PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS DESKRIPSI
BERBASIS PENILAIAN AUTENTIK
Riami
Mahasiswa Magester Pendidikan Bahasa Indonesia
Abstrak: Hal yang tak kalah penting dalam rangka penyusunan program pembelajaran adalah menyusun dan mengembangkan bahan ajar. Bahan ajar yang dapat membantu anak untuk dapat memahami teks secara mudah dan dapat menyusun teks meskipun dengan sederhana. Untuk dapat menyusun bahan ajar teks ini kususnya seharusnya guru memahami dulu struktur dan isi kompetensi dasar dalam teks secara jelas. Apa saja kompetensi dasar pada silabus bahasa Indonesia lalu tentukan draf materi yang akan disajikan. Bertolak dari sini maka kita akan menyusun materi secara detail dan memudahkan siswa dalam mempelajari teks.
Yang menjadi fokus penelitian ini adalah (1) bagaimanakah kebutuhan bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik SMPN 2 Pakisaji kelas VII tahun Pelajaran 2016/2017, (2) bagaimanakah proses pengem-bangan bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik SMPN 2 Pakisaji kelas VII Tahun Pelajaran 2016/2017, , dan (3) bagaimanakah kelayakan bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII SMPN 2 Pakisaji 2016/2017 pada semester gasal?
Peneltian ini menggunakan model adaptasi Borg & Gall. Siklus penelitian dan pengembangan sebagai berikut sebagai berikut (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) evaluasi awal, (5) revisi Produk, (6) uji coba lapangan, dan (7) evaluasi akhir. Indikator yang dikembangkan yaitu 1) mengidentifikasi informasi dalam teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca, 2) menentukan isi teks deskripsi objek (tempat wisata, tempat bersejarah, suasana pentas seni daerah, dll) yang didengar dan dibaca, 3) menelaah struktur dan kaidah kebahasaan dari teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca, dan 4) menyajikan data, gagasan, kesan dalam bentuk teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) secara tulis dan lisan dengan memperhatikan struktur, kebahasaan baik secara lisan dan tulis.
Validasi produk dalam penelitian ini melibatkan empat ahli meliputi ahli kebahasaan, ahli kegrafisan, ahli isi/materi dan ahli penilaian atau asesmen
buku yang dihasilkan sangat baik dan layak diproduksi dengan saran sesuai yang dituliskan oleh para ahli
Kata Kunci: pengembangan, bahan ajar, teks deskripsi, penilaian autent
PENDAHULUAN
Dari sekian banyak guru mata pelajaran jenjang sekolah menengah pertama (SMP/MTs) dan sekolah menengah atas (SMA/MA/SMK) Guru mata pelajaran bahasa Indo-nesialah yang paling banyak meng-alami kesulitan dalam implementasi Kuriklum 2013. Simpulan ini ber-dasarkan fakta banyak guru bahasa Indonesia yang mengalami ke-bingungan ketika menyusun perang-kat pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran bahasa Indonesia ber-dasarkan Kurikulum 2013 (Priyatni, 2014:V).
Keadaan yang semacam ini tidak boleh dibiarkan terus menerus. Harus diupayakan jalan keluar. Hal yang tak kalah penting dalam rangka penyusunan program pembelajaran adalah menyusun dan mengembang-kan bahan ajar. Bahan ajar yang dapat membantu anak untuk dapat memahami teks secara mudah dan dapat menyusun teks meskipun dengan sederhana. Untuk dapat menyusun bahan ajar teks ini khusus-nya seharuskhusus-nya guru memahami dulu struktur dan isi kompetensi dasar dalam teks secara jelas. Apa saja kompetensi dasar pada silabus bahasa Indonesia lalu tentukan draf materi yang akan disajikan. Berdasarkan hal ini maka diperlukan penyusunan materi secara detail dan memudahkan siswa dalam mempelajari teks.
Pengembangan ini memperhatikan kompetensi inti bahasa Indonesia pada teks deskripsi yaitu memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahu tentang ilmu pengeta-huan,
teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. Selain itu, mengikuti alur kompetensi dasar yang ada di silabus yaitu (1) mengidentifikasi informasi dalam teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca, (2) menentukan isi teks deskripsi objek (tempat wisata, tempat bersejarah, pentas seni daerah, kain tradisional, dll) yang didengardan dibaca, (3)
Menelaah struktur dan unsur kebaha-saan dari teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tem-pat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca, (4) menyajikan data, gagasan, kesan dalam bentuk teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) secara tulis dan lisan dengan memperhatikan struktur, kebahasaan baik secara lisan maupun tulis.
Berdasarkan penjelasan di atas kiranya sangat diperlukan penelitian pengembangan bahan ajar yang dapat dijadikan pegangan guru dalam proses belajar mengajar. Bahan ajar yang disusun harus dapat membantu siswa belajar agar lebih mudah dalam
memahami materi dan
mempraktikannya. Hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian pengembangan bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian outentik SMP kelas VII tahun pelajaran 2016/2017, semester gasal.
MANFAAT PENGEMBANGAN
teoritis maupun praktis. manfaat teoritis maupun praktis dijelaskan sebagai berikut.
Secara teori hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dalam mendukung teori-teori yang sudah ada yang berhubungan dengan pengembangan bahan ajar Teks deskripsi pada mata pelajaran baha-sa Indonesia kelas VII SMPN 2 Pakisaji.
Secara praktis penelitian pe-ngembangan ini memberikan man-faat bagi beberapa pihak. Bagi guru masukan dari hasil penelitian ini untuk memperbaiki proses pembela-jaran bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar teks des-kripsi.
Bagi siswa penelitian ini amat berguna untuk membantu pemahaman terhadap materi dan mempermudah saat praktik menulis baik kelompok maupun mandiri.
Bagi peneliti selanjutnya hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan rujukan dan perbandingan dalam melakukan penelitian lebih lanjut.
METODE PENGEMBANGAN
Pada bab ini dipaparkan metode pengembangan penelitian bahan ajar ini yaitu: 1) model pengembangan, 2) prosedur pengembangan bahan ajar, dan (3) tahap validasi dan penyempurnaan atau revisi produk.
