1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Kemiskinan merupakan fenomena dan masalah sosial yang terus menerus akan dikaji serta menjadi perhatian pemerintah pusat dan pemerintahan daerah.
Salah satu faktor penyebab ketertinggalan dan penghambat dalam pembangunan suatu bangsa adalah karena tingginya angka kemiskinan. Kemiskinan dinilai dapat menimbulkan dampak yang bersifat menyebar (multiplier effects) terhadap tatanan kemasyarakatan secara menyeluruh sehingga kemiskinan juga merupakan muara dari masalah sosial lainnya.1
Berbagai macam bentuk program-program dari pemerintah yang diberikan pada bidang bantuan sosial tersebut sebagai bentuk jaminan untuk meringankan beban masyarakat miskin yang sangat membutuhkan bantuan terkait dengan masalah pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat masih menjadi masalah yang terus di bicara setiap tahunnya. Dengan itu pemerintah akhirnya meluncurkan program khusus berbasis rumah tangga salah satunya yang ingin penulis meneliti adalah Program Keluarga Harapan (PKH).
Program Keluarga Harapan atau di singkat PKH merupakan salah satu program pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan yang telah berjalan pada tahun 2007 yang bermula pelaksanaannya dilakukan pada tujuh provinsi yaitu di DKI Jakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi
1 Purwanto dkk, “Implementasi Kebijakan Program Keluarga Harapan (PKH) Dalam Memutus Rantai Kemiskinan (Kajian Di Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto)” Wacana Vol. 16 No. 2, 2013, Hlm. 80
2
Utara, Sumatera Barat yang menjadi prioritas utama bagi pemerintah untuk menerapkan program keluarga harapan dibidang bantuan sosial yang menjadi alasan mengapa tujuh provinsi bahwa tingkat angka kemiskinan yang tinggi sehingga pemerintah memfokuskan pada daerah tersebut. Sehingga pada tahun 2012 program keluarga harapan menjadi program nasional yang dilaksanakan di seluruh provinsi terutama di Provinsi Sumatra Barat.
Tujuan Program Keluarga Harapan :
a) Untuk meningkatkan taraf hidup Keluarga Penerima Manfaat melalu akses layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial
b) Mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluaga miskin dan rentan
c) Menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian Keluarga Penerima Manfaat dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan serta kesejahteraan sosial
d) Mengurangi kemiskinan dan kesenjangan
e) Mengenalkan manfaat produk dan jasa keuangan formal kepada keluarga Penerima Manfaat.2
Mekanisme calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program keluarga harapan adalah masyarakat miskin mendaftarkan diri ke Kepala Desa atau Lurah membawa KTP dan KK, Kepala Desa mendaftarkan ke Bupati/ Walikota melalui Camat melalui proses Muskel/Des, Dinas Sosial melakukan verifikasi dan validas
2Peraturan Menteri Sosial Nomor 1 Tahun 2018 Pasal 2 (tentang tujuan pkh)
3
data pendaftaran rumah tangga, penetapan melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Validasi kegiatan mencocok data calon KPM yang memenuhi kriteria oleh Direktorat Jaminan Sosial Keluarga.3
Untuk Program Keluarga Harapan di salurkan dalam 4 tahap Januari, April, Juli, Oktober melalui Himpunan Bank Negara seperti BNI,BRI, MANDIRI, dan BTN.
