• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab VI Strategi dan Arah Kebijakan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bab VI Strategi dan Arah Kebijakan"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Strategi dan arah kebijakan

Bab VI

Strategi dan Arah Kebijakan

Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komperhensif tentang bagaimana pemerintah Kota Sungai Penuh mencapai tujuan dan sasaran RPJMD dengan efektif dan efisien. Dengan pendekatan yang komperhensif, strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan transformasi, reformasi, dan perbaikan kinerja birokrasi. Perencanaan strategis tidak saja mengagendakan aktivitas pembangunan, tetapi juga segala program yang mendukung dan menciptakan layanan masyarakat tersebut dapat dilakukan dengan baik, termasuk didalamnya upaya memperbaiki kinerja dan kapasitas birokrasi, sistem manajemen, dan pemanfatan teknologi informasi.

Berangkat dari analisis gambaran umum kondisi daerah dan isu-isu strategis pada bab sebelumnya, maka perlu disusun strategi pembangunan kota untuk lima tahun kedepan secara efektif dan efisien, sehingga betul-betul dapat mendorong pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran.

6.1.Strategi

Strategi merupakan langkah-langkah yang berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Strategi dijadikan salah satu rujukan penting dalam perencanaan pembangunan daerah (strategy focused management). Rumusan strategi merupakan pernyataan yang menjelaskan bagaimana sasaran akan dicapai, yang selanjutnya diperjelas dengan serangkaian arah kebijakan.

Rumusan strategi menunjukkan keinginan yang kuat bagaimana pemerintah daerah menciptakan nilai tambah (value added) bagi stakeholder pembangunan daerah. Penetapan strategi dilakukan untuk menjawab cara pencapaian sasaran-sasaran pembangunan. Sebuah strategi dapat dilakukan untuk menjawab lebih dari 1 (satu) sasaran pembangun. Demikian juga sebaliknya, satu sasaran dapat saja dicapai melalui lebih dari 1 (satu) strategi.

(2)

Strategi dan arah kebijakan

Untuk mencapai sasaran “Terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik” dicapai dengan strategi sebagai berikut:

Strategi 1: Penataan dan penguatan kapasitas kelembagaan daerah

Penataan birokrasi pemerintah daerah melalui konsolidasi struktural berdasarkan kebutuhan dan potensi daerah dengan melakukan penajaman pada tugas pokok dan fungsi. Otonomi daerah sekarang ini mengandung konsekuensi bahwa pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk mengatur/menata urusan pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, dan kepegawaian. Strategi penataan dan penguatan kapasitas kelembagaan juga bertujuan meningkatkan kapasitas dan kinerja organisasi perangkat daerah. Penataan dan penguatan kapasitas kelembagaan disertai pula dengan penataan dan penguatan regulasi daerah yang memberi kekuatan dan dampak pada optimasi pelaksanaan pemerintahan daerah

Strategi 2: Peningkatan kualitas SDM aparatur

Peningkatan kualitas SDM aparatur dilakukan sejak rencana pengadaan/rekrutmen sampai dengan purna bakti (pensiun) yang antara lain meliputi rekrutmen, penempatan, pelatihan dan pengembangan, mutasi, penilaian kinerja, sistem reward dan punishment serta sistem penggajian.

Strategi peningkatan kulialitas SDM juga bertujuan meningkatkan kapasitas dan kinerja organisasi perangkat daerah guna pelaksaan pemerintahan yang profesional dan berdaya saing. Strategi 3: Peningkatan budaya kerja yang berdasarkan pada ketaatan akan hukum dan

perundang-undangan

Menerapkan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik secara konsisten dan berkelanjutan yang tercermin dari berkurangnya tingkat korupsi, makin banyaknya keberhasilan pembangunan di berbagai bidang, dan terbentuknya birokrasi pemerintahan yang profesional dan berkinerja tinggi, menjamin kepastian hukum, melindungi segenap masyarakat serta memberikan akses dan kesempatan bagi penduduk laki-laki dan perempuan agar memperoleh manfaat dari pembangunan yang adil dan merata.

