• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deteksi Penyakit Bovine Viral Diarrhea pada Sapi Potong Impor melalui Pelabuhan Tanjung Priok

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Deteksi Penyakit Bovine Viral Diarrhea pada Sapi Potong Impor melalui Pelabuhan Tanjung Priok"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 3 menunjukkan kelompok biosekuriti yang  buruk memiliki nilai hasil positif ELISA antibodi  se-besar  49  ekor  (72,05%)  sedangkan  dari  kelompok  biosekuriti yang baik mempunyai nilai yang lebih  kecil yaitu 14 ekor (43,75%)
Tabel 3 Kelompok faktor program biosekuriti dengan hasil ELISA antibodi positif pada sapi potong yang  diimpor melalui Pelabuhan Tanjung Priok
Tabel 5 Kelompok faktor pengolahan limbah dengan hasil ELISA antibodi   positif pada sapi potong yang  diimpor melalui Pelabuhan Tanjung Priok

Referensi

Dokumen terkait

Parameter yang diamati dibuat dalam blanko kuesioner (Lampiran 1) yaitu meliputi keterangan tentang sapi yang diimpor (bangsa, umur, jenis kelamin), keadaan selama

Parameter yang diamati dibuat dalam blanko kuesioner (Lampiran 1) yaitu meliputi keterangan tentang sapi yang diimpor (bangsa, umur, jenis kelamin), keadaan selama

pada sapi potong impor dari Australia berdasarkan pada pemeriksaan ulas darah dan analisa darah (PCV dan jumlah BDM) yang dikaitkan dengan faktor-faktor bangsa/breed,

Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR) adalah penyakit infeksius dan menular pada sapi domestik maupun sapi liar yang disebabkan oleh virus Bovine Herpes Virus

Pengambilan sampel pada awal mendapatkan sebanyak lima (50%) sampel positif dari 10 ekor sapi dengan gejala sedangkan pada sapi yang tidak mempunyai gejala klinis tidak