Model Pengembangan
Penelitian pengembangan bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian otentik ini menggunakan model pengembangan Research & Development (R & D) dari Borg dan Gall(2003:772) ialah penelitian yang berorientasi untuk mengembangkan dan memvalidasi produk-produk yang
digunakan dalam pendidikan. Pertimbangan yang digunakan dalam memilih model ini (1) meliputi pembelajar, materi, dan sajian bahan ajar yang digunakan untuk mencapai indikator pembelajaran, (2) mengembangkan alat evaluasi guna mengukur komponen bahan ajar yang dikembangkan layak atau tidak, (3) memberi peluang untuk merevisi isi maupun sajian bahan ajar, (4) menggunakan pendekatan sistem dalam merangcang bahan ajar sehingga membuka adanya peluang dalam mengintegrasi semua variabel yang mempengaruhi belajar melalui desai pembelajaran, dan (5) memiliki sifat prosedural dan sistematis yang banyak digunakan dalam bidang pendidikan
Model pengembangan, menurut Borg & Gall (2003) terdiri atas tiga tahap, yaitu (1) tahap penelitian pen-dahuluan, (2) tahap prosedur pengembangan, dan (3) tahap uji coba produk. Ketiga tahap tersebut dirinci menjadi sepuluh langkah, yaitu: (1) tahap penelitian awal dan pengumpulan informasi, (2) peren-canaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba produk awal, (5) merevisi produk hasi uji coba, (6) uji coba lapangan, (7) penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan, (8) pelaksanaan lapangan, (9) penyem-purnaan produk akhir, dan (10) dise-minasi.
HASIL PENGEMBANGAN
coba praktisi dan revisi akhir bahan ajar Teks Deskripsi Berbasis Penilaian Autentik
Penyajian Data Analisis Kebu-tuhan dan Uji Coba Awal (Draf)
Pengembangan bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik ini dikembangkan berdasarkan lang-kah-langkah penelitian pengem-bangan Borg & Gall (2005) yang memuat 10 langkah kegiatan pe-ngembangan. Dari 10 langkah terse-but dalam penelitian pengembangan isi diadaptasi menjadi 9 langkah yaitu (1) pengumpulan informasi ke-butuhan bahan ajar, (2) perencanaan pengembangan bahan ajar, (3) pe-ngembangan produk awal, (4) uji coba produk awal, (5) uji ahli dan praktisi, (6) revisi produk, (7) uji lapangan, (8) penyempurnaan produk akhir, dan (9) diseminasi produk. Adaptasi 9 langkah pengembangan bahan ajar tersebut kemudian dike-lompokkan menjadi 3 tahapan dasar yang meliputi (1) tahapan peren-canaan dan pengembamgan produk, (2) tahap validasi produk, dan (3) tahap penyempurnaan produk. Ma-sing-masing tahapan penelitian pe-ngembangan bahan ajar Teks Des-kripsi Berbasis Penilaian Autentik
teks sastra akan dideskripsikan sebagai berikut. Berdasarkan adap-tasi model tersebut pengembangan bahan ajar teks deskripsi berbasis penialaian autentik digambarkan sebagai berikut ini.
Pengumpulan Informasi Kebutu-han BaKebutu-han Ajar
Kegiatan pengembangan bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik diawali dengan kegiatan pengumpulan informasi kebutuhan bahan ajar teks deskripsi. Pengum-pulan informasi dilakukan untuk mengetahui tingkat kebutuhan bahan ajar sebagai dasar penyusunan bahan
ajar. Pengumpulan informasi kebu-tuhan bahan ajar teks Deskripsi dilakukan mulai bulan Januari 2016 sampai dengan Februari 2016.
Pengumpulan informasi kebutuhan bahan ajar Teks Deskripsi berbasis penilaian autentik dilakukan melalui (1) Analisis Kurikulum mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VII, kajian buku teks bahasa Indonesia, (2) analisis kebutuhan bahan ajar teks Deskripsi dari siswa, dan (3) analisis kebutuhan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik dari guru mata pelajaran bahasa Indonesia.
Analisis Kurikulum dan Buku Teks Pelajaran Bahasa Indonesia SMP
jenis teks digunakan dalam belajaran teks deskripsi, model pem-belajaran yang dikembangkan, peng-gunaan bahasa, sistematika penya-jian, dan jenis penilaian yang ter-dapat dalam buku teks. Dengan telaah buku teks diperoleh informasi terkait karakteristik bahan ajar teks deskripsi yang diperlukan. Informasi ini selanjutnya dipakai sebagai dasar dalam penyusunan pengembangan bahan ajar sehingga diharapkan ba-han ajar yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Analisis terhadap kurikulum dan silabus mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP diperoleh informasi seperti tabel berikut.
Hasil analisis Kurikulum 2013 dapat dijelaskan sebagai berikut: Kompetensi dasar teks des-kripsi yang terdapat dalam silabus Kurikulum 2013 meliputi; meng-identifikasi informasi dalam teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca., menen-tukan isi teks deskripsi objek (tem-pat wisata, tem(tem-pat bersejarah, sua-sana pentas seni daerah, dll) yang didengar dan di-baca., Menelaah struktur dan kaidah kebahasaan dari teks deskripsi ten-tang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca., dan Menyajikan data, gagasan, kesan dalam bentuk teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) secara tulis dan lisan dengan memperhatika struktur, kebahasaan baik secara lisan dan tulis. Sehu-bungan dengan hal tersebut, terdapat kebutuhan bahan ajar Teks deskripsi baerbasis penilaian autentik.
Sedangkan pada aspek materi teks deskripsi diketahui terdapat dalam bahan bacaan kelas VII. Sehubungan hal itu dapat disimpulkan terdapat kebutuhan bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik.
Kebutuhan Bahan Ajar Teks Des-kripsi Menurut Siswa
Analisis kebutuhan bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik oleh siswa dilakukan dengan menyebarkan angket kepada siswa. Angket analisis kebutuhan bahan ajar teks deskripsi bernasi penilaian autentik diberikan kepada siswa kelas VII di SMP. Dipilih kelas VII karena pengembangan bahan ajar teks deskripsi difokuskan untuk kelas VII SMP. Informasi kebutuhan ba-han ajar teks deskripsi berbasis pe-nilaian autentik diperoleh dari angket yang diberikan kepada 20 siswa kelas VII D SMPN 2 Pakisaji. Pengumpulan informasi melalui ang-ket dilaksanakan pada Maret 2016. Jumlah butir angket yang dikem-bangkan terdiri atas 6 butir pertanyaan.
