• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Rekrutmen Calon Karyawan Dengan Algoritma Iterative Dichotomizer Three (ID3) (Studi Kasus di PT.Tiffa Mitra Sejahtera)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Model Rekrutmen Calon Karyawan Dengan Algoritma Iterative Dichotomizer Three (ID3) (Studi Kasus di PT.Tiffa Mitra Sejahtera)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

2.1.Sistem Pendukung Keputusan

2.1.1. Pengertian Sistem

Kata sistem berasal dari bahasa latin (systēma) dan bahasa yunani (sustēma). Sistem

adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan

bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai

suatu tujuan. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan

yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak.

Sedangkan pengertian sistem menurut Kamus Bahasa Indonesia, Sistem adalah

perangkat unsur yang teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas.

Pengertian lain Sistem adalah susunan dari pandangan, teori, asas dan sebagainya.

2.1.2. Pengertian Keputusan

Keputusan (decision) yaitu pilihan dari dua atau lebih kemungkinan. Keputusan dapat

dilihat pada kaitannya dengan proses, yaitu bahwa suatu keputusan ialah keadaan

akhir dari suatu proses yang lebih dinamis yang disebut pengambilan keputusan.

Dengan kata lain, keputusan merupakan sebuah kesimpulan yang dicapai sesudah

dilakukan pertimbangan, yang terjadi setelah satu kemungkinan dipilih, sementara

(2)

2.1.3. Pengertian Sistem Pendukung Keputusan

Turban (2005) mendefinisikan pengambilan keputusan sebagai sebuah proses

memilih tindakan untuk mencapai suatu tujuan atau beberapa tujuan. Pengambilan

keputusan ini dilakukan dengan pendekatan sistematis terhadap permasalahan melalui

proses pengumpulan data menjadi informasi serta ditambah dengan faktor-faktor yang

perlu di pertimbangkan dalam pengambilan keputusan.

Sistem Pendukung Keputusan didefinisikan sebagai sistem berbasis komputer

yang terdiri dari tiga komponen yang saling berinteraksi: sistem bahasa, sistem

pengetahuan dan sistem pemrosesan masalah.

Pembuatan keputusan diperlukan pada semua tahap kegiatan administrasi dan

manajemen. Misalnya dalam tahap perencanaan diperlukan banyak kegiatan

pembuatan keputusan sepanjang proses perencanaan tersebut. Keputusan-keputusan

yang dibuat dalam proses perencanaan ditujukan kepada pemilihan alternatif program

dan prioritasnya. Dalam pembuatan keputusan tersebut dicakup kegiatan identifikasi

masalah, perumusan dan pemilihan alternatif keputusan berdasarkan perhitungan

konsekuensi dan berbagai dampak yang timbul. Begitu juga dalam tahap implementasi

atau operasional suatu organisasi, para manajer harus membuat banyak keputusan

rutin dalam rangka mengendalikan usaha sesuai dengan rencana dan kondisi yang

berlaku. Sedangkan dalam tahap pengawasan yang mencakup pemantauan,

pemeriksaan dan penilaian (evaluasi) terhadap hasil pelaksanaan kerja, juga banyak

keputusan dibuat dalam rangka koreksi terhadap penyimpangan yang terjadi agar hasil

yang diperoleh lebih sesuai dengan sasaran mutu, waktu dan penggunaan sumber daya

(3)

2.1.4. Karakteristik dan Kemampuan Sistem Pendukung Keputusan

Menurut Turban karekteristik Sistem Pendukung Keputusan adalah sebagai berikut:

1. Sistem Pendukung Keputusan dirancang untuk membantu pengambilan

keputusan dalam memecahkan suatu masalah yang bersifat semi terstruktur

atau sebaliknya.

2. Sistem Pendukung Keputusan dalam proses pengolahannya menkombinasikan

pengguna model-model anakisis dengan teknik pemasukan data konvensional

serta fungsi-fungsi pencari informasi.

3. Sistem Pendukung Keputusan dirancang untuk dapat digunakan dengan mudah

oleh orang-orang yang tidak memiliki dasar kemampuan mengoperasikan

komputer. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan biasanya model

interaktif.

4. Dirancang dengan menekankan pada aspek fleksibilitas serta kemampuan

adaptasi yang tinggi, sehingga mudah disesuaikan dalam berbagai perubahan

lingkungan yang terjadi dan kebutuhan pemakai.