Strategi 4: Peningkatan kualitas perencanaan pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah Suatu proses perencanaan pembangunan dimaksudkan untuk melakukan perubahan menuju arah perkembangan yang lebih baik bagi suatu komunitas masyarakat, pemerintah dan lingkungannya dalam wilayah/daerah tertentu dengan memanfaatkan atau mendayagunakan berbagai sumber daya yang ada.Dalam pelaksanaannya, perencanaan pembangunan harus memiliki orientasi yang bersifat menyeluruh, lengkap, namun tetap berpegang pada azas prioritas agar mampu menjawab kebutuhan

(3)

Strategi dan arah kebijakan

atau tuntutan pelayanan kepada masyarakat, optimalisasi potensi sumber daya demi meminimalkan permasalahan/kendala pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. Perencanaan pembangunan yang komprehensif tanpa dukungan pengelolaan keuangan daerah yang baik, akuntabel dan transparan adalah suatu kesia-siaan. Melalui penganggaran, penatausahaan serta akuntansi dan pelaporan keuangan daerah yang terpadu, diharapkan dapat menghasilkan kinerja pembangunan yang baik.

Strategi 5: Peningkatan kualitas pelayanan publik

Tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang baik dan transparan merupakan suatu tantangan yang harus dijawab oleh pemerintah daerah sebagai penyelenggara pelayanan publik. Pemenuhan kebutuhan pelayanan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas barang, jasa dan atau pelayanan administrasi harus sedapat mungkin diberikan sesuai dengan standar pelayanan.

Peningkatan pelayanan publik merupakan sesuatu yang mutlak saat ini. Dengan keterbukaan informasi dan kemajuan IPTEK, maka pelayanan yang diberikan kepada masyarakat diharapkan dapat lebih ditingkatkan.Masyarakat diharapkan dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, lebih cepat, lebih mudah, lebih murah dan lebih aman.

Untuk sasaran Meningkatnya cakupan layanan dan mutu pendidikan dengan strategi sebagai berikut: Strategi 6: Pengembangan manajemen pendidikan berbasis prestasi

Penerapan strategi pengembangan manajemen pendidikan berbasis prestasi bertujuan untuk mengembangkan kualitas pendidikan dengan penekanan kepada peningkatan kualitas tenaga pendidik dan anak didik, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mempunyai kemampuan berkompetisi.

Strategi 7: Penyediaanprasarana pendidikan yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP)

Pendidikan merupakan salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas manusia.Selain peningkatan manajemen pendidikan, maka peningkatan kualitas pendidikan juga harus ditunjang dengan penyediaan sarana dan prasaran pendidikan yang memadai dan sesuai standar nasional pendidikan.Cakupan layanan sarana dan prasarana pendidikan harus mampu menjamin pemerataan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

(4)

Strategi dan arah kebijakan

Untuk Penerapan system pembelajaran berbasis TIK dengan strategi sebagai berikut: Strategi 8: gerakan pendidikan untuk e-learning

Pendidikan berbasis teknologi informasi komunikasi adalahpembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi.

Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Dalam rangka percepatan penerapan system pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi di Kota Sungai Penuh diperlukan suatu gerakan menuju pendidikan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi dari semua pemangku kepentingan serta peningkatan sarana dan prasarana pendukung.

Untuk sasaran meningkatnya cakupan dan kualitas pelayanan infrastruktur sarana dan prasarana daerah

dengan strategi sebagai berikut:

Strategi 9: Memantapkan daya dukung infrastruktur daerah

Infrastuktur merupakan roda pengerak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, Kegiatan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur harus menggutamakan pembangunan dan pengembangan eksesibilitas transportasi darat yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan lokal dan wilayah serta mengintegrasikanya dengan rencana pembangunan bidang kelistrikan, irigasi dan air bersih serta sarana dan prasarana perkotaan lainnya.

Strategi 10: Pengembangan pusat kegiatan skala lokal dan wilayah

Melalui pengembangan pusat kegiatan skala lokal dan wilayah akan memacu pembangunan berbagai sektor sehingga akan berdampak pada peningkatan cakupan dan kualitas fasilitas infrastruktur perkotaan

Untuk Terkelolanya sektor dan komoditas unggulan daerah dan Berkembangnya usaha ekonomi masyarakat dengan strategi berikut:

(5)

Strategi dan arah kebijakan Strategi 11: Perluasan lapangan kerja pada sektor unggulan

Ketenagakerjaan merupakan aspek yang amat mendasar dalam kehidupan manusia karena mencakup dimensi ekonomi dan sosial. Dimensi ekonomi menjelaskan kebutuhan manusia akan pekerjaan berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, sedangkan dimensi sosial dari pekerjaan berkaitan dengan pengakuan masyarakat terhadap kemampuan individu. Salah satu sasaran utama pembangunan adalah terciptanya lapangan kerja baru dalam jumlah dan kualitas yang memadai agar dapat menyerap tambahan angkatan kerja yang memasuki pasar kerja setiap tahun. Oleh karena upaya pembangunan selalu diarahkan pada perluasan kesempatan kerja dan berusaha, penduduk dapat memperoleh manfaat langsung dari pembangunan.