Hasil Analisis Kebutuhan siswa
siswa adalah berupa produk bahan ajar teks deskripsi yang memiliki spesifikasi (1) memuat materi teks deskripsi yang menyenangkan dan bervariasi, sangat setuju sebesar 95% setuju 5%, (2) bahan bacaan mem-perhatikan keaktifan siswa, sangat setuju sebesar 70%, setuju 30%, (3) pembelajaran untuk mendorong semangat, sangat setuju sebesar 80% setuju 20%, (4) pembelajaran teks deskripsi memberikan pengalaman nyata sebesar 80% setuju 20%, (5) penyajian bahan ajar teks deskripsi mudah dipahami sangat setuju sebesar 100% , (6) bahan ajar teks deskripsi dinilai secara menyeluruh baik sikap pengetahuan dan ketram-pilan sangat setuju sebesar 100%. Dengan demikian disimpulkan bah-wa bahan ajar yang dibutuhkan adalah bahan ajar berbasis penilaian autentik.
Kebutuhan Bahan Ajar Teks Des-kripsi Berbasis Penilaian autentik Menurut Guru
Analisis kebutuhan bahan ajar menurut guru dilakukan dengan memberikan angket kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia. Informasi yang dikumpulkan melalui angket tersebut meliputi (1) mem-buat kriteria penilaian untuk mem-bantu mengatasi permasalahan be-lajar, (2) kriteria penilaian dibuat pada setiap penilaian siswa, (3) berpusat pada keaktifan siswa, (4) bahasa bahan ajar yang digunakan mengatasi kesulitan, dan (5) bahan melatih kegiatan siswa yang mandiri, (6) memungkinkan siswa untuk mengukur sendiri. Data kebutuhan bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik diperoleh dari angket yang diberikan kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII SMP Negeri 2 Pakisaji pada tanggal 2016. Terdapat 6 butir pertanyaan yang diberikan kepada guru terkait kebutuhan bahan ajar teks
deskripsi berbasis penilaian au-tentik yang ingin digali infor-masinya. Semua terdiri atas (1) penentuan rancangan produk bahan ajar, (2) penentuan spesifikasi produk, (3) proses pengembangan produk, dan (4) penentuan tim partisipatif (Sukmadinata, dalam Suwardoyo (2010:100).
Penentuan Rancangan Produk Bahan Ajar Teks Deskripsi Ber-basis Penilaian autentik
Kegiatan yang dilakukan dalam pe-nentuan rancangan produk bahan ajar menurut Sukmadinata (173: 2015) terdiri atas 3 hal yaitu (1) penentuan tujuan penggunaan produk, (2) penentuan pengguna produk, dan (3) penentuan penggunaan produk. Tujuan penggunaan produk bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik adalah untuk (1) memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan Kurikulum terhadap produk bahan ajar teks deskripsi, (2) meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi, (3) menunjang kegiatan pembela-jaran teks deskripsi yang dilakukan guru mata pelajaran bahasa Indo-nesia SMP dalam melatihkan kete-rampilan menulis teks deskripsi, dan (4) meningkatkan kualitas hasil pem-belajaran teks deskripsi. Pengguna produk bahan ajar teks deskripsi berbasis penialaian autentik ini ada-lah siswa SMP, guru mata pelajaran bahasa Indonesia, dan para pelaku yang berkepentingan dengan pembe-lajaran teks deskripsi. Penggunaan produk bahan ajar ini adalah untuk (1) mendukung kegiatan pembela-jaran teks deskripsif siswa SMP, (2) memvasilitasi ketersediaan produk bahan ajar teks deskripsi berbasis penialaian autentik untuk pembela-jaran menulis bahasa Indonesia,
1) Spesifikasi produk bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian au-tentik disusun dalam bentuk buku cetak. Komponen-komponen yang termuat dalam sebuah buku cetak terbagi menjadi tiga bagian yaitu (1) bagian membangun konteks, (2) bagian inti, dan (3) bagian penutup. Bagian pendahuluan memuat sampul buku, daftar isi, dan petunjuk penggunaan buku dan membangun konteks. Bagian inti buku terdiri atas empat Kompetensi Dasar yaitu 3.1 Mengidentifikasi informasi dalam teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca. 4.1 Menentukan isi teks deskripsi ob-jek (tempat wisata, tempat berse-jarah, suasana pentas seni daerah, dll) yang didengar dan dibaca. 3.2 Menelaah struktur dan kaidah ke-bahasaan dari teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tem-pat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca. 4.2 Menyajikan data, gagasan, kesan dalam bentuk teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) secara tulis dan lisan dengan memperhatikan struktur, kebahasaan baik secara lisan dan tulis.
Spesifikasi produk yang dari hasil penelitian ini adalah Pengembangan Bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik pada mata pela-jaran bahasa Indonesia kelas VII SMPN 2 Pakisaji tahun pelajaran 2016/2017, semester ganjil. Ran-cangan bahan ajarnya berbentuk cetak berupa buku bahan ajar Teks deskripsi pada mata pelajaran baha-sa Indonesia kelas VII SMP semester ganjil, yang berisi materi teks deskripsi berbasis penilaian autenik.
Penilaian autentik merupakan bentuk penilaian yang menekankan pada kemampuan peserta didik untuk mendemonstrasikan pengetahuan yang dimiliki secara nyata dan makna (Mahsun, 2013:150). Pe-ngembangkan penilaian dalam bahan ajar teks deskripsi adalah pendekatan berbasis penilaian autentik. Ada beberapa bentuk yang dapat dika-tegorikan penilaian autentik yaitu: (1) Penilaian kinerja, (2) wawancara lisan, (3) pertanyaan terbuka, (4) menceritakan kembali, (5) portofolio Nurgiantoro dalam Mahsun, 2016: 151). Ada empat jenis penilaian autentik yang dipandang relevan dengan pembelajaran berbasis teks yaitu: (1) pertanyaan terbuka, (2) pendekatan ilmiah dalam pemro-duksian teks, (3) proyek, dan (4) portofolio.
wujud tertentu,dalam hal ini pasti teks deskripsi.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka suatu hal yang penting dari penilaian autentik adalah hendaknya mengukur berbagai konteks yang mencerminkan berbagai situasi mi-salnya penugasan dalam mem-produksi teks aktual realistis, seperti teks deskripsi kondisi lingkungan, teks cerita ulang kejadian yang dialami pertama kali masuk sekolah.
Dalam penilaian autentik, penilaian atas proses dan hasil dilakukan secara terpadu, sehingga seluruh tampilan peserta didik dalam rangkaian kegiatan pembelajaran tidak luput dari penilaian. Dalam konteks ini, penilaian autentik menjadi lebih objektif karena seluruh informasi tentang peserta didik dalam mengikuti pembelajaran terekam dengan baik (Mahsun, 2013:150). Sehingga berdasarkan teori tersebut spesifikasi produk adalah terdapat model teks deskripsi, lalu latihan-latihan yang mendorong siswa untuk melakukan kegiatan nyata dan terdapat kriteria yang jelas sehingga memotivasi siswa untuk belajar mandiri, serta memudahkan guru dalam sistem penilaian dan menghindarkan sifat subjektif.
