• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of Sistem Berbasis Kasus untuk Konseling Remaja SMP dalam Menghadapi Era New Normal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "View of Sistem Berbasis Kasus untuk Konseling Remaja SMP dalam Menghadapi Era New Normal"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi ISSN 2407-4322

Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 646-655 E- ISSN 2503-2933 646

Sistem Berbasis Kasus Untuk Konseling Remaja SMP Dalam Menghadapi Era New Normal

Frestiany Regina Putri1, Sri Kusumadewi2, Hepi Wahyuningsih3

1,2,3

Universitas Islam Indonesia; Jl. Kaliurang KM. 14,5 Sleman, Yogyakarta, 55584 Telp: 0274 895287

1,2Program Studi Informatika, 3Program Studi Psikologi Universitas Islam Indonesia

email: 1[email protected], , 2[email protected],

3[email protected] Abstrak

Pada era kebiasaan baru (new normal) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, semua instansi pendidikan memberlakukan pertemuan tatap muka atau sekolah luring kepada siswa- siswanya. Adanya sekolah luring yang diterapkan, secara tidak langsung memaksa anak untuk beradaptasi kembali dengan sistem sekolah luring yang kerap menimbulkan berbagai peristiwa yang dialami oleh anak. Kondisi ini menuntut orang tua dan guru, khususnya guru Bimbingan Konseling (BK) harus berlaku bijak dalam memberikan keputusan, sehingga anak-anak tidak mengalami gangguan perilaku yang akan sangat berpengaruh pada kondisi mentalnya.

Penelitian ini bertujuan untuk membantu pihak sekolah dan orang tua agar bisa mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan permasalahan yang dialami oleh anak. Solusi diberikan melalui sistem berbasis kasus, atas rekomendasi dari konselor. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian yaitu pengumpulan data dan kajian literatur; pemodelan; evaluasi model; serta membangun dan evaluasi prototipe. Penelitian ini menghasilkan sistem berbasis kasus untuk konseling remaja SMP yang dapat digunakan oleh Guru SMP dan Orang Tua, atau pihak yang membutuhkan. Pengujian sistem oleh pengguna menghasilkan solusi atas validasi dari konselor yang sesuai dengan realita, dan dapat digunakan untuk referensi penyelesaian masalah pada anak di era new normal.

Kata kunci Sistem Berbasis Kasus, Konseling, Anak, Era New Normal

Abstract

In the new normal era that has been set by the government, all educational institutions impose face-to-face learning or offline schools for their students. The existence of an offline school that is implemented, indirectly forces children to adapt back to the offline school system which often causes various events experienced by children. This condition requires parents and teachers, especially Guidance Counseling teachers to be wise in making decisions, so that children do not experience behavioral disorders that will greatly affect their mental condition.

This study aims to help schools and parents to make the right decisions according to the problems experienced by children. Solutions are provided through a case-based system, on the recommendation of the counselor. The methods used in the research are data collection and literature review; modeling; model evaluation; and building and evaluating prototypes. This study resulted in a case-based system for junior high school youth counseling that could be used by junior high school teachers and parents, or those in need. System testing by users produces solutions for validation from counselors that are in accordance with reality, and can be used as a reference for solving problems in children in the new normal era.

Keywords Case Based System, Counseling, Children, New Normal Era

(2)

647 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 646-655 E-ISSN 2503-2933

Frestiany, et., al [Sistem Berbasis Kasus Untuk Konseling Remaja SMP Dalam Menghadapi Era New Normal]

