SKRIPSI
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB LAMANYA PENULISAN
SKRIPSI OLEH MAHASISWA
Studi Kasus: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sanata Dharma
Disusun oleh :
Yustinus Hadi Rinoto
031324014
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB LAMANYA PENULISAN
SKRIPSI OLEH MAHASISWA
Studi Kasus: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sanata Dharma
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Ekonomi
Disusun oleh:
Yustinus Hadi Rinoto
031324014
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
HALAMAN MOTTO
“ Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil!
Karena Bapamu telah berkenan memberikan Kerajaan itu ”
(Lukas 12:32)
HALAMAN PERSEMBAHAN
Thanks a lot to my Almighty
In the name of Father, Son and Holy Spirit Amin
Skripsi ini penulis persembahkan untuk Bapak, Ibu dan adik-adikku tercinta serta rekan-rekan mahasiswa yang masih berjuang mengerjakan skripsi
ABSTRAK
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB LAMANYA PENULISAN
SKRIPSI OLEH MAHASISWA
Yustinus Hadi Rinoto
Pendidikan Ekonomi
Universitas Sanata Dharma
2008
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) akar masalah internal selama proses penulisan skripsi; 2) akar masalah eksternal selama proses penulisan skrips; 3) cara mngatasi masalah internal selama proses penulisan skripsi; 4) cara mengatasi masalah eksternal selama proses penulisan skripsi; 5) rekomendasi untuk mengatasi masalah internal dan eksternal.
Penelitian ini merupakan penelitian deskripsitf kualitatif yang dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Ekonom dan Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma terhadap 35 orang mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Akuntansi dan Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Sedangkan objek penelitian ini adalah faktor-faktor penyebab lamanya penulisan skripsi baik yang berasal dari dalam (internal) maupun dari luar diri mahasiswa (eksternal). Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner semi terbuka dan wawancara terbuka. Sedangkan untuk keabsahan data, peneliti menggunakan Analisis Domain yang membuat kesimpulan secara umum dari suatu masalah.
Hasil dari penelitian ini adalah: 1) kurangnya motivasi mahasiswa terhadap skripsi sehingga meyebabkan proses penulisan skripsi menjadi lama; 2) cara pandang mahasiswa yang salah terhadap skripsi sehingga mahasiswa bersikap sangat bergantung (dependensi) pada faktor eksternal seperti dosen, dan perpustakaan; 3) usaha yang dilakukan mahasiswa belum tepat sasaran dalam mengatasi masalah internal; 4) usaha yang dilakukan mahasiswa kurang efektif; 5) rekomendasi untuk masalah internal adalah bersikap berani, bersikap mandiri, berpikir positif, tanamkan rasa tanggung jawab dan dedikasi. Sedangkan untuk masalah eksternal adalah ciptakan hubungan baik antara dosen dan mahasiswa, tumbuhkan minat baca dalam diri mahasiswa, dan optimalkan fasilitas perguruan tinggi.
ABSTRACT
FACTORS CAUSING THE DURATION OF WRITING MINITHESIS OF STUDENTS
Yustinus Hadi Rinoto Department of Economy Sanata Dharma University
2008
This research aims to describe: 1) the root of internal problems of writing the minithesis; 2) the root of external problems of writing minithesis; 3) how to overcome the internal problem of writing minithesis; 4) how to overcome the external problems of writing minithesis; 5) the recommendation for overcoming both internal and external problems.
This research is a descriptive qualitative research that was conducted in the Department of Economy and Accounting, Faculty of Education, Sanata Dharma University Yogyakarta. The subjects of this research were 35 students of Accounting and Economy, Faculty of Education, Sanata Dharma University Yogyakarta. The objects of this research were the factors causing the duration of writing minithesis either from internal or external factors of students. The instruments of this research were semi-opened questionnaire and opened questionnaire. In addition for the data validity, the researcher used domain analysis that made general conclusion from a problem.
The results of this research are: 1) the lack of motivation of students to finish minithesis, which causes the process of writing become longer; 2) wrong students’ perseption to minithesis which makes the students depend on the supervisor and library as external factors; 3) the inappropriate efforts of students in overcoming the internal problem; 4) the students lack of effective efforts; 5) the recommendation for overcoming internal problems are the students should have high self confidence, responsibility and high dedication, positive thinking and should not to be afraid, while the recommendation for overcoming the external problems are the students should create good relationship between lecturer (supervisor) and students, encourage the students themselves to read a lot and make use of university’s facilities as well as possible.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala karunia, talenta, berkat, cinta yang telah diberikan selama proses penulisan skripsi
ini. Skripsi yang berjudul “Faktor-faktor Penyebab Lamanya Penulisan Skripsi oleh Mahasiswa. Studi kasus: Mahasiswa Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan
Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unversitas Sanata Dharma” ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana (S1).
Skripsi ini dibuat atas bantuan banyak pihak. Oleh karena itu, penulis
ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D selaku Dekan Fakultas Keguruan fdan
Ilmu Pendidikan Unversitas Sanata Dharma
2. Bapak Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Unversitas Sanata Dharma
3. Bapak Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi yang telah memberikan dukungan dan bantuan moril untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini.
4. Ibu E. Catur Rismiati, S.Pd., MA. selaku Dosen Pembimbing I yang telah dengan sabar mengajarkan penulis dalam menulis skripsi dan memberikan
dukungan moril dan sprituil dalam penulisan skripsi ini. thanx a lot mom...
5. Bapak Yohanes Maria Vianey Mudayen, S.Pd selaku Dosen Pembimbing II yang telah membantu penulis dalam mengerjakan penulisan skripsi ini.
6. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si selaku Dosen Penguji yang telah berkenan
memberikan masukan bagi perkembangan skripsi ini.
7. Seluruh Dosen Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma yang telah mengajarkan penulis banyak hal selama kuliah hingga proses penulisan
skripsi.
8. Seluruh karyawan dan staf Universitas Sanata Dharma khususnya Sekretariat
Pendidikan Ekonomi (mbak Titin) dan Perpustakaan yang telah membantu penulis selama kuliah hingga proses penulisan skripsi.
9. Keluarga penulis, Bapak, Ibu, Erik, Dimas yang telah memberikan dukungan
penuh baik moril, materiil dan spirituil bagi penulis selama ini. maaf kalo belum bisa balas dengan apa-apa...
10. Keluarga Pakdhe, Budhe, mas Nanang, mas Heru, mba Watik yang telah memberikan senyuman dan tangisan bagi penulis selama ini. thanx a lot...
11. Rekan-rekan penulis yaitu, Anang (u r the best!!), Asti, Heri, Wayah, Romo
Fredy, Urbanus, Lius (pa kabar lo?), Istadi (ayo bung!!), Bona and the crew
(ngenteni opo cah?), Romo Harto (trims untuk doanya), Romo Hiro, Ike, Evi, dll yang telah banyak memberikan cerita indah bagi penulis serta rekan-rekan
mahasiswa yang telah bersedia menjadi responden bagi penulis.
12. Teman-teman Mudika St. Georguis Nyamplung yang memberikan banyak
kisah senang dan sedih untuk tetap setia memuji Dia. ayo podho tangi&!jangan lupa doa yo cah!!
13. My SuFit yang telah bersedia mengantar penulis kemana saja (kau memang
supra fit sejati hihihi...)
14. Adekku, yang pernah ada dan selalu ada serta telah memberikan dukungan
moril, materiil dan spirituil bagi penulis.
15. Semua pihak yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan skripsi ini dan tidak bisa disebutkan satu per satu.
Akhirnya, penulis mengucapkan maaf bila tedapat kesalahan dalam penulisan skripsi ini dan penulis berharap agar skripsi ini bermanfaat bagi banyak
pihak.
