Rancang Bangun Alat Pengupas Buah Durian Sistem Press Manual

Teks penuh

(1)

TINJAUAN PUSTAKA

Durian

Sejarah Durian

(2)

Botani Tanaman Durian

Durian juga merupakan komoditi yng tergolong pepohonan. Tanaman durian diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Sub kingdom : Tracheobionta Super Divisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Sub Kelas : Dilleniide Ordo : Malvales Famili : Bombacaceae

Species : Durio Zibethius Murr

Jenis-Jenis Durian

1. Durian Ajimah

(3)

2. Durian Bokor

Berasal dari Sukahaji, Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Buahnya besar dan berat mencapai 3,9 kg/buah. Bentuk buah bulat panjang berwarna hijau sedikit kekuning-kuningan. Kulitnya bertebalan sedang 3 sampai 5 mm. Durinya berbentuk kerucut, besar-besar dan tersusun jarang. Dagingnya memiliki ketebalan yang sedang, berwarna kuning muda dengan tekstur halus dan tidak berserat. Rasanya manis dengan aroma harum. Jumlah pongge/buah +15-20 dengan jumlah biji 10-20. Produktivitasnya cukup baik, bisa menghasilkan 150-200 per pohon. Tahan dengan penyakit busuk akar, tetapi peka terhadap hama penggerek.

3. Durian Bubur

Buah ini berasal dari Semarang, didaerah Brongkol. Bentuk buahnya bulat panjang dengan duri runcing serta tersusun rapat. Kulit buah berwarna kuning sedikit kehijau-hijauan dan berjuring lima. Belimbingan dan juringnya jelas terlihat. Daging buah padat, tebal dan pongge yang berjumlah 1 hingga 5. Teksturnya kering dan kesat, rasanya manis dengan aroma harum. Ukuran buahnya lumayan besar, dengan berat per buah antara 4 hingga 5 kg, sedangkan bijinya kecil-kecil. Produktivitas tanaman ini cukup tinggi, per pohon menghasilkan 300-400 buah /tahun.

4. Durian Hepe

(4)

Keistimewaannya daging yang tebal dengan rasa manis pahit. Daging berwarna krem berserat dan kering. Bobotnya 1-2 kg/buah. Produksi per pohonnya 300-400 buah.

5. Durian Kamun

Merupakan durian yang populer di Banjarnegara. Keistimewaannya yaitu bijinya kempes. Daging buahnya berlemak, kering dan warna kuning tembaga. Rasanya manis legit dengan aroma harum. Berat rata-rata 2,5 kg. Produktivitas 300-400 buah.

6. Durian Kendil

Durian yang berasal dari brongkol,Semarang. Nmanya dikaitkan dengan bentuk yang bulat seperti periuk. Kulit buahnya mudah untuk dibelah. Buahnya terdiri dari lima juring, disetiap juring berisi daging yang menyatu sehingga terlihat penuh dan padat. Berat buah + 3,5 kg, produktivitas rata-rata 570 buah. 7. Durian Lambau

Jenis durian ini ditemukan di Purworejo, Jawa Tengah. Durinya sedang berbentuk seperti kerucut dan tersusun dengan rapat. Ponggenya besar, dagingny tebal, kasar, kering dan berwarna kuning. Rasanya manis dengan aromanya yang menyengat dan tajam. Biji buahnya kecil-kecil, dengan produktivitas rendah. Setiap pohon hanya menghasilkan 30 buah.

8. Durian Lutung

(5)

besar-besar, tersusun rapat dan kokoh. Kelebihan durian ini bijinya kempes. Produsi 100 buah/tahun.

9. Durian Monthong

Tanaman durian monthong adalah tanaman genjah. Mampu berproduksi diumur 4-5 tahun setelah ditanam. Produksi buahnya banyak,bobot buan mencapai 6 kg. Dagingnya tebal, rasa manis legit dengan aroma harum.

10. Durian Parung

Saat ini durian parung bisa ditemukan di daerah Darmaga, Bogor dan Cilandak Barat, Jakarta selatan. Buah berbentuk bulat memanjang berwarna hijau keabuan. Daging tebal, berwarna kuning, berserat dan tidak kering. Rasanya manis dan biji berukuran kecil.

11. Durian Matahari

Durian ini dari Cimahpar, Bogor. Daging kering, tebal dan kuning cerah. Tekstur daging lembut dan rasanya manis. Keunggulannya adalah tahan ham penyakit.

12. Durian Sukarno

Durian ini diberi nama sama dengan Presiden kita pertama berasal dari Bengkulu. Daging buahnya tebal, biji kecil-kecil, warna buah putih kekuning-kuningan dengan rasa yang manis.