1. PENDAHULUAN

Pandemi Covid-19 yang telah terjadi di Indonesia sejak awal 2020 memberikan dampak yang signifikan bagi semua orang, tidak terkecuali anak-anak. Di masa pandemi, anak-anak yang seharusnya menghabiskan waktu untuk belajar, bersosialisasi, dan bermain bersama teman-teman di sekolah, menjadi tergantikan dengan waktu yang mereka habiskan di rumah untuk bermain gawai. Kebiasaan aktivitas daring yang dilakukan oleh anak-anak mengakibatkan mereka kecanduan menggunakan gawai yang membuat mereka jarang bersosialisasi dengan sekitarnya. Menurut Yohana Theresia, psikolog dari Yayasan Heart of People, mengungkapkan banyak kasus di lapangan yang menunjukkan adanya indikasi penurunan motivasi anak dalam belajar, sehingga sangat berpengaruh ke banyak aspek lainnya, yakni level pemahaman, kreativitas, produktivitas, dan tentunya hasil pencapaian pembelajaran itu sendiri. Hal tersebut tidak lepas dari banyak faktor, seperti keterbatasan penguasaan gawai, materi pembelajaran yang kurang variatif dan menarik, dan kurangnya kontrol penggunaan gawai oleh orang tua. [1]

Pada era kebiasaan baru (new normal) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, semua instansi pendidikan juga memberlakukan pertemuan tatap muka atau sekolah luring kepada siswa-siswanya. Adanya sekolah luring yang diterapkan tentu saja menimbulkan berbagai peristiwa yang kerap dialami oleh anak. Kondisi ini menuntut orang tua dan guru, khususnya guru Bimbingan Konseling (BK) harus berlaku bijak dalam memberikan keputusan, sehingga anak-anak tidak mengalami gangguan perilaku yang akan sangat berpengaruh pada kondisi mentalnya.

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis bermaksud memberikan solusi dengan membangun sistem berbasis kasus untuk mendukung konseling elektronik (e-konseling) anak dalam menghadapi era kebiasaan baru. Pemilihan basis kasus dilakukan mengingat komponen- komponen yang mempengaruhi suatu kasus sangat beragam, sehingga kurang efisien ketika akan dibuat pengetahuan dalam bentuk aturan. Kasus-kasus yang dikumpulkan adalah permasalahan yang sering dijumpai oleh anak remaja SMP di sekolah atau di rumah. Hasil e- konseling ini akan memberikan solusi berupa rekomendasi tindakan bagaimana cara mengatasi permasalahan baik oleh guru di sekolah maupun orang tua di rumah.

2. TINJAUAN PUSTAKA

Penelitian terkait pengaruh pademi covid-19 terhadap perilaku anak dan strategi mengasuh anak (parenting) telah dilakukan di berbagai negara, seperti di Indonesia [2][3][4], Brazil [5], Amerika Serikat [6][7][8], Hong Kong [9], Cina [10], perbandingan di berbagai negara [11]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan perilaku anak pada tingkat sedang hingga berat. Hal ini menyebabkan perlu adanya perubahan pola pengasuhan terhadap anak. Pola mengasuh anak yang tepat sangat dipengaruhi oleh pemahaman atas kondisi atau permasalahan yang terjadi pada anak. Adanya perubahan perilaku anak selama masa pandemi membutuhkan peran konselor dalam memberikan pendampingan ke orang tua. Oleh karena itu, elektronik konseling merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk membantu orang tua atau profesi yang berkaitan dengan membimbing anak (seperti guru BK) untuk mengatasi permasalahan perilaku anak.

Penelitian terkait e-konseling anak dan sistem berbasis kasus telah dilakukan oleh beberapa peneliti, seperti:

a. Sistem informasi bimbingan konseling antara orang tua murid dan guru secara online dengan menggunakan metode waterfall, untuk mempermudah orang tua mendapatkan informasi perkembangan anaknya dengan segera (realtime). Sistem ini memberikan informasi terkait kondisi mental/perilaku siswa dan belum memberikan dukungan keputusan atas

(3)

Jatisi ISSN 2407-4322

Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 646-655 E- ISSN 2503-2933 648

permasalahan yang dialami oleh siswa, merupakan sistem informasi dan bukan merupakan sistem pendukung keputusan [12]

b. Salah satu e-konseling untuk mahasiswa yang telah dikembangkan di Indonesia juga telah dilakukan [13]. Pada penelitian ini dijelaskan bahwa penasehat akademik membutuhkan sistem pakar yang dapat memudahkan untuk mengatasi permasalahan mahasiswa yang ada.

