• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asuhan Keperawatan dengan Aplikasi Mileu Therapy pada Klien dengan Masalah Self Perception di Ruang Sipiso-piso Rumah Sakit Jiwa Prof. M. Ildrem Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Asuhan Keperawatan dengan Aplikasi Mileu Therapy pada Klien dengan Masalah Self Perception di Ruang Sipiso-piso Rumah Sakit Jiwa Prof. M. Ildrem Medan"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRATIKA SENIOR

Asuhan Keperawatan dengan Aplikasi Mileu Therapy pada pasien dengan Masalah Self Perception di Ruang Sipiso-piso Rumah Sakit Jiwa Prof. M.

Ildrem Medan

Disusun dalam Rangka Menyelesaikan Mata Ajar Pratika Senior

OLEH REISY TANE

101101006

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS TAHAP PROFESI FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

(2)

PRATIKA SENIOR REPORT

Nursing Care by Applying Milieu Therapy

in Patients with Self-Perception Problems in

Sipiso-Piso Room of Prof. Dr. Muhammad Ildrem

Mental Hospital, Medan

Prepared in the Framework Completed Subject Pratika Senior

By :

Reisy Tane 101101006

EDUCATION OF NURSING IN PROFESSION PROGRAM FACULTY OF NURSING

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

(3)
(4)
(5)

Judul : Asuhan Keperawatan dengan Aplikasi Milieu Therapy pada Pasien dengan Masalah Persepsi Diri di Ruangan Sipisopiso RSJ Prof. Muhammad Ildrem

Nama Mahasiswa : Reisy Tane

Nim : 101101006

Jurusan : Nursing profession program Tahun akademik : 2014-2015

ABSTRAK

Skizofrenia merupakan kumpulan dari beberapa gejala klinis yang penderitanya akan mengalami gangguan dalam kognitif, emosional, persepsi serta gangguan dalam tingkah laku. Berbagai masalah keperawatan dapat muncul pada pasien dengan skizofrenia, salah satunya masalah persepsi diri. Masalah persepsi diri merupakan domain ke enam didalam NANDA. Self-perseption adalah kesadaran tentang diri sendiri. Asuhan keperawatan dengan aplikasi milieu therapy

diperlukan untuk meningkatkan status kesehatan pasien. Kegiatan pratika senior dilakukan di RSJ Prof. Muhammad Ildrem selama 2 minggu mulai dari tanggal 22 Juni sampai 4 juli 2015. Mahasiswa memberikan asuhan keperawatan pada pasien mulai dari pengkajian, penegakan diagnosa keperawatan, menetapkan intervensi dan implementasi keperawatan. Dalam pemberian asuhan keperawatan penulis juga mengaplikasikan pemberian terapi lingkungan atau milieu therapy. Asuhan keperawatan ini diberikan berdasarkan NANDA, NIC dan NOC. Hasil dari pratika senior didapatkan bahwa milieu therapy dalam pelaksanaan nya tidak berjalan maksimal, Namun hasil dari evaluasi terhadap implementasi keperawatan yang telah dilakukan didapatkan adanya perubahan pada pasien yaitu pasien mengatakan menyukai semua bentuk tubuhnya, merasa berharga terhadap dirinya, berjanji selalu minum obat dan tampak aktif dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh perawat di RSJ Prof.Muhammad Ildrem.

(6)

Title of the Thesis : Nursing Care by Applying Milieu Therapy in Patients with Self-Perception Problems in Sipiso-Piso Room of Prof. Dr. Muhammad Ildrem Mental Hospital, Medan

Name of Student : Reisy Tane Std. ID Number : 101101006

Program : Nursing profession program Academic Year : 2014-2015

ABSTRACT

Schizophrenia is a group of several clinical symptoms in which the sufferers undergo cognitive, emotional, perceptual, and behavioral disorders. Various nursing problems can occur in schizophrenia patients; one of them is self-perception which is the sixth domain in NANDA. Self-self-perception is the

consciousness about one’s self. Nursing care with milieu therapy application is needed to increase patients’ health status. Senior’s practical work was conducted

at Prof. Dr. Muhammad Ildrem Mental Hospital within 2 weeks, from June 22 to July 4, 2015. Students provided nursing care for the patients on analysis, giving nursing diagnoses, determining intervention, and implementing the treatment. In providing the nursing care, the writer also applied environmental therapy or milieu therapy which was based on NANDA, NIC, and NOC. The result of the practical work showed that milieu therapy, in its implementation, did not run maximally. However, the result of the evaluation on the nursing implementation showed that there was a change in patients: they said that they all their body shapes, they felt worthwhile, they promised to take medicine regularly, and they looked active in every activity done by nurses at Prof. Dr. Muhammad Ildrem Mental Hospital.