Pada bagian penutup buku ini berisi simpulan materi yang dibahas, dan uji kompetensi sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator yang ada.
Buku yang disusun berisikan ke-giatan teks deskripsi berbasis pe-nilaian autentik ini, memuat tugas dan latihan soal tentang teks deskripsi berbasis penialaian autentik yang harus dikerjakan siswa, dan uji kompetensi diri. Buku yang dikembangkan selanjutnya memiliki syarat kelayakan pada aspek isi, bahasa, dan kegrafisan dan penilaian yang ditentukan oleh validasi ahli.
Proses Pengembangan Produk
Proses pengembangan produk bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik yang akan dilakukan meng-adopsi model penelitian pengem-bangan menurut Borg & Gall (2005) yang meliputi 10 langkah yaitu (1) pengumpulan informasi, (2) peren-canaan, (3) pengembangan draf pro-duk, (4) uji coba lapangan awal, (5) merevisi hasil uji coba, (6) uji coba lapangan, (7) penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan, (8) uji pelaksanaan lapangan, (9) penyem-purnaan produk akhir, dan (10) diseminasi dan implementasi. Kegi-atan pengembangan langkah terse-but dalam pengembangan ini hanya melakukan sampai langkah ketujuh. Hal ini didasarkan pada alasan keterbatasan waktu, kemampuan dan biaya yang ada pada peneliti. Adapun diseminasi produk yang dilakukan dalam pengembangan ini adalah dengan menyusun artikel dari laporan tesis untuk dipublikasikan di jurnal nasional.
Pengembangan Produk Awal Ba-han Ajar
Langkah-langkah kegiatan pengem-bangan produk awal bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik adalah (1) pengembangan silabus, (2) pengembangan bahan ajar, (3) me-ngembangkan model kegiatan pem-belajaran, (4) pengembangan penilai-an pembelajarpenilai-an, (5) pengembpenilai-angpenilai-an draf awal bahan ajar.
Pengembangan Silabus Bahan Ajar Teks Deskripsi Berbasis Penilaian Autentik
mudah dan terarah dalam melak-sanakan pembelajaran teks deskripsi berbasis penilaian autentik, (2) model bahan ajar yang dikem-bangkan ini bukan hal yang baru hanya lebih rinci dalam mengem-bangkan kriteria setiap penilaian yang disajikan agar bersifat autentik dan tidak subjektif dalam penialaian, diharapkan guru lebih mudah mema-hami isi bahan ajar sehingga akan efektif dalam pembelajaran, (3) bahan ajar ini dikembangkan berbasis penilaian au-tentik. Kegiatan pembelajaran lebih berpusat pada siswa dengan model pembelajaran untuk mengembangkan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Silabus bahan ajar teks des-kripsi ini dikembangkan berdasarkan Kompetensi Dasar yang telah dite-tapkan.
1) mengidentifikasi informasi dalam teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat ber-sejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca.
2) menentukan isi teks des-kripsi objek (tempat wisata, tempat bersejarah, suasana pentas seni daerah, dll) yang didengar dan di-baca.
3) menelaah struktur dan kai-dah kebahasaan dari teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wi-sata, tempat bersejarah, dan atau sua-sana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca.
4) Menyajikan data, gagasan, kesan dalam bentuk teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) secara tulis dan lisan dengan memperhatikan struktur, kebahasaan baik secara lisan dan tulis
Pengembangan Bahan Ajar Teks Deskripsi Berbasis Penilaian Autentik
Pengembangan bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian pa-da pertimbangan kesesuaian, kecuku-pan, dan kemenarikan isi teks. Pe-rtimbangan kesesuaian berarti bahan teks yang digunakan dalam bahan ajar ini telah disesuaikan dengan (1) kondisi umum kemampuan membaca siswa SMP, (2) kompetensi yang harus dikuasai siswa, dan (3) silabus bahan ajar teks deskripsi yang telah ditetapkan. Pertimbangan kecukup-an, berarti teks harus memenuhi kriteria kecukupan dari segi kosa kata yang digunakan, yaitu antara 500 sampai dengan 1500 kata. Pertimbangan kemenarikan, berarti teks yang dipilih merupakan bahan teks yang menarik dari segi (1) isi dan bahasanya, (2) fungsinya sebagai pengayaan wawasan pengetahuan siswa, dan (3) kebermanfaatannya bagi siswa.
Penyusunan Draf Bahan Ajar
Penyusunan draf bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik sebagai protipe yang terdiri atas kegiatan pendahuluan, kegiatan inti secara berkelompok dan kegia-tan mandiri, dan Penutup terdiri dari uji kompetensi. Seluruh kegiatan te-rsebut dikembangkan berdasarkan silabus pengembangan bahan ajar teks deskripsi yang telah ditetapkan. Draf bahan ajar teks deskripsi yang telah disusun selanjutnya dikem-bangkan menjadi bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik yang lengkap. Bahan ajar teks deskripsi yang dikembangkan ini terdiri atas empat bagian.
2) Menentukan isi teks des-kripsi objek (tempat wisata, tempat bersejarah, suasana pentas seni daerah, dll) yang didengar dan di-baca.
3) Menelaah struktur dan kai-dah kebahasaan dari teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca.
4) Menyajikan data, gagasan, kesan dalam bentuk teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wi-sata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) secara tulis dan lisan dengan mem-perhatikan struktur, kebahasaan baik secara lisan dan tulis.
Pengembangan Penilaian
Pengembangkan penilaian dalam bahan ajar teks deskripsi adalah pendekatan berbasis penilaian au-tentik. Ada beberapa bentuk yang dapat dikategorikan penilaian au-tentik yaitu: (a)Penilaian kinerja, (b) wawancara lisan, (c) pertanyaan terbuka, (d) menceritakan kembali, (e) portofolio Nurgiantoro dalam Mahsun, 2016:151). Ada empat jenis penilaian autentik yang di-pandang relevan dengan pem-bela-jaran berbasisi teks yaitu: (a) per-tanyaan terbuka, (b) pen-dekatan ilmiah dalam pemroduksian teks, (c) proyek dan (d) dan portofolio.