Kriteria penerima Program Keluarga Harapan adalah : 1. Bidang Kesehatan
a. Ibu hamil/menyusui
b. Anak berusia 0 (nol) sampai dengan 6 (enam) tahun 2. bidang pendidikan
a. Anak sekolah dasar/ madrasah ibtidaiah atau sederajat b. Anak sekolah menengah pertama
c. Anak sekolah menengah atas
d. Anak usia 6 enam sampai 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun
3. Kesejahteraan Sosial
a. Lanjut usia mulai dari 60 tahun
b. Penyandang disabilitas berat diutamakan penyandang disabilitas berat.4
3https://pkh.kemensos.go.id/?pg=tentangpkh-2 diakses pada tanggal 22 Februari 2022, Pukul 09.00 WIB(Mekanisme penerima pkh)
4 Peraturan Menteri Sosial Nomor 1 Tahun 2018 Pasal 5(tentang kriteria pkh)
4
Untuk penyaluran bantuan sosial program keluarga harapan pada tahun anggaran yang telah disalurkan untuk Provinsi Sumatra Barat total bantuan sosial program keluarga harapan yang telah diberikan sebanyak 369,727 Milyar bagi 195.623 KK Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ditahun 2021 telah dilakukan. Pelaksanaan program keluarga harapan di Provinsi Sumatra Barat sebagian belum banyak masyarakat miskin mendapat bantuan tersebut dikarenakan dalam pendataan dari segi administrasi yang masih banyak kesalahan bahkan sosialisasi yang dilakukan belum maksimal membuat masyarakat belum mengetahui program tersebut. Jika melihat jumlah keluarga yang mendapat bantuan PKH,5 sebagai berikut:
Tabel 1. 1 Jumlah Penerima Program Keluaraga Harapan di Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatra Barat
Kabupaten /Kota 2019 2020 2021
Agam 16.351 KK 17.537 KK 17.450 KK
Dharmasraya 6.597 KK 4.920 KK 5.463 KK
Mentawai 8.039 KK 4.485 KK 5.168 KK
Bukittinggi 2.509 KK 1.466 KK 1,690 KK
Padang 18.284 KK 19.194 KK 20.343 KK
Padang Panjang 1.095 KK 998 KK 1.215 KK
Pariaman 6.029 KK 2.425 KK 2.544 KK,
Payakumbuh 3.937 KK 3.884 KK 4.259 KK
Sawahlunto 965 KK 919 KK 941 KK,
Solok 1.085 KK 1.820 KK 1.899 KK
Limapuluh Kota 1.869 KK 1.521 KK 1.663 KK
Padang Pariaman 20.289 KK 16.755 KK 17.403 KK
Pasaman 17.615 KK 12.704 KK 13.174 KK
Pasaman Barat 14.181 KK 16.086 KK 18.615 KK
Pesisir Selatan 12.677 KK 15.512 KK 16.821 KK
Sijunjung 9.019 KK 7.770 KK 8.745 KK
Kab. Solok 5.224 KK 5.842 KK 6.804 KK
Solok Selatan 4.322 KK 5.766 KK 6.091 KK
Tanah Datar 17.665 KK 17.072 KK 18.209 KK
Sumber: https://sumbarprov.go.id/home/news/13780-pkh-di-sumbar
5 https://sumbarprov.go.id/home/news/13780-pkh-di-sumbar tgl 23 februari pukul 20.34 (website sumbarprov)
5
Totalnya, Sumbar mendapat alokasi PKH sebesar 195.623 KK dengan anggaran 369.727 miliar rupiah.6 Kota Padang Panjang merupakan kota penerima Program Keluarga Harapan, namun pada tahun 2019, 2020, mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2018 dari 1275 keluarga penerima manfaat (KPM).
Tabel 1. 2
Jumlah Penerima Program PKH Kota Padang Panjang Penerima PKH tahun 2018-2021 Jumlah
2018 1275
2019 1095
2020 998
2021 1215
Sumber : Dinas Sosial Kota Padang Panjang
Berdasarkan jumlah data tersebut, Kota Padang Panjang melalui Program Keluarga Harapan diharapkan dapat menanggulangi kemiskinan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima nya, terkhusus dapat membenahi berbagai permasalahan yang muncul dari program ini dari kesehatan, pendidikan maupun kemiskinan bukan hanya berupa pemberian bantuan materi (uang) saja tetapi memberdayakan masyarakat untuk aktif dalam pembangunan dan menciptakan masyarakat mandiri serta sejahtera. Berdasarkan hasil dari pengamatan awal, setelah beberapa tahun perjalanan PKH di Kota Padang panjang, ada beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaannya di mana KPM PKH mengalami penurunan dan penaikan tetapi banyak warga yang memenuhi syarat tidak mendapatkan bantuan tersebut, hal ini disampaikan oleh Koordinator PKH Kota Padang Panjang;
“Sejumlah warga memenuhi kriteria penerima manfaat, namun belum mendapatkan bantuan dari PKH tersebut diusulkan ke dalam data terpadu
6 Ibid
6
penerima manfaat kemensos. Harapannya di tahun yang akan datang keluarga yang memenuhi kriteria mendapatkan bantuan PKH dapat diakomodir oleh Kemensos.”7
