• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PEMANFAATAN KULIT JERUK PAMELO SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN SELAI BERKADAR GIZI TINGGI BIDANG KEGIATAN : PKMK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PEMANFAATAN KULIT JERUK PAMELO SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN SELAI BERKADAR GIZI TINGGI BIDANG KEGIATAN : PKMK"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PEMANFAATAN KULIT JERUK PAMELO SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN SELAI BERKADAR GIZI TINGGI

BIDANG KEGIATAN : PKMK

DISUSUN OLEH : SULHAN EFENDI

RIKI JAYA LOUIS GANDHI

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

SURABAYA

(2)

1. Judul Kegiatan : Pemanfaatan Kulit Jeruk Pamelo sebagai Bahan Pembuatan Selai Berkadar Gizi Tinggi

2. Bidang Kegiatan : PKMP PKMK PKMT PKMM

3. Ketua Pelaksana Kegiatan

a. Nama Lengkap : Sulhan Efendi

b. NIM/NRP : 2406 100 056

c. Jurusan : Teknik Fisika

d. Universitas/Institut/Politeknik : Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

e. Alamat Rumah/Telp./fax. : Perum. Pantai Mentari Y-36 Surabaya / 085655202536

4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : Tiga orang 5. Dosen Pendamping

a. Nama Lengkap dan Gelar     : Drs. Soehardjoepri, Msi

b. N I P         : 131 651 423

6. Biaya Kegiatan Total : Rp. 5.735.000,-

DIKTI : Rp. 5.735.000,-

Sumber Lain (Sebutkan) : Rp. 0

7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 4 (empat)Bulan

Menyetujui, Ketua Pelaksana, Ketua Jurusan Teknik Fisika FTI-ITS

(Dr. Bambang L, Widjiantoro, ST. MT.) ( Sulhan Efendi ) NIP. 132 137 895 NRP. 2406 100 056

Pembantu Rektor III, Dosen Pendamping,

( Prof. Dr. Suasmoro ) ( Drs. Soehardjoepri, Msi ) NIP. 130 890 142 NIP. 131 651 423

(3)

A. JUDUL PROGRAM

Judul Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) yang diusulkan adalah “Pemanfaatan Kulit Jeruk Pamelo Sebagai Bahan Pembuatan Selai Berkadar Gizi Tinggi”.

B. LATAR BELAKANG MASALAH

Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya daun pisang untuk makanan ternak, daun pepaya untuk mengempukkan daging dan melancarkan air susu ibu (ASI) terutama daun pepaya jantan.

Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti manisan, dodol, keripik, dan sale.

Selai adalah produk makanan yang kental atau setengah padat dibuat dari campuran 45 bagain berat buah (cacah buah) dan 55 bagian berat gula.

Tiga bahan pokok pada proses pembuatan selai adalah pektin, asam, dan gula dengan perbandingan tertentu untuk menghasilkan produk yang baik. Selai buah yang baik harus berwarna cerah, jernih, kenyal seperti agar-agar tetapi tidak terlalu keras, serta mempunyai rasa buah asli.

Buah yang dapat digunakan untuk membuat selai adalah buah yang masak tetapi tidak terlalu matang dan tidak ada tanda-tanda busuk. Selai yang diperoleh dari buah hasilnya lebih banyak daripada diolah menjadi jeli, sehingga pengolahan jeli lebih banyak menggunakan buah yang murah harganya. Buah yang masih muda tidak dapat digunakan untuk pembuatan selai atau jeli karena masih banyak mengandung zat pati (karbohidrat) dan kandungan pektinnya rendah. Kulit buahpun dapat digunakan untuk menghasilkan selai atau jeli tersebut.

(4)

Buah yang sering digunakan untuk pembuatan selai antara lain anggur, apel, murbei, arbei, gowok, jambu biji, jeruk, pala, dan lain-lain. Sedangkan kulit buah yang biasa digunakan untuk membuat selai kulit durian, kulit nenas, kulit jeruk, dan lain-lain.

Indonesia terkenal dengan tanahnya yang subur. Bahkan untuk satu jenis buah seperti jeruk sekalipun, orang bisa menyebutnya dengan banyak nama.Jika Provinsi Kalimantan Barat terkenal dengan jeruk pontianak dan Jawa Barat terkenal pula dengan jenis jeruk garut, di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Magetan, ada jeruk pamelo.

