KEKRITISAN AIR
(KEBUTUHAN/KETERSEDIAAN AIR)
KEKRITISAN AIR
KEKRITISAN AIR (KA)
KA = (kebutuhan air) : (ketersediaan air)
Kebutuhan air: a. domestik b. lahan sawah c. industri d. perikanan e. ternak f. transportasi g. wisata air h. pembangkit libtrik Sumber air: a. air hujan b. air sungai c. air danau d. airtanah
KRITERIA KEKRITISAN AIR
KRITERIA
KEKRITISAN AIR
Mendekati kritis
50% - 75%
Keadaan kritis
76% - 100%
Telah kritis
> 100%
PERMASALAHAN SUMBERDAYA AIR
Bagaimana cara menghitung kebutuhan air?
Sumber air dimana ? Berapa potensinya?
Bagaimana cara memanfaatkan sumber
secara efisien?
Sumur Gali di Doline Kabupaten Gunungkidul
Penampungan Air Hujan (PAH)
di daerah langka airtanah Muaratungkal Jambi
MATAAIR
di Kabupaten Banyumas
(
Suyono,2004)Waduk Sempor di Gombong
Kebutuhan air domestik tidak tercukupi karena airtanah langka di
lereng Kaki Gunungapi Slamet
Penyediaan Air di Daerah Karangbolong Gombong
KEBUTUHAN AIR UNTUK DOMESTIK
Data yang diperlukan :
Tingkat pertumbuhan penduduk ( %) Jumlah penduduk desa ( jiwa)
Jumlah penduduk kota (jiwa)
Baku kebutuhan air domestik penduduk kota (liter/kapita/hari) Baku kebutuhan air domestik penduduk desa (liter/kapita/hari)
Bagaimana baku kebutuhan air domestik dihitung? - survei dengan kuesioner
- sampel : stratified random; strata tingkat sosial-ekonomi penduduk, ketersediaan air.
Kebutuhan air untuk domestik (Qdom)
Qdom = 365 hari x (qu/1000 x Pu) + (qr/1000 x Pr)
Keterangan :
Qdom
= Kebutuhan air domestik ( m /th)
qu
= Baku kebutuhan air domestik penduduk kota
(liter/kapita/hari)
qr
= Baku kebutuhan air domestik penduduk desa
(liter/kapita/hari)
Pu
= Jumlah penduduk kota
Pr
= Jumlah penduduk desa
KEBUTUHAN AIR UNTUK INDUSTRI
Kebutuhan air untuk industri (Qid)
Qid = Hk {(Pk x Qk)/1000}+Up
Keterangan :
Qid = Kebutuhan air untuk industri (m³/th)
Hk = Jumlah hari kerja per tahun
Pk = Jumlah karyawan
Qk = Baku kebutuhan air karyawan ( l/kap/hari)
Up = Kebutuhan air untuk proses industri (m
3/th)
Up tergantung dari jenis industri, ada indutri yang
banyak menggunakan air dan ada yg sedikit
KEBUTUHAN AIR UNTUK TERNAK
Kebutuhan air untuk ternak (Qt)
Qt = 0.365 {( qskk x Pskk) + (qkd x Pkd) + (qb x Pb) + (qun x Pun)} Keterangan :
Qt = Kebutuhan air untuk ternak ( m³/th)
qskk = Kebutuhan air untuk ternak sapi, kuda, kerbau ( lt/kepala/hari)
qkd = Kebutuhan air untuk ternak kambing atau domba (lt/kepala/hari)
qb = Kebutuhan air untuk ternak babi ( lt/kepala/hari) qun = Kebutuhan air untuk ternak unggas (lt/kepala/hari) Psk = jumlah ternak sapi, kuda. kerbau
Pkd = jumlah ternak kambing atau domba Pb = jumlah ternak babi
Pun = jumlah ternak unggas
Baku Kebutuhan Air Untuk Ternak
JENIS TERNAK
KEBUTUHAN AIR
(lt/kepala/hari)
Sapi / Kerbau / Kuda
40,0
Kambing / Domba
5,0
Babi
6,0
Unggas
0,6
Kebutuhan air perikanan (Qfp)
Qfp = 365 ( qfp/1000) x Afp x 10000
Keterangan :
Qfp = Kebutuhan air untuk perikanan (m³/th)
qfp = Kebutuhan air untuk pembilasan ( 7 mm/hari/ha)
Afp = Luas kolam ikan ( ha )
KEBUTUHAN AIR UNTUK IRIGASI
Air irigasi digunakan untuk :
1.
