Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan I-2016 diukur dari besarnya produk domestik
regional bruto (PDRB) mencapai Rp 33,62 trilyun.
Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan I-2016 jika dibandingkan dengan periode yang
sama setahun yang lalu (triwulan I-2015/y-o-y) mengalami pertumbuhan 3,97 persen.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), perekonomian Kalimantan
Selatan pada triwulan I-2016 turun 4,92 persen. Dari sisi produksi, kontribusi terbesar penurunan
tersebut disebabkan oleh menurunnya produksi kategori pertambangan dan penggalian; pertanian,
kehutanan dan perikanan; dan kategori perdagangan. Sementara dari sisi pengeluaran, kontraksi
terbesar terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah.
No. 26/05/63/Th.XX, 4 Mei 2016
PERTUMBUHAN
EKONOMI
KALIMANTAN
SELATAN
TRIWULAN
I
-2016
EKONOMI
KALIMANTAN
SELATAN
TRIWULAN
I
TAHUN
2016
TUMBUH
3,97
PERSEN
A.
PDRB MENURUT KATEGORI LAPANGAN USAHA
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2016 Terhadap Triwulan I-2015 (y-on-y)
PDRB Kalimantan Selatan pada triwulan
I-2016 jika dibandingkan dengan periode
yang sama setahun lalu (triwulan
I-2015/y-o-y), menunjukkan bahwa secara
agregat, perekonomian Kalimantan
Selatan masih relatif stagnan 3,97
persen. Semua kategori tumbuh positif
kecuali kategori pertambangan dan
penggalian. Namun jika ditelusuri lebih
lanjut, subkategori yang mengalami pertumbuhan negatif diantaranya yaitu subkategori pertambangan
minyak dan gas; pertambangan batubara dan industri kimia. Tiga kategori lapangan usaha yang
menyumbang sumber pertumbuhan besar adalah kategori lapangan Industri pengolahan (1,5 % );
perdagangan besar dan eceran (0,63 %); serta administrasi pemerintahan (0,47 %).
Grafik 3. Sumber Pertumbuhan PDRB (y-o-y)
0,47 0,37 (0,31) (1,50) 0,54 0,42 0,52 1,57 0,71 0,63 2,04 2,47 -2. -1. 0. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 2015Q1 2016Q1 lainnya
perdagangan besar dan eceran
Industri Pengolahan konstruksi pertambangan dan penggalian
Pertanian, kehutanan dan perikanan
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2016 Terhadap Triwulan IV-2015 (q-to-q)
Sebagaimana siklus triwulanan dalam
perekonomian Kalimantan Selatan, pada
triwulan
I-2016
ini,
perekonomian
Kalimantan Selatan masih berada dalam
zona kontraksi. Sebagian besar kategori
lapangan usaha mengalami penurunan
produksi. Kategori lapangan usaha yang
memiliki peran (pangsa) besar dalam
menggerakkan
roda
perekonomian
Kalimantan Selatan mengalami kontraksi yaitu kategori pertanian tanaman pangan, perkebunan dan
perdagangan besar dan eceran, kecuali kategori industri pengolahan yang pada triwulan ini tumbuh
positif seiring dengan meningkatnya industri kayu dan berproduksinya beberapa perusahan
CPO
.
Sementara penurunan produksi pertanian tanaman pangan disebabkan beberapa wilayah yang menjadi
sentra produksi belum memasuki masa panen. Sementara kategori pertambangan yang menjadi salah
satu andalan Kalimantan Selatan, juga tidak luput dari kontraksi. Bahkan penurunan produksi
pertambangan batubara pada triwulan ini berada di titik paling rendah dalam kurun waktu 5 tahun
terakhir. Hal ini terkait dengan dampak penurunan harga batubara dan tidak berproduksinya beberapa
perusahaan tambang.
Postur ekonomi Kalimantan
Selatan menurut kategori
lapangan
usaha
pada
triwulan
I-2016
masih
didominasi oleh tiga kategori
utama,
yaitu:
kategori
pertambangan
dan
penggalian (21,67%); industri
pengolahan (14,75%); serta
pertanian, kehutanan dan perikanan (12,46%). Kecuali kategori industri pengolahan yang mengalami
peningkatan, dua kategori lainnya mengalami kontraksi.