Konon, jeruk pamelo sudah dikenal dan ditanam di wilayah Kabupaten Magetan sejak hampir delapan dekade lalu. Seorang abdi dalam bekas Kadipaten Magetan bernama Wiryo Sentono bertugas memelihara sekaligus merawat Kebun Rojo di bagian belakang bangunan kadipaten. Salah satu tanaman yang menjadi tanggung jawab Wiryo termasuk pohon jeruk pamelo.Akan tetapi, kebanyakan orang lebih akrab menyebut jeruk raksasa itu dengan nama jeruk bali. Tidak mengherankan jika masih banyak orang mengira, jeruk besar bernama latin Citrus grandis Losbek itu berasal dari Pulau Dewata.Padahal, dengan potensi lahan seluas 1.754 hektar di empat wilayah kecamatan, Kabupaten Magetan selama ini terbukti mampu menjadi satu-satunya sentra produksi jeruk pamelo terbesar di Indonesia. Keempat wilayah kecamatan, yang sering disingkat

"Betasuka" itu antara lain Kecamatan Bendo, Takeran, Sukomoro, dan Kawedanan.

Dengan rata-rata 400 pohon per hektar dengan rata-rata per pohon menghasilkan sekitar 60 buah jeruk dalam setiap hektar saja potensi omzet yang bisa diraup mencapai Rp 60 juta. Omzet itu diperoleh dengan mengasumsikan harga jual terendah sekitar Rp 2.500 per buah jeruk.

Menurut data Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, dari sekitar 745 hektar lahan jeruk pamelo (dari tanaman yang ada pada tahun 2002), total produksi tahun 2003 mencapai Rp 44,7 miliar. Sementara peluang produksi tanaman pada tahun 2005 diperkirakan bisa mencapai Rp 65,6 miliar.

Jeruk pamelo bisa dipanen sekitar enam hingga delapan bulan setelah bunga pertama mekar. Biasanya panen raya dimulai pada bulan Mei (30 persen) hingga Juni (70 persen).Sampai saat ini menurut data dinas pertanian setempat, pemasaran jeruk pamelo masih melalui para pengepul lokal perorangan dan belum dilakukan secara profesional.

(5)

Kehidupan manusia tidaklah lepas dari masalah sampah karena manusia tak lepas dari kebutuhan hidup. Sampah sebagai sumber utama pencemaran lingkungan yang dapat mendatangkan musibah yang berupa penyakit, banjir ataupun merusak keindahan lingkungan.

Salah satu jenis sampah yang menjadi sorotan adalah sampah organik yang didalamnya termasuk kulit jeruk pamelo. Tetapi siapa bilang kulit jeruk pamelo tidak berguna? Bahan limbah yang kalau terinjak di jalanan bisa membuat orang kesal itu ternyata bisa dimakan tentunya setelah melalui proses dan perlakuan tertentu. Kulit jeruk pamelo dapat dimanfaatkan menjadi bahan pangan yaitu kami mencoba memuat penanggulangan limbah kulit jeruk pamelo untuk dijadikan gorengan.

Masalah limbah kulit jeruk pamelo tentunya bisa diatasi. Salah satunya adalah dengan mendaur ulang limbah yang seharusnya dibuang menjadi suatu produk yang lebih berguna dan mempunyai nilai lebih. Dalam hal ini kami mencoba untuk menawarkan satu solusi pemanfaatan kulit jeruk pamelo dengan mengolahnya menjadi bahan pangan selai.

Pengolahan kulit jeruk pamelo menjadi selai adalah satu terobosan baru yang mungkin akan diminati oleh masyarakat karena selain murah, selai ini juga mengandung zat tinggi dan belum ada sebelumnya sehingga masyarakat cenderung tertarik untuk mencobanya.

Berikut ini kandungan gizi yang berada pada jeruk:

Jenis Jeruk

Jeruk manis

Jeruk keprok

Jeruk besar

Jeruk nipis

Kalori (kal) 45 44 48 37

Protein (g) 0.9 0.8 0.6 0.8

Lemak (g) 0.2 0.2 0.3 0.1

Karbohidrat 11.2 10.9 12.4 12.3

Bdd (%) 72 71 62 76

Kalsium

(mg) 33 33 23 40

Fosfor (mg) 23 23 27 22

(6)

Zat besi

(mg) 0.4 0.4 0.5 0.6

Vit. A (SI) 190 420 20 0

Vit. B (mg) 0.08 0.07 0.04 0.04

Vit. C (mg) 49 31 43 27

Air (%) 70-92 87.3 86.3 86

C. PERUMUSAN MASALAH

Dalam program ini akan dibuat suatu usaha berupa produksi selai dari kulit jeruk pamelo yang bergizi tinggi.

D. TUJUAN PROGRAM

Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kreatifitas mahasiswa dalam berwirausaha dengan mengenalkan produk baru berupa selai kulit jeruk pamelo kepada masyarakat sekaligus memanfaatkan kulit jeruk pamelo sebagai bahan pangan.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN

Luaran yang diharapkan dari program ini adalah berupa usaha produksi selai dari kulit jeruk pamelo yang siap untuk dipasarkan.

