• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PAKAN ATEROGENIK TERHADAP PENINGKATAN KADAR KOLESTEROL TOTAL SERUM DARAH MENCIT (Mus musculus) | Ismiranda | Jurnal Edubio Tropika 7141 15539 1 PB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PAKAN ATEROGENIK TERHADAP PENINGKATAN KADAR KOLESTEROL TOTAL SERUM DARAH MENCIT (Mus musculus) | Ismiranda | Jurnal Edubio Tropika 7141 15539 1 PB"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

14 Ismiranda

Majelis Pendidikan Daerah Aceh

Ervina Dewi

Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jabal Ghafur

Korespondensi: [email protected]

PENGARUH PAKAN ATEROGENIK TERHADAP PENINGKATAN KADAR KOLESTEROL TOTAL SERUM DARAH MENCIT (Mus musculus)

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pakan aterogenik terhadap kadar kolesterol total serum darah mencit (Mus musculus) jantan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Syiah Kuala pada bulan Januari sampai Agustus 2015. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang terdiri atas 2 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri

atas Pakan standar dan akuades (Po) dan Pakan aterogenik dan akuades (P1). Pakan diberikan secara ad libitum.

Data kadar kolesterol total dianalis dengan uji T. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan aterogenik selama 30 hari berturut-turut mampu meningkatkan kadar kolesterol total serum darah mencit (Mus musculus) jantan sebesar 28,88%. Kesimpulan, pakan aterogenik mampu meningkatkan kadar kolesterol total serum darah mencit (Mus musculus) jantan.

Kata Kunci: Pakan Aterogenik, Kadar Kolesterol Total.

EFFECT OF ATHEROGENIC FEED FOR THE INCREASE OF TOTAL CHOLESTEROL IN BLOOD SERUM LEVELS ON MICE (Mus musculus)

ABSTRACT: This study aims to know the effect of atherogenic feed on blood serum total cholesterol levels in mice (Mus musculus) male. This research was conducted at Pharmatology Laboratory of the Faculty of Veterinary Medicine Syiah Kuala University in January to August 2015. This study is an experimental research laboratory consisting of 2 treatments and 4 replications. The treatment consisted of a standard feed and distilled water (Po) and the atherogenic feed and distilled water (P1). Feed given ad libitum. Data was analyzed with total cholesterol levels of T test results showed atherogenic feeding for 30 days in a row can improve total cholesterol levels of blood serum of mice (Mus musculus) amounted to 28.88% male. In conclusion, the atherogenic feed can increase levels of total cholesterol blood serum of mice (Mus musculus) male.

Keywords: Atherogenic feed, Total Cholesterol Levels.

PENDAHULUAN

Jumlah penderita hiperkolesterol semakin hari semakin bertambah. Penyakit ini terjadi karena adanya kelainan metabolisme lipid dan ditandai dengan meningkatnya kadar kolesterol atau trigliserida. Hiperkolesterolemia mengindi-kasikan adanya akumulasi radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas ini dapat berasal dari lipid eksogen (Murray et al., 2003).

Peningkatan radikal bebas menstimulasi proses peroksidasi lipid dan mengakibatkan stres oksidatif yang dapat ditentukan dengan mengukur salah satu parameter yaitu kadar kolesterol total serum darah. Peningkatan radikal bebas juga menurunkan aktivitas enzim lipoprotein lipase (LPL) yang menyebabkan terjadinya akumulasi trigliserida (TG) dalam sel hati dan terjadi degenerasi lemak sel hati sehingga memperparah kondisi tubuh.

Berdasarkan latar belakang, maka perlu dila-kukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pakan atreogenik terhadap peningkatan kadar kolesterol serum darah mencit mencit (Mus

musculus) jantan. Hasil penelitian ini diharapkan

dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang pengaruh makanan aterogenik terhadap peningkatan kadar kolesterol total serum darah. Sehingga dapat mempertimbangkan jenis bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

METODE

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unsyiah. Penelitian ini berlangsung pada bulan Januari sampai Agustus 2016.

(2)

Pengaruh Pakan Aterogenik terhadap Peningkatan Kadar Kolesterol 15

mencit, dan botol minum mencit. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah mencit (Mus

musculus) umur 2 bulan dengan bobot 20 gr,

pakan standar dan pakan aterogenik.

Penelitian ini merupakan penelitian ekspe-rimental yang terdiri dari 2 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri dari 4 ekor mencit. Perlakuan terdiri atas P0 : kontrol negatif (hanya diberikan pakan standar + Aquades) dan P1: kontrol positif (pemberian pakan aterogenik + Aquades).

