• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembuatan Baterai Lithium Menggunakan Bahan Aktif Mesocarbon Microbead (MCMB) Sebagai Anoda Dengan Variasi Persentase Berat Pelarut N,N-Dimethyl Acetamide (DMAC)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pembuatan Baterai Lithium Menggunakan Bahan Aktif Mesocarbon Microbead (MCMB) Sebagai Anoda Dengan Variasi Persentase Berat Pelarut N,N-Dimethyl Acetamide (DMAC)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Merupakan suatu kenyataan bahwa kebutuhan akan energi, makin berkembang

menjadi bagian tak terpisahkan dari kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari.

Apalagi, baterai menjadi kebutuhan utama yang akan berkembang pada masa

depan, salah satunya adalah baterai ion lithium. Baterai ion lithium telah menjadi

sektor penting pada baterai sekunder. Baterai ini telah banyak digunakan dalam

perangkat teknologi yang sifatnya mobile seperti ponsel, laptop, kamera,

handycam, alat-alat militer, bahkan kendaraan mobil hybrid. Hal ini dikarenakan

baterai ion lithium memiliki rapat energi yang tinggi (150-275 mAh/g), ramah

lingkungan (zero emission) dan memiliki lama pemakaian (life cycle) yang lama

(hingga 10-15 tahun). Selain itu, baterai ion lithium memiliki stabilitas termal

pada suhu (50-600C) (Ang Xiao, 2006), tidak ada memory effect sehingga

kapasitas baterai relatif konstan/tetap, kapasitas listrik dan tegangannya yang

besar, serta memiliki kebebasan yang lebih luas untuk pemilihan yang ramah

lingkungan sebagai material pembentuknya. Kebutuhan energi di Indonesia dapat

dilihat pada Gambar 1.1. Dengan adanya pengembangan baterai ion lithium di

Indonesia, diharapkan mampu memberi dampak positif untuk perkembangan

energi di Indonesia sendiri.

(2)

lifetime dan temperatur operasi. Dengan memperhatikan faktor-faktor ini dapat,

dipertimbangkan material-material yang cocok untuk komponen baterai ion

lithium agar memenuhi persyaratan. (Ying, 2012)

Komponen utama penyusun baterai ion lithium yaitu, anoda, katoda,

elektrolit dan separator. Di dalam sistem baterai akan terjadi reaksi oksidasi dan

reduksi pada elektrodanya. Katoda adalah elektroda positif. Pada saat discharging

katoda akan mengalami reaksi reduksi dan ion lithium akan bergerak kekatoda di

dalam sistem baterai. Anoda adalah elektroda negatif. Pada saat discharging

anoda akan mengalami reaksi oksidasi dan ion lithium berggerak meninggalkan

anoda. Sedangkan elektrolit adalah perantara bagi ion lithium untuk bergerak dari

anoda ke katoda dan sebaliknya dan separator adalah pemisah berpori antara

anoda dan katoda agar tidak terjadi short contact.

Dalam desain elektroda, ketebalan elektroda (muatan material aktif),

porositas elektroda dan komposisi kimia merupakan parameter penting yang

mempengaruhi energi dan kapabilitas daya pada sel. Untuk material aktif yang

diberikan, densitas energi elektroda dapat ditingkatkan dengan teknik pendekataan

termasuk meningkatkan ketebalan elektroda, mengurangi porositas elektroda dan

mengurangi isi bahan aktif (pengikat polimer dan karbon konduktif) (Zheng et all,

2012). Komposisi kimia elektroda juga jauh mempengaruhi kinerja elektrokimia

keseluruhan baterai ion lithium. (Liu et all, 2008)

Analisa kualitatif telah disajikan untuk menemukan hubungan antara

desain variabel dan kinerja elektrokimia untuk berbagai sistem baterai. Ketebalan

elektroda dikenal sebagai parameter desain penting yang mempengaruhi kinerja

elektrokimia sel, meskipun hasil eksperimen rinci dan kuantitatif yang berkaitan

dengan efek tebal elektroda tidak cukup, dan terkadang bahkan tidak tersedia.