Penulis
Yustinus Hadi Rinoto
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii
HALAMAN PENGESAHAN... iii
HALAMAN MOTTO………... iv
HALAMAN PERSEMBAHAN... v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA... vi
ABSTRAK... vii
ABSTRACT... viii
KATA PENGANTAR... ix
DAFTAR ISI... xii
DAFTAR DIAGRAM... xv
DAFTAR LAMPIRAN... xvii
DAFTAR TABEL... xviii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1
B. Batasan Masalah... 5
C. Rumusan Masalah... 6
D. Tujuan Penelitian... 7
E. Manfaat Penelitian... 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori... 9
1. Pendidikan... 9
2. Bimbingan... 11
3. Sebab-sebab Masalah yang Dihadapi Mahasiswa... 13
4. Skripsi... 19
5. Kesulitan Mahasiswa dalam Membuat Penelitian... 20
B. Hasil Penelitian yang Relevan ... 22
C. Kerangka Berpikir... 24
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian... 25
B. Subjek dan Objek Penelitian... 25
C. Populasi dan Sampel... 26
D. Metode Pengumpulan Data ... 26
E. Teknik Analisis Data... 28
F. Teknik Keabsahan Data... 29
BAB IV DESKRIPSI, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data... 30
1. Faktor Internal ... 30
2. Faktor Eksternal ... 56
B. Analisis Data... 73
1. Akar Masalah Internal... 73
2. Akar Masalah Eksternal... 75
3. Cara Mengatasi Masalah Internal... 77
4. Cara Mengatasi Masalah Eksternal... 78
5. Rekomendasi Usaha untuk Mengatasi Kedua Masalah... 80
C. Pembahasan... 86
1. Akar Masalah Internal... 86
2. Akar Masalah Eksternal... 93
3. Cara Mengatasi Masalah Internal... 98
4. Cara Mengatasi Masalah Eksternal... 100
5. Rekomendasi Usaha untuk Mengatasi Kedua Masalah ... 101
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan... 107
B. Saran... 109
C. Keterbatasan Penelitian... 109
DAFTAR PUSTAKA... 111
LAMPIRAN... 113
DAFTAR DIAGRAM
Diagram 1 Prestasi Selama Kuliah……….... 30
Diagram 2 Pendapat Tentang Prestasi……….. 31
Diagram 3 Usaha Terhadap Prestasi ……..……… 31
Diagram 4 Dukungan untuk Prestasi……… 32
Diagram 5 Prestasi ………... 33
Diagram 6 Usaha untuk Tugas………. 34
Diagram 7 Usaha untuk Bimbingan………. 35
Diagram 8 Kesulitan Bimbingan……….. 35
Diagram 9 Usaha untuk Revisi………... 36
Diagram 10 Keuletan……….... 37
Diagram 11 Usaha Kurang Berprestasi……….... 38
Diagram 12 Prestasi Teman……… 39
Diagram 13 Perbaikan Diri……… 39
Diagram 14 Perasaan Ketika Bimbingan……… 41
Diagram 15 Perasaan Terhadap Usaha……… 41
Diagram 16 Percaya Diri……… 42
Diagram 17 Motivasi Masuk Program Studi……….. 43
Diagram 18 Rasa Ingin Tahu………. 44
Diagram 19 Motivasi……….. 45
Diagram 20 Penyakit yang Dialami……… 46
Diagram 21 Usaha Mengatasi Penyakit……….. 47
Diagram 22 Kesehatan……… 47
Diagram 23 Kesibukan Lain……….. 49
Diagram 24 Peran Kesibukan………. 49
Diagram 25 Pembagian Waktu……… 50
Diagram 26 Cara Belajar……… 51
Diagram 27 Frekuensi Bimbingan……….. 51
Diagram 28 Waktu………. 52
Diagram 29 Cara Mengerjakan Skripsi……….. 53
Diagram 30 Sumber Belajar……… 54
Diagram 31 Cara Belajar……… 55
Diagram 32 Sumber Dana………... 56
Diagram 33 Usaha Mencukupi Dana………. 57
Diagram 34 Rata-rata Besar Dana……….. 57
Diagram 35 Dana………... 58
Diagram 36 Peran Orang Tua ……… 59
Diagram 37 Kondisi Keluarga ………... 59
Diagram 38 Usaha untuk Mengerjakan……….. 60
Diagram 39 Kondisi Keluarga……… 61
Diagram 40 Keluarga ……… 62
Diagram 41 Hubungan dengan Dosen……… 63
Diagram 42 Usaha Mengatur Jadwal Bimbingan………... 63
Diagram 43 Sikap bila Bermasalah dengan Dosen……… 64
Diagram 44 Sikap Dosen yang Diinginkan……… 64
Diagram 45 Sikap Dosen yang tidak Disukai ……… 65
Diagram 46 Dosen……….. 66
Diagram 47 Frekuensi Mengganti Judul ………..………….. 67
Diagram 48 Letak Kesulitan Skripsi ……….……… 68
Diagram 49 Sumber Literatur ……… 68
Diagram 50 Usaha bila Kesulitan Literatur ……… 69
Diagram 51 Skripsi……… 69
Diagram 52 Fasilitas Perpustakaan……… 71
Diagram 53 Fasilitas ………..……… 71
Diagram 54 Perguruan Tinggi ……….……… 72
Diagram 55 Rangkuman ………. 81
DAFTAR LAMPIRAN
A. Bagan Analisis Faktor ... 113
B. Kuesioner... 124
C. Hasil Olah Data Kursioner... 129
D. Surat Ijin Penelitian... 130
Tabel I.1 Kisi-kisi Kuesioner……… 27
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan alat bagi manusia untuk dapat mengembangkan dirinya. Peran pendidikan yang begitu besar telah memberikan gambaran pada
manusia untuk mengenal dunia ini. Sejak kecil, manusia sudah dididik untuk dapat belajar mengenal hal-hal kecil dan sederhana sampai akhirnya manusia tumbuh menjadi pribadi dewasa yang utuh. Dewasa ialah dapat bertanggung
jawab terhadap diri sendiri, biologis, psikologis, sosiologis (Idris, 1981). Di sini peran penting pendidikan yang membentuk manusia menjadi manusia sempurna
baik dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
Karena pendidikan adalah proses belajar seumur hidup maka banyak cara yang dilakukan manusia untuk memperoleh pendidikan tersebut misalnya,
melalui pendidikan formal, pendidikan non formal dan pendidikan informal. Pendidikan formal adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan yang telah mendapat izin dari pemerintah untuk melaksanakan proses
pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi. Pendidikan non formal adalah pendidikan yang dilaksanakan dengan sengaja, tertib, terarah dan berencana di
luar kegiatan persekolahan. Sedangkan pendidikan informal adalah pendidikan yang dilaksanakan di dalam masyarakat, keluarga dan kehidupan sehari-hari.
Proses menuju pembentukan manusia yang utuh tersebut ternyata banyak
dapat menjadi masalah bagi pembelajar misalnya masalah-masalah seperti biaya
pendidikan yang tinggi, otoritas sekolah sampai masalah penulisan skripsi yang dilakukan oleh mahasiswa. Berbagai masalah inilah yang menyebabkan proses pembelajaran seumur hidup yang menjadi tujuan pendidikan menjadi terhambat.
Permasalahan-permasalahan ini membutuhkan pemecahan baik segera ataupun tidak.
Permasalahan di bidang akademik yang sering di hadapi mahasiswa adalah masalah dalam hal penulisan skripsi. Skripsi adalah syarat kelulusan jenjang S1 dan juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menuangkan segala
ide dan gagasan dalam bentuk tulisan ilmiah. Menurut mahasiswa, penulisan skripsi tidak ditentukan waktunya sehingga membuat mahasiswa menunda-nunda
kewajibannya sehingga timbul rasa malas dalam diri mahasiswa ditambah lagi faktor eksternal yang bisa menyebabkan penulisan skripsi tersebut semakin lama. Lamanya penulisan skripsi dapat dilihat dari sisi waktu yaitu lebih dari dua
semester sejak mahasiswa tersebut mengambil matakuliah skrpsi (Subekti, 2005). Sebagai contoh, mahasiswa angkatan 2000 Pendidikan Ekonomi yang bernama Satoto Purno Setyadi telah menunda penulisan skripsinya selam tiga
tahun. Ia telah mengganti judul skripsinya sebanyak dua kali. Judul pertama yang diajukan berfokus pada kompetensi guru. Kesulitan yang dihadapi terlihat pada
kemudian ia mengajukan judul baru mengenai Analisis Penilaian Konsumen
Terhadap Kepuasan, studi kasus di Rumah Sakit Halmahera Bandung.
Peneliti tertarik pada judul ini karena sebagian besar mahasiswa masih memiliki rasa malas seperti halnya Satoto sehingga semakin menunda-nunda
penulisan skripsi yang menjadi tanggung jawabnya dan seolah-olah skripsi dipandang sebagai suatu beban. Keberhasilan pendidikan selain tergantung dari
faktor internal yaitu, anak didik itu sendiri, dalam hal ini mahasiswa. Rasa malas yang dimiliki mahasiswa dapat menghambat proses pendidikan. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya rasa malas ini yaitu kesulitan menemukan
metodologi yang sesuai dengan judul skripsi, keinginan untuk mencari pengalaman dalam bekerja seperti yang dialami oleh Satoto.
Menurut dokumen akreditasi Prodi PAK dan PE, lama penulisan skripsi selambat-lambatnya adalah satu tahun atau dua semester setelah mahasiswa mengambil mata kuliah skripsi.