Pada jenis penilaian pertama, per-tanyaan terbuka peserta didik ditugasi untuk menjawab pertanyaan secara terbuka, baik lisan maupun tulisan. Pertanyaan tidak sekedar membutuhkan jawaban singkat de-ngan satu atau beberapa kata; ya/tidak, tetapi pertanyaan yang be-rsifat elaboratif. Jawaban semacam ini tidak hanya memberi ruang pada peserta didik mengembangkan
piki-rannya secara kreatif untuk men-jawab pertanyaan itu, tetapi juga memberi ruang secara kreatif bagi upaya membahasakan pikiran pikiran peserta didik dalam bentuk ekspresi argument tasi. Penilaian pendekatan ilmiah dalam pemroduksian teks dimaksudkan sebagai bentuk peni-laian terhadap hasil kegiatan ilmiah dalam mengembangkan teks, yang diawali dari pengumpulan, analisis, sampai pada analisis penyajian hasil analisis data, informasi,atau fakta yang tidak lain adalah teks dalam wujud tertentu,dalam hal ini pasti teks deskripsi berbasis penilaian autentik.
Penyusunan Draf Awal Bahan Ajar
Draf awal bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik disusun dengan sistematika sebagai berikut. Pertama, membangun konteks pe-tunjuk penggunaan buku. Pada ba-gian petunjuk penggunaan buku berisi informasi terkait jenis bahan ajar yang digunakan, cara meng-gunakan bahan ajar, muatan kom-petensi bahan ajar. Kedua, bagian membangun konteks. Kegiatan mem-bangun konteks dimaksudkan untuk memberikan apersepsi terkait materi dan kegiatan belajar dengan pengalaman belajar siswa. Ketiga, bagian isi bahan ajar berisi sbb. 1) Mengidentifikasi informasi dalam teks deskripsi tentang objek (sekolah, tem-pat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca.
2) Menentukan isi teks des-kripsi objek (tempat wisata, tempat bersejarah, suasana pentas seni daerah, dll) yang didengar dan dibaca.
pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca.
4) Menyajikan data, gagasan, kesan dalam bentuk teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) secara tulis dan lisan dengan memper-hatikan struktur, kebahasaan baik secara lisan dan tulis.
Pada bagian penutup berisi tentang rangkuman materi dan uji kom-petensi.
Uji Coba Draf Awal
Kegiatan Uji coba draf awal teks deskripsi berbasis penilaian autentik dilakukan dalam lingkup terbatas bersama tim ahli dan siswa. Uji coba bersama dosen ahli dalam rangka memperoleh desain pengembangan bahan ajar dan muatan isi, penggunaan bahasa, dan penyajian bahan ajar yang sesuai. Uji coba terbatas kepada siswa dilakukan untuk memperoleh informasi ke-terbacaan bahan ajar dan kecukupan bahan dengan alokasi waktu pembelajaran. Tim ahli untuk uji coba produk awal melibatkan dosen pembimbing. Uji coba draf awal produk bahan ajar teks deskripsi bersama dosen ahli dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Desember 2016. Hasil uji coba terbatas ini diperoleh saran dan rekomendai perbaikan. Saran dan rekomendasi perbaikan produk awal, yaitu (1) penyajian kegiatan pembelajaran membaca teks deskripsi berbasis penilaian autentik supaya dikembangkan agar siswa dapat menulis teks deskripsi dengan mudah. Karena berbasis penilaian autentik agar kegiatan siswa terekam denga baik maka harus ada kriteria penilaian antara (5) penyajian bahan supaya diketik di kertas standar A4 dengan font size 12, ukuran 17x 25.
Penyajian bahan jangan langsung materi teori tetapi lebih menekankan anak menelusuri sendiri dan dapat menyimpulkan sendiri. Sedangkan, materi yang sifatnya teori disusun dalam program Shape dalam bentuk yang menarik.
Dari penampilan tersebut, ahli uji coba draf awal dalam hal ini menyampaikan font huruf yang digunakan kurang memenuhi kaidah penulisan buku, sistematikanya tidak beraturan. Menurut ahli, mater dalam buku bahan ajar yang disajikan tidak boleh langsung dipaparkan tetapi model dulu anak menganalisis dengan menggunakan tabel- tabel pertanyaan yang menuntun lalu siswa me-nyimpulkan saat presntasi bersama guru. Dari hasil uji coba awal direvisi tampilan font huruf, materi dan sistematika penulisan buku harus diperhatikan. Selain itu, tidak boleh menggunakan huruf capital di setiap subjudul.
Revisi Produk Hasil Uji Coba Awal
Kegiatan revisi produk hasil uji coba dilakukan untuk memperoleh hasil produk bahan ajar yang memiliki kalayakan pada aspek isi, bahasa, dan penyajian. Revisi produk hasil uji coba ini dilakukan berdasarkan saran dan masukan dari tim ahli terbatas dan hasil uji coba kelompok kecil. Berdasarkan hasil uji produk secara terbatas bersama tim ahli dosen pembimbing diperoleh saran perbaikan. Saran perbaikan dari dosen pembimbing tersebut dipakai sebagai dasar revisi produk bahan ajar. Revisi produk bahan ajar dilakukan sesuai saran dan rekomendasi dosen pembimbing. Pertama, penyajian kegiatan pem-belajara hendaknya disajikan secara sistematis urutannya dengan mem-buat peta konsep yang urut.. Revisi terhadap produk awal bahan ajar berdasarkan saran dan rekomendasi dosen ahli adalah (1) sistematika penyajian bahan ajar teks deskripsi harus disajikan secara sitematis, (2) kegiatan membangun konteks dibuat dengan deskripsi motivasi yang agak menukik yang memuat keuntungan, baik secara
ketrampilan dan finansial nantinya ketika berhasil menyusun teks deskripsi, (3) penyajian font huruf kurang menarik (4) penyajian bahan ajar yang semula meng-gunakan Kurikulum 2013 yang belum revisi dianjurkan yang sudah revisi.
Uji Validasi Ahli dan Praktisi dan Revisi Produk Akhir
Produk bahan ajar yang telah disem-purnakan berdasarkan saran dan masukkan dari dosen pembimbing selanjutnya dilakukan uji Ahli dan Praktisi. Uji ahli melibatkan (1) uji ahli bahasa, (2) uji ahli materi, (3) uji ahli kegrafikaan, dan (4) uji ahli asesmen. Pokok masalah yang divalidasi adalah kesesuaian bahasa, kesesuaian materi bahan ajar teks deskripsi dengan kompetensi dan indikator kemampuan , kegrafikaan, dan kesesuaian soal penilaian dengan kompetensi dasar teks deskripsi. Hasil validasi tersebut kemudian digunakan sebagai acuan untuk merevisi dan menyempurnakan produk agar diperoleh produk akhir yang sempurna dan sesuai harapan para ahli dan praktisi. Kegiatan revisi dilakukan dengan mempertimbang-kan hasil validasi ahli dan praktisi yang berupa tanggapan, komentar, kritik, dan saran baik secara tertulis maupun lisan. Bagian-bagian produk yang direvisi adalah bahan teks, bahasa masih banyak yang tidak sesusi pedoman penulisan bahasa Indonesia.
