• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Tindakan Supervisi terhadap Kepuasan Kerja Auditor Pemula pada Kantor Akuntan Publik.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Tindakan Supervisi terhadap Kepuasan Kerja Auditor Pemula pada Kantor Akuntan Publik."

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

vi

ABSTRACT

The existence of a beginner as assistant accountant public accountant should be interpreted as a single unit of work (one team) that can not be separated. Accountant beginners often experience job dissatisfaction due to the provision of guidance and supervision of the supervisor. Job dissatisfaction experienced by novice accountant will lead to a lack of professionalism in carrying out the task. In this regard, the researchers tried to identify variables that affect job satisfaction are a beginner accountant. The variables used include: supervising the actions recommended by the AECC (Accounting Education Change Commission) and job satisfaction. Supervision of the recommended actions include: aspects of leadership and mentoring, aspects of working conditions, and aspects of the assignment. Simple linear regression model was used in this study as a model of data analysis. The results showed that the influence of supervisory actions have been shown to have strong correlation and a significant influence on job satisfaction.

(2)

vi

ABSTRACT

The existence of a beginner as assistant accountant public accountant should be interpreted as a single unit of work (one team) that can not be separated. Accountant beginners often experience job dissatisfaction due to the provision of guidance and supervision of the supervisor. Job dissatisfaction experienced by novice accountant will lead to a lack of professionalism in carrying out the task. In this regard, the researchers tried to identify variables that affect job satisfaction are a beginner accountant. The variables used include: supervising the actions recommended by the AECC (Accounting Education Change Commission) and job satisfaction. Supervision of the recommended actions include: aspects of leadership and mentoring, aspects of working conditions, and aspects of the assignment. Simple linear regression model was used in this study as a model of data analysis. The results showed that the influence of supervisory actions have been shown to have strong correlation and a significant influence on job satisfaction.

(3)

viii

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS ... 5

2.1 Kajian Pustaka ... 5

(4)

ix

2.1.2.4 Tanggung Jawab Audit Eksternal ... 13

2.1.2.5 Opini Auditor ... 17

2.1.3 Supervisi ... 21

2.1.3.1 Pengertian Supervisi... 21

2.1.3.2 Tindakan Supervisi... 23

2.1.4 Kepuasan Kerja ... 28

2.1.5 Tinjauan Penelitian Terdahulu ... 29

2.2 Hubungan Antara Tindakan Supervisi dan Kepuasan Kerja Akuntan Pemula ... 31

3.2.2 Operasional Variabel ... 37

3.2.3 Teknik Penentuan Populasi dan Sampel ... 41

3.2.4 Teknik Pengumpulan Data ... 41

3.2.5 Pengujian Kualitas Data ... 43

3.2.6 Metode Analisis Data dan Pengujian Hipotesis ... 44

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 45

4.1 Analisis Deskriptif Data Responden... 46

(5)

x

4.3.1 Variabel Tindakan Supervisi (X) ... 58

4.3.1.1 Sub Variabel Aspek Kepemimpinan dan Mentoring ... 60

4.3.1.2 Sub Variabel Aspek Kondisi Kerja ... 65

4.3.1.3 Sub Variabel Aspek Penugasan ... 70

4.3.1 Variabel Kepuasan Kerja (Y) ... 74

4.4 Pengaruh Tindakan Supervisi (X) Terhadap Kepuasan Kerja (Y) ... 87

4.4.1 Analisis Koefisien Korelasi ... 87

4.4.2 Analisis Persamaan Regresi Linier Sederhana ... 89

4.4.3 Analisis Koefisien Determinasi ... 90

4.4.4 Pengujian Hipotesis ... 90

BAB V SIMPULAN DAN SARAN... 93

5.1 Simpulan ... 93

5.2 Saran ... 94

DAFTAR PUSTAKA ... 95

LAMPIRAN ... 97

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 110

(6)

xii

DAFTAR ISI

Halaman

Tabel I Penelitian Tindakan Supervisi... 30

Tabel II Ikhtisar Variabel Bebas/Independen, Indikator, Sub Indikator, Skala Pengukuran dan Instrumen ... 39

Tabel III Variabel Terikat/Dependen, Indikator, Sub Indikator, Skala Pengukuran dan Instrumen ... 40