Strategi 12: Pengembangan kewirausahaan

Kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. kewirausahaan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif. kewirausahaan berfungsi merubah nilai-nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga dalam upaya melakukan perubahan dan inovasi serta cara-cara baru.

Strategi 13: Pengembangan koperasi, UMKM dan industri kecil berbasis sektor dan komoditas unggulan dengan menerapkan teknologi tepat guna (TTG)

Strategi pengembangan koperasi, UMKM dan industri kecil ditempuh untuk memberdayakan usaha-usaha ekonomi masyarakat yang mampu menunjang perekonomian keluarga, warga dan daerahnya.Pengembangan usaha ini diarahkan untuk memanfaatkan dan mengelola dengan bijak sektor dan komoditas unggulan daerah.Guna menunjang pengelolaan usaha, maka penggunaan teknologi tepat guna merupakan suatu tuntutan yang mutlak.Pemanfaatan TGT diharapkan dapat mendorong produktivitas dan pengembangan usaha-usaha yang dikembangkan masyarakat dari sektor hulu sampai hilir.

(6)

Strategi dan arah kebijakan

Untuk Meningkatnya status kesehatan masyarakat dan Gizi, Meningkatnya akses dan kualitas pelayanan kesehatan, Meningkatnya sarana dan prasarana kesehatan, Membudayanya perilaku hidup bersih dan sehat dengan strategi yaitu

Strategi 14: Penerapan Sistem Kesehatan Daerah (SKD)

Pembangunan kesehatan di Kota Sungai Penuh bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara merata dengan biaya terjangaku, diharapkan dapat tercapai derajat kesehatan masyarakat yang baik, dan pada gilirannya memperoleh kehidupan yang sehat dan produktif.Strategi penerapan sistem kesehatan daerah bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yang menekankan pada upaya kesehatan, pembiayaan kesehatan, sumberdaya manusia kesehatan, sumberdaya obat & perbekalan kesehatan, pemberdayaan masyarakat kesehatan dan manajemen kesehatan.

Untuk sasaranTerwujudnya kehidupan masyarakat yang rukun dan damai , Peningkatan kualitas kehidupan beragama dengan strategi yaitu

Strategi 15: Pengamalan dan Pelestarian Nilai Kebudayaan dan Keagamaan Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Pembangunan kebudayaan di Kota Sungai Penuh dilakukan dalam rangka melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai kebudayaan lokal. Tak kalah penting dengan hal tersebut yaitu untuk melestarikan jati diri dan nilai budaya ditengah semakin derasnya informasi dan pengaruh negatif budaya asing yang telah masuk ke Indonesia. Pengamalan nilai-nilai budaya lokal dan keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat penting dilaksanakan dalam kehidupan bermasyarakat agar tercipta kehidupan yang aman, damai dan kondisif ditengah derasnya pengaruh negatif budaya dan pengaruh asing.

Untuk terwujudnya pengelolaan sumber daya alam yang optimal dan berkelanjutan sesuai dengan aspek penataan ruang dan lingkungan hidup, Terwujudnya kota bersih dan sehat strategi yaitu

Strategi 16: Optimalisasi pengelolaan potensi daerah secara bijaksana dan berkelanjutan Kota Sungai Penuh yang memliki 3 (tiga) kawasan lindung yaitu: Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Kawasan Resapan air, kawasan sepadan. Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)

(7)

Strategi dan arah kebijakan

ini bukan merupakan suatu kendala dalam pembangunan, namun perlu di cari kesesuaian atau alternatif-alternatif baru yang dalam mengembangkan wilayah Kota Sungai Penuh dengan tetap berkomitmen terhadap pelestarian TNKS. Dalam hal pelestarian TNKS tersebut perlu dilihat sebagai peluang pengembangan, yaitu dengan menerapkan konsep pembangunan dan pelestarian secara terpadu, khususnya pengelolaan kawasan lindung (TNKS) dan pengembangan kawasan daya dukung lingkungan hidup dilakukan secara arif, terpadu dan berkelanjutan. Untuk menghindari kerusakan kawasan lindung tersebut dalam melaksanakan pembangunan harus tetap berpedoman terhadap penataan ruang dan pentingnya pengawasan dan pengendalian pembangunan sehingga tidak merusak kawasan lindung yang telah ada.

