• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP PROFITABIL (2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP PROFITABIL (2)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN

(Studi Kasus pada CV Dandy Handycraft Tasikmalaya)

Disusun oleh Dikti Kusmeidi Ruwindas

NPM 043403333

Pembimbing

H. Usman Mulja Kusumah, SE., Ak. Rd. Neneng Rina, SE., MM.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana modal kerja di perusahaan, (2) bagaimana Profitabilitas di perusahaan (3) bagaimana pengaruh modal kerja terhadap Profitabilitas Perusahaan pada CV Dandy Handycraft Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumber data dimana penelitian ini dilaksanakan di CV Dandy Handycraft Tasikmalaya dan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari literatur dan buku-buku yang ada hubungannya dengan masalah yang akan diteliti. Alat analisis yang digunakan adalah uji regresi sederhana dengan skala pengukuran rasio. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian mengenai pengaruh modal kerja terhadap Profitabilitas Perusahaan yaitu modal kerja berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas Perusahaan.

Kata kunci: Modal Kerja, Profitabilitas Perusahaan

ABSTRACT

The research objective to know (1) the Working Capital in company, (2) the Profitability in company, (3) the influence Working Capital to Company Profitability at CV Dandy Handycraft Tasikmalaya. Method applied in this research is analytical descriptive method with case study approach. Data collecting technique by through primary data that is data obtained directly from data sourch where is research executed in CV Dandy Handycraft Tasikmalaya and secondary data that is data obtained from literature and the bibliography are relationship with problem which will be cecked. Analyzer applied is simple regression test with measurement scale of ratio. Testing of hypotesis by using test t. Result of research indicates that testing about Working Capital influence to Company Profitability that is Working Capital had an effect on significant to Company Profitability.

(2)

Latar Belakang Penelitian

Modal kerja merupakan salah satu komponen penting dalam menjalankan aktivitas usaha Perusahaan. Modal kerja yang digunakan diharapkan akan dapat kembali masuk dalam waktu pendek melalui penjualan. Hal ini dikarenakan modal kerja akan berputar secara terus menerus setiap periodenya dapat dialokasikan kembali untuk membiayai operasi perusahaan.

Melalui pengelolaan yang baik, diharapkan modal yang tertanam dalam bentuk modal kerja tersebut dapat dimanfaatkan secara efisien dan seefektif mungkin, melalui aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan. Manajemen keuangan berperan penting dalam perencanaan dan pengalokasian modal, karena berhasil atau tidaknya tujuan perusahaan tergantung pada pengelolaan modal yang tersedia. Dalam perencanaan pengalokasian modal, manajemen keuangan dituntut untuk mampu melakukan efesiensi, semua ini dapat diwujudkan dengan menarik suatu keputusan dalam kebijakan menetukan modal yang dibutuhkan.

Untuk mengukur kinerja perusahaan dapat dilakukan dengan mengukur kemampulabaan (profitabilitas). Dimana profitabilitas ini merupakan hasil akhir bersih dari berbagai kebijakan dan keputusan manajemen. Rasio profitabilitas akan memberikan jawaban akhir tentang efektifitas manajemen perusahaan, rasio ini memberi gambaran tentang efektifitas pengelolaan perusahaan. Salah satunya dengan menggunakan rasio profitabilitas Return On Asset (ROA). Rasio profitabilitas ini dijadikan sebagai ukuran untuk menilai kemampuan perusahaan di dalam menghasilkan laba dan rasio ini diharapkan dapat mewakili beberapa penilaian yang seharusnya dijadikan sebagai patokan perusahaan dalam menjalankan usahanya.

CV. Dandy Handicraft yang beralamat di Jln. Raya Panembong. 395 Rajapolah Tasikmalya memusatkan perhatian untuk meperoleh laba yang maksimal dan berusaha untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dengan menggunakan segala kemampuan serta sumber daya yang tersedia yang pada ahirnya dapat meningkatkan anggota/karyawan perusahaan juga mingkatkan kesejahteraan masyarakat tetap bersaing dengan perusahaan lain.