Ada beberapa kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam mengerjakan skripsi (Zamindari (1990) dalam Subekti (2005)) antara lain: kesulitan membagi waktu dan mencurahkan perhatian yang cukup karena adanya pekerjaan lain atau
keluarga (bagi mahasiswa yang sudah bekerja atau berkeluarga); masalah kesehatan; terbatasnya dana untuk operasional skripsi (misalnya untuk kertas,
(misalnya kurang literatur untuk mendukung dasar teori, kesulitan membuat alat
ukur, langkanya subjek penelitian) dan problem dengan dosen pembimbing. Keterbatasan kognitif yang dimiliki oleh mahasiswa dapat menjadi sebab lamanya penulisan skripsi tersebut. Hal ini akan berpengaruh pada penentuan
judul, mencari literatur yang sesuai, menentukan metodologi penelitian sampai dengan penulisan ide-ide dan gagasan-gagasan yang dapat membuktikan bahwa
skripsi tersebut adalah hasil karya mahasiswa sendiri. Mahasiswa yang mengalami keterbatasan kognitif cenderung merasa “minder” pada teman-teman seangkatannya yang telah lebih dulu lulus ataupun adik kelasnya. Contoh lain,
kejenuhan mahasiswa terhadap proses penulisan skripsi mendorong mahasiswa tersebut melakukan kegiatan diluar kampus yaitu dengan bekerja. Hal yang
melatarbelakangi kegiatan ini adalah pengalaman yang ingin dicari mahasiswa seperti pengalaman memperoleh penghasilan sendiri, pengalaman memperluas interaksi dan relasi serta pengalaman bekerja yang dianggap sebagai latihan.
Ketersediaan dana bisa menjadi penyebab lamanya penulisan skripsi. Hal ini terjadi pada mahasiswa yang mengalami kesulitan dana untuk rental komputer, memperbanyak dan angket penelitian, mencari data penelitian, sampai
mencari sumber penulisan/literatur sebagai landasan teori. Selain itu, penyebab lamanya penulisan skripsi mahasiswa juga disebabkan oleh pola bimbingan
dosen. Kesibukan dosen dapat memperlambat proses penyelesaian skripsi karena kesulitan membuat janji dengan dosen pembimbing. Dosen berperan dalam membantu perkembnagn mahasiswa baik di dalam maupun di luar kelas sehingga
skripsi masih merasa kesulitan menemui dosen pembimbing untuk konsultasi.
Selain itu, mahasiswa juga membutuhkan motivasi dari dosen pembimbingnya. Di sisi lain, masalah dengan dosen pembimbing juga dapat membuat mahasiswa menjadi takut untuk konsultasi. Sebagai ontoh, peneliti menemukan fenomena
ketika melakukan wawancara dengan responden yaitu, salah satu mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2001 yang mengalami kesulitan saat ingin
melakukan bimbingan dengan dosen. Responden kurang memiliki kesempatan untuk bertemu dengan dosen pembimbingnya karena keengganan dari dosen tersebut untuk diganggu. Hal ini akan membuat proses penulisan skripsi menjadi
tertunda dan semakin lama.
Dari uraian di atas, peneliti ingin meneliti faktor-faktor yang
menyebabkan lamanya penulisan skripsi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
B. Batasan Masalah
Skripsi adalah hasil karya dari kematangan berpikir mahasiswa untuk
menuangkan ide dan gagasannya dalam bentuk tulisan ilmiah. Berbagai persoalan dalam menyelesaikan penulisan skripsi sering dialami oleh mahasiswa.
Persoalan-persoalan tersebut tersebut beraal dari dalam (internal) maupun luar (eksternal) mahasiswa itu sendiri. Sebagai contoh, Sugih Nugroho mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2001 lebih memilih menyibukan dirinya untuk
skripsinya. Peneliti memilih faktor internal dan ekternal yang menghambat
proses penulisan skripsi karena dari faktor-faktor inilah mahasiswa banyak mengalami kendala dalam menyelesaikan penulisan skripsinya dan menjadi faktor paling penting dan mendesak untuk segera ditemukan solusinya.
Subjek penelitian disini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
yang telah mengambil mata kuliah skripsi dan proses pengerjaannya lebih dari dua semester.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalah yang diambil adalah :
1. Apakah akar masalah internal dari lamanya penulisan skripsi oleh mahasiswa?
2. Apakah akar masalah eksternal dari lamanya penulisan skripsi oleh
mahasiswa?
3. Bagaimana mahasiswa mengatasi masalah internal dalam penulisan skripsi? 4. Bagaimana mahasiswa mengatasi masalah eksternal dalam penulisan skripsi?
5. Apakah rekomendasi yang bisa diusahakan untuk mengatasi masalah yang dialami mahasiswa dalam penulisan skripsi?
Definisi Operasional
1. Skripsi adalah tugas akhir yang harus dibuat oleh mahasiswa setelah menyelesaikan kuliah yang telah ditetapkan oleh Program Studi sebagai salah
2. Lamanya penulisan skripsi adalah periode yang dibutuhkan oleh seorang
mahasiswa dalam menyelesaikan penulisan skripsi. Dalam hal ini lamanya penulisan skrpsi dibatasi yaitu lebih dari dua semester
3. Masalah internal adalah sebab-sebab masalah yang berasal dari dalam diri
mahasiswa selama proses penulisan skripsi.
4. Masalah eksternal adalah sebab-sebab masalah yang berasal dari luar diri
mahasiswa selama proses penulisan skripsi.
D. Tujuan Penelitian
Penelitian ini dibuat bertujuan untuk :
1. Mendeskripsikan akar masalah internal dari lamanya penulisan skripsi oleh
mahasiswa.
2. Mendeskripsikan akar masalah eksternal dari lamanya penulisan skripsi oleh mahasiswa.
3. Mendeskripsikan cara mahasiswa mengatasi permasalahan internal dalam penulisan skripsi.
4. Mendeskripsikan cara mahasiswa mengatasi masalah eksternal dalam
penulisan skripsi.
5. Memberian rekomendasi atau solusi yang bisa dilakukan oleh mahasiswa
E. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Bagi Fakultas, memberi tambahan pengetahuan dan informasi tentang faktor-faktor penyebab lamanya penulisan skripsi oleh mahasiswa sehingga dapat
mengambil kebijakan mengenai orientasi fakultas bagi mahasiswa.
2. Bagi Program Studi, memberi tambahan pengetahuan dan informasi dan
gambaran tentang faktor-faktor penyebab lamanya penulisan skripsi oleh mahasiswa agar dapat menyikapi permasalahan tersebut.
3. Bagi staf pengajar, memperoleh informasi dan gambaran tentang
faktor-faktor penyebab lamanya penulisan skripsi khususnya di Program Studi Pendidkan Ekonomi dan Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta sehingga dapat merubah pola bimbingan skripsi pada mahasiswa. 4. Bagi mahasiswa, dapat mengetahui dan belajar dari faktor-faktor yang
menyebabkan lamanya penulisan skripsi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teori
1. Pendidikan
a. Pengertian Pendidikan
Pendidikan yang dimilki seseorang selain dapa digunakan untyuk
pengembangan dirinya (khususnya intelektual), juga dapat digunakan
untuk kepentingan bersama seperti yang dikemukakan oleh John
Dewey:
“Pengertian pendidikan menurut John Dewey (Idris, 1981:9) adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional kearah sesama manusia.”
Mendidik bukan pekerjaan mudah bagi seorang pendidik. Akan tetapi,
mendidi adalah pekerjaan yang mulia karena mendidik adalah
mengajarkan, memberi pengaruh positif bagi seseorang agar dengan
potensi yang ia miliki mampumendapatkan apa yang ia cita-citakan.
Hal ini sama dengan hal yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara:
“Pengertian mendidik menurut Ki Hajar Dewantora (Idris, 1981:9) adalah menuntun segala kekuatan-kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.”
b. Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan menurut UNESCO (Sardy, 1985:3) adalah sebagai
berikut :
1) Pendidikan menuju humanisme ilmiah artinya, menjadikan orang
semakin menjunjung tinggi nilai-nilai luhur manusia.
2) Pendidikan harus mengarah pada kreativitas artinya, pendidikan
harus membuat orang menjadi kreatif.
3) Pendidikan harus berorientasi pada keterlibatan sosial artinya,
pendidikan harus mempersiapkan orang untuk hidup berinteraksi
dalam masyarakat secara bertanggung jawab.
4) Pendidikan adalah pembentukan manusia sempurna artinya,
pendidikan bertugas untuk mengembangkan potensi-potensi
individual semaksimal mungkin dalam batas-batas kemampuannya
sehingga terbentuk manusia yang pandai, terampil, jujur, yang tahu
kadar kemampuannya dan batas-batasnya serta kehormatan diri.
c. Prinsip-prinsip Pendidikan
Menurut Brian A. Wren dalam Sardy (1985:153), prinsip-prinsip
pendidikan mempunyai dua masalah pokok yaitu:
1) Tindakan pengetahuan
Pengetahuan dalam arti kesadaran diri. Manusia tidak hanya
mengalami konflik-konflik dalam batinnya tetapi dapat menyebut
dan menganalisisnya serta bisa memecahkannya.
