• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faculty of Cultural Studies Journal of Research

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Faculty of Cultural Studies Journal of Research"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Jumal Nihongo. Vol. 7, No.1, Maret 2015

ISSN 2085-1251

Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa Jepang Indonesia

TyセJセWQSJQゥ

• •

Dセ

Olterbltkan atas kerjasama

(2)

Jurnal Nihongo ini diterbitkan oleh Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa Jepang (ASPBJI). Terbit dua kali dalam setahun setiap bulan Maret dan November. Batas akhir pengiriman naskah untuk edisi Maret adalah bulan Januari dan untuk edisi Nopember adalah bulan September. Naskah yang masuk akan diseleksi oleh tim reviewer dari berbagai lembaga di Indonesia.

Redaksi menerima naskah dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Jepang dan naskah yang yang sudah dikirim Dewan Redaksi tidak akan dikembalikan.

Redaksi berhak melakukan penyuntingan terhadap setiap naskah tulisan yang akan diterbitkan.

Susunan

Pengurus

Dewan Redaksi Jurnal Nihongo ASPBJI

(Tanpa gelar akademis)

Penanggung Jawab Ketua Redaksi PenyuntingAhli

Pengelola Administrasi :

Agus S. Suryadimulya Ahmad Dahidi

Nandang Rahmat Ahmad Dahidi Dedi Sutedi Susi Widianti Tatang Hariri Mikami Kyoko Sugihartono

Alamat Redaksi : Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa Jepang

dJa. Pusat Studi Bahasa Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran JI.Raya Bandung - Sumedang Km 21, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat TellFax 022-7786388

Alamat email: [email protected]

(3)

DAFTARISI

Prakata - i

Dari Redaksi - iii

セMケ GWセ」 aOGZyセゥMpjZセctPMQ

/'

1"*'/7

asJセAェAZGiᄃGGiAヲGMZZエッゥエP

S

JゥゥャAヲoIヲNエセtゥヲoIゥヲfGゥᆬjJセ MャiゥQNゥjFセIャhエGMZ

J:

05J"fJi'-.r-..:=. •

.r-../vT

'7

T -{ -

1

セmセmGMZセセPaセMQnᄋセWセPIセセセセ

-13*c-1 /'

fJセWQ[ZセヲエPaZヲyェ[セセoIヲセヲヲャャMZエエᄃ

L-e-Pika Yestia Ginanjar-14

ANALISIS KEJANGGALAN YANG TERJADI PADA PENGGUNAAN KAT GANTI ORANG PERTAMA "WATASHF' PADA KALIMAT PERKENALAN PEMBELAJAR BAHASA JEPANG

Juariah, Hari Setiawan, Riri Hendriati - 27

KEMAMPUAN BUNPO TINGKAT DASAR PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI SASTRA JEPANG DAN PROGRAM STUDI PENDIDlKAN BAHASA DAN SASTRAJEPANG ANGKATAN 2012 FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Dewi Puspitasari, Nadya Inda Syartanti - 42

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL

W:L

V

OGゥjGエZjeセ ! (-:

II

Iv

'::'-Z:

*

T

ERIN GA CHOUSEN, NIHONGO DEKIMASUTERHADAP

KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JEPANG

Yeni -59

PENGARUH INTERPRETASI MAKNA TERHADAP KEMAMPUAN

MENGARTIKAN JUKUGO DALAM PEMBELAJARAN KANJI LEVEL

CHUUKYUU DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG

UNIVERSITAS BRAWIJAYA Febi Ariani Saragih - 75

(4)

KEMAMPUAN BUNPO TINGKAT DASAR

PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI SASTRA JEPANG

DAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JEPANG ANGKATAN 2012 FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

De\\'i Puspitasarj') Nadya Inda Syartanti')

ABSTRAK

Tata bahasa atau bunpo pada tingkat dasar merupakan kunci dari keberhasilan penguasaan bahasa Jepang pada tahap selanjutnya. Untuk memahami tata bahasa, dimulailah dari mempelajari berbagai

pola kalimat, salah satunya adalah perubahan bentuk verba.

Perubahan bentuk verba yang dipelajari pada tingkat dasar adalah perubahan verba bentuk -maSlI ke dalam bentuk verba bentuk kamus

-/"II. bentuk negasi -nai. dan bemllk lampau -Ia. Pola-pola kalimat terse but dipilih pada penelitian ini karena dipelajari pada semester dua.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang

bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam

mempelajari bllnpo tingkat dasar dalam perubahan verba bentuk -maslI ke dalam bentuk verba bemuk kamus -ru, bentuk negasi -nai, dan bentuk lampau -10. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 2 tahun akademik 2012/2013 Program Studi S I Sastra Jepang dan Program Studi Pendidikan Bahasa dan

Sastra Jepang FIB-UB angkatan 2012, yang masing-masing

berjumlah 30 mahasiswa yang telah memprogram mata kuliah Tata Bahasa II dan Bunpo Daini, sedangkan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen penelitian berupa tes tertulis dan wawancara.

Terdapat perbedaan hasil kemampuan mahasiswa Program Studi Sastra Jepang dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jepang terhadap pemahaman materi dengan adanya perbedaan beban sks. Perbedaan beban sks terse but memberikan perbedaan kemampuan mahasiswa dalam memahami materi. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil tes tersebut dapat dilihat bahwa pertemuan tata bahasa yang dilaksanakan dua kali dalam seminggu dianggap efektif daripada diJaksanakan sekali dalam

semlnggu. •

Kala kunci: Verba, Konjugasi Verba, Verba bentuk kamus, Verba bentuk negasi. Verba bentuk lampau

I

(5)

I. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

Ada beberapa hal yang harns dipelajari dalam bahasa Jepang. mulai dari tulisan (hurufKanji. hiragana, dan ka/akana), kosakata (got), sampai pola kalimat (tata bahasa!bunpo). Oi antara ketiga hal terse but, salah satu yang sering dipermasalahkan oleh pembelajar bahasa Jepang adalah tata bahasa (bunpo). Oi

dalam bunpo. pembelajar akan mempelajari segala bemuk pola kalimat, partikel, dan lain-lain. Pola kalimat sebagai salah satu bag ian dari bllnpo memiliki jumlah yang tidak sedikil. Pembelajar harus mempelajari pola kalimat dari tingkat dasar

sampai tingkat menengah.

