• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor-faktor penyebab lamanya penulisan skripsi oleh mahasiswa : studi kasus mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Akuntasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidkan Universitas Sanata Dharma - USD Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Faktor-faktor penyebab lamanya penulisan skripsi oleh mahasiswa : studi kasus mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Akuntasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidkan Universitas Sanata Dharma - USD Repository"

Copied!
150
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB LAMANYA PENULISAN

SKRIPSI OLEH MAHASISWA

Studi Kasus: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Sanata Dharma

Disusun oleh :

Yustinus Hadi Rinoto

031324014

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

(2)

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB LAMANYA PENULISAN

SKRIPSI OLEH MAHASISWA

Studi Kasus: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Sanata Dharma

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Ekonomi

Disusun oleh:

Yustinus Hadi Rinoto

031324014

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

(3)
(4)
(5)

HALAMAN MOTTO

“ Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil!

Karena Bapamu telah berkenan memberikan Kerajaan itu ”

(Lukas 12:32)

(6)

HALAMAN PERSEMBAHAN

Thanks a lot to my Almighty

In the name of Father, Son and Holy Spirit Amin

Skripsi ini penulis persembahkan untuk Bapak, Ibu dan adik-adikku tercinta serta rekan-rekan mahasiswa yang masih berjuang mengerjakan skripsi

(7)
(8)
(9)

ABSTRAK

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB LAMANYA PENULISAN

SKRIPSI OLEH MAHASISWA

Yustinus Hadi Rinoto

Pendidikan Ekonomi

Universitas Sanata Dharma

2008

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) akar masalah internal selama proses penulisan skripsi; 2) akar masalah eksternal selama proses penulisan skrips; 3) cara mngatasi masalah internal selama proses penulisan skripsi; 4) cara mengatasi masalah eksternal selama proses penulisan skripsi; 5) rekomendasi untuk mengatasi masalah internal dan eksternal.

Penelitian ini merupakan penelitian deskripsitf kualitatif yang dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Ekonom dan Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma terhadap 35 orang mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Akuntansi dan Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Sedangkan objek penelitian ini adalah faktor-faktor penyebab lamanya penulisan skripsi baik yang berasal dari dalam (internal) maupun dari luar diri mahasiswa (eksternal). Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner semi terbuka dan wawancara terbuka. Sedangkan untuk keabsahan data, peneliti menggunakan Analisis Domain yang membuat kesimpulan secara umum dari suatu masalah.

Hasil dari penelitian ini adalah: 1) kurangnya motivasi mahasiswa terhadap skripsi sehingga meyebabkan proses penulisan skripsi menjadi lama; 2) cara pandang mahasiswa yang salah terhadap skripsi sehingga mahasiswa bersikap sangat bergantung (dependensi) pada faktor eksternal seperti dosen, dan perpustakaan; 3) usaha yang dilakukan mahasiswa belum tepat sasaran dalam mengatasi masalah internal; 4) usaha yang dilakukan mahasiswa kurang efektif; 5) rekomendasi untuk masalah internal adalah bersikap berani, bersikap mandiri, berpikir positif, tanamkan rasa tanggung jawab dan dedikasi. Sedangkan untuk masalah eksternal adalah ciptakan hubungan baik antara dosen dan mahasiswa, tumbuhkan minat baca dalam diri mahasiswa, dan optimalkan fasilitas perguruan tinggi.

(10)

ABSTRACT

FACTORS CAUSING THE DURATION OF WRITING MINITHESIS OF STUDENTS

Yustinus Hadi Rinoto Department of Economy Sanata Dharma University

2008

This research aims to describe: 1) the root of internal problems of writing the minithesis; 2) the root of external problems of writing minithesis; 3) how to overcome the internal problem of writing minithesis; 4) how to overcome the external problems of writing minithesis; 5) the recommendation for overcoming both internal and external problems.

This research is a descriptive qualitative research that was conducted in the Department of Economy and Accounting, Faculty of Education, Sanata Dharma University Yogyakarta. The subjects of this research were 35 students of Accounting and Economy, Faculty of Education, Sanata Dharma University Yogyakarta. The objects of this research were the factors causing the duration of writing minithesis either from internal or external factors of students. The instruments of this research were semi-opened questionnaire and opened questionnaire. In addition for the data validity, the researcher used domain analysis that made general conclusion from a problem.

The results of this research are: 1) the lack of motivation of students to finish minithesis, which causes the process of writing become longer; 2) wrong students’ perseption to minithesis which makes the students depend on the supervisor and library as external factors; 3) the inappropriate efforts of students in overcoming the internal problem; 4) the students lack of effective efforts; 5) the recommendation for overcoming internal problems are the students should have high self confidence, responsibility and high dedication, positive thinking and should not to be afraid, while the recommendation for overcoming the external problems are the students should create good relationship between lecturer (supervisor) and students, encourage the students themselves to read a lot and make use of university’s facilities as well as possible.

(11)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala karunia, talenta, berkat, cinta yang telah diberikan selama proses penulisan skripsi

ini. Skripsi yang berjudul “Faktor-faktor Penyebab Lamanya Penulisan Skripsi oleh Mahasiswa. Studi kasus: Mahasiswa Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan

Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unversitas Sanata Dharma” ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana (S1).

Skripsi ini dibuat atas bantuan banyak pihak. Oleh karena itu, penulis

ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D selaku Dekan Fakultas Keguruan fdan

Ilmu Pendidikan Unversitas Sanata Dharma

2. Bapak Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Unversitas Sanata Dharma

3. Bapak Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi yang telah memberikan dukungan dan bantuan moril untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini.

4. Ibu E. Catur Rismiati, S.Pd., MA. selaku Dosen Pembimbing I yang telah dengan sabar mengajarkan penulis dalam menulis skripsi dan memberikan

dukungan moril dan sprituil dalam penulisan skripsi ini. thanx a lot mom...

5. Bapak Yohanes Maria Vianey Mudayen, S.Pd selaku Dosen Pembimbing II yang telah membantu penulis dalam mengerjakan penulisan skripsi ini.

(12)

6. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si selaku Dosen Penguji yang telah berkenan

memberikan masukan bagi perkembangan skripsi ini.

7. Seluruh Dosen Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma yang telah mengajarkan penulis banyak hal selama kuliah hingga proses penulisan

skripsi.

8. Seluruh karyawan dan staf Universitas Sanata Dharma khususnya Sekretariat

Pendidikan Ekonomi (mbak Titin) dan Perpustakaan yang telah membantu penulis selama kuliah hingga proses penulisan skripsi.

9. Keluarga penulis, Bapak, Ibu, Erik, Dimas yang telah memberikan dukungan

penuh baik moril, materiil dan spirituil bagi penulis selama ini. maaf kalo belum bisa balas dengan apa-apa...

10. Keluarga Pakdhe, Budhe, mas Nanang, mas Heru, mba Watik yang telah memberikan senyuman dan tangisan bagi penulis selama ini. thanx a lot...

11. Rekan-rekan penulis yaitu, Anang (u r the best!!), Asti, Heri, Wayah, Romo

Fredy, Urbanus, Lius (pa kabar lo?), Istadi (ayo bung!!), Bona and the crew

(ngenteni opo cah?), Romo Harto (trims untuk doanya), Romo Hiro, Ike, Evi, dll yang telah banyak memberikan cerita indah bagi penulis serta rekan-rekan

mahasiswa yang telah bersedia menjadi responden bagi penulis.

12. Teman-teman Mudika St. Georguis Nyamplung yang memberikan banyak

kisah senang dan sedih untuk tetap setia memuji Dia. ayo podho tangi&!jangan lupa doa yo cah!!

13. My SuFit yang telah bersedia mengantar penulis kemana saja (kau memang

supra fit sejati hihihi...)

(13)

14. Adekku, yang pernah ada dan selalu ada serta telah memberikan dukungan

moril, materiil dan spirituil bagi penulis.

15. Semua pihak yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan skripsi ini dan tidak bisa disebutkan satu per satu.

Akhirnya, penulis mengucapkan maaf bila tedapat kesalahan dalam penulisan skripsi ini dan penulis berharap agar skripsi ini bermanfaat bagi banyak

pihak.