13. Durian Lay

(6)

14. Durian Tanpa Sekat

Durian unik berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dikatakan unik dikrenakan tak ada sekat yang memisahkan isi buah. Isi buah 10% lebih banyak dari durian.

15. Durian Botak

Durian ini terlihat seperti kelapa karena tidak mempunyai duri. Durian ini juga dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Berwarna kuning dengan rasa gurih dan legit. Tekstur kering dan kulit yng tipis.

16. Durian Sunan

Berasal dari Boyolali, Jawa Tengah. Daging berwarna krem, tebal dan kering berlemak, berserat halus dengan aroma yang tajam dan rasa manis, duri kulitnya rapat dan panjang-panjang.

17. Durian Chanee

Seperti durian monthong, berasal dari Thailand. Durian ini baru akan berbuah sesudah 4 hingga 5 tahun setelah ditanam. Warna daging kuning keemasan dengan rasa manis dan lembut

(Untung, 2004).

Waktu Panen

(7)

kematangan sempurna 4 bulan setelah bunga mekar. Untuk jenis monthong waktu petik yang tepat adalah 125 – 135 hari. Lalu jenis chanee 110 – 160 hari setelah bunga mekar.

Pemetikan buah/ panen bila hendak di konsumsi langsung bisa dilakukan setelah matang 100% ( buah akan jatuh sendiri ). Bila panen bertujuan untuk komersial dengan pengangkutan jarak jauh (ekspor). Pemetikan sebaiknya dilakukan pada tingkat kematangan 80% akan diperoleh 100 hari sejak bunga mekar, durian pada tingkat kematangan ini dapat disimpan 2 – 3 minggu. Alat yang digunakan untuk memetik buah durian dapat menggunakan pisau atau galah yang berpisau. Yang dipotong adalah tangkai buah yang dekat pangkal batang, kemudian buah jangan sampai jatuh agar tidak merusak tekstur/bentuk buah durian.

Manfaat Durian

Durian merupakan makanan sehat yang baik untuk tubuh jika dimakan tanpa berlebihan. Di dalam daging buah durian mengandung banyak sekali zat gizi, diantaranya adalah karbohidrat, lemak, protein, serat, kalsium (Ca), fosfor (P), asam folat, magnesium (Mg), potasium/kalium (K), zat besi (Fe), zinc, mangaan (Mn), tembaga (Cu), karoten, vitamin C, thiamin, niacin dan riboflavin (Yudistira, 2007).

(8)

gram air, 2,5 gram lemak, 28,3 gram karbohidrat, 1,4 gram serat, 2,5 gram protein dan menghasilkan energy sebesar kurang lebih 250 kJ (Sunarjono,1999).

Banyak kegunaan durian untuk kesehatan, selain mengandung vitamin-vitamin di atas, kegunaan lain durian adalah :

1. Ekstrak kulit dan buah dapat digunakan untuk mengobati bengkak dan penyakit kulit.

2. Bertentangan dengan kepercayaan populer, durian justru membantu menurunkan kadar kolestrol dalam darah.

3. Durian juga berfungsi sebagai pembersih darah.

4. Durian mengandung banyak asam amino tripofan, yang gunanya untuk mengurangi rasa gelisah, depresi dan mengobati insomnia.

5. Makan durian juga menimbulkan rasa bahagia karena buah ini meningkatkan kadar serotonin dalam otak.

6. Durian mengandung banyak protein lembut yang memungkinkan untuk dikonsumsi oleh mereka yang ingin membentuk otot.

7. Durian juga adalah afrodisiak kelas wahid. 8. Juga direkomendasikan sebagai lemak mentah.

9. Dapat mengatasi anemia, karena durian kaya akan asam folat dan zat besi.

10. Mengatasi sembelit karena durian banyak mengandung sembelit. Selain itu kulit durian yang dilumatkan dan dioleskan ke perut dapat memudahkan buang air besar.

