• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dokumen | Peradah Indonesia Pakem short view

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Dokumen | Peradah Indonesia Pakem short view"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Peradah Indonesia | [email protected]

1

PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN (PAKEM)

PERHIMPUNAN PEMUDA HINDU INDONESIA

Pendidikan Kepemimpinan Peradah Indonesia dikelompokkan ke dalam 3 (tiga)

jenjang pendidikan dan pelatihan, yaitu:

1) Jenjang Pertama: Pendidikan Kepemimpinan “Kanistama Nayaka

2) Jenjang Kedua: Pendidikan Kepemimpinan “Madhyama Nayaka

3) Jenjang Ketiga: Pendidikan Kepemimpinan “Uttama Nayaka

Ketiga jenjang Pendidikan Kepemimpinan tersebut dapat digambarkan dalam model sebagai berikut:

UTTAMA NAYAKA

MADHYAMA NAYAKA

KANISTAMA NAYAKA

Jenis dan bobot materi Pendidikan Kepemimpinan Peradah Indonesia disesuaikan

dengan masing-masing jenjang, antara lain:

3

(2)

Peradah Indonesia | [email protected]

2

Komposisi Materi

Kanistama Nayaka Madhyama Nayaka Uttama Nayaka

50% materi tentang pengenalan Peradah Indonesia dan Peraturan Umum Lainnya

40% materi tentang pemantapan manajemen organisasi

40% materi dharma agama

40% materi tentang pengenalan ajaran Hindu sebagai landasan

berorganisasi

30% materi tentang pemantapan ajaran Hindu sebagai landasan

berorganisasi

40% materi dharma negara

10% materi tentang wawasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

30% materi tentang pemantapan wawasan kehidupan

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

20% materi penguatan kepemimpinan

Metoda pembelajaran yang dipakai dalam pelaksanaan Pendidikan Kepemimpinan Peradah Indonesia disesuaikan dengan tujuan materi dengan mempertimbangkan terpenuhinya ke tiga domain pembelajaran di atas.

Metoda pembelajaran itu di antaranya adalah:

Presentasi. Presentasi adalah seni dan keterampilan untuk membangun

persepsi positif dan menarik minat maupun sambutan pendengar.

Diskusi Kelompok. Suatu kegiatan diskusi secara berkelompok yang dilakukan secara aktif oleh peserta pelatihan untuk membahas suatu topik. Diskusi Kelompok sering juga disebut Focus Group Discussion (FGD).

Permainan. Permainan (game) adalah aktivitas yang biasanya dilakukan secara berkelompok yang dirancang agar peserta mengalami terlebih dahulu materi pembelajaran pelatihan, sehingga dengan demikian lebih mudah bagi peserta memahami topik materi pelatihan.

Permainan-Peran. Permainan peran (role-play) adalah sebuah kegiatan

permainan yang dlakukan para peserta pelatihan dengan memainkan peran tokoh-tokoh khayalan. Ada kalanya permainan peran disertai dengan para pemain berkolaborasi untuk merajut sebuah cerita bersama.

Menonton Video. Menonton video adalah kegiatan dimana peserta pelatihan

diputarkan sebuah video untuk ditonton bersama.

(3)

Peradah Indonesia | [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Terlihat dari sumber daya alam (SDA) yang terhampar luas dan terlihat di sepanjang perjalanan kami, yakni hutan bambu dan lautan pohon singkong, namun masyarakat di desa

proses elektrokoagulasi dengan limbah cair yang diolah dari industri tekstil, yaitu kadar bau belum dapat dikurangi walaupun secara visual dan analisis kimia kadar polutan

Masjid yang paling tua usianya yaitu masjid Syamsul Huda terletak di desa Lambangan Kulon. Masjid ini berdiri tahun 1930 luas tanah/ luas bangunan tidak di

Sang seniman sebenarnya tidak menyasar pada pembongkaran bentuk-bentuk ilusoris dan dimensi ambigu dari segala bentuk yang sangat akrab dengan kita, yang kerap kita terima

Satu elemen di entitas (A) berasosiasi dengan nol, satu atau lebih elemen yang ada di entitas (B), tetapi untuk satu elemen di entitas (B) hanya berelasi dengan satu elemen di

Jika pada suatu saat hilal hanya dapat dilihat dari zona Barat dan tidak dapat dilihat dari zona Timur yang menjadikan adanya perbedaan dalam memulai bulan baru hijriah, sebagian

Teori Belajar Sosial menyatakan bahwa gender adalah alat ukur yang dapat dipercaya dalam menganalisis tingkah laku sosial dalam kondisi sebagai berikut: situasi yang

Pada siklus II aktivitas siswa dalam pembelajaran logika matematika dengan pendekatan realistik sudah mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus I, dari