KATA PENGANTAR. Denpasar, 27 Desember Penulis

18 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “PREVALENSI GAMBARAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE-2 DI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE 2015”.

Pada kesempatan ini perkenankan penulis mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Desak Gde Diah Dharma Santhi, S.Si Apt, M.Kes selaku pembimbing yang dengan penuh perhatian telah memberikan dorongan, semangat, bimbingan, dan saran selama penulis mengikuti program S1, khususnya dalam penyelesaian skripsi ini.

Ucapan yang sama juga ditujukan kepada Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan Program S1 di Universitas Udayana. Ucapan terima kasih ini juga ditujukan kepada Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang dijabat oleh Prof. Dr. dr. Putu Astawa, Sp.OT(K), M.Kes atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti pendidikan program S1. Tidak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang dijabat oleh Dr.dr. Dewa Putu Gde Purwa Samatra, Sp.S(K) atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk menjadi mahasiswa Program S1 pada Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Pada kesempatan ini, penulis juga menyampaikan rasa terima kasih kepada penguji Dr. dr. I Wayan Putu Sutirta Yasa, M.Si yang telah memberikan masukan, saran, sanggahan dan koreksi sehingga skripsi ini dapat terwujud seperti ini. Terimakasih pula penulis sampaikan kepada keluarga yang selalu memberikan dukungan baik moral dan materiil, serta motivasi kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

Semoga Tuhan yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan dan penyelesaian skripsi ini, serta kepada penulis sekeluarga. Akhir kata, semoga skripsi ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi masyarakat umum dalam rangka memperluas wawasan yang kita miliki.

Denpasar, 27 Desember 2016 Penulis

(2)

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya tulis yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Apabila kemudian hari terbukti bahwa saya melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain sebagai hasil pemikiran saya sendiri, maka gelar dan ijazah yang telah diberikan oleh universitas batal saya terima.

Denpasar, 27 Desember 2016 Yang menyatakan

Materai Rp 6.000,-

(3)

ABSTRAK

PREVALENSI GAMBARAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE-2 DI

RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE 2015

Penyebab mortalitas dan morbiditas utama pada pasien Diabetes Melitus (DM) Tipe-2 adalah penyakit jantung coroner (PJK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran berbagai faktor risiko penyakit jantung koroner yang tidak dapat diubah dan dapat diubah pada penderita DM Tipe-2 di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah periode 2015.

Metode penelitian menggunakan desain deskriptif cross-sectional, dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Data diambil berdasarkan rekam medis pasien periode Januari – Desember 2015. Kemudian data diolah menggunakan SPSS 21, dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan crosstabulation berdasarkan faktor risiko.

Dari 48 sampel penelitian yang memenuhi kriteria, diperoleh prevalensi gambaran faktor risiko PJK pada DM Tipe-2 yang tidak dapat diubah adalah jenis kelamin laki-laki (87.5%) dan usia ≥45 tahun (95.8%). Faktor yang dapat diubah seperti gula darah puasa ≥126 mg/dL (83.3%), indeks masa tubuh ≥25 kg/m2

(64.6%), gula darah sewaktu ≥200 mg/dL (58.3%), HDL ≤45 mg/dL (41.7%), trigliserida ≥150 mg/dL (22.9%), tekanan darah ≥140/90 mmHg (22.9%), kolesterol total ≥200 mg/dL (22.9%), dan LDL ≥160 mm/dL (8.3%).

Dapat disimpulkan bahwa laki-laki dengan usia ≥45 tahun, gula darah puasa, indeks masa tubuh, dan gula darah sewaktu yang tidak terkontrol merupakan faktor risiko untuk terjadinya PJK pada DM Tipe-2 di RSUP Sanglah. Sehingga diperlukan pengawasan kadar gula darah dan indeks masa tubuh pada pasien DM Tipe-2 agar tidak terjadi PJK.

(4)

ABSTRACT

PREVALENCE AND DESCRIPTION OF CORONARY HEART DISEASE RISK FACTORS IN TYPE-2 DIABETES MELLITUS PATIENTS IN

RSUP SANGLAH DENPASAR FOR THE PERIOD 2015

The main causes of mortality and morbidity in patients with Type-2 diabetes is coronary heart disease. This study aims to describe various risk factors for coronary heart disease which can not be changed and can be changed in patients with Type 2 Diabetes Mellitus in Sanglah General Hospital period in 2015.

