BAB III METODE PENELITIAN. ditujukan untuk mengetahui hubungan suatu variabel variabel lain, hubungan

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Desain Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif – korelasional dengan analisis statistik regresi sederhana. Penelitian korelasional ditujukan untuk mengetahui hubungan suatu variabel – variabel lain, hubungan antara satu dengan beberapa variabel lain dinyatakan dengan besarnya koefisien korelasi dan keberartian (signifikansi) secara statistik (Sukmadinata, 2010). Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau pada sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Pada metode ini data penelitian berupa angka-angka dan dianalisis menggunakan statistik (Sugiyono, 2011). Peneliti mengunakan metode kuantitatif di karenakan peneliti membutuhkan sampel yang banyak kemudian prosesnya juga tidak terlalu lama.

3.2. Responden Penelitian 3.2.1 Populasi

Populasi pada penelitian ini adalah pengguna media sosial dikalangan dewasa awal. Populasi bukan hanya orang tetapi juga obyek dan benda-benda, populasi juga bukan sekedar jumlah obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi karakteristik/sifat yang dimiliki subyek/obyek itu (Sugiyono dalam Soleh, 2017). Karakteristik yang dibutuhkan peneliti yaitu dewasa awal usia 18 tahun hingga 25 tahun, kemudian menggunakan

(2)

dilakukan oleh Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Polling Indonesia pada November 2016 terdapat sekitar 19,9 juta pengguna instagram, maka dapat ditentukan populasi pengguna instagram dalam penelitian ini adalah 19,9 juta.

3.2.2 Sampel

Menurut Sugiyono (dalam Soleh, 2017) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini adalah dewasa awal usia 18 sampai 25 tahun pengguna instagram dan responden melihat konten humor di instagram. Sampel yang dibutuhkan peneliti sebanyak 400 responden. Teknik sampling yang digunakan peneliti yaitu Non Probability Sampling dengan metode Purposive Sampling. Non Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 2014). Metode Purposive Sampling yaitu teknik penentuan sampel dalam pertimbangan tertentu.

Subjek penelitian ini berjumlah 400 orang berdasarkan teori perhitungan sampel menggunakan rumus Slovin sebagai berikut:

𝑛 = 𝑁 1 + 𝑁𝑒2 = 19.900.000 1 + 19.900.000 × (5%)2 = 399.99 → 400 Keterangan: n: Jumlah Sample

(3)

N: Jumlah Populasi

e: Batas Toleransi Kesalahan

3.3. Prosedur Penelitian

3.3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Peneliti menyebarkan kuesioner secara online melalui media sosial serta teman-teman yang sesuai dengan karakteristik responden yaitu kepada dewasa awal pengguna instagram yang menyukai humor yang berdomisili Jabodetabek maupun luar Jabodetabek karena populasi peneliti berdasarkan data pengguna bukan berdasarkan geografis.

3.3.2 Sumber Data Penelitian

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang hanya di dapatkan secara langsung oleh sumber partisipan yang aslinya yang didapatkan melalui kuesioner yang telah peneliti bagikan sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari berbagai sumber yang telah ada yang sifatnya melengkapi dan menunjang informasi yang dibutuhkan. Data sekunder yang digunakan berupa literatur yang relavan dan digunakan untuk menganalisa secara tepat.

3.3.3 Teknik Pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti berupa kuesioner dan menggunakan skala likert. Dengan menggunakan skala likert maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel dan

(4)

kemudian indikator tersebut yang akan dijadikan patokan untuk menyusun item – item dalam instrumen penelitian berupa pernyataan.

3.4 Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua alat ukur yaitu alat ukur resiliensi dan alat ukur intensitas.

3.4.1 Alat Ukur Resiliensi

Untuk mengukur resiliensi peneliti menggunakan adaptasi dari alat ukur Wagnild dan Young (1993) yaitu Resilience scale (RS) yang terdiri dari dua faktor dan memiliki 25 item. Perkiraan score adalah sekitar 25 sampai dengan 175 dengan nilai tertinggi dapat melihat tingginya resiliensi individu.