Hal tersebut perlu ditangani dengan cepat agar semua memenuhi kriteria mendapatkan bantuan ini, selanjutnya permasalahannya dimulai dari, proses sosialisasi program, Proses verifikasi, dimana pada tahap ini belum sepenuhnya terseleksi secara optimal dengan kriteria yang benar- benar masyarakat membutuhkan, proses pencairan dana kepada KPM PKH sering mengalami keterlambatan, sehingga pencairan dana maupun sembako terhambat, dan mendapatkannya harus di tahap berikutnya lagi dengan pendapatan berlipat, belum optimalnya koordinasi antar dinas/instansi terkait seperti untuk Jaminan kesehatan, pendidikan, pekerjaan dan sebagainya, belum optimalnya peraturan untuk KPM yang tidak memenuhi kriteria lagi, kurangnya kesadaran masyarakat untuk mandiri, masyarakat penerima banyak yang belum memahami program ini, serta pemantauan yang belum optimal pada pelaksaan program.8
Oleh Karena itu, menjadi alasan penelitian untuk melakukan penelitian terkait strategi program keluarga harapan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Padang Panjang, karena berdasarkan informasi masih banyak kesalahan dalam proses penyaluran PKH. Hal ini dibuktikan banyaknya masyarakat yang tidak masuk kategori penerima PKH namun mendapatkan bantuan PKH. Guna mendukung penelitian ini, diperlukan penelitian terdahulu sebagai penunjang penelitian.
7Hasil wawancara dengan nella octafiany koordinator pkh kota Padang Panjang pada tanggal 12 mei 2022
8 Ibid
7
Adapun hasil penelitian terdahulunya antara lain Mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dari ranah ilmu pemerintahan
8
No Judul Peniliti Hasil Persamaan Perbedaan
1 Implementasi Program Keluarga Harapan di Kecamatan Mambi Kabupaten Mamasa
Nurdiana Implementasi pelayanan program keluarga harapan (PKH) di Kecamatan Mambi Kabupaten Mamasa, dapat dilihat dari proses sosialisasi hingga distribusi dana PKH yang dilakukan oleh pendamping. Keberhasilan sosialisasi akan terlihat apabila masyarakat ikut berpartisipasi dalam menyukseskan kebijakan pemerintah, pendistribusian dana PKH kepada peserta program PKH dilakukan pula di sekolah-sekolah yang letaknya strategis yang bisa terjangkau oleh penerima PKH
Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah penerima manfaat
PKH untuk
mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat.
Perbedaan penelitian ini lebih fokus pada pendamping PKH dalam mengimplementasikan program tersebut kepada masyarakat sedangkan yang akan peneliti lakukan adalah penelitian ini lebih difokuskan pada strategi dinas sosial dalam Program Keluarga Harapan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.9
2 Kontribusi Program Keluarga Harapan Dalam menunjang Pendidikan Siswa Kurang Mampu Di Desa Marioriaja Kecamatan
Marioriwawo Kabupaten Soppeng
Syahriani Pengetahuan Rumah Tanggan Sangat Miskin terhadap PKH bahwa (RTSM) telah mengetahui pengertian, tujuan dan kepersertaan PKH, kontribusi PKH dalam menunjang pendidikan siswa kurang mampu di Desa Marioriaja Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng adalah pemberian uang tunai kepada peserta PKH untuk biaya pendidikan anak-anak Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM)
Ketidak tepatan sasaran dana bantuan yang didapatkan digunakan selain untuk pendidikan, kesehatan dan pemenuhan kebutuhan bagi lansia dan disabilitas.
Perbedaannya penelitian ini lebih fokus kepada konstribusi PKH dibidang pendidikan untuk siswa yang kurang mampu sedangkan penelitian akan peneliti lakukan adalah strategi dinas sosial dalam Program Keluarga Harapan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.10
9 Nurdiana, Implementasi Program Keluarga Harapan di Kecamatan Mambi Kabupaten Mamasa, Skripsi (UIN Alauddin Makassar. 2017)
10 Syahriani, Kontribusi Program Keluarga Harapan Dalam Menunjang Pendidikan Siswa Kurang Mampu Di Desa Marioriaja Kecamatan
9 3 Implementasi Program
Keluarga Harapan dalam meningkatkan kesejahteraan
masyarakat miskin”
M. Daud dan
Yushita Maharini
mengungkap bahwa ada pelanggaran yang dilakukan oleh peserta PKH itu sendiri yang tidak menggunakan bantuan program ini sesuai peraturan yang berlaku dan terkendala dengan masyarakat yang dalam proses pendataan tidak mengisi sesuai dengan data yang benar, karena mengakusebagai keluarga miskin untuk mendapatkan bantuan padahal kehidupannya sudah berkecukupan
Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang peneliti lakukan adalah tentang
pelaksanaan PKH serta penyaluran yang berikan belum efektif.
