• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nasab dan perwalian anak hasil hubungan seksual sedarah (incest) dalam perspektif hukum Islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Nasab dan perwalian anak hasil hubungan seksual sedarah (incest) dalam perspektif hukum Islam"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini adalah, anak adopsi tidak mempunyai hubungan nasab dengan orang tua angkatnya, baik dilihat dari sudut pandang hukum Islam maupun hukum positif,

Misalnya, ada seseorang yang mengadopsi anak dari anak kecil (bayi) yang ditemukan di panti asuhan akan tetapi asal-usul anak tersebut tidak diketahui jelas

Masalah perwalian anak tidak lepas dari suatu perkawinan, karena dari hubungan perkawinanlah lahirnya anak dan bila pada suatu ketika terjadi perceraian, salah satu orang

Jika anak tersebut merupakan anak hasil kawin hamil yang lahir enam bulan setelah perkawinan yang sah kedua orang tuanya, sehingga ia memiliki hubungan nasab dengan ayah

Menurut pegikuti mażhab Hanafi bahwa nasab anak luar nikah tetap ṡabit terhadap bapak biologisnya, karena pada hakekatnya anak tersebut adalah anaknya, seorang anak

kebiri dapat diberikan kepada pelaku kekerasan seksual terhadap anak karena kasus kekerasan seksual terhadap anak saat ini merupakan kejahatan yang serius dan diberikan kepada

Ketentuan nasab yang tertuang dalam pasal 100 Kompilasi Hukum Islam memiliki ambiguitas pengertian, yakni yang dimaksud dengan anak luar perkawinan dapat dipahami:

“Dari perkawina yang dilakukan oleh suami istri itu maka anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut yaitu anak zina, nikahnya saja sudah tidak dibolehkan dalam agama, negara, dan