Mengganti air hilang untuk evaporasi
2.
Mengganti air hilang untuk transpirasi
3.
Mengganti air hilang untuk infiltrasi
(perkolasi)
4.
Air untuk penggenangan
Crop water requirement (CWR)
Kebutuhan data:
1.
Suhu udara, kelembaban relatif,
kecepatan angin, lama penyinaran
matahari
2.
Infiltrasi atau perkolasi
3.
Jenis tanaman dan umur tanaman
4.Pola tanam
5.
Luas tanam
6.
Efisiensi irigasi
7.Data hujan
Kebutuhan air untuk irigasi (Qi)
Rumus umum
Qi = {Ax(qs/1000) x (Ft x100 hari) x 24 jam x 3600 detik} : Efs
Keterangan :Qi = Kebutuhan air untuk irigasi (m³/tahun) A = Luas sawah (ha)
qs = Baku kebutuhan air untuk sawah (1 liter/detik/ha) atau DIHITUNG DENGAN PROGRAM CROPWAT
Ft = Frekwensi tanam dalam setahun Efs = Efisiensi saluran irigasi
Tahapan Perhitungan Kebutuhan Air untuk Irigasi
1. EVAPORASI (Eo, dalam mm/hari) : dihitung dengan Rumus Penman 2. Consumtive use ( Cu); Cu = kc x Eo , dalam mm/hari
kc : crop factor ( tabel)
3. Farm water requirement (CWR), dalam mm/hari
CWR = (Cu + In) – Pef
In = infiltrasi (mm/hari)
Pef = hujan efektif (hujan yang bermanfaat utuk tanaman
4. Project Water Requirement (PWR): dalam l/det
PWR = f x (CWR x A) x ( Eir -1)
A = luas tanam (ha)
Eir = irrigation efficiency = (Q1/Q2) x 100 %
f = faktor konversi mm/hari /ha ke satuan debit; 1mm/hari/ha = 0,11574 l/dt/ha
Perhitungan Evaporasi dengan Metode Penman :
I/59 ((0.94II x III – IV x V x VI)) + VII (VIII – e2) E =
---I + 0.485
Keterangan :
I = merupakan nilai Δ sebagai fungsi temperatur (Tabel 1) II = merupakan nilai (a + b n/N)
a dan b adalah konstanta
n adalah penyinaran matahari
N adalah panjang hari 9 jam (Tabel 9)
III = nilai H (top/sh) merupakan fungsi garis lintang (Tabel 3) IV = nilai 118.10-9 (273 + Tz)4 merupakan fungsi suhu (Tabel 4)
V = nilai 0.47 – 0.77 √e2, merupakan tekanan uap aktual pada ketinggian 2 meter (Tabel 5)
VI = nilai dari 0.2 + 0.8 n/N (Tabel 6)
VII = nilai dari 0.485 x 0.35 (0.5 + 0.54 V2) (Tabel 7a dan 7b) V2 = kecepatan angin pada ketinggian 2 meter
VIII = nilai dari esat (Tabel 8)
Koefisien Tanaman (kc) menurut FAO dan Nedeco/Prosida (PT. Indra Karya, 2003) Prosida 0,5 bl 1 bl 1,5 bl 2 bl 2,5 bl 3 bl 3,5 bl 4 bl Padi - LV 1,2 1,2 1,32 1,4 1,35 1,24 1,12 0 - HYV 1,2 1,27 1,33 1,3 1,3 0 0 0 FAO Padi: - LV 1,1 1,1 1,1 1,1 1,1 1,05 0,95 0 - HYV 1,1 1,1 1,05 1,05 0,95 0 0 0 Palawija: - Kedelai 0,5 0,75 1 1 0,82 0,45 0 0 - Jagung - kac.tnh 0,5 0,5 0,59 0,51 0,96 0,66 1,05 0,85 1,02 0,85 0,95 0,95 0 0,95 0 0
Kebutuhan untuk Penyiapan Lahan
Kebutuhan untuk penyiapan lahan
(van de Goor dan Zijlsstra):IR = M ( e –k) ( e –k – 1) -1
IR = Kebutuhan air di petak sawah
M = kebutuhan air untuk mengganti evaporasi dan perkolasi
M = Eo + In k = M x ( T/S )
T = Jangka waktu persiapan lahan (hari)
Efisiensi Penyaluran Air
Air yang disalurkan melalui jaringan saluran irigasi ada
yang hilang.