Selanjutnya peneliti mengembangkan sistem pakar menggunakan metode pengembangan Expert System Development Life Cycle (ESDLC). Dari evaluasi pengguna diperoleh hasil bahwa sistem pakar yang dibangun dapat digunakan untuk menangani masalah-masalah seperti yang telah disimpan dalam daftar data masalah dan solusi.

c. Sistem berbasis kasus untuk e-konseling telah dikembangkan oleh Moch. Ibnu Abbas, dkk.

Sistem ini dikhususkan untuk guru BK. Hasil pengujian sistem untuk identifikasi permasalahan siswa berbasis website memberikan hasil yang baik [14]. Fungsi similaritas yang digunakan pada penelitian ini adalah rata-rata terbobot. Metode ini sangat rentan terhadap tingkat kemiripan palsu karena hanya melibatkan komponen-komponen kasus pada basis kasus untuk menghitung nilai similaritas.

3. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini digambarkan seperti pada Gambar 1. Adapun tahapan penelitian terdiri dari (1) Pengumpulan Data dan Kajian Literatur (2) Pemodelan, (3) Evaluasi Model, dan (4) Membangun dan Evalusi Prototipe.

Gambar 1. Metodologi yang Diusulkan

(4)

649 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 646-655 E-ISSN 2503-2933

Frestiany, et., al [Sistem Berbasis Kasus Untuk Konseling Remaja SMP Dalam Menghadapi Era New Normal]

3.1 Pengumpulan Data dan Kajian Literatur

Pada tahap ini akan dilakukan pengumpulan data yang berupa kasus-kasus yang terjadi pada anak di masa kebiasaan baru. Kasus diambil dari beberapa sumber seperti wawancara langsung dengan orang tua dan guru SMP, serta persebaran kuesioner melalui google form kepada target. Kasus ini akan dijadikan sebagai pengetahuan pada basis kasus. Sebanyak minimal 100 kasus akan dihimpun sebagai basis kasus.

Kasus-kasus yang sudah dihimpun tersebut selanjutnya akan dicari solusinya dengan cara meminta masukan dari para konselor. Proses ini dilakukan melalui FGD maupun wawancara langsung dengan konselor. Spreadsheet digunakan sebagai salah satu media untuk menampung pendapat dari para konselor.

Selain data kasus, akan dilakukan kajian literatur untuk menetapkan komponen- komponen yang sering hadir pada permasalahan anak di era new normal. Pada tahap ini, peneliti juga mempelajari referensi dari penelitian yang sudah ada sebelumnya untuk mencari solusi atas kasus-kasus yang sudah dihimpun sebelumnya. Dari hasil penelitian yang dilakukan terkait pengaruh pandemi covid-19 terhadap perilaku anak dan strategi mengasuh anak (parenting) di Indonesia, menunjukkan bahwa terjadi perubahan perilaku anak pada tingkat sedang hingga berat. Adanya perubahan perilaku anak selama masa pandemi membutuhkan peran konselor dalam memberikan pendampingan ke orang tua. Oleh karena itu, elektronik konseling merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk membantu orang tua atau guru untuk mengatasi permasalahan perilaku anak.

3.2 Pemodelan

Pemodelan sistem diawali dengan pembentukan basis kasus yang memberikan solusi berupa rekomendasi tindakan berdasarkan kasus-kasus yang pernah terjadi sebelumnya. Fungsi similaritas yang digunakan adalah modified weighted average. Metode yang diusulkan ini tidak hanya melibatkan komponen-komponen kasus pada basis kasus, namun juga melibatkan komponen-komponen pada kasus yang dievaluasi. Modifikasi fungsi similaritas dengan bobot dapat dilakukan dengan cara membagi jumlah bobot komponen yang sama antara kasus baru yang akan diselesaikan (C) dan kasus ke-i yang ada pada basis kasus (Ki) dengan maksimum dari banyaknya komponen pada C (misal: m) dan komponen pada Ki (misal: n), sehingga diperoleh nilai kemiripan Ti sebagai berikut [15]

= {



 

  ,  ≤





 

  ∝"#$ ,  > (1)

Pemodelan dilanjutkan dengan menetapkan proses retrieve, reuse, revise, dan retain.