Di CV. Dandy Handicraft profitabilitas perusahaan mengukur efektifitas managemen berdasarkan hasil pengembalian yang di hasilkan dari penjualan dan investasi dengan modal kerja yang memadai dan di dukung dengan peningkatan volume penjualan maka profitabilitas perusahaan pun akan meningkat karena disadari betul betapa pentingnya arti keuntungan bagi masa depan perusahaan.

Berdasarkan fenomena di atas, penulis mencoba untuk meneliti sejauh mana modal kerja berpengaruh terhadap profitabilitas. Sebagai bahan perbandingan, penelitian ini merujuk pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh :

(3)

2. Rizal Rizaludin (2007), dengan judul ”Pengaruh Modal Kerja Terhadap Sisa Hasil Usaha” dengan indikator Kas, Piutang usaha, Laba sebelum pajak, Total aktiva. Studi kasus pada BPR ”Jelita” Buah Batu Bandung. Melalui penelitiannya diperoleh hasil bahwa penambahan atau pengurangan modal kerja akan mempengaruhi perolehan sisa hasil usaha.

3. Poniman Ismail (2006), dengan judul ”Pengaruh Modal Kerja Terhadap Voleme Penjualan” dengan indikator Selisih aktiva lancar dengan hutang lancar,Jumlah penyerahan barang yang dicapai perusahaan dikalikan dengan harga perunit barang. Studi kasus pada PT. Bintang Caraka Motor Bandung. Melalui penelitiannya diperoleh hasil bahwa pengaruh modal kerja secara simultan terhadap voleme penjualan mempunyai pengaruh positif

Berdasarkan yang melatar belakangi hal tersebut diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian pada CV. Dandy Handicraft Tasikmalaya mengenai “Pengaruh Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Perusahaan”.

Tinjauan Pustaka Modal kerja

Konsep modal keuangan dianut oleh sebagian besar perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan. Menurut konsep modal keuangan, seperti uang atau daya beli yang diinvestasikan, modal adalah sinonim dengan aktiva bersih atau ekuitas perusahaan. Menurut modal visi, seperti kemampuan usaha, modal dipandang sebagai kapasitas produktif perusahaan yang didasarkan pada unit out

put per hari”. (Ikatan Akuntan Indonesia (IAI, 2007).

Menurut Bambang Rianto (2004 : 57) Modal kerja merupakan modal yang digunakan untuk membelanjai atau membiayai usaha sehari-hari atau rencana-rencana yang akan datang, dimana uang atau dana yang dikeluarkan itu di harapkan akan kembali dalam waktu yang pendek melalui penjualan barang-barang atau produksinya, maka uang atau dana tersebut akan terus menerus berputar setiap periodenya selama hidup perusahaan.

Bambang Rianto (2004:57) mengemukakan pengertian modal kerja yang terdiri dari beberapa konsep yaitu:

1. Konsep Kuantitatif

Konsep ini mendasarkan kuantitas dari dana yang tertanam dalam unsur-unsur aktiva lancar, dimana kativa ini merupakan aktiva yang sekali berputar kembali kedalam bentuk semula. Modal kerja dalam konsep ini adalah keseluruhan dari aktiva lancar (Gross working capital).

2. Konsep Kualitatif

Konsep ini mengartikan modal kerja sebagai kelebihan aktiva lancar diatas hutang lancarnya. Dimana modal kerja ini merupakan sebagian aktiva yang benar-benar digunakan untuk membiayai operasi perusahaan tanpa mengganggu likuiditasnya. Modal kerja dalam pengertian ini disebut modal kerja bersih (Net Working Capital).

3.Konsep Fungsional

(4)

Dari beberapa pengertian modal kerja penulis menarik kesimpulan bahwa modal kerja yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan operasi sehari-hari merupakan modal kerja kuantitatif karena modal kerja ini didasarkan pada keseluruhan aktiva lancar dalam menghasilkan pendapatan dari usaha pokok perusahaan, hal ini sesuai dengan judul yang penulis ambil bahwa ada keterkaitan antara modal kerja dengan profitabilitas.

