ANALISIS PENGARUH FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP RETURN ON EQUITY DAN EARNING PER SHARE PADA
PT SAMPOERNA AGRO,Tbk. DAN ENTITAS ANAK Leonardo
email: [email protected] STIE Widya Dharma Pontianak
ABSTRACT
This study aims to determine the level of financial leverage, the magnitude of Return on Equity (ROE), as well as the effect of financial leverage on ROE and Earning Per Share in PT Sampoerna Agro Tbk. And Subsidiaries for the year 2009 to 2013. The analysis of this research includes the analysis of the level of financial leverage and financial leverage ratios, analysis of ROE, the analysis of the effect of Financial Leverage on ROE and Earnings Per Share, a simple correlation analysis, analysis simple regression, and F test. The results showed that the DFL at PT Sampoerna Agro Tbk. And Subsidiaries in 2009 up to 2013 continued to increase. Earning Per Share (EPS) of the company tends to fluctuate, as well as ROE at PT Sampoerna Agro Tbk. and Subsidiaries. I suggest that the companies need to pay attention to risk too because investors avoid stocks with high risk and add assets to boost the productivity of the company.
Kata Kunci: financial leverage, ROE, earning per share, risiko minimal
A.
PendahuluanPerkembangan ekonomi saat ini mendorong peningkatan atau pertumbuhan dunia usaha, yang membuat persaingan semakin ketat bagi perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus mengembangkan strategi secara berkelanjutan agar mampu membuat kebijakan dan keputusan yang tepat pada setiap kegiatan perusahaan.
Penggunaan utang dalam investasi sebagai tambahan untuk mendanai aktiva perusahaan diharapkan dapat meningkatkan keuntungan yang akan diperoleh pemilik perusahaan dibandingkan hanya dengan menggunakan modal sendiri yang jumlahnya lebih terbatas. Apabila aktiva perusahaan dikelola dengan baik dan maksimal maka laba yang akan didapat menjadi maksimal pula, karena aktiva perusahaan digunakan oleh perusahaan untuk kegiatan operasional perusahaan yang tujuannya untuk menghasilkan laba.
Perusahaan akan selalu mencari peluang untuk dapat mengembangkan usahanya atau bertahan dalam berbagai macam situasi ekonomi. Untuk memperoleh peluang tersebut perusahaan perlu memperhatikan seluruh aspek dalam ekonomi tersebut faktor internal dan ekternal perusahaan, yaitu kondisi keuangan perusahaan dan kondisi ekonomi global, sehingga dapat dicapai tujuan perusahaan dengan risiko minimal. Setiap perusahaan membutuhkan modal untuk menjalankan usahanya.Dalam memenuhi kebutuhan modal, perusahaan dapat mengunakan dua alternatif sumber modal yaitu sumber internal dan sumber eksternal. Sumber internal menggunakan dana yang berasal dari dalam perusahaan berupa laba ditahan dan depresiasi. Sedangkan sumber eksternal berasal dari luar perusahaan yaitu diperoleh dari modal asing dan modal sendiri.Pemakaian modal asing berupa utang dalam struktur modal perusahaan menunjukan bahwa adanya penggunaan pengungkit keuangan (financial leverage) yang menimbulkan beban tetap berupa beban bunga. Penggunaan financial leverage diharapkan dapat memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar dari pada beban tetapnya. Sehingga akan
meningkatkan Return On Equity (ROE) dan Erning Per Share (EPS) yang menunjukan bagian keuntungan dari pemegang saham.
Perseroan Terbatas (PT) Sampoerna Agro,Tbk. dan Entitas Anak merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Untuk mengetahui prestasi dan kinerja keuangan, berikut ini disajikan laporan keuangan konsolidasi PT Sampoerna Agro, Tbk. dan Entitas Anak yang terdiri dari iktisar laba-rugi dan neraca konsolidasi dari tahun 2009 sampai dengan 2013.