Peneliti akan mencoba beberapa nilai threshold untuk menetapkan nilai minimum kemiripan.

Nilai ini juga akan didiskusikan dengan konselor untuk hasil yang lebih sempurna. Adapun skema yang menggambarkan keempat tipe case-based reasoning tersebut yaitu seperti ditunjukkan pada Gambar 2.

(1)

(5)

Jatisi ISSN 2407-4322

Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 646-655 E- ISSN 2503-2933 650

Gambar 2. Skema Case-Based Reasoning Adapun penjelasan dari tipe-tipe case-based reasoning tersebut yaitu:

a. Retrieve adalah menemukan kembali kasus-kasus yang mirip dengan kasus baru yang akan dievaluasi dengan menggunakan fungsi similaritas pada persamaan (1).

b. Reuse adalah menggunakan kembali informasi atau pengetahuan yang telah tersimpan pada basis kasus untuk memecahkan masalah kasus. Banyaknya kasus yang mirip tergantu pada nilai θ yang ditetapkan sebelumnya.

c. Revise adalah adalah memperbaiki solusi yang diusulkan. Revise juga akan dilakukan manakala ada kasus yang butuh untuk direvisi karena sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi terkini.

d. Retain adalah adalah menyimpan pengetahuan yang nantinya akan digunakan untuk memecahkan masalah ke dalam basis kasus yang ada.

3.3 Evaluasi Model

Pada tahap ini model penalaran berbasis kasus akan diuji menggunakan kasus-kasus baru yang belum dilibatkan pada basis kasus. Selanjutnya hasil pengujian akan dievaluasi kinerjanya.

Kinerja model akan diukur dengan membandingkan hasil rekomendasi model dengan solusi sebenarnya yang telah diberikan oleh konselor. Target pada tahap ini adalah terbentuknya model klasifikasi yang sudah diuji dan siap untuk dibangun menjadi sebuah prototipe. Proses evaluasi model ini akan melibatkan konselor minimal sebanyak 3 orang. Pengujian model dilakukan dalam forum Focus Group Discusion (FGD).

(6)

651 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 646-655 E-ISSN 2503-2933

Frestiany, et., al [Sistem Berbasis Kasus Untuk Konseling Remaja SMP Dalam Menghadapi Era New Normal]

3.4 Membangun dan Evaluasi Prototipe

Prototipe dibangun berdasarkan model yang telah teruji. Prototipe dibangun berbasis website, dengan melihat beberapa referensi terkait sistem berbasis kasus dari penelitian terdahulu [7][8]. Prototipe ini kemudian akan diujikan ke calon pengguna yaitu guru SMP, orang tua, dan konselor. Uji usabilitas dilakukan untuk melihat seberapa besar tingkat kemudahan dan kesesuaian prototipe dengan kebutuhan pengguna. Target pada tahap ini adalah prototipe sistem yang sudah teruji usabilitasnya oleh calon pengguna. Proses pengujian melibatkan guru SMP (minimal 5 orang), orang tua (minimal 10 orang), dan konselor (minimal 3 orang).

3. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Input Kasus

Gambar 3. Input Kasus

Input kasus hanya bisa dilakukan oleh Admin (melalui halaman Admin), dan oleh Pengguna (melalui halaman Pengguna). Gambar 3 menunjukkan halaman yang diakses oleh pengguna untuk input kasus. Kasus diinput dengan cara menceritakan peristiwa yang dialami oleh Anak pada kolom kasus yang tersedia, kemudian klik lihat gejala agar beberapa rekomendasi gejala yang sesuai dapat muncul di bawah kolom kasus. Pengguna bisa memilih beberapa gejala yang cocok sesuai dengan kasus yang dialami.

