• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Tahunan 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Tahunan 2017"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

i

Laporan Tahunan 2017

Penanggung Jawab :

Dr. Ir. Dicky Pamungkas, M.Sc.

Tim Penyusun :

Andi Mulyadi, SP.

Dr. Ir. Aryogi, MP.

Ir. Ainur Rasyid

Jauhari Efendhy, S.Pt.,M.Si.

Noor Hudhia Krishna, S.Pt.,M.Si.

Sugiyane Mahaputra, S.Pd.

Tata Letak & Desain Sampul

Rindhi Maulid Hanik.

LOKA PENELITIAN SAPI POTONG

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN

KEMENTERIAN PERTANIAN

2018

(3)

Laporan Tahun 2017 i

KATA PENGANTAR

Loka Penelitian Sapi Potong mempunyai tugas pokok melaksanakan penelitian sapi potong dengan menyelenggarakan fungsi :a). Pelaksanaan penelitian, eksplorasi, evaluasi. Pelestarian serta pemanfaatan plasma nutfah sapi potong; 2). Pelaksanaan penelitian pemuliaan, reproduksi dan nutrisi sapi potong; 3) pelaksanaan penelitian komponen teknologi sistem dan usaha agribisnis sapi potong; 4). Pemberian pelayanan teknik kegiatan penelitian sapi potong; 5). Penyiapan kerja sama, informasi dan dokumentasi serta penyebarluasan dan pendayagunaan hasil penelitian sapi potong; 6). Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

Laporan tahunan ini merupakan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas, fungsi dan mandat yang diberikan kepada Loka Penelitian Sapi Potong tahun 2017. Kegiatan penelitian yang dilaksanakan selama tahun anggaran 2017 terdiri dari kegiatan lanjutan pada tahun anggaran 2016 dan kegiatan baru dengan dana yang bersumber dari pagu DIPA 2017 dengan pagu anggaran awal Lolitsapi TA. 2017 adalah sebesar Rp12.252.000.000,00. Setelah mengalami revisi total anggaran menjadi sebesar Rp14.923.019.000,00. Realisasi anggaran sampai dengan 31 Desember 2017 adalah sebesar Rp14.343.306.874,00 atau sebesar 96,12 %.

Kegiatan penelitian Lolitsapi pada TA 2017 terdiri dari satu (1) kegiatan proposal atau Rencana Penelitian Tingkat Peneliti (RPTP) yang terdiri 4 (empat) judul ROPP, 2 judul RDHP dan 10 ROKTM

Laporan ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan dan acuan dalam perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi dalam upaya perbaikan pelaksanaan penelitian sapi potong dimasa yang akan datang.

Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian, para investor, mitra kerjasama dan khususnya bagi Loka Penelitian Sapi Potong. Kritik dan saran diharapkan dan disampaikan langsung ke Loka Penelitian Sapi Potong dan kepada semua pihak yang telah membantu tersusunnya laporan ini disampaikan terima kasih.

Grati, Januari 2018

Kepala Loka Penelitian Sapi Potong

(4)

Laporan Tahun 2017 ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... Error! Bookmark not defined. DAFTAR ... Error! Bookmark not defined. PENDAHULUAN ... 1

II. KEGIATAN PENELITIAN UNGGULAN 2017 ... 6

1. Pemantapan Galur Baru Sapi Potong Lokal (Output: 1 Galur) ... 6

2. Pembentukan Rumpun Baru Sapi Potong Silangan Sapi PO dan Bali ... 8

3. Pengelolaan dan Pemanfaatan Bibit Sumber Sapi Potong... 9

III. KEGIATAN PENELITIAN TAHUN 2017 ... 10

3.1. Super impose pada kegiatan Pendampingan Sistem Integrasi Ternak Tanaman ... 10

3.2. Super impos pada kegiatan Pengelolaan Kandang Kebun dan Laboratorium ... 10

3.3 Penentuan Standar Pakan Calon Galur Sapi PO Agrinak Muda... 11

3.4 Super impose pada kegiatan Pendampingan Sistem Integrasi Ternak Tanaman ... 11

3.5 Super impos pada kegiatan Pendampingan, Koordinasi, Bimbingan dan Dukungan Teknologi, Upsus SIWAB, TSP, TTP, dan Komoditas Utama Kementan (2 Teknologi) ... 12

3.5.1 Database Tingkah Laku Estrus Dengan Modifikasi Teknologi Micro Controller. ... 13

3.5.2 Test Kit Kebuntingan Dini Skala Laboratorium menggunakan Protein B Spesifik. .. 13

3.6 Super impose pada kegiatan Pengelolaan dan Pemanfaatan Bibit Sumber Sapi Potong (Output: 1 Teknologi) ... 14

3.7 Kegiatan Ekspose/pameran teknologi peternakan. ... 15

3.8 Publikasi Ilmiah Nasional/Internasional ... 15

IV. MANAJEMEN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ... 16

4.1. Program ... 17

4.2. Anggaran ... 18

(5)

Laporan Tahun 2017 1

PENDAHULUAN

Loka Penelitian Sapi Potong merupakan Unit Pelaksana Teknis eselon IVa Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, sebagai institusi dibawah dan bertanggungjawab langsung kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, berdasarkan 1). Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam Surat Nomor B-2287/M.PAN-RB/9/2011, tanggal 27 September 2011; 2). Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 68/Permentan/OT.140/10/2011, tanggal 12 Oktober 2011 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Loka Penelitian Sapi Potong.

Tugas pokok Loka Penelitian Sapi Potong adalah melaksanakan penelitian sapi potong, dan fungsi Loka Penelitian Sapi Potong :

a. Pelaksanaan penelitian, eksplorasi, evaluasi. Pelestarian serta pemanfaatan plasma nutfah sapi potong;

b. Pelaksanaan penelitian pemuliaan, reproduksi dan nutrisi sapi potong;

c. Pelaksanaan penelitian komponen teknologi sistem dan usaha agribisnis sapi potong;

d. Pemberian pelayanan teknik kegiatan penelitian sapi potong;

e. Penyiapan kerja sama, informasi dan dokumentasi serta penyebarluasan dan pendayagunaan hasil penelitian sapi potong;

f. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

Struktur organisasi Loka Penelitian Sapi Potong terdiri dari : Satu Kepala Loka Penelitian Sapi Potong (eselon IV.a); satu Kepala Urusan Tata usaha (eselon V.a); Dua orang Petugas, yaitu Petugas Pelayanan Teknis dan Petugas Jasa Penelitian (Non Eselon), dan Kelompok Jabatan Fungsional.

Pada Kelompok jabatan fungsional yang terdapat pada struktur organisasi Loka Penelitian Sapi Potong, adalah sebagai berikut :

a. Jabatan Fungsional Peneliti (Kelompok Peneliti); b. Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa;

(6)

Laporan Tahun 2017 2

Struktur Organisasi

Kepala

Dr. Ir. Dicky Pamungkas, M.Sc.

NIP. 19650605 199203 1 002

Urusan Tata Usaha

Andi Mulyadi, SP.

NIP. 19611026 198203 1 007

PetugasJasaPenelitian

Jauhari Efendy, S.Pt., M.Si.

NIP. 19670101 200003 1 001

Petugas PelayananTeknis

ir. Ainur Rasyid.

(7)

Laporan Tahun 2017 3

Urusan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian, keuangan, rumah tangga, perlengkapan serta surat-menyurat dan kearsipan, yang terdiri atas : melakukan peyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan anggaran Urusan Tata Usaha; melakukan penyiapan bahan usulan penyusunan kelembagaan, ketatalaksanaan, reformasi birokrasi, dan pengembangan pelaksanaan budaya kerja; melakukan pemantauan pelaksanaan sistem jaminan mutu berdasarkan sistem manajemen mutu berstandar internasional (ISO 9001) ; melakukan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP); mengkoordinasikan perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan Sistem Pengendalian Intern (SPI) Tim Satuan Pelaksana Pengendalian Intern; melakukan tugas kedinasan lain berdasarkan penugasan pimpinan baik lisan maupun tertulis.

Petugas Pelayanan mempunyai tugas melakukan menyiapkan bahan penyusunan rencana, anggaran, pemantauan, evaluasi dan laporan, serta pelayanan sarana penelitian sapi potong, yang terdiri atas : melakukan penyiapan bahan peyusunan renacana kerja dan anggaran Petugas Pelayanan Teknis; melakukan penyiapan bahan usulan Rencana Kerja Anggaran dan Kementerian/Lembaga (RKA-K/L), di bidang penelitian sapi potong; melakukan penyiapan bahan usulan Daftar Isian Pelaksanaan Anggran (DIPA) di bidang penelitian sapi potong; Melakukan penyiapan bahan usulan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) di bidang penelitian sapi potong; melakukan penyiapan bahan usulan revisi POK dan DIPA di bidang penelitian sapi potong; melakukan pemberian pelayanan teknis kegiatan penelitian sapi potong; melakukan pemantauan pelaksanaan sistem jaminan mutu berdasarkan sistem manajemen mutu berstandar internasional (ISO 17025); melakukan penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaksanaan kegiatan Loka; melakukan tugas kedinasan lain berdasarkan tugas pimpinan baik lisan maupun tertulis; melakukan penyusunan dan penyajian laporan kegiatan pelayanan teknis, melakukan penyimpanan dan pemeliharaan dokumen kegiatan Pelayanan Teknis.

Petugas Jasa Penelitian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerjasama, informasi dan dokumentasi serta penyebarluasan dan pendayagunaan hasil penelitian sapi potong, yang terdiri atas : melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan anggaran Petugas Jasa Penelitian, melakukan penyiapan bahan rencana kerja sama penelitian; melakukan penyiapan bahan evaluasi kerjasama penelitian; Melakukan urusan administrasi kerjasama penelitian; melakukan penyiapan bahan pengembangan sistem

(8)

Laporan Tahun 2017 4

informasi melakukan penyiapan bahan promosi dan diseminasi; melakukan urusan komersialisasi hasil penelitian; melakukan urusan perpustakaan dan dokumentasi hasil penelitian, Melakukan urusan publikasi hasil penelitian; melakukan penyiapan bahan urusan Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI); melakukan tugas kedinasan lain berdasarkan penugasan pimpinan baik lisan maupun tertulis; melakukan penyusunan dan penyajian laporan kegiatan Jasa Penelitian; melakukan penyimpanan dan pemeliharaan dokumen kegiatan Jasa Penelitian.