Tabel IV Jenis Kelamin Responden ... 46

Tabel V Lama Bekerja ... 47

Tabel VI Pendidikan Terakhir ... 48

Tabel VII Sertifikat Peran ... 49

Tabel VIII Persentasi Bidang Kerja ... 50

Tabel IX Rekapitulasi Hasil Uji Validitas Tindakan Supervisi (X) ... 52

Tabel X Rekapitulasi Hasil Uji Validitas Kepuasan Kerja (Y) ... 52

Tabel XI Penolong Untuk Uji Reliabilitas Variabel Tindakan Supervisi (X) ... 53

Tabel XII Rekapitulasi Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Penelitian ... 56

Tabel XIII Persepsi Responden Tentang Tindakan Supervisi (X) ... 59

Tabel XIV Aspek Kepemimpinan dan Mentoring ... 60

(7)

xiii

Tabel XXXVII Persepsi Responden Tentang Kepuasan Kerja ... 75

(8)

xiv

Tabel XLXVI Pertanyaan no. 19 ... 86

Tabel XLXVII Pertanyaan no. 20 ... 86

Tabel XLXVIII Tabel Bantu Perhitungan Korelasi ... 87

(9)

xi

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 1 Mekanisme Hubungan Antara Elemen Tindakan Supervisi

(10)

xv

DAFTAR GRAFIK

Halaman

Grafik 1 Diagram Jenis Kelamin Responden ... 47

Grafik 2 Diagram Lama Bekerja ... 48

Grafik 3 Diagram Pendidikan Terakhir ... 49

Grafik 4 Diagram Sertifikat Peran ... 50

Grafik 5 Diagram Persentase Bidang Kerja ... 51

Grafik 6 Diagram Persepsi Responden Tentang Tindakan Supervisi ... 59

Grafik 7 Diagram Persepsi Responden Tentang Kepuasan Kerja ... 76

(11)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran A Hasil Uji Validitas ... 97

Lampiran B Hasil Uji Reliabilitas ... 99

Lampiran C Model Regresi Linier Sederhana ... 101

Lampiran D Kuesioner ... 102

(12)

Bab I Pendahuluan

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Kebutuhan jasa audit atas laporan keuangan pada suatu perusahaan maupun badan-badan organisasi lainnya oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) semakin meningkat. Kebutuhan ini berkaitan erat dengan kebutuhan pemakai laporan keuangan atas informasi keuangan yang bebas dari risiko informasi. Cara yang paling umum bagi pemakai laporan keuangan untuk memperoleh informasi yang handal dan bebas dari risiko informasi adalah melalui audit atas laporan keuangan oleh Kantor Akuntan Publik. (Arens, Elder dan Beasly, 2008: 10).

Saat ini permasalahan yang terjadi mengenai peran auditor selalu menjadi perhatian utama didalam dunia bisnis. Meningkatnya kasus-kasus yang melibatkan akuntan publik, terutama mengenai penyelesaian tanggung jawabnya, membuat lembaga-lembaga penyusun standar akuntansi harus mulai berpikir keras untuk menyusun peraturan-peraturan yang memuat tugas dan tanggung jawab seorang auditor. Oleh karena itu dibutuhkan adanya pengendalian aktivitas dalam sebuah organisasi akuntan publik. Pengendalian aktivitas dilakukan oleh atasan melalui tindakan supervisi. Supervisi merupakan tingkatan pertama dalam manajemen suatu organisasi terutama dalam memberi dorongan kepada anggota kelompok kerja untuk menyumbang sesuatu yang positif bagi pencapaian tujuan organisasi.

(13)

Bab I Pendahuluan 2

disebutkan bahwa pekerjaan harus direncakan dengan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. Aspek supervisi asisten dijelaskan dalam PSA No.04 (SA 210.1) bahwa asisten junior, yang baru masuk ke dalam karier auditing harus memperoleh pengalaman profesionalnya dengan mendapatkan supervisi memadai dan review atas pekerjaannya dari atasannya yang lebih berpengalaman.

Keberadaan akuntan pemula sebagai pembantu akuntan publik harus diartikan sebagai satu kesatuan kerja (satu tim) yang tidak dapat dipisahkan. Akuntan pemula, sebagai pihak yang harus disupervisi di lingkungan Kantor Akuntan Publik (KAP), sering mengalami ketidakpuasan kerja dikarenakan pemberian bimbingan dan dan pengawasan dari supervisor. Menurut Abercht et al., 1981 yang dikutip Syamsul Hadi (2007: 187) penyebab kurang puasnya akuntan pemula terutama disebabkan oleh adanya ketidaksamaan persepsi antara akuntan pemula dengan supervisornya. Penyebab tidak puas ini antara lan: (1) Kurangnya pemberian umpan balik (feed back), (2) Kemampuan kurang dimanfaatkan, (3) Kurangnya supervisi, (4) Rendahnya kesempatan untuk berpartisipasi, (5) Kurangnya pujian untuk pekerjaan yang dilakukan dengan baik. Hal-hal tersebut bisa menyebabkan kurangnya profesionalisme akuntan pemula dalam melaksanakan tugas.