(7)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas karunia dan

nikmat-Nya yang luar biasa, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Pratika Senior ini tepat pada waktunya dengan judul “Asuhan Keperawatan

dengan Aplikasi Mileu Therapy pada Klien dengan Masalah Self Perception di Ruang Sipiso-piso Rumah Sakit Jiwa Prof. M. Ildrem Medan”.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Pratika Senior ini tidak

lepas dari bantuan dan do’a banyak pihak. Penulis ingin menyampaikan rasa

terima kasih kepada :

1. dr. Dedi Ardinata, M.Kes. selaku Dekan Fakultas Keperawatan

Universitas Sumatera Utara.

2. Salbiah S.Kp., M.Kep selaku Koordinator Mata Ajar Praktik Belajar

Lapangan Komprehensif Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera

Utara.

3. R. Devi Tumanggor Skep,Ns,MNurs(MntlHlth) selaku Pembimbing Mata

Ajar Pratika Senior Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

4. Serta kepada seluruh staf perawat diruangan cempaka RSJ Prof.

Muhammad Ildrem Medan.

5. Kepada seluruh staf dan dosen program reguler Fakultas Keperawatan

yang telah memberikan ilmu kepada penulis dapat menyelesaikan Pratika

Senior ini.

6. Keluarga penulis, khususnya Ibu saya tercinta yang tidak pernah lelah memberikan do’a dan semangat serta adikku tersayang yang selalu

menghibur dikala keletihan melanda.

7. Rekan-rekan seperjuangan profesi Ners angkatan 2010 Fakultas

Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

8. Semua Pihak yang dalam kesempatan ini tidak dapat seluruhnya

disebutkan namanya satu persatu yang telah banyak membantu saya baik

dalam penyelesaian Laporan Pratika Senior ini.

Penulis menyadari bahwa Laporan Pratika Senior ini tidak lepas dari

kekurangan dan kesalahan, untuk itu penulis mengaharapkan masukan, saran dan

(8)

senantiasa melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepada semua pihak yang telah

membantu saya. Semoga skripsi ini bermanfaat dalam memberikan informasi di

bidang kesehatan terutama keperawatan.

Medan, 6 Agustus 2015

Penulis

(9)

DAFTAR ISI

C. Manfaat Penelitian ... 4

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 5

A.Skizofrenia ... 6

B.Asuhan Keperawatan pada Pasien Skizofrenia ... 18

2.1 Pengkajian ... 18

2.2Diagnosa, Kriteria hasil dan Intervensi ... 20

C. Milieu Therapy ... 50

BAB 3 LAPORAN KASUS ... 54

B. Tinjauan Kasus ... 54

2.1 Pengkajian ... 54

2.2 Diagnosa Keperawatan ... 68

(10)

2.4 Implementasi dan Evaluasi ... 81

2.5 Pembahasan Milieu Therapy ... 90

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ... 91

A. Kesimpulan ... 91

B. Saran ... 91

(11)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Analisa Data ………. 64

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan : Mampu melakukan asuhan keperawatan pada klien perilaku kekerasan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan dengan

Dari hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap kelima partisipan melalui pengalaman perawat dalam memberikan asuhan keperawatan klien dengan perilaku kekerasan ada

1) Memberikan label dan ukuran-ukuran untuk kriteria hasil yang komprehensif. 2) Sebagai hasil dari intervensi keperawatan. 3) Mendefinisikan kriteria hasil yang berfokus pada

X terganggu.Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengangkat asuhan keperawatan dengan prioritas masalah Kebutuhan dasar Keamanan dan keselamatan pada

masalah keperawatan defisit perawatan diri tekhusus pada klien gangguan. jiwa, waktu asuhan keperawatan akan lebih efektif jika 2

Pasien yang dijadikan peserta pada terapi aktivitas adalah klien dengan masalah keperawatan halusinasi pendengaran dan penglihatan, karena kegiatan ini dapat membantu klien

Diagnosa keperawatan pada klien 1 dan klien 2 dari hasil anamnesa, obsevasi dan pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan diagnostik yang didapatkan menunjukkan masalah

Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan perawat pelaksana dalam implementasi asuhan keperawatan dengan tanda gejala