Untuk mengetahui berbagai pola kalimat yang digunakan. terlebih dahulu pembelajar harus mengetahui, salah satunya adalah perubahan bemuk verba. Perubahan bemuk verba yang harus dipelajari oleh pembelajar bahasa Jepang tingkat dasar adalah perubahan verba bemuk-masu ke dalam verba bemuk kamus

-I'll. bentuk -nai. dan bentuk lampau -ta. Pola-poJa kalimat ini dipilih karena

akan dipelaiari pada semester satu.

Mata kuliah tata bahasa(bllnpo) yang diprogram oleh mahasiswa semester 1 di Program Studi Sastra Jepang. Fakultas IImu Budaya. Universitas Brawijaya dinamakan Tata Bahasa II. sedangkan di Program Pendidikan Bahasa dan Sastra Jepang, Fakultas llmu Budaya, Universitas Brawijaya. dinamakan Bunpo Oai-ni.

Adapun buku teks yang digunakan oleh mahasiswa semester 2 dalam Tala Bahasa II dan Bunpo Oai-ni adalah buku Minna no Nihongo I dan 2. Meskipun

menggunakan buku teks yang sama, namun kedua mata kuliah terse but memiliki beban sks yang berbeda, yaitu Tata Bahasa II dengan 4 sks dan Bunpo Oai-ni dengan 3 sks. Untuk selanjutnya, penulis akan menggunakan istilah Bunpo yang

mengacu ullluk kedua mata kuliah tersebul.

Beban sks yang berbeda pada mala kuliah Bunpo diperkirakan akan

menghasilkan kemampuan yang dimiliki mahasiswa juga berbeda. Namun,

banyaknya jumlah mahasiswa di Universitas Brawijaya berdampak pada tingginya

kompetisi akademik yang harns diperoleh mahasiswa. Hal ini menyebabkan mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan hasil akhir yang sama.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, limbul

pertanyaan "Bagaimana kemampuan mahasiswa Program Studi Sastra Jepang dan

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jepang dalam mempelajari Bunpo Tingkat Dasar? ,.

1.3 Tujuan Penelitian

Mengacu kepada rumusan masalah yang dipaparkan di atas, maka

peneJitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam

(6)

mempelajari Bunpo tingkat dasar, khususnya dalam mengubah verba bentuk -masli ke dalam bentuk kamus -ru, bentuk negatif -nai, dan bentuk lampau -lao

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

I. Dapat memberikan gambaran tenlang pembelajaran Bunpo khususnya

perubahan bentuk verba.

1. Dapat memberikan referensi tambahan untuk penelitian selanjutnya mengenai peningkatan kemampuan perubahan verba.

セN Dapat memberikan hasil evaluasi dari mata kuliah dengan beban 4 sks dan 3 sks, khususnya mata kuliah Blinpo.

1.5 Metode Penelitian

Waktu penelitian ini dilaksanakan pada masa perkuliahan Bunpo yang diprogram oleh mahasiswa Program Studi Sastra Jepang dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jepang angkatan 2011 sebagai mata kuliah \\ ajib pada semester genap tahun akademik 2012/2013. Perkuliahan dimulai pada bulan Januari sampai dengan Juli 2013, dan dilaksanakan di Gedung Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya.

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 1 tahun akademik 2012/2013 Program Studi S I Sastra Jepang dan S I Pendidikan Bahasa dan Sastra Jepang FIB-UB, masing-masing berjumlah 30 orang yang telah memprogram mata kuliah Bunpo Tingkat Dasar. Pemilihan jenis populasi in i

dianggap relevan, karena peneliti berkeinginan unluk membandingkan

kemampuan mahasiswa yang memiliki beban sks berbeda tetapi dituntut untuk memiliki kemampuan hasil akhir yang sama. Sampel yang digunakan adalah random sampling dengan metode simple random sampling. Metode ini digunakan

unluk memilih beberapa mahasiswa sebagai anggota sampel yang telah

memprogram mata kuliahBunpo Tingkat Dasar.

Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitati( dimana penelitian ini memaparkan hasil perbandingan kemampuan Bunpo tingkat dasar pada mahasiswa Program Studi Sastra Jepang dan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jepang angkatan 2012. Hasil kemampuan tersebut diperoleh dari penilaian atas instrumen penelitian bentuk tes tertulis dan wawancara.

Adapun bentuk tes berupa tes tertulis yang dibuat oleh peneliti untuk menguji kemampuan mahasiswa mengenai tata bahasa. Tes diambil dari soal-soal yang telah dilampirkan dalam bahan ajar. Soal-soal latihan sebagai review atas materi pelajaran yang telah diajarkan. Soal-soal tersebut digunakan sebagai tes Bunpo yang dilaksanakan sebanyak 4 kali. Sedangkan instrumen pendukung Ixrupa wawancara bertujuan untuk mengetahui alasan atau kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa terhadap tesBlinpo yang telah dikerjakan.

(7)

Soal tes diambil dari buku Minna No Nihongo Vol. I yang terdiri atas bab sampai dengan bab 25. Namun, yang digunakan sebagai sumber data penelitian hanya diambil dari bab 17sampai dengan bab 19. Hal ini dikarenakan ketiga bab tersebut secara berurutan me mba has mengenai konjugasi verba bentuk negatif-nai. bentuk kamus - ru. dan bentuk lalllpau - lao

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Illemilih soal tes yang Illengandung konjugasi verba bentuk negasi (bab 17), bentuk kamus (bab 18),dan bentuk lalllpau (bab 19), sena Ijenis tes yang merupakan gabungan dari ketiga soal tes tersebul. Data yang diperoleh Illelalui instrulllen bentuk tes berupa tes tenulis. akan dilakukan tabulasi data dengan memberikan skor soalles yang telah dibuat. Pember ian skor tersebut Illerupakan hasil dari penjumlahan nilai dari keseluruhan nilai kuis yang dilaksanakan 4 kali. Akumulasi nilai angka dan nilai hurufyang berlaku di Universitas Brawijaya dapat dilihat tabel J berikul.