Air yang hilang disepanang saluran:
- evaporasi
- infiltrasi atau perkolasi
- pencurian air
Efisiensi Penyaluran Air (
E
fir) dipengaruhi oleh faktor:
- kualitas dan tipe bangunan saluran
- jenis tanah
BAGAIMANA MENGUKUR
efisiensi pemakaian air?
Q1 > Q2
Efir = (Q2/Q1) x 100%
DAM SAWAH Q1 Q2Hujan Efektif untuk Hidup Tanaman
Hujan Efektif (Pef) diperkirakan dengan rumus:
(Pef) (Cu)-1 = (-0,001(P2)(Cu)-1 + 0,025 (P2)(Cu2)-1 + 0,0016 P + 0,6 (P)(Cu)-1) Pef = Hujan efektif untuk tanaman
P = Hujan
KETERSEDIAAN AIR DI DAS
Air yang tersedia di DAS atau di daratan berupa:
Air hujan
Runoff
(air sungai)
Airtanah
KETERSEDIAAN AIR HIDROMETEOROLOGIS
Sifatnya makro (tidak rinci dan ketersediaan rata-rata tahunan)
Data yang dipergunakan :
Elevasi stasiun klimatologi (mdpal) Elevasi stasiun hujan (mdpal)
Suhu udara rata-rata tahunan stasiun klimatologi (0C) Curah hujan tahunan (mm)
Rumus :
Eo = 325 + 21T + 0,9 T2 ; T = Suhu udara 0C
Et = ( P ) x (( 0,9 + (P2/Eo2))0,5 ) -1
Ro = P – Et; Volume RO = ( P –ET) x A
PENDEKATAN
KETERSEDIAAN AIR CARA HIDROMETEOROLOGIS (digunakan bila tidak tersedia data debit sungai) Langkah-langkah perhitungan :
Perhitungan hujan rata-rata DAS (P)mm/th
Perhitungan evapotranspirasi (Et)mm/th
Perhitungan neraca air DAS
Ketersediaan air mantap di DAS (Ro);
Rata-rata tahunan, perubahan simpanan air dianggap nol
Luas DAS ( A dalam km2)
Ketersediaan air tahunan rata-rata jangka panjang
Total ketersediaan air DAS (Ro) = (P – Et) x A x 1000 (m3/th)
KETERSEDIAAN AIR SUNGAI
Dihitung dari data debit aliran
Bila tidak ada data, diperlukan estimasi debit aliran
dengan model hidrologi:
Beberapa model hidrologi:
- Thornthwaite-Mather
- Mock
KETERSEDIAAN AIRTANAH
Diperlukan data:1. peta sistem akuifer 6. flownet airtanah
2. tebal akuifer (D) 7. fluktuasi muka airtanah (F) 3. luas akuifer (Aa) 8. specific Yield batuan (Sy)
4. material akuifer 9. porositas batuan
5. nilai permeabilitas batuan
Pendekatan statis:
Volume airtanah (VAT) : VAT = Volume Akuifer x porositas
VAT = ( D x Aa) x (porositas)
Volume airtanah yang dapat diturap secara aman (VATa) :
Dasar Akuifer Berupa Lapisan Kedap Air L
D
d l
d h
Q
Vat = Vol akuifer x porositas
Vat aman = (luas akuifer x fluktuasi) Sy
Q = TIL
T = KD ; I = dh/dl