Studi yang dilaporkan belum sepenuhnya menjelaskan efek difusi ion lithium

dalam elektroda karena kesulitan dan kompleksitas proses transportasi. Beberapa

masalah ilmiah mendasar yang berkaitan dengan efek ketebalan elektroda tetap

soal dugaan. Sebuah pemahaman yang komprehensif tentang efek tebal elektroda

adalah sangat penting untuk merancang kualitas tinggi elektroda untuk memenuhi

(3)

Anoda pada baterai biasanya digunakan adalah karbon berbasis grafit,

karena grafit memiliki densitas energi yang lebih tinggi dan keselarasan struktur

yang lebih baik dibanding dengan anoda yang tidak berbasis karbon seperti

Lithium Titanate Oxside (LTO), di mana LTO memiliki beda potensial yang

cukup besar yaitu 1,5 terhadap lithium metal. Anoda berbasis karbon yang

menarik perhatian luas yang sering digunakan yaitu Mesocarbon Microbead

(MCMB). MCMB memiliki struktur spiral yang unik dengan diameter 1-40 m

densitas yang tinggi, dan kompatibiliti elektrolit yang baik. MCMB memiliki luas

permukaan yang kecil sehingga pada saat charge-discharge reaksi pada

permukaan dapat di minimalisir. MCMB merupakan karbon black yang memiliki

struktur mikrokristalin mirip dengan grafit. (Chin-Wei Shen, 2014)

Pada penelitian ini, akan dibuat lembaran anoda dengan material aktif

yang menggunakan serbuk MCMB selain itu akan dilakukan variasi persentase

berat N,N – Dimethyl Acetamide (DMAC) yang digunakan sebagai pelarut untuk

membuat lembaran anoda. Penggunaan pelarut akan memberikan efek kekentalan

pada slurry, dan jika dikeringkan maka pelarut akan menguap sehingga secara

otomatis akan mempengaruhi ketebalan dari lembaran anoda tersebut. Dari

variasi persentase berat pelarut dan ketebalan yang berbeda akan dilihat

perbandingan dari performa baterai ion lithium. Penelitian ini diharapkan dapat

membantu, untuk menentukan komposisi, khususnya komposisi dari pelarut pada

saat pembuatan slurry sehingga dapat membuat ketebalan yang pas sehingga

lembaran tersebut akan memiliki performa baterai yang bagus.

1.2Perumusan Masalah

Untuk mendapatkan performa baterai yang bagus pada sel baterai ion lithium

dengan menggunkan anoda berbasis karbon yaitu MCMB, struktur awal dari

MCMB yang digunakan merupakan hal penting yang harus diketahui. Maka,

perumusan masalah pada penelitian ini adalah :

1. Bagaimana karakteristik dari MCMB yang digunakan.

2. Bagaimana pengaruh variasi persentase berat pelarut DMAC terhadap

(4)

3. Bagaimana pengaruh serbuk MCMB kalsinasi dan tanpa kalsinasi terhadap

performa baterai.

1.3Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Membuat lembaran anoda MCMB dengan persentase berat MCMB terhadap

pelarut DMAC sebagai berikut 42,86%, 33,33%, 27,27% .

2. Menganalisis pengaruh variasi persentase berat pelarut DMAC terhadap

ketebalan lembaran anoda dari MCMB.

3. Menganalisis pengaruh variasi persentase berat pelarut DMAC terhadap

performa anoda MCMB pada sel baterai lithium.

1.4Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi yang positif terhadap

perkembangan baterai ion lithium di Indonesia diantaranya :

1. Mendapatkan persentase berat pelarut DMAC yang terbaik untuk membuat

slurry pada anoda MCMB.

2. Mendapatkan lembaran anoda MCMB yang terbaik pada performa sel baterai

ion lithium.

3. Memberikan informasi sebagai pengembangan pengetahuan pada penelitian

lanjutan khususnya bidang material energi terbarukan.

1.5Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Pembuatan lembaran anoda menggunakan bahan baku sebagai berikut,

material aktif serbuk MCMB import, pelarut DMAC, binder Polyvinylidene

Fluoride (PVDF), dan zat aditif Acetylene Black (AB).

2. Komposis pembuatan slurry dengan menggunakan perbandingan material

aktif, binder dan zat aditif berturut-turut sebagai berikut 85% : 10% : 5%.

Dan persentase berat pelarut DMAC yang digunakan sebesar 42,85%,

(5)

3. Membuat baterai prismatik dengan lembaran anoda MCMB dan LiCoO2

sebagai katoda, LiPF6 sebagai elektrolit dan separator Polyetylene (PE)

4. Pengujian karakterisasi serbuk dilakukan dengan alat Scanning Electron

Microscopy (SEM), X-Ray Difraction (XRD). Sedangkan pengujian performa

baterai dilakukan dengan alat Cyclic Voltamettry (CV) dan Charge-Discharge

(CD).

1.6Sistematika Penulisan

Laporan tugas akhir ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:

Bab 1 Pendahuluan

Bab ini berisi tentang latar belakang penelitian, perumusan masalah,

tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah dan sistematika

penulisan.

Bab 2 Tinjauan Pustaka

Bab ini membahas tentang landasan teori yang menjadi acuan untuk

proses pengembilan data, analisa data serta pembahasan.

Bab 3 Metodologi Penelitian

Bab ini membahas tentang rancangan penelitian, tempat dan waktu

penelitian, peralatan dan bahan penelitian, prosedur penelitian serta

diagram alir penelitian.

Bab 4 Hasil dan Pembahasan Penelitian

Bab ini membahas tentang data hasil penelitian dan analisa data yang

diperoleh dari penelitian.

Bab 5 Kesimpulan dan Saran

Bab ini menyajikan kesimpulan dari seluruh kegiatan dan hasil

penelitian dan berisi saran-saran yang diperlukan untuk

pengembangan dan penelitian lebih lanjut.

Gambar

Gambar 1.1 Diagram kebutuhan energi di Indonesia (Prihandoko,2015)

Referensi

Dokumen terkait

Dengan mulai terbentuknya aglomerisasi partikel bulat besar yang lebih mendomian dari pada bulat kecil, hal ini akan memungkinkan elektroda memiliki kerapatan yang tinggi,

Beberapa karakteristik yang harus dipenuhi suatu material yang digunakan sebagai katoda antara lain material tersebut terdiri dari ion yang mudah melakukan reaksi

PENGARUH KETEBALAN KATODA LiFePO 4 TERHADAP VARIASI KOMPOSISI SERTA KETEBALAN ANODA MESOCARBON MICROBEAD (MCMB) PADA KAPASITAS BATERAI ION

Suatu material elektrokimia dapat berfungsi baik sebagai elektroda anoda maupun katoda bergantung pada pemilihan material yang akan menentukan karakteristik perbedaan nilai

Pada baterai ion lithium, tampak bahwa ukuran dan keseragaman partikel bahan aktif, komposisi lembaran elektroda, ketebalan serta parameter pembuatan lembaran katoda dan anoda

D.1.1 Hasil kapasitas charge-discharge baterai dengan komposisi anoda MCMB. (85 : 10 : 5) ketebalan

Kemampuan kapasitas energi yang tersimpan dalam baterai lithiuam tergantung pada beberapa banyak ion lithium yang dapat disimpan dalam struktur bahan elektrodanya

Lampiran A.3: Peralatan pada Pembuatan Slurry Tab Katoda Cawan Petri sendok Beaker glass Magnetik stiter Neraca Digital Hot Plate... Lampiran A.4: Peralatan