Penulis

Yustinus Hadi Rinoto

(14)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii

HALAMAN PENGESAHAN... iii

HALAMAN MOTTO………... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA... vi

ABSTRAK... vii

ABSTRACT... viii

KATA PENGANTAR... ix

DAFTAR ISI... xii

DAFTAR DIAGRAM... xv

DAFTAR LAMPIRAN... xvii

DAFTAR TABEL... xviii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Batasan Masalah... 5

C. Rumusan Masalah... 6

D. Tujuan Penelitian... 7

E. Manfaat Penelitian... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori... 9

(15)

1. Pendidikan... 9

2. Bimbingan... 11

3. Sebab-sebab Masalah yang Dihadapi Mahasiswa... 13

4. Skripsi... 19

5. Kesulitan Mahasiswa dalam Membuat Penelitian... 20

B. Hasil Penelitian yang Relevan ... 22

C. Kerangka Berpikir... 24

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian... 25

B. Subjek dan Objek Penelitian... 25

C. Populasi dan Sampel... 26

D. Metode Pengumpulan Data ... 26

E. Teknik Analisis Data... 28

F. Teknik Keabsahan Data... 29

BAB IV DESKRIPSI, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data... 30

1. Faktor Internal ... 30

2. Faktor Eksternal ... 56

B. Analisis Data... 73

1. Akar Masalah Internal... 73

2. Akar Masalah Eksternal... 75

3. Cara Mengatasi Masalah Internal... 77

4. Cara Mengatasi Masalah Eksternal... 78

(16)

5. Rekomendasi Usaha untuk Mengatasi Kedua Masalah... 80

C. Pembahasan... 86

1. Akar Masalah Internal... 86

2. Akar Masalah Eksternal... 93

3. Cara Mengatasi Masalah Internal... 98

4. Cara Mengatasi Masalah Eksternal... 100

5. Rekomendasi Usaha untuk Mengatasi Kedua Masalah ... 101

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan... 107

B. Saran... 109

C. Keterbatasan Penelitian... 109

DAFTAR PUSTAKA... 111

LAMPIRAN... 113

(17)

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 1 Prestasi Selama Kuliah……….... 30

Diagram 2 Pendapat Tentang Prestasi……….. 31

Diagram 3 Usaha Terhadap Prestasi ……..……… 31

Diagram 4 Dukungan untuk Prestasi……… 32

Diagram 5 Prestasi ………... 33

Diagram 6 Usaha untuk Tugas………. 34

Diagram 7 Usaha untuk Bimbingan………. 35

Diagram 8 Kesulitan Bimbingan……….. 35

Diagram 9 Usaha untuk Revisi………... 36

Diagram 10 Keuletan……….... 37

Diagram 11 Usaha Kurang Berprestasi……….... 38

Diagram 12 Prestasi Teman……… 39

Diagram 13 Perbaikan Diri……… 39

Diagram 14 Perasaan Ketika Bimbingan……… 41

Diagram 15 Perasaan Terhadap Usaha……… 41

Diagram 16 Percaya Diri……… 42

Diagram 17 Motivasi Masuk Program Studi……….. 43

Diagram 18 Rasa Ingin Tahu………. 44

Diagram 19 Motivasi……….. 45

Diagram 20 Penyakit yang Dialami……… 46

Diagram 21 Usaha Mengatasi Penyakit……….. 47

Diagram 22 Kesehatan……… 47

Diagram 23 Kesibukan Lain……….. 49

Diagram 24 Peran Kesibukan………. 49

Diagram 25 Pembagian Waktu……… 50

Diagram 26 Cara Belajar……… 51

Diagram 27 Frekuensi Bimbingan……….. 51

(18)

Diagram 28 Waktu………. 52

Diagram 29 Cara Mengerjakan Skripsi……….. 53

Diagram 30 Sumber Belajar……… 54

Diagram 31 Cara Belajar……… 55

Diagram 32 Sumber Dana………... 56

Diagram 33 Usaha Mencukupi Dana………. 57

Diagram 34 Rata-rata Besar Dana……….. 57

Diagram 35 Dana………... 58

Diagram 36 Peran Orang Tua ……… 59

Diagram 37 Kondisi Keluarga ………... 59

Diagram 38 Usaha untuk Mengerjakan……….. 60

Diagram 39 Kondisi Keluarga……… 61

Diagram 40 Keluarga ……… 62

Diagram 41 Hubungan dengan Dosen……… 63

Diagram 42 Usaha Mengatur Jadwal Bimbingan………... 63

Diagram 43 Sikap bila Bermasalah dengan Dosen……… 64

Diagram 44 Sikap Dosen yang Diinginkan……… 64

Diagram 45 Sikap Dosen yang tidak Disukai ……… 65

Diagram 46 Dosen……….. 66

Diagram 47 Frekuensi Mengganti Judul ………..………….. 67

Diagram 48 Letak Kesulitan Skripsi ……….……… 68

Diagram 49 Sumber Literatur ……… 68

Diagram 50 Usaha bila Kesulitan Literatur ……… 69

Diagram 51 Skripsi……… 69

Diagram 52 Fasilitas Perpustakaan……… 71

Diagram 53 Fasilitas ………..……… 71

Diagram 54 Perguruan Tinggi ……….……… 72

Diagram 55 Rangkuman ………. 81

(19)

DAFTAR LAMPIRAN

A. Bagan Analisis Faktor ... 113

B. Kuesioner... 124

C. Hasil Olah Data Kursioner... 129

D. Surat Ijin Penelitian... 130

(20)

Tabel I.1 Kisi-kisi Kuesioner……… 27

(21)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan alat bagi manusia untuk dapat mengembangkan dirinya. Peran pendidikan yang begitu besar telah memberikan gambaran pada

manusia untuk mengenal dunia ini. Sejak kecil, manusia sudah dididik untuk dapat belajar mengenal hal-hal kecil dan sederhana sampai akhirnya manusia tumbuh menjadi pribadi dewasa yang utuh. Dewasa ialah dapat bertanggung

jawab terhadap diri sendiri, biologis, psikologis, sosiologis (Idris, 1981). Di sini peran penting pendidikan yang membentuk manusia menjadi manusia sempurna

baik dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

Karena pendidikan adalah proses belajar seumur hidup maka banyak cara yang dilakukan manusia untuk memperoleh pendidikan tersebut misalnya,

melalui pendidikan formal, pendidikan non formal dan pendidikan informal. Pendidikan formal adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan yang telah mendapat izin dari pemerintah untuk melaksanakan proses

pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi. Pendidikan non formal adalah pendidikan yang dilaksanakan dengan sengaja, tertib, terarah dan berencana di

luar kegiatan persekolahan. Sedangkan pendidikan informal adalah pendidikan yang dilaksanakan di dalam masyarakat, keluarga dan kehidupan sehari-hari.

Proses menuju pembentukan manusia yang utuh tersebut ternyata banyak

(22)

dapat menjadi masalah bagi pembelajar misalnya masalah-masalah seperti biaya

pendidikan yang tinggi, otoritas sekolah sampai masalah penulisan skripsi yang dilakukan oleh mahasiswa. Berbagai masalah inilah yang menyebabkan proses pembelajaran seumur hidup yang menjadi tujuan pendidikan menjadi terhambat.

Permasalahan-permasalahan ini membutuhkan pemecahan baik segera ataupun tidak.

Permasalahan di bidang akademik yang sering di hadapi mahasiswa adalah masalah dalam hal penulisan skripsi. Skripsi adalah syarat kelulusan jenjang S1 dan juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menuangkan segala

ide dan gagasan dalam bentuk tulisan ilmiah. Menurut mahasiswa, penulisan skripsi tidak ditentukan waktunya sehingga membuat mahasiswa menunda-nunda

kewajibannya sehingga timbul rasa malas dalam diri mahasiswa ditambah lagi faktor eksternal yang bisa menyebabkan penulisan skripsi tersebut semakin lama. Lamanya penulisan skripsi dapat dilihat dari sisi waktu yaitu lebih dari dua

semester sejak mahasiswa tersebut mengambil matakuliah skrpsi (Subekti, 2005). Sebagai contoh, mahasiswa angkatan 2000 Pendidikan Ekonomi yang bernama Satoto Purno Setyadi telah menunda penulisan skripsinya selam tiga

tahun. Ia telah mengganti judul skripsinya sebanyak dua kali. Judul pertama yang diajukan berfokus pada kompetensi guru. Kesulitan yang dihadapi terlihat pada

(23)

kemudian ia mengajukan judul baru mengenai Analisis Penilaian Konsumen

Terhadap Kepuasan, studi kasus di Rumah Sakit Halmahera Bandung.

Peneliti tertarik pada judul ini karena sebagian besar mahasiswa masih memiliki rasa malas seperti halnya Satoto sehingga semakin menunda-nunda

penulisan skripsi yang menjadi tanggung jawabnya dan seolah-olah skripsi dipandang sebagai suatu beban. Keberhasilan pendidikan selain tergantung dari

faktor internal yaitu, anak didik itu sendiri, dalam hal ini mahasiswa. Rasa malas yang dimiliki mahasiswa dapat menghambat proses pendidikan. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya rasa malas ini yaitu kesulitan menemukan

metodologi yang sesuai dengan judul skripsi, keinginan untuk mencari pengalaman dalam bekerja seperti yang dialami oleh Satoto.

Menurut dokumen akreditasi Prodi PAK dan PE, lama penulisan skripsi selambat-lambatnya adalah satu tahun atau dua semester setelah mahasiswa mengambil mata kuliah skripsi.