Profitabilitas

Menurut Agnes Sawir (2005) pengertian Profitabilitas adalah Kemampuan (Profitabilitas) merupakan hasil akhir bersih dari berbagai kebijakan dan keputusan manajemen. Sedangkan menurut Ridwan Tobing dan Nirwan Talankky (2004:263) Profitabilitas adalah Kemempuan memperoleh laba, kemampuan perseroan untuk memperoleh laba dan potensi untuk memperoleh penghasilan pada masa yang akan datang yang dapat diukur dengan Return on equity (ROE) dan Return on assets (ROA).

Berdasarkan definisi-definisi diatas penulis menyimpulkan bahwa profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperloleh laba dengan melakukan berbagai kebijakan dan keputusan manajemen yang tepat.

Return On Asset (ROA)

Analisis rasio keuangan yang akan digunakan untuk mengukur profitabilitas yang dimaksud ialah Return On Asset (ROA). Alasan dipilihnya

Return On Asset dari berbagai rasio profitabilitas yang ada yaitu, karena Return On Asset (ROA) ini merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur

kemampuan manajemen perusahaan mengelola aktiva lancar untuk memperoleh keuntungan (laba). Semakin besar Return On Asset (ROA) suatu perusahaan, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan tersebut dan semakin baik pula posisi perusahaan tersebut dari segi penggunaan assetnya.

Rasio untuk mengukur kemampuan manajemen perusahaan dalam mengelola aktiva yang dikuasainya untuk menghasilkan berbagai income (Agnes Sawir, 2005:32).

Rasio yang menggambarkan perputaran aktiva diukur dari volume penjualan. Semakin besar rasio ini semakin baik. Hal ini berarti bahwa aktiva dapat lebih cepat berputar memperoleh laba (Bambang Riayanto, 2001:331).

Dimana rumusnya:

(5)

keberhasilan perusahaan dengan manajemen modal kerja yang baik di harapkan memicu tenaga kerja untuk menghasilkan produk yang bekualitas, produk yang berkualitas tentu akan di minati dan dicari oleh konsumen/pelanggan. Ketika konsumen/pelanggan telah percaya terhadap kualitas produk kita di harapkan akan dapat meningkatkan volume penjualan produk tersebut sehingga pada akhirnya nanti diharapkan akan berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan, yang merupakan salah satu tujuan utama perusahaan agar bisa tetap bertahan nya serta bisa bersaing dengan perusahaan perusahaan lain.

Untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan dapat dilihat dari rasio profitabilitas yang merupakan ukuran kinerja suatu perusahaan. Analisis rasio profitabilitas sangat penting baik bagi pihak intern maupun bagi pihak ekstern terutama bagi pemodal karena pemodal akan lebih berkepentingan dengan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan. Sopyan Syarif Harahap (2000:305) mengungkapkan bahwa profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Profitabilitas menunjukan tingkat keberhasilan suatu badan usaha dalam menghasilkan pengembalian (Return) kepada pemiliknya yang digambarkan oleh Return On Asset (ROA). Berdasarkan definisi tersebut profitabilitas dapat diartikan sebagai kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dari kegiatannya dengan menggunakan modal dan aset yang dimilikinya.

Dengan modal kerja yang cukup perusahaan diharapkan dapat menyediakan dana dalam bentuk kredit serta dapat mencapai tujuannya yaitu mencapai laba bersih semaksimal mungkin.

Hipotesis

Dari keseluruhan pemaparan diatas maka peneliti merumuskan hipotesis untuk kemudian diuji kebenaranya oleh peneliti.hipotesis yang dirumuskan tersebut adalah “Modal Kerja Berpengaruh Terhadap Profitabilitas Perusahaan”.

Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan studi kasus, menurut Mohammad Nazir (1999:63) metode deskriptif analisis adalah:

“Suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang”.

Sedangkan pengertian studi kasus menurut Mohammad Nazir (1999:63) adalah:

“Penelitian ilmiah yang membahas dan menganalisa masalah berdasarkan kondisi yang sebenarnya terjadi pada perusahaan yang diteliti”.

(6)

Operasionalisasi Variabel

1. Variabel Bebas (Independent Variabel)

Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat) (Sugiyono, 2004:33).

