• Tidak ada hasil yang ditemukan

T IPA 1202045 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "T IPA 1202045 Chapter5"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

102

Rafika Warma, 2014

ANALISIS IMPLEMENTASI SCIENTIFIC APPROACH DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPA SMP KURIKULUM 2013

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Berdasarkan analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwaimplementasiscientific approach dalam proses pembelajaran IPA SMP kelas VII telahberadapadacapaiankategoribaik. Guru

telahmemfasilitasikegiatanatauaktivitasbelajarsiswaterkaitdengankegiatan-kegiatanscientific yaitukegiatanmengamati, kegiatanmenanya, kegiatanmengumpulkaninformasi/ eksperimen, kegiatanmengasosiasikan, dankegiatanmengkomunikasikan. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaaktivitas guru dalammemfasilitasiaktivitasbelajarsiswamemperoleh rata-rata nilai yang lebihtinggidibandingkandengan rata-rata nilaiaktivitasbelajarsiswa. Hal initerjadikarenamemang guru memilikiperanan yang sangatbesardalamketercapaiantujuanpendidikansesuaidengantuntutanKurikulum 2013.

Implementasiscientific approachyang dilaksanakanoleh guru tidakterlepasdariadanyaperencanaansebelum proses pembelajaranberlangsung.

Perencanaaninitelahdibuatoleh guru

sebelumnyadalambentukRencanaPelaksanaanPembelajaran

(RPP).Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa RPP yang dibuatoleh guru masihberadapadacapaiankategorikurang.Bahkandaritigamateripokok yang dianalisis, hanyaduamateripokoksaja yang dibuatkan RPPyaitupadamateripokok KD 3.8 dan KD 3.9, sedangkanuntukmateripokok KD 3.10 tidakterlampir RPP secaratertulis. Hasilanalisis RPP initidakmendukungpelaksanaan proses

pembelajarandenganpenerapanscientific approach

(2)

103

Rafika Warma, 2014

ANALISIS IMPLEMENTASI SCIENTIFIC APPROACH DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPA SMP KURIKULUM 2013

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pembelajaran, yaitupenggunaansumberbelajarsalahsatunyaadalahbukuIPA pegangansiswa yang telahdisediakanolehKemendikbud.

Buku

IPApegangansiswasebagisumberbelajarutamadiharapkanmampumenjadisumberbe lajar yang dapatmembantusiswadalammencapaitujuanpembelajaranseperti yang

diharapkanolehKurikulum 2013. Namun,

hasilpenelitianinimenunjukkanbahwamuatankegiatanscientific dalambuku IPApegangansiswamasihberadapadacapaiankategorikurang.Hal

inisangatdisayangkan, karenabukumenjadisumberbelajarutamabagisiswa yang berfungsisebagaisumberinformasibagisiswadalamsetiapkegiatanataupunaktivitasb elajarsiswa.

Profilaktivitasbelajarsiswasecarakeseluruhanberadapadacapaiankategoricukup. Aktivitasbertanyadanmengkomunikasikanmenjadiaktivitas yang paling kurangdibandingkandenganaktivitaslainnya.Aktivitasbelajarsiswainidiantaranyadi pengaruhiolehaktivitas guru dalammemfasilitasikegiatanscientific siswa,

dipengaruhiolehsumberbelajar yang baik,

dandipengaruhiolehlingkungansekitarsepertiinteraksiantara guru dansiswadanantarasiswadengansiswa.Aktivitasbelajarsiswapadaakhirnyaakanmen

entukanhasilbelajarsiswa yang

salahsatunyaberpengaruhkepadaperubahantingkahlakusiswa.Banyaktingkahlakusi swa yang akanberubahseiringdenganpengalamandanlatihan yang diterimasiswaselama proses pembelajaran, salahsatunyaadalahsikapilmiah yang terkaitdenganpenerapanscientific approachdalam proses pembelajaran.

Profilsikapilmiahsiswadalampenelitianinitelahberadapadacapaiankategoribaik. Namun,

(3)

104

Rafika Warma, 2014

ANALISIS IMPLEMENTASI SCIENTIFIC APPROACH DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPA SMP KURIKULUM 2013

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

njukkanbahwaterdapathubungan yang sangatlemahdiantarakeduavariabeltersebut. Hal

iniberartibahwaaktivitasbelajarsiswahanyamemberikansedikitsekalikontribusiterha dappembentukansikapilmiahsiswa. Tingginyanilaisikapilmiah yang diperolehsiswadalampenelitianinitidakmenunjukkanbahwasikapilmiahsiswaterben tukakibataktivitasbelajarsiswa,

tetapimungkinsajasikapilmiahsiswatelahterbentuksebelumnyadaripengalamandanl atihanbelajar yang telahditerimadanmerupakansikapbawaan.Jadi, secarakeseluruhandisimpulkanbahwaimplementasiscientific approach dalam proses pembelajarantelahterlaksanadenganbaik, walaupundarisegi RPP dansumberbelajar yang digunakantidaksepenuhnyamendukung proses pembelajarandenganpenerapanscientific approach.Penerapanscientific approach

dalam proses

pembelajarantelahmelatihsiswadalammelaksanakanaktivitasbelajarnyasertamembe rikanpeluangkepadasiswadalamperubahantingkahlakuwalaupuntidakmemberikank ontribusi yang besar.

B.Saran

Berdasarkanpenelitian yang dilakukan, hal-hal yang bisadisarankanadalahsebagaiberikut:

1. Disarankanuntukmelakukanpenelitian yang sejenispadasekolah-sekolahdengancluster berbeda.

2. Apabilaakanmelakukanpenelitiananalisisimplementasiscientific approach

dalamproses pembelajaran di kelasdenganjumlahsiswamaksimal 40 orang siswa, diperlukan minimal tiga orang observer tambahan agar data yang diperolehlebih valid.

(4)

105

Rafika Warma, 2014

ANALISIS IMPLEMENTASI SCIENTIFIC APPROACH DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPA SMP KURIKULUM 2013

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4. Apabilaakanmelakukanpenelitianmengenaiimplementasiscientific

approachdalam proses pembelajaran,

diperlukancatatanlapanganuntukmenghindariadanyapermasalahan yang menyangkutkekurangan data atauadahalpenting yang tertinggaluntukdicatat. 5. Implementasiscientific approach dalam proses

pembelajaranperludirencanakanterlebihdahulusecaramatangdenganpembuatan RPP agar proses pembelajarandapatberlangsungdenganbaik.

Referensi

Dokumen terkait

PENERAPAN LEVELS OF INQUIRY DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP.. Universitas Pendidikan Indonesia

Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dan Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Dan Pemahaman Konsep Gelombang Siswa Smp.. Universitas

PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DENGAN PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMP PADA TEMA PENCEMARAN

Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Website Pada Konsep Fluida Statis Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Dan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas XI..

Penerapan Model Pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) Pada Materi Koloid Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Keterampilan Proses Sains Siswa1.

Model pembelajaran ini mendapat respon yang positif dari guru, karena model. pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat membantu

Karena penerapan model pembelajaran CLIS memerlukan waktu yang lama sementara waktu pembelajaran di sekolah terbatas, maka dalam menerapkan model pembelajaran

PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP PADA PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE CONNECTED BERBASIS GUIDED INQUIRY.. Universitas Pendidikan Indonesia |