• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

40

PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL SEBAGAI SUMBER

PEMBELAJARAN SEJARAH

Indah Ayu Ainina

Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang [email protected]

ABSTRACT

The research problem is how to use audiovisual media in the teaching of history based on the histo-ry learning class XI student of High School 2 Holy Bae academic year 2013/2014, and is there any influence of audiovisual media utilization of teaching history to the learning outcomes of student learning outcomes in class XI of High School 2 Holy Bae academic year 2013/2014 the aim of this study was to examine the use of audiovisual media-based teaching history in learning history, to determine the class XI student learning outcomes, and the effect of the use of media-based audio-visual teaching history to the learning outcomes in the subjects of history class XI Social High School 2 Bae Kudus.

Keywords: Utilization, History Learning Media, Audio Visual, History Learning Outcomes

ABSTRAK

Permasalahan dalam penelitian adalah bagaimana pemanfaatan media pembelajaran sejarah berbasis audiovisual dalam pembelajran sejarah pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bae Kudus tahun ajaran 2013 / 2014, dan adakah pengaruh pemanfaatan media pembelajaran sejarah audiovisual terhadap hasil belajar hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bae Kudus tahun ajaran 2013/2014 .Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan media pembelajaran sejarah berbasis audiovisual dalam pembelajaran sejarah, untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas XI , dan pengaruh pemanfaatan media pembelajaran sejarah berbasis audio visual terhadap hasil belajar pada mata pelajaran sejarah siswa kelas XI IPS SMA N 2 Bae Kudus. Kata kunci: Pemanfaatan , Media Pembelajaran Sejarah, Audio Visual, Hasil Belajar Sejarah

Alamat korespondensi

Vol. 3 No. 1 tahun 2014 [ISSN 2252-6641] Hlm. 40-45

(2)

PENDAHULUAN

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi, sangat berpengaruh terhadap penyusunan dan implementasi strategi pembelajaran. Melalui kemajuan tersebut para guru dapat menggunakanberbagai media sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelaja-ran.Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Dalam suatu proses komu-nikasi selalu melibatkan tiga komponen pokok, yaitu komponenpengirim pesan (guru), komponen penerima pesan (siswa), dan komponenpesan itu sendiri yang bi-asanya berupa materi pelajaran. Kadang-kadangdalam proses pembelajaran terjadi kegagalan komunikasi. Untuk menghindar-isemua itu, maka guru dapat menyusun strategi pembelajaran denganmemanfaat-kan berbagai media dan sumber belajar (Wina,2006:160)

Media pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring dengan berkem-bangnya dunia informasi dan teknologi. (Ahmadi,2010:36) mengatakan bahwa teknologi baru terutama multimedia mempunyai peranan semakin penting da-lam proses pembelajaran. Banyak orang percaya bahwa multimedia akan dapat membawa kepada situasi belajar mana learning with effort akan dapat di-gantikan dengan learning with fun. Jadi proses pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, tidak membosankan akan menjadi pilihan tepat bagi para guru.

Kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting dalam proses belajar mengajar, karena dalam kegiatan tersebut ketidak jelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahan yang akan disampaikan kepada anak didik dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata – kata atau kalimat tertentu. Bahkan keabstarakan bahan dapat dikonkretkan dengan ke-hadiran media. Dengan demikian, anak didik akan lebih mudah mencerna bahan dari pada tanpa bantuan media. Disini nilai

praktis media terlihat, yang bermanfaat bagi siswa dan guru dalam proses belajar mengajar (Djamarah,2010:120).