penelitian ini hanya berfokus pada masalah komunikasi yang dilakukan antara pendamping kepada masyarakat sedangkan peneliti membahas bagaimana strategi yang dilakukan oleh dinas sosial dalam Program Keluarga Harapan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.11
Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Skripsi (Universitas Lampung, 2016)
11M. Daud dan Yushita Maharini “Implementasi Program Keluarga Harapan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin” Jurnal Humaniora, Vol. 2, No. 1, 2018, Hm. 37
9
Berdasarkan tiga penelitian terdahulu diatas, menunjukkan bahwa Program Keluarga Harapan masih memiliki banyak permasalahan terutama pada masalah komunikasi yang kurang antara pendamping dan masyarakat. Dalam penelitian yang akan dilakukan oleh penulis akan menyoroti permasalahan yang berbeda mengenai program ini, terutama pada perjalanan pelaksanaan program ini yang masih ditemukan beberapa permasalahan dan kendala dalam pelaksanaannya seperti kurang tepat sasaran, keterlambatan pencairan penerima serta permasalahan lainnya. Pada penelitian ini menekankan. bahwa Program Keluarga Harapan masih memiliki banyak permasalahan Peneliti merasa perlu adanya penelitian lanjutan mengenai “Strategi Dinas Sosial dalam Program Keluarga Harapan Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Periode 2021 di Kota Padang Panjang”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang telah dipaparkan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu :
1. Bagaimana Strategi Dinas Sosial dalam Pelaksanaan Program Keluarga Harapan di Kota Padang Panjang?
2. Faktor penghambat strategi program keluarga harapan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Padang Panjang?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana strategi pelaksanaan penyaluran Program Keluarga Harapan di Kota Padang Panjang?
10
2. Untuk mengetahui dan menganalisis Bagaimana strategi Upaya mengatasi hambatan pelaksanaan program keluarga harapan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Padang Panjang?
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang di harapkan oleh penulis setelah melakukan penelitian adalah sebagai berikut :
1. Manfaat Teoritis
Dapat digunakan sebagai sumbangsih pemikiran dalam kajian keilmuan pada bidang pemerintahan terutama studi yang membahas terkait evaluasi program keluarga harapan, serta dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya.
2. Manfaat Praktis
Diharapkan hasil kajian dalam penelitian ini dapat menjadi rujukan untuk menambah pengetahuan dan wawasan bagi para pembaca mengenai evaluasi program keluarga harapan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program yang dijalankan pemerintah tidak terlepas dari dukungan masyarakat serta lembaga yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
11 1.5 Landasan Teori
1.5.1 Teori Manajemen Strategi
Manajemen strategi adalah sekumpulan keputusan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulating) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran perusahaan.12
Teori yang digunakan yaitu dari Teori Menurut J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen (1996 : 9), proses Manajemen Strategi meliputi 3 indikator dasar, yaitu
a. Perumusan Strategi (Strategy Formulation)
Perumusan strategi merupakan pengembangan rencana jangka panjang untuk manajemen efektif dari kesempatan dan ancaman lingkungan, dilihat dari kekuatan dan kelemahan instansi.
b. Implementasi Strategi (Strategy Implementation)
Implementasi strategi merupakan proses dimana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakannya dalam tindakan melalui pengembangan program, anggaran, dan prosedur.
c. Evaluasi dan Pengendalian (Evaluation and Control)
Merupakan proses yang dilalui dalam aktivitas-aktivitas lembaga, hasil kinerja dimonitor dan kinerja sesungguhnya dibandingkan dengan kinerja yang diinginkan. Para kepala di semua level menggunakan informasi hasil kinerja untuk melakukan tindakan perbaikan dan memecahkan masalah.
12 Robinson Pearce, Manajemen Strategis Formulasi, Implementasi dan Pengendalian Jilid 1, (Jakarta: Binarupa Aksara, 1997), hlm 20.