TABEL 1
PT SAMPOERNA AGRO, Tbk. DAN ENTITAS ANAK
EARNING PER SHARE, JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS TAHUN 2009 s.d. 2013
(DALAM RIBUAN RUPIAH KECUALI EPS)
Tahun EPS % Kewajiban % Ekuitas %
2009 151 - 474.967.085 - 1.765.580.591 -
2010 239 58,27 716.581.520 50,86 2.132.247.402 20,76 2011 286 19,66 911.515.520 27,2 2.499.510.729 17,22 2012 174 (39,16) 1.470.791.264 61,36 2.666.909.122 6,69 2013 63 (63,79) 1.814.018.571 23,33 2.698.655.525 1,19 Sumber : Data Olahan, 2015
Dari Tabel 1, dapat diketahui bahwa earning per share pada tahun 2009 sebesar Rp151,00 dan mengalami kenaikan menjadi Rp239,00 pada tahun 2010, tahun 2011 mulai kembali mengalami kenaikan menjadi Rp286,00, dan pada tahun 2012 terjadi penurunan menjadi Rp174,00, penurunan kembali terjadi pada tahun 2013 yaitu menjadi Rp63,00.
Sementara itu, total kewajiban pada tahun 2009 Rp474.967.085.000,00 dan pada tahun 2010 total kewajiban perusahaan meningkat menjadi Rp716.581.520.000,00. Pada tahun 2011 total kewajiban sebesar Rp911.515.520.000,00 dan meningkat menjadi Rp1.470.791.264.000,00 pada tahun 2012, begitu juga pada tahun 2013 yaitu mengalami peningkatan sebesar Rp1.814.018.571.000,00. Untuk total ekuitas pada perusahaan terus meningkat dari tahun 2009 sampai tahun 2013.
Dari uraian latar belakang penelitian yang dikemukakan, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan judul “Analisis Pengaruh Financial Leverage Terhadap Return On Equity dan Earning Per Share pada
PT Sampoerna Agro, Tbk. dan Entitas Anak” dengan menggunakan laporan keuangan konsolidasi dari tahun 2009 sampai dengan 2013. Dalam artikel ini, penulis menguji pengaruh Financial Leverage terhadap Return on Equity dan Earning Per Share Pada PT Sampoerna Agro, Tbk. Dan entitas anak.
B.
Kajian Teori1.
Pengertian struktur modalMenurut Riyanto (2008: 22): “Struktur modal adalah pembelanjaan permanen di mana mencerminkan perimbangan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri.”
Sumber-sumber modal terdiri dari:
a.
Sumber intern (Internal Sources)Adalah sumber dana yang dibentuk atau dihasilkan sendiri di dalam perusahaan. Sumber ini terdiri dari laba ditahan dan penyusutan.
b.
Sumber extern (External Sources)Adalah sumber yang berasal dari luar perusahaan. Sumber ini terbagi menjadi:
1)
Modal AsingAdalah modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya sementara bekerja di dalam perusahaan sehingga tidak mempunyai pengaruh terhadap penyelengaraan perusahaan.Bagi perusahaan yang bersangkutan modal ini merupakan “hutang” yang pada saat jatuh tempo harus dibayar kembali.
2)
Modal SendiriAdalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan yang tertanam di perusahaan untuk kelancaran dan kepentingan perusahaan dalam waktu yang tidak terbatas lamanya.Modal ini mempunyai kekuasaan untuk mempengaruhi politik perusahaan dan menjadi jaminan bagi para kreditur.
2.
Risiko Keuangan (Financial Risk)Financial Risk diakibatkan oleh transaksi-transaksi keuangan. Secara konseptual, pemegang saham akan menghadapai sejumlah risiko yang inheren pada operasi perusahaan. Jika sebuah perusahaan menggunakan utang, maka hal ini akan mengkonsentrasikan risiko bisnis pada pemegang saham biasa
3.
LeverageLeverage merupakan penggunaan asset dalam sumber dana oleh perusahaan yang memiliki biaya tetap (beban bunga) dengan maksud agar meningkatkan keuntungan potensial pemegang saham. Dengan kata lain, leverage adalah pengunaan dana yang menuntut peningkatan untuk membayar biaya tetap.