Uji praktisi ini melibatkan dua orang guru dan 20 siswa yang dilakukan pada tanggal 18 Januari 2017. Uji praktisi ini hanya untuk mengetahui kemenarikan dan kemanfaatan pro-duk bagi guru tidak untuk dijadikan pathokan validasi kelayakan bahan ajar.
Dalam kegiatan analisis ini ditampilkan semua hasil uji validasi ahli yaitu ahli bahasa, ahli mater, ahli kegrafikaan dan ahli asesmen.
Analisis dari Ahli Bahasa
Dari Validasi atau uji coba Ahli ba-hasa disampaikan hasil (1) kalimat-kalimat yang digunakan tidak terlalu panjang dan berbelit belit mendapat skor 3, (2) Kata atau istilah mudah dipahami mendapat skor 3, (3) informasi dalam menggambarkan ob-jek disajikan dengan jelas mendapat skor 3, (4) penggunaan kalimat jelas dan komunikatif mendapat skor 3, (5) penggunaan tanda baca, struktur kalimat dan paragraph mendapat skor 3, (6) penggunaan bahasa efektif dan efisien mendapat skor 4. Nilai yang diperoleh sesuai rumus 79,5. Saran dari dari ahli bahasa juga disampaikan agar diperhatikan pe-ngetikan ejaan. Font huruf di dalam table 10, spasi satu.
Analisis dari Ahli materi
Validasi ahli materi diperoleh data sebagai berikut ini. (1) Materi yang disampaikan sesuai/relevan dengan Kompetensi Dasar dan indikator pembelajaran mendapat skor 3, (2) Topik yang dibahas dapat dimengerti dengan jelas mendapat skor 3, (3) Materi teks teks deskripsi dibahas secara runtut dari yang mudah ke yang sukar mendapat skor 3, (4) materi disampaikan secara tuntas mendapat skor 3, (5) Tingkat kesulitan sesuai dengan tingkat berfikir siswa SMP kelas 7 sehingga dapat diterjemahkan dengan mudah mendapat skor 3, (6) Petunjuk penggunaan bahan ajar disampaikan dengan jelas mendapat skor 3, (7) Penggunaan bahasa mendukung kemudahan memahami alur bahan ajar mendapat skor 3, (8) Bahan ajar yang disajikan benar merupakan teks
deskripsi baik secara struktur,bahasa dan isi mendapat skor 4, (9) Penyajian materi mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran mendapat skor 3, (10) Penyajian materi menarik, bervariasi dan proporsional mendapat skor 3. Berdasarkan perolehan skor tersebut dari ahli materi memperoleh nilai 77,5. Saran dari ahli materi juga agar diperhatikan pengetikan dan ejaan.
Analisis Hasil Validasi Ahli Kegra-fikaan
tidak terdapat widow atau orphan
mendapat nilai 3, (14) spasi antar teks dan ilustrasi sesuai mendapat skor 2, (15) judul bab, subjudul bab, dan angka halaman /folio mendapat skor 2, ((16) ilustrasi dan keterangan gambar(caption) mendapat skor 3, (17) tidak terlau banyak mengguna-kan jenis huruf mendapat skor 4, (18) penggunaan variasi huruf (Bold, italic, capital tidak berlebihan) men-dapat skor 4, (19) jenis huruf sesuai dengan materi isi mendapat skor 3, (20) lebar susunan teks antara 45-75 karakter (sekitar 5-11 kata) mendapat skor 4, (21) Spasi antar baris su-sunan teks normal mendapat skor 2, (22) Jenjang Herarki judul je-las/konsisten, dan proporsional men-dapat skor 3, (23) Tanda pemo-tongan kata mendapat skor 4, (24) Ilustrasi memperjelas dan mem-permudah pemahaman/mampu me-ngungkap makna/arti dari objek mendapat skor 2, (25) Ilustrasi isi menimbulkan daya tarik mendapat skor 2. Dari data tersebut maka nilai akhir untuk validasi kegrafikaan adalah 75%. Dari Ahli kegrafikaan juga disampaikan saran perlu konsistensi pola, ukuran
font, spasi, ejaan, dan disampaikan bahwa ilustrasi masih minim.
Analisis Hasil Uji Validasi Ahli Asesmen
Dari validasi ahli asesmen diperoleh data (1) topik yang dinilai dapat dimengerti dengan jelas mendapat skor 4, (2) materi teks teks Deskripsi digunakan penilaian disusun secara runtut dari materi yang mudah kepada materi yang sukar mendapat skor 4, (3) materi soal sesuai indikatornya yang dibuat mendapat skor 4, (4) tingkat kesulitan sesuai dengan tingkat berpikir siswa SMP kelas 7 sehingga dapat diterjemahkan dengan mudah mendapat skor 4, (5) bahasa yang disampaikan jelas,tidak
menimbulkan makna ganda mendapat skor 4, , (6) tidak ada kesalahan tanda baca,maupun huruf besar mendapat skor 3, (7) penilaian dilakukan bervariasi, sikap, pengetahuan dan ketrampilan mendapat skor 4, (8) kriteria yang digunakan benar sesuai dengan KD dan indikator mendapat skor 4, dari jumlah skor tersebut diperoleh nilai 96,7%. Saran harap memperhatikan penulisan daftar pustaka. Dari hasil kajian uji coba ahli bahasa 79,19%, Uji ahli materi 77,5%, uji kegrafisan 75%, Ahli asesmen 96,7%, maka rata-rata penilaian uji coba 82,09%. Dengan demikian sesuai skala likert buku yang dihasilkan sangat baik dan layak diproduksi dengan saran sesuai yang dituliskan oleh para ahli.
Analisis Hasil Uji Coba Praktisi
Hasil analisis uji coba praktisi ini berasal dari dua orang guru, dan 20 siswa partisipan.
