Pengaruh Pemberian NAA (Naphtalene-3-Acetic-Acid) dan Nutrisi Untuk Pemulihan Kering Alur Sadap (KAS) pada Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) Quick Starter dan Slow Starter
Teks penuh
Dokumen terkait
Sebaiknya dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan kombinasi konsentrasi BAP (1-1.5 mg/l) dan NAA (<0.5 mg/l) untuk mendapatkan pengaruh induksi eksplan tanaman karet
Hasil ini didukung oleh penelitian Seneviratne et al (1996) tentang potensi penggunaan berbagai eksplan untuk pertumbuhan tunas aksilar tanaman karet secara in vitro,
Dari hasil penelitian diperoleh kombinasi BAP dan NAA yang terbaik dalam induksi tunas tanaman karet yang terdapat pada konsentrasi 1 mg/l BAP + 0 mg/l NAA pada
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem sadap panel yang terbaik terhadap produksi lateks tanaman karet ( Hevea brasiliensis Muell. Arg.) Pelaksanaan penelitian
Kadar Thiol (R-SH) merupakan indikasi penting yang berhubungan dengan kerentanan fisiologis lateks terutama pada kejadian kering alur sadap (KAS) (Sumarmadji et al. ,
berjudul“Induksi Tunas Mikro Tanaman Karet (Hevea brasiliensisMuell.Arg.) Dari Eksplan Nodus Pada Media WPM Dengan PemberianBenzil Amino Purin (BAP) dan Naftalen Asam