The
1"
Accou
nt;unfConfe
ren ce
Bridging
the Gap
between Theory,
Research,
and
practice
Fakultas
Ekonomi Universitas lndonesia
Depok, 7-9 Nopennber
ZO07,'PERBANDINGAN
PENGUKURAN HASIL
TES
AAAHASISWA
TEORI
KLASIK DAN TEORI
MODERN: STUDI
KASUS
PADA
MATA
KULIAH
AKUNTANSI
MANAJEMEN"
Oleh:
SUKIRNO D
SUNIVERSITAS
NEGERI
YOGYAIGRTA
Organized by:
Department of Accounting FEUI
Graduate Program in Accounting FEUI
a
^?
The 1't Accounting'conference
i I
Hnoonn
Faculty
of
Economics Universitas lndonesia
W''
Depok, T-9 November
2oo7
PERBANDINGANPENGUKURAN}I,\SILTESMAHASISWA
TEORIKLASIKDANTEORIivIoDERN:STUDIKASUSPADA
u,
yut uttt(.er trueA^\,uyu
0eu0 uun rnlgKs KesuKoran bu:Ir.Penelitian
ini
dapat
digolongkan
clalam
jenis
,senelitian
clescriptivedevelopmental,
karena bert4juan
ntengtmgkap clan mengembang,:cansebuah alat
ukur
prestasiformatif,
Subjekpenelitian
aclalahselttrtrh
mahasis+,a semesterv
Jurusan
Pendidikan
Akuntansi angkatan
2003yang
mengantb:l
mata
kttliahAkuntansi Manajemen. Instrumen tes
y(rng
cligunakctnberttpa
tespilihan
gan1adengan empat alternatif. Analisis data clilakttkan clengan penciekatan
kasus clengan
analisis
grafik dan
statistik. Untuk mentbantu proses penganalisisan t\ata digtnakanprogram ITEMAN, BILOG, IIIS EXCEL, dan SpSS.
Berdasarkan hasil analisis
butir
tes diperoleh kesimpulanI)
acta perbedaan (gerakan perubahan tidak searah) antaro tingkat kestilitcttt parlufuIf
danCT yang
dibuktikan
secora
statislik dengan
skor korelasi
sebesctr-0,814
clengantaraf
signifkansi
0,000.
2)
Tidak terdapat perbedaanpola
perubahatt inclercs claya bedabutir antara MT dan CT.
Hal
itu diyakinkanlagi
clengannilai
korelasi sebesar 0,900dengan
tingkat
signifikansi sebesar0,000 3)
Terctapat perbedaanpola
hubtmgandaya
bedabutir
dengantingkat
kesuliran secaragrafik
maupunsecara
statislikantara MT dan CT- Pada MT terdapat hubungan negatif sangat tin1gi dan
signifiinn
i-Ihe 1-- Accounting
Conference
1
\
\Qi
The
1't
Accounting Conference
Faculty
of
Economics Universitas lndonesia
Depok, 7-9
November
2007
yang
dibuktikun
dengannilui
korelasi
.sebe.sar-0,814.siglikun
puela 0,000 ycutgberarti
pola
hubungonini
sesucti tlengon teori. Seclctngkon pacla CT tielak terdapat hubungan yang clitunjukkan clengonnilai
korelctsi .sebesar 0,262 (biserial) dan 0,288(point biserictl) clengun tingkat sigfilcunsi 0,162
dan 0,122;,ang berurti pulo
polahubtrngan
ini
lidaksesurti clengan laori. 1) Acla perbetluun (gerukun perubahun ticlaksearah)
enlure
pengukurunhusil
te:; rnuhttsi.stt'rt 1,ndu ,Yl'l' cktn C'l- .\ecuru gruJik,namun demikiun .\ecuru .vtttli.vtik
liduk
lcrdupttt perbcduun pengtrkurunhttsil
lc,s(eta kunci
:
perbandinganpengukrron
hasil
tes,teori
klasik,leori
re,stton butir,akuntansi ntanajenten
\.
Latar
Belakang NlasalahEvaluasi sebagai upa)'a mengukur dan menilai keberhasilan pen:ajaran )'ang
lilaksanakan menduduki
posisi
yang
tidak
kalah penting
dari
kegiatan
ataurelaksanaan pengajaran
itu
sendiri.
Berbagai keputusan pendidikairyang
berupa <eputusan diagnostik, bimbingan dan konseling, tes penempatan lplacement lest), ;erta kelulusan, diperoleh melalui kegiatan evaluasi. Keberhasilan kegiatan evaluasi:asil
belajardi
perguruantinggi
sangat tergantung pada kemampiran dosen dalam membuat soal, melaksanakanujian,
serta mengelolahasil ujian
tersebut. Kegiatan evaluasi pendidikandimulai dari
kegiatan pengukuran, sedangkan r,alam kegiatan pengukuran dibutuhkan alat ukur yang disebut dengan tes.Kemampuan dosen dalam membuat soal
yang
baik
nrerupakan salah satufaktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan kegiatan evaluasi di perguruan tinggi. Mengingat begitu pentingnya peranan dosen dalam kegiatan evaluasi
di
perguruantinggi, peningkatan pengetahuan dan keterampilan dosen dalam membuat soal yang
baik harus menjadi prioritas agar informasi tentang prestasi belajar mahasisrva bisa
terukur secara akurat. Informasi yang akurat hanya akan diperoleh
bila
kualitas soal