Dilihat dari sisi sumber pertumbuhan, tiga penyumbang kontraksi tertinggi pada triwulan I-2016 adalah
kategori pertambangan (-1,35%); kategori pertanian, kehutanan dan perikanan (-1,09%); perdagangan
Grafik 1. Pertumbuhan Triwulanan PDRB Kalimantan Selatan 2013-2016 (q-to-q)
Grafik 2. Pertumbuhan Tiga Lapangan Usaha Bershare Besar Triwulan 1 2016
12,46 21,67 14,75 (8,74) (5,03) 0,06 -15 -10 -5 0 5 10 15 20 25 Pertanian, kehutanan dan perikanan pertambangan dan penggalian industri pengolahan share (%) pertumbuhan (%) (4,47) 8,42 5,38 (3,32) (4,73) 8,75 4,46 (3,90) (4,76) 8,07 5,06 (3,70) (4,92) -8 -6 -4 -2 0 2 4 6 8 10 2 0 1 3 Q 1 2 0 1 3 Q 2 2 0 1 3 Q 3 20 13 Q 4 2 0 1 4 Q 1 2 0 1 4 Q 2 2 0 1 4 Q 3 2 0 1 4 Q 4 2 0 1 5 Q 1 20 15 Q 2 2 0 1 5 Q 3 2 0 1 5 Q 4 2 0 1 6 Q 1
Grafik 5. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran Grafik 4. Pertumbuhan Beberapa Komponen
Triwulan I-2016
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2016 Terhadap Triwulan I-2015 (y-on-y)
Pada triwulan I-2016 Ekonomi Kalimantan Selatan tumbuh 3,97 persen bila dibandingkan triwulan I-2015 (y-on-y). Pertumbuhan positif terjadi pada seluruh komponen pengeluaran kecuali komponen ekspor dan impor. Komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PKRT) tumbuh 4,82 persen, pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (PKLNPRT) tumbuh 4,81 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah (PKP) 2,49 persen, dan Pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 5,63 persen. Untuk komponen perdagangan yang terdiri dari ekspor dan impor masing-masing tumbuh sebesar -20,51 persen dan -20,60 persen.
Struktur Ekonomi Kalimantan Selatan triwulan I-2016 menurut pengeluaran didominasi oleh Komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (50,10%), diikuti komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (24,47%), net ekspor (12,08%), dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (10,64 %).
Bila dilihat dari sumber pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan triwulan I-2016 (y-on-y), maka Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga
merupakan komponen dengan sumber
pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 2,37 persen, diikuti komponen PMTB sebesar 1,24 persen.
2,27 2,25 2,37 1,21 1,33 1,24 0,49 0,56 0,36 3,97 4,14 3,97 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 4.00 4.50
Triw I-2015 Triw IV-2015 Triw I-2016
PKRT PMTB Lainnya 4,82 2,49 5,63 0 1 2 3 4 5 6 PKRT PKP PMTB
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2016 Terhadap Triwulan IV-2015 (q-to-q)
Ekonomi Kalimantan Selatan
triwulan I-2016 terhadap
triwulan IV-2015 (q-to-q)
terkontraksi sebesar -4,92 persen. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan negatif yang terjadi hampir di seluruh komponen pengeluaran, kecuali Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh sebesar 0,54 persen. Grafik 6. Pertumbuhan PDRB q to q Beberapa Komponen -15 -10 -5 0 5 10 15 PKRT PMTB
Tabel 1
PDRB Kalimantan Selatan Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010
(milyar rupiah)
Kategori
Uraian
Berlaku
Konstan
Triw I-2015 Triw IV-2015 Triw I-2016 Triw I-2015 Triw IV-2015 Triw I-2016
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
3.896,5 4.548,0 4.190,7 3.103,5 3.506,0 3.199,5
B Pertambangan dan Penggalian 8.188,6 7.877,5 7.286,1 7.568,4 7.563,8 7.183,2
C Industri Pengolahan 4.194,1 4.923,2 4.960,4 3.278,0 3.680,5 3.682,6
D Pengadaan Listrik, Gas 27,4 38,7 37,6 27,7 30,8 29,5
E Pengadaan Air 126,5 137,5 136,1 99,0 105,9 104,4 F Konstruksi 2.408,1 2.933,6 2.673,3 1.889,7 2.215,5 1.996,6 G Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 2.734,3 3.351,4 3.107,3 2.099,7 2.483,4 2.262,3
H Transportasi dan Pergudangan 1.952,1 2.305,4 2.151,6 1.462,0 1.690,4 1.563,7
I Penyediaan Akomodasi dan
Makan Minum
618,1 680,0 680,9 487,9 526,2 520,1
J Informasi dan Komunikasi 1.063,6 1.179,0 1.180,2 904,4 998,9 990,2
K Jasa Keuangan 1.156,7 1.228,6 1.273,6 871,7 908,6 936,9 L Real Estate 714,4 783,7 792,2 578,0 624,6 625,5 M,N Jasa Perusahaan 199,1 220,4 224,0 144,5 158,3 158,7 O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 1.921,7 2.370,6 2.162,7 1.359,4 1.636,1 1.480,5 P Jasa Pendidikan 1.406,1 1.644,0 1.668,3 1.126,3 1.220,4 1.224,0 Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 589,9 663,1 676,6 452,3 486,2 492,9
R,S,T,U Jasa lainnya 365,4 413,7 420,4 278,3 300,0 301,3
PRODUK DOMESTIK
Tabel 2
Laju Pertumbuhan PDRB Kalimantan Selatan Menurut Lapangan Usaha Tahun Dasar 2010 (persen)
Kategori
Lapangan Usaha
Triw I-2016
terhadap
triw IV-2015
Triw I-2016
terhadap
triw I-2015
Sumber
pertumbuhan
(q-to-q)
(1) (2) (3) (4) (5)A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan -8,74 3,09 -1,09
B Pertambangan dan Penggalian -5,03 -5,09 -1,35
C Industri Pengolahan 0,06 12,34 0,01
D Pengadaan Listrik, Gas -4,48 6,53 0,00
E Pengadaan Air -1,48 5,48 -0,01
F Konstruksi -9,88 5,65 -0,78
G Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor -8,90 7,74 -0,79
H Transportasi dan Pergudangan -7,49 6,95 -0,45
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum -1,15 6,60 -0,02
J Informasi dan Komunikasi -0,87 9,49 -0,03
K Jasa Keuangan 3,12 7,49 0,10
L Real Estate 0,15 8,22 0,00
M,N Jasa Perusahaan 0,29 9,88 0,00
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib -9,51 8,91 -0,55
P Jasa Pendidikan 0,30 8,68 0,01
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1,38 8,99 0,02
R,S,T,U Jasa lainnya 0,43 8,27 0,00
Struktur PDRB Kalimantan Selatan Menurut Lapangan Usaha Triwulan I-2015, Triwulan IV-2015, dan Triwulan I-2016
(persen)
Kategori
Uraian
Triw I-2015 Triw IV-2015
Triw I-2016
(1) (2) (3) (4) (5)
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 12,35 12,88 12,46
B Pertambangan dan Penggalian 25,94 22,32 21,67
C Industri Pengolahan 13,29 13,95 14,75
D Pengadaan Listrik, Gas 0,09 0,11 0,11
E Pengadaan Air 0,40 0,39 0,40
F Konstruksi 7,63 8,31 7,95
G Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 8,66 9,49 9,24
H Transportasi dan Pergudangan 6,18 6,53 6,40
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 1,96 1,93 2,03
J Informasi dan Komunikasi 3,37 3,34 3,51
K Jasa Keuangan 3,66 3,48 3,79
L Real Estate 2,26 2,22 2,36
M,N Jasa Perusahaan 0,63 0,62 0,67
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 6,09 6,72 6,43
P Jasa Pendidikan 4,45 4,66 4,96
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1,87 1,88 2,01
R,S,T,U Jasa lainnya 1,16 1,17 1,25
Tabel 4
PDRB Menurut Pengeluaran
Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 (milyar rupiah)
Lapangan Usaha
Harga Berlaku Harga Konstan 2010 Triw I-2015 Triw IV-2015 Triw I-2016 Triw I-2015 Triw IV-2015 Triw I-2016
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 15.629,2 16.666,5 16.844,8 12.650,2 13.188,9 13.260,5
2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 283,7 362,6 321,1 219,4 263,8 230,0
3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3.267,0 5.619,9 3.578,9 2.411,3 4.006,2 2.471,3
4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 7.367,2 9.133,8 8.226,1 5.675,4 6.791,9 5.995,0
5. Perubahan Inventori -741,8 -174,4 588,3 -594,5 -155,6 509,5
6. Ekspor Barang dan Jasa 26.228,9 21.753,4 20.984,1 23.243,9 19.129,0 18.477,6
7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 20.471,6 18.063,3 16.920,9 17.874,8 15.088,6 14.191,9
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 31.562,5 35.298,6 33.622,2 25.730,7 28.135,6 26.752,0
Tabel 5
Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran Tahun Dasar 2010 (persen) Komponen Triw I- 2016 Terhadap Triw IV-2015 (y o y)
Triw I-2016 terhadap Triw I-2015 (q to q) Sumber Pertumbuhan Triw I-2016 (y o y) (1) (2) (3) (4)
1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 4,82 0,54 2,37
2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 4,81 -12,82 0,04
3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 2,49 -38,31 0,23
4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 5,63 -11,73 1,24
5. Ekspor Barang dan Jasa -20,51 -3,41 -18,52
6. Dikurangi Impor Barang dan Jasa -20,60 -5,94 -14,31
Struktur PDRB Menurut Pengeluaran
Triwulan I-2015, Triwulan IV-2015, dan Triwulan I-2016 (persen)
Lapangan Usaha 2015 Triw I-2016
Triw I Triw IV
(1) (2) (3) (4)
1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 49,52 47,22 50,10
2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 0,90 1,03 0,95
3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 10,35 15,92 10,64
4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 23,34 25,88 24,47
5. Perubahan Inventori -2,35 -0,49 1,75
6. Ekspor Barang dan Jasa 83,10 61,63 62,41
7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 64,86 51,17 50,33