The research method using descriptive cross-sectional design, and sampling was conducted with a total sampling technique. Data taken based on patient record period from January to December 2015. Then the data were processed using SPSS 21 and presented in a frequency distribution table and crosstabulation based on risk factors.

48 sample met the criteria, obtained a prevalence description of the risk factors of CHD in type-2 diabetes that can not be changed is the gender male (87.5%) and (95.8%) aged ≥45 years. Factors that can be changed are fasting blood glucose ≥126 mg/dL (83.3%), body mass index ≥25 kg/m2 (64.6%), random blood

glucose ≥200 mg/dL (58.3%), HDL ≤45 mg/dL (41.7%), triglycerides ≥150 mg/dL (22.9%), blood pressure ≥140/90 mmHg (22.9%), total cholesterol ≥200 mg/dL (22.9%), and LDL ≥160 mm/dL (8.3%).

It can be concluded that men with age ≥45 years, fasting blood glucose, body mass index, and uncontrolled random blood glucose are risk factor for CHD in type-2 diabetes in Sanglah Hospital. So that the necessary to control blood sugar levels and body mass index in patients with Type-2 diabetes to prevent CHD. Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus, Coronary Heart Disease, Risk Factors

(5)

RINGKASAN

PREVALENSI GAMBARAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE-2 DI

RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE 2015

Diabetes Melitus (DM) Tipe-2 merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau bahkan keduanya. WHO memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM Tipe-2 di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Penyebab mortalitas dan morbiditas utama pada pasien DM Tipe-2 adalah penyakit jantung koroner (PJK). Mekanisme terjadinya PJK pada DM Tipe-2 sangat kompleks dan dikaitkan dengan adanya aterosklerosis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain hipertensi, hiperglikemia, dislipidemia, merokok, riwayat keluarga dengan PJK, dan obesitas. SMI (silent myocardial infarction) pada penderita DM dapat menyebabkan kematian karena terlambatnya diagnosis atau sulitnya mendiagnosa PJK. Sehingga Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui prevalensi gambaran berbagai faktor risiko penyakit jantung koroner pada penderita Diabetes Melitus Tipe-2 di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah.

Penelitian ini dilaksanakan di Bagian Rekam Medis RSUP Sanglah Denpasar periode 1 Maret 2015 – 29 Februari 2016. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif cross-sectional, dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Data diambil berdasarkan rekam medis pasien DM Tipe-2 disertai komplikasi PJK pada periode Januari – Desember 2015. Kemudian data diolah menggunakan SPSS 21, dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan crosstabulation berdasarkan faktor risiko.

Dari 48 sampel penelitian yang memenuhi kriteria, diperoleh gambaran faktor risiko PJK pada DM Tipe-2 yang tidak dapat diubah adalah jenis kelamin laki-laki (87.5%) dan usia ≥45 tahun (95.8%). Faktor yang dapat diubah seperti gula darah puasa ≥126 mg/dL (83.3%), indeks masa tubuh ≥25 kg/m2 (64.6%), gula darah sewaktu ≥200 mg/dL (58.3%), HDL ≤45 mg/dL (41.7%), trigliserida ≥150

(6)

mg/dL (22.9%), tekanan darah ≥140/90 mmHg (22.9%), kolesterol total ≥200 mg/dL (22.9%), dan LDL ≥160 mm/dL (8.3%).

Dapat disimpulkan bahwa laki-laki dengan usia ≥45 tahun, gula darah puasa, indeks masa tubuh, dan gula darah sewaktu yang tidak terkontrol merupakan faktor risiko untuk terjadinya PJK pada DM Tipe-2 di RSUP Sanglah. Sehingga diperlukan pengawasan kadar gula darah dan indeks masa tubuh pada pasien DM Tipe-2 agar tidak terjadi PJK.

(7)

SUMMARY

PREVALENCE AND DESCRIPTION OF CORONARY HEART DISEASE RISK FACTORS IN TYPE-2 DIABETES MELLITUS PATIENTS IN

RSUP SANGLAH DENPASAR FOR THE PERIOD 2015

Type 2 Diabetes Mellitus (DM) is a group of metabolic diseases with hyperglycemia as it’s characteristic that occurs due to abnormalities in insulin secretion, insulin action or both. WHO predicts the increase of the number of people with type-2 DM in Indonesia from 8.4 million in 2000 to about 21.3 million in 2030. The main cause of mortality and morbidity in patients with Type-2 diabetes is coronary heart disease (CHD). The mechanism of CHD in type-2 diabetes is very complex and is associated with the presence of atherosclerosis which is influenced by various factors such as hypertension, hyperglycemia, dyslipidemia, smoking, family history of coronary heart disease, and obesity. SMI (silent myocardial infarction) in patients with diabetes can cause death due to delayed diagnosis or difficulty of diagnosing CHD. So the research was conducted with the aim to describe various risk factors for coronary heart disease in patients with Type 2 Diabetes Mellitus in Sanglah General Hospital.