Tabell. Nilai Huruf l"lutu dan Nilai Angka

No HurufMulu Nilai Anaka

J A 81-100

2 8+ 76-80

3 8 70-75

4 C+ 61-69

5 C 56-60

6 D+ 51-55

7 D 45-50

8 E 0-44

2. Tinjauan Pustaka

2.1 Pola Kalimat

Bahasa Jepang adalah bahasa yang unik. Hal ini dikarenakan pola kalimat bahasa Jepang ditentukan oleh perubahan verba atau konjugasi verba yang terletak di belakang kalilllal. Dapat dilihat pada conloh di bawah ini:

(I)

:tllil

Ii

::'1:;1:

Iv

セゥエGB

;J;:

To

Tamu wa gahan \\'0 labemasu.

'Taro makan nasi:

(2)

j,:JlII

l;t

=:

lilvセゥエBL[j[Z itlv,

Tarou wa gallan \1'0tabemasen.

'Taro tidak makan nasi.'

Pada kalimal (I) verba tabemasu memiliki ani 'makan', tetapi kelika mengalami perubahan sepeni pada kalimal (2) menjadi tabemasen memiliki ani 'tidak makan'. Sehingga dapat dikatakan perubahan verba tersebut menyebabkan pola kalimat berubah pula. Kalilllat (I) dapat digolongkan sebagai kalimal positif; dan. kalimat (2) adalah kalimat negatif.

(8)

Pola kalimat bahasa Jepang memiliki beberapa bentuk, yaitu pola kalimat "'" positif. kalimat negatif. dan kalimat interogatif; poJa kalimat lampau dan non

lampau; pola kalimat honorifik dan non honorifik; dan lain sebagainya. Pada penelitian ini peneliti ingin memfokuskan pada pola kalimat non honorifik dalam bentuk kalimat positif. negatif, dan lampau. Hal ini dapat dicontohkan sebaga i

berikut:

(3)

;k'¥-"1'J

<

0

Daigaku he ikll. 'Pergi ke kampus.'

(4) [ォGᆬMBQGjエーヲセカ

'0

Daigaku he ikanai. :Tidak pergi ke kampus.' (5)

;k'¥-"n--::>

t=o

Daigaku he itta.

'Telah pergi ke kampus.'

Pemilihan tern a penelitian ini disebabkan karena penelili ingin mengetahui kemampuan mahasiswa semester dua dalam mempelajari pola kalimat non honorifik. yairu dalam mengubah verba bent uk - masu ke dalam verba bentuk

kamus -I'U, bentuk -nai, dan benluk lampau -lao Pola-pola kalimat ini dipilih karena akan dipelajari pada semester dua. Selanjutnya akan dibahas mengenai perubahan-perubahan bentuk verba tersebul.

2.2 Verba Sentuk Kamus

Verba bentuk kamus adalah bemuk dasar kata yang belum mendapat imbuhan apapun atau tidak dilekati oleh morfem terikat apapun. Karena hal tersebut maka dicamumkan di dalam kamus, sehingga disebut dengan bentuk kamus. Verba bentuk kamus pada umumnya berakhiran dengan bentuk -I'U.

Sedangan di awal pembelajaran bahasa Jepang, para peserta didik diajarkan menggunakan verba bentuk -masu. Verba bentuk -masu termasuk dalam pola kalimat honorifik. Sehingga peserta didik dituntuk untuk dapat memahami pola

perubahan verba bentuk-masuke dalam verba bentuk kamus.

Berikut ini adalah pola perubahan verba bentuk -masu ke dalam verba bentuk kamus. Pada verba kelompok I suku kata akhir sebelum -masu semuanya

berada di kolom -i diubah menjadi kolom -II. Verba kelompok II suku kata

-masu digami dengan -I'U. Verba kelompok 1II kata kimasu menjadi kuru dan

shimasumenjadiSllru.

(9)

Tabel 2. Pembentukan Verba Bentuk-masa Menjadi Verba Bentuk Kamus-fa

]\'0 Verba Bentuk -Alasu Verba Bentuk Kamus-Ru

;!.Pl·)セ

T

i kaimasu 'membeli' fj'? I kay"

I (j:G l \j:T I haraimasl/ 'membay"ar' Ii G? I hara!.!.

エjセセ '1T/kakimasu 'menulis' fj'< / kaku

t:.t;,;tT!lachimasu 'berdiri" t:. "':) /iaTsli

-tIf

T /

yobimasu .memanggiI' J::.&=: /yabu

J: Ji..'1T Iyomimasu 'membaca' J:.tr /yomu

セ J:. €";.i- /o)'ogimasu 'berenang' セ J:: (. /O)'Ogj£

lift l j:i-Ihanashimasu 'berbicara' Iif,,:i- /hanaslI

II 1;;)'11- ;'nemaslI ·tidur' i'J.g /neru t:'--'<1."1 /rabemaSll 'makan' t:セ -5 I rabenl

H.'1T I mimas/( 'melihat" ;}-;'/5 Imini

Qjセ IJ

'*

T.I karimaslI ' meminjam' エ[セ IJ 0 I kariru

III j:

T

,IkimaslI 'dalang' < Q / kuru

l ;: T

!shimasu 'melakukan'

T

g /511,.1/

2.3 Verba Bentuk Negatif

Verba bentuk negalif menyalakan sebllah pernyataan menjadi kalimal negalif Pada awal pembelajaran. peserta didik diajarkan penggunakan verba

benlllk negalif dalam bentuk -masen yang lermasuk bag ian dari benlllk honorifik. Sedangkan yang dipelajari pada lingkat selanjutnya adalah bentuk negalif yang dinyatakan dalam bentllk-noi.

Berikut adalah pola perubahan verba bentuk-masu ke dalal1l verba bentllk

negatif -nal. Pada verba kelompok I sukll kata akhir sebeilim -lI1asu semuanya berada di kolol1l -i diubah menjadi kolol1l -a+nai. Verba kelompok II suku kata

-masu diganti dengan -nai. Verba kelol1lpok III kata kimasu menjadi konai dan

shimaslI menjadishinai.