(9)

12. Meningkatkan tekanan darah yang rendah karena mengandung zat besi dan sifatnya yang panas.

13. Mengatsi bengkak.

14. Mengobati penyakit ruam pada kulit (kurap).

15. Baik untuk kesehatan tulang dan persendian karena mengandung kalsium, potassium dan berbagai vitamin B.

16. Kandungan mangaan dapat menjaga kestabilan kadar gula dalam darah.

17. Kulit durian yang dibakar lalu dijadikan abu, airnya dapat melancarkan haid juga bersifat abortif.

18. Buahnya dapat sebagai obat penyakit kuning.

19. Meningkatkan nafsu makan karena mengandung niasin dan thiamin. 20. Riboflavin (vitamin B2) dapat mengatasi migraine.

21. Memelihara kesehatan tiroid karena kandungan tembaganya.

22. Dapat mengurangi stres dan depresi karena kandungan piridoksin (B6) 23. Baik untuk kesehatan gigi karena mengandung fosfor (P)

24. Kulit buah dapat digunakan sebagai pengusir nyamuk. 25. Akar dan air seduhan daun durian dapat sebagai antipiretik.

(10)

Pengolahan Makanan

Dalam proses pengolahan hasil pertanian dan perkebunan menjadi produk olahan bahan jadi (final product) dan bahan setengah jadi (semifinal product). Untuk bahan industri pangan dan non pangan secara garis besr dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 1. Proses pengolahan bahan mentah menjadi produk olahan (Setyohadi, 2006).

Tujuan Penggunaan Alat Mesin Pertanian

Mekanisasi pertanian adalah bagian penting dari industri pertanian saat ini. Menurut Shin and Curtis (1978), hal ini disebabkan karena nilai efisiensi produksi dan kualitas proses pengolahan bergantung pada mekanisasi. Teknologi dari yang sederhana sampai canggih mempunyai peranan sangat penting dalam transformasi suatu bahan mentah atau baku menjadi suatu produk dengan nilai tambah lebih tinggi. Dalam kegiatan agribisnis dan agroindustri, teknologi (pertanian) diperlukan sejak penyiapan lahan, penyediaan pupuk, produksi, pemanenan, penanganan pasca panen, pengolahan hasil, pengemasan serta distribusi dan pengangkutan sampai pemasaran. Hal ini penting yang patut dicermati pada krgiatan agroindustri adalah teknologi yang

menjadi kendala utama. Oleh sebab itu dan pengembangan (Mangungwidjaja dan Sailah, 2005).

Alat peralatan dan mesin-mesin.

Pengolahan secara fisik, kimiawi, mikrobiologi

dan biokimia

(11)

Yang dimaksud dengan sistem mekanisme pertanian selektif adalah usaha memperkenalkan, mengembangkan, dan membina pemakaian jenis atau kelompok jenis alat dan mesin pertanian yang serasiatau sesuai dengan keadaan wilayah setempat. Oleh karena itu, ditinjau dari segi tingkat teknologinya, mekanisasi pertanian dibedakan atas pertanian sederhana, mekanisasi pertanian madya dan mekanisasi pertanian mutakhir (Hardjosentono, dkk., 2000).

Setiap perubahan usaha tani melalui mekanisasi didasari tujuan tertentu yang membuat perubahan tersebut bisa dimengerti, logis dan dapat diterima. Diharapkan perubahan suatu sistem akan menghasilkan sesuatu yang menguntungkan dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Secara umum, tujuan mekanisasi pertanian adalah:

a. Meningkatkan efisiensi tenaga manusia b. Mengurangi kerusakan produksi pertanian c. Menurunkan ongkos produksi

d. Menjamin kenaikan kualitas dan kuantitas produksi. e. Meningkatkan taraf hidup petani

f. Memungkinkan pertumnbuhan ekonomi subsistem (tipe pertanian kebutuhan keluarga) menjadi tipe pertanian komeril.

(12)

Komponen Alat

Pegas

Pegas atau per berfungsi untuk mengembalikan tuas penekan kembali ke posisi semula setelah tuas ditekan untuk mengupas durian.

Mata Pisau

Mata pisau berfungsi untuk mengupas kulit durian. Pengupasan yang baik harus menggunakan mata pisau yang runcing. Hal ini dapat mempercepat pengupasan bahan dan membutuhkan tenaga yang lebih kecil. Pisau yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk runcing dan memiliki gerigi di setiap sisinya.

Tuas Mata Pisau

Tuas adalah salah satu pesawat sederhana yang digunakan untuk mengubah efek atau hasil dari suatu gaya. Hal ini di mungkinkan terjadi dengan adanya sebuah batang ungkit dengan titik tumpu (fulcrum), titik gaya (force), dan titik beban (load)

yang divariasikan letaknya. Dalam alat ini tuas berfungsi untuk menekan mata pisau menuju bahan. Pengoperasian tuas penekan mata pisau ini secara manual menggunakan tenaga manusia (Utomo, 2009).

Logam yang Digunakan

Baja Tahan Karat (Stainless Steel)

Logam yang digunakan merupakan logam baja tahan karat (stainless steel).