Kelompok Peneliti bertugas membantu Kepala Loka dalam memberikan masukan dan saran guna peningkatan kinerja khususnya dibidang penelitian, pengembangan keilmuan dan profesionalisme tenaga fungsional peneliti dibidang 1). Pemuliaan dan Reproduksi Ternak; 2). Nutrisi dan Pakan Ternak, yang terdiri atas : melakukan pendalaman pustaka, pengujian metodologi, pengamatan parameter, pengumpulan data, analisis data, interpretasi dan penyusunan laporan ilmiah hingga menghasilkan inovasi teknologi yang diperlukan dan atau diadopsi pengguna; membantu kegiatan publikasi dan penyebarluasan hasil penelitian yang meliputi penyusunan karya ilmiah primer dan sekunder sampai dengan bimbingan serta pengawasan hingga dipublikasikan; menyusun laporan pertanggungjawaban penelitian kepada koordinator program sebagai bahan penyusunan laporan pelaksanaan program.

Visi : Menjadi lembaga penelitian dapi potong terkemuk adalam mewujudkan sistem

pertanian bio-industri tropika berkelanjutan.

Misi :

1. Menghasilkan inovasi teknologi sapi potong tropika unggul berdaya saing mendukung pertanian bio-industri;

2. Mengembangkan inovasi sapi potong tropika unggul dalam rangka peningkatan penguasaan sains dan teknologi (scientific recognition) dan pemanfaatannya dalam pembangunan pertanian bioindustri (impact recognition).

Tujuan dan sasaran

Tujuan kegiatan penelitian sapi potong yang dilakukan oleh Lolitsapi dalam lima tahun kedepan terdiri atas lima butir sebagai berikut:

1) Menghasilkan dokumen Pelaksanaan Aplikasi Teknologi Inovatif Pembibitan dan Penggemukan Sapi Potong

2) Melakukan konservasi SDG sapi potong

(9)

Laporan Tahun 2017 5

4) Meghasilkan bibit sapi PO, Madura dan Bali terpilih 5) Menyebarkan sapi PO sebagai sumber bibit

6) Menghasilkan teknologi pakan sapi potong berbasis biomas pertanian dan perkebunan ramah lingkungan

Sasaranakhirdarirencanastrategis yang ingindicapaioleh Lolitsapi adalahsebagaiberikut: 1) Tersedianya dokumen Pelaksanaan Aplikasi Teknologi Inovatif Pembibitan dan

Penggemukan Sapi Potong 2) Konservasi SDG sapi potong

3) Tersedianya teknologi peningkatan reproduktivitas sapi potong 4) Terbentuknya bibit sapi PO, Madura dan Bali terpilih

5) Tersedianya sapi PO sebagai sumber bibit

6) Tersedianya teknologi pakan sapi potong berbasis biomas pertanian dan perkebunan ramah lingkungan

(10)

Laporan Tahun 2017 6

II. KEGIATAN PENELITIAN UNGGULAN 2017

Pada tahun anggaran 2017, Lolitsapi telah menetapkan 3 (tiga) kegiatan penelitian unggulan, diantaranya :

1. Pemantapan Galur Baru Sapi Potong Lokal (Output: 1 Galur)

Sejak tahun 2002 Loka Penelitian Sapi Potong telah membudidayakan sapi PO dengan tatalaksana model Lolitsapi, seleksi dan pengaturan perkawinan, sehingga terbentuk sapi pejantan dan calon galur baru sapi PO yang unggul produktivitasnya walaupun dipelihara di lahan marginal. Penelitian ini bertujuan menyiapkan populasi dasar sapi PO sebagai penghasil calon galur baru dan penghasil pejantan unggul sapi PO, serta uji kualitatif dan kuantitatif DNA genomik calon galur baru sapi PO.

Penelitian 2017 dilakukan di kandang kelompok Model Litbangtan di Loka Penelitian Sapi Potong; sapi selalu diberi pakan berkualitas rendah (kandungan PK 8 – 10%, SK 20 – 24%, TDN 55 – 57%, LK kurang 6%, Abu kurang tidak lebih dari 11%), diseleksi berdasar tampilan berat badan dan ukuran tubuh pada umur sapih, setahun, 18 dan 24 bulan, serta kualitas dan kuantitas spermanya mulai umur 18 dan , kemudian diatur perkawinannya ; analisis sidik jari DNA calon galur baru sapi PO berdasarkan SNP. Mulai tahun 2016 telah dihasilkan F4 pedet lepas sapih sebagai calon galur baru sapi PO hasil seleksi. Hasil pelaksanaan penelitian pada tahun 2017 telah mencapai populasi dasar untuk menghasilkan galur baru sapi PO sebanyak 470 ekor yang terdiri dari;

a. 170 induk b. 13 pejantan c. 47 pedet prasapih

d. 100 pedet lepas sapih – 15 bulan e. 60 sapi muda/dara

f. 80 sapi PO jantan dan betina berbagai status fisiologis

Tahapan pembentukan galur sapi PO agrinak pada tahun 2017 adalah pengaturan perkawinan pada turunan ketiga dari sapi PO terseleksi, adapun tahapan pembentukan galur sapi PO agrinak tiap tahunnya tergambar seperti tabel berikut :

(11)

Laporan Tahun 2017 7

Tabel 8. Tahapan pembentukan Galur Sapi PO Agrinak tiap tahun

Data penciri genomik galur baru sapi PO (profil sidik jari menunjukkan genotip sapi mengelompok dan dekat dalam satu subklaster (berdasar 27 marka SNAP yang digunakan, teridentifikasi adanya kedekatan secara genetik bahkan cenderung sama ; haplotipe sapi PO seragam dan relatif tidak ada campuran keturunan jenis sapi lain ; analisis klastering menunjukkan bahwa sapi PO cenderung mengelompok dalam satu subklaster, sehingga dapat sebagai indikasi spesifik genetik sebagai data dukung BUSS dari galur baru sapi PO. Disimpulkan, pelaksanaan kegiatan penelitian pemantapan galur baru sapi PO, secara populasi tercapai dengan performans sapi yang di atas rata-rata, serta identifikasi penciri genomik telah mulai menunjukkan adanya ke spesifik an subklaster.

Gambar 1. Foto kegiatan Pembentukan Galur Baru Sapi PO Terseleksi

Sapi induk aktif Sapi dara/muda

Tahun Perkawinan dan Generasi

2003 ♂a x ♀b ... ♂c x ♀d F1 : ♂/♀ ♂/♀ 2007 ♂F1 x ♀F1 ... ♂F1 x ♀F1 F2 : ♂/♀ ♂/♀ 2012 ♂F2 x ♀F2 ... ♂F2 x ♀F2 F3 : ♂/♀ ♂/♀ 2016 ♂F3kx ♀F3l .... ♂F3qx ♀F3r

F4 : ♂/♀ ♂/♀ (pra sapih I, calon galur baru)

2017

♂F3wx ♀F3x .. ♂F3y x ♀F3z

F4 : ♂/♀ ♂/♀ : (pra sapih II, calon galur baru) : (muda (lahir 2016),galur baru) 2018 Galur baru sapi PO terseleksi : F4 umur ≥ 18 bulan

(12)

Laporan Tahun 2017 8

Pedet pra sapih Pejantan aktif

2. Pembentukan Rumpun Baru Sapi Potong Silangan Sapi PO dan Bali

Pembentukan rumpun baru sapi potong silangan sapi PO dan Bali atau yang sering disebut dengan sapi POBA diharapkan menjadi rumpun sapi baru yang tahan terhadap penyakit jembrana. Kegaitan ini merupan kegiatan lanjutan yang telah dimulai tahun 2014. Pada tahun 2017 kegiatan ini sudah menghasilkan populasi sapi POBA yang dipelihara secara standar di kandang Loka Penelitian Sapi Potong.

Populasi sapi POBA sampai umur satu tahun sebanyak 28 ekor; terdiri atas 9 ekor jantan dan 19 ekor betina. Berdasarkan jenis kelamin, sapi POBA betina memiliki rataan bobot badan lebih tinggi dibandingkan ternak jantan yaitu 70,19 kg dengan standar deviasi (SD) 15,82. Demikian juga pada ukuran panjang badan (PB), tinggi kemudi (TK) dan lingkar dada (LD) sapi POBA betina memiliki nilai rataan lebih tinggi dibandingkan ternak jantan. Sedangkan pada rataan ukuran tinggi gumba (TG) ternak jantan sedikit lebih tinggi dibandingkan sapi betina.

Untuk mengetahui ketahanan sapi POBA terhadap penyakit Jembrana telah dilakukan uji tantang secara alami (natural) di Kab. Tanjung Jabung Timur yang merupakan wilayah endemik penyakit Jembrana.

Gambar 3. Foto pedet hasil kegiatan Pembentukan Rumpun Baru Sapi Silangan PO dan Bali

Pedet warna dominan coklat Pedet warna dominan putih

(13)

Laporan Tahun 2017 9

3. Pengelolaan dan Pemanfaatan Bibit Sumber Sapi Potong

Peningkatan populasi sapi potong lokal dapat dilakukan dengan cara meningkatkan produktivitas bibit sapi potong melalui pengelolaan dan pemanfaatan bibit sumber sapi potong. Materi yang digunakan adalah 220 ekor sapi PO jantan dan betina dengan berbagai status fisiologis, yang merupakan hasil seleksi kegiatan breeding tahun 2016.

Kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan bibit sumber sapi potong dilakukan dalam 3 tahapan yaitu 1) melakukan pembesaran sapi PO calon bibit yang dilanjutkan dengan pengelompokan berdasarkan Grade 2) melakukan penyebaran bibit unggul ke beberapa stakeholder dan 3) pengamatan performan turunan sapi PO yang sudah disebar di stakeholder. Pemeliharaan ternak dilakukan menggunakan kandang kelompok dan kandang individu dengan manajemen standar baik pakan maupun sistem perkawinan dan khusus untuk calon pejantan dilakukan exercise dan pemberian jamu herbal.

Hasil kegiatan 2017, populasi yang dikelola UPBU adalah sebanyak 189 ekor yang terdiri dari 100 ekor dikelola dikandang percobaan Loka Penelitian Sapi Potong, 20 ekor disebar ke kelompok peternak di TPP Sadeng Cirebon dan 69 ekor yang disebar oleh team kerjasama ke beberapa stakeholder.

Calon pejantan sapi PO umur lebih dari 2 tahun yang memiliki tinggi gumba sesuai dengan SNI 2015 adalah sebanyak 18 ekor dengan tinggi gumba berkisar antara 133-148 cm.

(14)

Laporan Tahun 2017 10

III. KEGIATAN PENELITIAN TAHUN 2017

3.1. Super impose pada kegiatan Pendampingan Sistem Integrasi Ternak Tanaman

Sektor peternakan khususnya dari ternak ruminansia berkontribusi terhadap permasalahan pemanasan global melalui emisi gas metana hasil fermentasi enterik di saluran pencernaan. Tidak hanya meyebabkan masalah lingkungan produksi gas metana enterik merupakan sebuah pemborosan energi bagi ternak.

Saponin dan tanin dapat digunakan sebagai agen penurun metan secara bersama karena kedua zat aktif tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. Saponin dapat digunakan sebagai penurun protozoa namun bersifat selektif terhadap penghambatan mikroba. Tanin dapat digunakan sebagai zat antimikroba namun tanin mempunyai kemampuan berikatan dengan molekul sederhana pada pakan sehingga penggunaan tanin sebagai agen penurun metan harus dibatasi.

Penelitian penggunaan ekstrak saponin dan tanin pada sapi potong dengan 4 perlakuan pakan yaitu perlakuan pakan kontrol, pakan kontrol + penambahan ekstrak saponin, pakan kontrol + penambahan ekstrak tanin dan pakan kontrol + ekstrak saponin dan ekstrak tanin. Penambahan saponin dan tanin tidak mempengaruhi konsumsi pakan. Penambahan ekstrak saponin dan tanin secara bersamaan menyebabkan pertambahan berat badan harian (PBBH) terendah (0,16 kg/ekor/hari) sedangkan pada perlakuan kontrol, pakan dengan pemberian saponin dan tanin tunggal tidak memberikan pengaruh nyata terhadap PBBH. Produksi CH4 terendah adalah pada perlakuan dengan penambahan tanin yaitu 24, 54 mMol. Ekstrak saponin dan tanin dari daun sengon dan daun trembesi dapat digunakan sebagai penurun produksi gas metana karena mampu menghasilkan berat badan harian tertinggi yaitu 0,49 kg/ekor/hari dan menghasilkan gas metana paling rendah yaitu 24, 54 mMol.

3.2. Super impos pada kegiatan Pengelolaan Kandang Kebun dan Laboratorium

Output Jumlah SDG ternak, TPT dan mikrobia veteriner yang dikonversi dan dikarakterisasi didapatkan dari kegiatan Konservasi Sapi Rambon yang ada di Kandang Loka Penelitian Sapi Potong. Kegiatan ini adalah kegiatan superimpose dengan pembiayaan operasional menempel pada belanja pengelolaan kandang kebun dan laboratorium.

Tujuan utama kegiatan konservasi di tahun 2017 adalah perbaikan manajemen pemeliharaan sapi rambon dan melakukan pengaturan perkawinan agar didapatkan peningkatan populasi pada tahun 2018. Pengaturan perkawinan telah dilakukan pada bulan Juli 2017, dan diharapkan pada bulan Maret 2018 sudah terjadi kelahiran sapi Rambon di Loka Penelitian Sapi Potong. Data performance dan data genetik sapi rambon sudah didapatkan dan telah terpublikasikan pada tahun 2015, dan untuk tahun 2017 telah dikumpulkan data-data kualitas semen pejantan sapi rambon.

(15)

Laporan Tahun 2017 11

3.3 Penentuan Standar Pakan Calon Galur Sapi PO Agrinak Muda

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh sandar pakan sapi PO Agrinak muda sebagai calon galur baru (1 standar pakan). Perlakuan penelitian adalah level pemberian Protein Kasar (PK) ransum sebesar 140; 155; 170 dan 185% dari standart yang tercantum dalam Tabel NRC (1996) untuk sapi jantan dan betina pertumbuhan dengan target pertambahan bobot badan harian (PBBH) sebesar 0,68 s.d. 0,91 kg. Pakan terdiri atas 30% rumput gajah dan 70% konsentrat (dasar bahan kering), diberikan dua kali sehari (pagi dan sore).

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pemberian PK ransum sebesar 140; 155; 170 dan 185% dari standart NRC 1996 secara berturut-turut menghasilkan PBBH kumulatif pada sapi betina sebesar 0,62 ; 0,58; 0,84; dan 0,62 kg; dan pada sapi jantan 0,93; 0,95; 1,03; dan 1,00 kg.

SKT ternak pada awal dan akhir penelitian pada semua perlakuan mengalami kenaikan, sapi betina sebesar 1,08-1,42 dan pada sapi jantan 1,00-1,25. Peningkatan PBBH tertinggi terjadi pada pemberian ransum sebesar 170% dari NRC yang diikuti oleh peningkatan SKT yang tinggi juga yaitu pada sapi betina sebesar 1,42 dan pada sapi jantan sebesar 1,25.

Dapat disimpulkan, bahwa untuk menghasilkan PBBH sebesar 0,68 s.d. 0,91 pada sapi jantan dan betina pertumbuhan diperlukan pemberian ransum sebanyak 1,7 kali (untuk sapi betina) atau 1,4 kali (untuk sapi jantan) dari standart PK ransum yang direkomendasikan dalam Tabel NRC 1996.

3.4 Super impose pada kegiatan Pendampingan Sistem Integrasi Ternak

Tanaman

Sektor peternakan khususnya dari ternak ruminansia berkontribusi terhadap permasalahan pemanasan global melalui emisi gas metana hasil fermentasi enterik di saluran pencernaan. Produksi metana enterik memberikan kontribusi sekitar 90% dari total emisi metana sektor peternakan. Total produksi gas metana enterik dan kotoran diasumsikan dapat memberikan kontribusi sekitar 23% dari total gas metana di sektor pertanian secara nasional. Tidak hanya meyebabkan masalah lingkungan produksi gas metana enterik merupakan sebuah pemborosan energi bagi ternak. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi gas metana enterik diantaranya adalah dengan menggunakan senyawa saponin dan tanin yang merupakan senyawa alami yang terdapat pada tanaman. Saponin dan tanin dapat digunakan sebagai agen penurun metan secara bersama karena kedua zat aktif tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. Saponin dapat digunakan sebagai penurun protozoa namun bersifat selektif terhadap penghambatan mikroba. Tanin dapat digunakan sebagai zat antimikroba namun tanin mempunyai kemampuan berikatan dengan molekul sederhana pada

(16)

Laporan Tahun 2017 12

pakan sehingga penggunaan tanin sebagai agen penurun metan harus dibatasi. Penggunaan saponin dan tanin sebagai bahan penurun produksi gas metana enterik telah dilakukan secara

in vitro dan in vivo di Loka Penelitian Sapi Potong. Preparat saponin didapatkan dari ektraksi daun sengon (Albiziaa falcataria) dan preparat tanin didapatkan dari

Penelitian in vitro. Perlakuan penelitian adalah penambahan ekstrak saponin dan ekstrak tanin pada pakan komplit. Pakan komplit mengandung serat kasar (SK) 25%, protein kasar (PK) 9%, total digestible nutrient (TDN) 58-60%. Terdapat 12 kombinasi perlakuan penambahan saponin (0%, 1,5% dan 2%) dan tanin (0%, 4,5%, 5% dan 5,5%). Parameter pengujian adalah kandungan ekstrak tanin pada daun trembesi dan kandungan ekstrak saponin pada daun sengon, degradasi bahan kering (BK) dan bahan organik (BO) dan karakteristik fermentasi. Kandungan ekstrak saponin dari daun sengon pada penelitian ini adalah 2716,97 µg/ml dan ekstrak tanin dari daun trembesi pada penelitian ini adalah 19,859 g/100 g. Peningkatan level saponin dan tanin menyebabkan penurunan degradasi bahan kering (BK) dan degradasi bahan organik (BO). Peningkatan level saponin tidak menyebabkan penurunan produksi gas sebaliknya peningkatan level tanin menyebabkan penurunan produksi gas, rasio asetat propionat dan produksi gas CH4. Ekstrak tanin dari daun trembesi mampu

menurunkan produksi CH4 pada level 5% sedangkan ekstrak saponin mampu menurunkan

CH4 pada level 2%

Penelitian in vivo. Penelitian penggunaan ekstrak saponin dan tanin pada sapi potong dengan 4 perlakuan pakan yaitu perlakuan pakan kontrol, pakan kontrol + penambahan ekstrak saponin, pakan kontrol + penambahan ekstrak tanin dan pakan kontrol + ekstrak saponin dan ekstrak tanin. Penambahan saponin dan tanin tidak mempengaruhi konsumsi pakan. Penambahan ekstrak saponin dan tanin secara bersamaan menyebabkan pertambahan berat badan harian (PBBH) terendah (0,16 kg/ekor/hari) sedangkan pada perlakuan kontrol, pakan dengan pemberian saponin dan tanin tunggal tidak memberikan pengaruh nyata terhadap PBBH. Produksi CH4 terendah adalah pada perlakuan dengan

penambahan tanin yaitu 24, 54 mMol. Ekstrak saponin dan tanin dari daun sengon dan daun trembesi dapat digunakan sebagai penurun produksi gas metana karena mampu menghasilkan berat badan harian tertinggi yaitu 0,49 kg/ekor/hari dan menghasilkan gas metana paling rendah yaitu 24, 54 mMol.