Tabel3. Pembentukan Verba Bentuk-lIlasa Menjadi Verba Bentuk Negatif-1Iai

1\0 Verba Bentuk -ItJasli Verba Bentuk Kamus-Nai

I l'i Gl 'i.T I haraimasll'membayar' liGht,,:,' /harall'anai 1.,12: $.TI kakimasu 'menulis' fj,fj,t,,:, , /kakanai t:t:.J

*

T /

lGchimaSli 'berdiri' t:J::t,,:,' /talalwi 1.L.J'j:T /yahimasll'memanggil- J:Ift,,:,'iyobanai

1:

J..;..:t

T Iyomimasll 'membaca' J:

*

f,,:,' /yamallai

:OJ::2:'"'J:T /oyogimasu "berenang'

:to

1.;6'it\ i oyogonai セェZヲエ L

*

T I hanashimaslI 'berbicara' Ii ttt,,:,' /hanasanai

II 7.')i T /nemasu "tidur' bit

v\ /

nenai

エZGGMMGZZGセt /labemaslt 'makan' t::·"'"it

v\

I tabella;

;..;. *

-4- I mimasu 'melihat' J.;.ttv\ / minai

1.i'セ

*-

T /

karimasli ' meminjam' fj,セ t,,:,' /karillai

III 2:' j:

-r /

kimasli 'datang' .:. itv \/ konai

Lt.T I shimas1f 'melakukan' L-t,,:, '/shillai

(10)

2.4 Verba Bentuk Lampau

Verba bentuk lampau menyatakan sebuah pernyataan menjadi kalimat

lampau. Pada awal pembelajaran. peserta didik diajarkan penggunakan verba

benlUk lampau dalam bentuk -mashira yang termasuk bagian dari bentuk

honorifik. Sedangkan yang akan dipelajari pada tingkat selanjutnya adaJah bemuk lampau yang dinyatakan dalam bentuk-Ta.

Berikut adalah pola peruabahan verba bentuk -masu ke dalam verba

bentuk lampau -(a. Pada verba kelompok I perubahan terjadi pada suku kata akhir sebelum -masll. Verba kelompok 11 suku kata -masu diganti dengan -(a. Verba kelompok 1JI suku kata -ma.wdiganti dengan-(a.

Tabel4. Pembentukan Verba Bent uk-masu Menjadi Verba Bentuk Lampau-10 ..

No Verba Bentuk -.-\fa.HI Verba Bentuk Kamus -Ta

j'l'*TI kaimaslI "membeli' ェ[セL_ t:. /karta

I t:.t?セ T IlOchimasli "berdiri" t:.-?t:./latta

!'j:L セ t.T! hashirimasli "berlari !iL"'?t:.1 hashiltG

J:. r;:

*

-t" I yobimasli .memanggil" J:.Ivエセ Iyonda

(J)d-;.

'*

-t" I nomimasu 'rninum' (J)Ivf:' Inonda

L(:1.-t"fshinimasu'mati" L/vt:./ shinda

t;1

t:

*

セMi kakimasli 'menulis' エIQセGエZN / kojlQ

}jJ:セセt I oyogimasu "berenang' :t3J:セ \

t:.

I oyoida

AェZWセ Lセ

T

I honQshimasli "berbicara' (oj:ttLt:. / hanashila

II 22.セ

-t :'

ne!ll.f!.H!- "tidur" h. t:. / neta

t:..r<

*-

T I labemasl/ •makan' t:."'-t: / rabera

l-;.;:

i-!mimasu 'melihat" Ji.t:./ mila

ii'tj セ セ I karimaslI .meminjam' fl>'1 t:. / karila

III .i:.

T

I kimasu "datang" セ t:. / kila

Lセ T ;shimasu .melakukan' Lt:. / shila

3. Hasil dan Pembahasan

3.1 Mata KuliahBUllpo (Tata Bahasa II dan Bunpo Dai-ni)

Mata kuliahhl/llpo di Program Studi Sastra Jepang bemarna "'Tata Bahasa

Jr'.

dan di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jepang bernama "Bunpo Dai-ni". Meskipun memiliki istilah yang berbeda tetapi secara mendasar tidak terdapat perbedaan. Mata kuliah ini mengajarkan tentang pola kalimat bahasa Jepang dan diberikan kepada mahasiswa secara bertahap. Pada mahasiswa program studi Sastra Jepang berupa Tata Bahasa I sampai Tata Bahasa IV; dan pada mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jepang berupa Bunpo Dai-ichi sampai Bunpo Dai-go. Pada penelitian ini hanya akan membahas megenai mata kuliah Tata Bahasa II dan Bunpo Dai-ni. Untuk selanjutnya akan menggunakan istilah Bllnpo yang mengacu pada kedua mata kuliah tersebut.
(11)

3.1.1 Mala Kuliah Tala Bahasa II

Mala kuliah Tata Bahasa II dengan jumlah 4 sks yang diberikan di semester 2. merupakan kelanjutan dari mala kuliah Tata Bahasa I. Dalam mata

kuliah ini, disamping penyampaian materi berupa kosakata dan pola kalimal bahasa Jepang tingkat dasar. mahasiswa diarahkan untuk secara aktif berlatih menyusun kalimat menggunakan kosakata dan pola kalimat yang telah dipelajari.

Bahan ajar yang digunakan dalam mata kuliah ini adalah Minna no Nihongo Vol. 1 dan 2. Adapun materi yang dipelajari dimulai dari bab 16 sampai bab 25 dari Minna no Nihongo Vol. I, dan bab 26 sampai bab 33 dari Minna no Nihongo Vol. 2. Materi tersebut disampaikan kepada mahasiswa pada perkuliahan

yang dilaksanakan seminggu dua kali pada hari Selasa dan Kamis, dengan durasi selama 90 menit per penemuan. Adapun alur materi yang diberikan dalam tiap penemuan dapat dil ihat pada tabel 5 berikut.

