• Tidak ada hasil yang ditemukan

438 pesona kur mengatasi kemiskinan 97

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "438 pesona kur mengatasi kemiskinan 97"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Pesona KUR Mengatasi Kemiskinan

Written by Artikel

Friday, 24 September 2010 10:08 -

Ada optimisme yang digunturkan pemerintah lewat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang akan menciptakan multipliers effect. Salah satu ufuk harapan dari kebijakan ini adalah menekan angka kemiskinan. Dan memang, indikator yang paling gamblang ditatap dari

keberhasilan sebuah pemerintahan adalah, terkikisnya para kaum papa. Tentu, sebuah usaha keras agar mimpi para kaum marginal ini yang ditargetkan pemerintah susut tinggal 7%

hing-ga-8% dapat terealisasi.

Memang, bila dilacak dari pelbagai jurus, kebijakan pemerintah untuk menekan angka kemiskinan melalui mantra KUR tercatat cukup ampuh. Kucuran dana kredit dari keran pemerintah ini hingga akhir 2009 lalu setidaknya telah disalurkan mencapai

Rp 17,18 triliun. Sedangkan, sampai Juni 2010 sebanyak Rp 5,1 triliun. Jadi, rotal outstanding KUR yang sudah diserahkan kepada masyarakat hingga semester I-2010 sebesar Rp 22,3 triliun.

Tapi, target KUR yang dipatok pemerintah seperti mainan yoyo, naik turun. Target penyaluran KUR di awal tahun ini ditargetkan mencapai Rp 20 triliun, namun akhirnya dipangkas menjadi Rp 13,1 triliun. Namun, akhir Agustus lalu, pemerintah kembali menaikkan lagi target

penyaluran KUR menjadi Rp 18 triliun.

Sekadar mengingatkan, program KUR lahir lewat Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2007 yang diteken pada 8 Juni 2007. Beleid ini menjadi dasar hukum bagi kebijakan percepatan

pengembangan sektor riil dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah kongkret berikutnya dilanjutkan dengan nota kesepahaman bersama antara

pemerintah, perbankan dan perusahaan penjaminan pada 9 Oktober 2007, sehingga lahir jurus pemerintah untuk mengembangkan UMKM Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Darah segar KUR

"Darah segar" kredit ini pun disambut oleh rakyat. Di tengah kondisi suram, jurus tersebut memang cukup menentram-kan. Aturan perbankan yang berliku dalam menerima tetesan kredit dari bank dibabat habis lewat kebijakan ini. Maka tak heran, bank- bank penyalur program prorakyat ini, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, Bank Bukopin, dan Bank Syariah Mandiri, banjir nasabah untuk menerima guyuran KUR.

Kesuksesan program ini terlihat dari barisan nasabah UMKM yang menerima siraman KUR hingga akhir semester I-2010 hampir tiga juta nasabah. Padahal, pada akhir Desember 2009 lalu, kredit yang dikucurkan masih sebesar Rp 16,2 triliun, dan jumlah nasabah KUR

tidakkurang lebih dari 2,28 juta.

Rapor biru lainnya berdasarkan data dari Kementerian Negara UKM dan Koperasi adalah sebanyak 12,5% pengusaha mikro telah beralih menjadi pengusaha kecil. Sebanyak 6% pengusaha kecil meningkat statusnya menjadi pengusaha kelas menengah, dan lebih dari 400.000 pelaku usaha menengah naik kelas menjadi pelaku usaha nasional.

(2)

Pesona KUR Mengatasi Kemiskinan

Written by Artikel

Friday, 24 September 2010 10:08 -

Kalau pemerintah memang serius ter-hadap upaya membabat patologi pembangunan, seperti penggangguran dan kemiskinan, rute memberi peran lebih terhadap UMKM adalah langkah jitu. Sebab, sektor ini dalam menyerap tenaga kerja cukup cespleng.

Kita bisa lihat, tahun 2006, bidang usaha dalam payung UMKM masih 49,19 juta usaha. Jumlah ini terus mengangkasa di tahun-tahun berikutnya menjadi 50,31 juta usaha (2007), 51,58 juta usaha (2008), dan 52,93 juta usaha (2009). Begitu juga dengan penyerapan jumlah tenaga kerja yang semakin kolosal, yaitu sebanyak 95,17 juta orang (2006), 97,58 juta orang (2007), 102,04 juta orang (2008), serta 104,48 juta orang (2009).