Studi O’Discroll dan Beerh 1994 yang dilakukan di dua organisasi

(14)

Bab I Pendahuluan 3

Di Amerika serikat, AECC (Acounting Education Change Commision) menerbitkan Issues Statement No.4 yaitu AECC Recommendation for Supervisor of Early Work Experience. Isi dari AECC tersebut adalah sejumlah rekomendasi kepada

supervisor akuntan pemula untuk melaksanakan supervisi dengan tepat khususnya dalam tiga aspek utama, yaitu aspek kepemimpinan dan mentoring, aspek kondisi kerja dan aspek penugasan.

Hasil penelitian Patten 1995 dan Myrna & Nur 1998 yang dikutip Aris Eddy Sarwono (2001: 17) menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara tindakan supervisi (aspek kepemimpinan dan mentoring, aspek kondisi kerja dan aspek penugasan) dengan tingkat kepuasan kerja auditor pemula.

Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengangkat topik dengan judul:

“PENGARUH TINDAKAN SUPERVISI TERHADAP KEPUASAN KERJA

AKUNTAN PEMULA PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK”

1.2 Identifikasi Masalah

Permasalah yang ingin diteliti dalam penelitian ini yaitu: apakah tindakan supervisi yang direkomendasikan AECC (meliputi aspek kepemimpinan dan mentoring, aspek kondisi kerja, dan aspek penugasan) berpengaruh terhadap kepuasan kerja akuntan pemula.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

(15)

Bab I Pendahuluan 4

kepemimpinan dan mentoring, aspek kondisi kerja, dan aspek penugasan) akan mempengaruhi tingkat kepuasan kerja akuntan pemula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh tindakan supervise terhadap kepuasan kerja akuntan pemula.

1.4 Kegunaan Penelitian

1.4.1 Manfaat Akademis

Bagi masyarakat, penulis berharap hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran yang dapat berguna untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan dan bahan perpustakaan.

1.4.2 Manfaat Praktisi

a) Bagi perusahaan, diharapkan akan bermanfaat bagi para supervisor (di Kantor Akuntan Publik) dalam melaksanaan tindakan supervisi terhadap akuntan pemula.

b) Bagi penulis adalah untuk menambah pengetahuan mengenai audit eksternal, khususnya mengenai tindakan supervisi yang baik terhadap akuntan pemula.

1.4.3 Manfaat Peneliti Lanjutan

(16)

Bab V Simpulan dan Saran

93 BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 SIMPULAN

Setelah penulis mengadakan pembahasan mengenai Pengaruh Tindakan Supervisi (X) terhadap Kepuasan Kerja (Y), maka penulis dalam bab ini akan

memcoba menarik suatu kesimpulan dan memberikan saran berdasarkan atas uraian yang telah penulis kemukakan dalam bab sebelumnya.

1. Berdasarkan hasil analisis deskriptif data penelitian untuk variabel Tindakan Supervisi (X) dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden tentang Tindakan Supervisi (X) termasuk dalam kategori Cukup Baik.

2. Berdasarkan hasil analisis deskriptif data penelitian untuk variabel Kepuasan Kerja (Y) maka dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden tentang Kepuasan Kerja (Y) termasuk dalam kategori Cukup Baik.

(17)

Bab IV Simpulan dan Saran 94

5.2 SARAN

Agar auditor pemula mencapai kepuasan kerja dalam melaksanakan pekerjaannya, sebaiknya hal yang harus dilakukan oleh supervisor adalah sebagai berikut:

1. Dalam pelaksanaan audit eksternal, supervisor sebaiknya menunujukkan kepemimpinan yang baik dan memberikan mentoring dengan tepat, seperti memberikan feed back atas kinerja secara terbuka, adanya perhatian terhadap keluhan, menanyakan penyebab keluhan, menghargai kinerja yang baik, memberi perhatian terhadap karir, memberitahu mengenai peluang kerja dimasa mendatang, memberi perhatian terhadap minatnya, dapat menjadi panutan bagi auditor juniornya, dan harus dapat menunjukkan perasaan bangga akan profesi auditor eksternal.