3.5 Super impos pada kegiatan Pendampingan, Koordinasi, Bimbingan dan Dukungan Teknologi, Upsus SIWAB, TSP, TTP, dan Komoditas Utama Kementan (2 Teknologi)

(17)

Laporan Tahun 2017 13

3.5.1 Database Tingkah Laku Estrus Dengan Modifikasi Teknologi Micro

Controller.

Pengembangan usaha ternak sapi potong saat ini masih mengalami hambatan terutama dibidang reproduksi. Panjangnya jarak beranak dan rendahnya tingkat kebuntingan adalah salah satu penyebab pencapaian tingkat reproduktivitas yang belum optimal. Agar target reproduksi dapat tercapai diantaranya dengan melakukan perbaikan pengelolaan reproduksi yaitu deteksi estrus. Ketepatan deteksi estrus sangat penting karena dapat menentukan waktu perkawinan dengan tepat sehingga kegagalan perkawinan yang berimbas rendahnya kebuntingan dapat dihindari. Kegiatan deteksi estrus ini bertujuan untuk mendukung kegiatan perkawinan sapi betina dengan cara memprediksi waktu estrus secara cepat dan tepat berdasarkan tingkah laku ternak. Kegiatan ini dilakukan di kandang individu Lolitsapi selama dua siklus estrus dengan menggunakan induk sapi Madura pasca beranak atau sapi yang belum bunting, dengan kriteria adalah sapi betina yang memiliki skor kondisi tubuh dan umur yang seragam.

Metodelogi yang dilakukan yaitu dengan melakukan pengamatan tingkah laku (behavior) tanda-tanda berahi/estrus pada sapi induk >40 hari pasca beranak atau sapi yang belum bunting sebanyak 12 ekor; untuk metode pengamatan estrus dengan menggunakan modifikasi infrared (gerak pangkal ekor dan suhu) dan didukung pengamatan secara visual pada vulva (merah, bengkak dan hangat).

Hasil kegiatan pemasangan micro controler menunjukkan bahwa pada sapi induk yang mengalami estrus memiliki suhu permukaan vulva sebesar ±38 oC dan jumlah pergerakan ekor 17±13,18 kali. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah profil sapi betina estrus yaitu memiliki suhu permukaan vulva sebesar ±38 oC dan jumlah pergerakan ekornya lebih sedikit dibanding kondisi normal.

3.5.2 Test Kit Kebuntingan Dini Skala Laboratorium menggunakan Protein B Spesifik.

Fenomena lamanya waktu kosong induk sapi betina menyebabkan kerugian peternak yang diakibatkan oleh terlambatnya informasi kegagalan perkawinan/IB. Selama ini metode deteksi kebuntingan pada sapi dilakukan secara konvensional melalui palpasi rectal, namun dibutuhkan umur kebuntingan tertentu (lebih dari 60 hari) dan tenaga ahli dibidang reproduksi (ATR). Oleh karena itu diperlukan suatu metode deteksi kebuntingan sapi pada umur kebuntingan kurang dari satu bulan (dini) dan dapat dilakukan oleh peternak secara umum. Sehingga dibutuhkan alat diagnosis kebuntingan yang cepat dan akurat yaitu tes KIT kebuntingan.

Tes KIT kebuntingan ini berbasis protein spesifik dengan hasil gradient densitas warna, akan terjadi ikatan antara antigen dalam serum darah sapi bunting umur 1-3 bulan dengan antibodi poliklonal. Test KIT diagnosis kebuntingan ini berasal dari antibodi protein spesifik dari sapi induk bunting umur muda sebagai bahan diagnosis kebuntingan dini. Selanjutnya

(18)

Laporan Tahun 2017 14

untuk proses mendapatkan antibodi protein spesifik dilakukan dengan menggunakan 40 ekor induk sapi PO dengan status fisiologis bunting umur 1,2,3 bulan dan tidak bunting

Hasil kegiatan tahun 2017 dipergunakan untuk pembuatan test KIT diagnosis kebuntingan dengan metode ELISA guna mendukung kegiatan Demfarm Kawasan Inovator SIWAB pada beberapa daerah yang telah ditentukan oleh Puslitbang Peternakan diantaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.

3.6 Super impose pada kegiatan Pengelolaan dan Pemanfaatan Bibit Sumber Sapi Potong (Output: 1 Teknologi)

Kunci keberhasilan kebuntingan pada sapi potong, selain sapi induk juga oleh faktor pejantan. Beberapa permasalahan yang sering terjadi pada pejantan yang digunakan sebagai pemacek (perkawinan alami), diantaranya adalah penurunan kualitas dan kuantitas semen serta rendahnya libido yang akan berdampak pada rendahnya kualitas semen. Rendahnya kualitas semen yang berimbas pada turunnya angka konsepsi oleh karena itu diperlukan suatu kegiatan penelitian yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu melalui super imphose dengan menambahakan suplementasi organik berupa potensi lokal yaitu cabe jawa (Piper retrofraktum vahl) (Wikipedia.org. 2017). Selama ini cabe jawa lebih banyak digunakan pada manusia sebagai peningkatan vitalitas dan kejantanan pria. Cabe jawa adalah sejenis rempah yang masih berkerabat dengan lada dan kemukus termasuk termasuk dalam suku sirih – sirihan atau Piperaceae dengan nama lain cabe jamu atau cabe saja. Cabe jamu mengandung senyawa piperin dengn kandungan 4,6% diharapkan dapat digunakan pada sapi jantan guna meningkatkan kualitas libidonya.

Penelitian dilakukan di kandang Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi, menggunakan 20 ekor sapi jantan dengan umur diatas dua tahun. Menggunakan rancangan acak kelompok dengan 3 perlakuan herbal dan masing-masing perlakuan sebanyak 4 (empat) ekor sapi calon pejantan Pernakan Ongole (PO). Perlakuan herbal tersebut yaitu untuk perlakuan A (75 gram cabe jamu; 200 ml madu dan 5 butir telur); B (50 gram cabe jamu; 200 ml madu dan 5 butir telur) dan C (25 gram cabe jamu; 200 ml madu dan 5 butir telur) yang diberikan setiap satu minggu sekali yang diberikan selama 3 bulan. Hasil pengamatan terhadap exercise dan pemberian jamu herbal menunjukkan terjadinya perbaikan kecepatan respon terhadap teaser dari ketiga perlakuan yang berturut – turut sebagai berikut sapi A 3,00±2,83 menit menjadi 1,00±0,00. Menit; sapi B 10,00±00 menjadi 3,06±1,18 menit; sapi C 10,00±00 menjadi 2,20±2,68 menit. Selanjutnya untuk kualitas semen untuk sapi A volume 2 ml menjadi 2,38±1,25 ml; konsentrasi 1220±169,71 menjadi 1420±424,89 jt/ml; motilitas individu 47,50±10,61 menjadi 60±33,67%. Sapi B volume 0 ml menjadi 3,06±1,18ml; konsentrasi 0 menjadi 1201±421,58 jt/ml; motilitas individu 0 menjadi 62,50±18,52%. Dan sapi C volume 0 ml menjadi 2,30±1,64 ml; konsentrasi 0 menjadi 1376±294,74 jt/ml; motilitas individu 0 menjadi 74,00±6,52 %. Dari uraian diatas disimpulkan bahwa calon pejantan yang bisa ditampung menunjukkan perbaikan respon libido dan kenaikkan kualitas sperma dari ketiga perlakuan.

(19)

Laporan Tahun 2017 15

3.7 Kegiatan Ekspose/pameran teknologi peternakan.

Loka Penelitian Sapi Potong pada tahun 2017 telah mengikuti kegiatan ekspose/pameran sebanyak 6 kali; yaitu (i) Indolivestock yang berlangsung selama tiga hari yaitu dari tanggal 17-19 Mei 2017 bertempat di Grand City Convex Surabaya; (ii) Soropadan Agro Expo (SAE) ke-8 tahun 2017 dilaksanakan di Kab. Temanggung Jawa Tengah selama lima hari; yaitu dari tanggal 13 hingga 17 Juli 2017; (iii) Pameran dalam rangka Temu Lapang Panen Padi di Kab. Trenggalek Jawa Timur berlangsung pada tanggal 25 Agustus 2017 bertempat di Balai Desa Ngadirejo Kec. Pogalan Kab. Trenggalek; (iv) Pameran dalam rangka Seminar Nasional Ilmu-Ilmu Peternakan dan Veteriner yang berlangsung di Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi Bogor; (v) Ekspo dan Kontes Ternak di Kabupaten Pasuruan Tahun 2017 berlangsung selama dua hari; yaitu dari tanggal 23-24 Oktober 2017 bertempat di Lapangan Sukorejo Kab. Pasuruan dan (vi) Pameran dalam rangka Temu Nasional Inovasi Pengelolaan SDG di BPTP Jawa Timur berlangsung selama dua hari; yaitu tanggal 7-8 November 2017. Lokasi pameran di lapangan depan BPTP Jawa Timur diikuti oleh UPT Badan Litbang Pertanian wilayah Malang dan sekitarnya, dinas/instansi terkait, perguruan tinggi, perusahaan yang bergerak di bidang pertanian-peternakan, dan lain-lain.

3.8 Publikasi Ilmiah Nasional/Internasional

Selama tahun 2017 Loka Penelitian Sapi Potong telah menghasilkan sebanyak 22 judul karya tulis ilmiah. Dari sejumlah tersebut, sebanyak 7 judul diterbitkan dalam jurnal nasional/buletin/bunga rampai sedangkan 15 judul lainnya diterbitkan dalam prosiding nasional maupun internasional.