B. Proses Perhitungan

Berikut perhitungan metode Case Based Reasoning dalam menentukan solusi yang akan diberikan berdasarkan kasus yang dialami anak.

a. Pada proses pertama pengguna menginputkan kasus baru dengan menceritakan pengalaman yang dialami oleh anak selama sekolah offline ditetapkan. Gejala yang dialami anak yang sesuai dengan inputan pengguna akan dibandingkan dengan kasus lama yang sudah tersimpan pada sistem.

(7)

Jatisi ISSN 2407-4322

Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 646-655 E- ISSN 2503-2933 652

Tabel 1. Contoh Gejala yang Dipilih

Gejala Bobot

Malas belajar 1

Hanya belajar jika ada PR 1

Malas membaca buku 1

Bergantung pada HP untuk

mengerjakan tugas/menjawab soal 1

b. Perhitungan metode dengan cara manual/excel ditunjukkan seperti tabel 2 Tabel 2. Contoh Hasil Perhitungan Excel

Kasus

Kemiripan = Total (1* bobot diagnose cocok) / Total Bobot

Kasus

>= 0.5 Malas membaca buku, bergantung pada

HP untuk mengerjakan tugas/ menjawab soal, kurang menangkap pelajaran, kurang komunikasi

2/4 = 0.5 Ya

Malas belajar, hanya belajar jika ada PR, hanya belajar jika menggunakan gadget, sering bermain game online

2/4 = 0.5 Ya

Merasa insecure, anak pasif pada

pembelajaran tertentu 0/8 = 0.00 Tidak

Boros masalah keuangan, terkendala

sinyal untuk proses belajar mengajar 0/8 = 0.00 Tidak Orang tua kurang memperhatikan

pergaulan anak, anak merasa bisa mandiri

0/8 = 0.00 Tidak

Hasil kemiripan biasanya berada pada nilai antara 0 sampai 1. Nilai 0 artinya kedua kasus mutlak tidak mirip, sebaliknya untuk nilai 1 kasus mirip dengan mutlak. Karena itu, nilai 0,5 yang menjadi titik tengah dipilih sebagai syarat minimal hasil kemiripan yang untuk menentukan rekomendasi solusi.

C. Output Solusi

Gambar 4. Output Solusi

(8)

653 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 646-655 E-ISSN 2503-2933

Frestiany, et., al [Sistem Berbasis Kasus Untuk Konseling Remaja SMP Dalam Menghadapi Era New Normal]

Gejala yang diinput pada sistem jika disesuaikan dengan contoh gejala pada tabel 1, mendapatkan rekomendasi solusi yang sama dengan Kasus 61 dan Kasus 62 dengan perhitungan seperti yang terlihat pada tabel 2. Berdasarkan hasil solusi yang muncul pada sistem, menunjukkan bahwa perhitungan metode secara manual sama dengan perhitungan melalui sistem.

D. Pengujian

Pengujian dilakukan dengan membandingkan output hasil sistem dengan kasus nyata.

Hasil pengujian dilakukan oleh pengguna dan divalidasi oleh konselor apakah hasil solusi dari pengujian tersebut relevan dengan permasalahan yang ada.

4. KESIMPULAN

Kesimpulan dari penelitian ini adalah menghasilkan sistem berbasis kasus untuk konseling remaja SMP yang dapat digunakan oleh Guru SMP dan Orang Tua, atau pihak yang membutuhkan. Pengujian sistem oleh pengguna menghasilkan solusi atas validasi dari konselor yang sesuai dengan realita, dan dapat digunakan untuk referensi penyelesaian masalah pada anak di era new normal.

5. SARAN

Penelitian ini masih memiliki kekurangan, kedepannya, sistem yang masih berbasis website ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk dikembangkan dalam versi Mobile.