Ada beberapa kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam mengerjakan skripsi (Zamindari (1990) dalam Subekti (2005)) antara lain: kesulitan membagi waktu dan mencurahkan perhatian yang cukup karena adanya pekerjaan lain atau

keluarga (bagi mahasiswa yang sudah bekerja atau berkeluarga); masalah kesehatan; terbatasnya dana untuk operasional skripsi (misalnya untuk kertas,

(24)

(misalnya kurang literatur untuk mendukung dasar teori, kesulitan membuat alat

ukur, langkanya subjek penelitian) dan problem dengan dosen pembimbing. Keterbatasan kognitif yang dimiliki oleh mahasiswa dapat menjadi sebab lamanya penulisan skripsi tersebut. Hal ini akan berpengaruh pada penentuan

judul, mencari literatur yang sesuai, menentukan metodologi penelitian sampai dengan penulisan ide-ide dan gagasan-gagasan yang dapat membuktikan bahwa

skripsi tersebut adalah hasil karya mahasiswa sendiri. Mahasiswa yang mengalami keterbatasan kognitif cenderung merasa “minder” pada teman-teman seangkatannya yang telah lebih dulu lulus ataupun adik kelasnya. Contoh lain,

kejenuhan mahasiswa terhadap proses penulisan skripsi mendorong mahasiswa tersebut melakukan kegiatan diluar kampus yaitu dengan bekerja. Hal yang

melatarbelakangi kegiatan ini adalah pengalaman yang ingin dicari mahasiswa seperti pengalaman memperoleh penghasilan sendiri, pengalaman memperluas interaksi dan relasi serta pengalaman bekerja yang dianggap sebagai latihan.

Ketersediaan dana bisa menjadi penyebab lamanya penulisan skripsi. Hal ini terjadi pada mahasiswa yang mengalami kesulitan dana untuk rental komputer, memperbanyak dan angket penelitian, mencari data penelitian, sampai

mencari sumber penulisan/literatur sebagai landasan teori. Selain itu, penyebab lamanya penulisan skripsi mahasiswa juga disebabkan oleh pola bimbingan

dosen. Kesibukan dosen dapat memperlambat proses penyelesaian skripsi karena kesulitan membuat janji dengan dosen pembimbing. Dosen berperan dalam membantu perkembnagn mahasiswa baik di dalam maupun di luar kelas sehingga

(25)

skripsi masih merasa kesulitan menemui dosen pembimbing untuk konsultasi.

Selain itu, mahasiswa juga membutuhkan motivasi dari dosen pembimbingnya. Di sisi lain, masalah dengan dosen pembimbing juga dapat membuat mahasiswa menjadi takut untuk konsultasi. Sebagai ontoh, peneliti menemukan fenomena

ketika melakukan wawancara dengan responden yaitu, salah satu mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2001 yang mengalami kesulitan saat ingin

melakukan bimbingan dengan dosen. Responden kurang memiliki kesempatan untuk bertemu dengan dosen pembimbingnya karena keengganan dari dosen tersebut untuk diganggu. Hal ini akan membuat proses penulisan skripsi menjadi

tertunda dan semakin lama.

Dari uraian di atas, peneliti ingin meneliti faktor-faktor yang

menyebabkan lamanya penulisan skripsi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

B. Batasan Masalah

Skripsi adalah hasil karya dari kematangan berpikir mahasiswa untuk

menuangkan ide dan gagasannya dalam bentuk tulisan ilmiah. Berbagai persoalan dalam menyelesaikan penulisan skripsi sering dialami oleh mahasiswa.

Persoalan-persoalan tersebut tersebut beraal dari dalam (internal) maupun luar (eksternal) mahasiswa itu sendiri. Sebagai contoh, Sugih Nugroho mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2001 lebih memilih menyibukan dirinya untuk

(26)

skripsinya. Peneliti memilih faktor internal dan ekternal yang menghambat

proses penulisan skripsi karena dari faktor-faktor inilah mahasiswa banyak mengalami kendala dalam menyelesaikan penulisan skripsinya dan menjadi faktor paling penting dan mendesak untuk segera ditemukan solusinya.

Subjek penelitian disini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

yang telah mengambil mata kuliah skripsi dan proses pengerjaannya lebih dari dua semester.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalah yang diambil adalah :

1. Apakah akar masalah internal dari lamanya penulisan skripsi oleh mahasiswa?

2. Apakah akar masalah eksternal dari lamanya penulisan skripsi oleh

mahasiswa?

3. Bagaimana mahasiswa mengatasi masalah internal dalam penulisan skripsi? 4. Bagaimana mahasiswa mengatasi masalah eksternal dalam penulisan skripsi?

5. Apakah rekomendasi yang bisa diusahakan untuk mengatasi masalah yang dialami mahasiswa dalam penulisan skripsi?

Definisi Operasional

1. Skripsi adalah tugas akhir yang harus dibuat oleh mahasiswa setelah menyelesaikan kuliah yang telah ditetapkan oleh Program Studi sebagai salah

(27)

2. Lamanya penulisan skripsi adalah periode yang dibutuhkan oleh seorang

mahasiswa dalam menyelesaikan penulisan skripsi. Dalam hal ini lamanya penulisan skrpsi dibatasi yaitu lebih dari dua semester

3. Masalah internal adalah sebab-sebab masalah yang berasal dari dalam diri

mahasiswa selama proses penulisan skripsi.

4. Masalah eksternal adalah sebab-sebab masalah yang berasal dari luar diri

mahasiswa selama proses penulisan skripsi.

D. Tujuan Penelitian

Penelitian ini dibuat bertujuan untuk :

1. Mendeskripsikan akar masalah internal dari lamanya penulisan skripsi oleh

mahasiswa.

2. Mendeskripsikan akar masalah eksternal dari lamanya penulisan skripsi oleh mahasiswa.

3. Mendeskripsikan cara mahasiswa mengatasi permasalahan internal dalam penulisan skripsi.

4. Mendeskripsikan cara mahasiswa mengatasi masalah eksternal dalam

penulisan skripsi.

5. Memberian rekomendasi atau solusi yang bisa dilakukan oleh mahasiswa

(28)

E. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah :

1. Bagi Fakultas, memberi tambahan pengetahuan dan informasi tentang faktor-faktor penyebab lamanya penulisan skripsi oleh mahasiswa sehingga dapat

mengambil kebijakan mengenai orientasi fakultas bagi mahasiswa.

2. Bagi Program Studi, memberi tambahan pengetahuan dan informasi dan

gambaran tentang faktor-faktor penyebab lamanya penulisan skripsi oleh mahasiswa agar dapat menyikapi permasalahan tersebut.

3. Bagi staf pengajar, memperoleh informasi dan gambaran tentang

faktor-faktor penyebab lamanya penulisan skripsi khususnya di Program Studi Pendidkan Ekonomi dan Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta sehingga dapat merubah pola bimbingan skripsi pada mahasiswa. 4. Bagi mahasiswa, dapat mengetahui dan belajar dari faktor-faktor yang

menyebabkan lamanya penulisan skripsi.

(29)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teori

1. Pendidikan

a. Pengertian Pendidikan

Pendidikan yang dimilki seseorang selain dapa digunakan untyuk

pengembangan dirinya (khususnya intelektual), juga dapat digunakan

untuk kepentingan bersama seperti yang dikemukakan oleh John

Dewey:

“Pengertian pendidikan menurut John Dewey (Idris, 1981:9) adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional kearah sesama manusia.”

Mendidik bukan pekerjaan mudah bagi seorang pendidik. Akan tetapi,

mendidi adalah pekerjaan yang mulia karena mendidik adalah

mengajarkan, memberi pengaruh positif bagi seseorang agar dengan

potensi yang ia miliki mampumendapatkan apa yang ia cita-citakan.

Hal ini sama dengan hal yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara:

“Pengertian mendidik menurut Ki Hajar Dewantora (Idris, 1981:9) adalah menuntun segala kekuatan-kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.”

b. Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan menurut UNESCO (Sardy, 1985:3) adalah sebagai

berikut :

(30)

1) Pendidikan menuju humanisme ilmiah artinya, menjadikan orang

semakin menjunjung tinggi nilai-nilai luhur manusia.

2) Pendidikan harus mengarah pada kreativitas artinya, pendidikan

harus membuat orang menjadi kreatif.

3) Pendidikan harus berorientasi pada keterlibatan sosial artinya,

pendidikan harus mempersiapkan orang untuk hidup berinteraksi

dalam masyarakat secara bertanggung jawab.

4) Pendidikan adalah pembentukan manusia sempurna artinya,

pendidikan bertugas untuk mengembangkan potensi-potensi

individual semaksimal mungkin dalam batas-batas kemampuannya

sehingga terbentuk manusia yang pandai, terampil, jujur, yang tahu

kadar kemampuannya dan batas-batasnya serta kehormatan diri.

c. Prinsip-prinsip Pendidikan

Menurut Brian A. Wren dalam Sardy (1985:153), prinsip-prinsip

pendidikan mempunyai dua masalah pokok yaitu:

1) Tindakan pengetahuan

Pengetahuan dalam arti kesadaran diri. Manusia tidak hanya

mengalami konflik-konflik dalam batinnya tetapi dapat menyebut

dan menganalisisnya serta bisa memecahkannya.

2) Pendidikan sebagai dialog

Pendidikan sebagai dialog artinya usaha guru dan siswa yang

bersama memasalahkannya dan menyelidiki objek pengetahuan

(31)

2. Bimbingan

Bimbingan diperlukan dalam pendidikan karena berbagai masalah

yang dialami oleh peserta didik akan mempengarhi proses belajarnya.

Kemajuan dan keterlambatan proses studi peserta didik tergantung dari

bimbingan yang diberikan oleh guru atau dosen sebagai pembimbingnya.

Oleh karena itu, perlu dikemukakan pentingnya bimbingan itu sendiri.

Pengertian Bimbingan menurut Kurikulum 1975 (Gunawan, 1992:40)

adalah suatu proses bantuan khusus yang diberikan kepada para siswa

dengan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan dan

kenyataan-kenyataan tentang adanya kesulitan yang dihadapi dalam rangka

perkembangannya yang optimal sehingga mereka dapat memahami dan

bertindak serta bersikap dengan keadaan dan tuntutan lingkungan sekolah,

keluarga dan masyarakat.

Pertumbuhan dan perkembangan individu yang tanpa batas sesuai

tuntutan dalam menjalani kehidupannya. Oleh karena itu, bimbingan

diperlukan untuk membantu individu dalam merumuskan masalah serta

dapat memecahkannya sehingga ia dapat menjalani kehidupannya seperti

biasa baik di keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Bimbingan bertujuan agar individu dapat mengatur dan

mengolahdirinya sendiri sehingga mampu mengambil keputusan dalam

rangka memecahkan setiap masalah yang dihadapinya. Berkembangnya

individu juga dapat mempengaruhi lingkungan sekitarnya sehingga

(32)

(1992:41) yaitu Tujuan bimbingan dapat dirumuskan sebagai proses

penemuan diri dan dunianya sehingga dapat memilih, merencanakan,

memutuskan, memecahkan masalah, menyesuaikan secara bijaksana dan

berkembang sepenuh kemampuan dan kesanggupannya serta dapat

mempimpin diri sendiri sehingga individu dapat menikmati kebahagiaan

batin yang sedalam-dalamnya dan produktif bagi lingkungannya.

Jenis-jenis bimbingan menurut Gunawan (1992:41) dapat dibedakan

menjadi tiga yaitu :

a. Bimbingan Pendidikan

Bimbingan pendidikan mempunyai kaitan langsung dengan proses

belajar mengajar. Bantuan yang diberikan kepada anak dalam

bimbingan pendidikan dapat berupa informasi pendidikan, cara belajar

yang efektif, pemilihan jurusan, lanjutan sekolah, mengatasi masalah

belajar, mengembangkan kemampuan dan kesanggupan secara optimal

dalam belajar dan mampu menyesuaikan diri terhadap semua tuntutan

sekolah.

b. Bimbingan Pekerjaan

Bimbingan jabatan adalah proses bantuan terhadap seseorang sehingga

orang tersebut dapat mengerti dan memahami tentang diri pribadinya

dan tentang dunia kerjanya serta mempertemukan keduanya yang

akhirnya dapat mempersiapkan diri memasuki bidang tertentu dan

(33)

c. Bimbingan Pribadi

Bimbingan pribadi memberikan bantuan pada siswa untuk

mengembangkan pribadinya seperti motivasi, persepsi diri, gaya hidup,

perkembangan nilai-nilai moral dan sosial dalam diri, kemampuan

mengerti dan menerima diri dan orang lain serta membantunya untuk

memecahkan masalah-masalah pribadi yang ditemuinya.

3. Sebab-sebab Masalah yang Dihadapi Mahasiswa

Hidup manusia di dunia selalu dihadapkan pada banyak persoalan.

Mahasiswa yang masih dalam proses studinya dihadapkan pula dengan

berbagai persoalan baik yang berhubungan dengan studi maupun yang

berhubungan dengan penyesuaian hidup baik di keluarga maupun

tugas-tugas dan tanggung jawab hidup.

Beberapa masalah tersebut banyak ditentukan oleh faktor pribadi

mahasiswa serta situasi dan kondisi dimana mahasiswa itu berada. Oleh

karena itu, Walgito (1982:68) mengklasifikasikan persoalan-persoalan

yang dihadapi mahasiswa menjadi dua bagian, yaitu :

a. Sebab-sebab yang bersumber dari dalam diri mahasiswa

1) Faktor intelegensi atau kognitif

Intelegensi merupakan faktor yang kadang-kadang menjadi

penghmabat dalam belajar. Apabila taraf intelegensinya tinggi

maka, tugas-tugas yang diberikan akan mampu diselesaikan tepat

(34)

perguruan tinggi akan mampu melihat seberapa jauh intelegensi

seorang mahasiswa dan cocok untuk masuk program studi apa.

2) Masalah studi atau motif

Kebanyakan mahasiswa tidak mempunyai motif yang jelas

memasuki perguruan tinggi. Karena motivasi yang tidak jelas dan

kurang relevan dengan idealisme perguruan tinggi maka, akhirnya

akan menambah beban psikologis dan beban pribadi hal ini juga

berpengaruh pada tugas-tugas yang diberikan oleh dosen dan

Program Studinya yaitu skripsi (Walgito, 1982:69). Akhirnya,

kelulusan pun akan semakin lama karena ada beban moral.

Motivasi juga berpengaruh pada rasa malas. Rasa malas inilah

yang menyebabkan banyak mahasiswa mengerjakan/melakukan

hal-hal yang tidak/kurang sesuai dengan jurusan yang ia ambil

misalnya banyak main, bekerja sampingan dan lain-lain.

3) Masalah kesehatan jasmani

Pada umumnya jasmani yang kurang sehat, alat-alat indera yang

kurang sempurna akan menjadi penghambat dalam belajar.

Masalah-masalah kesehatan yang sering dialami oleh mahasiswa

seperti pendengaran lemah, gangguan penglihatan yang

menyebabkan sering pusing dan mengantuk dan sebagainya.

4) Masalah cara belajar yang efektif

Kebanyakan mahasiswa masih menggunakan cara belajar sewaktu

(35)

sedangkan diluar waktu ujian tidak dimanfaatkan untuk belajar.

Jadi ketika masa ujian tiba, banyak mahasiswa merasa

kebingungan. Apabila hal ini berlangsung hingga semester tingkat

atas, mahasiswa tersebut akan merasa kesulitan dalam penyusunan

skripsi karena kebiasaan membaca yang kurang.

“Cara belajar yang efektif dapat dilihat dari banyak waktu yang

digunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas, membuat jadwal belajar yang teratur, belajar dengan membuat catatan singkat sewaktu kuliah.”(Walgito, 1982:76).

Dari berbagai sebab internal tersebut dapat dirangkum bahwa

sebab internal yang dihadapi mahasiswa adalah kognitif, motivasi,

kesehatan dan cara belajar. Dalam hubungnnya dengan penulisan

skripsi, masalah kognitif berupa prestasi mahasiswa selama kuliah

sampai dengan proses penulisan skripsi serta bagaimana mahasiswa

menggunakan prestasinya tersebut dalam penulisan skripsi; motivasi

dapat berupa pemiihan program studi sewaktu masuk perguruan tinggi,

perasaan melihat teman seangkatan atau adik angkatan yang telah lulus

lebih dulu; masalah kesehatan merupakan salah satu hal penting untuk

melakukan berbagai hal khususnya dalam ini penulisan skripsi;

masalah cara belajar berisi pengaturan waktu antara kesibukan lain

diluar skripsi, frekuensi bimbingan dengan dosen pembimbing selama

(36)

b. Sebab-sebab yang bersumber dari luar diri mahasiswa

1) Sebab-sebab yang berasal dari keluarga atau orang tua

Faktor orang tua / keluarga memegang peranan cukup penting di

dalam menentukan berhasil tidaknya mahasiswa dalam studinya.

Selain itu, keluarga merupakan tumpuan dari pembentukan pribadi

seseorang. Beberapa hal yang akan dibahas mengenai faktor ini

adalah :

a) Cara mendidik orang tua terhadap anak

Orang tua yang kurang memperhatikan pendidikan

anak-anaknya juga kurang memahami kebutuhan belajar sang anak.

Kebutuhan-kebutuhan tersebut seperti kebutuhan biologi,

kebutuhan psikologi maupun sosial jika tidak diperhatikan akan

menghambat proses belajar sang anak.

b) Keadaan ekonomi keluarga

Mahasiswa yang cukup panda akan terhambat proses studinya

apabila mengalami kesulitan dalam keuangan. Disinilah peranan

orang tua dalam mencukupi kebutuhan belajar anaknya. Adanya

beasiswa-beasiswa cukup membantu dalam meringankan beban

keuangan keluarga.

Dalam penelitian ini sumber dana diperoleh dari orang tua atau

mahasiswa yang sudah bekerja. Oleh karena itu pendapatan

orang tua menjadi referensi untuk penelitian ini. Pendapatan

(37)

atau balas jasa atas sumbangan seseorang terhadap proses

produksi (T. Gilarso, 1991). Pendapatan bisa diperoleh dari

pekerjaan pokok ataupun sampingan.

Pendapatan yang diperoleh digunakan untuk memenuhi

kebutuhan hidup keluarga, dari kebutuhan yang paling penting

sampai dengan kebutuhan yang kurang penting. Menurut T.

Gilarso (1991), besarnya jumlah pengeluaran yang diperoleh

dari jumlah pendapatan tergantung dari berbagai hal antara lain :

(1) Besarnya jumlah penghasilan yang masuk.

(2) Besarnya keluarga.

(3) Tingkat harga kebutuhan hidup.

(4) Tingkat pendidikan keluarga.

(5) Lingkungan sosial ekonomi keluarga.

(6) Kebijaksanaan dalam mengelola dan mengendalikan

keuangan keluarga.

Dalam kaitannya dengan pendidikan, pendapatan yang

diperoleh oleh keluarga mempunyai peranan dalam

mengusahakan kelancaran pendidikan bagi anak-anaknya atau

bagi mahasiswa itu sendiri. Anak tidak akan terganggu masalah

pendidikannya apabila biaya pendidikan yang dibutuhkan selalu

ada untuk memenuhinya. Begitu pula dengan skripsi, penulisan

skripsi membutuhkan biaya yang tidak sedikit, mulai dari

(38)

memperbanyak angket penelitian sampai dengan skripsi itu

disetujui. Dana bisa menjadi penyebab lamanya penulisan skripsi

apabila dana yang dibutuhkan kurang sehingga penulisan skripsi

pun tertunda.

2) Sebab-sebab yang berasal dari perguruan tinggi

a) Fasilitas

Kurangnya fasilitas dapat menghambat kelulusan serta kemajuan

proses belajar seperti, buku-buku, alat-alat, kasus-kasus untuk

praktikum dan sebagainya.

b) Hubungan antara mahasiswa dengan dosen

Dosen berfungsi sebagai pembimbing mahasiswa dalam proses

belajar mengajar dan hanya berlangsung di kelas selebihnya

tidak sehingga cenderung tercipta hubungan tertutup. Hubungan

tertutup akan menciptakan gap antara dosen dengan mahasiswa.

Hal ini akan berpengaruh pada sifat dingin dosen sehingga bisa

menyebabkan problema dengan mahasiswa baik di kelas

maupun di luar kelas, baik terhadap satu mahasiswa maupun

dengan kelompok mahasiswa.

c) Waktu dari dosen

Banyak kekecewaan mahasiswa timbul dari tidak tersedinya

waktu dari dosen untuk mahasiswa dalam membantu masalah

(39)

Dari berbagai masalah eksternal diatas, dapat disimpulkan bahwa

sebab eksternal yang dihadapi mahasiswa adalah berasal dari keluarga

(masalah ekonomi dan kondisi keluarga) dan perguruan tinggi (dosen,

fasilitas dan skripsi itu sendiri).

4. Skripsi

Penyusunan skripsi juga merupakan masalah klasikal yang dihadapi

mahasiswa kerana menyangkut hal kelulusan. Skripsi adalah hal penting

yang perlu diperhatikan mahasiswa dan berbagai pihak yang secara tidak

langsung terlibat dalam penyusunannya. Oleh karena itu, seberapa penting

skripsi itu penting bagi mahasiswa akan dibahas lebih lanjut.

“Skripsi adalah sebuah karya ilmiah yang disusun oleh seorang mahasiswa program Sarjana (program S1) dari hasil-hasil penelitiannya atas dasar analisis data primer dan atau data sekunder.” (Djarwanto, 1987:1)

Ciri-ciri skripsi :

a. Harus ada permasalahan.

b. Judul skripsi dipilih sendiri oleh mahasiswa atau ditentukan oleh

pembimbing.

c. Didasarkan pada pengamatan lapangan (data primer) dan atau analisis

data sekunder.

d. Harus ada ketertiban metodologi,

e. Mengungkapkan adanya kenyataan baru atau kenyataan khusus.

f. Dibawah bimbingan berkala dan teratur oleh dosen pembimbing.

(40)

h. Harus cermat dalam tata tulis ilmiah.

i. Harus ada abstraksinya (kurang lebih 200 kata).

j. Diuji di depan panitia.

k. Dapat dipublikasikan.

l. Merupakan syarat untuk menyelesaikan studi Sarjana (program S1).

Tugas penyusunan skripsi sebagai salah satu syarat untuk

menyelesaikan studi sarjana tersebut mempunyai tujuan untuk menilai

kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah

secara ilmiah. Selain itu, untuk mengevaluasi ketrampilan metodologi

penelitian dari mahasiswa.

Skripsi merupakan karya mandiri atau penelitian mandiri dari

mahasiswa, disusun dalam jangka waktu kurang lebih satu semester,

dibawah bimbingan dosen (misalnya dosen golongan III/C keatas) dapat

dibantu seorang pembantu pembimbing. Pembimbing disini hanya

fasilitator. Panitia penguji mengadaan penelitian dalam hal kemandirian

dan cara mempertahankan. Mandiri berarti bahwa perencanaan,

pelaksanaan dan penulisan laporan penelitian ada pada diri seorang

mahasiswa.

5. Kesulitan Mahasiswa dalam Membuat Penelitian

Mahasiswa dalam usahanya memenuhi tuntutan Tri Dharma

perguruannya pada umumnya kurang / belum memiliki kemampuan dalam

(41)

konsekuensi logis dari sistem belajar di perguruan tinggi yang monolog

sehingga mahasiswa hanya mampu mengandalkan abilitas dosen dan

menyebabkan mahasiswa tidak / kurang kreatif dan terampil dalam

merumuskan sesuatu dan merancangkan suatu problem (how to solve).

Kelemahan mahasiswa dalam meneliti dapat dilihat dari berbagai

aspek yaitu :

a. Perencanaan penelitian

Penelitian sebagai suatu kegiatan yang ingin menguji hipoptesis

tertentu terhadap sesuatu permasalahan / gejala, peristiwa yang

mempunyai berbagai tujuan. Oleh karena itu, perlu perencanaan yang

memuat keseluruhan aktivitas seperti, pengumpulan data, pengolahan

data, teknik pengumpulan dan penganalisisan data sampai penyajian

hasil penelitian.

Mahasiswa masih belum mampu merumuskan rencana secara

mendetail sehingga kemampuan abstraksinya masih kurang. Selain itu,

ketajaman analisa dan wawasan pemikiran yang jauh juga dituntut

dalam ber-abstraksi dan merumuskan rencana. Inilah yang tidak

didapat dalam siswa kuliah yang bersifat monolog sehingga

perkembangan nalarnya kurang.

b. Pengumpulan data

Pengumpulan data bisa ditempuh dengan berbagai metode, baik

kuantitatif maupun kualitatif membutuhkan keterampilan dan

(42)

jelas. Dalam hal ini mahasiswa hendaknya memahami konsep-konsep

sosiologi dan kondisi objektif masyarakat yang akan diteliti. Peneliti

harus menyatu dengan objek / masyarakat yang akan diteliti sehingga

sifat objektif itu akan terlihat.

c. Pengolahan data dan penyusunan hasil penelitian

Penyusunan bertitik tolak dari pengolahan data yang masuk.

Pengolahan data mempunyai teknik dan metode yang beragam. Data

kualitatif lebih sulit dirumuskan mengingat faktor subjektif peneliti

ikut lebur. Sedangkan data kuantitatif lebih cenderung objektivitasnya.

Kesulitan mahasiswa dapat dilihat dalam mengolah data statistik

seperti, mentabulasikan data kuantitatif. Pengolahan data menentukan

corak hasil penelitian. Perumusan hasil penelitian amat ditentukan

oleh faktor kejelian peneliti dan harus sesuai dengan konsep

metodologi ilmu pengetahuan. Dalam mengatasi kesulitan-kesulitan

ini mahasiswa tidak terlepas dari campur tangan dosen.

B. Hasil Penelitian yang Relevan

Masalah klasik yang sering dialami mahasiswa adalah penulisan

skripsi. Skripsi adalah salah satu syarat kelulusan untuk jenjang pendidikan S1

dan juga wadah untuk mahasiswa dalam menuangkan seluruh ide dan gagasan

dalam bentuk tulisan ilmiah.

Penelitian terdahulu menurut Utama (2000) dalam Subekti (2005)

(43)

skripsi antara lain: 1) Kesulitan membagi waktu dan mencurahkan perhatian

yang cukup karena adanya pekerjaan lain atau keluarga (bagi mahasiswa yang

sudah berkeluarga); 2) Masalah kesehatan; 3) Terbatasnya dana untuk

operasional skripsi; 4) Hambatan kognitif yang cencerung menimbulkan sikap

negatif mahasiswa terhadap segala proses penulisan skripsi; 5) Masalah yang

berkaitan dengan materi skripsi itu sendiri (kesulitan literatur, alat ukur,

subyek penelitian; 6) Problem dengan dosen pembimbing.

Penelitian Subekti yang berjudul “Faktor-faktor yang Menyebabkan

Kecemasan Dalam Mengerjakan Skripsi Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta” menitikberatkan pada faktor-faktor

yang menyebabkan kecemasan dalam mengerjakan skripsi yaitu yang berasal

dari internal dan eksternal mahasiswa. Faktor internal berupa kepercayaan

diri, motivasi, dan lain-lain. Sedangkan faktor eksternal berupa dukungan

sscial, penolakan sosial, kritikan dari orang lain, beban tugas yang terlalu

berat, dan hal-hal lain yang bersifat mengancam. Penelitian ini menggunakan

metode wawancara terstruktur yaitu dengan menggunakan pedoman

wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah kesulitan yang dialami sebagian

besar mahasiswa yaitu keterbatasan teori, terbatasnya dana, ketidakpercayaan

diri akan hasil, manajemen waktu yang kurang baik, hambatan kognitif

(bingung memilih judul, sulit mengungkapkan ide dan gagasan, merumuskan

permasalahan dalam bentuk karangan ilmiah) dan emosi. Perasaan bingung

juga nampak dalam rasa takut dan khawatir ketika ingin mengambil mata

(44)

seangkatan yang lulus lebih dulu, tuntutan orang tua, kerjasama dengan dosen

pembimbing yang kurang baik dan adanya revisi dari dosen pembimbing yang

terlalu banyak.

C. Kerangka Berpikir

Skripsi adalah hasil karya mahasiswa dalam menuangkan ide, gagasan

serta pengetahuannya dalam bentuk tulisan ilmiah. Karena penulisan skripsi

tidak ditentukan waktunya maka, banyak mahasiswa yang menunda-nunda

penulisan skripsi. Skripsi dipandang penting bagi mahasiswa karena sebagai

syarat kelulusan jenjang S1. Oleh karena itu, mahasiswa harus mampu

menyelesaikan skripsinya.

Berbagai persoalan dalam menyelesaikan skripsi sering dialami oleh

mahasiswa. Persoalan-persoalan tersebut bisa berasal dari dalam (internal)

maupunluar (eksternal) mahasiswa itu sendiri. Faktor internal dan eksternal

dapat menjadi batu sandungan apabila tidak segera diatasi sehingga dapat

menimbulkan dorongan rasa malas untuk menunda skripsi lebih lama lagi.

Oleh karena itu, untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam menyelesaikan

(45)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang

diarahkan untuk memberikan gejala-gejala faktor-faktor atau

kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat mengenai sifat-sifat populasi atau

daerah-daerah tertentu (Zuriah, 2006:47). Dalam penelitian deskriptif

cenderung tidak perlu mencari atau menerangkan saling hubungan dan

menguji hipotesis.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu

prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata lisan

dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.

B. Subjek dan Objek Penelitian

Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Akuntansi

dan Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Sedangkan

objek penelitian ini adalah faktor-faktor penyebab lamanya penulisan skripsi

baik yang berasal dari dalam (internal) maupun dari luar diri mahasiswa

(eksternal).

(46)

C. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang masih

terdaftar di Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Akuntansi

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan sedang dalam proses pengerjaan

skripsi yang lebih dari dua semester. Karakteristik populasi dalam penelitian

ini mempunyai kriteria antara lain :

1. Mahasiswa tersebut masih terdaftar di Program studi Akuntansi dan

Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

2. Mahasiswa sudah mengambil mata kuliah skripsi dan proses

pengerjaannya lebih dari dua semester.

Menurut Zuriah (Suharsimi (1995) dalam Zuriah (2006)), jika peneliti

memilki beberapa ratus subjek dalam populasi maka, peneliti dapat

menentukan lebih kurang 25-30% dari jumlah subjek tersebut. Data

mahasiswa tersebut diambil bulan Februari 2008. Jumlah populasi yang sesuai

dengan karakteristik yang terdapat di Program Studi Pendidikan Ekonomi dan

Pendidikan Akuntansi adalah 25 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Ekonomi

dan 10 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Akuntansi. 35 mahasiswa tersebut

akan diambil sebagai sampel.

D. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

metode wawancara bebas dan kuesioner semi terbuka. Pemilihan metode

(47)

hal yang bersifat umum sampai bersifat khusus. Dalam proses wawancara

identitas subjek juga dipertimbangkan kerahasiaannya.

Wawancara bebas dilakukan agar responden lebih bebas

mengungkapkan jawaban baik yang bersifat umum maupun rahasia.

Kuesioner semi terbuka adalah bentuk kuesioner yang selain menyediakan

jawaban juga meminta jawaban dari responden apabila terdapat jawaban

diluar jawaban yang disediakan.

Tabel I.1 Kisi-kisi kuesioner

No. Faktor-faktor b. perbaikan diri c. rasa ingin tahu d. rasa percaya diri

5, 26, 27, 36 berasal dari dalam (internal)

4. Cara belajar a. waktu

b. sumber belajar

13, 14, 15, 17, 18 16

1. Keluarga

a. Ekonomi keluarga (dana) b. Kondisi/suasana keluarga

19, 20, 21 22, 23, 24 2.

Sebab-sebab masalah yang berasal dari luar (eksternal)

2. Perguruan tinggi a. Dosen

b. Aturan penyusunan skripsi c. Fasilitas

(48)

Validitas instrumen yang digunakan adalah Validitas Kontruksi

(contruct validity) dan Validitas Isi (content validity). Untuk menguji Validitas

Konstruksi, maka dapat digunakan pendapat dari ahli (judgment expert).

Dalam hal ini setelah instrumen dikonstruksikan tentang aspek-aspek yang

akan diukur dengan berlandaskan teori tertentu maka, selanjutnya

dikonsultasikan dengan ahli yang minimal tiga orang (bergelar doktor) sesuai

dengan lingkup yang diteliti. Setelah itu, diujicobakan pada populasi yang

diambil yaitu sekitar 30 orang. Selanjutnya, data dikorelasikan antar skor item

menggunakan bantuan komputer.

Validitas Isi digunakan untuk mengukur efektifitas pelaksanaan

program yang dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instumen

dengan isi atau rancangan yang telah ditetapkan. Setelah dikonsultasikan

dengan ahli dan diujicobakan, selanjutnya menghitung korelasi antara skor

butir instrumen dengan skor total atau dengan mencari pembeda skor tiap item

(jawaban tinggi dan jawaban rendah). Jumlah kelompok skor tinggi diambil

27% dan kelompok skor rendah diambil 27% dari sampel uji coba (Sugiyono,

2000:271).

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Domain. Analisis

Domain digunakan biasanya untuk memperoleh gambaran atau pengertian

yang bersifat umum dan relatif menyeluruh tentang apa yang tercakup disuatu

(49)

Analisis Domain menggunakan lembar kerja dengan memasukkan

kategori/simbol/istilah yang tercakup dalam suatu domain kemudian

menyatakan pola atau tipa hubungan antar kategori atau simbol tersebut. Hasil

dari analisis ini adalah bersifat umum dari kategori atau simbol yang

ditentukan kemudian dibuat kesimpulan.

F. Teknik Keabsahan Data

Teknik keabsahan data dilakukan dengan :

1. Memilih subjek yang mau diajak bekerjasama.

2. Mencatat bebas hal-hal penting seperti nama responden yang dihasasikan,

lama penulisan skripsi, waktu dan tempat wawancara.

3. Hasil wawancara kemudian diolah dengan menggunakan lember kerja lalu

memasukkan semua kategori / istilah / pengertian yang mempunyai

hubungan dengan objek penelitian kemudian memberi kesimpulan dari

setiap hubungan. Dari hasil pengolahan data tersebut kemudian diberikan

kepada subyek penelitian untuk diperbaiki apabila terjadi kekeliruan dan

ditambahkan apabila ada yang kurang. Hasil dari crosschek data adalah

tidak adanya penambahan data dari hasil yang diperoleh sebelumnya.

4. Mendokumentasikan kembali proses pengumpulan data dan strategi

analisisnya.

5. Melihat penelitian terhadulu untuk perbaikan penelitian sendiri.

6. Mengecek kembali hasil-hasil yang didapat untuk mencegah adanya

(50)

BAB IV

DESKRIPSI, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

Responden dalam penelitian ini sebannyak 35 orang. Berdasarkan data yang

telah diperoleh, peneliti mengklasifikasikan data tersebut menjadi dua yaitu,

faktor internal dan faktor eksternal yang menjadi penyebab lamanya penulisan

skripsi oleh mahasiswa.

1. Faktor-faktor dari dalam diri mahasiswa (faktor internal)

a. Prestasi

1) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai prestasi selama kuliah

adalah

a) 11 % menjawab menurun.

b) 28 % menjawab terus meningkat.

c) 61 % menjawab stabil, naik turun, tetap, sedang-sedang saja,

rata-rata, lumayan, tidak stabil.

Diagram 1 Prestasi Selama Kuliah

PRESTASI SELAM A KULIAH

11%

28% 61%

A B C

Rata-rata prestasi mahasiswa yang sedang mengerjakan proses

penulisan skripsi adalah stabil, tetap, stagnan. Hal ini menggambarkan

(51)

bahwa prestasi mahasiswa cukup baik selama kuliah meskipun belum

memuaskan.

2) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai pendapat orang lain

tentang prestasinya adalah

a) 50 % menjawab bangga terhadap anda.

b) 11 % menjawab kurang peduli.

c) 39 % menjawab biasa saja, sedikit puas.

Diagram 2 Pendapat tentang Prestasi

PENDAPAT TENTANG PRESTASI M AHASISWA

50% 11%

39% A

B C

Pendapat orang lain mengenai prestasi mahasiswa sebagian

besar menjawab bangga terhadap mahasiswa selama kuliah.

3) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai usaha untuk berprestasi

adalah

a) 89 % menjawab belajar lebih giat lagi akan banyak hal.

b) 11 % menjawab menerapkan cara lama dalam belajar.

c) 0%.

Diagram 3 Usaha untuk Prestasi

USAHA UNTUK BERPRESTASI

89% 11% 0%

(52)

Sebagian besar mahasiswa akan lebih giat belajar untuk meningkatkan

prestasinya.

4) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai dukungan prestasi

terhadap skripsi adalah

a) 67% menjawab lebih memotivasi untuk menyelesaikan skripsi.

b) 22 % menjawab lebih rajin mencari bahan dan melakukan

bimbingan.

c) 11 % menjawab malas, bisa memberikan kemampuan dalam

penulisan skripsi.

Diagram 4 Dukungan terhadap Prestasi

DUKUNGAN TERHADAP SKRIPSI

67% 22%

11%

A B C

Prestasi yang dimiliki mahasiswa akan lebih memotivasi mahasiswa

dalam proses penulisan skripsi.

Dari variabel prestasi dapat disimpulkan bahwa mahasiswa hanya

berusaha untuk mengaktualisasikan dirinya terahadap pengakuan dari

orang lain.

Analisis Faktor

Lihat lampiran 1.

(53)

Diagram 5 Prestasi

Belajar lebih giat

Termotivasi untuk selesai

Dari hasil analisis dan diagram faktor di atas, diperoleh jawaban yang

beragam dari item prestasi kuliah, sedangkan item yang kurang

mempengaruhi dapat dilihat dari item usaha mahasiswa untuk berprestasi.

Item mengenai prestasi selama kuliah berisi jawaban seperti menurun,

terus meningkat, stabil, naik turun, tetap, sedang-sedang saja, rata-rata,

lumayan, tidak stabil. Hal ini menggambarkan bahwa prestasi sebagian

besar mahasiswa adalah stabil dan belum menunjukkan perbedaan yang

signifikan pada tiap semesternya. Sedangkan item usaha untuk berprestasi

menggambarkan bahwa mahasiswa ingin lebih berprestasi dalam berbagai

(54)

b Motivasi

1). Keuletan

a) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai usaha yang

dilakukan ketika diberi tugas dan diminta untuk

menyelesaikannya sesuai dead line adalah

(1) 72 % menjawab segera mengerjakannya meski masih lama.

(2) 22 % menjawab menunda tugas hingga mendekati dead line.

(3) 6 % menjawab mencari waktu luang dan dikerjakan dengan

santai.

Diagram 6 Usaha untuk Tugas

USAHA UNTUK TUGAS

72% 22%

6%

A B C

Berdasarkan data diatas nampak bahwa 72% mahasiswa menjawab

akan segera menyelesaikan tugasnya meskipun masih lama.

b) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai usaha yang

dilakukan ketika tidak bertemu dengan dosen untuk bimbingan

adalah

(1) 66% menjawab menunggu.

(2) 28% menjawa pulang.

(55)

Diagram 7 Usaha untuk Bimbingan

USAHA UNTUK BIM BINGAN

66% 28%

6%

A B C

Mahasiswa sabar menunggu dosen ketika akan melakukan

bimbingan.

c) Jawaban yang diberikan mahasiswa tentang kesulitan yang dialami

selama bimbingan adalah

(1) 61% menjawab kesulitan menemui dosen.

(2) 39% menjawab revisi.

(3) 0%

Diagram 8 Kesulitan Bimbingan

KESULITAN BIM BINGAN

61% 39%

0%

A B C

Mahasiswa mengalami kesulitan menemui dosen selama

melakukan bimbingan.

d) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai usaha yang

dilakukan apabila menerima revisi yang banyak adalah

(1) 17% menjawab menunda skripsi

(56)

(3) 22% langsung mengerjakan dan mencari bahan-bahan yang

direvisi serta langsung dikonsultasikan agar mendapat jawaban

yang benar, mencari bahan, membenahi sampai benar seperti

yang diinginkan dosen setelah itu bimbingan lagi.

Diagram 9 Usaha untuk Revisi

USAHA UNTUK REVISI YANG BANYAK

17%

61% 22%

A B C

Dari data di atas terlihat bahwa 61% mahasiswa segera melakukan

crosscheck bimbingan dengan dosen ketika menerima revisi yang

banyak.

Ketekunan mengerjakan revisi yang banyak dan kesabaran

menunggu dosen mahasiswa nampak pada variabel keuletan.

Analisis Faktor

Lihat lampiran2a tentang keuletan.

(57)

Diagram 10 Keuletan

Fa ktor Inte rnal: Keuleta n

%

Segera bimbingan dengan Dosen Menemui Dosen

Menunggu Dosen

Segera mengerjakan tugas

Keuletan

Berdasarkan analisis dan diagram faktor diatas nampak item

yang sangat berperan dan item yang kurang berperan dalam

keuletan. Item yang berperan dalam keuletan adalah item usaha

untuk revisi yang jawabannya seperti menunda skripsi, lebih sering

bimbingan dengan dosen, langsung mengerjakan dan mencari

bahan-bahan yang direvisi serta langsung dikonsultasikan agar

mendapat jawban yang benar, mencari bahan dimana-mana,

membenahi sampai benar seperti yang diinginkan dosen setelah itu

bimbingan lagi. Sedangkan item yang kurang berperan dalam

keuletan adalah item kesulitan selama bimbingan, seperti kesulitan

menemui dosen dan kesulitan revisi. Mahasiswa akan segera

(58)

dengan dosen. Oleh karena itu, mahasiswa akan sering melakukan

bimbingan. Selama melakukan bimbingan, mahasiswa mengalami

kesulitan dalam menemui dosen dan lebih memilih menunggu

sebagai bentuk keuletan mahasiswa.

2). Perbaikan Diri

a) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai sikap apabila

kurang berprestasi adalah

(1) 72 % menjawab lebih giat belajar untuk menjadi orang yang

berprestasi

(2) 17 % menjawab acuh tak acuh

(3) 11 % menjawab rajin, sebenarnya ingin lebih giat tetapi malas.

Diagram 11 Usaha Kurang Berprestasi

KURANG BERPRESTASI

72% 17%

11%

A B C

Berdasarkan data diatas, 72% mahasiswa memilih untuk lebih giat

belajar apabila merasa kurang berprestasi.

b) Jawaban yang diberikan mahasiswa tentang sikap apabila

mengetahui teman lebih berprestasi adalah

(1) 83 % menjawab lebih termotivasi untuk berprestasi.

(59)

(3) 11% menjawab ikut senang dan memotivasi untuk berprestasi.

Diagram 12 Prestasi Teman

TEM AN BERPRESTASI

83%

6%11% A

B C

Berdasarkan data di atas, 83% mahasiswa memperoleh motivasi

dari teman yang lebih berprestasi.

Mahasiswa melakukan perbaikan diri apabila merasa kurang

dalam prestasi dan dorongan eksternal dari teman.

Analisis Faktor

Lihat lampiran 2b tentang perbaikan diri.

Dari kedua item perbaikan diri nampak dalam diagram berikut ini

Diagram 13 Perbaikan Diri

PERBAIKAN DIRI

Faktor Internal: Perbaikan Diri

(60)

Perbaikan diri Sintesa

Lebih memotivasi Lebih giat belajar

Perbaikan diri

Segera memperbaiki diri dari dorongan teman

Berdasarkan analisis faktor di atas dapat disimpulkan bahwa

terdapat kesamaan jawaban antara dua item tentang sikap yang akan

diambil apabila kurang berprestasi dan melihat temannya lebih

berprestasi. Akan tetapi, item yang lebih berperan dalam variabel

perbaikan diri adalah sikap mahasiswa apabila kurang berprestsi.

Jawaban atas sikap mengenai mahasiswa kurang berprestasi adalah

lebih giat belajar untuk menjadi berprestasi, bersikap acuh tak acuh,

rajin, ingin lebih giat tetapi malas. Sedangkan untuk sikap melihat

teman lebih berprestasi adalah termotivasi untuk berperstasi, acuh tak

acuh, ikut senang dan memotivasi untuk berprestasi. Analisis ini

menggambarkan bahwa sebagian besar mahasiswa ingin lebih

menginstropeksi diri sejauh mana prestasinya selama ini. Hal ini juga

didorong oleh faktor dari luar seperti prestasi teman yang lebih

memotivasi untuk berprestasi (motivasi eksternal).