2. Dalam situasi kondi kerja, supervisor sebaiknya memberi petunjuk penugasan secara rinci, mengalokasi waktu yang cukup, memiliki sifat terbuka kepada yuniornya, meberikan pengawasan hingga tugas terselesaikan,bersikap adil dalam pemberian tugas, dan dapat meminimalkan stress dalam pekerjaan auditor yunior.

(18)

95

Gemilan Arisony. Tindakan Supervisi, Motivasi, Komitmen Organisasi dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Raja Jaya Nusantara di Surabay. 2007. Skripsi, Universitas Pembangunan Nasional. Jawa Timur.

Hadi, Syamsul. 2007. Pengaruh Tindakan Supervisi Terhadap Kepuasan Kerja Akuntan Pemula. Universitas Islam Indonesia, Volume 11 No. 2: 187-198.

Hemphill dan Coons. 1957. The Practice of Leadership.

http://www/thepracticeofleadership.net/definitions-of-leadership

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), 2001, Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001, IAI-Kompartemen Akuntan Publik, Cetakan Ke 1, Penerbit Salemba Empat (PT.Salemba Emban Patria), Jakarta.

Imam Ghozali. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate. Universitas Dipenogoro.

Kreitner dan Kinicki. 2005. Perilaku Organisasi, Jakarta: Salemba empat, pp: 101-102.

Mansur, M. 2006. Pengaruh Tindakan Supervisi dan Pengembangan Profesi Terhadap Kemampuan Auditor. UNPAD. Bandung.

Martamin, Irvan. 2006. Analisis Pengaruh Tindakan Supervisi Terhadap Kepusan Kerja Auditor. Tesis, Magister Sains Akuntansi, UNDIP. Semarang.

Nurahma, Myrna dan Nur Indriantoro (2000). Tindakan Supervisi dan Kepuasan Kerja Akuntan Pemula di Kantor Akuntan Publik. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol. 3. No. 1 (Januari): 102-117.

Rahayu, Kurnia, S. Suhayati, Elsy. 2010. Auditing: Konsep Dasar dan Pedoman Pemeriksaan Akuntan Publik. Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.

(19)

96

96

Rauch & Behling. 1984. The Practice of Leadership.

http://www/thepracticeofleadership.net/definitions-of-leadership

Sarwono, E Aris. 2001. Analisis Pengaruh Tindakan Supervisi Terhadap Kepuasan Kerja Auditor Pemula: Studi Emipris pada Auditor Eksternal dan Auditor Internal di Indonesia. Tesis, Program Pasca Sarjana, UNDIP. Semarang.

Slamet, Budiman. 2002. Pengaruh Tindakan Supervisi Terhadap Kepuasan Kerja Auditor Yang Melakukan Audit Khusus. Tesis, Program Studi Magister Akuntansi. UNDIP. Semarang.

Gambar

Grafik 1 Diagram Jenis Kelamin Responden ............................................  47

Referensi

Dokumen terkait

Untuk peneliti selanjutnya yang tertarik dengan permasalahan ini diharapkan lebih memperluas tinjauan teoritis yang belum terdapat dalam penelitian ini, lebih

[r]

Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk melengkapi data-data

Kemajuan di bidang komputer sangat berperan, contohnya dalam sistem payroll (penggajian). Pada suatu perusahaan, tenaga kerja merupakan salah satu faktor yang

mengekstraksi silika dari hasil pelarutan lumpur lapindo dalam NaOH (7M) untuk kemudian disintesis menjadi natrium silikat dari 6 gr silika hasil ekstraksi dengan NaOH 8 gr dalam10

Kelas malaria yang digunakan untuk klasifikasi adalah fase ring , plasmodium falcifarum fase ga- metosit, plasmodium ovale fase thropozoit, plasmodium vivax fase thropozoit,

Selain itu, perangkat lunak yang telah dibuat dapat juga digunakan untuk melakukan pencarian obyek dati · -citra masukan yang banyak jumlahnya dengan menggunakan

dimensi partisi bintang dari graf-graf sederhana yaitu graf lintasan, lingkaran, dan lengkap dengan operasi comb antara lain graf lintasan dengan graf lintasan, graf lingkaran