2) Pendidikan sebagai dialog
Pendidikan sebagai dialog artinya usaha guru dan siswa yang
bersama memasalahkannya dan menyelidiki objek pengetahuan
2. Bimbingan
Bimbingan diperlukan dalam pendidikan karena berbagai masalah
yang dialami oleh peserta didik akan mempengarhi proses belajarnya.
Kemajuan dan keterlambatan proses studi peserta didik tergantung dari
bimbingan yang diberikan oleh guru atau dosen sebagai pembimbingnya.
Oleh karena itu, perlu dikemukakan pentingnya bimbingan itu sendiri.
Pengertian Bimbingan menurut Kurikulum 1975 (Gunawan, 1992:40)
adalah suatu proses bantuan khusus yang diberikan kepada para siswa
dengan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan dan
kenyataan-kenyataan tentang adanya kesulitan yang dihadapi dalam rangka
perkembangannya yang optimal sehingga mereka dapat memahami dan
bertindak serta bersikap dengan keadaan dan tuntutan lingkungan sekolah,
keluarga dan masyarakat.
Pertumbuhan dan perkembangan individu yang tanpa batas sesuai
tuntutan dalam menjalani kehidupannya. Oleh karena itu, bimbingan
diperlukan untuk membantu individu dalam merumuskan masalah serta
dapat memecahkannya sehingga ia dapat menjalani kehidupannya seperti
biasa baik di keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Bimbingan bertujuan agar individu dapat mengatur dan
mengolahdirinya sendiri sehingga mampu mengambil keputusan dalam
rangka memecahkan setiap masalah yang dihadapinya. Berkembangnya
individu juga dapat mempengaruhi lingkungan sekitarnya sehingga
(1992:41) yaitu Tujuan bimbingan dapat dirumuskan sebagai proses
penemuan diri dan dunianya sehingga dapat memilih, merencanakan,
memutuskan, memecahkan masalah, menyesuaikan secara bijaksana dan
berkembang sepenuh kemampuan dan kesanggupannya serta dapat
mempimpin diri sendiri sehingga individu dapat menikmati kebahagiaan
batin yang sedalam-dalamnya dan produktif bagi lingkungannya.
Jenis-jenis bimbingan menurut Gunawan (1992:41) dapat dibedakan
menjadi tiga yaitu :
a. Bimbingan Pendidikan
Bimbingan pendidikan mempunyai kaitan langsung dengan proses
belajar mengajar. Bantuan yang diberikan kepada anak dalam
bimbingan pendidikan dapat berupa informasi pendidikan, cara belajar
yang efektif, pemilihan jurusan, lanjutan sekolah, mengatasi masalah
belajar, mengembangkan kemampuan dan kesanggupan secara optimal
dalam belajar dan mampu menyesuaikan diri terhadap semua tuntutan
sekolah.
b. Bimbingan Pekerjaan
Bimbingan jabatan adalah proses bantuan terhadap seseorang sehingga
orang tersebut dapat mengerti dan memahami tentang diri pribadinya
dan tentang dunia kerjanya serta mempertemukan keduanya yang
akhirnya dapat mempersiapkan diri memasuki bidang tertentu dan
c. Bimbingan Pribadi
Bimbingan pribadi memberikan bantuan pada siswa untuk
mengembangkan pribadinya seperti motivasi, persepsi diri, gaya hidup,
perkembangan nilai-nilai moral dan sosial dalam diri, kemampuan
mengerti dan menerima diri dan orang lain serta membantunya untuk
memecahkan masalah-masalah pribadi yang ditemuinya.
3. Sebab-sebab Masalah yang Dihadapi Mahasiswa
Hidup manusia di dunia selalu dihadapkan pada banyak persoalan.
Mahasiswa yang masih dalam proses studinya dihadapkan pula dengan
berbagai persoalan baik yang berhubungan dengan studi maupun yang
berhubungan dengan penyesuaian hidup baik di keluarga maupun
tugas-tugas dan tanggung jawab hidup.
Beberapa masalah tersebut banyak ditentukan oleh faktor pribadi
mahasiswa serta situasi dan kondisi dimana mahasiswa itu berada. Oleh
karena itu, Walgito (1982:68) mengklasifikasikan persoalan-persoalan
yang dihadapi mahasiswa menjadi dua bagian, yaitu :
a. Sebab-sebab yang bersumber dari dalam diri mahasiswa
1) Faktor intelegensi atau kognitif
Intelegensi merupakan faktor yang kadang-kadang menjadi
penghmabat dalam belajar. Apabila taraf intelegensinya tinggi
maka, tugas-tugas yang diberikan akan mampu diselesaikan tepat
perguruan tinggi akan mampu melihat seberapa jauh intelegensi
seorang mahasiswa dan cocok untuk masuk program studi apa.
2) Masalah studi atau motif
Kebanyakan mahasiswa tidak mempunyai motif yang jelas
memasuki perguruan tinggi. Karena motivasi yang tidak jelas dan
kurang relevan dengan idealisme perguruan tinggi maka, akhirnya
akan menambah beban psikologis dan beban pribadi hal ini juga
berpengaruh pada tugas-tugas yang diberikan oleh dosen dan
Program Studinya yaitu skripsi (Walgito, 1982:69). Akhirnya,
kelulusan pun akan semakin lama karena ada beban moral.
Motivasi juga berpengaruh pada rasa malas. Rasa malas inilah
yang menyebabkan banyak mahasiswa mengerjakan/melakukan
hal-hal yang tidak/kurang sesuai dengan jurusan yang ia ambil
misalnya banyak main, bekerja sampingan dan lain-lain.
3) Masalah kesehatan jasmani
Pada umumnya jasmani yang kurang sehat, alat-alat indera yang
kurang sempurna akan menjadi penghambat dalam belajar.
Masalah-masalah kesehatan yang sering dialami oleh mahasiswa
seperti pendengaran lemah, gangguan penglihatan yang
menyebabkan sering pusing dan mengantuk dan sebagainya.
4) Masalah cara belajar yang efektif
Kebanyakan mahasiswa masih menggunakan cara belajar sewaktu
sedangkan diluar waktu ujian tidak dimanfaatkan untuk belajar.
Jadi ketika masa ujian tiba, banyak mahasiswa merasa
kebingungan. Apabila hal ini berlangsung hingga semester tingkat
atas, mahasiswa tersebut akan merasa kesulitan dalam penyusunan
skripsi karena kebiasaan membaca yang kurang.
“Cara belajar yang efektif dapat dilihat dari banyak waktu yang
digunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas, membuat jadwal belajar yang teratur, belajar dengan membuat catatan singkat sewaktu kuliah.”(Walgito, 1982:76).
Dari berbagai sebab internal tersebut dapat dirangkum bahwa
sebab internal yang dihadapi mahasiswa adalah kognitif, motivasi,
kesehatan dan cara belajar. Dalam hubungnnya dengan penulisan
skripsi, masalah kognitif berupa prestasi mahasiswa selama kuliah
sampai dengan proses penulisan skripsi serta bagaimana mahasiswa
menggunakan prestasinya tersebut dalam penulisan skripsi; motivasi
dapat berupa pemiihan program studi sewaktu masuk perguruan tinggi,
perasaan melihat teman seangkatan atau adik angkatan yang telah lulus
lebih dulu; masalah kesehatan merupakan salah satu hal penting untuk
melakukan berbagai hal khususnya dalam ini penulisan skripsi;
masalah cara belajar berisi pengaturan waktu antara kesibukan lain
diluar skripsi, frekuensi bimbingan dengan dosen pembimbing selama
b. Sebab-sebab yang bersumber dari luar diri mahasiswa
1) Sebab-sebab yang berasal dari keluarga atau orang tua
Faktor orang tua / keluarga memegang peranan cukup penting di
dalam menentukan berhasil tidaknya mahasiswa dalam studinya.
Selain itu, keluarga merupakan tumpuan dari pembentukan pribadi
seseorang. Beberapa hal yang akan dibahas mengenai faktor ini
adalah :
a) Cara mendidik orang tua terhadap anak
Orang tua yang kurang memperhatikan pendidikan
anak-anaknya juga kurang memahami kebutuhan belajar sang anak.
Kebutuhan-kebutuhan tersebut seperti kebutuhan biologi,
kebutuhan psikologi maupun sosial jika tidak diperhatikan akan
menghambat proses belajar sang anak.
b) Keadaan ekonomi keluarga
Mahasiswa yang cukup panda akan terhambat proses studinya
apabila mengalami kesulitan dalam keuangan. Disinilah peranan
orang tua dalam mencukupi kebutuhan belajar anaknya. Adanya
beasiswa-beasiswa cukup membantu dalam meringankan beban
keuangan keluarga.