12
Elemen ini dapat menunjukkan secara tepat kelemahan-kelemahan dalam implementasi strategi sebelumnya dan mendorong proses keseluruhan untuk dimulai kembali.13
1.5.2 Kesejahteraan Sosial
Kesejahteraan sosial berasal dari kata “Sejahtera”.Sejahtera ini mengandung pengertian dari bahasa sansekerta “Catera” yang berarti payung.
Dalam konteks ini kesejahteraan terkandung dalam arti “Catera” adalah orang yang sejahtera yaitu orang yang dalam hidupnya bebas dari kemiskinan, kebodohan, ketakutan atau kekhawatiran sehingga hidupnya aman tentram baik lahir maupun batin. Sedangkan sosial berasal darikata “Socius” yang berarti kawan, teman dan kerjasama. Jadi kesejahteraan sosial dapat didefenisikan sebagai suatu kondisi dimana orang dapat memenuhi kebutuhannya dan dapat berelasi dengan lingkungannya secara baik.14
Menurut Undang-undang No 11 tahun 2009 mengenai kesejahteraan sosial yang berbunyi “Kesejahteraan sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya”.
Dalam pendefenisian tersebut menjelaskan kesejahteraan sosial sebagai suatu keadaan dimana digambarkan secara ideal adalah suatu tatanan (tata kehidupan) yang meliputi kehidupan material maupun spiritual, dengan tidak
13 Hunger & Thomas L. Wheelen, J. David. 2001. Manajemen Strategis. Yogyakarta : Penerbit Andi.
14Adi Pahrudin. Pengantar Kesejahteraan Sosial. (Bandung : PT. Refika Aditama,2012).hlm8
13
menempatkan satu aspek lebih penting dari yang lainnya, tetapi lebih mencoba melihat pada upaya mendapatkan titik keseimbangan. Dimana titik keseimbangan yang dimaksud adalah keseimbangan antara aspek sosial, material, dan spiritual.15
Penyelenggaraan kesejahteraan sosial dilakukan berdasarkan asas kesetiakawanan, keadilan, kemanfaatan, keterpaduan, kemitraan, keterbukaan, akuntabilitas, partisipasi, profesionalitas dan asas keberlanjutan. Ada pun penyelenggaraan kesejahteraan sosial bertujuan untuk;
1. Meningkatkan taraf kesejahteraan, kualitas dan kelangsungan hidup 2. Memulihkan fungsi sosial dalam mencapai kemandirian
3. Meningkatkan ketahanan sosial masyarakat dalam mencegah dan menangani masalah kesejahteraan sosial
4. Meningkatkan kemampuan, kepedulian dan tanggung jawab sosial dunia usaha dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial secara melembaga dan berkelanjutan
5. Meningkatkan kemampuan dan kepedulian masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial secara melembaga dan berkelanjutan
6. Meningkatkan kualitas manajemen penyelenggaraan kesejahteraan social.
Masyarakat dikatakan sejahtera ketika mereka dapat menjalankan hidup mandiri, memiliki fasilitas tempat tinggal yang layak, dan dapat menjalani
15 Isbandi Rukminto Adi. Kesejahteraan Sosial (Pekerjaan sosial, pembangunan sosial,dan kajian pembangunan). (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2012), hlm.23
14
kehidupan sosial sebagaimana mestinya. Dalam menunjang hal tersebut Biro Pusat Statistik Indonesia menerangkan bahwa guna melihat tingkat kesejahteraan sosial masyarakat, maka ada beberapa indikator yang dapat dijadikan parameter pengukuran di antaranya ialah :
a. Pendapatan keluarga b. Pengeluaran keluarga
c. Kemudahan mendapatkan layanan kesehatan d. Kemudahan dalam akses pendidikan
e. Fasilitas tempat tinggi
15
Kesejahteraan Sosial 1.6 Kerangka Berpikir
Teori Menurut J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen (1996 : 9), proses Manajemen Strategi meliputi 3 indikator Perumusan Strategi, Implementasi Strategi, Evaluasi dan Pengendalian
Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat dengan adanya Program Keluarga Harapan (PKH) Hambatan Program Keluarga Harapan
Strategi Program Keluarga Harapan Perwako no 26 tahun 2020 tupoksi dinas sosial tentang pkh yaitu
-Sosialisasi
-Tepat Pelaksanaan -Tepat Target Tepat Lingkungan Permensos No 1 Tahun 2018 tentang
Program Keluarga Harapan Dinas Sosial Kota Padang Panjang
16 1.7 Metode Penelitian
Secara umum metode penelitian didefinisikan sebagai suatu kegiatan ilmiah yang terencana, terstruktur, sistematis dan memiliki tujuan tertentu baik praktis maupun teoritis.