(20)

Laporan Tahun 2017 16

IV. MANAJEMEN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

Arah Kebijakan

Arah kebijakan ditujukan untuk membangun program utama mendukung misi Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan serta Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 2015-2019 yang mencakup penelitian dan pengembangan (1) bioindustri dan industri hulu-hilir produk peternakan strategis, (2) pengelolaan sumberdaya genetik peternakan dan (3) memperkuat ketahanan dan keamanan pangan hewani. Arah kebijakan tersebut tidak hanya untuk memenuhi tuntutan masyarakat pengguna saat ini (Demand Driven

Policy), melainkan juga ditujukan mendorong timbulnya permintaan (kebutuhan masyarakat)

baru terhadap teknologi maupun produk tertentu yang sebelumnya belum ada.

Strategi difokuskan kepada kegiatan utama: (1) pengembangan kawasan diversifikasi pangan hewani, bioproduk dan biokultura; (2) kawasan integrasi ternak-tanaman pangan/ perkebunan atau biosiklus terpadu; (3) kawasan produksi ternak yang efisien dan meng-konservasi sumberdaya alam; serta (4) sinergi adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.

Arah kebijakan difokuskan:

1. memprioritaskan penyediaan teknologi inovatif untuk optimalisasi pemanfaatan sumberdaya melalui pengembangan teknologi budidaya, dan merintis penciptaan rumpun/galur ternak unggul sapi potong yang adaptif;

2. mempercepat penyediaan teknologi inovatif sesuai permintaan pasar, nano, dan riset genom dalam rangka untuk meningkatkan produksi dan produktivitas ternak, serta mendorong kemajuan teknologi informasi bioscience dan bioengineering di bidang sapi potong;

3. mendukung terciptanya kerjasama dan sinergi yang saling menguatkan antara Lolitsapi dengan berbagai lembaga terkait di dalam dan luar negeri;

4. peningkatan transfer inovasi teknologi melalui percepatan diseminasi dan promosi, serta pemanfaatan jaringan informasi inovasi teknologi yang telah dibangun oleh Loka Penelitian Sapi Potong; dan

5. pemantapan sinergi kinerja internal dan eksternal kelembagaan Loka Penelitian Sapi Potong.

Sasaran strategis Lolitsapi adalah:

1. tersedianya rumpun/galur/varietas unggul sapi potong hasil seleksi dan persilangan; 2. tersedianya teknologi pakan, teknologi reproduksi, teknologi budidaya dan teknologi

integrasi tanaman-sapi berbasis bioindustri, bioscience dan bioengineering;

3. tersedianya publikasi dan KTI dalam jurnal nasional dan internasional, HaKI dan lisensi,

serta perluasan jejaring kerja nasional dan internasional.

4. terselenggaranya dukungan peningkatan dan pengelolaan sarana dan prasarana, serta

(21)

Laporan Tahun 2017 17

4.1. Program

Kegiatan penelitian Lolitsapi pada TA 2017 terdiri dari satu (1) kegiatan proposal atau Rencana Penelitian Tingkat Peneliti (RPTP) yang terdiri 4 (empat) judul ROPP, 2 judul RDHP dan 10 ROKTM. Rincian judul RPTP, ROPP, ROKTM dan Daftar belanja modal adalah seperti pada tabel berikut;

Tabel 1. Judul RPTP Loka Penelitian Sapi Potong tahun 2017

No Judul RPTP Penanggunggawab

1 Pembentukan Rumpun dan Galur Baru Sapi Potong Lokal

Dr. Ir. Aryogi, MP.

Tabel 2. Judul ROPP/RODHP dan ROKTM Loka Penelitian Sapi Potong tahun 2017

No Judul Kegiatan Jenis Penanggungjawab

1 Pembentukan Galur Baru Sapi PO Lokal ROPP Dr. Ir. Aryogi, MP. 2 Penentuan Standar Pakan Calon Galur

Sapi PO Agrinak Muda ROPP Ir. Mariyono, MS.i 3 Pembentukan Rumpun Baru Sapi

Potong Silangan PO dan Bali ROPP Jauhari Efendy, S.Pt., M.Si. 4 Pembentukan Bibit Unggul Sapi Bali

dan Madura ROPP Muchamad Luthfi, S.Pt 5 Pendampingan Sistem Integrasi

Ternak Tanaman (SITT), RODHP Dr. Yeny Nur Anggareni, S. Pt., MP 6 Pengelolaan dan Pemanfaatan Bibit

Sumber Sapi Potong RODHP Dr. Hartati, S.Pt.,M.Sc. 7 Penyusunan Program dan Anggaran ROKTM Ir. Ainur Rasyid

8 Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi ROKTM Ir. Ainur Rasyid 9 Pelaksanaan Sistem Pengendalian

Internal ROKTM Andi Mulyadi, S.P 10 Operasional Kandang dan Kebun

Percobaan ROKTM Sugiyane Maha Putra, S.Pd. 11 Operasional Laboratorium dan

pelaksanaan ISO 17025 ROKTM Noor Hudhia Krishna, S.Pt., M.Si. 12 Pengelolaan Ketatausahaan dan

(22)

Laporan Tahun 2017 18

13 Pengelolaan dan Pendayagunaan Hasil

Penelitian Sapi Potong ROKTM Jauhari Efendy, S.Pt., M.Si. 14 Pendampingan, Koordinasi, Bimbingan

dan Dukungan Teknologi UPSUS Daging, TSP, TTP, dan Komoditas Utama Kementan

ROKTM Dr. Ir. Dicky Pamungkas, M.Sc.

15 Pembayaran Gaji dan Tunjangan ROKTM Rukmini 16 Operasional dan Pemeliharaan

Perkantoran ROKTM Agus Mianto

4.2. Anggaran

Laporan Keuangan LOKA PENELITIAN SAPI POTONG Tahun 2017 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan berdasarkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan. Laporan Keuangan ini meliputi:

I. Laporan Realisasi Anggaran

Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsur Pendapatan-LRA dan Belanja selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2017.

Realisasi Pendapatan Negara pada TA 2017 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp755,011.770,00 atau mencapai 150,80% dari estimasi Pendapatan-LRA sebesar Rp500.686.000,00

Realisasi Belanja Negara pada TA 2017 adalah sebesar Rp14.343.306.874,00 atau mencapai 96,12% dari alokasi anggaran sebesar Rp14.923.019.000,00

II. Neraca

Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas pada 31 Desember 2017.

Nilai Aset per 31 Desember 2017 dicatat dan disajikan sebesar Rp147.785.200.202,00 yang terdiri dari: Aset Lancar sebesar Rp287.715.350,00; Aset Tetap (neto) sebesar Rp147.496.234.852,00; Piutang Jangka Panjang (neto) sebesar Rp0,00; dan Aset Lainnya (neto) sebesar Rp0,00.

Nilai Kewajiban dan Ekuitas masing-masing sebesar Rp0,00 dan Rp147.785.200.202,00.

III. Laporan Operasional

Laporan Operasional menyajikan berbagai unsur pendapatan-LO, beban, surplus/defisit dari operasi, surplus/defisit dari kegiatan non operasional, surplus/defisit sebelum pos luar biasa,

(23)

Laporan Tahun 2017 19

pos luar biasa, dan surplus/defisit-LO, yang diperlukan untuk penyajian yang wajar. Pendapatan-LO untuk periode sampai dengan 31 Desember 2017 adalah sebesar Rp740.267.057,00, sedangkan jumlah beban adalah sebesar Rp13.490.405.981,00 sehingga terdapat Defisit Kegiatan Operasional senilai Rp-12.750.138.924,00. Kegiatan Non Operasional dan Pos-Pos Luar Biasa masing-masing sebesar Surplus Rp-162.670.243,00 dan Defisit Rp0,00 sehingga entitas mengalami Defisit-LO sebesar Rp-12.912.809.167,00.

IV. Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ekuitas pada tanggal 01 Januari 2017 adalah sebesar Rp37.429.163.610,00 ditambah Defisit-LO sebesar Rp-12.911.973.288,00 kemudian ditambah/dikurangi dengan koreksi-koreksi senilai Rp109.731.840.655,00 dan ditambah Transaksi Antar Entitas sebesar Rp13.537.005.104,00 sehingga Ekuitas entitas pada tanggal 31 Desember 2017 adalah senilai Rp147.785.200.202,00.

Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas. Termasuk pula dalam CaLK adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan-pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.

Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir sampai dengan tanggal 31 Desember 2017 disusun dan disajikan berdasarkan basis kas. Sedangkan Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas untuk Tahun 2017 disusun dan disajikan dengan menggunakan basis akrual.

(24)

Laporan Tahun 2017 20

LAPORAN REALISASI ANGGARAN

UNTUK PERIODE YANG BERKAHIR 31 DESEMBER 2017 dan 31 DESEMBER 2016

Uraian Catatan 31 Desember 2017

31 Desember 2016

Anggaran Realisasi %. Realisasi

PENDAPATAN B.1 Penerimaan Negara Bukan Pajak B.1.1 500.686.000,00 755.011.770 150,79 493.929.799,00 Jumlah Pendapatan 500.686.000,00 755.011.770 150,79 493.929.799,00 BELANJA B.2 Belanja Operasi Belanja Pegawai B.2.1 4.862.000.000,00 4.850.187.077,00 99,76 4.808.698.306,00 Belanja Barang B.2.2 7.340.919.000,00 7.009.379.931,00 95,48 7.723.063.824,00 Jumlah Belanja Operasi 12.202.919.000,00 11.859.567.008,00 97,19 12.762.880.906 ,00 Belanja Modal Belanja Modal Peralatan dan Mesin B.2.3 2.010.500.000,00 1.824.528.866,00 90,75 0,00 Belanja Modal Gedung dan Bangunan B.2.4 556.720.000,00 507.849.000,00 91,22 4.977.000.000,00 Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan B.2.5 0,00 0,00 0,00 0,00 Belanja Modal Lainnya B.2.6 152.880.000,00 151.362.000,00 99,00 0,00 Jumlah Belanja Modal 2.720.100.000,00 2.483.739.866,00 91,31 4977.000.000,00 Jumlah Belanja 14.923.019.000,00 14.343.306.874,00 96,12 16.767.032.530 ,00

(25)