Tabel 5. Alur Maleri dalam Tata Bahasa II

\1inogu ke- Pembahasan Pertemuan I

I Bab 16 1.2

I

2 Bab 17 3.-1 I

3 Bab 18+ 19 5.6

4 Bab20+21 7.8

5 Bab 22 9.10

6 Bab 23 + 24 11.12

7 Bab 25 13.14

8 UTS 15.16

9 Bab 26 17.18

10 Bab 27セ 28 19.20

II Bab29 21.22

12 Bab 30 23.24

13 Bab 31 25.26

14 Bab 32 27.28

15 Bab 33 29.30

16 VAS 31.32

TabeJ 5 memperlihatkan bahwa dari 16 minggu perkuliahan, 10 minggu

perkuJiahan membahas materi satu bab dalam dua kali penemuan dan hanya 4 minggu perkuliahan yang membahas materi dua bab dalam dua kali penemuan.

3.1.2 Mala Kuliah Bunpo Dai-ni

Mata kuliah Bunpo Dai-ni dengan jumlah 3 sks yang diberikan di semester

2. merupakan kelanjutan dari mata kuliah Bunpo Dai-ichi. Dalam mala kuliah ini, disamping penyampaian materi berupa kosakata dan poJa kalimat bahasa Jepang

tingkat dasar, mahasiswa diarahkan unluk secara aklif berlatih menyusun kalimat menggunakan kosakata dan pola kalimat yang telah dipelajari.

Bahan ajar yang digunakan dalam mata kuliah ini adalah Minna no

Nihongo Vol. 1 dan 2. Adapun materi yang dipelajari dimulai dari bab 16 sampai. bab 25 dari Minna no Nihongo Vol. I, dan bab 26 sampai bab 33 dari Minna no

(12)

Nihongo Vol. 1. Materi tersebut disampaikan kepada mahasiswa pada perkuliahan yang dilaksanakan seminggu satu kali pada hari Selasa, dengan durasi selama 150 men it per pertemuan. Adapun alur materi yang diberikan dalam tiap pertemuan dapat dilihat pada tabe I 6 berikut.

Tabel6. Alur Mater! dalam Bunpo Dai-ni

I

MinU2u ke- Pembahasan Pertemuan

I

I Bab16+17 I

I

c Bab17+18 C

j .' Bab19+20 3

!

4 Bab20+21 4

i 5 Bab 22 + 23 5

,

i

6 Bab 23 + 24 6

I

7 Bab c5 7

I

8 UTS 8

i 9 Bab c6 9

i 10 Bab 27 + 28 10

,

II Bab28 +29 JI

i

i 12 Bab 30 12

I 13 Bab 31 13

,

i

14 Bab:';2 14

j 15 Bab 33 15

I

16 UAS 16

Tabel 6 memperhhatkan bahwa dan 16 mlOggu perkuhahan, 8 minggu

perkuliahan membahas materi dua bab dalam satu kali pertemuan. sedangkan 6 minggu perkuliahan membahas materi satu bab dalam satu kali pertemuan.

3.2 MateriBUllpo pada Bab 17, 18, dan 19 3.2.1 MateriBUllpo dalam Bab 17

Materi bZ/npo yang dipelajari dalam bab 17 adalah penggunaan bentuk negasi -noi. Adapun pola kalimat yang diajarkan dalam bab 17 adalah sebagai berikut:

Tabel7 Pola Kalimat dalam Bab 17

セッ Pola Kalimat Pem!unaan

I V;tt"tB: ftt,-c:<t:'2lt\ Menyatakan larangan

(Verba bentuk-nai+-nai de kudasai)

Vft.,GjヲZゥセ it.ltil!;i'tt.'?"tiUv (tt

2 セ

'c

J.,\;t*1±:Jv) Menyatakan keharusan3taukewajiban

(Verba bentuk-nai+-nakereba narimasen/-nai to ikemasen)

3 カエエエ|セKヲLエ\

-ctJ.,'J.,'-ri-

Menyatakan ketidakharusan suatuak.tivitas (Verba bentuk -nai+nakulemoiidesu)

4 セi[ェZ (-wa) Mengubah objek kalima! menjadi topik kalimat

Untuk memahami pola kalimat seperti pada tabel 7 di a!as, terlebih dahulu mahasiswa mempelajari tentang perubahan verba bentuk-noi. Adapun perubahan.

(13)

verba tersebut disesuaikan dengan jenis kelompok (grup) verba, seperti terlihat pada tabel 3 pada subbab 2.4 di atas.

3.2.2 MateriBunpo dalam Bab 18

Materi bllnpo yang dipelajari dalam bab IS adalah penggunaan bentuk kamus -rll. Adapun pola kalimat yang diajarkan dalam bab 18 adalah sebagai berikut:

Tabel 8. Pola Kalimat dalam Bab 18

No Pola Kalimat Peneunaan

1 N 11;l:N2;J,」ᄋセエt

(Nomina 1woNomina2?,Qdekimasu)

nQQ[ャZnRPInSエNj[|NGセエt

2 (Nomina 1waNomina 2noNomina 3go m・ャQセᄋ。QSォN。ョ kemampuan atau kesanggupan

dekimasu) dalarn melakukan ak.'1ivitas

N 1ABェZA|Rセvォ。ュオウZG」ョセセセBQt

3 (Nomina I wa omina20 Verba kamus

Kola flOdekimasu)

4 a、カMイQ|QI[MZZセセt

(AdverbiadeNominaga dekimasu)

Adv\.'N 1oInRゥj[|NGセ[ェ[ゥM

5 (AdverbiadeNomina InoNomina 2go Mcnyatakan kemungkinan melakukan

dekimasu) aktivitas

AdvャBNBnセvォ。ュオウ]cZエj[ ...セセェRNt

6 (Adverbia de Nomina0 Verba kamuskOlo

ga dekimasu)

7 l\:J

O)L'9>Ji.Ii:N2-:'i-(Nomina 1no shumi\l'a Nomina 2desu)

N lO)L'9>Ji.I;l:N2""Vkamus:,!::\.'T Menyatakan hobi 8 (Nomina Ino shumi waNomina 20 Verba

kamuskOlO deslI)

9 Vkamus/NO)t;tI':, Menyatakan ak.'1ivitas sebelum ak'1ivitas

(Verba kamusfNominano mae ni, ) sebelumnya

10 AdvO);j;;tI.:, Menyatakan。ォGQゥ|セエ。ウ beberapa wak.w yang

(Adverbiano mae ni. ) laJu

Untuk memahami pola kalimat seperti pada tabel 8, terlebih dahulu mahasiswa mempelajari tentang perubahan verba bent uk -ru. Adapun perubahan verba terse but disesuaikan dengan jenis kelompok (grup) verba, seperti terlihat pada tabel 2 pada subbab 2.3 di atas.