6.2.Arah Kebijakan

Arah kebijakan pembangunan Kota Sungai Penuh menitik beratkan pada upaya meningkatkan kemandirian Kota Sungai Penuh dan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka percepatan pembangunan diperlukan adanya grand strategi daerah yang kemudian akan menetapkan arah kebijakan pembangunan selama 5 (lima) tahun ke depan. Arah Kebijakan pembangunan Kota Sungai Penuh merupakan derivasi dari arah kebijakan pembangunan nasional (RPJM Nasional), arah kebijakan Provinsi Jambi (RPJM Provinsi Jambi) dan daerah tetangga lainnya dalam sinkronisasi arah pembangunan dan dengan mempertimbangkan potensi sumberdaya dan kearifan lokal masyarakat Kota Sungai Penuh.

Secara garis besar, arah kebijakan pembangunan Kota Sungai Penuh periode tahun 2011-2016 adalah sebagai berikut:

1. Arah Kebijakan untuk Meningkatkan Tata kelola pemerintahan yang baik yaitu: Membangun struktur pemerintahan sesuai dengan kebutuhan daerah dan rensponsif terhadap kepentingan masyarakat luas, Mengembangkan sistem manajemen pemerintahan yang efektif dan transparan dalam pengambilan kebijakan dan akuntabilitas publik, Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi aparatur Pemerintah Daerah serta pengembangan ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi menuju pencapaian good governance dan clean government yang diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan aparatur, Menerapkan sistem perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah yang bersinergi didukung SDM yang handal, Meningkatkan peran dan partisipasi perempuan dalam proses politik dan jabatan public, Menghormati supremasi hukum melalui perilaku keteladanan aparatur pemerintahan dalam mematuhi dan menaati hukum, Terselenggaranya koordinasi perencanaan lingkup pemerintahan baik Pusat dan Daerah,

(8)

Strategi dan arah kebijakan

Pengelolaan pendapatan daerah yang menekankan pada keserasian antara kebutuhan pengeluaran dan pendapatan, Pengembangan sistem informasi terpadu (e-government) yang dapat memperlancar dan meningkatkan mutu layanan serta meningkatkan penilain daerah otonomi baru menjadi lebih baik untuk mencapai Kota Sungai Penuh yang mandiri dalam arti kelangsungan pemerintahan yang otonom.

2. Arah kebijakan untuk Meningkatkan pendidikan berkualitas yang berbasiskan IMTAQ dan IPTEK yaitu: Mambangun manajemen pendidikan yang demokratis dan semua stakeholder memberikan kontribusi di dalam memajukan dan menumbuhkembangkan suasana kondusif pada lembaga pendidikan, Meningkatkan akses layanan, kualitas, relevansi dan daya saing pendidikan didukung dengan penyediaan, Pemerataan dan kualitas sarana pendidikan serta tenaga pendidik yang memiliki kompetensi, Merancang sistem pendidikan yang mampu menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang menyenangkan serta merangsang dan menantang peserta didik untuk mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan bakat dan kemampuannya dalam berinovasi, berkreasi dan berkompetisi, Memfasiltasi penguatan dan pengembangan lembaga pendidikan tinggi, Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, Membangun media pembelajaran yang berbasiskan teknologi informasi dan komunikasi yang di dukung oleh tenaga pendidik yang profesional, Meningkatkan partisipasi stakeholder pendidikan dan masyarakat dalam proses perbaikan mutu pendidikan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi, Membudayakan proses belajar yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi sebagai proses pembelajaran yang efektif dan kreatif

3. Arah kebijakan untuk Meningkatkan Kualitas Pembangunan Infrastuktur, Sarana Dan Prasarana Daerah yang Berkeadilan yaitu: Mengharmonisasikan keterpaduan sistem jaringan jalan, jembatan dan fasilitas umum lainnya, Meningkatkan akses antara pusat-pusat permukiman dengan pusat pertumbuhan, Meningkatkan akses ke wilayah-wilayah potensial/sentra produksi dan meningkatkan akses secara regional, Pengembangan pengelolaan sumber daya air, Penataan dan pengelolaan kawasan perumahan dan permukiman, Mensinergiskan sistem infrastruktur dengan konsep tata ruang wilayah, Pembangunan dan pengelolaan prasarana dan fasilitas angkutan jalan, Pembangunan dan pengembangan gedung pemerintah, Pembangunan dan peningkatan saran dan prasarana pencegahan dan penanggulangan kebencanaan