Menurut Sartono (2001: 257):
“Leverage adalah penggunaan aset dan sumber dana (sources of funds) oleh perusahaan yang memiliki biaya tetap dengan maksud agar
meningkatkan
keuntungan potensial pemegang saham. Perusahaan menggunakan operating dan financial leverage dengan tujuan agar keuntungan yang diperoleh lebih besar daripada biaya assets dan sumber dananya, dengan demikian akan meningkatkan keuntungan pemegang saham. Sebaliknya leverage juga meningkatkan risiko keuntungan, karena jika perusahaan ternyata mendapatkan keuntungan yang lebih rendah dari biaya tetapnya maka penggunaan leverage akan menurunkan keuntungan pemegang saham.”
4.
Financial LeverageKeputusan pembiayaan mencakup alternatif sumber dana yang akan digunakan perusahaan dalam menjalankan usahanya. Dari segi struktur pembiayaan, menurut Atmaja (2002: 236): “Suatu perusahaan dikatakan menggunakan Financial Leverage jika ia membelanjai sebagian aktivanya dengan sekuritas yang membayar
bunga tetap (misalnya, hutang pada bank, penerbitan obligasi atau saham preferen).” Menurut Keown, et al. (2005: 63):
“Perusahaan menggunakan pengungkit keuangan ketika mendanai sebagaian asetnya dengan sekuritas yang memberikan pengembalian tetap.Keberadaan utang dan saham preferen daam struktur keuangan perusahaan menunjukan adanya pengungkit keuangan.Ketika pengungkit keuangan digunakan, perubahaan EBIT akan diterjemahkan kedalam perubahan laba per lembar saham yang lebih besar.”
Penggunaan financial leverage yang semakin besar membawa dampak positif bila pendapatan yang diterima dari penggunaan dana tersebut lebih besar daripada beban keuangan yang dikeluarkan. Sedangkan dampak negatifnya penggunaan financial leverage yang semakin besar akan menyebabkan hutang semakin besar yang ditanggung perusahaan, yaitu beban tetap atau beban bunganya.
Untuk mengetahui besarnya tingkat penggunaan dana asing dalam keuangan perusahaan dapat dilihat dari rasio leverage perusahaan tersebut.
Menurut Riyanto (2008: 333): Rasio financial leverage terdiri dari:
a.
Total debt to equity ratio, untuk mengukur modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan utang.b.
Total debt to total capital assets, untuk mengukur bagian dari keseluruhan kebutuhan dana untuk dibelanjai dengan utang.c.
Long term debt to equity ratio, untuk mengukur modal sendiri yang dijadikan jaminan utang jangka panjang.d.
Tangible assets debt coverage, untuk mengukur besarnya aktiva tetap tangible yang digunakan untuk menjamin utang jangka panjang.e.
Times interest earned ratio, untuk mengukur besarnya jaminan keuntungan atau laba operasi untuk membayar beban bunga.5.
Return On Equity (ROE)Menurut Sawir (2005: 20): “Return On Equity (ROE) memperlihatkan sejauh mana perusahaan memperoleh modal sendiri (net worth) secara efektif. Mengukur tingkat keuntungan dari investasi yang telah dilakukan pemilik modal sendiri atau pemegang saham perusahaan.”
Dengan demikian ROE menunjukan kemampuan perusahaan dalam mengalokasikan laba bagi para pemegang saham atau modal yang telah di tanamkan oleh para pemegang saham tersebut.
6.
Erning per Share (EPS)Menurut Helfert (2000: 67):
“Earning Per Share atau laba per lembar saham adalah suatu ukuran di mana baik manajemen maupun pemegang saham menaruh perhatian yang besar. Itu digunakan secara luas dalam penaksiran nilai saham biasa dan sering
merupakan basis untuk menetapkan tujuan serta sasaran spesifik perusahaan sebagai bagian dari perencanaan strategis.”
Menurut Weston dan Brigham (2005: 155): “Perubahan dalam penggunaan utang akan mengakibatkan perubahan laba per saham (earning per share) dan karena itu juga mengkibatkan perubahan harga saham.”
Dari definisi diatas, maka Erning Per Share (EPS) menunjukan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan bagi para pemegang saham yang telah berpartisipasi dalam perusahaan, maka EPS menunjukan laba per saham yang diperhatikan oleh para investor.