Prosedur Penelitian

Mencit perlakuan diaklimatisasi selama tujuh hari di kandang percobaan. Hewan coba diberi pakan dan minuman secara ad libitum. Pakan aterogenik dibuat dengan komposisi yang menga-cu pada Hernawati (2012).

Pakan ateroenik diberikan pada kelompok P1 (kontrol positif). Pakan aterogenik diberikan selama 30 hari secara ad libitum (Hernawati, 2012).

Pengambilan sampel darah dilakukan satu hari setelah perlakuan pakan aterogenik dihen-tikan. Sampel darah diambil setelah mencit dipua-sakan selama 12 jam (Azman, 2011, Hernawati, 2012). Pengambilan sampel darah untuk analisis lipid mengacu pada penelitian Gani dkk (2013). Analisis kadar kolesterol total dilakukan dengan menggunakan metode CHOD-PAP.

Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah kadar kolesterol total serum darah mencit (Mus musculus) jantan.

Data hasil penelitian berupa kadar kolesterol total serum mencit (Mus musculus) jantan Diana-lisis dengan statistik uji-T.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil analisis data terhadap rerata kadar kolesterol total serum darah mencit perlakuan setelah diinduksi pakan aterogenik selama 30 hari menunjukkan adanya pengaruh perlakuan yang berbeda nyata. Hasil analisis data dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1 Kadar Kolesterol Total

No Perlakuan Rerata ± SD

1 Pakan Standar 105,25 ± 2,217a

2 Pakan Aterogenik 136,25 ± 13,074b

Keterangan : Superskrip huruf yang berbeda (a,b) menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05)

Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui bahwa pemberian pakan aterogenik selama 30 hari

mam-pu meningkatkan kadar kolesterol total serum darah mencit perlakuan pakan aterogenik (P1) yang berbeda nyata dengan mencit yang tidak diberikan pakan aterogenik atau hanya diberikan pakan standar (P0). Pakan aterogenik merupakan pakan diet tinggi lemak. Dengan mengkonsumsi pakan diet tinggi lemak dalam makanan secara terus menerus dapat meningkatkan kadar koles-terol plasma. Hal ini didukung oleh Barona and Fernandez (2012) yang menjelaskan bahwa meng-konsumsi makanan dengan diet tinggi lemak mampu meningkatkan kadar kolesterol plasma yang diperlihatkan dengan peningkatan kadar LDL dan HDL.

Peningkatan kadar kolesterol total serum mencit setelah diinduksi pakan aterogenik selama 30 hari ini terjadi sebesar 28,88%. Kondisi ini menunjukkan bahwa mencit perlakuan mengalami hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia merupa-kan suatu penyakit yang terjadi sebagai akibat adanya gangguan pada metabolisme lipid dan ditandai dengan meningkatnya kadar kolesterol atau trigliserida dalam plasma darah (Bahri, 2004). Marks et al., (2000) menjelaskan bahwa kolesterol tubuh berasal dari dua sumber, yaitu dari makanan yang dikonsumsi (kolesterol eksogen) dan dipro-duksi oleh tubuh (kolesterol endogen). Namun demikian, tidak dapat dibedakan antara kolesterol eksogen dan kolesterol endogen. Kolesterol endo-gen mencapai 80 % dari kolesterol yang ada di dalam darah diproduksi oleh hati dan kantung empedu. Sementara hanya 20 % berasal dari makanan yang dikonsumsi (kolesterol eksogen). Sumber utama kolesterol dalam makanan adalah lemak hewani (jenis lemak jenuh/tidak bisa diurai di dalam tubuh) (Guyton, 1997).

Hiperkolesterolemia juga dapat disebabkan oleh gangguan pada transport lipid sebagai akibat kelainan bawaan. Selanjutnya penyaluran fruktosa dalam jumlah besar ke hati juga dapat memper-parah hiperkolesterolemia. Di hati, fruktosa dapat meningkatkan sistesis triasilgliserol dan sekresi VLDL sehingga terjadi hipertriasilgliserolemia dan peningkatan kolesterol LDL (Murray et al., 2003). Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Univer-sitas Indonesia (1995) menyatakan bahwa biosin-tesis kolesterol dikontrol oleh kerja enzin HMG-CoA reduktase.