Laporan Tahun 2017 21

NERACA

PER 31 DESEMBER 2017 dan 31 DESEMBER 2016

Uraian Catatan 31 Desember 2017 31 Desember 2016

ASET

Aset Lancar

Persediaan C.1.1 287.715.350,00 748.400,00

Jumlah Aset Lancar 294.702.300,00 748.400,00

Aset Tetap

Tanah C.2.1 123.606.566.000,00 20.787.050.000,00 Peralatan dan Mesin C.2.2 10.454.778.378,00 8.171.465.832,00 Gedung dan Bangunan C.2.3 19.145.679.540,00 19.378.857.575,00 Jalan, Irigasi dan Jaringan C.2.4 1.475.960.680,00 841.284.000,00 Aset Tetap Lainnya C.2.5 46.850.000,00 47.850.000,00 Kontruksi dalam Pengerjaan C.26 166.529.500,00 0,00 Akumulasi Penyusutan C.2.7 -7.400.129.246,00 -11.798.092.197,00

Jumlah Aset Tetap 147.496.234.852,00 37.428.415.210,00

Aset Lainya

Aset tak berwujud 2.000.000,00

Aset Lain- lain 0,00 40.404.000,00 Akumulasi

Penyusutan/Amortisasi Aset lainya

-750.000 -40.404.000,00

Jumlah Aset lainya 1.250.000,00 0,00

Jumlah Aset 147.785.200.202,00 37.429.163.610,00

Ekuitas

Ekuitas C.5.1 147.785.200.202,00 37.429.163.610,00

Jumlah Ekuitas 147.785.200.202,00 37.429.163.610,00

(26)

Laporan Tahun 2017 22

LAPORAN OPERASIONAL

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2017 dan 31 DESEMBER 2016

Uraian Catatan 31 Desember 2017 31 Desember 2016

KEGIATAN OPERASIONAL PENDAPATAN

Pendapatan Negara Bukan Pajak Lainnya D.1 740.267.057,00 400.891.127,00 JUMLAH PENDAPATAN 740.267.057,00 400.891.127,00 BEBAN Beban Pegawai D.2 4.850.187.077,00 4.808.698.306,00 Beban Persediaan D.3 3.850.504.175,00 4.632.837.335,00 Beban Barang dan Jasa D.4 1.796.457.562,00 1.710.603.518,00 Beban Pemeliharaan D.5 371.241.815,00 428.515.435,00 Beban Perjalanan Dinas D.6 974.577.973,00 951.434.286,00 Beban Penyusutan dan Amortisasi D.7 1.647.437.379,00 1.256.929.056,00

JUMLAH BEBAN 13.490.405.981,00 13.789.017.936,00 SURPLUS/DEFISIT DARI KEGIATAN OPERASIONAL -12.750.138.924,00 -13.388.126.809,00 KEGIATAN NON OPERASIONAL

Beban Pelepasan Aset Non Lancar D.8 111.250.000,00 550.000,00 Pendapatan dari Kegiatan Non

Operasional Lainnya

D.8 19.202.772,00 93.345.022,00 Beban dari kegiatan non operasional

lainya

D.9 70.623.015,00 3.380.250,00

SURPLUS/DEFISIT DARI

KEGIATAN NON OPERASIONAL

-162.670.243,00 89.414.772,00

SURPLUS/DEFISIT - LO

-12.912.809.167,00

-13.298.712.037,00

(27)

Laporan Tahun 2017 23

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2017 dan 31 DESEMBER 2016

Uraian Catatan 31 Desember 2017 31 Desember 2016

EKUITAS AWAL E.1 37.429.163.610,00 34.380.443.090,00

SURPLUS/DEFISIT - LO E.2 -12.912.809.167,00 -13.295.638.137,00 DAMPAK KUMULATIF PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI/KESALAHAN MENDASAR E.3 0,00 0,00 KOREKSI YANG MENAMBAH/MENGURANGI EKUITAS E.4

Koreksi Nilai Aset Tetap Non Revaluasi

E.4.1 109.731.840.655,00 59.829.826,00 Penyesuaian Nilai Aset E.4.2 0,00 0,00

TRANSAKSI ANTAR ENTITAS E.5 13.537.005.104,00 16.287.602.731,00

(28)

Laporan Tahun 2017 8

PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Selama periode berjalan, LOKA PENELITIAN SAPI POTONG telah mengadakan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari DIPA awal. Hal ini disebabkan oleh perubahan kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan situasi serta kondisi pada saat pelaksanaan. Perubahan tersebut berdasarkan sumber pendapatan dan jenis belanja adalah sebagai berikut:

Uraian Anggaran Awal Anggaran Setelah

Revisi Pendapatan

Pendapatan dari Pengelolaan BMN (Pemanfaatan dan Pemindahtanganan) serta Pendapatan dari Penjualan

196.103.000,00 490.616.000,00 Pendapatan Jasa 10.070.000,00 10.070.000,00 Jumlah Pendapatan 206.173.000,00 500.686.000,00 Belanja Belanja Pegawai 4.797.000.000,00 4.862.000000,00 Belanja Barang 7.255.000.000,00 7.340.919.000,00 Belanja Modal 200.000.000,00 2.720.100.000,00 Jumlah Belanja 12.252.000.000,00 14.923.019.000,00 PENDAPATAN

Realisasi Pendapatan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2017 adalah sebesar Rp755.011.770,00 atau mencapai 150,79% dari estimasi pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp500.686.000,00. Rincian estimasi pendapatan dan realisasinya adalah sebagai berikut:

Rincian Estimasi dan Realisasi Pendapatan

Uraian 2016

Akun Pendapatan Anggaran Realisasi %

Pendapatan dari Pengelolaan BMN (Pemanfaatan dan Pemindahtanganan) serta Pendapatan dari Penjualan

490.616.000,00 687.107.057,00 140,04

Pendapatan Jasa 10.070.000,00 53.160.000,00 527,90 Pendapatan Lain-lain 0,00 14.744.713,00 0,00

Jumlah 500.686.000,00 755.011.770,00 150,79

Realisasi Pendapatan TA 2017 mengalami kenaikan sebesar 52,89 dibandingkan TA 2016 hal tersebut dikarenakan sebagian besar pendapatan diterima dari hasil penjualan ternak

(29)

Laporan Tahun 2017 9

afkir dan kerjasama penelitian Rincian perbandingan realisasi pendapatan pada LOKA PENELITIAN SAPI POTONG adalah sebagai berikut:

(30)

Laporan Tahun 2017 10

Perbandingan Realisasi Pendapatan 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2016

Uraian Realisasi 31

Desember 2017

Realisasi 31

Desember 2016 %

Pendapatan dari Pengelolaan BMN (Pemanfaatan dan Pemindahtanganan) serta Pendapatan dari Penjualan

687.107.057,00 378.261.127,00 81,65

Pendapatan Jasa 53.160.000,00 22.630.000,00 134,91 Pendapatan Lain-lain 14.744.713,00 93.038.672,00 -84,15

Jumlah 755.011.770,00 493.929.799,00 52,89

BELANJA

Realisasi Belanja pada TA 2017 adalah sebesar Rp14.343.306.874,00 atau 96,12% dari anggaran belanja sebesar Rp14.923.019.000,00. Rincian anggaran dan realisasi belanja TA 2017 adalah sebagai berikut:

Rincian Pagu dan Realisasi Belanja per 31 Desember 2017

Uraian 2017

Akun Belanja Anggaran Realisasi %

Belanja Pegawai 4.862.00.000,00 4.850.187.077,00 99,76 Belanja Barang 7.340.919.000,00 7.009.379.931,00 95,48 Belanja Modal 2.720.100.000,00 2.483.739.866,00 91,31

Total Belanja Kotor 14.923.019.000,00 14.343.306.874,00 96,12

Pengembalian Belanja 0,00 0.00

Total Belanja 14.923.019.000,00 14.343.306.874,00 96,12

Sedangkan realisasi belanja berdasarkan kegiatan untuk tahun anggaran 2017 adalah sebagai berikut:

Uraian 2017

Kegiatan Anggaran Realisasi %

Penelitian dan Pengembangan Peternakan

14.923.019.000,00 14.343.306.874,00 96,12

Total Belanja Kotor 14.923.019.000,00 14.343.306.874,00 96,12

Pengembalian Belanja 0,00 0.00

Total Belanja 14.923.019.000,00 14.343.306.874,00 96,12

Dibandingkan dengan Tahun 2016, Realisasi Belanja TA 2017 mengalami penurunan sebesar -1,13% dibandingkan realisasi belanja pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan antara lain:

Pada tahun 2017 pelaksanaan belanja modal gedung dan bangunan hanya dilaksanakan pada konsultan perencanaannya saja sedang fisiknya akan dilakukan pada tahun 2018 dan juga ada belanja barang sisa dari lelang pengadaan pakan yang tidak bisa digunakan karena pemutusan kontrak sepihak oleh PPK bersamaan waktunya dengan batas terahir pengajuan kontrak di KPPN .