Analisis financial leverage menitik beratkan pada perubahan laba setelah pajak akibat perubahan laba operasi. Degree of Financial Leverage (DFL) merupakan persentase perubahan laba per lembar saham yang diakibatkan oleh persentase perubahan tertentu pada laba sebelum bunga dan pajak. Penggunaan financial leverage ini dengan harapan agar terjadi perubahan laba per lembar saham (EPS) yang lebih besar daripada perubahan laba sebelum bunga dan pajak (EBIT). Degree of Financial Leverage dapat diubah dengan menaikkan atau menurunkan beban tetap yaitu bunga pinjaman.Sedangkan bunga pinjaman yang ditanggung oleh perusahaan sangat tergantung pada kombinasi utang dan modal saham atau struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan.
C.
Metode PenelitianMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dalam bentuk studi kasus karena hanya mendeskripsikan dan menganalisis suatu permasalahan yaitu untuk mengetahui pengaruh Financial Leverage terhadap Return on Equity dan Earning Per Share pada suatu perusahaan.
Menurut Fathoni (2006: 97), “Penelitian deskriptif yaitu suatu penelitian yang bermaksud mengadakan pemeriksaan dan pengukuran-pengukuran terhadap gejala tertentu. Dalam penelitian macam ini landasan teori mulai mulai diperlukan tetapi bukan digunakan sebagai landasan untuk menentukan criteria pengukuran terhadap gejala yang diamati dan akan diukur.”
Penulis memakai metode studi dokumenter.Studi dokumenter adalah teknik pengumpulan data dengan memperlajari semua catatan dan dokumen. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan yang
terdiri dari laporan neraca dan laporan rugi laba pada PT Sampoerna Agro,Tbk. dan Entitas Anak dari tahun 2008 sampai 2012 yang diperoleh dari
websitewww.idx.co.id.
Dalam penelitian ini alat analisis yang digunakan adalah sebagai berikut:
lah:
Menurut Syamsuddin (2011: 74-75): Rumus untuk menghitung ROE dan EPS ada
ROE =
EPS =
b.
Melakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linear sederhana, analisis korelasi sederhana, dan uji signifikansi.1)
Analisis regresi linear sederhanaTujuan utama dari analisis regresi sederhana adalah untuk meramalkan nilai dari variable terikat (Y) pada variable bebas tertentu (X).
Nilai r dalam analisis korelasi dapat diartikan :
a)
Apabila r = -1, artinya korelasinya negatif sempurna.b)
Apabila r = 0, artinya tidak ada korelasi.c)
Apabila r = 1, artinya korelasinya sempurna positif.TABEL 2
INTERPRETASI KOEFISIEN KORELASI NILAI r Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 Sangat Rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Cukup 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,000 Sangat Kuat Sumber : Riduwan, 2003
1)
Analisis Regresi SederhanaMenurut Riduwan (2003: 244), Persamaan regresi sederhana dapat dirumuskan sebagai berikut :
Y = a + bX
Y1= variabel terikat, dalam penelitian ini adalah ROE Y2= variabel terikat, dalam penelitian ini adalah EPS
X= variabel bebas, dalam penelitian ini adalah financial leverage a= konstanta
2)
Uji Signifikansi (uji F)Menurut Riduwan (2003: 249), uji signifikansi (uji F) dengan rumus sebagai berikut :
Pengujian signifikansi uji F ditetapkan α sebesar 0,10 Menurut Riduwan (2003: 249):
Jika F hitung > F tabel, maka tolak Ho (signifikan) Jika F hitung ≤ F tabel , maka tolak Ha (tidak S ignifikan
D.