F. KEGUNAAN PROGRAM

Kegunaan di masa depan dari program ini adalah pemanfaatan limbah kulit jeruk pamelo sebagai selai, beoperasinya usaha selai kulit jeruk pamelo dan dapat menjadi lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

G. METODOLOGI PELAKSANAAN PROGRAM

Metodologi pelaksanaan program adalah sebagai berikut:

1. Tahap pra pengiriman proposal

Tahap-tahap yang dilakukan meliputi:

(7)

a. Pengumpulan fakta

Tahap ini merupaka tahap munculnya ide. Pada tahap ini kami mencoba untuk melihat fakta-fakta yang ada di sekitar yang memungkinkan untuk dikembangkan. Dari fakta-fakta yang kami amati ternyata selai kulit jeruk pamelo mempunyai banyak manfaat / khasiat, namun belum banyak dikonsumsi masyarakat karena belum diolah dengan baik dan benar.

b. Identifikasi dan Perumuskan masalah

Pada tahap ini kami mencoba merumuskan dan memberikan batasan pada permasalahan yang sudah kita miliki pada saat tahap pengumpulan fakta.

c. Study literature

Untuk memperkuat ide yang sudah ada dan untuk membuat hipotesis maka kami melakukan study literature. Literatur yang kami gunakan berupa buku-buku dan artikel- artikel tentang pemanfaatan kulit jeruk pamelo.

2. Tahap Pasca penyetujuan Proposal/ Pelaksanaan program Tahap ini meliputi beberapa kegiatan yaitu:

a.Pembuatan Selai Jeruk Bali Dengan cara sebagai berikut :

1.Cuci kulit jeruk pamelo lalu rebus dalam air panas selama 30 sampai 45 menit, kemudian diamkan selama 12 jam.

2.Tambahkan gula dan penili serta natrium benzoat. Aduk sampai rata kemudian masak selama satu jam.

3.Setelah mengental,masukkan segera ke dalam botol dan biarkan botol dalam keadaan terbalik selama 5 menit.

4.Balik ke posisi semula

(8)

Diagram Blok Pembuatan Selai b. Pemasaran

Dalam tinjauan ekonomi, kami akan membagi beberapa daerah pemasaran berdasarkan konsumen dari beberapa kalangan. Dengan bentuk kemasan produk dan harga yang bervariasi sesuai dengan kalangan konsumen masing-masing tersebut.

Adapun bagian daerah pemasaran tersebut adalah sebagai berikut : 1. Lingkungan kampus atau lembaga pendidikan yang lain

Sasaran : mahasiswa dan pelajar 2. Pasar tradisional dan toko kelontong

Sasaran : konsumen tingkat menengah kebawah Kulit buah

Di rebus dalam air panas (30-45 menit)

Di diamkan (12 jam)

Di saring

Ampas

Di masak (1 jam)

Di masukkan botol

Di balik(15 menit)

Selai

(9)

3. Supermarket dan koperasi pegawai

Sasaran : pegawai, karyawan dan konsumen tingkat menengah keatas.

H. JADWAL KEGIATAN PROGRAM

No Nama Kegiatan Minggu

I II III IV V VI VII VIII 1. Persiapan perlengkapan

produksi

2. Proses Pengolahan selai jeruk pamelo

3. Pemasaran

4. Pembuatan Laporan

I. BIODATA

1. Ketua pelaksana kegiatan

Nama : Sulhan Efendi NRP : 2406 100 056 Jurusan : Teknik Fisika FTI

Perguruan Tingg : Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Waktu untuk kegiatan PKM : 10jam/minggu

Anggota Pelaksana

2. Nama : Riky Jaya Sampurna NRP : 2407 100 011 Jurusan : Teknik Fisika FTI

Perguruan Tinggi : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

(10)

Waktu untuk kegiatan PKM : 10jam/minggu

3. Nama : Louis Gandhi Prabowo NRP : 2407 100 046

Jurusan : Teknik Fisika FTI

Perguruan Tinggi : Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Waktu untuk kegiatan PKM : 10jam/minggu

J. BIODATA DOSEN PENDAMPING

1. Nama lengkap dan gelar : Drs. Soehardjoepri, Msi 2. NIP : 131 651 423 3. Jabatan Fungsional : Lektor

4. Jabatan Struktural : Asisten Ahli

5. Jurusan/ program study : Matematika / FMIPA

6. Perguruan Tinggi : Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

7. Waktu untuk kegiatan PKM : 2 jam/minggu

K. BIAYA Pemasukan

DIKTI Rp 5.735.000,-

Jumlah Total Rp. 5.735.000,-

Pengeluaran

a. Bahan Habis Pakai

Alat Tulis Rp. 100.000,-

Kompor @Rp. 300.000 (3 buah) Rp. 900.000,- Kulit Jeruk @Rp.15.000 (100 buah) Rp. 1.500.000,- Minyak Tanah @ Rp. 7.000 (20 liter) Rp. 500.000,-

(11)