(31)

Laporan Tahun 2017 11

Perbandingan Realisasi Belanja 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2016

Uraian Realisasi 31 Desember 2017 Realisasi 31 Desember 2016 % Belanja Pegawai 4.850.187.077,00 4.808.698.306,00 0,86 Belanja Barang 7.009.379.931,00 7.723.063.824,00 -9,24 Belanja Modal 2.424.199.866,00 4.235.270.400,00 -42,76 Total Belanja 14.283.766.874,00 16.767.032.530,00 -14,81 BELANJA PEGAWAI

Realisasi Belanja Pegawai per 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2016 adalah masing-masing sebesar Rp4.850.187.077,00 dan Rp4.808.698.306,00. Realisasi belanja TA 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,86% dari TA 2016. Hal ini disebabkan antara lain oleh:Adanya kenaian tunjangan fungsional terhadap pejabat fungsional

Perbandingan Belanja Pegawai per 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2016

Uraian Desember 2017 Realisasi 31 Desember 2016 Realisasi 31

Naik (Turun)

%

Belanja Gaji dan Tunjangan

PNS 4.815.465.077,00 4.773.857.064,00 0,87 Belanja Lembur 34.722.000,00 34.842.000,00 0,34

Jumlah Belanja Kotor 4.850.187.077,00 4.808.699.064,00 0,86

Pengembalian Belanja Pegawai 0,00 -758,00 0,00

Jumlah Belanja 4.850.187.077,00 4.808.698.306,00 0,86

BELANJA BARANG

Realisasi Belanja Barang per 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2016 adalah masing-masing sebesar Rp7.009.379.931,00 dan Rp7.723.063.824,00 Realisasi belanja barang TA 2017 mengalami penurunan sebesar -9,24% dari TA 2016. Hal ini disebabkan antara lain oleh:pagu anggaran pakan lelang tidak terealisasi semua dikarenakan ada pemutusan kontrak sepihak sehingga realisasi hanya berdasarkan barang yang sudah terkirim

Perbandingan Belanja Barangper 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2016

Uraian Realisasi 31 Desember 2017 Realisasi 31 Desember 2016 Naik (Turun) %

Belanja Barang Operasional 1.029.504.920,00 869.952.730,00 18,34 Belanja Barang Non

Operasional 480.193.740,00 642.186.365,00 -25,23 Belanja Barang Persediaan 3.934.036.691,00 4.752.044.376,00 -17,21 Belanja Jasa 286.758.902,00 198.464.423,00 44,49 Belanja Pemeliharaan 304.307.705,00 308.981.644,00 -1,51 Belanja Perjalanan Dalam

Negeri 974.577.973,00 951.434.286,00 2,43

Jumlah Belanja Kotor 7.009.379.931,00 7.723.063.824,00 -9,24

Pengembalian Belanja Barang 0,00 0,00 0,00

(32)

Laporan Tahun 2017 12

BELANJA MODAL

Realisasi Belanja Modal untuk periode yang berakhir 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2016 adalah masing-masing senilai Rp2.483.739.866,00 dan Rp4.235.270.400,00. Penurunan realisasi Belanja modal sebesar -41,36% antara lain disebabkan karena tahun anggaran berjalan belanja modal penambahan nilai gedung dan bangunan hanya pada pengadaan konsultan perencanaanya sedang fisik akan dilaksanakan tahun berikutnya.

Perbandingan Realisasi Belanja Modal untuk periode yang berakhir 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2016 Uraian Realisasi 31 Desember 2017 Realisasi 31 Desember 2016 Naik (Turun) %

Belanja Modal Peralatan dan

Mesin 1.824.528.866,00 0,00 100,00 Belanja Modal Gedung dan

Bangunan 507.849.000,00 4.235.270.400,00 -88,01 Belanja Modal Lainya 152.880.000,00 0,00 100,00

Jumlah Belanja Kotor 2.483.739.866,00 4.235.270.400,00 -41,35

Pengembalian Belanja Modal 0,00 -758,00 0,00

Jumlah Belanja 2.483.739.866,00 4.235.269.642,00 -41,36

4.3. Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia (SDM) Loka Penelitian Sapi Potong pada tahun 2017 berjumlah 73 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Loka Penelitian Sapi Potong terbagi dua bagian fungsional, yaitu : 1). Fungsional Tertentu dan 2). Fungsional Umum.

1. Fungsional Tertentu

1.1. Fungsional Peneliti

Jumlah Fungsional Peneliti Loka Penelitian Sapi potong pada tahun 2017 ada 18 orang peneliti. Keadaan Fungsional Peneliti berdasarkan pangkat/golongan dan Jabatan dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1. Keadaan tenaga fungsional peneliti menurut pendidikan dan pangkat/golongan

dan jabatan pada akhir bulan Desember 2017

Jabatan

(33)

Laporan Tahun 2017 13

Peneliti Utama S1 Pembina Utama /IV-e 1

Peneliti Madya S3 S2 Pembina Tk.I (IV/b) Pembina Tk.I (IV/b) 2 1

Peneliti Muda

S3

S2

Penata Tk.I (III/-d) Penata (III/c) Penata Tk.I (III/-d) Penata (III/c) 1 1 2 1 1 orang TB S3 Peneliti Pertama S2 S1 S1 Penata /III-c

Penata Muda Tk. I/III-b Penata / III-c

Penata Muda Tk.I/III-b

2 1 2 2 1 orang TB S3 1 orang TB S3 1 orang TB S2

Peneliti Non Kelas S1 Penata Muda III/a 2

TOTAL 18 orang

1.2. Fungsional Teknisi Litkayasa

SDM Fungsional Teknisi Litkayasa Loka Penelitian Sapi Potong tahun berjumlah 6 orang, Teknisi Litkayasa dalam melaksanakan tugas dan fungsinya berorientasi kepada kegiatan penelitian yang dilaksanakan peneliti, dengan tujuan agar teknisi litkayasa dapat membantu perencanaan, pelaksanaan, pelaporan kegiatan penelitian secara efektif. Keadaan teknisi litkayasa berdasarkan jabatan fungsional, pendidikan, pangkat dan golongan dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Keadaan tenaga fungsional teknisi litkayasa menurut pendidikan dan pangkat Tahun

2017.

Jabatan Fungsional Pendidikan Pangkat/Gol. Jumlah

Teknisi Litkayasa

Penyelia SLTA Penata Muda Tk.I (III/b) Penata (III-c)

1 1 Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan D-3 SLTA

Penata Muda (III/a) Penata Muda Tk.I III/b

Pengatur Tk.I (II/d)

2 1 1

Jumlah 6

1.3. Fungsional Arsiparis

Tabel 3. Keadaan tenaga fungsional Arsiparis bulan Tahun 2017.

(34)

Laporan Tahun 2017 14

Arsiparis Pelaksana D3 Pengatur II-c 1

Jumlah 1

2. Fungsional Umum.

SDM Fungsional Umum terdiri dari pegawai administrasi dan pendukung lainnya yang berjumlah 48 orang PNS yang dialokasikan kedalam satuan bagian Tata Usaha, Pelayanan Teknis, Jasa Penelitian, Kebun Percobaan, Kandang Percobaan dan Laboratorium.

Tabel 5. Keadaan tenaga fungsional umum menurut pendidikan dan pangkat/golongan per

Desember 2017.

Jabatan Fungsional Pendidikan Pangkat/Gol. Jumla

h

Kepala Urusan Tata Usaha S1 Penata Tk.I /III.d 1 Penyiap Bahan Perencanaan,

Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Program dan Kegiatan

S1 Pembina / IV-a 1

Koordinator Kebun Percobaan S1 Penata Tk.I / III-d 1 Penyusun Rencana Kegiatan dan

Anggaran D2 Penata / III-c 1

Bendahara Pengeluaran SLTA Penata Muda Tk.I/ III-b 1 Pengadministrasi dan Penyaji Data S1 Penata Tk.I /III-d 1 Penyiap Bahan Kepegawaian SLTA Penata Muda Tk.I / III-b 1 Pembuat Daftar Gaji SLTA Pengatur / II-c 1 Petugas SAK SLTA Penata Muda Tk.I / III-b 1 Petugas SIMAK BMN SLTA Penata Muda Tk.I / III-b 1 Verifikator Laporan Keuangan SLTA Penata Muda Tk.I / III-b 1 Pengadministrasi Keuangan D3 Pengatur / II-c 1 Pengadministrasi Keuangan SLTA Pengatur Tk.I / II-d 1 Koordinator Administrasi Rumah

Tangga dan Perlengkapan SLTA Pengatur / II-c 1 Pengelola Laboratorium SLTA Pengatur / II-c 1

Penatausaha Dokumen SLTA Pengatur / II-c 1 Petugas Sarana dan Prasarana SLTA Penata / III-a 1

(35)

Laporan Tahun 2017 15

Jabatan Fungsional Pendidikan Pangkat/Gol. Jumla

h

Petugas Perpustakaan SLTA Penata / III-a 1 Operator Mesin SLTP Pengatur Muda Tk.I / II-b 1 Operator Mesin SLTP Pengatur Muda / II-a 1 Teknisi Gedung SLTA Penata Muda Tk.I / III-b 1 Petugas Kandang Hewan Percobaan S1 Pembina / IV-a 1 Pemelihara Hewan Percobaan SLTA Pengatur / II-c 1 Perawat Ternak SLTA Pengatur Muda Tk.I / II-b 2 Perawat Ternak SLTP Pengatur Muda Tk.I / II-b 1 Perawat Ternak SLTP Pengatur Muda / II-a 4 Perawat Ternak SD Pengatur Muda / II-a 1

Perawat Ternak SD Juru / I-c 7

Satpam SLTP Pengatur / II-c 1

Satpam SLTA Pengatur Muda Tk.I / II-b 1 Satpam SLTP Pengatur Muda / II-a 4

Satpam SD Juru / I-c 3

Pengemudi SLTP Pengatur Muda /II-a 1

JUMLAH 48

000 0

Distribusi PNS berdasarkan status kepegawaian, golongan dan kelompok umur seperti dalam Tabel 6 dan 7.

Tabel 6. Pegawai Loka Penelitian Sapi Potong menurut status kepegawaian, pendidikan dan

kelompok umur per Desember 2017.