Audisi Data dan PembahasanTABEL 3
PT SAMPOERNA AGRO, Tbk. DAN ENTITAS ANAK REKAPITULASI DEGREE OF FINANCIAL LEVERAGE
TAHUN 2009 s.d. 2013 (DALAM RIBUAN
RUPIAH)
Tahun EBIT Persen Bunga Persen DFL Persen
2009 437.257.600 - 27.899.226 - 1,0681 -
2010 658.772.037 50,65 28.293.970 1,41 1,0448 (2,23) 2011 768.549.301 16,66 26.073.858 (7,84) 1,0351 (0,92) 2012 493.973.888 (35,72) 36.730.765 40,87 1,0803 4,36 2013 238.322.642 (51,75) 64.507.168 75,62 1,3711 26,91 Sumber : Data Olahan, 2015
Berdasarkan Tabel 3, dapat diketahui bahwa DFL PT Sampoerna Agro, Tbk. dan Entitas Anakterus mengalami fluktuasi setiap tahunnya. DFL perusahaan pada tahun 2009 sampai dengan 2013 berturut-turut adalah pada tahun 2009 sebesar 1,0681, tahun 2010 sebesar 1,0448, tahun 2011 sebesar 1,0351, tahun 2012 sebesar 1,0803, tahun 2013 sebesar 1,3711.
Jadi, EBIT yang paling kecil terdapat pada tahun 2009 yaitu sebesar Rp437.257.600.000,00, sedangkan untuk EBIT terbesar terdapat pada tahun 2011 yaitu sebesar Rp768.549.301.000,00. Untuk beban bunga, yang paling tinggi adalah pada tahun 2013 yaitu sebesar Rp64.507.168.000,00 dan beban bunga yang paling rendah terdapat pada tahun 2011 yaitu sebesar Rp26.073.858.000,00.
Pada tahun 2010, EBIT mengalami kenaikansebesar 50,65persen dan disertai dengan peningkatan beban bunga sebesar 1,41persen.Pada tahun berikutnya yaitu pada tahun 2011, EBIT mengalami peningkatan sebesar 16,66persen. Hal ini merupakan peningkatan yang terbesar antara tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 dan sebaliknya beban bunga mengalami penurunan sebesar7,84 persen.
Tahun 2012, EBIT kembali mengalami penurunan namun lebih rendah dari tahun sebelumnya yaitu hanya sebesar 35,72persen.Beban bunga pada tahun
RJK
Re g (b|a)F
hitung
2011mengalami penurunan sebesar 7,84persen.Begitu juga pada tahun 2013, EBIT mengalami penurunan sebesar 38,14 persen. Akan tetapi, hal ini bertolak belakang dengan beban bunga yang justru mengalami peningkatan yaitu sebesar 75,62 persen. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa EBIT PT Sampoerna Agro, Tbk. dan Entitas Anakpada tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 mengalami fluktuasi, begitu juga dengan bunga pinjamanPT Sampoerna Agro,Tbk. dan Entitas Anakyang mengalami fluktuasi setiap tahunnya.
TABEL 4
PT SAMPOERNA AGRO, Tbk.DAN ENTITAS ANAK REKAPITULASI TOTAL DEBT TO EQUITY RATIO
TAHUN 2009 s.d. 2013 (DALAM RIBUAN RUPIAH) Tahu
n
Total Utang Persen Total Modal Perse
n DER Perse n 2009 474.967.085 - 1.765.580.591 - 26,90 - 2010 716.581.520 50,87 2.132.247.402 20,76 33,61 25 2011 911.515.520 27,20 2.499.510.729 17,22 36,47 8,51 2012 1.470.791.264 61,35 2.666.909.122 6,70 55,15 51,22 2013 1.814.018.571 23,33 2.698.636.954 1,18 67,21 21,86 Sumber : Data Olahan, 2015
Berdasarkan Tabel 4, dapat diketahui bahwa dari tahun 2009 sampai dengan 2013, DER tertinggi adalah pada tahun 2013 sebesar 67,21 persen dan DER terendah terdapat pada tahun 2009 sebesar 26,90 persen. Total modal yang paling besar terdapat pada tahun 2013 yaitu sebesar Rp2.698.636.954.000,00 dan modal yang paling kecil terdapat pada tahun 2009 yaitu sebesar Rp1.765.580.591.000,00. Total modal PT Sampoerna Agro,Tbk. dan Entitas Anakterus mengalami peningkatan selama tahun 2009 sampai dengan tahun 2013.
DER pada tahun 2009 adalah sebesar 26,90 persen. Pada tahun ini, modal dapat menjamin utang yang ada, karena modal jauh lebih banyak daripada utang. Pada tahun 2010, DER turun menjadi 33,61persen. DER pada tahun 2011 kembali mengalami peningkatan menjadi 36,47persen. Ini artinya Rp0,34 dari setiap utang akan ditanggung setiap rupiah modal. Hal ini membuat risiko yang dihadapi perusahaan semakin besar. Pada tahun 2012 dan tahun 2013, DER masing-masing meningkat menjadi 55,15persen dan 67,21 persen.
Pada tahun 2010, total utang perusahaan mengalami kenaikan yaitu sebesar 50,87 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya. Begitu juga dengan yang terjadi pada modal perusahaan yang mengalami peningkatan yaitu sebesar 20,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2011, total utang perusahaan kembali mengalami peningkatan yaitu sebesar 27,20 persen dan total utang perusahaan kembali meningkat pada tahun 2012 dan 2013 yaitu masing-masing sebesar 61,35 persen dan 23,33 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara itu, total modal perusahaan terus mengalami peningkatan pada setiap tahunnya.
TABEL 5
PT SAMPOERNA AGRO, Tbk. DAN ENTITAS ANAK KOMPONEN PERHITUNGAN KORELASI DFL DAN ROE
TAHUN 2009 s.d. 2013 Tahun X (DFL) Y (ROE) XY X2 Y2 2009 1,0681 16,21 17,31 1,14 262,81 2010 1,0448 21,45 22,41 1,09 460,01 2011 1,0351 21,99 22,76 1,07 483,35 2012 1,0803 12,61 13,62 1,17 159,01 2013 1,3711 4,46 6,11 1,87 19,89 Total 5,5994 76,72 82,21 6,34 1.385,07
Sumber : Data Olahan, 2015
Berdasarkan perhitungan di atas, maka diketahui bahwa koefisien korelasi antara DFL dan ROE adalah sebesar -0,97. Hubungan antara DFL dan ROE adalah negatif, artinya pergerakan DFL akan berlawanan dengan pergerakan ROE. Apabila DFL
meningkat, maka di pihak lain ROE akan mengalami penurunan. Sebaliknya apabila DFL menurun, maka ROE akan mengalami peningkatan.
Tingkat hubungan Degree of Financial Leverage dan Return on Equity dapat diketahui dari besarnya koefisien korelasi (r), yaitu sebesar -0,97. Angka tersebut menunjukkan tingkat hubungan DFL dan ROE adalah kuat. Pengaruh perubahan DFL akan memberikan perubahan yang cukup besar juga pada ROE, sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan antara DFL terhadap ROE adalah negatif dan kuat. Setelah mengetahui korelasi antara DFL dan ROE, maka selanjutnya melakukan analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui besarnya pengaruh DFL terhadap ROE dengan persamaan regresi sebagai berikut:
Y = 74,63 – 52,94X
Persamaan di atas menunjukkan nilai a = 74,63 adalah konstanta, artinya saat perusahaan tidak menggunakan financial leverage maka nilai Return on Equity adalah sebesar nilai konstanta tersebut. Sementara itu, nilai b = -52,94 merupakan koefisien variabel DFL yang menunjukkan bahwa setiap adanya penambahan penggunaan financial leverage sebesar satu satuan maka akan menyebabkan penurunan Return On Equity sebesar Rp11,25. Selanjutnya untuk pengujian hipotesis dengan uji signifikansi (uji F) akan dilakukan perhitungan sebagai berikut:
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, nilai Fhitung = 50,71 dan Ftabel =10,13. Jadi, karena Fhitung ≥ Ftabel maka H1 diterima atau H0 ditolak. Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan antara Degree of Financial Leverage terhadap Return on Equity. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada kurva berikut:
GAMBAR 1
PT SAMPOERNA AGRO, Tbk.DAN ENTITAS ANAK UJI SIGNIFIKANSI (F) FINANCIAL LEVERAGE - ROE
10,13 50,71
Sumber : Data Olahan, 2015
Berdasarkan Gambar 3.1, dapat dilihat bahwa nilai Fhitung berada di daerah penerimaan H0. Hal ini berarti adanya pengaruh yang signifikan antara DFL dan ROE pada PT Sampoerna Agro, Tbk. dan Entitas Anakselama masa penelitan yaitu dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013. DFL mempengaruhi ROE secara signifikan sehingga perubahan pada DFL akan memberikan pengaruh yang signifikan pada ROE.