Botol Krat (kecil) @Rp. 15.000 (200 buah) Rp. 300.000,-

Label pada Botol Rp. 100.000,-

Tutup Botol (200 buah) Rp. 200.000,-

Panci @ Rp. 50.000 (5 buah) Rp. 250.000,-

Baskom @ Rp. 40.000 ( 5 buah) Rp. 200.000,-

Pisau Stainlessteel @ Rp. 25.000 (10 buah) Rp. 250.000,- Gula Pasir 2 Rp. 8.000 (20 kg) Rp. 160.000,-

Parutan Rp. 20.000,-

Kain saring atau kain blacu Rp. 20.000,-

Panily Rp. 5.000,-

Natrium benzoat (sebagai zat pengawet) Rp. 20.000,-

Pengaduk kayu Rp. 10.000,-

Saringan Stainlessteel ( 5 buah ) Rp. 50.000'-

Mangkok ( 10 buah ) Rp. 50.000,-

b. Perangkat Pendukung

Gunting, Gergaji Besi, Palu, Tang, Obeng, dll Rp. 150.000,-

c. Akomodasi dan Perjalanan

Perjalanan pengadaan alat dan bahan Rp. 500.000,- Peminjaman peralatan pendukung Rp. 100.000,-

d. Lain-Lain

Pembuatan Proposal dan Laporan Rp 150.000,-

Publikasi dan Dokumentasi Rp. 200.000,-

Jumlah Total Rp. 5.735.000,-

(12)

LAMPIRAN I

DAFTAR

RIWAYAT HIDUP PELAKSANA

a. Ketua Pelaksana:

Nama lengkap : Sulhan Efendi Nama panggilan : Sulhan

Tempat, tgl lahir : Pamekasan, 17 Juni 1987

Alamat rumah : Jl. Raya Larangan 31 Pamekasan Status : Mahasiswa Semester 5

Pendidikan : SDN Larangan Luar III (1994-2000) SLTPN I Larangan (2000 - 2003) SMA Negeri I Pamekasan (2003 - 2006) Teknik Fisika-ITS Surabaya (2006-sekarang) Organisasi : OSIS SLTP dan SMA

PMR SLTP dan SMA BEM FTI

HMTF

b. Anggota Pelaksana 1:

Nama lengkap : Riky Jaya Sampurna Nama panggilan : Riky

Tempat, tgl lahir : Sampang, 01 Januari 1989 Alamat rumah : Pemuda Baru No. 55 Sampang Status : Mahasiswa Semester 3

Pendidikan : SDN Banyuanyar I Sampang (1995 - 2001) SLTPN I Sampang 5 (2001 - 2004) SMA Negeri I Sampang (2004 - 2007) Teknik Fisika-ITS Surabaya (2007-sekarang)

(13)

Organisasi : PRAMUKA SLTP dan SMA PMR SMA

Futsal SMA BEM ITS

Kajian Jurusan Ulul Albab ITS

c. Anggota Pelaksana 2:

Nama lengkap : Louis Gandhi Prabowo Nama panggilan : Louis

Tempat, tgl lahir : Magetan 1 Juni 1988

Alamat rumah : KPR Tawanganum Permai N-06 Status : Mahasiswa Semester 3

Pendidikan : SDN Sukowinangun 3 (1995-2001)

SLTPN 1 Magetan (2001-2004)

SMAN 1 Magetan (2004-2007)

Teknik Fisika ITS (2007-sekarang) Organisasi : HMTF

IMMS PMK

(14)

Referensi

Dokumen terkait

Tahapan indentifikasi dari 470 sampel citra pembuluh vena telapak tangan dengan penerapan metode klasifikasi LVQ dilakukan dalam 2 tahap, pertama tahap pelatihan

Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari actor adalah gambar orang, tapi

Berdasarkan data dari hasil siklus I dan siklus II, dapat diketahui bahwa penggunaan strategi pembelajaran induktif yang diterapkan pada pembelajaran IPA tersebut

Penelitian ini memberikan bukti empiris hubungan satu sama lain seperti yang diusulkan dalam model penelitian.Dengan perhitungan uji F menunjukkan bahwa strategi

Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru mengenai perubahan sifat benda yang bersifat sementara dan bersifat

Banyak sekali pengaruh dan peranan teknologi informasi untuk Bisnis pada saat ini yang bisa di rasakan dalam dunia bisnis.Banyak yang mempengaruhi bisnis karena teknologi

Rasio efisiensi usaha bertujuan untuk mengukur performa manajemen suatu bank apakah telah menggunakan semua faktor-faktor produksinya dengan tepat, maka melalui

41. Dalam masa KIB I dan KIB II, cadangan devisa meningkat cukup nggi. Pada akhir tahun 2004, cadangan devisa yang berjumlah USD 36,3 miliar meningkat menjadi USD 66,1 miliar