4. Arah kebijakan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat yang Berbasiskan Ekonomi Kerakyatan yaitu: Mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan pro rakyat miskin serta meningkatkan usaha-usaha yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan, Meningkatkan sistem

(9)

Strategi dan arah kebijakan

dan strategi dalam menumbuhkan wirausaha baru berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, Mengembangkan UKM untuk makin berperan dalam proses indus-trialisasi, perkuatan keterkaitan industri, percepatan pengalihan teknologi, dan peningkatan kualitas SDM, Mengintegrasikan pengembangan usaha sesuai dengan karakteristik daerah dan pengusaha serta potensi usaha di setiap kecamatan, desa/kelurahan, Peningkatan kapasitas kelembagaan pendukung ketahanan pangan berbasis masyarakat, Penerapan sistem pertanian modern dan terpadu melalui teknologi tepat guna (TTG) dan peningkatan daya serap pasar terhadap produk unggulan

5. Arah kebijakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan Yaitu: Peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat dan balita, Peningkatan pelayanan terhadap penanganan penyakit menular, Pengembangan jaminan kesehatan terhadap masyarakat miskin dan tidak mampu, Peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga medis secara merata, Peningkatan sosialisasi terhadap kesehatan lingkungan dan pola hidup sehat pada masyarakat, Peningakatan pengawasan obat dan makanan dan minuman, Pendataan dan peningkatan status kesehatan siswa.

6. Arah kebijakan untuk Meningkatkan Kualitas Kehidupan Agamis, Berakhlak Mulia dan Berbudaya Yaitu: Optimalisasi lembaga sosial keagamaan yang ada dan berkembang di masyarakat, Optimalisasi peran lembaga pendidikan dalam kehidupan yang agamis dan pembentukan karakter, Mengembangkan modal sosial dengan mendorong terciptanya wadah yang terbuka dan demokratis bagi dialog kebudayaan, Menjadikan budaya lokal sebagai salah satu alat promosi daerah dengan mengedepankan budaya leluhur, Menjadikan budaya dan tradisi lokal sebagai salah satu muatan pendidikan di sekolah

7. Arah kebijakan untuk meningkatkan Pengelolaan Potensi Daerah, Tata Ruang Dan Lingkungan Hidup yaitu Mengendalikan aktivitas masyarakat dalam kegiatan pembangunan dengan memperhatikan aspek sosial, lingkungan hidup dan tata ruang, Peningkatan produktivitas lahan kritis dan lahan tidur (lahan marginal), Pengelolaan, rehabilitasi dan pelestarian sumber daya hutan, Pengembangan sistem penanggulangan bencana, Meningkatkan kapasitas kelembagaan dalam pengelolaan lingkungan hidup, terutama dalam menangani permasalahan yang bersifat akumulasi, fenomena alam yang bersifat musiman dan bencana dan Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan bersih dan sehat

Dalam menetapkan arah kebijakan pembangunan di Kota Sungai Penuh, sesungguhnya lebih menekankan pada sinergitas dari kebijakan nasional, kebijakan provinsi jambi menjadi kebijakan Kota Sungai Penuh dengan mengedepankan pada penanganan berdasarkan pada fungsi pelayanan umum.

(10)

Strategi dan arah kebijakan

2025 disebutkan bahwa salah satu misi pembangunan Kota Sungai Penuh adalah Mewujudkan pengembangan perdagangan dan jasa serta sektor lapangan usaha lainnya yang berdaya saing

Oleh karenanya, dalam menyelenggarakan pembangunan kewilayahan lebih diarahkan pada : 1) Mengalokasikan penggunaan ruang di Kota Sungai Penuh (pola ruang) dengan menyerasikan kegiatan antar sektor dengan kebutuhan ruang dan potensi sumberdaya alam yang berasaskan kelestarian lingkungan menuju pembangunan yang berkelanjutan; 2) Pengembangan sarana prasarana yang diarahkan pada upaya mempererat keterkaitan spasial antar kawasan (struktur ruang); 3) Mengakselerasi pertumbuhan wilayah yang potensial untuk tumbuh, menjaga pertumbuhan pada kawasan strategis dan cepat tumbuh dengan tetap memperhatikan aspek keseimbangan pertumbuhan wilayah dalam satuan ruang; dan 4) Mendorong pengembangan wilayah di setiap kecamatan berdasarkan pertimbangan sektor andalan, sektor potensial/unggulan dan kendala pengembangan yang ada.