Melihat kontribusi UMKM dalam menyerap tenaga kerja, maka bukan mimpi yang muluk jika usaha ini mampu meng-uapkan kubangan kemiskinan. Dan, tentu program pemberian KUR harus terus dievaluasi serta dimonitoring agar kendala yang dihadapi pelaku usaha kecil lainnya dapat diketahui.

Soalnya, peran UMKM sebagai ladang devisa lewat ekspor, nilainya juga terus menanjak. Total ekspor hingga akhir tahun 2009 dari produk UMKM mencapai US$ 1,22 miliar. Angka ini terus merangkak naik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang US$ 942,98 juta (2006) dan USS 1,06 miliar (2007).

Noda-noda KUR

Namun, berbagai nila dalam program KUR memang sedikit demi sedikit disi-bak pemerintah. Salah satunya, ketimpangan kredit yang masih menyisihkan sektor pertanian, mulai tahun ini akan menjadi fokus sasaran.

Sektor pertanian yang masuk dalam skema kredit tersebut, masing-masing agribisnis, kelautan, perikanan, perkebunan, dan peternakan. Potensi sektor usaha itu dinilai sangat besar

mendukung perekonomian nasional. Selama ini, sektor pertanian yang tersentuh program KUR hanya 27,12%, tidak berimbang dengan sektor perdagangan danjasa yang mencapai 56,48%.

Noda lain yang cukup mencemaskan langkah program KUR ke depan adalah, posisi non performing loan (NPL) alias kredit macet. Rasionya tercatat masih tinggi. Memang, saat ini, ratio kredit macet KUR di atas 5%. Tetapi, posisi kredit macet tersebut sempat menyentuh level 6% pada akhir tahun 2009 kemarin.

Jika pada Januari 2009 lalu, rasio NPL KUR masih cukup sehat, yakni hanya 1,49%, kemudian bergeser naik pada Febuari menjadi 1,68%. Pada dua bulan berikutnya Maret dan April

melambung menjadi 4,99% dan 4,41%. Tingginya rasio kredit seret ini terus meroket pada bulan-bulan selanjutnya, yaitu Mei, Juni, Juli dan Agustus, masing-masing berturut-turut sebesar 5,39%, 5,60%, 5,70%, dan 5,82%. Bahkan pada September 2010, kredit bermasalah KUR terus bertambah sehingga rasio NPL-nya tercatat sebesar 5,96%.

Memang, dari awal, ketika program tersebut dibidani oleh pemerintah dan diserahkan pelaksanananya kepada bank-bank yang sahamnya dimiliki negara, ke-bUakan KUR

mengeluarkan aroma risiko yang cukup besar, terutama melihat dari longgarnya aturan sebagai

(3)

Pesona KUR Mengatasi Kemiskinan

Written by Artikel

Friday, 24 September 2010 10:08 -

debitur. Sempat beredar kabar tidak sedap bahwa KUR merupakan gelanggang pencucian kredit macet di perbankan. Dengan program penjaminan dari pemerintah lewat Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), bank-bank penyalur menggiring kredit macet yang sebelumnya tidak dalam wadah KUR, menjadi debitur KUR.

Perilaku kotor irti belum terbukti kebenarannya, tetapi tentu pemerintah harus mempunyai rambu serta kontrol bagi pelaksana program KUR. Pengawasan yang ketat salah satu kuncinya, agar KUR tetap terjaga dan jeritan kemiskinan lam-bat-laun akan sirna.

Sumber : Harian Kontan

Referensi

Dokumen terkait

Ukuran Perusahaan Klien, Tingkat Pertumbuhan Klien, Kesulitan keuangan, Pergantian Manajemen dan Opini Audit berpengaruh negatif terhadap auditor switching. Nabila (2011)

Dalam mengambil kesimpulan, dibutuhkan suatu kalimat yang dapat dinyatakan nilainya yaitu dengan meliputi benar atau salah2.

[r]

Semua mobil produksi dalam negeri yang dibuat sebelum tahun 1990 yang nilai jualnya kurang dari Rp 100 juta. Sebuah kelas terdiri 40 siswa ,diantaranya 18 siswa suka IPA, 23 suka

[r]

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola persebaran unit kolam budidaya dan tata ruang kawasan minapolitan di lokasi penelitian,

Aplikasi ini hanya memuat materi sederhana dari Kasus Coronary Artery Bypass yang dapat dipelajari untuk user yang tertarik pada.

tersebut merupakan suatu sistem nilai yang baru ( value system ). Sebagai suatu value system yang baru memerlukan suatu proses perwujudannya antara lain melalui proses