3). Rasa Percaya Diri

a) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai perasaan ketika

akan melakukan bimbingan adalah

(61)

(2) 45% menjawab takut.

(3) 22 % menjawab grogi, persiapan lebih baik, biasa.

Diagram 14 Perasaan ketika Bimbingan

PERASAAN KETIKA BIM BINGAN

33%

45% 22%

A B C

Mahasiswa memiliki rasa percaya diri yang kurang karena ada rasa

takut.

b) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai perasaan terhadap

usaha yang telah dilakukan adalah

1). 72 % menjawab merasa puas

2). 6 % menjawab kecewa

3). 22 % menjawab kurang puas, sedikit puas, tidak pernah puas

karena ingin lebih baik, biasa saja.

Diagram 15 Perasaan terhadap Usaha

PERASAAN TERHADAP USAHA

72% 6%

22%

A

B

C

Berdasarkan data di atas 72% mahasiswa merasa puas dengan hasil

(62)

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa mahasiswa

memiliki rasa percaya diri yang kurang dan merasa cukup puas

dengan hasil yang telah dicapai.

Analisis faktor

Lihat lampiran 2c tentang rasa percaya diri.

Dari kedua item percaya dirinampak dalam diagram berikut ini

Diagram 16 Percaya Diri

PERCAYA DIRI

Faktor Internal: Percaya Diri

%

Sintesa Kurang percaya diri & merasa cukup puas dengan hasil Percaya diri

Berdasarkan analisis faktor diatas dapat disimpulkan bahwa

dua item tersebut sama-sama mempengaruhi variable rasa percaya

diri. Rasa percaya diri sebagian besar mahasiswa yang

mempengaruhi adalah ketika akan bimbingan adalah, tenang,

(63)

percaya diri mahasiswa yang kurang mempengaruhi tampak pada

item usaha yang telah dilakukan seperti merasa puas, kecewa,

kurang puas, sedikit puas, tidak pernah puas karena ingin lebih

baik, biasa saja.

4). Rasa Ingin Tahu

Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai motivasi yang

mendorong masuk program studi ini adalah

1). 78 % menjawab ingin menjadi ahli di bidang yang dipilih.

2). 11 % menjawab ikut-ikutan teman.

3). 11 % menjawab tidak tahu, disuruh orang tua.

Diagram 17 Motivasi Masuk Program Studi

M OTIVASI M ASUK PRODI

78%

11% 11% A

B

C

Keinginan menjadi ahli di bidang yang dipilih menjadi tujuan

mahasiswa selama kuliah.

Mahasiswa memiliki rasa ingin tahu yang jelas untuk masuk

(64)

Analisis faktor

Lihat lampiran 2d tentang rasa ingin tahu.

Dari item rasa ingin tahu nampak dalam diagram berikut ini

Diagram 18 Rasa Ingin Tahu

RASA INGIN TAHU

Faktor Internal: Rasa Ingin Tahu

%

motivasi masuk program studi: menjadi ahli di bidangnya

Ingin menjadi ahli

Sintesa Motivasi di prodi jelas Rasa ingin tahu

Rasa ingin tahu

Berdasarkan analisis dan diagram faktor diatas disimpulkan

bahwa motivasi mahasiswa masuk program studi adalah ingin

menjadi ahli di bidang yang dipilihnya. Mahasiswa memiliki rasa

(65)

Rangkuman

Diagram 19 Motivasi

MOTIVASI

keuletan perbaikan diri percaya diri rasa ingin tahu

Faktor Internal: Motivasi

%

Perbaikan diri

Lebih giat belajar

Lebih memotivasi

Segera memperbaiki diri dari dorongan

teman Motivasi

Sintesa Motivasi

Mahasiswa ulet, sabar, tekun

Segera bimbingan dengan Dosen Menemui Dosen

Menunggu Dosen

Segera mengerjakan tugas

Keuletan

Kurang percaya diri & merasa cukup puas dengan hasil

Merasa puas Merasa takut Percaya diri

Motivasi di prodi jelas Ingin menjadi

ahli Rasa ingin tahu

Mahasiswa kurang percaya diri dalam menghadapi

tantangan. Keuletan terjadi karena sifat dependensi pada dosen yang memberi arahan sehingga mahasiswa cenderung untuk menunggu, mahasiswa kurang berani mengeluarkan ide & gagasan baru untuk skripsinya

Berdasarkan diagram di atas nampak bahwa item perbaikan diri

terlihat menonjol yaitu sebesar 83% mahasiswa menunjukan perbaikan

diri ketika melihat teman lebih berprestasi. Sedangkan item yang kurang

(66)

rasa percaya diri yang kurang. Perbaikan diri mahasiswa juga didukung

oleh rasa ingin tahu mahasiswa yang cukup besar untuk menjadi ahli

dibidang yang ditekuninya 78% serta keuletan dalam mengerjakan tugas

yang diberikan 72%. Akan tetapi, mahasiswa merasa cukup puas dengan

apa yang telah dikerjakannya 45% sehingga tidak nampak daya juang

untuk hasil yang lebih besar.

c Kesehatan

1) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai gannguan kesehatan

yang dialami selama kuliah adalah

a) 83 % menjawab penyakit ringan seperti sakit kepala,flu, dsb.

b) 0 % menjawab gangguan kesehatan

c) 17 % menjawab stress, malas, tidak sakit.

Diagram 20 Penyakit yang Dialami

PENYAKIT YANG DIALAM I

83%

0%17% A

B C

Mahasiswa sering mengalami penyakit berkala seperti batuk, sakit

kepala, dsb yang mudah diatasi.

2) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai usaha untuk mengatasi

gangguan kesehatan adalah

(67)

b) 55 % menjawab menunda skripsi untuk sementara waktu.

c) 6 % menjawab banyak istirahat tanpa melupakan skripsi.

Diagram 21 Usaha Mengatasi Penyakit

USAHA M ENGATASI

Berdasarkan data di atas 55% mahasiswa memilih menunda penulisan

skripsi sebagai usaha untuk mengatasi penyakit yang dialami.

Mahasiswa bersikap untuk memafkan dirinya sendiri (excuse)

hingga menunda penulisan skripsi. Mahasiswa kurang memiliki daya

juang untuk segera menyelesaikan skripsinya.

Analisis faktor

Lihat lampiran3 tentang kesehatan.

Dari item kesehatan nampak dalam diagram berikut ini

Diagram 22 Kesehatan

(68)

Mudah :”excuse” / memaafkan diri karena masalah sepele sehingga kurang daya juang Kesehatan

Sintesa

Menunda skripsi Penyakit berkala yang dialami Kesehatan

Analisis dan diagram faktor di atas menggambarkan bahwa

ganguan kesehatan yang dialami mahasiswa selama kuliah adalah

penyakit berkala seperti flu, sakit kepala, dsb (83%). Selain itu, 17%

mahasiswa mengalami stress dan rasa malas. Sedangkan usaha yang

dilakukan mahasiswa untuk mengatasi gangguan kesehatan adalah

terus menyelesaikan skripsi, menunda skripsi untuk sementara waktu,

banyak istirahat tanpa melupakan skripsi.

d Cara Belajar

1). Waktu

a) Jawaban yang diberikan mengenai kesibukan diluar kampus adalah

(1) 22% menjawab bekerja

(2) 28% menjawab mengurus keluarga

(3) 50% menjawab di rumah bantu orang tua, main, ikut

Gambar

Tabel I.1 Kisi-kisi Kuesioner……………………………………             27
Tabel I.1 Kisi-kisi kuesioner

Referensi

Dokumen terkait

Prestasi belajar mahasiswa dipengaruhi oleh banyak faktor yang berasal dari diri individu (internal) dan faktor dari luar (eksternal) (Purwanto, 2006). Sebagai deskripsi awal

Faktor eksternal, berdasarkan hasil wawancara dan observasi dapat diperoleh beberapa penyebab kesalahan berbahasa siswa dalam penulisan teks deskripsi yang berasal dari luar

Namun hal-hal tersebut merupakan faktor penyebab yang bersifat hanya dari diri si pelaku, sedangkan faktor yang berasal dari luar diri si pelaku juga ada seperti masih

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI Faktor Penyebab Korupsi 27 FAKTOR EKSTERNAL, PEMICU PERILAKU KORUP YANG DISEBABKAN OLEH FAKTOR DI LUAR DIRI PELAKU. 

sebuah ide memerlukan adanya stimulan yang berasal dari dalam diri Moel (faktor.. internal) dan dari luar diri (faktor

Faktor penyebab munculnya perilaku agresif pada anak disebabkan oleh 2 faktor utama yaitu (1) faktor internal atau faktor yang berasal dari dalam diri anak

Faktor-faktor yang mempengaruhi minat terdiri dari faktor (internal) yang berasal dari dalam dan faktor (eksternal) yang berasal dari luar (Sudarsana, 2014).. Teori

2 Faktor tekanan dari luar diri siswa faktor eksternal Faktor eksternal yang dapat menjadi penyebab stres menurut Jacqueline Akitson Budiyanto, 1995 adalah segala yang berasal dari