Langkah – langkah yang dilakukan dalam penyusunan alat ukur resiliensi adalah sebagai berikut:

1) Peneliti membuat daftar pernyataan Resilience Scale (RS) yang terbagi dalam dua faktor kemudian di kumpulkan dalam bentuk tabel yang didalamnya terdapat dimensi, nomor item, dan item-item yang hendak digunakan dalam alat ukur.

2) Peneliti menerjemahkan pernyataan yang terdapat di Resilience Scale (Inggris-Indonesia) kemudian di adaptasi ke dalam Bahasa Indonesia.

3) Peneliti menggunakan format penilaian skala likert. Pilihan jawaban dalam instrument ini dimulai dari angka 1 untuk tidak setuju sampai dengan angka 7 untuk sangat setuju.

(5)

4) Peneliti melakukan validasi item-item melalui expert judgement kepada ahli expert judgement penelitian

5) Peneliti melakukan revisi sesuai dengan hasil dari expert judgement, ada item yang dihapus dan adapula yang diperbaiki 6) Setelah instrument diperbaiki, peneliti melakukan uji coba

terhadap 50 sampel untuk melihat validitas dan reliabilitas dari alat ukur yang kemudian di analisis menggunakan software SPSS versi 16.

Tabel 3.1 Blue Print Alat Ukur Resiliensi

No Faktor Favorable Unfavorable

1 Personal Competence 1, 2, 3, 4, 5, 6, 9, 10, 13, 14, 15, 17, 18, 19,

20, 23, 24 -

2 Acceptance of Self and Life 7, 8, 11, 12, 16, 21, 22, 25 -

Total 25 0

Total Keseluruhan Item 25

Dalam pengukuran resiliensi menurut alat ukur Wagnild dan Young (1993) terdapat 7 skala, yaitu 1 untuk tidak setuju hingga 7 untuk sangat setuju di setiap item.

3.4.2 Alat Ukur Intensitas

Alat ukur intensitas dibuat berdasarkan konstruksi skala yaitu Skala Intensitas (SI) yang terbentuk dari tiga dimensi yaitu frekuensi, durasi dan interaksi dan memiliki total keseluruhan 28 item.

Langkah – langkah yang dilakukan dalam penyusunan alat ukur Intensitas adalah sebagai berikut:

(6)

1) Peneliti membuat daftar pernyataan berdasarkan tiga dimensi Intensitas kemudian dibentuk tabel yang didalamnya terdapat dimensi, nomor item, dan item-item yang hendak digunakan dalam alat ukur.

2) Peneliti membuat item-item pernyataan yang terbagi dari kelompok favorable dan nonfavorable.

3) Peneliti menggunakan format penilaian skala likert dengan pilihan jawaban dalam instrument ini dimulai dari angka 1 untuk jarang, 2 untuk sering, 3 untuk sering sekali, 4 untuk selalu 4) Peneliti melakukan validasi item-item melalui expert judgement

kepada ahli expert judgement penelitian

5) Peneliti melakukan revisi sesuai dengan hasil dari expert judgement, ada item yang dihapus dan adapula yang diperbaiki 6) Setelah instrument diperbaiki, peneliti melakukan uji coba

terhadap 50 sampel untuk melihat validitas dan reliabilitas dari alat ukur yang kemudian di analisis menggunakan software SPSS versi 16.

Tabel 3.2 Blue Print Alat Ukur Intensitas

No Dimensi Favorable Unfavorable

1 Interaksi 1, 7, 8, 11, 12, 14, 16, 17, 21, 26, 28 - 2 Frekuensi 2, 3, 5, 6, 9, 18, 20, 23 - 3 Durasi 4, 10, 15, 19, 22, 25, 27 13, 24

Total 26 2

(7)

Dalam penelitian ini terdapat empat skala untuk menjawab dari masing-masing item yang tersedia yaitu Jarang (J), Sering (SR), Sangat Sering (SS) dan Selalu (SL).