Pada kenyataannya bahwa saat ini Indonesia memasuki era informasi yaitu suatu era yang ditandai dengan makin ban-yaknya medium informasi, tersebarnya in-formasi yang makin meluas dan seketika, serta informasi dalam berbagai bentuk yang bervariasi tersaji dalam waktu yang cepat. Penyajian pesan pada era informasi ini akan selalu menggunakan media, baik elektronik maupun non elektronik. Terkait

dengan kehadiran media, (Dimyati,2006:247) menjelaskan bahwa suatu media yang terorganisasi secara rapi mempengaruhi secara sistematis lembaga-lembaga pendidi-kan seperti lembaga keluarga, agama, sekolah, dan pramuka. Uraian tesebut menunjukkan bahwa kehadiran media te-lah mempengaruhi seluruh aspek ke-hidupan, termasuk sistem pendidikan, mes-kipun dalam derajat yang berbeda-beda sehingga mempengaruhi hasil belajar yang dicapai oleh siswa.

Media adalah sumber belajar sehing-ga secara luas media pembelajaran dapat diartikan dengan manusia, benda ataupun peristiwa yang memungkinkan siswa mem-peroleh pengetahuan serta keterampilan. Media merupakan alat bantu yang dapat berupa apa saja yang dapat dijadikan se-bagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran (Djamarah,2010:120). Hadirnya media pembelajaran meru-pakan salah satu komponen dalam proses pembelajaran sangat diperlukan, meng-ingat bahwa kedudukan media bukan han-ya sekedar alat bantu mengajar, tetapi lebih merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam proses pembelajaran. Media pem-belajran selain dapat menggantikan sebagi-an tugas guru sebagai penyaji materi, me-dia juga memiliki potensi – potensi yang unik yang dapat membantu siswa dalam belajar (Hamalik,2008:200).

S e l a i n p e n d a p a t t e r s e b u t , (Sanjaya,2010:204) mengatakan media pembelajaran adalah seluruh alat dan ba-han yang dapat dipakai untuk tujuan pen-didikan seperti radio, televisi, buku, koran, majalah, komputer dan lain sebagainya.

(3)

Selain alat-alat tersebut orang dan bahan serta peralatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, kterampilan dan sikap juga disebut sebagai media pembelajaran.

Media bukan bukan hanya merupa-kan alat bantu atau bahan saja, amerupa-kan tetapi hal – hal yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan. Menurut Ger-lach secara umum media itu meliputi orang, bahan peralatan , atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memung-kinkan siswa meperoleh pengetahuan , ket-erampilan dan sikap. Media merupakan perantara seperti TV, radio , slide, bahan cetakan , tetapi meliputi orang atau manu-sia sebagai sumber belajar atau berupa kegiatan meliputi diskusi, seminar , kar-yawisata, simulasi dan lain sebagainya yang dikondisikan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, mengubah si-kap siswa untuk menambah pengetahuan (Wina,2006;161).

METODE PENELITIAN

P e n e l i t i a n i n i m e n g g u n a k a n pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan pembelajaran. Penelitian eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat (hubungan kausal) antara dua faktor yang sengaja d i t i m b u l k a n o l e h p e n e l i t i d e n g a n mengliminai atau mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang bisa mengganggu. Penelitian eksperimen selalu dilakukan dengan maksud untuk mlihat akibat dari suatu perlakuan (Arikunto, 2010:9). Jenis desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest control group design.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS di semester II SMA Negeri 2 Bae Kabupaten Kudus tahun ajaran 2013/2014, yang berjumlah 190 siswa dan terbagi dalam 6 kelas. Popu-l a s i y a n g d i j a di k a n s a m p e Popu-l d a Popu-l am penelitian ini adalah kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 32 siswa

dan kelas XI IPS 1 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 30 siswa.

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan test. Analisis data tahap awal dan tahap akhir meliputi uji normalitas, uji kesamaan dua varian, dan uji perbedaan dua rata-rata. HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini membagi kelompok menjadi dua, yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Satu kelompok diberi perlakuan khusus tertentu dan satu kelompok lagi tidak diberi perlakuan. Ke-lompok eksperimen merupakan keKe-lompok yang mendapat perlakuan, yakni dengan menggunakan Model Pembelajaran Audio Visual pada saat pembelajaran. Sedangkan kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional (ceramah).

Analisis tahap awal ini adalah analisis data angket dan tes awal (pre test) digunakan untuk mengetahui apakah sampel yang digunakan dalam penelitian ini memiliki kemampuan yang sama atau berbeda sebelum dilakukan perlakuan dengan metode yang berbeda. Kelompok eksperimen proes pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran menggunakan Audio Visual, sedangkan kelas kontrol mengguanakan metode pembelajaran konvensional (ceramah). Analisis tahap awal ini terdiri dari dua macam yaitu analisis motivasi belajar dan analisis hasil belajar.

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang dianalisis berdistribusi normal atau tidak. Berdasar-kan analisis motivasi dan hasil belajar di-peroleh χ2hitung < χ2tabel dengan dk = 6 dan α = 5%, maka dapat diperoleh bahwa Ho diterima, yang artinya data tersebut berdistribusi normal.

Uji Homogenitas (kesamaan dua varians) digunakan untuk mengetahui kehomogenan dua sampel. Berdasarkan hasil analisis motivasi dan hasil belajar, diperoleh harga Fhitung lebih kecil dari Ftabel. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima. Hal ini berarti bahwa data dari

(4)

kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai varians yang sama (homogen). U j i p e r b e d a a n d u a r a t a - r a t a merupakan uji untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang singnifikan rata-rata antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis motivasi dan hasil belajar, disimpulkan bahwa Ho diterima, yang berarti tidak ada perbedaan motivasi dan hasil belajar antara kelas ek-sperimen dan kelas kontrol. Sehingga sam-pel berawal dari keadaan yang sama.

H a s il a na l i si s t ah ap a k h ir in i merupakan hasil pengujian terhadap data terakhir yang diperoleh dari tes hasil belajar dan angket yang diberikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah diberi perlakuan pembelajaran yang berbeda.

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang dianalisis berdistribusi normal atau tidak. Berdasar-kan analisis motivasi dan hasil belajar di-peroleh χ2hitung < χ2tabel dengan dk = 6 dan α = 5%, maka dapat diperoleh bahwa Ho diterima, yang artinya data tersebut berdistribusi normal.

Uji Homogenitas (kesamaan dua varians) digunakan untuk mengetahui kehomogenan dua sampel. Berdasarkan hasil analisis motivasi dan hasil belajar, diperoleh harga Fhitung lebih kecil dari Ftabel. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima. Hal ini berarti bahwa data dari kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai varians yang sama (homogen). U j i p e r b e d a a n d u a r a t a - r a t a merupakan uji untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang singnifikan rata-rata antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis motivasi dan hasil belajar diperoleh thitung > ttabel. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, yang berarti ada perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah keduanya diberi perlakuan yang berbeda.

Pemanfaatan media audio visual da-lam pembelajaran sejarah siswa SMA N 2 Bae Kudus sangat rendah hal itu terlihat pada pembelajaran sejarah di kelas, guru dikelas tidak menggunakan media tersebut sebagai alat bantu pembelajaran. Siswa

tidak tertarik untuk mengikuti pembelaja-ran di kelas sehingga perhatian siswa tidak tertuju pada pelajaran yang diberikan dan hasil belajar menjadi rendah. Setelah dil-akukan penelitian dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis audio visual sebagai media pembelajaran di kelas yaitu siswa diajak menonton video tentang masa – masa revolusi perancis dan revolusi in-dustri sebagai media pembelajaran pada kelas eksperimen yaitu kelas XI IPS 2 tern-yata dapat meningkatkan semangat dan ketertarikan siswa dalam mengikuti pem-belajaran sejarah di kelas.

Dengan demikian setelah diberi p e r l a k u a n , p e m a n f a a t a n m e d i a pembelajaran sejarah berbasis audio visual di SMA N 2 Bae Kudus dikatakan berhasil. Hal itu terlihat pada hasil post test siswa dalam kriteria tuntas yaitu dengan nilai < 80.

Hasil belajar pada kelas eksperimen yaitu kelas yang diberi perlakuan. Pada p e n e l i t i a n i n i y a n g m e n j a d i k e l a s eksperimen adalah kelas XI IPS 2. Berdasarkan hasil penelitian hasil belajar pada kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata pre test sebesar 60,21, sedangkan nilai rata-rata post test sebesar 79,27. Sehingga terjadi peningkatan yang relatif banyak yaitu sebesar 19,06 bila dibandingkan dengan hasil belajar di kelas kontrol.

Model pembelajaran yang digunakan d i d a l a m k e l a s e k s p e r i m e n i n i menggunakan model pembelajaran menggunakan Audio Visual yang ternyata memperoleh nilai hasil belajar yang peningkatannya relatif banyak bila dibandingkan dengan hasil belajar dikelas kontrol. Hal ini dikarenakan guru didalam proses belajar mengajar menggunakan model pembelajaran Audio Visual. Model pembelajaran ini dikembangkan untuk melatih peseta didik agar memiliki kemampuan dan keterampilan bertanya d a n m en yi ma k . B erd a s a rk a n ha s i l penelitian, proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran menggunakan Audio Visual, sudah cukup mengaktifkan siswa didalam kelas dan interaksi antar siswa didalam kelas juga sudah cukup baik. Tetapi ada beberapa hal

(5)

yang perlu ditingkatkan yaitu selama kegiatan siswa merasa kurang percaya diri atas kemampuan dirinya sendiri sehingga takut salah dan malu bertanya pada teman atau gurunya. Berikut adalah beberapa alternatif pemecahan yang dapat dilakukan oleh guru antara lain: guru hendaknya memotivasi siswa supaya mempunyai rasa percaya diri dan kemauan untuk dapat mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan. Dalam kegiatan pembelajaran g u r u h e n d a k n y a b e r p e r a n s e b a g a i fasilitator yang membantu siswa dalam melaksanakan keinginannya.

Setelah perlakuan yang berbeda, diberikan pada kedua kelas yaitu kelas ek-perimen dan kelas kontrol, selanjutnya dil-akukan tes evaluasi (post test), diperoleh rata – rata hadil belajar siswa pada kelas eksperimen yaitu kelas XI IPS 2 yang diberi pembelajaran dengan media audio visual adalah 79,27 sedangkan rata – rata kelas pada kelas kontrol yaitu kelas XI IPS 1 dengan tanpa menggunakan media audio visual adalah 71,03. Ini berarti hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol.

SIMPULAN

Pemanfaatan media pembelajaran sejarah berbasis audio visual di SMA N 2 Bae Kudus dinyatakan berhasil. Hal itu dapat terlihat pada hasil post test siswa da-lam kriteria tuntas yaitu dengan nilai < 70. Setelah dilakukan pembelajaran sejarah dengan menampilkan video pada kelas ek-sperimen yaitu kelas XI IPS 2 ternyata dapat meningkatkan semangat dan ket-ertarikan siswa dalam mengkuti pembelaja-ran sejarah di kelas.Video merupakan alat bantu dalam proses pembelajaran atau yang sering disebut dengan media. Jadi, dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media audio visual dalam bentuk video sebagai media belajaran sangat membantu proses pem-belajaran sehingga kualitas pempem-belajaran menjadi baik atau sesuai yang diharapkan

Setelah perlakuan yang berbeda diberikan kepada kedua kelas yaitu, kelas

ekperimen dan kelas kontrol, selanjutnya dilakukan tes evalusi (post test), diperoleh rata – rata hasil belajar kelas ekperimen yaitu kelas XI IPS 2 yang diberi pembelaja-ran dengan menggunakan media audio vis-ual adalah 79,27 sedangkan rata – rata hasil belajar siswa pada kelas kontrol yaitu kelas XI IPS 1 dengan tanpa menggunakan media audio visual adalah 71,03. Ini berarti hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol.

Terdapat pengaruh positif media pembelajaran sejarah berbasis audio visual terhadap hasil belajar sejarah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bae Kudus tahun ajaran 2013 / 2014. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang sangat siginifikan hasil belajar sejarah dengan memanfaatkan media pembelaja-ran sejarah berbasis audio visual pada kelas ekperimen.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi,Lif Khoiru.2010.Strategi Pembelajaran Sekolah Berstandar Internasional dan Nasion-al.Jakarta:PT Pustaka Raya

Anni, Catharina T. 2004.Psikologi Bela-jar.Semarang:UNNES

Arikunto,suharsini 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (EdisiRevisi IV). Jakarta:PT RinekaCipta

Badrika, I Wayan. 2006. Sejarah Untuk SMA Jilid II Kelas XI IPS. Jakarta : Erlangga Darsono,max.2000.Belajar dan Pembelajaran.

Semarang : IKIP Semarang Press

Dimyati & Mudjiono. (1994). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta D j a m a r a h , S y a i f u l B a h r i . 2 0 1 0 .B e l a j a r

Mengajar.Jakarta:RinekaCipta

Hamalik,Oemar 1994. Media Pendidikan.

Bandung: Alumni

Kasmadi,Hartono.2001.Pengembangan Pem-belajaran dengan Pendekatan Model –

(6)

Model Pengajaran Sejarah

Prastawa, Andi. 2011. Panduan Kreatif membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press

Purwadarminta (1984). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud

Sadiman, Arief (dkk), 2009. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan Dan Pemanfaa-tannya. Jakarta: Rajawali Pers.

Sanjaya.wina 2006.Strategi Pembelajaran berorie n t a s i s t a n d a r p r o s berorie s p berorie n d i d i -kan.Jakarta:Prenada Media Grup

Sudijono. Anas. 2006. Pengantar Evaluasi Pen-didikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Per-sada.

Suprijono,Agus 2009.Cooperative Learning Teori d a n A p l i k a s i P a i k e m ,Y o g y a k a r t a : PustakaPelajar

Syu ku r ,Fa tah 2 0 08. Te kn ol o gi P en di di -kan,Semarang : Raisal Media Group W.J.S. Poerwadarminta (ed), 1965. Kamus

U m u m B a h a s a I n d o n e s i a . J a k a r -ta:BalaiPustaka

Referensi

Dokumen terkait

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan mengenai kondisi awal (pretest) minat siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol, perbandingan rata - rata pretest kelas

Setelah diberi perlakuan yang berbeda kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol, diperoleh rata-rata postes diperoleh nilai rata-rata untuk kelas eksperimen adalah

Kemudian setelah diberikan perlakuan yang berbeda pada kedua kelas hasil rata-rata nilai postes kelas Kontrol (66,25) dan Kelas Eksperimen (73,52) setelah memenuhi

hasil uji perbedaan dua rata-rata (uji t) peningkatan hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan hasil

Kemudian kemampuan membaca al-Quran peserta didik kelas eksperimen setelah diberi perlakuan lebih baik dari hasil post-test kelas kontrol, dimana hasil rata-rata

Setelah diberikan pretest, kedua kelas mendapatkan perlakuan yang berbeda satu sama lain. Kelas VII 3 sebagai kelas kontrol diberikan perlakuan berupa

Uji Hipotesis a Uji Hipotesis Tes Akhir Post Test Setelah kedua kelas diberi perlakuan berbeda dimana kelas eksperimen 1 menggunakan metode pembelajaran STAD dan kelas eksperiman

Hasil penelitian menunjukkan dari hasil pretes atau tes pada pra tindakan memperlihatkan data antara lain skor rata-rata kelas yaitu 60,00 dengan prosentase ketuntasan dalam kelas yaitu