(13)

tahan terhadap karat. Baja tahan karat dapat dibagi kedalam tiga kelompok dasar, yakni:

1. Baja Tahan Karat Ferit

Baja ini mengandung unsur karbon yang rendah (sekitar 0,04 % C) dan sebagian besar dilarutkan dalam besi. Sementara itu, unsur lainnya yaitu kromium sekitar 13 % - 12 % dan tambahan kromium tergantung pada tingkat ketahanan karat yang diperlukan.

2. Baja Tahan Karat Austenit

Baja tahan karat austenit mengandung nikel dan kromium yang amat tinggi, nikel akan membuat temperatur transformasinya rendah, sedangkan kromium akan membuat kecepatan pendinginan kritisnya rendah.

3. Baja Tahan Karat Martensit

Baja tahan karat martensit mengandung sejumlah besar unsur karbon. Baja yang mengandung 0,1 % C, 13 % Cr dan 0,5 % Mn ini dapat di dinginkan untuk memperbaiki kekuatannya, tetapi tidak menambah kekerasan.

(Amanto dan Haryanto, 1999).

Besi

(14)

Politetrafluoroetilen

Sifat mekaniknya hampir sama seperti polietilen bermassa jenis tinggi. Temperatur deformasi termal pada 4,6 kgf/cm2 adalah 120o C dapat digunakan untuk waktu lebih lama pada 90o sampai 260o. Ketahanan panasnya sekitar 288o. Kristalinitasnya hilang bila melewati 300o, dan kekuatan tariknya berkurang sangat cepat. Perubahan volume karena suhu dapat diamati. Mengenai sifat kimianya, zat hanya diserang secara bertahap oleh logam alkali dan gas flour yang tinggi konsentrasinya, tetapi tidak pernah diserang oleh asam sulfat panas dan sda kaostik panas berkonsentrasi tinggi karena merupakan resinterkuat. Karena tak larut dalam pelarut maka kemampuan pemrosesannya jelek. Ketahanan melar dan ketahanan abrasi tak selalu menguntungkan (Surdia dan Saito, 2005).

Mekanisme Pembuatan Alat

Dalam pekerjaan bengkel alat dan mesin, benda kerja yang akan dijadikan dalam bentuk tertentu sehingga menjadi barang siap pakai dalam kehidupan sehari-hari, dilakukan proses pengerjaaan dengan mesin-mesin perkakas, antara lain mesin bubut, mesin bor, mesin gergaji, mesin frais, mesin skrap, mesin asah, mesin gerinda dan mesin yang lainnya (Daryanto, 1984).

Prinsip Kerja Alat Pengupas Kulit Durian

(15)

Kapasitas Kerja Alat dan Mesin Pertanian

Menurut Daryanto, dkk (2008), kapasitas kerja suatu alat atau mesin didefenisikan sebagai kemampuan alat dan mesin dalam menghasilkan suatu produk contohnya ha, kg, lt persatuan waktu (jam). Dari suatu kapasitas kerja dapat dikonversikan menjadi suatu produk per kW per jam, bila alat/mesin itu menggunakan daya penggerak motor. Jaddi satuan kapasitas kerja menjadi Ha.jam/kW, Lt.jam/kW. Persamaan matematisnya dapat ditulis sebagai berikut:

Kapasitas Alat = Produk yang dihasilkan

Waktu ... ……… (1)

Analisis Ekonomi

Biaya Pemakaian Alat

Pengukuran biaya pemakaian alat dilakukan dengan cara menjumlahkan biaya yang dikeluarkan yaitu biaya tetap dan biaya tidak tetap (biaya pokok).

Biaya Pokok = [BT

x + BTT] C ... ……… (2) Dimana:

BT = total biaya tetap (Rp/tahun) BTT = total biaya tidak tetap (Rp/tahun) X = total jam kerja pertahun (jam/tahun) C = kapasitas alat (jam/satuan produksi)

Biaya Tetap

Biaya tetap terdiri dari :

(16)

D = P−S

n ... (3)

2. Biaya bunga modal dan asuransi, perhitungannya digabungkan besarnya:

I = i(P)(n+1)

2n ... ……… (4)

3. Dinegara Indonesia belum ada ketentuan besar pajak secara khusus untuk mesin-mesin dan peralatan pertanian, bahwa beberapa literatur menganjurkan bahwa biaya pajak alsin pertanian di perkirakan sebesar 2 % pertahun dari nilai awalnya.

4. Biaya gudang atau gedung diperkirakan berkisar antara 0,5 – 1%, rata-rata diperhitungkan 1 % nilai awal (P) pertahun.

Biaya tidak tetap

Biaya tidak tetap

1. Biaya perbaikan untuk motor listrik sebagai sumber tenaga penggerak. Biaya perbaikan ini dapat dihitung dengan persamaan:

Biaya reperasi = 1,2% (P−S)

1000 jam ... (5)

2. Biaya karyawan/operator yaitu biaya untuk gaji operator. Biaya ini tergantung kepada kondisi lokal, dapat diperkirakan dari gaji bulanan atau gaji pertahun dengan total jam kerjanya (Darun, 2002).

Break Even Point (BEP)

(17)

membiayai sendiri (self financing). Selanjutnya dapat berkembang sendiri (self growing). Dalam analisis ini, keuntungan awal dianggap sama dengan nol.

Analisi titik impas juga digunakan untuk :

1. Perhitungan biaya dan pendapatan untuk setiap alternatif kegiatan usaha 2. Rencana pengembangan pemasaran untuk menetapkan tambahan investasi

untuk peralatan produksi

3. Tingkat produksi dan penjualan yang menghasilkan ekuivalensi (kesamaan) dari dua alternatif usulan investasi

(Waldiyono, 2008)

Manfaat perhitungan titik impas ( break even point) adalah untuk mengetahui batas produksi minimal yang harus dicapai dan dipasarkan agar usha yang dikelola masih layak untuk dijalankan. Pada kondisi ini income yang diperoleh hanya cukup untuk menutupi biaya operasional tanpa ada keuntungan.

Untuk mengetahui produksi titik ( BEP) maka dapat digunakan rumus sebagai berikut :

N = F

(R−V) ... (6)

Dimana:

N = Jumlah produksi minimal untuk mencapai titik impas (Kg) F = Biaya tetap pertahun (Rp)

R = Penerimaan dari tiap unit produksi (harga jual) (Rp) V = Biaya tidak tetap per unit produksi (Rp)

(18)

Biaya variabel adalah biaya yang besarnya tergantung pada output yang dihasilkan. Dimana semakin banyak produk yang dihasilkan maka semakin banyak bahan yang digunakan dan biaya yang digunakan akan semakin besar juga. Sedangkan biaya tetap adalah biaya yang tidak tergantung pada banyak sedikitnya produk yang akan dihasilkan (Soeharno, 2007).

Net Present Value (NPV)

Net Present Value (NPV) adalah selisih antara present value dari investasi nilai sekarang dari penerimaan kas bersih di masa yang akan datang. Identifikasi masalah kelayakan financial dianalisis dengan menggunakan metode analisis finansial dengan kriteria investasi. Net present value adalah kriteria yang digunakan untuk mengukur suatu alat layak atau tidak untuk diusahakan. Perhitungan net present value merupakan net benevit yang telah didiskon dengan discount factor.

Secara singkat dapat dirumuskan:

CIF - COF≥0 …………... ………….. (7) Dimana :

CIF = cash inflow

COF = sach outflow

Sementara itu keuntungan yang diharapkan dari investasi yang dilakukan bertindak sebagai tingkat bunga modal perhitungan :

Penerimaan (CIF) = pendapatan x (P/A,n) + nilai akhir x ( P/F, i,n) Pengeluaran (COF) = investasi + pembiayaan ( P/A,i,n)

(19)

- NPV> 0, berarti usaha yang telah dilaksanakan menguntungkan

- NPV <0, berarti sampai dengan tahun t investasi usaha tidak menguntungkan - NPV = 0, berarti tambahan manfaat sama dengan tambahan biaya yang

dikeluarkan (Darun, 2002)

Internal Rate Return (IRR)

Dengan menggunakan metode IRR akan mendapatkan informasi yang berkaitan dengan tingkat kemampuan cash flow dalam mengembalikan investasi yang dijelaskan dalam bentuk % periode waktu. Logika sederhananya menjelaskan seberapa kemampuan cash flow dalam mengembalikan modalnya dan seberapa besar pula kewajiban yang harus dipenuhi (Giatman, 2006).

Internal rate of return (IRR) adalah suatu tingkatan discount rate, pada discount rate

dimana diperoleh B/C ratio = 1 atau NPV = 0. Harga IRR dapat dihitungkan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

IRR =

i1

NPV 1

(NPV 2−NPV 1)

(i1

i2)

……….… (8)

Dimana:

i1 = suku bunga bank yang paling antraktif i2 = suku bunga bank coba-coba

Figur

Gambar 1. Proses pengolahan bahan mentah menjadi produk olahan

Gambar 1.

Proses pengolahan bahan mentah menjadi produk olahan p.10

Referensi

Memperbarui...