Di dalam penelitian ini terdapat satu variabel bebas yaitu: X = Modal Kerja

2. Variabel Tidak Bebas (Dependent Variable)

Variabel dependen (terikat) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2004:33).

Dalam penelitian ini variabel dependennya yaitu: Y = Tingkat Profitabilitas

Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh hasil penelitian yang diharapkan maka dibutuhkan data dan informasi yang akan mendukung penelitian ini. Untuk itu penulis mengumpulkan data berupa :

1. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh dilapangan dengan mengadakan penelitian langsung ke bagian akuntansi. Data-data dikumpulkan dengan cara :

a. Observasi

Adalah pengamatan langsung dengan cara merekam kejadian, mengukur, menghitung, dan mencatat kegiatan terhadap kegiatan objek penelitian. b. Wawancara

Adalah suatu metode penelitian yang meliputi pengumpulan data melalui interaksi verbal secara langsung antara pewawancara dengan responden. c. Studi Dokumentasi

Adalah dengan cara menggunakan penelaahan terhadap dokumen-dokumen, naskah-naskah, atau laporan-laporan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti dan mendukung terhadap penulisan ini.

2. Data sekunder yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan untuk memperoleh informasi dan pengetahuan yang dapat dijadikan pegangan dalam penelitian, yaitu dengan mempelajari literatur yang berkaitan dengan masalah penelitian.

Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis

Analisis regresi sederhana

Analisis regresi digunakan untuk mengetahui hubungan fungsional antara Modal Kerja (X) terhadap tingkat Profitabilitas (Y) perusahaan, dengan persamaan sebagai berikut:

(7)

Hasil Penelitian

Modal kerja di sini yang diambil dari total aktiva lancar berupa kas, bank, piutang dan persediaan. Untuk lebih lanjutnya penulis disajikan dalam data aktiva lancar yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel Aktiva Lancar

CV Dandy Handycraft Tasikmalaya tahun 2003 – 2010

Tahun Aktiva Lancar (Rp)

Perubahan (Rp)

Perubahan (%) 2003 75.936.680

2004 111.922.889 35.986.209 47,39

2005 143.928.990 32.006.101 28,60

2006 171.057.559 27.128.569 18,85

2007 196.365.043 25.307.484 14,79

2008 224.141.176 27.776.133 14,15

2009 292.209.059 68.067.883 30,37

2010 323.985.400 31.776.341 10,87

Sumber : CV Dandy Handycraft Tasikmalaya

Adapun data mengenai Profitabilitas pada CV Dandy Handycraft Tasikmalaya, penulis sajikan dalam tabel berikut :

Tabel Profitabilitas

CV Dandy Handycraft Tasikmalaya Tahun 2003-2010

Tahun Laba Sebelum Pajak

(Rp)

Total Aset

(Rp)

Profitabilitas

(8)

Pembahasan

Pengaruh Modal Kerja terhadap Profitabilitas di CV Dandy Handycraft Tasikmalaya

Untuk mengetahui pengaruh besarnya modal kerja terhadap Profitabilitas pada CV Dandy Handycraft Tasikmalaya, maka dilakukan uji atas hipotesis. Di mana hipotesis tersebut adalah "modal kerja berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas". Yang berarti bahwa modal kerja meningkat maka Profitabilitas meningkat pula.

Pada penelitian ini, analisis data menggunakan analisis koefisien korelasi dan koefisien determinasi dengan menggunakan program SPSS Versi 16.0. Hasil penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis untuk melihat pengaruh modal kerja terhadap Profitabilitas.

Uji Regresi Linier Sederhana

Hasil perhitungan regresi linier sederhana dengan menggunakan program SPSS. 15.0 diperoleh bahwa :

Y = -65,669 + 3,910 (X)

Berdasarkan persamaan regresi di atas maka dapat dikatakan bahwa apabila terdapat peningkatan modal kerja sebesar 1 rupiah (X = 1) maka akan menyebabkan Profitabilitas meningkat sebesar Rp. 3,910. Jadi semakin naik modal kerja akan diikuti oleh kenaikan Profitabilitas di CV Dandy Handycraft Tasikmalaya.