This research was conducted at the Medical Records Section in Sanglah General Hospital in Denpasar from March 1, 2015 until February 29, 2016. The research is a descriptive, research using a cross-sectional design, and sampling was conducted with a total sampling technique. Data taken by the medical records of patients with diabetes mellitus type-2 with complications of CHD in the period from January to December 2015. Then the data were processed using SPSS 21 and presented in a frequency distribution table and crosstabulation based on risk factors. 48 sample met the criteria, obtained a description of the risk factors of CHD in type-2 diabetes that can not be changed is the gender male (87.5%) and (95.8%) aged ≥45 years. Factors that can be changed are fasting blood glucose ≥126 mg/dL (83.3%), body mass index ≥25 kg/m2 (64.6%), random blood glucose ≥200 mg/dL (58.3%), HDL ≤45 mg/dL (41.7%), triglycerides ≥150 mg/dL (22.9%), blood

(8)

pressure ≥140/90 mmHg (22.9%), total cholesterol ≥200 mg/dL (22.9%), and LDL ≥160 mm/dL (8.3%).

It can be concluded that men with age ≥45 years, fasting blood glucose, body mass index, and random blood glucose uncontrolled are risk factor for CHD in type-2 diabetes in Sanglah Hospital. So that the necessary to control blood sugar levels and body mass index in patients with Type-2 diabetes to prevent CHD.

(9)

DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM. ... i

LEMBAR PENGESAHAN. ... ii

PENETAPAN PANITIA PENGUJI ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

LEMBAR KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI...v

ABSTRAK... vi

ABSTRACT... vii

RINGKASAN... viii

SUMMARY... . x

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xvi

DAFTAR GRAFIK ... xvii

DAFTAR SINGKATAN ... xviii

DAFTAR LAMPIRAN ... xix

BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 3 1.3 Tujuan Penelitian ... 3 1.4 Manfaat Penelitian ... 4 1.4.1 Manfaat Akademik ... 4 1.4.2 Manfaat Praktis... 4

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 5

2.1 Diabetes Melitus Tipe-2 ... 5

2.1.1 Definisi ... 5

2.1.2 Epidemiologi ... 5

2.2 Patogenesis ... 6

2.3 Faktor Risiko ... 8

2.4 Diagnosis Diabetes Melitus Tipe-2 ... 8

(10)

2.5.1 Definisi ... 11

2.5.2 Epidemiologi ... 12

2.6 Etiopatogenesis... ... 13

2.7 Faktor Risiko ... 16

2.8 Diagnosis Penyakit Jantung Koroner ... 22

2.9 Diabetes Melitus Tipe-2 dan Penyakit Jantung Koroner ... 24

2.10 Penelitian Sejenis ... 25

BAB III KERANGKA BERPIKIR DAN KONSEP PENELITIAN.. ... 27

3.1 Kerangka Berpikir ... 27

3.2 Kerangka Konsep ... 28

BAB IV METODE PENELITIAN ... 29

4.1 Rancangan Penelitian ... 29

4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 29

4.3 Subjek dan Sampel Penelitian ... 29

4.3.1 Variabilitas Populasi ... 29

4.3.2 Kriteria Subjek ... 29

4.3.2.1 Kriteria Inklusi ... 29

4.3.2.2 Kriteria Eksklusi ... 29

4.3.3 Teknik Penentuan Sampel... 30

4.4 Variabel Penelitian ... 30

4.4.1 Identifikasi Variabel... 30

4.4.2 Variabel Dependent ... 30

4.4.3 Variabel Independent ... 30

4.4.4 Definisi Operasional Variabel ... 30

4.5 Bahan dan Instrumen Penelitian ... 31

4.6 Prosedur Pengambilan atau Pengumpulan Data ... 31

4.7 Alur Penelitian ... 32

4.8 Cara Pengolahan dan Analisis Data ... 32

(11)