UCAPAN TERIMA KASIH

Terimakasih kepada para Guru SMP, Orang Tua, dan Konselor yang telah memberikan dukungan penuh terhadap proses penelitian serta penulisan ini. Terimakasih pula kepada seluruh pihak yang mendukung kelancaran penelitian serta publikasi ini.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Wicaksono, S. (2021). Pentingnya Meningkatkan Motivasi Belajar Anak di Masa Pandemi - Suara Merdeka. https://www.suaramerdeka.com/pendidikan/pr-04430677/

pentingnya-meningkatkan-motivasi-belajar-anak-di-masa-pandemi

[2] Suyadi, & Selvi, I. D. (2022). Online learning and Child Abuse: The COVID-19 Pandemic Impact On Work and School From Home In Indonesia. Heliyon, 8(1), e08790.

https://doi.org/10.1016/J.HELIYON.2022.E08790

[3] Hanafi, Y., Taufiq, A., Saefi, M., Ikhsan, M. A., Diyana, T. N., Thoriquttyas, T., &

Anam, F. K. (2021). The New Identity of Indonesian Islamic Boarding Schools In The

“New Normal”: The Education Leadership Response to COVID-19. Heliyon, 7(3), e06549. https://doi.org/10.1016/J.HELIYON.2021.E06549

(9)

Jatisi ISSN 2407-4322

Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 646-655 E- ISSN 2503-2933 654

[4] Windarwati, H. D., Oktaviana, W., Mukarromah, I., Ati, N. A. L., Rizzal, A. F., &

Sulaksono, A. D. (2020). In The Middle of The COVID-19 Outbreak: Early Practical Guidelines For Psychosocial Aspects of COVID-19 in East Java, Indonesia. Psychiatry Research, 293, 113395. https://doi.org/10.1016/J.PSYCHRES.2020.113395

[5] Oliveira, T. D. O., Costa, D. S., Alvim-Soares, A., de Paula, J. J., Kestelman, I., Silva, A.

G., Malloy-Diniz, L. F., & Miranda, D. M. (2021). Children’s Behavioral Problems, Screen Time, and Sleep Problems’ Association With Negative and Positive Parenting Strategies During The COVID-19 Outbreak In Brazil. Child Abuse & Neglect, 105345.

https://doi.org/10.1016/J.CHIABU.2021.105345

[6] Panjwani, A. A., Bailey, R. L., & Kelleher, B. L. (2021). COVID-19 and Behaviors In Children With Autism Spectrum Disorder: Disparities by Income and Food Security Status. Research in Developmental Disabilities, 115, 104002.

https://doi.org/10.1016/J.RIDD.2021.104002

[7] Leeb, R. (2021). 11.2 Children’s Mental and Behavioral Health Before, During, and After The Covid-19 Pandemic. Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychiatry, 60(10), S275. https://doi.org/10.1016/J.JAAC.2021.07.615

[8] Hails, K. A., Petts, R. A., Hostutler, C. A., Simoni, M., Greene, R., Snider, T. C., &

Riley, A. R. (2021). COVID-19 Distress, Negative Parenting, and Child Behavioral Problems: The Moderating Role of Parent Adverse Childhood Experiences. Child Abuse

& Neglect, 105450. https://doi.org/10.1016/J.CHIABU.2021.105450

[9] Wang, Z., Yeung, P. L., & Gao, X. (2021). Under The Same Roof: Parents’ COVID- Related Stress Mediates The Associations Between Household Crowdedness and Young Children’s Problem Behaviors During Social Distancing. Current Research in Ecological and Social Psychology, 2, 100022. https://doi.org/10.1016/J.CRESP.2021.100022

[10] Jiao, W. Y., Wang, L. N., Liu, J., Fang, S. F., Jiao, F. Y., Pettoello-Mantovani, M., &

Somekh, E. (2020). Behavioral and Emotional Disorders in Children During The COVID-19 Epidemic. The Journal of Pediatrics, 221, 264-266.e1.

https://doi.org/10.1016/J.JPEDS.2020.03.013

[11] Paterson, D. C., Ramage, K., Moore, S. A., Riazi, N., Tremblay, M. S., & Faulkner, G.