Oleh karenanya, dalam menyelenggarakan pembangunan kewilayahan lebih diarahkan pada : 1) Mengalokasikan penggunaan ruang di Kota Sungai Penuh (pola ruang) dengan menyerasikan kegiatan antar sektor dengan kebutuhan ruang dan potensi sumberdaya alam yang berasaskan kelestarian lingkungan menuju pembangunan yang berkelanjutan; 2) Pengembangan sarana prasarana yang diarahkan pada upaya mempererat keterkaitan spasial antar kawasan (struktur ruang); 3) Mengakselerasi pertumbuhan wilayah yang potensial untuk tumbuh, menjaga pertumbuhan pada kawasan strategis dan cepat tumbuh dengan tetap memperhatikan aspek keseimbangan pertumbuhan wilayah dalam satuan ruang; dan 4) Mendorong pengembangan wilayahdi setiap kecamatan berdasarkan pertimbangan sektor andalan, sektor potensial/unggulan dan kendala pengembangan yang ada.

(11)

Strategi dan arah kebijakan

Tabel 6.1

Matrik Sasaran, Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Kota Sungai Penuh 2011 – 2016

VISI : Kota Sungai Penuh Yang Mandiri, Maju Dalam Ekonomi Dan Terdepan Dalam Pendidikan MISI I : Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik

Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan

Meningkatkan kinerja birokrasi secara profesional dalam

menjalankan fungsi pemerintahan

1. Terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik

1. Penataan dan penguatan kapasitas

kelembagaan daerah

2. Peningkatan kualitas SDM aparatur

3. Peningkatan budaya kerja yang

berdasarkan pada ketaatan akan hukum dan perundang-undangan

4. Peningkatan kualitas perencanaan

pembangunan dan pengelolaan

keuangan daerah

5. Peningkatan kualitas pelayanan publik

1. Membangun struktur pemerintahan sesuai

dengan kebutuhan daerah dan rensponsif terhadap kepentingan masyarakat luas.

2. Mengembangkan sistem manajemen

pemerintahan yang efektif dan transparan dalam pengambilan kebijakan dan akuntabilitas public

3. Meningkatkan peran dan partisipasi

perempuan dalam proses politik dan jabatan publik

4. Penyelenggaraan pendidikan dan

pelatihan bagi aparatur Pemerintah

Daerah, serta pengembangan ilmu

pengetahuan dan penerapan teknologi menuju pencapaian good governance dan clean government yang diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan aparatur

5. Menghormati supremasi hukum, melalui

perilaku keteladanan aparatur

pemerintahan dalam mematuhi dan menaati hukum

6. Perwujudan produk hukum daerah yang

memihak kepentingan masyarakat

(12)

Strategi dan arah kebijakan

8. Menerapkan sistem perencanaan dan

pengelolaan keuangan daerah yang bersinergi didukung SDM yang handal

9. Terselenggaranya koordinasi

perencanaan lingkup pemerintahan baik Pusat dan Daerah

10. Tersusunnya konsep perencanaan yang

berkualitas dengan didasari oleh analisa study yang baik

11. Peningkatan Pengelolaan pendapatan dan

aset daerah yang menekankan pada keserasian antara kebutuhan pengeluaran dan pendapatan

12. Pengembangan sistem informasi terpadu

(e-government) yang dapat memperlancar dan meningkatkan mutu layanan

MISI II : Meningkatkan pendidikan berkualitas yang berbasiskan IMTAQ dan IPTEK

(13)

Strategi dan arah kebijakan Mewujudkan kualitas pendidikan

yang berdaya saing

1. Meningkatnya cakupan layanan dan

mutu pendidikan

1. Pengembangan manajemen

pendidikan berbasis prestasi

2. Penyediaan prasarana pendidikan

yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP)

1. Mambangun manajemen pendidikan yang

demokratis dan semua stakeholder

memberikan kontribusi di dalam

memajukan dan menumbuhkembangkan

suasana kondusif pada lembaga

pendidikan

2. Merancang sistem pendidikan yang

mampu menciptakan suasana dan proses

pembelajaran yang menyenangkan,

merangsang dan menantang peserta didik untuk mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan bakat dan kemampuannya

dalam berinovasi, berkreasi dan

berkompetisi

3. Memfasiltasi penguatan dan

pengembangan lembaga pendidikan tinggi

4. Mengembangkan kemampuan dan

membentuk watak peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, mandiri dan menjadi warga

negara yang demokratis serta

bertanggung jawab.

5. Meningkatkan akses layanan, kualitas,

relevansi dan daya saing pendidikan

didukung dengan penyediaan,

pemerataan dan kualitas sarana

pendidikan serta tenaga pendidik yang memiliki kompetensi

2. Penerapan system pembelajaran

berbasis IT

1. Gerakan pendidikan untuk e-learning 6. Membangun media pembelajaran yang

berbasiskan teknologi informasi dan komunikasi yang di dukung oleh tenaga pendidik yang profesional

(14)

Strategi dan arah kebijakan

proses perbaikan mutu pendidikan yang

berbasis teknologi informasi dan

komunikasi

8. Membudayakan proses belajar yang

berbasis teknologi informasi dan

komunikasi sebagai proses pembelajaran yang efektif dan kreatif.

MISI III : Meningkatkan Kualitas Pembangunan Infrastuktur, Sarana Dan Prasarana Daerah yang Berkeadilan

Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan

Meningkatkan pemenuhan kebutuhan layanan infrastruktur, sarana dan prasarana daerah

1. Meningkatnya cakupan dan kualitas

pelayanan infrastruktur sarana dan prasarana daerah

2. Meningkatnya cakupan dan kualitas

fasilitas infrastruktur perkotaan

1. Memantapkan daya dukung

infrastruktur daerah

2. Pengembangan pusat kegiatan skala

lokal dan wilayah

1. Mengharmonisasikan keterpaduan sistem

jaringan jalan, jembatan dan fasilitas umum lainnya.

2. Pengembangan pengelolaan sumber daya

air

3. Penataan dan pengelolaan kawasan

perumahan dan permukiman

4. Mensinergiskan sistem infrastruktur

dengan konsep tata ruang wilayah

5. Pembangunan dan pengelolaan prasarana

dan fasilitas angkutan jalan

6. Pembangunan dan pengembangan

gedung pemerintah

7. Pembangunan dan peningkatan sarana

dan prasarana pencegahan dan

penanggulangan kebencanaan

8. Meningkatkan akses antara pusat-pusat

permukiman dengan pusat pertumbuhan, meningkatkan akses ke wilayah-wilayah

potensial/sentra produksi dan

meningkatkan akses secara regional.

9. Penyediaan dan pembangunan prasarana

(15)

Strategi dan arah kebijakan MISI IV : Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat yang Berbasiskan Ekonomi Kerakyatan

Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan

Meningkatkan perekonomian masyarakat

1. Berkembangnya usaha ekonomi

masyarakat

2. Terkelolanya sektor dan komoditas

unggulan daerah

1. Perluasan lapangan kerja pada sektor

unggulan

2. Pengembangan kewirausahaan

3. Pengembangan koperasi, UMKM dan

industri kecil berbasis sektor dan komoditas unggulan dengan menerapkan teknologi tepat guna (TTG)

1. Mendorong pertumbuhan ekonomi yang

berkualitas dan pro rakyat miskin serta meningkatkan usaha-usaha yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan

2. Meningkatkan sistem dan strategi dalam

menumbuhkan wirausaha baru berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi

3. Mengembangkan UKM untuk makin

berperan dalam proses indus-trialisasi, perkuatan keterkaitan industri, percepatan pengalihan teknologi, dan peningkatan kualitas SDM

4. Mengintegrasikan pengembangan usaha

sesuai dengan karakteristik daerah dan pengusaha serta potensi usaha di setiap kecamatan, desa/kelurahan

5. Peningkatan kapasitas kelembagaan

pendukung ketahanan pangan berbasis masyarakat

6. Penerapan sistem pertanian modern dan

terpadu melalui teknologi tepat guna (TTG) dan peningkatan daya serap pasar terhadap produk unggulan

7. Meningkatnya lapangan usaha di sektor

jasa keparawisataan. MISI V : Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan

(16)

Strategi dan arah kebijakan Meningkatkan derajat kesehatan

masyarakat

1. Meningkatnya status kesehatan

masyarakat dan Gizi

2. Membudayanya perilaku hidup bersih

dan sehat

3. Meningkatnya akses dan kualitas

pelayanan kesehatan

4. Meningkatnya sarana dan prasarana

kesehatan

1. Pembangunan berwawasan kesehatan

2. Mendorong pemerataan jangkauan dan

mutu pelayanan kesehatan secara

menyeluruh terpadu dan

berkesinambungan

3. Mengoptimalkan sumber daya

kesehatan yang ada melalui

peningkatan kompetensi dan

profesionalisme SDM kesehatan

1. Peningkatan pelayanan kesehatan

masyarakat dan balita

2. Peningkatan pelayanan terhadap

penanganan penyakit menular

3. Pengembangan jaminan kesehatan

terhadap masyarakat miskin dan tidak mampu

4. Peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga

medis secara merata

5. Peningkatan sosialisasi terhadap

kesehatan lingkungan dan pola hidup sehat pada masyarakat

6. Peningakatan pengawasan obat dan

makanan dan minuman

7. Pendataan dan peningkatan status

kesehatan siswa MISI VI : Meningkatkan Kualitas Kehidupan Agamis, Berakhlak Mulia dan Berbudaya

Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan

Mewujudkan tatanan sosial

kemasyarakatan yang berbudaya, berbudi luhur dan damai

1. Terwujudnya kehidupan masyarakat

yang rukun dan damai

2. Meningkatnya kualitas kehidupan

beragama

3. Meningkatnya kualitas dan kapasitas

pemuda dan olahraga

Pengamalan dan Pelestarian Nilai

Kebudayaan dan Keagamaan Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Peningkatan kualitas dan kapasitas pemuda dan olahraga

1. Optimalisasi lembaga sosial keagamaan

yang ada dan berkembang di masyarakat

2. Optimalisasi peran lembaga pendidikan

dalam kehidupan yang agamis dan pembentukan karakter

3. Mengembangkan modal sosial dengan

mendorong terciptanya wadah yang terbuka dan demokratis bagi dialog kebudayaan

4. Menjadikan budaya lokal sebagai salah

satu alat promosi daerah dengan mengedepankan budaya leluhur

(17)

Strategi dan arah kebijakan

sekolah

6. Optimalisasi peran dan kapasitas pemuda

dalam pembanguan daerah

7. Mengembang dan meningkatkan prestasi

olahraga serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berolahraga

8. Meningkatkan peran dan partisipasi

perempuan dalam pembangunan

9. Meningkatkan peran dan partisipasi

lembaga sosial kemasyarakatan lainnya dalam pembangunan

MISI VII : Pengelolaan Potensi Daerah, Tata Ruang Dan Lingkungan Hidup

Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan

Meningkatkan kelestarian dan daya dukung lingkungan

1. Terwujudnya pengelolaan sumber

daya alam yang optimal dan berkelanjutan sesuai dengan aspek penataan ruang dan lingkungan hidup

2. Terwujudnya kota bersih dan sehat

Optimalisasi pengelolaan potensi daerah secara bijaksana dan berkelanjutan

1. Mengendalikan aktivitas masyarakat

dalam kegiatan pembangunan dengan memperhatikan aspek sosial, lingkungan hidup dan tata ruang

2. Peningkatan produktivitas lahan kritis dan

lahan tidur (lahan marginal)

3. Pengelolaan, rehabilitasi dan pelestarian

sumber daya hutan

4. Pengembangan sistem penanggulangan

bencana

5. Meningkatkan kapasitas kelembagaan

dalam pengelolaan lingkungan hidup, terutama dalam menangani permasalahan yang bersifat akumulasi, fenomena alam yang bersifat musiman dan bencana

6. Meningkatkan kesadaran masyarakat

dalam pengelolaan lingkungan bersih dan sehat

Referensi

Dokumen terkait

Dalam upaya pencapaian target strategi yang telah ditetapkan Pavilyun Sakinah (In patient) memiliki beberapa program yang akan dilaksanakan pada tahun 2016

Egy korábbi tanulmányomban, amelyben a cseh nemzetépítés csomópontjait vizsgálva vázlatosan idéztem fel a zsidó népesség beilleszkedési stratégiáit, arra a

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan konflik batin yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Assalamualaikum Beijing karya Asma Nadia.. HASIL

3 Tahun 1976, sebagai akibat hukum dari pelaksanaan amandemen UUD Tahun 1945, khususnya tentang aturan kewarganegaraan, telah merubah paradigm hukum yang tadinya

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 585)

Variabel dependen (Y) dari penelitian ini adalah Jumlah permintaan mobil Toyota Avanza di Semarang, Sedangkan variabel independen (X) adalah variabel harga mobil Toyota

Kejang, tremor, letargi atau tidak sadar Kadar glukose darah kurang 45 mg/dL (2.6 mmol/L) Hipoglikemia Ikterik (warna kuning) timbul saat lahir sampai dengan hari ke

Berdasarkan kajian terhadap kecenderungan bilangan Iodium, maka reaksi dehidrasi risinoleat sebaiknya tidak berlangsung pada suhu yang terlalu tinggi walaupun diperoleh data