5.1 Prevalensi Gambaran Faktor Risiko PJK pada DM Tipe-2 yang Tidak

Dapat Diubah ... 33

5.1.1 Prevalensi Gambaran Faktor Risiko PJK pada DM Tipe-2 Berdasarkan Jenis Kelamin ... 33

5.1.2 Prevalensi Gambaran Faktor Risiko PJK pada DM Tipe-2 Berdasarkan Usia ... 35

5.2 Prevalensi Gambaran Faktor Risiko PJK pada DM Tipe-2 yang Dapat Diubah ... 36

5.2.1 Prevalensi Gambaran Faktor Risiko PJK pada DM Tipe-2 Berdasarkan Tekanan Darah ... 36

5.2.2 Prevalensi Gambaran Faktor Risiko PJK pada DM Tipe-2 Berdasarkan Indeks Masa Tubuh ... 37

5.2.3 Prevalensi Gambaran Faktor Risiko PJK pada DM Tipe-2 Berdasarkan Gula Darah Puasa ... 39

5.2.4 Prevalensi Gambaran Faktor Risiko PJK pada DM Tipe-2 Berdasarkan Gula Darah Sewaktu ... 40

5.2.5 Prevalensi Gambaran Faktor Risiko PJK pada DM Tipe-2 Berdasarkan Kadar Profil Lipid ... 41

5.3 Keterbatasan Penelitian ... 44

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN...45

6.1 Simpulan...45 6.2 Saran...45 DAFTAR PUSTAKA ... 46 LAMPIRAN ... 51 Lampiran 1 ... 51 Lampiran 2 ... 52 Lampiran 3 ... 53 Lampiran 4 ... 55 Lampiran 5 ... 59 Lampiran 6 ... 60 Lampiran 7 ... 62

(12)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Parameter Diagnosis Diabetes Melitus ... 10

Tabel 2.2 Kriteria Diagnosis Diabetes Melitus ... 10

Tabel 5.1 Faktor Risiko PJK pada DM tipe-2 Berdasarkan Jenis Kelamin ... 34

Tabel 5.2 Faktor Risiko PJK pada DM Tipe-2 Berdasarkan usia ...35

Tabel 5.3 Faktor Risiko PJK pada DM Tipe-2 Berdasarkan Tekanan Darah ... 36

Tabel 5.4 Faktor Risiko PJK pada DM Tipe-2 Berdasarkan Indeks Masa Tubuh . 38 Tabel 5.5 Faktor Risiko PJK pada DM Tipe-2 Berdasarkan Gula Darah Puasa.... 39

Tabel 5.6 Faktor Risiko PJK pada DM Tipe-2 Berdasarkan Gula Darah Sewaktu ... 40

(13)

DAFTAR GRAFIK

Halaman

Grafik 5.1 Prevalensi Gambaran Faktor Risiko PJK pada DM Tipe-2 di RSUP Sanglah ... 43

(14)

DAFTAR SINGKATAN PTM : Penyakit Tidak Menular

DM : Diabetes Melitus

PJK : Penyakit Jantung Koroner WHO : World Health Organization IDF : International Diabetes Federation SMI : Silent Myocardial Infarction RSUP : Rumah Sakit Umum Pusat

NIDDM : Noninsulin Dependent Diabetes Mellitus FFA : Asam Lemak Bebas

PCOS : Polycystic Ovarysindrome TGT : Toleransi Glukosa Terganggu GDPT : Glukosa Darah Puasa Terganggu TTGO : Tes Toleransi Glukosa Oral PAD : Peripheral Arterial Diseases

PJPD : Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah IMT : Indeks Massa Tubuh

HDL : High Density Lipoprotein LDL : Low Density Lipoprotein GDP : Gula Darah Puasa

GDS : Gula Darah Sewaktu

AGE : Advanced Glycation Endproducts TANDA

> : menyatakan lebih dari < : menyatakan kurang dari

≥ : menyatakan lebih dari atau sama dengan ≤ : menyatakan kurang dari atau sama dengan % : menyatakan bilangan dalam bentuk persen

(15)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Jadwal Penelitian ... 51

