• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lamp SK 319 Thn 2017 ttg Perubahan IL.PT.AW 2.363 Ha

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Lamp SK 319 Thn 2017 ttg Perubahan IL.PT.AW 2.363 Ha"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran I :

KEPUTUSAN BUPATI BARITO KUALA NOMOR : 188.44/ 319 /KUM/2017 TANGGAL 4 SEPTEMBER 2017

TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN BUPATI BARITO KUALA NOMOR 188.45/490/KUM/2014 TENTANG IZIN LINGKUNGAN ATAS KEGIATAN PERKEBUNAN KARET LUAS 2.363,5 HA PT. ANUGERAH WATTIENDO DI KECAMATAN ANJIR PASAR, KAB. BARITO KUALA,

MATRIKS TAMBAHAN

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (RKL)

N o

Dampak Lingkung

an yang Dikelola

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup

Lokasi an Hidup Komitmen Pengelolaan dan Pemantauan Kebakaran Lahan

1 Pencegaha

n  Mengadakan sarana pemadaman kebakaranlahan perkebunan sesuai dengan Surat Edarandari Direktur Jendral Perkebunan, Kementrian Pertanian dengan nomor 427/LB.130/E/3/2010 tentang Monitoring dan Evaluasi Sarana dan Prasarana Pencegahan Kebakaran Lahan dan Kebun, yang meliputi: a. Peralatan tangan

b. Perlengkapan perorangan c. Pompa air dan perlengkapanya d. Peralatan telekomunikasi e. Pompa bertekanan tinggi f. Peralatan mekanis g. Peralatan transportasi

Lahan perkebunan seluas Hak Guna Usaha (HGU) yang dimiliki oleh PT. Anugerah

Wattiendo

Selama kegiatan tahap operasi berlangsung

a. Pelaks ana : b. Instan

(2)

h. Peralatan logistik, medis dan SAR i. Ruang TKTD

 Membuat sekat bakar seperti boundary danp arit – parit.

 Membuat prosedur standar untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya kebakaranlahan perkebunan yang terdiri dari Sistem Tanggap Darurat Kebakaran Lahan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Lahan.

 Menyiapkan perangkat organisasi yang bertanggungjawab dalam mencegah dan menanggulangi terjadinya kebakaran lahan perkebunan.

 Menyiapkan pelatihan penanggulangan kebakaran lahan secara berkala

 Melakukan penyulihan dan berperanaktif dalam membantu masyarakat sekitar yang berbatasan dengan lahan perkebunan.

Barito Kuala c. Instan siPela poran : DLHK abupat enBari to Kuala

(3)

n

Tidak terjadi kebakaran lahan

 Melakukan deteksi terjadinya kebakaran lahan perkebunan

 Mendayagunakan seluruh sumberdaya yang ada, baik sumberdaya manusia maupun sumber daya yang dipergunakan untuk proses pemadaman

 Membuat sekat bakar untuk melokalisirapi

 Memobilisasi masyarakat untuk mempercepat pemadaman

a. Pemadaman awal b. Pemadaman lanjutan c. Pemadamanman diri d. Pemadaman gabungan, dan e. Pemadaman dari udara

Lahan perkebunan seluasHak Guna Usaha (HGU) yang dimiliki oleh PT. Anugerah

Wattiendo

Selama kegiatan tahap operasi berlangsung

a. Pelaks ana : b. Instan

si c. Instan siPela

3 PenangananPascaKebakaran

- Lahanp erkebu

Tidak terjadi kebakaran lahan

 Bila terjadi kebakaran lahan, maka akan dilakukan Inventarisasi data sebagaiberikut : a. Data dan informasi terjadinya kebakaran b. Data pengukuran dan skets alokasi

kebakaran

c. Analisa tingkat kerusakan dan rekomendasi d. Rehabilitasi

Lahan perkebunan seluas Hak Guna

(4)

b. Instan siPeng awas : DLHK abupat en Barito Kuala c. Instan siPela poran : DLHK abupat en Barito Kuala

4 Lain – lain

- Lahanp erkebu nan

 Kebak aran lahan perkeb unan

Tidak terjadi kebakaran lahan

 Membuat petalokasi kerja sesuai dengan HGU (Hak Guna Usaha) perusahaan

 Membuat petawilayah kerja pengendalian kebakaran

 Membuat atau menyiapkan sumberdaya air (embung / paritkanal)

 Membuat rekaman pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan kebakaran (Laporan) bila terjadi kebakaran lahan

Lahan perkebunan seluas Hak Guna Usaha (HGU) yang dimiliki oleh PT. Anugerah

Wattiendo

Selama kegiatan tahap operasi berlangsung

a. Pelaks ana : PT. Anuge rahWa ttiend o b. Instan

(5)

c. Instan si Pelapo ran : DLHK abupat en Barito Kuala

BUPATI BARITO KUALA,

H. HASANUDDIN MURAD

Lampiran II :

(6)

NOMOR : 188.44/ 319 /KUM/2017 TANGGAL 4 SEPTEMBER 2017

TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN BUPATI BARITO KUALA NOMOR 188.45/490/KUM/2014 TENTANG IZIN LINGKUNGAN ATAS KEGIATAN PERKEBUNAN KARET LUAS 2.363,5 HA PT. ANUGERAH WATTIENDO DI KECAMATAN ANJIR PASAR, KAB. BARITO KUALA.

MATRIKS TAMBAHAN RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (RPL)

No

Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Institusi Pemantauan LingkunganHidup

JenisDampak Sumber Dampak

Indikator / Parameter

Metode Pengumpulan danAnalisis Data

Lokasi Pantau

Waktu danFrekue

nsi

Pelaksana Pengawas Penerima Laporan

1 Pencegahan - Lahan

perkebunan  Kebakaranlahan perkebunan

Tidakterjadi kebakaranla han

 Memetakan titik – titik lokasi yang rawan / berpotensi menyebabkan terjadinya kebakaranlahan, khususnya yang berbatasan langsung dengan lahan perusahaan

 Audit internal dan eksternal program pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan yang berisi :

a. Audit kelengkapan sarana dan prasarana serta penanggulangan

kebakaranlahan sesuai dengan SK Dirjenbun

(7)

dengan nomor SK.427/LB.130/E/3/2010 pada tanggal 15 maret 2010.

b. Audit kesiapan personil tim kesiapsiagaan dan tanggap darurat (TKTD) meliputi jumlah, tugas dan pelatihanya.

c. Audit pelaksanaan Sistem Tanggap Darurat / SOP Pencegahan dan Penanggulangan

Kebakaran Lahan

d. Audit program pelatihan berkala, baik untuk Internal (Tim Tanggap Darurat) maupun eksternal yang melibatkan stakeholder diluar perusahaan

e. Audit adanya program sosialisasi pencegahan kebakaran kemasyarakat

f. Audit adanya pelaporan berkala perusahaan dalam hal pencegahan serta penanggulangan

(8)

Komitmen Pengelolaan dan Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan

2 Pemadaman - Lahanperke

bunan  Kebakaranlahanperkebunan

Tidakterjadi kebakaranla han

Jikaterjadikebakaranlahan, makaakandilakukan :

a. Observasiseluruh proses

pemadaman yang

dilakukanolehtim internal perusahaan

b. Observasisertamengevalu asikesiapandankesigapanp

ersonel Tim

Tangapdariratselama proses

pemadaamanberlangsung .

c. Observasi,

melihatsertamengevaluasi kesiapandankelengkapans aranadanprasaranapenang gulangankebakaranlahan

d. Memantaudanmengevalua sipenggunaansemuasumbe rdayauntukpemadaman

e. Memantaudanmengevalua siketerlibatandanperansert amasyarakatselama proses pemadamanberlangsung Barito Kuala

DLHKabu paten Barito Kuala

Penanganan Pasca Kebakaran

3 - Lahan perkebunan

 Kebakaran lahan perkebunan

Tidak terjadi kebakaran lahan

Jika terjadi kebakaran lahan, maka akan dilakukan inventarisasi data yaitu :

Lahan perkebunan seluas Hak

(9)

a a. Data da ninformasi terjadinya kebakaran khususnya sumber terjadinya kebakaran

b. Data pengukuran luas lahan eksterbakar dan sketsa lokasi kebakaran serta sumber asal api yang menyebabkan terjadinya kebakaran

c. Analisa tingkat kerusakan dan rekomendasi perbaikan atau pemulihan

d. Melakukan rehabilitasi

Guna

berlangsung Kuala Kuala

Komitmen Pengelolaandan Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan

4 Lain – lain - Lahan

perkebunan

 Kebakaran lahan perkebunan

Tidak terjadi kebakaran lahan

a. Memetakan serta pengecekan lapangan terhadap titik – titik lokasi yang rawan / berpotensi menyebabkan terjadinya kebakaran lahan,

khususnya yang

berbatasan langsung dengan lahan perusahaan yang termuat di dalam Peta Wilayah Kerja Pengendalian Kebakaran dalam suatu Peta Lokasi b. Pengecekan lapangan

terhada pembung –

(10)

embung / paritkanal yang telah dibuat sebagai suatu bentuk persiapan penyediaan sumber daya air ketika musim kering terjadi

c. Pemantauan terhadap rekaman pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan

kebakaran (laporan) yang telah dibuat

BUPATI BARITO KUALA,

Referensi

Dokumen terkait

Pada hari ini Senin tanggal Delapan bulan Juli tahun Dua Ribu Tiga Belas dimulai Pukul 10.30 WIB s/d Pukul 23.59 WIB dengan mengambil tempat di Dinas Bina Marga dan Cipta

Data yang lain yaitu dengan penyebaran kuesioner yang diberikan kepada pengguna Perpustakaan Universitas A yang terdiri dari mahasiswa ke-11 program studi untuk

Pendidikan yang sudah terselenggara di Indonesia sejak dari merdeka, telah memberi hasil yang cukup, sehingga secara umum kualitas SDM Indonesia menjadi jauh

Di negara Jepun para guru menyediakan pengajaran bermula dengan perbincangan. secara tidak formal bersama rakan atau sesiapa sahaja yang boleh

Bertanggung jawab untuk melaporkan hasil pelaksanaan pemantauan indikator mutu dan pelaksanaan clinical pathway serta kegiatan-kegiatan mutu lainnya kepada Ketua Komite

Peraturan Daerah tersebut juga mengadopsi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan yang telah dirubah dengan

Pada hari ini Senin tanggal Delapan bulan Juli tahun Dua Ribu Tiga Belas dimulai Pukul 10.30 WIB s/d Pukul 23.59 WIB dengan mengambil tempat di Dinas Bina Marga dan Cipta

Untuk mencapai pelayanan prima diperlukan organisasi yang tertib. Itulah sebabnya perlu untuk memperkuat budaya organisasi sehingga dapat mendukung peningkatan mutu.. dapat