Analisis koefisien determinasi

Untuk mengetahui berapa besarnya pengaruh modal kerja terhadap Profitabilitas maka rumus yang digunakan adalah :

Kd = r2 x 100%

Berdasarkan program SPSS. 15.0 yang terdapat dalam tabel summary diketahui bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 0,939, maka besarnya pengaruh modal kerja terhadap Profitabilitas adalah sebesar 93,9 %. Dalam hal ini Profitabilitas dipengaruhi oleh modal kerja sebesar 93,9 %, sisanya sebesar 6,1 % merupakan pengaruh faktor lain yaitu seperti: harga jual, volume penjualan, biaya produksi dan lain-lain.

Pengujian Hipotesis

Sedangkan untuk menguji pengaruh modal kerja terhadap Profitabilitas, maka dapat digunakan uji t. Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini berkaitan dengan ada tidaknya pengaruh antara kedua variabel yaitu modal kerja sebagai variabel independen dengan Profitabilitas sebagai variabel dependen.

(9)

Simpulan

1. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pada tingkat keyakinan 95 % diperoleh hasil bahwa modal kerja berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas. Hal ini menunjukan bahwa setiap terjadi peningkatan modal kerja, maka Profitabilitas pun akan mengalami kenaikan pula. Berdasarkan penelitian ini pengaruh yang ditimbulkan oleh modal kerja sebesar 93,9% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain sebesar 6,1 %.

Saran

1. Pihak Perusahaan

- Melihat hasil penelitian bahwa modal kerja berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas maka diharapkan CV Dandy Handycraft Tasikmalaya dapat meningkatkan perputaran modal kerjanya agar laba yang dihasilkan terus meningkat dan profitabilitas pun meningkat pula sehingga perusahaan akan lebih berkembang lagi.

2. Untuk Peneliti Selanjutnya

- Guna memperluas penelitian, maka peneliti selanjutnya dapat menambah variabel penelitian sehingga alat analisis tidak hanya menggunakan regresi sederhana.

- Penelitian juga tidak hanya dilakukan dengan studi kasus akan tetapi dengan metode survey atau tidak hanya data time series tapi dengan data cross section atau data panel sehingga akan melibatkan banyak perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

Agnes Sawir. 2005. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan

Perusahaan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Ati Susanti 2007. Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Profitabilitas. Tasikmalaya : Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi.

Bambang Riyanto. 2001. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE

Ikatan Akuntan Indonesia. 2007 Standar Akuntansi Keuangan Edisi revisi. Jakarta: Salemba Empat

Mohammad Nazir. 2003. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia

(10)

Rizal Rizaludin.2007. Pengaruh Modal Kerja Terhadap Sisa Hasil Usaha. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Gambar

Tabel Aktiva Lancar  CV Dandy Handycraft Tasikmalaya

Referensi

Dokumen terkait

Membuat SK pejabat Pengadaan, menunjuk rekanan/pihak ketiga untuk pekerjaan kegiatan, pejabat pengadaan menyiapkan dokumen (SPK) pekerjaan, menerima usulan termin

Just like creating the bindings for the component, we can add the executable for the page definition by clicking on the Add button in the Executables section of the page

This decoupling is achieved by protocol adaptation and a canonical data format. Protocol adaptation means the bus can communicate over different transport proto- cols, like HTTP or

Demikian pula mengenai akta autentik yang dibuat oleh atau di hadapan notaris sebagai pejabat pembuat akta di bidang hukum perdata berdasarkan Peraturan

Hasil analisis serat kasar tepung pisang goroho dengan perlakuan perendaman dalam air, blansir, natrium metabisulfit, garam dan asam sitrat dapat dilihat pada Gambar

Arsitektur rumah tinggal secara umum dalam kehidupan manusia memiliki fungsi, peran dan makna universal yang relatif sama, yaitu sebagai tempat berlindung dari kondisi alam

Asuransi syariah merupakan salah satu upaya untuk saling melindungi dan saling membantu antar beberapa pihak melalui investasi pada aset dan atau tabarru yang

Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas maka dapat penulis simpulkan bahwa dengan penggunaan metode PERT dan CPM dalam melakukan penjadwalan proyek dapat membantu