HUKUM ADMINISTRASI NEGARA
BAB V
ORGANISASI ADMINISTRASI NEGARA
Disusun oleh :
Afryan Alfarizt – 01012020
Muhammad Dewo –
Maria Magdalena –
Steffie Bernard –
A. Pengertian, Ciri, Sifat, dan Tujuan Organisasi Administrasi Negara
Organisasi administrasi negara adalah institusi atau lembaga negara yang secara struktural berada berada di bawah lembaga eksekutif dimana dalam hal ini presiden berlaku sebagai kepala pemerintahan bukan kepala Negara.
Organisasi Administrasi Negara memiliki beberapa ciri yaitu : 1. Tidak diatur secara konkrit dalam suatu Undang-Undang,
2. Jumlahnya tak terbatas, tergantung dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat, 3. Semua lembaganya menyebar,
4. diangkat karena berstatus sebagai Pegawai Negri Sipil, 5. Pertanggungjawaban ada kepada atasan,
6. Keberadaan dan fungsi pokoknya merupakan public service, dan 7. Nama lembaga tergantung dari fungsi dan tugas dari lembaga tersebut.
Organisasi administrasi negara memiliki 2 sifat, yaitu :
1. Bersifat Teritorial, yaitu Negara sebagai organisasi terikat pada wilayah tertentu yang merupakan wilayah yurisdiksi (grondgebied)
2. Bersifat Fungsional, yaitu Negara sebagai organisasi terikat pada fungsi atau tugas tertentu yang menyangkut yurisdiksi fungsional (zakengebied) dan yurisdiksi orang-orang tertentu (personnengebied).
Dibentuknya organisasi administrasi Negara bertujuan untuk : 1. Membagi tugas-tugas pemerintah.
2. Membatasi tugas, kewenangan dan tanggung jawab.
3. Memberikan pelayaan secara spesialisasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat mudah untuk mendapatkan pelayanan.
4. Memudahkan pengawasan oleh atasan dan masyarakat, karena pembagian tugasnya telah dilakukan secara tegas dalam undang-undang. Dan
5. Memudahkan komunikasi dan koordinasi antar organisasi administrasi negara.
1. Pimpinan Pemerintahan
Dalam menjalankan pemerintahan, Presiden dibantu pula oleh staf administrasi Presiden, yaitu Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet. Fungsi Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet dalam pemerintahan penting karena sifatnya yang memantau berbagai tahap proses analisis dan pembentukan kebijakan yang akan dijadikan keputusan pimpinan pemerintahan tertinggi. Kabinet terdiri dari Menteri yang memimpin Departemen, Menteri Koordinator , dan Menteri Negara yang memimpin Kementerian Negara.
2. Departemen dan Kementerian
Susunan dalam suatu Departemen terdiri dari :
Unsur Pimpinan, Menteri sebagai pimpinan departemen yang bertanggung jawab kepada Presiden
Unsur Pembantu Pimpinan, Sekretariat Jenderal bertanggung jawab kepada Menteri yang bertugas mengkoordinasikan perencanaan, pembinaan, dan pengendalian terhadap program administrasi, sumber daya manusia serta pengawasan. Dalam melaksanakan tugas, Sekretaris Jenderal menyelenggarakan fungsi :
o koordinasi kegiatan departemen;
o penyelengaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen;
o penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator, Kementerian Negara, Departemen lain, Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Lembaga lain yang terkait;
o pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri.
Unsur Pelaksana, Direktorat Jenderal bertanggung jawab pada Menteri dan bertugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaannya serta standardisasi teknis tugas-tugas umum departemen
Unsur Pengawasan, Inspektorat Jenderal bertanggung jawab pada Menteri dan bertugas melaksanakan pengawasan di departemen
Unsur Pelaksana Teknis, Badan dan Pusat sebagai unsur pelaksana tugas administrasi atau tugas teknis departemen bertanggung jawab pada Menteri
Perangkat departemen di daerah (kewenangan tidak diserahkan ke daerah tetap di pusat/departemen)
3. Lembaga non-Departemen
Lembaga Non-Departemen adalah lembaga negara di Indonesia yang dibentuk untuk melaksanakan tugas pemerintahan tertentu dari Presiden. Kepala Lembaga Non-Departemen bertanggung jawab langsung kepada presiden melalui menteri atau pejabat setingkat menteri yang mengoordinasikannya. Lembaga Non-Departemen di Indonesia Contohnya seperti :
Lembaga Informasi Nasional
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Badan Narkotika Nasional, dll.