Dalam penelitian ini sumber dana diperoleh dari orang tua atau
mahasiswa yang sudah bekerja. Oleh karena itu pendapatan
orang tua menjadi referensi untuk penelitian ini. Pendapatan
atau balas jasa atas sumbangan seseorang terhadap proses
produksi (T. Gilarso, 1991). Pendapatan bisa diperoleh dari
pekerjaan pokok ataupun sampingan.
Pendapatan yang diperoleh digunakan untuk memenuhi
kebutuhan hidup keluarga, dari kebutuhan yang paling penting
sampai dengan kebutuhan yang kurang penting. Menurut T.
Gilarso (1991), besarnya jumlah pengeluaran yang diperoleh
dari jumlah pendapatan tergantung dari berbagai hal antara lain :
(1) Besarnya jumlah penghasilan yang masuk.
(2) Besarnya keluarga.
(3) Tingkat harga kebutuhan hidup.
(4) Tingkat pendidikan keluarga.
(5) Lingkungan sosial ekonomi keluarga.
(6) Kebijaksanaan dalam mengelola dan mengendalikan
keuangan keluarga.
Dalam kaitannya dengan pendidikan, pendapatan yang
diperoleh oleh keluarga mempunyai peranan dalam
mengusahakan kelancaran pendidikan bagi anak-anaknya atau
bagi mahasiswa itu sendiri. Anak tidak akan terganggu masalah
pendidikannya apabila biaya pendidikan yang dibutuhkan selalu
ada untuk memenuhinya. Begitu pula dengan skripsi, penulisan
skripsi membutuhkan biaya yang tidak sedikit, mulai dari
memperbanyak angket penelitian sampai dengan skripsi itu
disetujui. Dana bisa menjadi penyebab lamanya penulisan skripsi
apabila dana yang dibutuhkan kurang sehingga penulisan skripsi
pun tertunda.
2) Sebab-sebab yang berasal dari perguruan tinggi
a) Fasilitas
Kurangnya fasilitas dapat menghambat kelulusan serta kemajuan
proses belajar seperti, buku-buku, alat-alat, kasus-kasus untuk
praktikum dan sebagainya.
b) Hubungan antara mahasiswa dengan dosen
Dosen berfungsi sebagai pembimbing mahasiswa dalam proses
belajar mengajar dan hanya berlangsung di kelas selebihnya
tidak sehingga cenderung tercipta hubungan tertutup. Hubungan
tertutup akan menciptakan gap antara dosen dengan mahasiswa.
Hal ini akan berpengaruh pada sifat dingin dosen sehingga bisa
menyebabkan problema dengan mahasiswa baik di kelas
maupun di luar kelas, baik terhadap satu mahasiswa maupun
dengan kelompok mahasiswa.
c) Waktu dari dosen
Banyak kekecewaan mahasiswa timbul dari tidak tersedinya
waktu dari dosen untuk mahasiswa dalam membantu masalah
Dari berbagai masalah eksternal diatas, dapat disimpulkan bahwa
sebab eksternal yang dihadapi mahasiswa adalah berasal dari keluarga
(masalah ekonomi dan kondisi keluarga) dan perguruan tinggi (dosen,
fasilitas dan skripsi itu sendiri).
4. Skripsi
Penyusunan skripsi juga merupakan masalah klasikal yang dihadapi
mahasiswa kerana menyangkut hal kelulusan. Skripsi adalah hal penting
yang perlu diperhatikan mahasiswa dan berbagai pihak yang secara tidak
langsung terlibat dalam penyusunannya. Oleh karena itu, seberapa penting
skripsi itu penting bagi mahasiswa akan dibahas lebih lanjut.
“Skripsi adalah sebuah karya ilmiah yang disusun oleh seorang mahasiswa program Sarjana (program S1) dari hasil-hasil penelitiannya atas dasar analisis data primer dan atau data sekunder.” (Djarwanto, 1987:1)
Ciri-ciri skripsi :
a. Harus ada permasalahan.
b. Judul skripsi dipilih sendiri oleh mahasiswa atau ditentukan oleh
pembimbing.
c. Didasarkan pada pengamatan lapangan (data primer) dan atau analisis
data sekunder.
d. Harus ada ketertiban metodologi,
e. Mengungkapkan adanya kenyataan baru atau kenyataan khusus.
f. Dibawah bimbingan berkala dan teratur oleh dosen pembimbing.
h. Harus cermat dalam tata tulis ilmiah.
i. Harus ada abstraksinya (kurang lebih 200 kata).
j. Diuji di depan panitia.
k. Dapat dipublikasikan.
l. Merupakan syarat untuk menyelesaikan studi Sarjana (program S1).
Tugas penyusunan skripsi sebagai salah satu syarat untuk
menyelesaikan studi sarjana tersebut mempunyai tujuan untuk menilai
kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah
secara ilmiah. Selain itu, untuk mengevaluasi ketrampilan metodologi
penelitian dari mahasiswa.
Skripsi merupakan karya mandiri atau penelitian mandiri dari
mahasiswa, disusun dalam jangka waktu kurang lebih satu semester,
dibawah bimbingan dosen (misalnya dosen golongan III/C keatas) dapat
dibantu seorang pembantu pembimbing. Pembimbing disini hanya
fasilitator. Panitia penguji mengadaan penelitian dalam hal kemandirian
dan cara mempertahankan. Mandiri berarti bahwa perencanaan,
pelaksanaan dan penulisan laporan penelitian ada pada diri seorang
mahasiswa.
5. Kesulitan Mahasiswa dalam Membuat Penelitian
Mahasiswa dalam usahanya memenuhi tuntutan Tri Dharma
perguruannya pada umumnya kurang / belum memiliki kemampuan dalam
konsekuensi logis dari sistem belajar di perguruan tinggi yang monolog
sehingga mahasiswa hanya mampu mengandalkan abilitas dosen dan
menyebabkan mahasiswa tidak / kurang kreatif dan terampil dalam
merumuskan sesuatu dan merancangkan suatu problem (how to solve).
Kelemahan mahasiswa dalam meneliti dapat dilihat dari berbagai
aspek yaitu :
a. Perencanaan penelitian
Penelitian sebagai suatu kegiatan yang ingin menguji hipoptesis
tertentu terhadap sesuatu permasalahan / gejala, peristiwa yang
mempunyai berbagai tujuan. Oleh karena itu, perlu perencanaan yang
memuat keseluruhan aktivitas seperti, pengumpulan data, pengolahan
data, teknik pengumpulan dan penganalisisan data sampai penyajian
hasil penelitian.
Mahasiswa masih belum mampu merumuskan rencana secara
mendetail sehingga kemampuan abstraksinya masih kurang. Selain itu,
ketajaman analisa dan wawasan pemikiran yang jauh juga dituntut
dalam ber-abstraksi dan merumuskan rencana. Inilah yang tidak
didapat dalam siswa kuliah yang bersifat monolog sehingga
perkembangan nalarnya kurang.
b. Pengumpulan data
Pengumpulan data bisa ditempuh dengan berbagai metode, baik
kuantitatif maupun kualitatif membutuhkan keterampilan dan
jelas. Dalam hal ini mahasiswa hendaknya memahami konsep-konsep
sosiologi dan kondisi objektif masyarakat yang akan diteliti. Peneliti
harus menyatu dengan objek / masyarakat yang akan diteliti sehingga
sifat objektif itu akan terlihat.
c. Pengolahan data dan penyusunan hasil penelitian
Penyusunan bertitik tolak dari pengolahan data yang masuk.
Pengolahan data mempunyai teknik dan metode yang beragam. Data
kualitatif lebih sulit dirumuskan mengingat faktor subjektif peneliti
ikut lebur. Sedangkan data kuantitatif lebih cenderung objektivitasnya.
Kesulitan mahasiswa dapat dilihat dalam mengolah data statistik
seperti, mentabulasikan data kuantitatif. Pengolahan data menentukan
corak hasil penelitian. Perumusan hasil penelitian amat ditentukan
oleh faktor kejelian peneliti dan harus sesuai dengan konsep
metodologi ilmu pengetahuan. Dalam mengatasi kesulitan-kesulitan
ini mahasiswa tidak terlepas dari campur tangan dosen.
B. Hasil Penelitian yang Relevan
Masalah klasik yang sering dialami mahasiswa adalah penulisan
skripsi. Skripsi adalah salah satu syarat kelulusan untuk jenjang pendidikan S1
dan juga wadah untuk mahasiswa dalam menuangkan seluruh ide dan gagasan
dalam bentuk tulisan ilmiah.
Penelitian terdahulu menurut Utama (2000) dalam Subekti (2005)
skripsi antara lain: 1) Kesulitan membagi waktu dan mencurahkan perhatian
yang cukup karena adanya pekerjaan lain atau keluarga (bagi mahasiswa yang
sudah berkeluarga); 2) Masalah kesehatan; 3) Terbatasnya dana untuk
operasional skripsi; 4) Hambatan kognitif yang cencerung menimbulkan sikap
negatif mahasiswa terhadap segala proses penulisan skripsi; 5) Masalah yang
berkaitan dengan materi skripsi itu sendiri (kesulitan literatur, alat ukur,
subyek penelitian; 6) Problem dengan dosen pembimbing.
Penelitian Subekti yang berjudul “Faktor-faktor yang Menyebabkan
Kecemasan Dalam Mengerjakan Skripsi Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta” menitikberatkan pada faktor-faktor
yang menyebabkan kecemasan dalam mengerjakan skripsi yaitu yang berasal
dari internal dan eksternal mahasiswa. Faktor internal berupa kepercayaan
diri, motivasi, dan lain-lain. Sedangkan faktor eksternal berupa dukungan
sscial, penolakan sosial, kritikan dari orang lain, beban tugas yang terlalu
berat, dan hal-hal lain yang bersifat mengancam. Penelitian ini menggunakan
metode wawancara terstruktur yaitu dengan menggunakan pedoman
wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah kesulitan yang dialami sebagian
besar mahasiswa yaitu keterbatasan teori, terbatasnya dana, ketidakpercayaan
diri akan hasil, manajemen waktu yang kurang baik, hambatan kognitif
(bingung memilih judul, sulit mengungkapkan ide dan gagasan, merumuskan
permasalahan dalam bentuk karangan ilmiah) dan emosi. Perasaan bingung
juga nampak dalam rasa takut dan khawatir ketika ingin mengambil mata
seangkatan yang lulus lebih dulu, tuntutan orang tua, kerjasama dengan dosen
pembimbing yang kurang baik dan adanya revisi dari dosen pembimbing yang
terlalu banyak.
C. Kerangka Berpikir
Skripsi adalah hasil karya mahasiswa dalam menuangkan ide, gagasan
serta pengetahuannya dalam bentuk tulisan ilmiah. Karena penulisan skripsi
tidak ditentukan waktunya maka, banyak mahasiswa yang menunda-nunda
penulisan skripsi. Skripsi dipandang penting bagi mahasiswa karena sebagai
syarat kelulusan jenjang S1. Oleh karena itu, mahasiswa harus mampu
menyelesaikan skripsinya.
Berbagai persoalan dalam menyelesaikan skripsi sering dialami oleh
mahasiswa. Persoalan-persoalan tersebut bisa berasal dari dalam (internal)
maupunluar (eksternal) mahasiswa itu sendiri. Faktor internal dan eksternal
dapat menjadi batu sandungan apabila tidak segera diatasi sehingga dapat
menimbulkan dorongan rasa malas untuk menunda skripsi lebih lama lagi.
Oleh karena itu, untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam menyelesaikan
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang
diarahkan untuk memberikan gejala-gejala faktor-faktor atau
kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat mengenai sifat-sifat populasi atau
daerah-daerah tertentu (Zuriah, 2006:47). Dalam penelitian deskriptif
cenderung tidak perlu mencari atau menerangkan saling hubungan dan
menguji hipotesis.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu
prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata lisan
dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.
B. Subjek dan Objek Penelitian
Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Akuntansi
dan Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Sedangkan
objek penelitian ini adalah faktor-faktor penyebab lamanya penulisan skripsi
baik yang berasal dari dalam (internal) maupun dari luar diri mahasiswa
(eksternal).
C. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang masih
terdaftar di Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Akuntansi
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan sedang dalam proses pengerjaan
skripsi yang lebih dari dua semester. Karakteristik populasi dalam penelitian
ini mempunyai kriteria antara lain :
1. Mahasiswa tersebut masih terdaftar di Program studi Akuntansi dan
Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
2. Mahasiswa sudah mengambil mata kuliah skripsi dan proses
pengerjaannya lebih dari dua semester.
Menurut Zuriah (Suharsimi (1995) dalam Zuriah (2006)), jika peneliti
memilki beberapa ratus subjek dalam populasi maka, peneliti dapat
menentukan lebih kurang 25-30% dari jumlah subjek tersebut. Data
mahasiswa tersebut diambil bulan Februari 2008. Jumlah populasi yang sesuai
dengan karakteristik yang terdapat di Program Studi Pendidikan Ekonomi dan
Pendidikan Akuntansi adalah 25 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Ekonomi
dan 10 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Akuntansi. 35 mahasiswa tersebut
akan diambil sebagai sampel.
D. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode wawancara bebas dan kuesioner semi terbuka. Pemilihan metode
hal yang bersifat umum sampai bersifat khusus. Dalam proses wawancara
identitas subjek juga dipertimbangkan kerahasiaannya.
Wawancara bebas dilakukan agar responden lebih bebas
mengungkapkan jawaban baik yang bersifat umum maupun rahasia.
Kuesioner semi terbuka adalah bentuk kuesioner yang selain menyediakan
jawaban juga meminta jawaban dari responden apabila terdapat jawaban
diluar jawaban yang disediakan.
Tabel I.1 Kisi-kisi kuesioner
No. Faktor-faktor b. perbaikan diri c. rasa ingin tahu d. rasa percaya diri
5, 26, 27, 36 berasal dari dalam (internal)
4. Cara belajar a. waktu
b. sumber belajar
13, 14, 15, 17, 18 16
1. Keluarga
a. Ekonomi keluarga (dana) b. Kondisi/suasana keluarga
19, 20, 21 22, 23, 24 2.
Sebab-sebab masalah yang berasal dari luar (eksternal)
2. Perguruan tinggi a. Dosen
b. Aturan penyusunan skripsi c. Fasilitas
Validitas instrumen yang digunakan adalah Validitas Kontruksi
(contruct validity) dan Validitas Isi (content validity). Untuk menguji Validitas
Konstruksi, maka dapat digunakan pendapat dari ahli (judgment expert).
Dalam hal ini setelah instrumen dikonstruksikan tentang aspek-aspek yang
akan diukur dengan berlandaskan teori tertentu maka, selanjutnya
dikonsultasikan dengan ahli yang minimal tiga orang (bergelar doktor) sesuai
dengan lingkup yang diteliti. Setelah itu, diujicobakan pada populasi yang
diambil yaitu sekitar 30 orang. Selanjutnya, data dikorelasikan antar skor item
menggunakan bantuan komputer.
Validitas Isi digunakan untuk mengukur efektifitas pelaksanaan
program yang dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instumen
dengan isi atau rancangan yang telah ditetapkan. Setelah dikonsultasikan
dengan ahli dan diujicobakan, selanjutnya menghitung korelasi antara skor
butir instrumen dengan skor total atau dengan mencari pembeda skor tiap item
(jawaban tinggi dan jawaban rendah). Jumlah kelompok skor tinggi diambil
27% dan kelompok skor rendah diambil 27% dari sampel uji coba (Sugiyono,
2000:271).
E. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Domain. Analisis
Domain digunakan biasanya untuk memperoleh gambaran atau pengertian
yang bersifat umum dan relatif menyeluruh tentang apa yang tercakup disuatu
Analisis Domain menggunakan lembar kerja dengan memasukkan
kategori/simbol/istilah yang tercakup dalam suatu domain kemudian
menyatakan pola atau tipa hubungan antar kategori atau simbol tersebut. Hasil
dari analisis ini adalah bersifat umum dari kategori atau simbol yang
ditentukan kemudian dibuat kesimpulan.
F. Teknik Keabsahan Data
Teknik keabsahan data dilakukan dengan :
1. Memilih subjek yang mau diajak bekerjasama.
2. Mencatat bebas hal-hal penting seperti nama responden yang dihasasikan,
lama penulisan skripsi, waktu dan tempat wawancara.
3. Hasil wawancara kemudian diolah dengan menggunakan lember kerja lalu
memasukkan semua kategori / istilah / pengertian yang mempunyai
hubungan dengan objek penelitian kemudian memberi kesimpulan dari
setiap hubungan. Dari hasil pengolahan data tersebut kemudian diberikan
kepada subyek penelitian untuk diperbaiki apabila terjadi kekeliruan dan
ditambahkan apabila ada yang kurang. Hasil dari crosschek data adalah
tidak adanya penambahan data dari hasil yang diperoleh sebelumnya.
4. Mendokumentasikan kembali proses pengumpulan data dan strategi
analisisnya.
5. Melihat penelitian terhadulu untuk perbaikan penelitian sendiri.
6. Mengecek kembali hasil-hasil yang didapat untuk mencegah adanya
BAB IV
DESKRIPSI, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
Responden dalam penelitian ini sebannyak 35 orang. Berdasarkan data yang
telah diperoleh, peneliti mengklasifikasikan data tersebut menjadi dua yaitu,
faktor internal dan faktor eksternal yang menjadi penyebab lamanya penulisan
skripsi oleh mahasiswa.
1. Faktor-faktor dari dalam diri mahasiswa (faktor internal)
a. Prestasi
1) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai prestasi selama kuliah
adalah
a) 11 % menjawab menurun.
b) 28 % menjawab terus meningkat.
c) 61 % menjawab stabil, naik turun, tetap, sedang-sedang saja,
rata-rata, lumayan, tidak stabil.
Diagram 1 Prestasi Selama Kuliah
PRESTASI SELAM A KULIAH
11%
28% 61%
A B C
Rata-rata prestasi mahasiswa yang sedang mengerjakan proses
penulisan skripsi adalah stabil, tetap, stagnan. Hal ini menggambarkan
bahwa prestasi mahasiswa cukup baik selama kuliah meskipun belum
memuaskan.
2) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai pendapat orang lain
tentang prestasinya adalah
a) 50 % menjawab bangga terhadap anda.
b) 11 % menjawab kurang peduli.
c) 39 % menjawab biasa saja, sedikit puas.
Diagram 2 Pendapat tentang Prestasi
PENDAPAT TENTANG PRESTASI M AHASISWA
50% 11%
39% A
B C
Pendapat orang lain mengenai prestasi mahasiswa sebagian
besar menjawab bangga terhadap mahasiswa selama kuliah.
3) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai usaha untuk berprestasi
adalah
a) 89 % menjawab belajar lebih giat lagi akan banyak hal.
b) 11 % menjawab menerapkan cara lama dalam belajar.
c) 0%.
Diagram 3 Usaha untuk Prestasi
USAHA UNTUK BERPRESTASI
89% 11% 0%
Sebagian besar mahasiswa akan lebih giat belajar untuk meningkatkan
prestasinya.
4) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai dukungan prestasi
terhadap skripsi adalah
a) 67% menjawab lebih memotivasi untuk menyelesaikan skripsi.
b) 22 % menjawab lebih rajin mencari bahan dan melakukan
bimbingan.
c) 11 % menjawab malas, bisa memberikan kemampuan dalam
penulisan skripsi.
Diagram 4 Dukungan terhadap Prestasi
DUKUNGAN TERHADAP SKRIPSI
67% 22%
11%
A B C
Prestasi yang dimiliki mahasiswa akan lebih memotivasi mahasiswa
dalam proses penulisan skripsi.
Dari variabel prestasi dapat disimpulkan bahwa mahasiswa hanya
berusaha untuk mengaktualisasikan dirinya terahadap pengakuan dari
orang lain.
Analisis Faktor
Lihat lampiran 1.
Diagram 5 Prestasi
Belajar lebih giat
Termotivasi untuk selesai
Dari hasil analisis dan diagram faktor di atas, diperoleh jawaban yang
beragam dari item prestasi kuliah, sedangkan item yang kurang
mempengaruhi dapat dilihat dari item usaha mahasiswa untuk berprestasi.
Item mengenai prestasi selama kuliah berisi jawaban seperti menurun,
terus meningkat, stabil, naik turun, tetap, sedang-sedang saja, rata-rata,
lumayan, tidak stabil. Hal ini menggambarkan bahwa prestasi sebagian
besar mahasiswa adalah stabil dan belum menunjukkan perbedaan yang
signifikan pada tiap semesternya. Sedangkan item usaha untuk berprestasi
menggambarkan bahwa mahasiswa ingin lebih berprestasi dalam berbagai
b Motivasi
1). Keuletan
a) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai usaha yang
dilakukan ketika diberi tugas dan diminta untuk
menyelesaikannya sesuai dead line adalah
(1) 72 % menjawab segera mengerjakannya meski masih lama.
(2) 22 % menjawab menunda tugas hingga mendekati dead line.
(3) 6 % menjawab mencari waktu luang dan dikerjakan dengan
santai.
Diagram 6 Usaha untuk Tugas
USAHA UNTUK TUGAS
72% 22%
6%
A B C
Berdasarkan data diatas nampak bahwa 72% mahasiswa menjawab
akan segera menyelesaikan tugasnya meskipun masih lama.
b) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai usaha yang
dilakukan ketika tidak bertemu dengan dosen untuk bimbingan
adalah
(1) 66% menjawab menunggu.
(2) 28% menjawa pulang.
Diagram 7 Usaha untuk Bimbingan
USAHA UNTUK BIM BINGAN
66% 28%
6%
A B C
Mahasiswa sabar menunggu dosen ketika akan melakukan
bimbingan.
c) Jawaban yang diberikan mahasiswa tentang kesulitan yang dialami
selama bimbingan adalah
(1) 61% menjawab kesulitan menemui dosen.
(2) 39% menjawab revisi.
(3) 0%
Diagram 8 Kesulitan Bimbingan
KESULITAN BIM BINGAN
61% 39%
0%
A B C
Mahasiswa mengalami kesulitan menemui dosen selama
melakukan bimbingan.
d) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai usaha yang
dilakukan apabila menerima revisi yang banyak adalah
(1) 17% menjawab menunda skripsi
(3) 22% langsung mengerjakan dan mencari bahan-bahan yang
direvisi serta langsung dikonsultasikan agar mendapat jawaban
yang benar, mencari bahan, membenahi sampai benar seperti
yang diinginkan dosen setelah itu bimbingan lagi.
Diagram 9 Usaha untuk Revisi
USAHA UNTUK REVISI YANG BANYAK
17%
61% 22%
A B C
Dari data di atas terlihat bahwa 61% mahasiswa segera melakukan
crosscheck bimbingan dengan dosen ketika menerima revisi yang
banyak.
Ketekunan mengerjakan revisi yang banyak dan kesabaran
menunggu dosen mahasiswa nampak pada variabel keuletan.
Analisis Faktor
Lihat lampiran2a tentang keuletan.
Diagram 10 Keuletan
Fa ktor Inte rnal: Keuleta n
%
Segera bimbingan dengan Dosen Menemui Dosen
Menunggu Dosen
Segera mengerjakan tugas
Keuletan
Berdasarkan analisis dan diagram faktor diatas nampak item
yang sangat berperan dan item yang kurang berperan dalam
keuletan. Item yang berperan dalam keuletan adalah item usaha
untuk revisi yang jawabannya seperti menunda skripsi, lebih sering
bimbingan dengan dosen, langsung mengerjakan dan mencari
bahan-bahan yang direvisi serta langsung dikonsultasikan agar
mendapat jawban yang benar, mencari bahan dimana-mana,
membenahi sampai benar seperti yang diinginkan dosen setelah itu
bimbingan lagi. Sedangkan item yang kurang berperan dalam
keuletan adalah item kesulitan selama bimbingan, seperti kesulitan
menemui dosen dan kesulitan revisi. Mahasiswa akan segera
dengan dosen. Oleh karena itu, mahasiswa akan sering melakukan
bimbingan. Selama melakukan bimbingan, mahasiswa mengalami
kesulitan dalam menemui dosen dan lebih memilih menunggu
sebagai bentuk keuletan mahasiswa.
2). Perbaikan Diri
a) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai sikap apabila
kurang berprestasi adalah
(1) 72 % menjawab lebih giat belajar untuk menjadi orang yang
berprestasi
(2) 17 % menjawab acuh tak acuh
(3) 11 % menjawab rajin, sebenarnya ingin lebih giat tetapi malas.
Diagram 11 Usaha Kurang Berprestasi
KURANG BERPRESTASI
72% 17%
11%
A B C
Berdasarkan data diatas, 72% mahasiswa memilih untuk lebih giat
belajar apabila merasa kurang berprestasi.
b) Jawaban yang diberikan mahasiswa tentang sikap apabila
mengetahui teman lebih berprestasi adalah
(1) 83 % menjawab lebih termotivasi untuk berprestasi.
(3) 11% menjawab ikut senang dan memotivasi untuk berprestasi.
Diagram 12 Prestasi Teman
TEM AN BERPRESTASI
83%
6%11% A
B C
Berdasarkan data di atas, 83% mahasiswa memperoleh motivasi
dari teman yang lebih berprestasi.
Mahasiswa melakukan perbaikan diri apabila merasa kurang
dalam prestasi dan dorongan eksternal dari teman.
Analisis Faktor
Lihat lampiran 2b tentang perbaikan diri.