Lampiran 2. Pengeluaran Biaya ... 52

Lampiran 3. Data Penelitian ... 53

Lampiran 4. Output Analisis Hasil Penelitian... 55

Lampiran 5. Ethical Clearance ... 59

Lampiran 6. Surat Ijin Penelitian ... 60

(16)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menyita banyak perhatian adalah Diabetes Melitus (DM) (Depkes RI, 2013). Diabetes Melitus (DM) Tipe-2 merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau bahkan keduanya (ADA, 2011). Di Indonesia sendiri, berdasarkan Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menyebutkan terjadi peningkatan prevalensi pada penderita diabetes melitus yang diperoleh berdasarkan wawancara yaitu 1,1% pada tahun 2007 menjadi 1,5% pada tahun 2013 sedangkan prevalensi diabetes melitus berdasarkan diagnosis dokter atau gejala pada tahun 2013 sebesar 2,1% dengan prevalensi terdiagnosis dokter tertinggi pada daerah Sulawesi Tengah 3,7% dan paling rendah pada daerah Jawa Barat 0,5% (Riskesdas, 2013). WHO memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM Tipe-2 di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Laporan ini menunjukan peningkatan jumlah penyandang DM Tipe-2 sebanyak 2-3 kali lipat pada tahun 2035. Sedangkan International Diabetes Federation (IDF) memprediksi adanya kenaikan jumlah penyandang DM Tipe-2 di Indonesia dari 9,1 juta pada tahun 2014 menjadi 14,1 juta pada tahun 2035 (Konsensus, 2015).

Kecurigaan adanya DM Tipe-2 perlu dipikirkan apabila terdapat keluhan klasik DM seperti poliuria, polidipsia, polifagia, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Keluhan dan gejala yang khas ditambah hasil

(17)

pemeriksaan glukosa darah sewaktu >200 mg/dl, glukosa darah puasa >126 mg/dl sudah cukup untuk menegakkan diagnosis (Konsensus, 2015). Diabetes Melitus Tipe-2 yang tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi kronis, baik mikroangiopati seperti retinopati dan nefropati maupun makroangiopati seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan juga penyakit pembuluh darah tungkai bawah (S.Waspadji, 2009).

Penyebab mortalitas dan morbiditas utama pada pasien DM Tipe-2 adalah penyakit jantung koroner (PJK). Mekanisme terjadinya PJK pada DM Tipe-2 sangat kompleks dan dikaitkan dengan adanya aterosklerosis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain hipertensi, hiperglikemia, dislipidemia, merokok, riwayat keluarga dengan PJK, dan obesitas. Pada penderita DM terjadinya iskemia atau infark miokard kadang-kadang tidak disertai dengan nyeri dada atau disebut SMI (silent myocardial infarction). SMI pada penderita DM mungkin yang menyebabkan kematian karena terlambatnya diagnosis PJK atau sulitnya mendiagnosa PJK pada penderita DM. Kematian mendadak pada penderita DM mungkin disebabkan PJK yang menghasilkan aritmia atau infark miokard (Maron DJ et al, 2004). Faktor risiko yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian PJK pada penderita DM Tipe-2 yaitu hipertensi, kadar trigliserida 150 mg/dl, kadar kolesterol HDL <45 mg/dl, dan kadar glukosa darah puasa 126 mg/dl (Arisman, 2010).

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui prevalensi gambaran berbagai faktor risiko penyakit jantung koroner pada penderita Diabetes Melitus Tipe-2 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah. Pemilihan RSUP Sanglah sebagai tempat penelitian dikarenakan RSUP Sanglah merupakan rumah

(18)

sakit rujukan utama untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana prevalensi gambaran faktor risiko Penyakit Jantung Koroner yang tidak dapat diubah pada Diabetes Melitus Tipe-2 di RSUP Sanglah periode Januari - Desember tahun 2015?

2. Bagaimana prevalensi gambaran faktor risiko Penyakit Jantung Koroner yang dapat diubah pada Diabetes Melitus Tipe-2 di RSUP Sanglah periode Januari - Desember tahun 2015?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Mengetahui prevalensi gambaran faktor risiko Penyakit Jantung Koroner yang tidak dapat diubah pada Diabetes Melitus Tipe-2 di RSUP Sanglah periode Januari - Desember tahun 2015?

2. Mengetahui prevalensi gambaran faktor risiko Penyakit Jantung Koroner yang dapat diubah pada Diabetes Melitus Tipe-2 di RSUP Sanglah periode Januari - Desember tahun 2015?

1.4Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Akademik

Menambah khasanah ilmu pengetahuan dan pengembangan teori ilmu kedokteran khususnya pada penyakit Diabetes Melitus Tipe-2.

1.4.2 Manfaat Praktis

Memberikan informasi bagi dokter atau tenaga kesehatan lainnya mengenai prevalensi gambaran faktor risiko Penyakit Jantung Koroner pada pasien Diabetes Melitus Tipe-2 di RSUP Sanglah.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :