BAB III
METODE PENELITIAN
A. Populasi dan Sampel Penelitian
Dalam penelitian ini teknik pemilihan sampel menggunakan teknik sampel jenuh yaitu menggunakan semua populasi sebagai sampel (Sugiono, 2010:95) yang menjadi populasi dan sampel adalah siswa anggota eskul basket SMPN 1 Cikaum-Subang yang berjumlah 25 orang.
B. Lokasi
Lokasi penelitian ini dilakukan di sekolah menengah pertama (SMPN) 1 Cikaum kabupaten Subang tepatnya jl. Raya Ampera no.01 kec, Cikaum kabupaten Subang.
C. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan ditunjukan oleh gambar 3.1. Gambar tersebut menunjukkan fokus penelitian yang dikaji adalah yaitu analisis hubungan berat badan dan tinggi badan terhadap daya tahan kardiovaskular dan kelincahan.
Gambar 3.1 Desain Penelitian
Keterangan :
X
Y
2Y
1 X: Antropometri Y1: Agility Y2: VO2Max r1 r2Sigit Ardianto, 2013
Hubungan Antara Autropometri Tubuh Dengan Kelincahan (Agility) Dan Daya Tahan Kardiovaskular (VO2max) Pada Olahraga Bolas Basket
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
No Nama Umur Antropometri Tes ket
TB BB BMI Agility VO2Max
1 2 3 4
D. Variabel Penelitian
Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian atau suatu penelitian (Sugiyono, 2010:43) variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Variabel bebas (X)
Variable bebas / variabel independen adalah variable yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dipended (terikat), (Sugiyono, 2010:43). Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu (X) adalah antropometri.
2. Variabel terikat (Y)
Variabel terikat/ variabeld dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (sugiyono, 2010:43). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kelincahan (Agility) dan daya tahan kardiovaskular (VO2Max).
E. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Yang menjadi variabel bebas pada penelitian ini antropometri tubuh, sedangkan yang menjadi variabel terikat adalah daya tahan kardiovaskular
(VO2Max) dan kelincahan (Agility).
Metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu dan pengumpulan data menggunakan
instrumen penelitian, analisis data bersifat statistic, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah di tetapkan (Sugiyono, 2010:8).
F. Definisi Operasional
1. Antropometri tubuh menurut Etty Indriati (2010:5) antropometrik adalah pengukuran badan. Dengan demikian, antropometrik adalah teknik. Teknik berbagai ukuruan badan membuahkan indeks-indeks dengan katagori serta rumus dan definisi pengukuran untuk menilai dengan tepat kondisi badan seseorang. Yang di maksud Antropometri dalam penelitin ini adalah tinggi badan, berat badan, dan BMI (body mass indeks) yang akan di ukur sebagai salah satu data penelitian.
2. Kelincahan menurut Imanudin (2008:111), adalah kemampuan tubuh untuk merubah arah dengan cepat pada waktu bergerak tanpa kehilangan keseimbangan pada posisi tubuhnya.
3. Menurut Devries (dalam Joesoef, 1988) yang di terbitkan oleh
http://id.scribd.com yang dimaksud dengan VO2Max adalah derajat
metabolisme aerob maksimum dalam aktivitas fisik dinamis yang dapat dicapai seseorang. Dalam penelitian ini pengukuran VO2Max di lakukan dengan tes balke.
G. Instrumen Penelitian
Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut :
1. Alat ukur untuk mengukur Antropometri
a) Tinggi badan : dengan menggunakan microtoise stature meter 200 cm
b) Berat badan : dengan menggunakan timbangan injak digital merek camry
EB9301 dengan satuan 0,1 kilogram
c) BMI/IMT : dengan menggunakan alat kalkulator sebagai alat untuk menghitung BMI dari hasil pengukuran tinggi badan dan berat badan. 2. Alat ukur kelincahan (Agility) yaitu dengan Illinois Agility Run Test seperti
Sigit Ardianto, 2013
Hubungan Antara Autropometri Tubuh Dengan Kelincahan (Agility) Dan Daya Tahan Kardiovaskular (VO2max) Pada Olahraga Bolas Basket
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
3. Cone pyramid untuk memberi tanda saat melakukan tes kelincahan (Agility)
seperti yang di tunjukan gambar 3.3
Gambar 3.2. Desain Illinois Agility Run test
Sumber : www.brianmac.co.uk/illinois.htm
Gambar 3.3. cone 30 cm Sumber : www.mitre.co.id
4. Alat ukur untuk daya tahan kadiovaskular (VO2Max) yaitu dengan test balke.
5. Lapangan
Tes dilakukan pada lapang basket yang berukuran standar. Seperti yang di tunjukan pada gambar 3. 4
6. Stopwach
Stopwach ini guna untuk mengukur waktu pada saat tester melakukan tes yang diberikan. Seperti padan gambar 3.5
Gambar 3.4. Lapangan Basket
Sumber: poetrasentence.wordpress.com
Gambar 3.5. Stopwatch digital Sumber : penulis
Sigit Ardianto, 2013
Hubungan Antara Autropometri Tubuh Dengan Kelincahan (Agility) Dan Daya Tahan Kardiovaskular (VO2max) Pada Olahraga Bolas Basket
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu H. Teknik Pengumpulan Data
1. Pengukuran antropometri tubuh
Pengukuran antropometri tubuh yang di maksud adalah pemgukuran TB (tinggi badan) dan BB (berat badan) pada subjek/sampel yaitu dengan cara:
a. Pengukutan TB (tinggi badan)
1. Testee berdiri tegak lurus dengan tembok/dingding posisi lengan lurus di samping badan, kedua tumit lurus dan menyentuh lantai, dan pandangan lurus ke depan
2. Rapatkan penanda pengukur tinggi badan pada kepala dan baca hasilnya
3. Hasil pengukuran dibaca dengan satuan sentimeter
b. Pengukuran BB (berat badan)
1. Posisi testee berdiri menghadap ke depan timbangan pada saat minginjak timbangan
2. Testee diusakan berpakaian seminim mungkin
3. Hasil pengukuran dibaca dengan satuan kilogram
4. Alat pengukur timbangan menggunakan timbangan injak digital merek
camry EB9031
c. Pengukuran BMI (body mass indeks)
Berat badan dan tinggi badan dapat digunakan untuk mengukur berat badan seseorang/indeks masa tubuh,
dengan menggunakan rumus :
Contoh :
Rudi berumur 14 thn dengan berat badan 40 kg tinggi badannya 150 cm. berdasarkan pengukuran IMT yaitu:
IMT= 40 (kg) [1,5(m)2] = 18 kg/m
2. Pengukuran test kondisi fisik
a. Pengukuran test kelincahan (Agility)
1. Tandai lapangan atau lahan yang permukaannya datar dengan ukuran 5x10 meter lalu letakan cone pada setiap ujungnya, dan di beri tanda start dan finish
2. Letakan 4 cone lainnya pada pertengahan lapangan dan di beri jarak 3,3 meter
3. Testee pada saat akan melakukan tes berdiri di garis start yang sudah di tentukan dan di beri pengaharahan lintasaan yang harus di lewati
4. Pada saat di beri aba-aba pluit atau go maka testee mulai melakukan tes tersebut dan seiring itu pencatat waktu menggunakan stopwatch
5. Hasil test tersebut di baca dengan satuan detik
b. Pengukuran test daya tahan kardiovaskular (VO2Max) menggunakan tes
balke
1. Lapangan atau lahan yang permukaannya datar dan bisa di ukur dengan jelas.
2. Testee melakukan test lari 15 menit pada lintasan atau lapangan yang sudah di tentukan dan seiring itu waktu di catan menggunakan stopwatch
3. Sesudah 15 menit testee berhenti dan diukur jarak yang ditempuh
testee dalam waktu 15 menit dan kemudian hasilnya di masukan dalam rumus test balke yaitu :
Sigit Ardianto, 2013
Hubungan Antara Autropometri Tubuh Dengan Kelincahan (Agility) Dan Daya Tahan Kardiovaskular (VO2max) Pada Olahraga Bolas Basket
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu I. Analisis Data
Data yang dianalisis pada penelitian ini adalah nilai dari hasil pengukuran antropometri dengan hasil tes kelincahan Agility dan daya tahan kardiovaskular (VO2Max) pada sampel, kemudian di korelasikan menggunakan aplikasi SPSS dengan menggunakan korelasi dan regresi
Sample
Pengukuran Antropometri
Tes Agility dan VO2Max
Analisis data
Gambar 3.6. Teknik pengupulan data Kesimpulan