3.2,3 Materi BUI/po dalam Bab 19

Materi bunpo yang dipelajari dalam bab 19 adalah penggunaan bentuk lampau -Ia. Adapun pola kalimat yang diajarkan dalam bab 19 adalah sebagai berikut:

(14)

Tabel 9. Pola Kalimat dalam Bab 19

セッ Pola Kalimat Pen<Junaan

I カエセK

=-

UJiil?'? 1T Menyatakan pengalaman yang pemah

(Verba bentuk-10 .... kola RQ arimasu) dialaminya

2 |GエセG_ カエセ 'J L,1T Menyatakan dua atau tiga dari banyak (Verba -rari, Verba -ran" shimasu) ak'tifitas yang dilakukan

! ,\djl->-7

<

It'? 1 T

3

(.-\iektivai-7-kunarimasll)

I セ Adj4-7i:lt'? 1T Menyatakan perubahan sualU keadaan

(Ajektiv3nQ-7-nl narimasu)

5 K::lt'J",T "

G\ominaHinarimasu)

unruk memahami pola kalimat seperti pada tabel 9, terlebih dahulu mahasiswa mempelajari tentang perubahan verba bentuk -Ta. Adapun perubahan \'erba terse but disesuaikan dengan jenis kelompok (grup) verba, seperti terlihat pada label

.+

pada subbab 2.5 di atas.

3.3 Hasil Tes BUllpo Mahasiswa Prodi Sastr-a Jepang dan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jepang

Hasi! tes bunpo merupakan hasil nilai yang diperoleh mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan Tata Bahasa II, bagi mahasiswa program studi Sastra Jepang dan Bunpo Dai-ni bagi mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan 5astra Jepang pada semester genap tahun akademik 2012/2013. Tes bUllpo yang diberikan kepada mahasiswa di kedua program studi tersebut dilakukan dalam 4 kali les. yailU tes I yang mengandung konjugasi verba benruk negasi (bab 17), tes " bentuk kamus (bab 18), dan tes 3 bentuk lampau (bab 19). serta les 4 merupakan gabungan dari ketiga soaltes tersebut.

3.3.1 HasH TesBUllpo Mahasiswa Program Studi Sastr.l Jepang

Hasil tes blillPO mahasiswa program studi 5astra Jepang angkatan 2012 yang dilakukan pada semester genap tahun akademik 2012/2013 dapat dilihat pada tabe I I0 berikut.

TabellO. HasH TesBIIllPOMahasiswa Program Studi Sastra Jepang

Nilai

'(0 ,(L\1 Tes 1 Tes2 Tes 3

Tes 4

Hn・セ。ウゥI (Kamus (Lampau)

I I 125110200111001 93 100 83 90

! 2 125110200111002

93 100 92 94

3 125110200111010 100 87 87,5 93

I セ 125110200111014 100 100 91

I

97

5 125110200111021 100 87 87,5 I 90

6 125110200111026 93 100 92 96

7 125110'00 III 039 40 86 45

I

54

8 12511020011104' 80 87 83 83

9 1'5110200111048 93 100 83 89

(15)

10 125110200111050 100 100 92 95

II 125110200111053 93 100 87,5 86

12 125110200111054 87 100 92 96

13 125110200111061 33 100 67 72

14 125110200111062 66 93 83 80

15 125110200111073 6,6 0 0 16

16 125110200111074 93 80 83 83

17 125110200111089 100 87 87,5 89

18 125110201111002 67 87 67 77

19 125110201111005 100 100 91 98

20 125110201111006 87 87 62,5 83

21 125110201111008 86 0 0 セY

2' 125110201111013 87 100 87,5 92

J ' 125110201111018 セo 87 87,5

I

Vセ

-,

24 125110201111020 40 86 83 セ

25 125110201111028 93 87 87,5 86

26 125110205111001 セW 80 87,5 il

27 125110207111014 60 100 54 Vセ

28 125110200111032 60 80 62.5 58

29 125110200111043 73 93 87,5 83

30 125110200111051 93 100 83 87

Nilai Rata-rata Tes 76,79 86,47 75,88 79..3

Nilai Huruf B+ A B+ B+

Dari tabel 10 di atas, dapat diketahui bahwa nilai rata-rala les yang diperoleh mahasiswa program studi Sastra Jepang, adalah tes I (bent uk negasi) sebesar 76.79 atau memperoleh nilai hurufB+, nilai rata-rata tes 2 (bentuk kamus) sebesar 86.47 atau memperoleh nilai huruf A. dan nilai rata-rata tes 3 (bentuk lampau) sebesar 75,88 atau memperoleh nilai huruf B+. serta nilai rata·rata tes 4 (gabungan dari tes 1 sampai 4) sebesar 79,3 atau memperoleh nilai huruf B-.

3.3.2 HasH Tes Bunpo Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan

Sastra Jepang

Hasil tes bunpo mahasiswa program slUdi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jepang angkatan 2012 yang dilakukan pada semester genap tahun akademik

2012/2013 dapat dilihat pada tabelll berikut.