2.1.5. Komponen Sistem Pendukung Keputusan

Adapun komponen-komponen dari SPK adalah sebagai berikut:

1. Subsistem manajemen data, mencakup satu basis data (data base) yang

berisi data yang relevan dan dikelola oleh perangkat lunak yang disebut

Database Management System (DBMS).

2. Subsistem manajemen model, menggunakan perangkat lunak yang

berkaitan dengan bidang-bidang seperti keuangan, statistik, manajemen,

atau model-model kuantitatif yang memiliki kemampuan untuk melakukan

(4)

3. Subsistem antarmuka pengguna, digunakan sebagai media interaksi antara

system dengan pengguna. Pengguna dapat berkomunikasi dengan SPK dan

memerintahkan SPK melalui susistem ini.

4. Subsistem manajemen berbasis pengetahuan, dapat mendukung subsistem

lain atau bertindak sebagai komponen yang berdiri sendiri yang tidak

terkait dengan komponen lain.

2.2.Visual Basic Net

Microsoft Visual Basic. NET adalah sebuah alat untuk mengembangkan dan

membangun aplikasi yang bergerak di atas sistem .NET Framework, dengan

menggunakan bahasa Basic. Dengan menggunakan alat ini, para programmer dapat

membangun aplikasi Windows Forms, Aplikasi web berbasis ASP. NET, dan juga

aplikasi command-line. Bahasa Visual Basic. NET sendiri menganut paradigma

bahasa pemrograman berorientasi objek yang dapat dilihat sebagai evolusi dari

Microsoft Visual Basic versi sebelumnya yang diimplementasikan di atas .NET

Framework.

Visual Basic yang sekarang digunakan oleh jutaan programmer adalah

berawal dari sebuah Bahasa pemrograman yang diciptakan oleh Prof. Jhon Kemeny

dan Thomas Kurtz pada tahun 1964 dengan nama BASIC yang kepanjangan dari

Beginner All Purpose Symbolic Intruction Code. Bahasa BASIC ini tergolong bahasa

(5)

2.2.1 Kelebihan Visual Basic Net

Visual Basic mempunyai banyak kelebihan dibandingkan Software/bahasa

pemograman yang lain. Di antaranya adalah :

 VB.NET mengatasi semua masalah yang sulit disekitar pengembangan aplikasi berbasis windows.

 Cocok digunakan untuk mengembangkan aplikasi/program yang bersifat “Rapid Application Development”.

 Sangat cocok digunakan untuk membuat program/aplikasi Bisnis.

 Digunakan oleh hampir semua keluarga Microsoft Office sebagai bahasa Macro-nya, segera akan diikuti oleh yang lain.

 Mendekati Object Oriented Programming.

 Dapat di-integrasikan dengan Internet, baik itu pada sisi Client maupun pada sisi Server

 Dapat menjalankan server tersebut dari mesin yang sama atau bahkan dari mesin/komputer yang lain.

2.2.2 Kekurangan Visual Basic Net

Visual Basic juga mempunyai kekurangan/kelemahan, yaitu :

 Visual Basic (VB) tidak memiliki database sendiri dan biasanya VB mengunakan database seperti : mysql, sql server, microsoft access.

(6)

Program/aplikasi yg dibuat dgn VB.Net harus menggunakan Net Framework untuk menjalaninya

 Visual Basic. NET bukan merupakan bahasa pemprograman yang open source, sehingga akan sulit bagi programmer untuk lebih mendalami VB. NET secara

lebih independen.

2.3.Algoritma Iterative Dichotomizer Three (ID3)

2.3.1 Pengertian Algoritma Iterative Dichotomizer Three (ID3)

Iterative Dichotomicer Three (ID3) diperkenalkan pertama kali oleh Quinlan pada

tahun 1979. ID3 dikembangkan atas dasar Sistem Pembelajaran Konsep (Concept

Learning System). Tujuan dari Sistem Pembelajaran Konsep yang dikembangkan oleh

Hunt et al adalah untuk menghasilkan suatu pohon aturan yang mampu

mengklasifikasikan suatu objek. ID3 merepresentasi konsep-konsep dalam bentuk

pohon keputusan. Aturan-aturan yang dihasilkan oleh ID3 mempunyai relasi yang

hirarkis seperti suatu pohon (mempunyai akar, titik, cabang dan daun) .

Untuk menggunakan metode ID3 dibutuhkan kumpulan data yang terdiri dari

variabel-variabel masukan dan variabel keluaran. Nilai-nilai yang terdapat dalam

setiap variabel mempunyai sifat kategorial.