1.7.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana dalam penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif yaitu mengetahui dan menggambarkan kenyataan dari kejadian yang diteliti sehingga memudahkan penulis mendapatkan data yang objektif. Dalam penelitian inidata yang diperoleh mencakup subjek yang dikaji kumpulan berbagai data, dari kasus, pengalaman pribadi, wawancara dan visual. Data yang diperoleh dituangkan dalam bentuk analisis, dimana peneliti melakukan analisis data dengan memberikan pemaparan gambaran mengenai situasi yang diteliti dalam bentuk uraian naratif.
1.7.2 Fokus Penelitian
Fokus penelitian ini dimaksudkan untuk membatasi studi kualitatif sekaligus membatasi penelitian guna memilih data yang relevan dan mana yang tidak relevan. Pembatasan dalam penelitian kualitatif ini lebih didasarkan pada tingkat kepentingan/urgensi dari masalah yang dihadapi dalam penelitian ini.16
Penelitian ini akan difokuskan pada ”Strategi dinas sosial dalam program keluarga harapan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang
16 Lexy J. Moleong . Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014) , hlm 97
17
dispesifikasikan sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. 1.7.3 Lokasi Penelitian
Lokasi Penelitian ini dilakukan di wilayah Kota Padang Panjang, adapun yang menjadi lokasi penelitian ialah di Kota Padang Panjang dan Dinas Sosial Kota Padang Panjang.
1.7.4 Sumber Data
Yang dimaksud dengan sumber data yaitu dari mana sumber data itu di peroleh:
A. Data primer
Data yang diperoleh secara langsung dari hasil wawancara. Data yang digunakan peneliti berupa catatan lapangan, visual dengan informan yang terkait langsung dengan Strategi Program Keluarga Harapan di Kota Padang Panjang. Data yang diperoleh secara langsung dilakukan pengolahan lebih lanjut, dikembangkan dengan pemahaman penulis.
B. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui studi literature yang berupa jurnal, buku, hasil penelitian, website dan lainnya yang memberikan informasi mengenai Strategi program keluarga harapan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
1.7.5 Teknik Penentuan Informan
Informan adalah orang yang berperan sebagai sumber informasi. Adapun dalam penelitian ini penentuan informasi dilakukan dengan tenik purpose
18
sampling, agar data yang diperoleh dari informan sesuai dengan kebutuhan dan
tujuan penelitian. Informan yang akan menjadi sumber informasi bagi penulis dalam penelitian ini, adalah :
1. Koordinator PKH Dinas Sosial Kota Padang Panjang (1 orang ) 2. Pendamping PKH (6 orang)
3. Masyarakat yang mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (5 orang)
4. Masyarakat yang dulu pernah dapat sekarang tidak dapat bantuan Program Keluarga Harapan (5 orang)
5. Masyarakat yang tidak dapat bantuan Program Keluarga Harapan(
5 orang)
1.7.6 Teknik Pengumpulan Data
Pada metode penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data adalah cara yang dilakukan peneliti dalam memperoleh dan mengumpulkan data sehingga hasil yang diteliti sesuai dengan kerangka metode penelitian. Beberapa teknik pengumpulan data kualitatif yaitu : wawancara, observasi, dan dokumentasi.
1. Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interview) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Ciri utama wawancara adalah kontak langsung dengan tatap muka antara pencari informasi dan sumber informasi. Dalam wawancara sudah disiapkan berbagai macam pertanyaan-pertanyaan tetapi
19 muncul berbagai pertanyaan lain saat meneliti.17
Teknik wawancara yang di lakukan adalah bebas terpimpin, artinya pertanyaan yang dilontarkan tidak terpaku pada pedoman wawancara dan dapat diperdalam maupun dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi lapangan.
2. Observasi
Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis, dua di antara yang terpenting adalah proses pengamatan dan ingatan.18
Dalam metode observasi ini, peneliti secara langsung melakukan pengamatan pada KPM PKH di Kota Padang Panjang, untuk melihat pelaksanaan dan kondisi kesejahteraan masyarakat penerima program tersebut.