Tabeili. Hasil TesBunpoMahasiswa

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jepang

Nilai

No N[M Tes J Tes 2 Tes3

Tes 4

fNeoasil fKamus fLamoaul

1 125110600111002 100 100 87,5 93

2 125110600111003 40 80 87,5 80

3 125110600111006 100 100 100 95

4 125110600111007 60 100 100 91

5 125110600111009 80 100 1::!,5 56

6 125110600111011 60 100 75 ゥセ

7 125110600111013 100 80 87.5 87

8 125110600111014 60 80 100 90

(16)

9 175110600111017 40 80 75 77

10 125110600111018 20 100 25 59

11 125110600111023 100 100 87,5 94

12 125110600111024 40 80 75 60

13 125110600111026 93 80 100 92

14 125110600111032 20 60 50 45

15 125110600111037 60 100 25 73

16 125110600111042 60 0 0 54

17 125110600111044 53 0 0 44

18 125110601111004 0 0 0 26

19 125110601111006 80 80 50 70

20 125110601111012 100 100 87,5 95

セi 125110601111013 0 40 12,5 22

"

125110601111018 80 80 50 73

--'3 125110601111023 100 100 75 92

24 125110607111005 100 100 87,5 91

セU 125110607111008 0 0 0 38

26 125110607111015 100 60 100 9 2

-2i 125110607111016 93 60 50 70

28 125110607111020 40 80 62,6 70

29 125110607111022 60 100 100 89

::0 125110607111024 33 80 37,5 39

Nilai Rata-rata Tes 62,4 74 60 71,03

Nilai Huruf C+ B C

I

B

Dari tabel I J di atas, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata tes yang diperoleh mahasiswa program studi Pendidikan dan Sastra Jepang, adalah tes 1 (bentuk negasi) sebesar 62,4 atau memperoleh nilai huruf C+. nilai rata-rata tes 2 (bentuk kamu,s) sebesar 74 atau memperoleh nilai huruf B. dan nilai rata-rata tes 3 (bentuk lampau) sebesar 60 atau memperoleh nilai huruf C, serta nilai rata-rata tes 4 (gabungan dari tes J sampai 4) sebesar 71,03 atau memperoleh nilai hurufB.

3.4 HasH Wawancara Mahasiswa Prodi Sastra Jepang dan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jepang

Wawancara ditujukan untuk mengetahui aJasan atau kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa program studi Sastra Jepang dan mahasiswa program studi Pendidikan dan Sastra Jepang angkatan 2012 terhadap tes bunpo yang telah dikerjakan dan dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2012/2013. Mahasiswa yang diwawancara diambiJ sebanyak 6 orang. dengan kategori 2 orang yang memperoleh nilai 81-100, 2 orang yang memperoleh 60-70. dan 2 orang yang memperoleh nilai 0-50.

3.4.1 HasH Wawancara Mahasiswa Program Studi Sastra Jepang

Hasil wawancara mahasiswa program studi Sastra Jepang terhadap pertanyaan "Bagaimana menurut Anda mengenai pertemuan Tata Bahasa yang diselenggarakan seminggu dua kali dengan materi yang diajarkan sebanyak satu bab? Apakah ada kendala yang dialami'" dapat dilihat pada gambar I berikut.

541

Kemampuan Bunpo Tingkat Doser pada Mahosiswa Program Studi Sostra Jepang ...
(17)

-Keefektifan BelajarTata Bahasa 1 Minggu 2 kali dengan Materi 1-2 Bab

_ Sangal Efektif _ Cukup Efeklif _ Kurang Efeklif

0%

GambarI.Keefektifan Belajar Tata Bahasa 1 Minggu 2 kali dengan Materi 1-2 Bab

Dari gambar I dapat terlihat bahwa 33% mahasiswa yang menyatakan pertemuan Tala Bahasa yang dilaksanakan satu minggu dua kali dengan materi satu bab sangat efektif, tidak mengalami kendala yang berarti dalam mengikuti proses belajar mengajar Tata Bahasa yang diberikan di kelas, karena mahasiswa dapat memahami materi Tata Bahasa yang dijelaskan oleh dosen, dan dapat mengulangi materi yang telah dipelajari tersebut melalui latihan soal yang dibahas di pertemuan berikutnya. Sedangkan, 67% mahasiswa yang menyatakan cukup efelni( mengalami sedikit kendala dalam mengikuti proses belajar mengajar Tata Bahasa yang diberikan di kelas, karena maleri Tata Bahasa di tiap bab semakin sulit. Sebaliknya, tidak ada mahasiswa yang menyatakan pertemuan Tata Bahasa yang dilaksanakan satu minggu dua kali dengan materi satu bab kurang efekti( Hal ini dapat terlihat pada hasil tes mahasiswa (label 4.8). dimana nilai rata-rata tes 4 (gabungan tes I sampai 3) adalah 79,3 atau memperoleh nilai hurufB+.

3.4.2 HasH Wawancara Mahasiswa Program Studi Peudidikan Bahasa dan Sastra Jepang

Hasil wawancara mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jepang terhadap pertanyaan "Bagaimana menu rut Anda mengenai pertemuan Tata Bahasa yang diselenggarakan seminggu satu kali dengan materi yang diajarkan sebanyak satu sampai dua bab? Apakah ada kendala yang dialamiT dapat dilihat pada gam bar berikut.

(18)

Keefeklifan Belajar Tala Bahasa 1 Minggu 1 kali dengan Materi 1-2 Bab

_ Sangal Efeklif _ Cukup Efeklif "Kurang Efektif

0%

Gambar 2. Keefektifan Belajar Tata Bahasa 1 Minggu 1 kali dengan :\1aten 1-2 Bab

Dari gambar 2 dapat terlihat bahwa 33% mahasis\\'a yang menyatakan pertemuan Tala Bahasa yang dilaksanakan satu minggu satu kali dengan materi satu sampai dua bab cukup efektif. mengalami sedikit kendala dalam mengikuti proses belajar mengajar Tata Bahasa yang diberikan di kelas, karena materi Tata Bahasa di tiap bab semakin suli!. Sedangkan, 67% mahasiswa yang menyatakan kurang efektif, mengalami banyak kendala karena tidak hanya maleri Tata Bahasa yang sel]1akin su lit, tetapi kurangnya pembahasan latihan soal sebagai review alas materi Tata Bahasa yang telah dipelajari. Oleh karena itu. tidak ada mahasiswa yang menyatakan pertemuan Tata Bahasa yang dilaksanakan satu minggu satu kali dengan materi satu sampai dua bab sangal efektif. Hal ini dapat terlihal pada hasil tes mahasiswa (label 4.9), dimana nilai rata-rata les 4 (gabungan les I sampai 3) adalah 71,03 alau memperoleh nilai hurufB.

