajar

1. visual (

visual learner

)

2. auditori (

auditory learner

)

(25)

GAYA BELAJAR

AUDITORY : Belajar dengan mendengarkan

(Uraian, penjelasan )

VISUAL : Belajar dengan melihat

(Grafik, Diagram, Video)

KINESTHETIC : Belajar dengan melakukan

(26)

Visual learners = Peserta didik Visual

Peserta didik visual:

 perlu melihat apa yang sedang terjadi

 suka membaca, menonton televisi, melihat photo, membuat karton

 tertarik dengan kata-kata seperti “lihat, kelihatannya, muncul, buat lebih jelas

 mempunyai ketrampilan mengeja dan menulis yang kuat.

 tidak suka bicara banyak dan mendengar terlalu lama

 dapat melatih peserta didik visual dengan:

o Poster dan grafik

o Visual display

o Booklet, brosur dan handouts

o Variasi warna dan bentuk.

Visual learners :

(27)

Auditory learners = Peserta didik auditori

Peserta didik auditori:

 belajar melalui mendengar

 senang bicara, tertarik kepada bunyi, menyukai telepon dan musik

 lebih menyukai mendengarkan daripada

membaca

 mendengarkan teks sambil membaca teks tersebut

 dapat melatih peserta didik auditori dengan

menggunakan:

o Ceramah dan cerita

o Audio tape

o Diskusi Berpasangan dan Kelompok

o Variasi dalam tonasi, tingkat, pitch dan volume

o Menggunakan musik dan slogan

Auditory learners:

(28)

Kinesthetic learners = peserta didik kinestetik

Peserta didik kinestetik:

 belajar melalui melakukan

 banyak bergerak, menggerakkan pena atau

berpindah-pindah tempat duduk

 menginginkan banyak istirahat

 menyukai permainan (games) dan tidak

begitu suka membaca

 dapat melatih pembelahar kinestetik

dengan menggunakan:

o Aktivitas team

o Pengalaman praktis

o Bermain peran

o Mencatat

o Diskusi emosional

o Diskusi berpasangan dan kelompok

Kinaesthetic learners:

(29)

Cera mah Mem baca Audio Visu al Dem onst rasi Disk usi K

elom pok

Prak tek M

enge rjaka n Men gajar ora ng la

(30)

Cera mah Mem baca Audio Visu al Dem onst rasi Disk usi K

elom pok

Prak tek M

enge rjaka n Men gajar ora ng la

(31)

Cera mah Mem baca Audio Visu al Dem onst rasi Disk usi K

elom pok

Prak tek M

enge rjaka n Men gajar ora ng la

(32)

Cera mah Mem baca Audio Visu al Dem onst rasi Disk usi K

elom pok

Prak tek M

enge rjaka n Men gajar ora ng la

(33)

Cera mah Mem baca Audio Visu al Dem onst rasi Disk usi K

elom pok

Prak tek M

enge rjaka n Men gajar ora ng la

(34)

Membuat Mading

(35)

• Orang dewasa

belajar karena

adanya tuntutan

tugas, tuntutan

perkembangan

atau keinginan

peningkatan peran

35

(36)

Orang dewasa suka

mempelajari sesuatu

yang praktis, dapat

langsung diterapkan

dan bermanfaat dalam

kehidupannya .

36

(37)

• Orang dewasa

dalam proses

belajar ingin

diperlakukan

sebagai orang

dewasa/dihargai

37

(38)

Orang dewasa

kaya pengalaman

dan berwawasan

luas, mempelajari

sesuatu yang

baru berdasar

pengalamannya

38

(39)

• Menentukan sendiri

apa yang akan

dipelajari dan

bagaimana

mempelajarinya

(

self direction

).

39

(40)

• Orang dewasa

belajar dengan cara

berbagi pendapat

bersama orang lain.

40

(41)

• Orang dewasa

mempertanyakan

mengapa harus

mempelajari

sesuatu sebelum

mereka

mempelajari

sesuatu.

41

(42)

• Orang dewasa

belajar dengan

memecahkan

masalah tidak

berorientasi

pada bahan

pelajaran

.

42

(43)

• Orang dewasa

menyukai suasana

pembelajaran yang

membangkitkan

kepercayaan diri

43

(44)

Orang dewasa

memerlukan waktu

yang lebih panjang

dalam belajar

karena perlu

memvalidasi

informasi baru

44

(45)

Orang dewasa

akan melanjutkan

proses belajar

jika pengalaman

belajar yang

dilaluinya

memuaskan

45

(46)
(47)

Referensi

Dokumen terkait

Handoko (2001:193) mengungkapkan ada banyak faktor yang mempengaruhi prestasi kerja (kinerja) dosen. Dosen bekerja dengan produktif atau tidak tergantung pada motivasi,

Di samping hal-hal tersebut di atas, masih banyak faktor lain yang mendorong terjadinya krisis ekonomi, misalnya suasana politik yang tidak stabil, persaingan

Model pendekatan andragogi pada pembelajaran olahraga kesehatan yang dilaksanakan pada jalur pendidikan nonformal diprediksi dapat meningkatkan motivasi belajar masyarakat

Setelah mempelajari modul fasilitatoran dan pelatihan, peserta dapat memahami konsep penilaian pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap serta menerapkan pada pembelajaran

apakah konflik yang terjadi dalam organisasi itu memiliki konsekuensi positif atau. negatif, tergantung pada individu yang terlibat dalam

Setiap bentuk investasi memiliki risiko yang besar kecilnya tergantung pada banyak faktor, misalnya tingkat kepercayaan ( α ) dan juga waktu. Risiko pada setiap instrumen

Kesiapan kerja sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor. Diantara faktor yang dianggap memiliki pengaruh yang signifikan yaitu motivasi kerja, bimbingan karier, dan prestasi

Alhamdani (2010), mencatat bahwa elemen kontekstual tergantung pada banyak faktor, di antaranya: (1) fitur fisik bangunan; konfigurasi letak bangunan (bentuknya