3. Dokumentasi
Menurut Sugiyono mengatakan bahwa dokumentasi merupakan catatan atas peristiwa yang terjadi di masa lampau atau masa lalu, hasil penelitian dari observasi dan wawancara akan lebih kredibel atau dapat dipercaya dengan adanya dokumen-dokumen yang berkaitan.19 Misalnya Koran, makalah, laporan ataupun melalui media internet seperti email.
17 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung : Remaja Rosda, 2010) Karya. Hlm 186
18Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif dan R&D. (Bandung:
Alfabeta.CV,2013) 19Ibid,hal 34
20 1.7.7 Teknik Analisis Data
Setelah data dikumpulkan dengan lengkap, tahapan berikutnya adalah tahap analisa data. Pada tahap ini data akan diolah sedemikian rupa sehingga diperoleh kebenaran-kebenaran yang dipakai untuk menjawab persoalan yang di ajukan dalam penelitian. Setelah jenis data dikumpulkan maka analisa data dalam penulisan ini adalah bersifat kualitatif, yaitu suatu bentuk analisa yang mempertegas, memperpendek, membuat fokus, membuang hal yang tidak penting dan mengatur sedemikian rupa sehingga kesimpulan akhir dapat dilakukan. Serta peneliti akan mengerti apa yang terjadi dan memungkinkan untuk mengerjakan sesuatu pada analisis ataupun tindakkan lain berdasarkan pengertian tersebut. “Teknik pengelolaan data yang akan dilakukan menggunakan model analisis data Miles & Hubberman mengemukakan ada tiga tahapan yang harus dikerjakan dalam menganalisis data penelitian kualitatif. 20
a) Reduksi Data (data reduction)
Merupakan kegiatan merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang tereduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan.
20Sugiyono,Op.Cit., hlm 247-252
21 b) Paparan Data (data display)
Penyajian data yaitu sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan Penyajian data dapat dilakukan dengan membuat uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowcart dan sejenisnya, yang mana dengan kegiatan tersebut dapat mempermudah untuk memahami apa yang terjadi dan apa yang harus dilakukan.
c) Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi (conclusion drawing/verifying) Tahap akhir proses pengumpulan data adalah verifikasi dan penarikan kesimpulan, yang dimaknai sebagai penarikan arti data yang telah ditampilkan.
Analisis data kualitatif dilakukan secara bersamaan dengan proses pengumpulan data berlangsung. Artinya kegiatan-kegiatan tersebut telah dilakukan sejak awal merumuskan masalah penelitian sampai pada penulisan hasil akhir penelitian. Dengan dilakukannya tahapan-tahapan di atas bertujuan untuk mempermudah peneliti dalam menyusun data secara terstruktur dan menyajikan data yang terkumpul.
1.7.8 Keabsahan Data (Triangulasi Data)
Data yang sudah terkumpul merupakan modal awal yang sangat berharga dalam penelitian, dari data terkumpul akan dilakukan analisis yang digunakan sebagai bahan masukan untuk penarikan kesimpulan. Melihat begitu besarnya posisi data maka keabsahan data yang terkumpul menjadi sangat vital.
Triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang
22
telah ada. Tujuan triangulasi bukan untuk mencari kebenaran tentang beberapa fenomena, tetapi lebih pada peningkatan pemahaman peneliti terhadap apa yang telah ditemukan.21
Denzim membedakan empat macam triangulasi:
1) Triangulasi data, yaitu penggunaan beragam sumber data dalam suatu penelitian.
2) Triangulasi peneliti, yaitu penggunaan beberapa peneliti yang berbeda disiplin ilmunya.
3) Triangulasi teori, yaitu penggunaan sejumlah perspektif dalam menafsir satu set data.
4) Triangulasi teknik metodologis, yaitu penggunaan sejumlah perspektif dalam menafsir satu set data.22
Triangulasi dalam penelitian ini yakni triangulasi data dengan menggunakan sejumlah sumber data dalam penelitian untuk memperoleh kebenaran informasi peneliti melakukan observasi dan wawancara.
21 Sugiyono. Op.Cit,hlm. 241
22 Pahrudin et al., Buku pedoman penyusunan dan penulisan skripsi, Fakltas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi, 2017, hlm. 19