4. Penutup 4.1 Simpulao

Penelitian ini mengkaji mengenai kemampuan mahasiswa Program Studi Sastra Jepang dan mahasiswa Program Sludi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jepang terhadap pemahaman maleri dengan adanya perbedaan beban sks. Perbedaan beban sks terse but memberikan perbedaan kemampuan mahasiswa dalam memahami maleri. Hal ini dapat dilihal dari hasilles yang telah dilakukan.

Nilai rala-rala tes yang diperoleh mahasiswa program slUdi Sastra Jepang yang telah diakumulasi dalam nilai huruf, yaitu tes I sebesar B+; tes 2 sebesar A; les 3 sebesar B+; dan tes 4 sebesar B+. Berdasarkan nilai rata-rata tes tersebut dapat dilihat bahwa pertemuan tata bahasa yang dilaksanakan dua kali dalam seminggu dianggap efektif. Hal ini diperkuat pula dengan hasil wawancara yang menyatakan bahwa 33% mahasiswa menyatakan bahwa perkuliahan dianggap sangat efektif. Sedangkan 67% mahasiswa yang menyatakan cukup efektif.

(19)

Dikarenakan sedikit mengalami kendala dalam memahami materi yang telah dipelajari.

Nilai rata-rata tes yang diperoleh mahasiswa program studi Pendidikan dan Sastra Jepang yang telah diakumulasi dengan nilai huruf, yaitu tes I sebesar C+; tes 2 sebesar B; tes 3 sebesar C; dan tes4 sebesar B. Berdasarkan nilai rata-rata tes tersebut dapat dilihat bahwa pertemuan tata bahasa yang dilaksanakan sekali

dalam seminggu dianggap cukup efektif. Hal ini diperkuat pula dengan hasil

wawancara yang menyatakan bahwa 33% mahasiswa menyatakan bahwa

perkuliahan dianggap cukup efektif. Sedangkan 67% mahasiswa menyatakan

kurang efektif. Dikarenakan mengalami banyak kendala karena kurang memahami materi yang telah dipelajari.

Berdasarkan hasil evaluasi dan wawancara yang telah dilakukan pada mata

kuliah Bunpo. maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa penggunaan kurikulum dengan beban 4 sks (2 kali pertemuan) dirasa lebih ideal daripada perkuliahan dengan beban 3 sks (I kali pertemuan).

4.2 Saran

Berdasarkan hasil penelilian yang telah dilakukan. maka saran dari

penelitian ini sebagai berikut:

I. Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan unlUk perbaikan kurikuJum, khususnya tentang perkuliahan dengan beban 3 sks.

2. Dapal dilakukan penelitian lanjutan yang terkait dengan kemampuan

mahasiswa dalam pemahaman maleri perkuliahan.

Daftar Pustaka

_ _---::----::-. 2012. Pedoman Pendidikan Fakultas llmu Budaya Universitas Brawijaya. Malang: Universitas Brawijaya

_ _---,_,--. 2002. Minna no Nihongo Shokyuu 1. Surabaya: Pustaka Lintas Budaya.

__---::=--=--.

2002. Minna no Nihongo Shok)1lU 2. Surabaya: Pustaka Lintas Budaya.

_ _---,=----::. 2008. Minna no Nihongo Shoky/l/l 2: Terjemahan dan Keterangan Tata Bahasa. Surabaya: Pustaka Limas Budaya.

_ _ _ _ _. 2013. Bahasa Jepang. Diakses tanggal 24 Februari 2013 pada

htlp:llid. wikipedia.orgl wikilBahasa_Jepang

Evergreen. (2013). Bahasa Jepang Tingkat Dasar. Diakses langgal 24 Februari 2013 pada http://kursus-jepang-evergreen.comlindex.php/tata-bahasa-jepangIl7-pola-kalimat-bahasa-jepang.

(20)

Fakultas I1mu Budaya. 2011. Pedoman Pendidikan Fakultas l/mu Budaya

Universitas Brawijaya. Malang: FIB-UB

Sutedi, Dedi. 2009. Penelitian Pendidikan Bahasa Jepang: Panduan bagi Guru dan Ca/on Guru da/am Menelili Bahasa Jepang dan Pengajarannya. Bandung: Humaniora.

Tae Kim. (2006). Tata Bahasa Penting. Diakses tanggal 24 Februari 2013 pada http://ayo-cari.com/jepang/tutorialjepang_tae_kim/essentiaI.htm!.

Sari. Irma Nurmala. (2012). Pengajaran Tata Bahasa Jepang pada Tahap Pemu/a.

Diakses tanggal 24 Februari 2013 pada

http://imccentersurabaya.blogspot.com/2012_0J_01_archive.htm!.

*

Dewi Puspilasari. Staf Pengajar Fakultas I1mu Budaya Universitas Brawijaya

*

Nadya Inda Syananti, Staf Pengajar Fakultas I1mu Budaya Universitas Brawijaya

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Dengan mengevaluasi kandidat solusi cloud dalam konteks masing- masing komponen dari kerangka ERM COSO, manajemen singkat dapat meng- identifikasi resiko yang terkait

[r]

[r]

Pada hari ini Kamis tanggal dua puluh tiga bulan Juni tahun dua ribu enam belas (23-06-2016) pukul 07.00 s.d 11.00 WIT, bertempat di ruang administrasi Kantor SUPM Kupang,

Berdasarkan pemaparan permasalahan, dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama terutama pendidikan akhlak merupakan pendidikan yang sangat penting untuk dibina pada

Dari data tersebut maka dapat diperoleh rata-rata tingkat kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa pada siklus I yaitu mahasiswa yang paham sebanyak 25%,

Pembahasan untuk menentukan estimator parameter titik distribusi Rayleigh pada data daya tahan hidup tersensor tipe II dengan metode Bayes dapat dikembangkan lebih lanjut