Status Kepegawaian Pendidika n Akhir Kelompok Umur Total 23-30 31-35 36-40 41-45 46-50 51-56 >57 Peneliti S3 1 1 2 4 S2 5 0 1 1 7 S1 1 4 1 0 0 1 7 Total 1 4 7 1 1 3 1 18 Tek.Litkayas a D3 0 1 1 2 SLTA 0 2 2 4 Total 1 1 2 2 0 6 Arsiparis D3 1 1

(36)

Laporan Tahun 2017 16

Status Kepegawaian Pendidika n Akhir Kelompok Umur Total 23-30 31-35 36-40 41-45 46-50 51-56 >57 Adm./Umum S3 0 0 S1 1 4 5 D2 1 1 D3 1 1 SLTA 0 0 0 11 5 16 SLTP 0 2 3 8 13 SD 0 2 0 6 4 12 Total 0 1 2 2 21 22 1 48 Total 2 6 10 3 24 27 1 73

3. Mutasi Jabatan dan Kenaikan Pangkat

Mutasi Jabatan Fungsional Tertentu Tahun 2017

No Nama/NIP Pangkat/Gol. Ruang Jabatan Keterangan

1 Ir. Mariyono, M.Si.

196409231991031001 Pembina (IV-a) Peneliti Madya Pengangkatan Kembali Dalam Jabatan Jabatan Fungsional Peneliti tmt 01/12/2016 2 Ir. Ainur Rasyid

196104141991031001 Pembina (IV/a) Peneliti Madya Pemberhentian Dari Jabatan Fungsional Peneliti tmt

1/10/2016 3 Wahyuni Indah. W, A.Md

197909282009032002 Pengatur Tk.I (II-d) Teknisi Litkayasa Pelaksana ke Teknisi Litkayas Pelaksana Lanjutan Kenaikan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 4 drh. Dicky M. Dikman

197704292006041001 Penata / III-c Peneliti Pertama Aktif Jabatan Fungsional Peneliti Setelah Tugas Belajar 5 drh. Dian Ratnawati

198211272006042001

Penata (III-c) Peneliti Muda Aktif Jabatan Fungsional Peneliti Setelah Tugas Belajar 6 Dadang Karnadi

19631027 198903 1 001 Penata Muda Tk.I (III-b) Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan ke Teknisi Litkayasa Penyelia Kenaikan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa

(37)

Laporan Tahun 2017 17

Nama NIP Tugas

Belajar Universitas

Risa Antari, S.Pt., MP. 197807232008012009 S3 The University of Queensland Australia Peni Wahyu Prihandini,

S.Pt, MP.

197705172001122001 S3 Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM)

Yudi Adinata, S.Pt., M.Sc. 198012202011011003 S3 Insitut Pertanian Bogor (IPB)

drh. Yeni Widyaningrum 198501292011012008 S2 Universitas Brawijaya

Kegiatan Pengembangan SDM Petugas Belajar Tahun 2017

No. Nama/NIP Pangkat/Gol.

Ruang Jabatan Tempat Keterangan

1 drh. Dicky M. Dikman. M.Phil

197704292006041001

Penata (III/c) Peneliti

Pertama University of Queensland

Australia

Menyelesaikan Tugas Belajar tmt aktif bekerja 13/2/2017

2 Dr. Hartati, S.Pt, MP.

197608182003122001 Penata (III/c) Peneliti Muda Jawa Barat Bekasi – Reentry Program Bagi Petugas Belajar Th 2017 tanggal 27/02/2017 3 Yudi Adinata, S.Pt, M.Si. 19801220 201101 1 003 Penata Muda

Tk.I (III-b) Peneliti Pertama Pertanian Institut Bogor B-1385/KP.320/H.1/6/2017 Tgl. 7 Juni 2017 4 drh. Yeni Widyaningrum 19850129 201101 2 008 Penata Muda Tk.I (III-b) Peneliti Pertama Universitas Brawijaya B-1385/KP.320/H.1/6/2017 Tgl. 7 Juni 2017 5 drh. Dian Ratnawati

198211272006042001 Penata (III-c) Peneliti Muda Universitas S-2 Brawijaya

Malang.

Menyelesaikan Tugas Belajar tmt aktif bekerja 1/9/2017

Ujian Dinas dan Diklat Tahun 2017

No. Nama/NIP Pangkat/Gol. Ruang Jabatan Pelaksanaan Keterangan

1 Resmi Utami

196806012002122003 Pengatur (II/d) Pembuat Daf. Gaji 21 s.d 24 Februari 2016 Ujian Dinas 2 Sugiyane Mahaputra,

S.Pt.

196002251981031001

Penata Tk. I /

III-d Koordinator Kebun Percobaan

14 s/d 20 Mei

2017 Diklat Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Kebun Percobaan 3 Hilmi Panca Fitrayadi,

S.Pt

198905022014031001

Penata Muda /

III-a Calon Peneliti 8 Oktober 2017 s/d 1 November 2017 Diklat Jabatan Fungsional Peneliti Tingkat Pertama

(38)

Laporan Tahun 2017 18

Kenaikan Pangkat Pegawai Tahun 2017

No Nama/NIP Jabatan Pangkat Lama Pangkat Baru Nomor dan Tanggal SK

1 Ir. Mariyono, M.Si.

196409231991031001 Peneliti Madya Pembina / IV-a Pembina Tk. I / IV-b 15/Kpts/Kp.220/A/03/2017, 10-03-2017 2 Rina Ariyanti, A.Md.

198401012011012018 Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan

Pengatur

Tk. I / II-d Penata Muda / III-a 21/Kpts/Kp.320/H.1/2/2017, 23-02-2017 3 Mochammad Chanafi 196711052005011001 Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan Pengatur /

II-c Pengatur Tk. I / II-d 12/Kpts/Kp.320/H.1/3/2017, 06-03-2017

4 Mulyono

196705172006041011 Perawat Ternak Pengatur Muda / II-a Pengatur Muda Tk. I / II-b 08/Kpts/Kp.320/H.1/2/2017, 23-02-2017 5 Muhamad Ayub

196202252000031001 Perawat Ternak Jutu Tk. I / I-d Pengatur Muda / II-a 06/Kpts/Kp.320/H.1/2/2017, 23-02-2017 6 Woro Sabana 196108111990031001 Teknisi Litkayasa Penyelia Penata Muda Tk.I (III-b) Penata (III-c) 132/Kpts/Kp.220/A2.4/03/2017, 10-03-2017. 7 Saderi

195909101999031001 Pramu Asrama Pengatur Muda /II-a Pengatur Muda Tk. I / II-b 00038/KEP/CV/13009/2017, 23-08-2017 8 Wahyuni Indah.W, A.Md. 197909282009122001 Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan Pengatur

Tk.I / II-d Penata Muda / III-a

045/Kpts/Kp.320/H.1/09/2017, 15-09-2017

Pegawai Pensiun Tahun 2017

No Nama / NIP Jabatan Pangkat /

Gol. Ruang tmt Keterangan

1 Dra. Indyah Krisdyaningtyas 196211201989032001

Penata Usaha

Dokumen Penata Usaha Dokumen 1/11/17 Pensiun Meninggal Dunia (55) tahun 2 Saderi

195909101999031001 Pramu Asrama Pengatur MudaTk.I/II-b 1/10/17 Batas Usia Pensiun (58) tahun

(39)

Laporan Tahun 2017 19

Dalam memenuhi kekurangan SDM,Loka Penelitian Sapi Potong merekrut tenaga penunjang berupa Tenaga Harian Lepas (THL) yang berjumlah 36 orang yang dialokasikan kedalam satuan bagian Tata Usaha, Pelayanan Teknis, Jasa Penelitian, Kebun Percobaan, Kandang Percobaan dan Laboratorium.

Tabel 1. Tenaga penunjang harian lepas Loka Penelitian Sapi Potong

Pekerjaan Jumlah Operator website 1 Operator perpustakaan 1 Resepsionis 1 Operator keuangan 1 Operator kepegawaian 1 Operator BMN 1 Pramubakti 3 Pekerja kebun 2 Pekerja kandang 17

Operator ISO 9001:2008, 17025 dan SPI 1

Pekerja laboratorium 1

Satpam 1

Operator kearsipan 1

Pengemudi 3

Operator pelayanan teknis 1

Jumlah 36

4.4. Sarana Loka Penelitian Sapi Potong

Loka Penelitian Sapi Potong sebagai UPT Badan Litbang Pertanian memiliki lahan seluas 23,55 ha yang terdiri atas 3 lokasi, berdasarkan letak dan sertifikat pemilikan adalah sebagai berikut:

a. Di Desa Ranuklindungan:

1.Sertifikat Hak Pakai No.3, luas 11.450 m2, 2.Sertifikat Hak Pakai No.1, luas 150 m2, 3.Sertifikat Hak Pakai No.2, luas 68.700 m2, 4.Sertifikat Hak Pakai No.4, luas 6.400 m2,

b. Di Desa Sumberagung : Sertifikat Hak Pakai No.3, luas 48.380 m2,

c. Di Kelurahan Gratitunon: Sertifikat Hak Pakai No.1, luas 100.475 m2.

Status kepemilikan lahan tersebut berdasarkan lokasinya yang terbagi kedalam fungsi-fungsi sebagai:(a) lahan kebun percobaan meliputi penelitian, budidaya dan koleksi tanaman pakan ternak, (b) lahan kandang percobaan meliputi pelumbaran (exersice) dan bangunan

Gambar

Gambar 1. Foto kegiatan Pembentukan Galur Baru Sapi PO Terseleksi
Gambar 3. Foto pedet hasil kegiatan Pembentukan Rumpun Baru Sapi Silangan PO dan Bali
Tabel 1. Judul RPTP Loka Penelitian Sapi Potong tahun 2017
Tabel 2. Keadaan tenaga fungsional teknisi litkayasa menurut pendidikan dan pangkat Tahun
+7

Referensi

Dokumen terkait

(2) Pada model pembelajaran kooperatif tipe TPS, peserta didik dengan Kecerdasan Emosional tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada

Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaborasi yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka disimpulkan bahwa disekitar perkebunan teh PTP Nusantara VI Danau Kembar dan disekitar perkampungan Jorong Kayu

Penelitian ini dilakukan dengan penambahan mikroorganisme lokal dari ampas kelapa, kulit pisang, dan enceng gondok sebagai aktivator pada proses pengomposan..

Disimpulkan bahwa secara in vitro ekstrak daun wudani berkhasiat sebagai anthelmintik yang memiliki efek ovisidal sehingga dapat dikembangkan penggunaanya untuk pengendalian

Dalam studi hukum pidana Islam, hukum cambuk termasuk dalam bentuk dan jenis hukuman yang diberikan kepada pelaku kejahatan yang hukumannya lebih banyak diserahkan

Interaksi minyak atsiri daun serai wangi, daun kayu manis dan daun sarasah cengkeh dengan tingkat konsentrasi terhadap pertumbuhan diameter koloni jamur uji.. Pada