(2021). Exploring The Impact of COVID-19 On The Movement Behaviors of Children and Youth: A Scoping Review of Evidence After The First Year. Journal of Sport and Health Science, 10(6), 675–689. https://doi.org/10.1016/J.JSHS.2021.07.001

[12] Muzid, S., Gudnanto, G., & Latifah, N. (2020). Pengembangan Sistem E-Counseling Untuk Bimbingan dan Konseling Perkembangan Anak Usia Dini (Studi Kasus : Paud Persada Jepara). Indonesian Journal of Technology, Informatics and Science (IJTIS), 1(2), 67–72. https://doi.org/10.24176/IJTIS.V1I2.4947

[13] Novaliyan, A. R., Fernandes, A. L., Wahyudiono, P. H., Olva, M., Suganda, A., Ismail, Iksan, N., Yani, A., & Panessai, I. Y. (2021). Bimbingan dan Konseling Mahasiswa yang Berbasis Sistem Pakar Dengan Menggunakan Metode Faktor Kepastian. Journal of Engineering, Technology, and Applied Science, 3(2), 21–34.

https://doi.org/10.36079/LAMINTANG.JETAS-0302.234

(10)

655 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 646-655 E-ISSN 2503-2933

Frestiany, et., al [Sistem Berbasis Kasus Untuk Konseling Remaja SMP Dalam Menghadapi Era New Normal]

[14] Abbas, M. I., Munyawi, A., Achmadi, S., & Pranoto, Y. A. (2021). Rancang Bangun Aplikasi Pelayanan Bimbingan Konseling Dengan Menerapkan Metode Case Based Reasoning Berbasis Website (Studi Kasus : BK Madrasah Aliyah Negeri 1 Tuban). JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 5(2), 510–516.

https://doi.org/10.36040/JATI.V5I2.3734

[15] Kusumadewi, S., Wahyuni, E. G., & Mulyati, S. (2021). Decision Support and Intelligent System (1st ed.). UII Press.

Referensi

Dokumen terkait

(2009) menyatakan semangat kerja yang rendah, akan selalu menyebabkan produktivitas kerja karyawan yang rendah. Mendetail lebih lanjut serta mengacu pada uraian latar

Perppu melahirkan norma hukum,dan sebagai norma hukum baru Perppu akan dapat menimbulkan status hukum baru, hubungan hukum baru, dan akibat hukum baru. Norma hukum

Selain untuk meningkatkan nilai ekonomi dari bonggol pisang juga memberi manfaat bagi mitra, yaitu meningkatnya keterampilan dan pengetahuan mitra terkait pembuatan

Pada pengujian sinyal suara dengan frekuensi dibawah 9600Hz menggunakan noise 100ml menyebabkan sinyal informasi dengan volume rendah dan sedang hilang, sedangkan pada volume

Mahasiswa sebagai harapan bangsa dan negara untuk melanjutkan estafet kepemimimpinan, estafet pelaksanaan pembangunan, estafet memajukan bangsa dan negara sebagai

d. Riwayat penyakit dahulu: kaji riwayat DM karena DM memicu aterosklerosis, menghambat penyembuhan luka dan predisposisi infeksi. Hipertensi dan obesitas meningkatkan beban kerja

Karena probabilitas jauh lebih kecil dari 0.05, dan F hitung lebih besar dari F tabel (16.027 > 2.70) maka model regresi dapat digunakan untuk memperediksi tingkat

Berdasarkan hasil analisis peta sebaran klorofil-a dan suhu permukaan laut pada tahun 2010, tahun 2014, dan tahun 2018 menunjukkan adanya kecocokan untuk lingkungan ikan