C. Tingkatan Organisasi Administrasi Negara
Secara garis besar Organisasi Administrasi Negara dapat dibedakan menjadi :
1. Organisasi Administrasi Negara Tingkat Pusat, seperti Organisasi Kementrian, Organisasi Lembaga Pemerintahan Non-Kementrian. Semua tentang Organisasi Tingkat Pusat seperti kedudukan, fungsi, susunan, tugas, dan tata kerja diatur dalam :
UU No.39 Tahun 2008 tentang Kementrian Negara
Peraturan Presiden No.47 Tahun 2009 tetang PEmbentukan dan Organisasi Kementrian Negara
Peraturan Presiden No.24 Tahun 2010
Peraturan Presiden No.50 Tahun 2008
Peraturan Presiden No.11 Tahun 2005
Peraturan Presiden No.12 Tahun 2005
Peraturan Presiden No.52 Tahun 2005
2. Organisasi Administrasi Negara Tingkat Daerah, seperti Organisasi provinsi dan Orgamosaso Pemerintahan Kabupaten/Kota. Diatur dalam UU No.32 Tahun 2004 dan UU No.33 Tahun 2004 dengan segala peraturan pelaksanaan dan perubahannya. 3. Organisasi BUMN yang diatur dalam UU No.19 Tahun 2003 dan BUMD.yang diatur
D. Asas-asas Organisasi
Dalam penyusunan organisasi administrasi Negara diusahakan mengikuti prinsip-prinsip organisasi, hal ini dilakukan dengan tujuan agar dapat dicapai suatu Aparatur Pemerintah yang efisien dan efektif. Adapun asas organisasi tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Pembagian habis tugas, tugas-tugas pemerintah sangat perlu dibagi habis kedalam tugas-tugas Departemen/LPND (Kementerian), dan lembaga lainnya; sehingga dalam hal ini akan dapat dijamin adanya suatu instansi yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pemerintahan
2. AsasFungsionalisasi, penyelenggaraan tugas dan fungsi pemerintah; harus ada satu instansi yang secara fungsional bertanggung jawab atas suatu bidang substantif pemerintahan dan pembangunan.
3. Asas Pendelegasian Wewenang, Setiap pimpinan untuk dapat/mau melimpahkan sebagian dari tugas dan wewenangnya kepada pejabat bawahannya.
4. Asas Beban Kerja/Akordion, suatu organisasi dapat berkembang atau mengecil, hal ini disesuaikan dengan tuntutan tugas dan beban kerja dari organisasi yang
bersangkutan.
5. Asas Kontinuitas/Kesinambungan, tugas-tugas umum pemerintahan dan
pembangunan harus berjalan secara terus menerus sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah ditetapkan, tanpa tergantung kepada diri pejabat tertentu.
6. Asas Fleksibilitasi, organisasi selalu dapat mengikuti dan menyesuaikan diri dengan perkembangan dan perubahan keadaan, sehingga dapat dihindarkan adanya kekakuan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan.
7. Asas Rentang Kendali, dalam menentukan jumlah satuan organisasi atau orang yang dibawahi/dipimpin oleh seorang pejabat; diperhitungkan secara rasional.
8. Asas Jalur dan Staff, penyusunan organisasi perlu dibedakan secara tegas antara satuan organisasi yang melaksanakan tugas pokok instansi, dengan satuan organisasi yang melaksanakan tugas pembantuan.
9. Asas perumusan tugas pokok yang jelas, Organisasi pemerintah untuk
menggambarkan susunan organisasinya, agar setiap pihak yang berkepentingan dapat segera memahami kedudukan dan hubungan dari setiap satuan organisasi
10. Asas kesederhanaan, dan
E. Organisasi Administrasi Negara Selaku Hukum Publik dan Perdata
Selaku pelaku hukum public badan dan pejabat administrasi negara memiliki hak dan wewenang istimewa untuk menggunakan dan menjalankan kekuasan public,wewenang hukum public adalah wewenang untuk menimbulkan akibat hukum yang sifaftnya public seperti mengeluarkan aturan, mengambil keputusan, dan lain-lain. Pembentukan Organisasi yang bersifat publik dapat terjadi sesuai dengan undang-undang, dengan kata lain badan hukum public adalah badan hukum yang didirikan oleh Negara/pemerintah dan memiliki ewenangan
menetapkan kebijaka pubik yang mengikat umum. Contoh dari Organisasi yang bersifat Publik adalah sebagai berikut :
Negara
Provinsi
Kabupaten, dan
Kota
Selaku pelaku hukum perdata Badan dan pejabat administrasi negara mengikat diri dalam bearbagai perjanjian keperdataan seperti misalnya perjanjian jual beli, perjanjian sewa
menyewa. Pembentukan Organisasi yang bersifat perdata didirikan oleh masyarakat dan diakui oleh Negara/pemerintah atau juga didirikan oleh Negara tetapi tidak memiliki wewenang untuk menetapkan kebijakan publik. Contoh dari organisasi yang bersifat perdata adalah sebagai berikut :
Yayasan
Koperasi
Perseroan Terbatas
Badan Usaha Milik Negara, dan
Badan Usaha Milik Daerah.
F. Hubungan Pemerintahan Vertikal dan Horizontal
1. Hubungan Horizontal
Hubungan horizontal didalam organisasi administrasi adalah kerjasama-kerjasama diantara para pejabat organisasi administrasi Negara yang berada pada tingkat yang sama.
a) Fungsi yang dipusatkan, dalam kerjasama beberapa wewenang dari kotapraja yang ikut ambil bagian dikuasakan kepada salah satu dari yang mengambil bagian tersebut sehingga terdapat pemusatan
b) Lembaga untuk bersama, kerjasama mengenai suatu badan bersama tanpa memiliki sifat dari badan hukum, lembaga ii sifatnya hanya public
c) Badan Hukum bersama
2. Hubungan Vertikal
Hubungan vertical didalam organisasi administrasi adalah
pengawasan-pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah yang bertingkat lebih tinggi terhadap yang lebih rendah. Terdapat dasar dilakukannya pengawasan terhadap badan yang lebih rendah, yaitu :
Koordinasi, mencegah atau menyelesaikan konflik
Pengawasan kebijaksanaan, disesuaikannya kebijakan dari aparat pemerintah yg lebih rendah terhadap yang lebih tinggi
Pengawasan kualitas, control atas kualitas teknis pengambilan keputusan dan tindakan pemerintah yang lebih rendah
Alasan keuangan, peningkatan kebijaksanaan yang tepat dan seimbang dari aparat pemerintah yang lebih rendah
Perlindungan hak dan kepentingan warga, dalam situasi tertentu mungkin diperlukan suatu perlindungan khusu untuk kepentingan warga
Selain dasar-dasar dilakukannya pengawasan, ada beberapa bentuk dari pengawasan dan control, yaitu :
Represif, pengawasan yang dilakukan kemudian
Preventif, pengawasan yang dilakukan sebelumnya
Positif, pemberian pepngarahan dan petunjuk dari badan yang lebih tinggi terhadap yang lebih rendah
CUY LANJUTIN BENTUK PENGAWASAN DAN KONTROL DI HAL 92
BUKU HAN WIRATNO YAK… UDAH SISA ITU AJA
KEBANYAKAN UDAH NGANTUK T_T
A. BUKU
Wiratno,
Pengantar Hukum Administrasi Negara, Universitas Trisakti, Jakarta,
Cetakan ketiga, 2013.
M. Hadjon, Philipus, Cs,
Pengantar Hukum Administrasi Negara ( introduction to
the Indonesian Administasi Law ), Gadjah Mada Universitu Press, Yogyakarta,
1994.
B. ARTIKEL BLOG DAN INTERNET
http://innajunaenah.wordpress.com/2012/04/13/tinjauan-hukum-administrasi-negara-terhadap-tiga-undang-undang-terkait-dengan-keuangan-negaraoptional/