Analisis Hasil uji Coba Praktisi Guru Satu
ketuntasan materi dalam bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik mendapat skor 4, (8) kalimat-kalimat yang digunakan dalam bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik tidak terlalu panjang mendapat skor 3, (9) kata dan istiklah yang digunakaknan dalam teks deskripsi berbasis penilaian autentik mudah dipahami siswa mendapat skor 4, (10) Informasi kegiatan disampaikan de-ngan kalimat yang jelas dan komunikatif mendapat skor 4, (11) Kejelasan petunjuk yang menyertai materi bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik mendapat skor 4, (12) Penggunaan ejaan tanda baca struktur kalimat dan paragraf sesuai dengan kaidah bahasa men-dapat skor 3, (13) Penggunaan bahasa secara efektif dan efisien mendapat skor 3, (14) Kelayakan bahan ajar terhadap proses per-kembangan belajar siswa mendapat skor 3, (15) Langkah pembelajaran dalam bahan ajar mendapat skor 3, Langkah pembelajaran mendukung siswa secara kelompok mendapat skor 3, (16) Bahan ajar mampu meningkatkan motivasi siwa dalam menentukan ide teks deskripsi mendapat skor 4, (17) Bahan ajar mampu meningkatkan motivasi siwa dalam menentukan ide teks deskripsi mendapat skor 4,(18) Bahan ajar mampu memperluas wawasan siswa dalam mengembangkan teks des-kripsi mendapat skor 3, (19) Bahan ajar mampu memotivasi siwa dalam menulis teks deskripsi mendapat skor 4. Dari data analisis uji coba guru satu diperoleh nilai 90,8.
Analisis Hasil uji Coba Praktisi Guru Dua
Uji coba dari praktisi guru satu diperoleh data (1) kesesuaian materi bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik dengan
motivasi siwa dalam menentukan ide teks deskripsi mendapat skor 4, (17) Bahan ajar mampu me-ningkatkan motivasi siwa dalam menentukan ide teks deskripsi mendapat skor 4,(18) Bahan ajar mampu memperluas
wawasan siswa dalam
mengembangkan teks deskripsi mendapat skor 3, (19) Bahan ajar mampu memotivasi siwa dalam menulis teks deskripsi mendapat skor 4. Dari data analisis uji coba guru satu diperoleh nilai 86,8.
Analisis Hasil Uji coba Siswa
Hasil uji coba Siswa sebanyak 20 siswa dipaparkan sebagai berikut. (1) Tampialan bahan ajar menurut kalian menarik mendapat skor 75 nilai persentase 93,5, (2) Penyajian bahan ajar mudah dipahami mendapat skor 75 dan nilai persentase 93,5, (3) Bahasa/perintah dalam bahan ajar sederhana dan mudah dipahami men-dapat skor 76 dan nilai presentasi 95, (4) Bahan ajar menurut siswa bersifat praktis(mudah dibawa mendapat skor 74 dan nilai persentase 92,5, (5) Ba-han ajar dapat memperjelas pe-mahaman siswa dan meningkatakan kompetensi sesuai teks deskripsi mendapat skor 72 dan nilai pesentasi 90, (6) Bahan ajar dapat mening-katkan keinginan dan semangat belajar siswa mendapat skor 73 dan nilai persentase 91,3, (7) Bahan ajar memungkinkan siswa belajar mandiri mendapat skor 72 dan nilai per-sentasi 90, (8) Bahan ajar dapat mempermudah siswa dalam mengatasi kesulitan mendapat skor 74 dan persdentasi 92.5. Dari data tersebut maka rata-rata nilai persentase dari uji coba siswa adalah
P E N U T U P
Pada bagian penutup ini dipaparkan hal-hal antara lain (1) kajian produk dan (2) saran pemanfaatan. Bagian ini
dijelaskan secara rinci sebagai berikut.
Kajian Produk
Bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik yang telah diuji-cobakan pada siswa, praktisi, dan tim ahli, selanjutnya direvisi dan disem-purnakan. Penyempurnaan pro-duk bahan ajar ini dilakukan berdasarkan hasil penilaian, saran dan masukan terhadap angket yang diberikan kepada tim ahli, praktisi dan siswa pada uji kelayakan. Tujuan penyempurnaan produk bahan ajar adalah untuk memperbaiki produk bahan ajar agar tidak terdapat kesalahan baik dalam aspek isi, aspek bahasa,aspek materi, aspek kegrafikaan dan aspek penilai-an/asesmen. Selain itu, penyem-purnaan produk akhir ini dimak-sudkan untuk memperoleh produk bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik yang terbaik dengan tingkat kelayakan yang tinggi sehingga layak digunakan di sekolah. Penyempurnaan produk dilakukan setelah keseluruhan tahapan validasi selesai. Pada tahap penyempurnaan produk ini dilakukan kegiatan penyuntingan produk dari segi bahasa dan kegrafikaaan. Hal ini dilakukan agar (1) tidak terdapat kesalahan penggunaan aspek ke-bahasaan seperti penggunaan tanda baca, penulisan huruf, penulisan ka-ta, penulisan frase, penggunaan diksi, penyusunan kalimat, penyusunan paragraf, dan (2) penataan organisasi yang menarik dan efektif. Hasil kegiatan penyempurnaan produk ini adalah produk akhir bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik untuk siswa kelas VII SMPN 2 Pakisaji dikemas dalam bentuk buku ajar.
penilaian autentik yang sudah ber-bentuk buku ini kurang lebih sudah mengalami lebih dari lima kali revisi. Produk awal buku ini menggunakan Kurikulum KTSP 2006, revisi selan-jutnya terhadap produk mengarah pada perbaikan dan peningkatan produk dengan menggunakan Kuri-kulum 2013. Produk final diubah berdasarkan hasil lapangan dengan mengacu pada draf Kurikulum 2013 revisi. Revisi yang keempat adalah draf yang belum sesuai sistematika buku. Produk final ini dinilai sudah memiliki kelayakan produk bahan ajar cetak berbentuk buku ajar setelah uji validasi dan uji kelayakan praktisi dari guru dan siswa sebagai suplemen dari buku guru dan buku siswa yang disediakan oleh pemerintah terkait pelaksanaan Kurikulum 2013 yang sudah direvisi.
Kelebihan dan Kekurangan pro-duk
Setelah dilakukan uji validasi terhadap bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik kepada 4 dosen ahli, serta uji praktisi kepada 2 guru mata pelajaran bahasa Indonesia, didapatkan hasil penilaian dan saran masukan sebagai dasar perbaikan bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik. Terdapat 4 aspek yang diuji validasi oleh ahli dan praktisi yaitu (1) aspek bahasa ba-han ajar, (2) aspek materi baba-han ajar, (3) aspek kegrafikaan bahan ajar, dan (4) aspek penile-ian/asesmen bahan ajar.