E.
Kesimpulan dan Saran1.
KesimpulanBerdasarkan hasil perhitungan dan analisis pada PT Sampoerna Agro, Tbk. dan Entitas Anak maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
a.
Degree of Financial Leverage perusahaan terus mengalami peningkatan. Degree of Financial Leverage tertinggi diperoleh pada tahun 2013 yaitu sebesar1,3711persen dan terendah diperoleh pada tahun 2009 yaitu sebesar 1,0681 persen, artinya utang yang digunakan perusahaan cukup besar.
b.
Modal perusahaan dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 terus meningkat. Sedangkan pada laba setelah bunga dan pajak cenderung berfluktuasi.Hal yang sama terjadi pada ROE yang cenderung berfluktuasi, dimana ROE tertinggi diperoleh pada tahun 2011 yaitu sebesar 21,99 persen. Sedangkan ROE terendah terdapat pada tahun 2013 yaitu sebesar 4,460 persen.c.
Setelah dilakukan uji F dan analisis korelasi, dapat disimpulkan bahwa DFL mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap Return on Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) pada PT Sampoerna Agro, Tbk. dan Entitas Anak selama tahun penelitian yaitu dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013.2.
SaranDari kesimpulan yang telah dijabarkan, adapun saran-saran yang dapat Daerah Penerimaan
H0 Daerah
hanya cukup memperhatikan laba tetapi juga harus memperhatikan risiko karena investor pada dasarnya menghindari saham-saham dengan risiko tinggi.
b.
Perusahaan harus lebih bijaksana dalam mengelola penggunaan utang. Penggunaan utang harus dapat diikuti dengan kemampuan perusahaan untuk menciptakan laba bersih yang lebih besar dibandingkan dengan peningkatan jumlah modal, misalnya perusahaan dapat menambah aktiva tetap untuk mendorong produktivitas perusahaan.c.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Financial Leverage merupakan faktor yang memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan teradap ROE dan EPS. Dengan demikian, PT Sampoerna Agro, Tbk. dan Entitas Anak tidak perlu memperhatikan besar kecilnya Financial Leverage karena terbukti tidak mempengaruhi ROE dan EPS secara signifikan. Namun, sebaiknya perusahaan tidak menambah utang karena penambahan utang tidak akan meningkatkan ROE. Selain itu, utang hanya akan menambah beban bunga yang harus dibayar oleh perusahaan.DAFTAR PUSTAKA
Atmaja, Lukas Setia. 2002. Manajemen Keuangan, edisi revisi. Yogyakarta: Andi. Fathoni, H. Abdurrahmat. 2006. Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan
Skripsi. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Helfert, Erich A. 2000. Analisis Laporan Keuangan (judul asli: Techniques of Financial Analysis), edisi ketujuh. Penerjemah Herman Wibowo. Jakarta: Erlangga.
Keown, Martin, Petty and Scott, Jr. 2005. Manajemen Keuangan: Prinsip-prinsip dan Aplikasi, (Judul asli: Financial management: Principles and Applications). Penerjemah Zuliani Dalimunthe. Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia.
Riduwan. 2003. Dasar-dasar Statistika. Bandung: Alfabeta.
Riyanto, Bambang. 2008. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, edisi keempat. Yogyakarta: BPFE.
Sartono, Agus. 2001. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi, edisi keempat. Yogyakarta: BPFE.
Sawir, Agnes. 2005. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Syamsuddin, Lukman. 2011. Manajemen Keuangan Perusahaan: Konsep Aplikasi dalam Perencanaan, Pengawasan, dan Pengambilan Keputusan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Weston, J. Fred dan Eugene F. Brigham. 2005. Dasar-dasar Manajemen Keuangan (judul asli: Essentials of Managerial Finance), edisi kesembilan. Penerjemah Alfonsus Sirait. Jakarta: Erlangga.
www.idx.co.id www.itmg.co.id