• Tidak ada hasil yang ditemukan

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat"

Copied!
0
0
0

Teks penuh

(1)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 17 TAHUN 1959

TENTANG

PERSETUJUAN PERJANJIAN PERSAHABATAN ANTARA NEGARA REPUBLIK

INDONESIA DAN KERAJAAN IRAN

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : bahwa perlu Perjanjian Persahabatan antara Negara Republik Indonesia

dan Kerajaan Iran disetujui dengan Undang-undang;

Mengingat : a. Pasal-pasal 89 dan 120 Undang-undang Dasar Sementara Republik

Indonesia;

b. Undang-undang No. 29 tahun 1957 (Lembaran-Negara tahun 1957

No. 101);

Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PERSETUJUAN PERJANJIAN

PERSAHABATAN ANTARA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DAN KERAJAAN IRAN.

Pasal 1.

Perjanjian Persahabatan antara Negara Republik Indonesia dan Kerajaan

Iran tertanggal 29 Desember 1958, yang salinannya dilampirkan pada

Undang-undang ini, dengan ini disetujui.

Pasal 2

Perjanjian tersebut di atas mulai berlaku tanggal pertukaran surat-surat

pengesahan di Teheran.

Pasal 3.

Undang-undang ini mulai berlaku pada hari diundangkan.

(2)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

2

-Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan

pengundangan Undang-undang ini dengan penempatan dalam

Lembaran-Negara Republik Indonesia.

Disahkan di Jakarta,

pada tanggal 26 Juni 1959.

Pejabat Presiden Republik Indonesia,

ttd

SARTONO.

Diundangkan,

pada tanggal 4 Juli 1959.

Menteri Kehakiman,

ttd

G.A. MAENGKOM.

Menteri Luar Negeri a.i.

ttd

HARDI.

(3)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

MEMORI PENJELASAN

MENGENAI

USUL UNDANG-UNDANG TENTANG PERJANJIAN

PERSAHABATAN ANTARA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DAN KERAJAAN IRAN.

Sesuai dengan politik luar negeri Republik Indonesia yang "bebas dan aktip" dan

sesuai pula dengan keinginan-keinginan yang dikemukakan dalam Konperensi Bandung,

Pemerintah senantiasa berusaha untuk menjalankan dan melaksanakan persahabatan

dengan negara-negara diseluruh dunia umumnya dan dengan negara-negara diseluruh

dunia umumnya dan dengan negara-negara Asia-Afrika khususnya. Hasrat ini telah

berwujud dalam bentuk perjanjian-perjanjian persahabatan yang telah diadakan dengan

Mesir, Syria, India, Pakistan, Burma, Philipina, Thailand, Afghanistan dan Irak.

Diantara negara-negara di Timur Tengah yang mempunyai hubungan yang baik

dengan Republik Indonesia adalah Kerajaan Iran. Hal ini terbukti tatkala bangsa

Indonesia memperjuangkan dan memproklamirkan kemerdekaannya. Selanjutnya

Kerajaan Iran senantiasa membantu Republik Indonesia atas tuntutannya untuk

mengembalikan Irian Barat kedalam wilayah kekuasaannya.

Sikap yang demikian adalah wajar dan sesuai dengan tujuan dan maksud dari

Konperensi Asia-Afrika di Bandung.

Walaupun Iran adalah salah satu anggota Pact Baghdad yang mempunyai

pandangan politik luar negeri yang berbeda dengan Republik Indonesia, tetapi perbedaan

ini tidaklah mengurangi eratnya pertalian persahabatan antara kedua negara tersebut.

Mengingat akan hal-hal tersebut diatas, Pemerintah Indonesia dengan gembira

telah menandatangani suatu Perjanjian Persahabatan dengan Kerajaan Iran sebagai tanda

yang nyata dari pada perhubungan persahabatan yang baik antara kedua negara itu.

Penandatanganan ini dilakukan pada tanggal 29 Desember 1958 di Teheran.

Diketahui:

Menteri Kehakiman,

ttd

G.A. MAENGKOM.

Referensi

Dokumen terkait

Kedua bel ah pihak dal am Perj anj ian ini masing-masing menyanggupi akan memel iharakan baiknya perhubungan t erhadap kepada pihak yang l ain, sert a mempererat

Pun pengurangan penerimaan buat kas negara yang akan terjadi tidak seimbang degan kepentingan kebutuhan rakyat dan Pemerintah akan barang-barang itu; selain dari pada itu

Selama tahun 1951 dipungut 50 opsenten atas bea-bea masuk menurut tarip, termasuk dalam pasal 1, "Indische Tariefwet", yang ditetapkan dengan Undang-undang tertanggal

Perjanjian perdamaian dan persetujuan pampasan antara Republik Indonesia dan Jepang beserta Protokol yang bersangkutan yang ditandatangani pada tanggal 20 Januari 1958 dan

Ikut-sertanya Negara Republik Indonesia dalam seluruh Konpensi Jenewa tanggal 12 Agustus 1949, yang salinannya dilampirkan pada undang-undang ini disetujui..

8 tahun 1949 (Lembaran-Negara tahun 1958 No. bahwa peraturan-peraturan yang termaktub dalam Undang-undang.. Darurat tersebut perlu ditetapkan

Pada tahun 1947 ketika Republik Indonesia masih dalam perjuangan fisik, Pemerintah Indonesia telah mengadakan Perjanjian Persahabatan dengan Mesir dan Syria, dan

bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1985/ 1986 sebagai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun kedua dalam rangka pelaksanaan Rencana