Setelah alat ukur Intensitas dilakukan uji coba sebanyak 67 responden ada 7 item yang harus digugurkan jadi hanya ada 21 item yang dapat digunakan dan seluruh item favorable.

Tabel 3.3 Blue Print Alat Ukur Intensitas setelah uji coba

No Dimensi Favorable Unfavorable

1 Interaksi 1, 7, 8, 11, 12, 17, 26, 28 - 2 Frekuensi 2, 3, 5, 6, 9, 18, 20, 23 -

3 Durasi 4, 10, 19, 22, 27

Total 21 0

Total Keseluruhan Item 21

3.5 Teknik Analisis Data

3.5.1 Uji Validitas Instrumen

Dalam penelitian ini peneliti menguji validitas instrumen dengan menggunakan pendapat para ahli atau yang biasa disebut expert judgement. Peneliti akan meminta pendapat para ahli expert judgement dalam instrumen yang telah disusun oleh peneliti untuk melihat akurat atau tidak akuratnya alat ukur tersebut. Suatu instrumen dikatakan valid jika mengukur apa yang seharusnya diukur.

3.5.2 Uji Reliabilitas Instrumen

Dalam penelitian ini peneliti menguji reliabilitas dengan menggunakan rumus koefisien Cronbach Alpha. Uji reliabilitas penting

(8)

berulang-ulang. Suatu instrumen variabel dikatakan reliabel jika memberikan kesamaan data dalam waktu yang berbeda (Sugiyono, 2012). 3.5.3 Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara independent variable (Intensitas) dengan dependent variable (resiliensi). Uji hipotesis ini menggunakan analisis regresi sederhana yang di uji menggunakan Pearson dengan menggunakan SPSS versi 16. Regresi linear sederhana adalah regresi yang memiliki satu variabel independen (X) dan satu variabel dependen (Y). Analisis regresi sederhada ini bertujuan untuk menguji pengaruh antara variabel X terhadap Y, Variabel yang dipengaruhi adalah variabel dependen (Resiliensi) sedangkan variabel yang mempengaruhu disebut variabel independen (Wiratna, 2008).

3.6 Prosedur Penelitian 3.6.1 Tahap Persiapan

Sebelum penelitian dilakukan, peneliti mengumpulkan teori-teori yang relavan dengan topik yang sesuai untuk di jadikan referensi yang diangkat dalam penelitian. Peneliti mengumpulkan referensi teori dalam jurnal penelitian, buku dan juga skripsi. Kemudian peneliti juga mencari alat ukur yang sesuai dengan penelitian yang dilakukan serta melakukan expert judgement untuk menguji validitasnya.

3.6.2 Tahap Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan peneliti melakukan pengambilan data kuantitatif terhadap 434 responden penelitian berdasarkan kriteria yang

(9)

telah peneliti tetapkan. Responden diminta untuk mengisi kuesioner online via google yang disebar melalui broadcast sosial media dan teman yang sesuai kriteria responden.

3.6.3 Tahap Penyelesaian

Tahap penyelesaian dilakukan ketika peneliti telah menerima hasil kuesioner yang telah diisi oleh responden kemudian peneliti melakukan skoring terhadap data hasil kuesioner dan peneliti melakukan analisa data yang telah terkumpul dengan menggunakan analisis statistika dengan aplikasi bantuan IBM SPSS versi 16.

Figur

Tabel 3.1 Blue Print Alat Ukur Resiliensi

Tabel 3.1

Blue Print Alat Ukur Resiliensi p.5
Tabel 3.2 Blue Print Alat Ukur Intensitas

Tabel 3.2

Blue Print Alat Ukur Intensitas p.6
Tabel 3.3 Blue Print Alat Ukur Intensitas setelah uji coba

Tabel 3.3

Blue Print Alat Ukur Intensitas setelah uji coba p.7

Referensi

Memperbarui...