Data sample yang digunakan oleh ID3 memiliki beberapa syarat, yaitu :

 Deskripsi atribut nilai. Atribut yang sama haruss mendeskripsikan tiap contoh dan memiliki jumlah nilai yang sudah ditentukan.

(7)

 Kelas-kelas yang diskrit. Kelas digambarkan secara jelas, kelas-kelas yang berkesinambungan dipecah menjadi kategori-kategori jelas seperti nilai baik,

sedang, buruk.

 Jumlah contoh (example) yang cukup. Karena pembangkitan induktif digunakan, maka dibutuhkan test case yang cukup untuk membedakan pola

yang valid dari peluang suatu kejadian. Pemilihan atribut pada ID3 dilakukan

dengan properti statistik, yang disebut dengan information gain. Gain

mengukur seberapa baik suatu atribut memisahkan training exampel ke dalam

kelas target. Atribut dengan informasi tertinggi akan dipilih. Dengan tujuan

untuk mendefinisikan gain, pertama-tama digunakan ide dari teori informasi

yang disebut entropi. Entropi mengukur jumlah dari informasi yang ada pada

atribut.

2.3.2 Entropy

Entropy adalah ukuran rata-rata bit yang dibutuhkan untuk mendapatkan suatu kelas

dari ketidakpastian yang berdasar pada variabel acak pada jumlah sampel.

Rumus persamaan dari entropy adalah :

Entropy(S) = -p+ log2 p+ - p- log2 p-

dimana :

 S = adalah jumlah sampel data yang digunakan.

 p+ = Jumlah yang bersolusi positif (mendukung) pada data sampl

untuk kriteria tertentu.

 p- = adalah jumlah yang bersolusi negatif (tidak mendukung) pada

(8)

2.3.3. Information Gain

Setelah mendapatkan entropy dari suatu kumpulan data sample, maka dapat diukur

efektifitas suatu atribut dari suatu klasifikasi data. Ukuran efektifitas ini disebut

information gain. Information gain dari suatu atribut dapat dilihat dari persamaa

dibawah ini :

Gain(S, A)= Entropy(S) –Σ |��|

|�| Entropy(Sv)

dimana :

 A = Atribut

 V = Menyatakan Suatu nilai yang mungkin untuk suatu atribut A

 Values (A) = Himpunan nilai-nilai yang mungkin untuk atribut A

 |Sv| = Jumlah sampel untuk nikai V

 |S| = Jumlah seluruh sampel data

 Entropy(Sv) = Entropy untuk sampel-sampel yang memiliki nilai v

Cara kerja metode ID3 adalah dengan menentukan nilai bobot dari setiap

atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses pemilihan alternatif terbaik dari sejumlah

alternatif, dalam hal ini alternatif yang dimaksud adalah pengajuan yang berhak

ditindaklanjuti berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan. Proses tersebut akan

terus digunakan untuk proses yang sama (rekursif) dan nantinya akan membentuk

pohon keputusan. Apabila suatu atribut telah menjadi cabang (node) maka atribut

tidak dimasukkan ke dalam perhitungan nilai information gain. Proses ini akan

berhenti pasa saat semua data dari anak cabang telah termasuk dalam kelas yang sama

Referensi

Dokumen terkait

Sebuah video di kanal Youtube Bahasa Kita Hari Ini (2018) menampilkan seorang mahasiswa yang baru kuliah di Jakarta mengekspresikan keterkejutannya karena mendapati harga

Ganggga Bagus Katon Gede Dagang Godoh.

Menurut pendapat sebagian besar informan kunci, apabila ada peraturan mengenai rokok maka pegawainya akan terpengaruh untuk tidak merokok di tempat kerja, sedangkan

Hipotesis pertama yang berbunyi Karak- teristik kategori produk berpengaruh terhadap keputusan perpindahan merek diterima. Hipotesis kedua yang berbunyi: Kebutuhan Mencari Variasi

Yang dimaksud dengan “Badan Layanan Umum” adalah instansi di lingkungan Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada Pelaku Ekonomi

Setelah diselidiki, ternyata kegiatan pembelajaran yang dilakukan Bu Devi bersifat rutin, yaitu selain bercerita, anak-anak mengerjakan LKS yang sudah dibagikan

Segala puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT, atas berkat rahmat dan karunia yang telah diberikan-Nya sehingga penulis dapat menye lesaikan

Oleh karena itu bahasa Indonesia mempunyai peranan penting dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya.selain itu bahasa Indonesia juga sebagai jati diri bangsa