Hasil validasi terhadap pro-duk bahan ajar oleh ahli bahan ajar menyatakan bahwa bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik untuk kelas VII SMP ini dinilai sangat baik dan layak digunakan. Hal ini ditunjukkan oleh hasil validasi aspek bahasa dengan rata-rata nilai
79,19% dengan saran dan revisi penggunaan font dalam buku jangan terlalu bervariasi, agar diperhatikan penulisan tanda koma, untuk aspek isi bahan ajar rata-rata nilai 77,5% . agar pembahasan ma-teri runtut dan tuntas, maka perlu disertai dengan skema pengem-bangan materi atau biasa disebut peta konsep. Oleh sebab itu, pada aspek isi bahan ajar ini ada perbaikan agar peta konsep disesuaikan dengan urutan kompetensi dasar.
bahasa dalam buku ini sudah bagus. Kalimat yang digunakan sudah komunikatif dan efektif. Meskipun demikian masih perlu mencermati penggunaan EYD, seperti peng-gunaan tanda (,), (.),banyak yang ti-dak menggunakan spasi setelah ko-ma dan titik pada bahan ajar dan menambahkan keuntungan belajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik yaitu siswa bisa menilai diri sendiri karena kriteria sudah jelas. Meskipun secara keseluruhan tam-pilan dan tipografi produk bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik ini sudah sesuai dengan standar yang ditentukan, namun masih ditemukan beberapa tampilan dan tata letak yang kurang konsisten, yakni masih terdapat beberapa peletakan paragraf yang tidak konsisten/ajeg.
Menurut praktisi pembe-lajaran yang dilibatkan dalam vali-dasi produk menyatakan produk ini secara keseluruhan sudah bagus dan layak digunakan. Hanya perlu mela-kukan perbaikan pada penulisan ka-ta, ejaan, pilihan jawaban pada uji kompetensi agar ajeg bentuknya mengikuti aturan penulisan soal. Berdasarkan penilaian dan saran yang diberikan terhadap produk bahan ajar ini oleh beberapa ahli maka produk ini telah dilakukan revisi yaitu (1) menata ulang aspek isi bahan ajar, (2) mengedit ulang penulisan kata, ejaan, dan tanda baca, dan (3) menata ulang tata letak penyajian bahan ajar dan perbaikan pada sub aspek gambar atau foto diperbanyak agar lebih menarik. Ketiga saran inilah yang dipakai sebagai dasar penyempurnaan pro-duk sehingga dihasilkan bahan ajar teks deskripsi yang lengkap, sis-tematis, dan mudah dalam peng-gunaan.
Masalah dan Alternatif Peme-cahan Masalah
Bahan ajar ini memiliki karakter yang tidak sama dengan bahan ajar yang lain. bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik ini memiliki kelebihan maupun ke-kurangan produk sehingga berim-plikasi terhadap kemungkinan per-masalahan yang akan timbul terkait produk bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik, berikut alternatif pemecahan ma-salahnya. Hal-hal tersebut akan dipaparkan berikut ini.
1) Bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentikini me-rupakan bahan ajar suplemen/pen-damping buku teks siswa yang disediakan oleh pemerintah. Jadi meskipun buku ini bagus dan bermanfaat bagi guru dan siswa dalam pembelajaran teks deskripsi, buku ini belum bisa diperkenalkan secara meluas. Untuk memecahkan masalah ini, peneliti dapat mem-perkenalkan produk ini dalam forum-forum komunikasi guru mata pelajaran seperti MGMP atau KKG. 2) Buku ini bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik ini belum dilengkapi indek buku dan glosarium, sehingga jika ada kata sukar perlu didampingi kamus besar bahasa Indonesia untuk pemahaman kata yang sukar dalam buku ini buku ini.
3) Diperlukan usaha yang tidak sederhana untuk memperkenalkan buku ini kepada konsumen yang lain. Jadi perlu kemauan dan kemampuan yang kuat untuk melakukan usaha ini.
Saran Pemanfaatan Produk
yaitu diseminasi produk. Diseminasi produk merupakan upaya untuk menginformasikan atau menyebar-luaskan hasil pengembangan pro-duk kepada masyarakat. Tujuannya ada-lah agar produk bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik ini dapat diketahui oleh masyarakat dan dimanfaatkan sesuai kepenting-annya. Diseminasi produk bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian autentik akan diwujudkan dalam bentuk tulisan artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal guru mata pelajaran atau jurnal ilmiah tingkat nasional.
DAFTAR RUJUKAN
Arief, Fajar .2008. Hakekekat Ketrampilan Berbahasasa BI. Bahan Perkulihan S2. Unis-ma malang Tidak Dipu-blikasikan.
Arsyad, A. 2007. Media pembelajar-an. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Dirjen Manajemen Dikdasmen. 2006.
Pedoman Memilih dan menyusun Bahan ajar.
Jakarta: Dirjen Dikdasmen. Iskandarwassid dan Sunendar.D.
2011. Strategi pembelajaran
Bahasa.Bandung:Rosdakarya. Kasmijanto. 1985. Buku Teks Bahasa
Indonesia. Surabaya: FKIP Universitas Dr. Sutomo. Mahsun. 2013. Teks Dalam
Pem-belajaran Bahasa Indonesia.
Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Majid, Abdul. 2007. Perencanaan Pembelajaran: Mengembang-kan Standar Kompetensi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mudini & Syamsurizal, Slamet. 2011.
Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Kemendikbud.
Muslich, Masnur. 2010. Teks Book Writing: Dasar-dasar Pe-mahaman, Penulisan, dan Pemakaian Buku Teks.
Yogyakarta: Ar- ruzz Media. Nuhadi. 2005. Kurikulum 2004
Pertanyaan dan jawaban.
Jakarta: Gramedia.
Nuryani. 2005. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia.
Malang: Universitas Negeri Malang.
Prastowo, Andy. 2012. Panduan Kreatif Membuat bahan Ajar
Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
Riyanto, Yatim. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: SIC.
Suntari. 2003. Pembelajaran Men-ulis. Bahan Ajar Diklat Guru Bahasa Indonesia SMP. Surabaya: Depdiknas.
Suryaman, Maman. 2006. Pedoman -Penilaiann Buku Teks Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs SM/MA. Jakarta Pusbuk. Depdiknas.
Suwardoyo. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Membaca Kritis-Kreatif Sastra Untuk Siswa SMP,Tesis.Unisma: Program Pasca Sarjana.
Universitas Islam Malang. 2010.
Utomo, Erry dan Sumiati. 2000.
Teknik Penulisan buku pelajaran. Muatan Lokan Pendidikan Dasar( SD dan SLP). Jakarta: Depdiknas.