Kolesterol diproduksi oleh hati dengan ban-tuan enzim yang disebut HMG Coenzim-A

Reduktase (3-hydroxy-3-methylglutaryl–coenzyme

(3)

16 Ismiranda, dkk.

penghambat reduktase merupakan analog struk-tural HMG-CoA yang dibentuk oleh reduktase HMG-CoA dalam sintesis mevalonate (Istvan and Deisenhofer, 2001). Penghambat HMG-CoA re-duktase menghambat sintesis kolesterol di hati dan hal ini akan menurunkan kadar LDL plasma. Namun penghambat reduktase jelas menginduksi suatu peningkatan reseptor LDL dengan afinitas tinggi. Efek tersebut meningkatkan kecepatan katabolisme fraksional LDL maupun ekstraksi precursor LDL oleh hati (VLDL sisa), sehingga

mengurangi simpanan LDL plasma. Penurunan yang sedikit dalam trigliserida plasma dan sedikit peningkatan dalam kadar kolesterol HDL terjadi pula selama pengobatan (Katzung, 2002).

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disim-pulkan bahwa pakan aterogenik mampu mening-katkan kadar kolesterol total serum darah mencit (Mus musculus) jantan.

DAFTAR RUJUKAN

Azman, F. K., Zulkhairi, A., Azrina, A., Norhai-zan, M. E., Rasadah, M. A., Zamree, M. S dan Khairul, K. A. K. 2011. Antiobesity Effect Of Tamarindus Indica L. Pulp Aque-ous Extract In High-Fat Diet Induced Obese Rats. The Japanes Society of

Pharma-cognosy and Springer. 66:333-342.

Bagian Farmakologi, 1995. Bagian Farmakologi dan Terapi. Jakarta: Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Bahri A T. 2004. Manfaat Diet Pada

Penang-gulangan Hiperkolesterolemi. Sumatera

Utara : Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Barona, J and M. L. Fernandez, 2012. Dietary Cholesterol Affects Plasma lipid Levels, the Intravascular Processing of Lipoproteins and Reverse Cholesterol Transport without Increasing the Risk for Heart Disease.

Nutrient. 4: 1015-1025.

.Gani, N., L. I. Momuat dan M. M. Pitoi.2013. Profil Lipida Plasma Tikus Wistar Yang Hiperkolesterolemia Pada Pemberian Gedi Merah (Abelmoschus manihot L). Jurnal

MIPA UNSRAT ONLINE 2(1) 44-49.

Guyton, A. C dan Hall, J. E. 1997. Fisiologi

Ke-dokteran, Edisi 9. Terjemahan dan Text Book of Medical Physiology, oleh I.

Setiawan, L. M. A. K. A. Tengadi, A. San-toso. EGC: Jakarta.

Hernawati. 2012. Peran Berbagai Sumber Serat Pangan Pada Perbaikan Profil Lipid Darah Mencit Hiperkolesterolemia. Ringkasan Desertasi. Sekolah Pascasarjana Institut

Pertanian Bogor.

Istvan, E.S., dan Deisenhofer, J., 2001. Structural Mechanism for Statin Inhibition of HMG- CoA Reductase. Science. 292: 1160 – 1164. Katzung, B. G. 2002. Basic and Clinical

Pharma-cology. 10 th Ed. New York : McGraw Hill Lange.

Marks, D. B., M. D. Allan dan S. M. Collen. 2000.

Biokimia Kedokteran dasar, Sebuah Pende-katan Klinik. Terjemahan dari Biochemistri,

A Clinical Approarch, oleh Brahm U. Pendit. Buku Kedokteran,EGC, Jakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh temu mangga (curcuma amada) terhadap perbaikan kadar lipid darah pada mencit (mus musculus) jantan hiperlipidemia Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

pengaruh minuman berkarbonasi terhadap kadar ureum darah mencit.

sintetis minuman ringan terhadap kadar kreatinin darah pada mencit.

Pengaruh Jus Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten) stnensis) terhadap Kadar Kreatin Darah Mencit (Mus musculus)..

Adapun skripsi ini berjudul “ Pengaruh Pemberian Tepung Biji Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Mencit (Mus musculus L.), kiranya dapat

dengan judul “ Pengaruh Pemberian Tepung Daun Beluntas (Pluchea indica Less) Terhadap Penurunan Kolesterol Mencit (Mus Musculus,

3) Mengetahui perbedaan rerata kadar glukosa darah mencit putih jantan (Mus musculus) diabetes melitus sebelum dan setelah diberikan tepung beras dan tepung sagu.. 4) Mengetahui

Judul : Formulasi Biskuit Ekstrak Bunga Rosella ( Hibiscus Sabdariffa L.) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Pada Mencit ( Mus Musculus ) Bunga Rosella ( Hibiscus sabdariffa