Dari kedua item perbaikan diri nampak dalam diagram berikut ini
Diagram 13 Perbaikan Diri
PERBAIKAN DIRI
Faktor Internal: Perbaikan Diri
Perbaikan diri Sintesa
Lebih memotivasi Lebih giat belajar
Perbaikan diri
Segera memperbaiki diri dari dorongan teman
Berdasarkan analisis faktor di atas dapat disimpulkan bahwa
terdapat kesamaan jawaban antara dua item tentang sikap yang akan
diambil apabila kurang berprestasi dan melihat temannya lebih
berprestasi. Akan tetapi, item yang lebih berperan dalam variabel
perbaikan diri adalah sikap mahasiswa apabila kurang berprestsi.
Jawaban atas sikap mengenai mahasiswa kurang berprestasi adalah
lebih giat belajar untuk menjadi berprestasi, bersikap acuh tak acuh,
rajin, ingin lebih giat tetapi malas. Sedangkan untuk sikap melihat
teman lebih berprestasi adalah termotivasi untuk berperstasi, acuh tak
acuh, ikut senang dan memotivasi untuk berprestasi. Analisis ini
menggambarkan bahwa sebagian besar mahasiswa ingin lebih
menginstropeksi diri sejauh mana prestasinya selama ini. Hal ini juga
didorong oleh faktor dari luar seperti prestasi teman yang lebih
memotivasi untuk berprestasi (motivasi eksternal).
3). Rasa Percaya Diri
a) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai perasaan ketika
akan melakukan bimbingan adalah
(2) 45% menjawab takut.
(3) 22 % menjawab grogi, persiapan lebih baik, biasa.
Diagram 14 Perasaan ketika Bimbingan
PERASAAN KETIKA BIM BINGAN
33%
45% 22%
A B C
Mahasiswa memiliki rasa percaya diri yang kurang karena ada rasa
takut.
b) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai perasaan terhadap
usaha yang telah dilakukan adalah
1). 72 % menjawab merasa puas
2). 6 % menjawab kecewa
3). 22 % menjawab kurang puas, sedikit puas, tidak pernah puas
karena ingin lebih baik, biasa saja.
Diagram 15 Perasaan terhadap Usaha
PERASAAN TERHADAP USAHA
72% 6%
22%
A
B
C
Berdasarkan data di atas 72% mahasiswa merasa puas dengan hasil
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa mahasiswa
memiliki rasa percaya diri yang kurang dan merasa cukup puas
dengan hasil yang telah dicapai.
Analisis faktor
Lihat lampiran 2c tentang rasa percaya diri.
Dari kedua item percaya dirinampak dalam diagram berikut ini
Diagram 16 Percaya Diri
PERCAYA DIRI
Faktor Internal: Percaya Diri
%
Sintesa Kurang percaya diri & merasa cukup puas dengan hasil Percaya diri
Berdasarkan analisis faktor diatas dapat disimpulkan bahwa
dua item tersebut sama-sama mempengaruhi variable rasa percaya
diri. Rasa percaya diri sebagian besar mahasiswa yang
mempengaruhi adalah ketika akan bimbingan adalah, tenang,
percaya diri mahasiswa yang kurang mempengaruhi tampak pada
item usaha yang telah dilakukan seperti merasa puas, kecewa,
kurang puas, sedikit puas, tidak pernah puas karena ingin lebih
baik, biasa saja.
4). Rasa Ingin Tahu
Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai motivasi yang
mendorong masuk program studi ini adalah
1). 78 % menjawab ingin menjadi ahli di bidang yang dipilih.
2). 11 % menjawab ikut-ikutan teman.
3). 11 % menjawab tidak tahu, disuruh orang tua.
Diagram 17 Motivasi Masuk Program Studi
M OTIVASI M ASUK PRODI
78%
11% 11% A
B
C
Keinginan menjadi ahli di bidang yang dipilih menjadi tujuan
mahasiswa selama kuliah.
Mahasiswa memiliki rasa ingin tahu yang jelas untuk masuk
Analisis faktor
Lihat lampiran 2d tentang rasa ingin tahu.
Dari item rasa ingin tahu nampak dalam diagram berikut ini
Diagram 18 Rasa Ingin Tahu
RASA INGIN TAHU
Faktor Internal: Rasa Ingin Tahu
%
motivasi masuk program studi: menjadi ahli di bidangnya
Ingin menjadi ahli
Sintesa Motivasi di prodi jelas Rasa ingin tahu
Rasa ingin tahu
Berdasarkan analisis dan diagram faktor diatas disimpulkan
bahwa motivasi mahasiswa masuk program studi adalah ingin
menjadi ahli di bidang yang dipilihnya. Mahasiswa memiliki rasa
Rangkuman
Diagram 19 Motivasi
MOTIVASI
keuletan perbaikan diri percaya diri rasa ingin tahu
Faktor Internal: Motivasi
%
Perbaikan diri
Lebih giat belajar
Lebih memotivasi
Segera memperbaiki diri dari dorongan
teman Motivasi
Sintesa Motivasi
Mahasiswa ulet, sabar, tekun
Segera bimbingan dengan Dosen Menemui Dosen
Menunggu Dosen
Segera mengerjakan tugas
Keuletan
Kurang percaya diri & merasa cukup puas dengan hasil
Merasa puas Merasa takut Percaya diri
Motivasi di prodi jelas Ingin menjadi
ahli Rasa ingin tahu
Mahasiswa kurang percaya diri dalam menghadapi
tantangan. Keuletan terjadi karena sifat dependensi pada dosen yang memberi arahan sehingga mahasiswa cenderung untuk menunggu, mahasiswa kurang berani mengeluarkan ide & gagasan baru untuk skripsinya
Berdasarkan diagram di atas nampak bahwa item perbaikan diri
terlihat menonjol yaitu sebesar 83% mahasiswa menunjukan perbaikan
diri ketika melihat teman lebih berprestasi. Sedangkan item yang kurang
rasa percaya diri yang kurang. Perbaikan diri mahasiswa juga didukung
oleh rasa ingin tahu mahasiswa yang cukup besar untuk menjadi ahli
dibidang yang ditekuninya 78% serta keuletan dalam mengerjakan tugas
yang diberikan 72%. Akan tetapi, mahasiswa merasa cukup puas dengan
apa yang telah dikerjakannya 45% sehingga tidak nampak daya juang
untuk hasil yang lebih besar.
c Kesehatan
1) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai gannguan kesehatan
yang dialami selama kuliah adalah
a) 83 % menjawab penyakit ringan seperti sakit kepala,flu, dsb.
b) 0 % menjawab gangguan kesehatan
c) 17 % menjawab stress, malas, tidak sakit.
Diagram 20 Penyakit yang Dialami
PENYAKIT YANG DIALAM I
83%
0%17% A
B C
Mahasiswa sering mengalami penyakit berkala seperti batuk, sakit
kepala, dsb yang mudah diatasi.
2) Jawaban yang diberikan mahasiswa mengenai usaha untuk mengatasi
gangguan kesehatan adalah
b) 55 % menjawab menunda skripsi untuk sementara waktu.
c) 6 % menjawab banyak istirahat tanpa melupakan skripsi.
Diagram 21 Usaha Mengatasi Penyakit
USAHA M ENGATASI
Berdasarkan data di atas 55% mahasiswa memilih menunda penulisan
skripsi sebagai usaha untuk mengatasi penyakit yang dialami.
Mahasiswa bersikap untuk memafkan dirinya sendiri (excuse)
hingga menunda penulisan skripsi. Mahasiswa kurang memiliki daya
juang untuk segera menyelesaikan skripsinya.
Analisis faktor
Lihat lampiran3 tentang kesehatan.
Dari item kesehatan nampak dalam diagram berikut ini
Diagram 22 Kesehatan
Mudah :”excuse” / memaafkan diri karena masalah sepele sehingga kurang daya juang Kesehatan
Sintesa
Menunda skripsi Penyakit berkala yang dialami Kesehatan
Analisis dan diagram faktor di atas menggambarkan bahwa
ganguan kesehatan yang dialami mahasiswa selama kuliah adalah
penyakit berkala seperti flu, sakit kepala, dsb (83%). Selain itu, 17%
mahasiswa mengalami stress dan rasa malas. Sedangkan usaha yang
dilakukan mahasiswa untuk mengatasi gangguan kesehatan adalah
terus menyelesaikan skripsi, menunda skripsi untuk sementara waktu,
banyak istirahat tanpa melupakan skripsi.
d Cara Belajar
1). Waktu
a) Jawaban yang diberikan mengenai kesibukan diluar kampus adalah
(1) 22% menjawab bekerja
(2) 28% menjawab mengurus keluarga
(3) 50% menjawab di rumah bantu orang tua, main, ikut