• Tidak ada hasil yang ditemukan

ETIKA DAN PENGEMBANGAN PROFESI KEGURUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ETIKA DAN PENGEMBANGAN PROFESI KEGURUAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Etika Dan Pengembangan Profesi Keguruan

1. Pengertian Profesi

2. Pengertian Profesi Keguruan

3. Istilah Yang Berkaitan Dengan Profesi

Profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris "Profess", yang dalam bahasa Yunani adalah "Επαγγελια", yang bermakna: "Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen".

Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap

suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer,[[teknik desainer, tenaga pendidik.

Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir

Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Daftar karakterstik ini tidak memuat semua karakteristik yang pernah diterapkan pada profesi, juga tidak semua ciri ini berlaku dalam setiap profesi:

1. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik.

2. Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya.Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya.

3. Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.

4. Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.

(2)

6. Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.

7. Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.

8. Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.

9. Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.

10.Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.

11.Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.

1. KONSEP DAN SYARAT-SYARAT PROFESI

1. Pengertian Profesi dan Syarat-Syarat Profesi

Secara estimologi, istilah profesi berasal dari bahasa Inggris yaitu profession atau bahasa latin, profecus, yang artinya mengakui, adanya pengakuan, menyatakan mampu, atau ahli dalam melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan secara terminologi, profesi berarti suatu pekerjaan yang mempersyaratkan pendidikan tinggi bagi pelakunya yang ditekankan pada pekerjaan mental; yaitu adanya persyaratan pengetahuan teoritis sebagai instrumen untuk melakukan perbuatan praktis, bukan pekerjaan manual (Danin, 2002). Jadi suatu profesi harus memiliki tiga pilar pokok, yaitu pengetahuan, keahlian, dan persiapan akademik.

Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan atau menuntut keahlian (expertise), menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi. Keahlian diperoleh dari lembaga pendidikan yang khusus diperuntukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggung jawabkan.

Menurut Webstar (1989), Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang ingin ditekuni oleh seseorang. Profesi juga diartikan sebagai suatu pekerjaan tertentu yang mensyaratkan pengetahuan dan keterampilan khusus yang didapat dari pendidikan akademis yang intensif. Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa profesi merupakan pekerjaan yang tidak sembarang orang bisa melakukannya dan dari pengertian tersebut dapat dilihat syarat-syarat suatu pekerjaan dapat dikatakan profesi, yakni :

1. Adanya ilmu pengetahuan yang mendasari teknik dan prosedur kerja yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan khusus.

2. Adanya kode etik profesi.

(3)

4. Adanya organisasi yang memayungi pelaku profesi serta melindungi masyarakat dari layanan yang tidak semestinya.

Ciri-ciri utama suatu profesi menurut Sanusi,dkk (1991) adalah sebagai berikut:

 Suatu jabatan yang memiliki fungsi dan signifikansi sosial yang menentukan (crusial).  Jabatan yang menuntut keterampilan atau keahlian tertentu.

 Keterampilan atau keahlian yang dituntut jabatan itu didapat melalui pemecahan masalah dengan menggunakan teori dan metode ilmiah.

 Jabatan itu berdasarkan pada batang tubuh disiplin ilmu yang jelas, sistematik, eksplisit yang bukan hanya sekedar pendapat khalayak umum.

 Jabatan itu memerlukan pendidikan tingkat perguruan tinggi dengan waktu yang cukup lama.

 Proses pendidikan untuk jabatan itu juga merupakan aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai profesional itu sendiri.

 Dalam memberikan layanan kepada masyarakat, anggota profesi itu berpegang teguh pada kode etik yang dikontrol oleh organisasi profesi.

 Tiap anggota profesi mempunyai kebebasan dalam memberikan judgement terhadap permasalahan profesi yang dihadapinya.

 Dalam prakteknya melayani masyarakat, anggota profesi otonom dan bebas dari campur tangan orang luar.

 Jabatan ini mempunyai prestise yang tingi dalam masyarakat dan oleh karenanya memperoleh imbalan yang tinggi pula.

1. Profesi Keguruan dan Perkembangan Profesi Keguruan di Indonesia

v Profesi keguruan

PGRI telah merealisasikan pengertian profesi keguruan untuk pendidikan di Indonesia sebagai berikut:

1. Profesi keguruan adalah suatu bidang pengabdian atau dedikasi kepada kepentingan anak didik dalam perkembangannya menuju kesempurnaan manusiawi

2. Para anggota profesi keguruan, terikat oleh pola sikapdan perilaku guru yang dirumuskan dalam kode etik guru Indonesia.

3. Para anggota profesi keguruan, dituntut untuk menyelesaikan suatu proses pendidikan persiapan jabatan yang relatif panjang.

4. Para anggota profesi keguruan terpanggil untuk senantiasa menyegarkan sertamenambah pengetahuan (dalam arti khusus dan dalam arti kedalaman ilmu

pengetahuan umum dan pengetahuan khusus profesi keguruan).

1. Untuk dapat melaksanakan profesi keguruan dengan baik, para anggota harus memiliki kecakapan atau keterampilan teknis yang mampu menyentuh nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar.

2. Para anggota profesi keguruan perlu memiliki sikap bahwa jaminan tentang hak-hak profesional harus seimbang dan merupakan imbalan dari profesi profesionalnya.

3. Para anggota profesi keguruan sepantasnya berserikat secara profesional (Maman Achdiat).

Khusus untuk jabatan guru, sebenarnya juga sudah ada yang mencoba menyusun kriterianya. Misalkan,National Education Association (NEA 1989) menyarankan kriteria berikut:

1. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual.

2. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. 3. Memerlukan persiapan profesional yang lama.

(4)

6. Menetukan standarnya sendiri.

7. Lebih mementingkan layanan diatas keuntungan sendiri. 8. Mempunyai organisasi yang kuat dan terjalin erat.

v Perkembangan profesi keguruan di Indonesia

dalam buku Sejarah Pendidikan Indonesia (1987) secara jelas melukiskan sejarah pendidikan terutama dalam zaman kolonial Belanda, termasuk profesi keguruan. Guru-guru yang pada mulanya di angkat dari orang yang tidak dididiksecara khusus menjadi guru yang berangsur-angsur dilengkapi dan ditambah dengan guru-guru lulusan dari sekolah guru (kweekschool) yang pertama yang didirikan pertama kalidi Solo tahun 1852. Karena kebutuhan guru yang mendesak pemerintah Hindia Belanda mengangkat lima macam guru, yakni sebagai berikut:

1. Guru lulusan sekolah yaitu guru yang di anggap sebagai guru yang berwenang penuh. 2. Guru yang bukan lulusan sekolah guru, tetapi lulus ujian yang diadakan untuk menjadi

guru.

3. Guru bantu, yakni yang lulus ujian guru bantu.

4. Guru yang dimagangkan kepada seorang guru senior, yang merupakan calon guru. 5. Guru yang diangkat karena keadaan yang amat mendesak yang berasal dari warga yang

pernah mengecap pendidikan.

Keadaan seperti itu berlangsung sampai akhir perang kemerdekaan. Seiring berjalannya waktu sekolah guru makin meningkatkan mutunya, sehinnga hanya ada satu Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan(LPTK) dan saat ini di Indonesia telah ada organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia. Dalam sejarahnya guru pernah mempunyai staus yang tinggi d masyarakat. Namun saat ini telah mulai memudar pudar seiring kepedulian yang tinggi terhadap imbalan balas jasa. Selain itu kalah gengsi dari jabatan lain yang pendapatannya lebih baik.

Istilah “ profesi “ memang selalu menyangkut pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan  dapat disebut profesi. Untuk mencegah kesimpang siuran tentang arti profesi dan hal hal yang bersangkut paut dengan itu, berikut ini dikemukakan beberapa istilah dan ciri ciri  profesi

Beberapa Istilah Profesi

Berkaitan dengan profesi ada beberapa istilah yang hendaknya tidak dicampur adukan  yaitu  profesi, profesional, profesionalisme, profesionalitas dan profesionalisasi.

“ Profesi “ adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian dari para  petugasnya. Artinya pekerjaan yang disebut profesi itu  tidak bisa dilakukan oleh orang  yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus terlebih dahulu untuk melakukan  pekerjaan.

Profesional menunjuk pada dua hal. Pertama, orang yang menyandang suatu profesi; misalnya sebutan dia seorang “ professional “. Kedua penampilan 

(5)

yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan  profesi.

Profesionalismemenunjuk pada komitmen para anggota suatu profesi untuk  meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus menerus mengembangkan  strategi strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan yang sesuai  dengan profesinya.

Profesionalitas mengacu kepada sikap para anggota suatu profesi terhadap  profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki dalam  rangka melakukan pekerjaannya.

Profesionalisasimenunjuk pada proses peningkatan kualifikasi maupun  kemampuan para anggota suatu profesi dalam mencapai kreteria yang standar  dalam penampilannya sebagai anggota suatu profesi. Profesionalisasi pada  dasarnya merupakan serangkaian proses pengembangan keprofesionalan , baik  dilakukan melalui pendidikan /latihan pra jabatan ( pre service training ) maupun  pendidikan/latihan dalam jabatan ( in service training ) . Oleh sebab itu 

profesionalisasi merupakan proses yang berlangsung sepanjang hayat dan  tanpa hent

  

Ciri Ciri Profesi

Suatu jabatan atau pekerjaan disebut profesi apabila ia memiliki syarat syarat atau ciri  ciri tertentu. Sejumlah ahli seperti ( Mc Cully, 1963 ; Tolbert, 1972 ; dan Nugent, 1981 )  telah merumuskan syarat syarat atau ciri ciri utama dari suaru profesi sebagai berikut:

1. suatu profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang memiliki fungsi  dan kebermaknaan sosial yang sangat menentukan.

2. Untuk mewujutkan fungsi tersebut pada butir di atas para anggotanya  ( petugas dalam pekerjaan itu ) harus menampilkan pelayanan yang khusus  yang didasarkan atas teknik teknik intelektual, dan keterampilan keterampilan  tertentu yang unik.

3. Penampilan pelayanan tersebut bukan hanya dilakukan secara rutin saja,  melainkan bersifat pemecahan masalah atau penanganan situasi kritis yang  menuntut pemecahan dengan menggunakan teori dam metode ilmiah.

4. Para anggotanya memiliki kerangka ilmu yang sama yaitu yang didasarkan  atas ilmu yang jelas, sistimatis, dan eksplisit, bukan hanya didasarkan atas akal  sehat ( common  sense ) belaka

5. Untuk dapat menguasai kerangka ilmu itu diperlukan pendidikan dan latihan  dalam jangka waktu yang cukup lama.

6. Para anggotanya secara tegas dituntut memiliki kompetensi menimum melalui prosedur seleksi , pendidikan dan latihan serta lisensi ataupun sertifikat.

(6)

dilakukan berkenaan dengan penyelenggaraan pelayanan professional yang  dimaksud.

8. Para anggotanya baik perorangan maupun kelompok lebih mementingkan  pelayanan yang bersifat sosial daripada pelayanan yang mengejar keuntungan  yang bersifat ekonomi.

9. Standar tingkah laku bagi anggotanya dirumuskan secara tersurat ( eksplisit )  melalui kode etik yang benar benar diterapkan. Setiap pelanggaran atas kode  etik dapat dikenakan sanksi tertentu.

10. Selain berada dalam pekerjaan itu para anggotanya terus menerus berusaha  menyegarkan dan meningkatkan kompetensinya dengan jalan mengikuti secara  cermat literature dalam bidang pekerjaan itu, menyelenggarakan dan memahami hasl hasil riset serta berperan serta secara aktif dalam pertemuan pertemuan  sesama anggota.

Tidak jauh berbeda dengan ciri­ciri di atas, Sanusi et al dalam dalam  Soetjipto dan  Raflis Kosasi ( 2007 ) mengemukakan ciri­ciriutama suatu profesi itu sebagai berikut :

1. Suatu jabatan yang memiliki fungsi dan signifikansi sosial yang menentukan  ( crusial ).

2. Jabatan yang menuntut keterampilan /keahlian tertentu.

3. Keterampilan /keahlian yang dituntut jabatan itu di dapat melalui pemecahan  masalah dengan menggunakan teori dan metode ilmiah.

4. Jabatan itu berdasarkan pada batang tubuh disiplin ilmu yang jelas, sistimatik, eksplisit, yang bukan hanya sekadar pendapat khalayak umum.

5. Jabatan itu memerlukan pendidikan tingkat perguruan tinggi dengan waktu  yang cukup lama.

6. Proses pendidikan untuk jabatan itu juga merupakan aplikasi dan sosialisasi  nilai­ nilai profesional itu sendiri.

7. Dalam meberikan layanan kepada masyarakat anggota profesi itu berpegang  teguh pada kode etik yang dikontrol oleh organisasi profesi.

8. Tiap anggota profesi mempunyai kebebasan dalam memberikan judgement  terhadap permasalahan profesi yang dihadapinya.

9. Dalam prakteknya melayani masyarakat, anggota profesi otonom dan bebas  dari campur tangan orang luar.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan kata lain, pengembangan diri guru sebagai profesional kependidikan harus dapat membantu guru bukan hanya sekedar memiliki ilmu pengetahuan yang kuat, tuntas dan

Dilihat dari sumber daya manusia yang menjalankan pekerjaan pendidikan luar biasa, memerlukan orang yang mempunyai keahlian dan keterampilan khusus dan spesifik, memiliki

Setiap profesional hukum harus memiliki pengetahuan bidang hukum sebagai penentu bobot kualitas pelayanan hukum secara profesional. Hal ini sudah menjadi

Menyadari kebesaran Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan pengetahuan yang salah satunya keteraturan melalui pengembangan berbagai keterampilan dalam akuntansi. Pengertian, peran

masyarakat harus memiliki kode etik, yang merupakan seperangkat prinsip– prinsip moral yang mengatur tentang perilaku profesional... Tanpa etika, profesi akuntan tidak akan ada

Etika bila dikaitkan dengan profesi merupakan suatu pekerjaan yang memiliki keahlian khusus yang menuntut pengetahuan dan tanggung jawab, untuk kepentingan orang banyak, terdapat

Sebagai pendidik, guru harus memiliki pengetahuan yang luas di berbagai bidang, mampu mengaplikasikan teknik pengajaran dan pembelajaran inovatif, memiliki pemahaman mendalam tentang

9 2.5 Strategi yang dapat diterapkan oleh Guru untuk Meningkatkan Kesadaran dan Penerapan Etika di Lingkungan Pendidikan Strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesadaran